TUGAS TUTORIAL 3
Program Studi : PGSD
Kode Mata Kuliah : PDGK 4103
Nama Mata Kuliah : Konsep Dasar IPA di SD
Jumlah sks : 3 sks
Nama Pengembang : Dr. Rif’at Shafwatul Anam, M.Pd
Nama : Nurul aulia
Nim : 859796233
Tahun Pengembangan: 2022
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
1. Sebuah thermometer Celcius menunjukan angka 80°C. Berapakah suhu tersebut pada Reamur,
Fahreinheit, dan Kelvin?
JAWAB:
Termometer sebagai alat pengukur suhu memiliki empat jenis skala. Skala pada termometer
adalah skala Celcous, skala Reamur, skala Fahrenheit, dan skala Kelvin.
Perbandingan skala:
T °C : T °R : (T - 32) °F : (T - 273) K = 5 : 4 : 9 : 5
• Konversi skala Celcius ke skala Reamur
T °C : T °R = 5 : 4
5 × T °R = 4 × T °C
T °R = × T °C
• Konversi skala Celcius ke skala Fahrenheit
T °C : (T - 32) °F = 5 : 9
5 × (T - 32) °F = 9 × T °C
T - 32 °F = × T °C
T °F = ( × T °C) + 32°
• Konversi skala Celcius ke skala Kelvin
T °C : (T - 273) K = 5 : 5
5 × (T - 273) K = 5 × T °C
T - 273 K = T °C
T K = T °C + 273
Skala yang dipakai sebagai satuan internasional adalah Kelvin.
Diketahui:
T = 80 °C
Ditanyakan:
T dalam skala lain ?
Penjelasan:
• Ke skala Reamur
T °R = × T °C
T °R = × 80°
T °R = 4 × 16°
T °R = 64 °R
Nilai yang ditunjukkan oleh termometer Reamur adalah 64 °R.
• Ke skala Fahrenheit
T °F = ( × T °C) + 32°
T °F = ( × 80°) + 32°
T °F = (9 × 16°) + 32°
T °F = 144° + 32°
T °F = 176 °F
Nilai yang ditunjukkan oleh termometer Fahrenheit adalah 176 °F.
• Ke skala Kelvin
T K = T °C + 273
T K = 80 + 273
T = 353 K
Nilai yang ditunjukkan oleh termometer Kelvin adalah 353 K.
JADI,
Nilai yang ditunjukkan oleh termometer Reamur adalah 64 °R.
Nilai yang ditunjukkan oleh termometer Fahrenheit adalah 176 °F.
Nilai yang ditunjukkan oleh termometer Kelvin adalah 353 K.
2. Analogikan proses perpindahan panas secara koduksi, konveksi, dan radiasi dengan
ilutrasi yang mudah dipahami oleh siswa Sekolah Dasar (SD)?
JAWAB:
a. Perpindahan Panas secara Konduksi (Hantaran)Konduksi adalah peristiwa
perpindahan kalor atau panas melalui zat perantara tanpadisertai perpindahan zat
perantara tersebut. Perpindahan kalor dengan cara konduksipada umumnya terjadi
pada benda padat berbahan logam.Contoh : Ketika mengaduk teh panas, maka
sendok aluminium yang digunakan untukmengaduk juga ikut panas. Hal ini
menunjukkan bahwa kalor atau panas berpindah dariteh yang panas ke ujung sendok
aluminium yang dipegang.
b. Perpindahan Panas secara Konveksi (Aliran)Konveksi adalah perpindahan kalor atau
panas yang disertai dengan perpindahan zatperantaranya. Konveksi agak mirip
dengan konduksi. Bedanya,konduksi adalahperpindahan kalor tanpa disertai
zat perantara sedangkan konveksi merupakanperpindahan kalor yang di ikuti zat
perantara.Contoh : Saat memasak air, maka air bagian bawah akan lebih dulu panas,
saat airbawah panas maka akan bergerak ke atas (dikarenakan terjadinya perubahan
masajenis air) sedangkan air yang diatas akan bergerak kebawah begitu
seterusnyasehingga keseluruhan air memiliki suhu yang sama.
c. Perpindahan Panas secara Radiasi (Pancaran)Radiasai adalah perpindahan kalor
atau panas tanpa adanya zat perantara.Perpindahan kalor secara radiasi tidak
membutuhkan zat perantara.Contoh : Dalam kehidupan sehari-hari, saat kita
menyalakan api unggun, beradadekat tungku perapian, maka kita yang berada di
dekat nyala api tersebut akanmerasakan hanga.
3. Diagram di bawah menggambarkan percobaan Young. Jika d adalah jarak antara 2 celah,
L adalah jarak celah ke layar dan P2 adalah jarak garis terang ke 2 dari terang pusat,
maka panjang gelombang cahaya yang digunakan (1 Å = 10-10m) adalah…
JAWAB:
Persamaan yang digunakan untuk Interferensi, difraksi dan kisi difraksi semua sama :
d sin θ =Δ m λ
d p = Δm L λ
Keterangan:
p = jarak pita terang ke-m
L = jarak celah ke layar
Hanya definisi ( d ) dalam persamaan memiliki pengertian yang berbeda :
Interferensi : d = jarak antara 2 celah
Difraksi tunggal : d = diameter celah
Kisi Difraksi : d = jarak antar celah yang nilainya = 1/N
(1)Interferensi Young ( Celah Ganda )
d sin θ = Δm λ
d p = Δm L λ
(2) Kisi Difraksi
d sin θ = Δm λ
d p = Δm L λ
d = 1/N
Untuk mempermudah dalam menentukan nilai Δm dalam penyelesaian soal, maka pada
interferensi ganda maupun kisi difraksi dapat menggunakan aturan berikut :
terang ke terang yang berdekatan (Δm = 1 )
gelap ke gelap yang berdekatan (Δm = 1 )
terang ke gelap yang berdekatan (Δm = ½ )
( 3 ) Difraksi Tunggal
d sin θ = m λ
dp=mLλ
Gelap 1 ke titik tengah terang pusat ( m = 1 )
Gelap 2 ke titik tengah terang pusat ( m = 2 ) dst
( 4 ) Polarisasi
Polarisasi dengan absorpsi (penyerapan) selektif
-Intensitas setelah melewati polarisator:
-Intensitas setelah melewati analisator:
= sudut antara sumbu analisator dengan polarisator
JADI
Pada interferensi celah ganda untuk terang ke-n berlaku persamaan
d sin θ = n λ
dy
=nλ
L
Maka Panjang gelombangnya:
dy
λ=
nL
' '
(1 X 10 )(1 X 10 )
λ=
(2)(1)
-7
λ= 5 X 10 m
λ= 5000 A
4. Kelainan pada indera penglihatan diantaranya rabun jauh dan rabun dekat dapat
ditanggulangi oleh kacamata dengan lensa cekung maupun cembung. Gambarkan dan
jelaskan bagaimana jatuhnya bayangan pada mata penderita rabun jauh dan rabun dekat
sebelum dan sesudah diberikan lensa yang sesuai dengan apa yang mereka alami!
JAWAB:
1. Rabun Jauh (Miopia)Rabun jauh terjadi karena bola mata terlalu panjang atau kornea
terlalu melengkung.Hal ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata akan
membentuk bayangan suatubenda pada titik sebelum mencapai retina, dan
sebagai hasilnya, otak akanmenangkapnya sebagai bayangan kabur.
Penderita rabun jauh dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa
cekung(minus/negatif). Lensa cekung dapat membantu bayangan tepat jatuh di retina.
Pembentukan bayangan pada penderita miopi dan Pembentukan bayangan pada
penderita miopi setelah menggunakan lensa cekung.
2. Rabun Dekat (Hipermetropi)Penderita rabun dekat atau hipermetropi tidak dapat
melihat benda yang letaknyaterlalu dekat secara jelas. Kondisi ini terjadi karena
bayangan benda pada penderitarabun dekat jatuh di belakang retina. Penyebab rabun
dekat adalah lensa mata yangterlalu memipih sehingga tidak dapat memfokuskan
bayangan benda secara tepat.
Penderita rabun dekat dibantu menggunakan kacamata berlensa
cembung(plus/positif). Lensa cembung dapat membantu bayangan yang
semula jatuh dibelakang retina menjadi tepat jatuh di retina.
Pembentukan bayangan pada penderita hipermetrop dan Pembentukan bayangan
pada penderita hipermetropi setelah menggunakan lensa cembung.