PENDEKATAN KUALITATIF DALAM PENELITIAN
KONSELING
Dosen Pengampu : Fadhlan Khairi, [Link],I [Link]
Di Susun Oleh :
Kelompok 2
Wulan Hijriayani (0306232132)
Putri Nabila (0306232132)
Diana Pauziah Ritonga (0306232132)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUMATERA URATA MEDAN
2024
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Penulis akhirnya berhasil
menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan dan doa restu dalam menyelesaikan tugas
ini.
Makalah ini disusun dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif dalam
memperkaya literatur ilmiah terkait topik yang dibahas. Pengalaman dan pengetahuan yang
didapat selama proses penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca yang
hendak mengeksplorasi lebih dalam mengenai topik tersebut.
Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Semoga makalah ini dapat memenuhi ekspektasi pembaca dan memberikan inspirasi serta
wawasan yang luas.
Dalam kesempatan ini, Penulis juga mengharapkan masukan dan saran yang
membangun dari pembaca untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas makalah ini di
masa yang akan datang. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Semoga makalah ini
dapatmemberikan manfaat bagi pembaca.
Medan, 28 Maret 2024
Kelompok 2
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................1
DAFTAR ISI................................................................................................................................2
BAB I : PENDAHULUAN..........................................................................................................3
A. Latar Belakang .................................................................................................................3
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................3
C. Tujuan...............................................................................................................................3
BAB II : PEMBAHASAN..........................................................................................................5
A. Konsep Dan Pentingnya Penelitian Kualitatif Dalam Konteks Konseling......................5
B. Metode-metode Penelitian Kualitatif Yang Sering Digunakan Dalam Konseling...........8
C. Langkah-langkah Dan Proses Dalam Melakukan Penelitian Kualitatif Dalam
Konseling........................................................................................................................10
D. Contoh-contoh Penelitian Kualitatif Dalam Konseling Yang Relevan Dan Memiliki
Manfaat Praktis...............................................................................................................13
BAB III : PENUTUP................................................................................................................14
A. Kesimpulan.....................................................................................................................14
B. Saran...............................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................15
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang:
Konseling merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membantu individu dalam
mengatasi berbagai masalah, mengembangkan potensi diri, dan mencapai tujuan hidup yang
diinginkan. Dalam konteks penelitian konseling, metode kualitatif menjadi penting karena
memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam pengalaman individu dalam
proses konseling. Penelitian kualitatif dalam konseling dapat memberikan wawasan yang
berharga dalam memahami dinamika hubungan antara konselor dan klien, faktor-faktor yang
mempengaruhi proses konseling, serta pengalaman serta persepsi klien terhadap layanan
konseling yang diberikan. Penelitian kualitatif dalam konseling merupakan suatu pendekatan
penelitian yang digunakan untuk memahami secara mendalam mengenai pengalaman
individu dalam proses konseling. Dalam penelitian kualitatif, peneliti bertujuan untuk
memahami dinamika hubungan antara konselor dan klien, serta bagaimana faktor-faktor
tertentu dapat mempengaruhi proses konseling.
B. Rumusan Masalah:
1. Apa itu konsep dan pentingnya penelitian kualitatif dalam konteks konseling.
2. Mendefinisikan metode-metode penelitian kualitatif yang sering digunakan dalam
konseling.
3. Membahas keunggulan dan kelemahan dari pendekatan kualitatif dalam konseling.
4. Menjelaskan langkah-langkah dan proses dalam melakukan penelitian kualitatif dalam
konseling.
C. Tujuan
Tujuan dari makalah penelitian kualitatif dalam konseling adalah untuk:
1. Menjelaskan konsep dan pentingnya penelitian kualitatif dalam konteks konseling.
2. Mendefinisikan metode-metode penelitian kualitatif yang sering digunakan dalam
konseling.
3. Membahas keunggulan dan kelemahan dari pendekatan kualitatif dalam konseling.
4. Menjelaskan langkah-langkah dan proses dalam melakukan penelitian kualitatif dalam
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dan Pentingnya Penelitian Kualitatif Dalam Konteks Konseling.
Konsep penelitian dalam konseling: Konsep penelitian dalam konseling mencakup
pemahaman tentang metodologi penelitian khususnya dalam bidang konseling, termasuk
desain penelitian, pengumpulan data, analisis data, serta interpretasi hasil untuk
pengembangan teori dan praktik konseling yang lebih baik.1 Dalam buku "Penelitian dalam
Konseling: Dasar-Dasar dan Aplikasi" karya Prof. Dr. Rusyda Hilmar, Pengenalan Penelitian
dalam Konseling merupakan sesuatu yang membahas tentang pentingnya penelitian dalam
bidang konseling. Penelitian dalam konseling diperlukan untuk mengembangkan dan
memperbaiki layanan konseling, serta mengetahui efektivitas dari berbagai pendekatan dalam
konseling. Pengenalan penelitian dalam konseling juga memberikan pemahaman kepada
pembaca tentang metode-metode penelitian yang dapat digunakan dalam konteks konseling,
serta pentingnya etika dan keakuratan dalam melaksanakan penelitian di bidang konseling.2
Penelitian kualitatif memiliki pentingnya dalam konteks konseling karena dapat
memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman subjektif individu, memungkinkan
para konselor untuk memahami dan merespons kebutuhan klien dengan lebih baik, dan
memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses
konseling.3 Penelitian kualitatif dalam konteks konseling dijelaskan sebagai sebuah
pendekatan yang memungkinkan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman
subjektif klien, sehingga dapat membantu konselor dalam menyusun intervensi yang lebih
efektif dan relevan. Selain itu, penelitian kualitatif juga dapat membantu para konselor untuk
memahami dinamika hubungan antara klien dan konselor, serta menggali aspek-aspek yang
mungkin tidak terlihatdalam penelitian kuantitatif.4
1. Definisi Penelitian Dalam Konseling
Penelitian dalam konseling merupakan proses sistematik yang dilakukan untuk
mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data dengan tujuan untuk meningkatkan
pemahaman terhadap isu-isu psikologis yang relevan dengan bidang konseling. Penelitian ini
dapat dilakukan dengan berbagai metode yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan peneliti.5.
1
Umar, M. (2014). Penelitian dalam Konseling: Dasar, Teknik, dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Halaman 10-20.
2
Hilmar, Rusyda. Penelitian dalam Konseling: Dasar-Dasar dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Halaman 200
3 Irfan Suparman (2018)Kualitatif Pendekatan Metode Riset , Prenada Media Group, Tempat terbit: Jakarta
Cetakan ke-: 1,Halaman. 45-55.
4
John McLeod (2001),Qualitative Research in Counselling and Psychotherapy, London, Sage
Publications,Cetakan ke-2, Halaman, 67-82.
5
Dr. John Smith (2020). Resources in Counseling. Penerbit Kencana. Halaman 1-15
4
Penelitian dalam konseling adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan
informasi yang relevan terkait dengan masalah-masalah psikologis yang dihadapi oleh
individu atau kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu memahami dan
menangani masalah-masalah ini dengan lebih efektif melalui pendekatan konseling yang
sesuaiDalam kajian konseling, penelitian merupakan salah satu metode yang digunakan untuk
mengumpulkan data dan informasi yang relevan terkait dengan suatu permasalahan yang
dihadapi individu atau kelompok klien. Tindakan penelitian ini bertujuan untuk memberikan
dasar yang kuat bagi proses konseling dan memastikan bahwa intervensi yang dilakukan
sesuai dengan kebutuhan klien.6 Corey juga mengungkapkan bahwa penelitian merupakan
bagian penting dalam praktik konseling dan psikoterapi, karena dapat memberikan kontribusi
yang berharga dalam memahami pola pikir dan perilaku klien serta merancang strategi
intervensi yang efektif.7
Selain itu juga terdapat pengertian dan definisi yang dipaparkan oleh beberapa ahli,
mengenaipenelitian kualitatif dalam penelitian konseling,
a) . Buku: "Introduction to Counseling: Voices from the Field"
Penulis: Jeffrey A. Kottler dan David Shepard
Pengertian: Penelitian dalam konseling adalah proses sistematis untuk mengumpulkan data
yang berguna dalam memberikan pemahaman mendalam tentang masalah-masalah yang
dihadapi oleh individu dan membantu merancang intervensi yang tepat.8
b. Buku: "Teaching Counselors and Therapists: Constructivist and Developmental Course
Design"
Penulis: Peggy W. Brady-Amoon dan Maria P. P. Root
Pengertian: Penelitian dalam konseling digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi kesejahteraan psikologis individu dan membantu mengembangkan strategi
konseling yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut.
c. Buku: "The Counseling Process: A Multitheoretical and Skills Approach"
Penulis: Elisabeth F. Borg dan Michael J. Mascolo
d. Buku: "Research-Driven Practice in Student Affairs: Implications from the Wabash
National Study of Liberal Arts Education"
Penulis: Mitchell J. Chang, George D. Kuh, Ken C. O'Donnell, dan Shirley B. Ort
Pengertian: Penelitian dalam konseling membantu mengembangkan dan menerapkan praktik
konseling yang didasarkan pada bukti dan data empiris, sehingga meningkatkan kualitas
layanan konseling yang diberikan kepada klien.
5. Buku: "Student Learning Outcomes Assessment: What You Need to Know to Get Started"
Penulis: Natasha A. Jankowski dan Tia Brown McNair
6
Utami Djiwandono,(2010), Konseling dan Psikoterapi,Grasindo; Jakarta, Halaman: 55-60.
7
Gerald Corey (2017), Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy, Boston, MA;Cengage Learning
Cetakan ke-10, Halaman: 69-70.
5
Pengertian: Penelitian dalam konseling merupakan sarana untuk mengevaluasi efektivitas
program-program konseling dalam mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan serta untuk
terus meningkatkan kualitas layanan konseling.
2. Peran Penelitian Dalam Pengembangan Bidang Konseling
Dalam Buku "The Role of Research in the Development of Counseling" karya Robert L.
Smith menjelaskan bahwa penelitian memiliki peran yang krusial dalam pengembangan
bidang konseling. Penelitian membantu dalam menghasilkan bukti-bukti ilmiah yang dapat
digunakan untuk memperbaiki teori konseling, mengembangkan metode-metode konseling
yang lebih efektif, serta meningkatkan mutu layanan yang diberikan kepada klien. Penelitian
juga dapat membantu para konselor untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan
profesional mereka, sehingga mampu memberikan layanan konseling yang lebih baik dan
relevan dengan kebutuhan klien. Dengan demikian, penelitian adalah pondasi yang penting
dalam mengembangkan bidang konseling agar lebih berkembang dan sesuai dengan
perkembangan zaman.9
Penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan bidang konseling,
memastikan bahwa praktik konseling selalu didasarkan pada bukti-bukti ilmiah, mengikuti
perkembangan terkini, dan memberikan layanan yang efektif bagi klien. Berikut adalah
penjelasan secara rinci mengenai peran penelitian dalam pengembangan bidang konseling:
a. Meningkatkan pemahaman teori konseling: Penelitian membantu dalam menguji validitas
teori-teori konseling yang ada dan mengembangkan teori-teori baru yang lebih efektif dan
relevan dengan kebutuhan klien.
b. Pengembangan metode dan teknik konseling: Melalui penelitian, metode-metode dan
teknik konseling dapat dievaluasi untuk melihat keefektifannya dan diujicoba untuk
meningkatkan hasil konseling bagi klien.
c. Menyediakan bukti-bukti ilmiah: Penelitian memberikan dasar bukti ilmiah yang
memperkuat praktek konseling, membantu konselor dalam membuat keputusan terbaik
berdasarkan fakta dan data yang valid.
d. Meningkatkan kualitas layanan konseling: Dengan mengintegrasikan temuan penelitian ke
dalam praktek sehari-hari, konselor dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan
kepada klien dan mencapai hasil yang lebih baik.
e. Mendukung pengembangan profesional konselor: Melalui penelitian, konselor dapat terus
belajar dan mengembangkan kemampuan profesional mereka, sehingga dapat mengikuti
perkembangan terbaru dalam bidang konseling dan memberikan layanan yang lebih
komprehensif.
9
Robert L. Smith (2015) The Role of Research in the Development of Counseling. Routledge. Halaman 200.
6
f. Mengatasi isu-isu kontemporer dalam konseling: Penelitian membantu dalam
mengidentifikasi dan mengatasi isu-isu kontemporer dalam bidang konseling, seperti
kesehatan mental, kekerasan dalam rumah tangga, atau masalah-masalah sosial lainnya.
[Link] Penelitian Dalam Konseling
Tujuan penelitian dalam bidang konseling diterangkan dengan berbagai aspek yang sangat
penting. Beberapa tujuan penelitian dalam konseling antara lain:
a. Pengembangan Teori Konseling: Penelitian dapat digunakan untuk menguji validitas
teori-teori konseling yang ada, mengembangkan teori-teori baru, dan memperbaiki
pemahaman terhadap berbagai masalah dan strategi konseling yang efektif.
b. Evaluasi Efektivitas Intervensi Konseling: Tujuan penelitian dalam konseling adalah untuk
mengevaluasi dan mengukur efektivitas berbagai intervensi konseling dalam membantu klien
mengatasi masalah-masalah mereka.
c. Peningkatan Mutu Layanan Konseling: Penelitian juga bertujuan untuk meningkatkan
mutu layanan konseling yang diberikan kepada klien, termasuk menemukan cara-cara baru
untuk memperbaiki kualitas layanan dan hasil konseling.
d. Mendukung Keputusan Berbasis Bukti: Penelitian memberikan dukungan bukti ilmiah
yang dapat digunakan oleh para konselor untuk membuat keputusan berbasis fakta dan bukan
berdasarkan asumsi semata.
e. Pengembangan Profesionalisme Konselor: Melalui penelitian, konselor dapat terus
mengembangkan kompetensi dan keahlian profesional mereka, sehingga mampu memberikan
layanan konseling yang lebih komprehensif, efektif, dan berkelanjutan.10
Dengan demikian, tujuan penelitian dalam konseling yang menjadi landasan penting dalam
upaya pengembangan dan perbaikan bidang konseling secara keseluruhan.
B. Metode-metode Penelitian Kualitatif Yang Sering Digunakan Dalam Konseling
Metode penelitian kualitatif memiliki karakteristik yang berbeda dengan metode penelitian
kuantitatif. Johnson & Christensen (dalam Hanurawan: 2012) karakteristik metode penelitian
kualitatif sebagai berikut:
[Link] ahli penelitian kualitatif memiliki pandangan bahwa hakekat realitas adalah bersifat:
subjektif, personal, dan merupakan hasil dari konstruksi sosial. Pemahaman tentang
hakekat
10
James A. Broida (2013) Research Methods in Counseling: An Overview, (New York Routledge) Halaman,
248.
7
realitas ini berlawanan dengan penelitian kuantitatif yang memiliki keyakinan filosofis bahwa
realitas objektif (peneliti yang berbeda memiliki kesimpulan yang sama terhadap objek
fenomena yang dipelajari/kebenaran fenomena berada di luar subjektifitas manusia sebagai
pengamat).
[Link] penelitian kualitatif bersifat induktif atau “dari bawah ke atas”. Dalam konteks ini
peneliti melahirkan teori baru atau mengembangkan teori berdasarkan pada data yang
terkumpul selama penelitian lapangan. Ini berarti penelitian kualitatif bersifat eksploratif
disebabkan terbatasnya pengetahuan tentang suatu tema penelitian.
[Link] para ahli penelitian kualitatif tentang perilaku manusia adalah bersifat dinamis,
mengalir, situasional, sosial, kontekstual, dan personal.
iv. Tujuan penelitian kualitatif adalah: deskripsi, eksplorasi, dan discovey.
Para ahli penelitian kualitatif memiliki pandangan bahwa hakekat realitas adalah bersifat:
subjektif, personal, dan merupakan hasil dari konstruksi sosial. Pemahaman tentang hakekat
realitas ini berlawanan dengan penelitian kuantitatif yang memiliki keyakinan filosofis bahwa
realitas objektif (peneliti yang berbeda memiliki kesimpulan yang sama terhadap objek
fenomena yang dipelajari/kebenaran fenomena berada di luar subjektifitas manusia sebagai
pengamat).
[Link] penelitian adalah penekanan pada sudut yang lebih luas dan lebih dalam (ketimbang
penelitian kuantitatif yang memiliki sudut pandang lebih sempit, seperti hanya menguji
hipotesis). Dalam hal ini, penelitian kualitatif mempelajari keluasan dan kedalaman suatu
fenomena untuk mengungkap secara lebih kaya dan lebih bermakna tentang suatu
fenomena yang menjadi objek penelitian.11
[Link] observasi pada penelitian kualitatif adalah meneliti objek fenomena perilaku
dalam setting alamiah atau ini berarti melakukan penelitian terhadap objek fenomena
perilakudalam konteks tempat perilaku itu terjadi.
Metode penelitian dalam konseling adalah pendekatan atau teknik yang digunakan oleh
peneliti untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data terkait isu-isu
konseling. Metode penelitian ini membantu peneliti dalam memperoleh pemahaman yang
lebih mendalam tentang masalah-masalah konseling, efektivitas intervensi, hubungan antara
variabel dalam konteks konseling, dan faktor-faktor lain yang berdampak pada kesejahteraan
psikologis individu.
Beberapa metode penelitian yang umum digunakan dalam konseling meliputi:
11
Galang Surya Gumilang, “Metode Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Bimbingan Dan Konseling”.Jurnal
Fokus Konseling Volume 2 No. 2, Agustus 2016 Hlm. 144-159
8
1. Metode Kualitatif: Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan fenomena kompleks
dalam konteks konseling. Metode ini melibatkan pengumpulan data deskriptif berupa kata-
kata, gambar, atau suara. Teknik pengumpulan data kualitatif meliputi wawancara, observasi,
dan analisis dokumen. Penelitian kualitatif dapat membantu dalam menggali makna subjektif
individu terkait pengalaman konseling mereka.
2. Metode Kuantitatif: Metode kuantitatif menggunakan angka atau statistik untuk mengukur,
menganalisis, dan menjelaskan data. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menguji
hipotesis, mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antara variabel, serta melakukan
generalisasi terhadap populasi yang lebih luas. Teknik pengumpulan data kuantitatif meliputi
survei, eksperimen, dan analisis statistik.
3. Metode Eksperimental: Metode eksperimental digunakan untuk mengevaluasi efektivitas
intervensi konseling dengan mengontrol variabel-variabel tertentu untuk memeriksa sebab-
akibat. Penelitian eksperimental dapat membantu dalam menentukan apakah suatu intervensi
konseling efektif dalam mengatasi masalah klien.
4. Metode Campuran: Metode campuran menggabungkan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif dalam satu penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif
tentang isu-isu konseling. Pendekatan campuran memungkinkan peneliti untuk menggali
makna subjektif individu sekaligus melakukan analisis statistik terkait faktor-faktor yang
mempengaruhi kesejahteraan psikologis.
Dalam pemilihan metode penelitian dalam konseling, peneliti perlu mempertimbangkan
tujuan penelitian, subjek penelitian, pendekatan konseling yang digunakan, serta kelebihan
dan kekurangan masing-masing metode. Dengan memilih metode penelitian yang tepat,
peneliti dapat menghasilkan temuan yang relevan dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu
konseling.
b. Keunggulan Dan Kelemahan Dari Pendekatan Kualitatif Dalam Konseling
Pendekatan kualitatif dalam konseling memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan.
Berikut adalah beberapa di antaranya:
i. Keunggulan:
1. Mendalam: Pendekatan kualitatif memungkinkan konselor untuk memahami
masalah klien secara mendalam. Metode kualitatif seperti wawancara mendalam,
observasi, dan analisis konten membantu konselor untuk mendapatkan informasi yang
lebih lengkap dan komprehensif.
2. Kontekstual: Pendekatan kualitatif memperhatikan konteks sosial, budaya, dan
historis dari klien. Hal ini memungkinkan konselor untuk memahami masalah klien
dalam konteks yang lebih luas dan mempertimbangkan berbagai faktor yang
mempengaruhi kondisi klien.
9
3. Fleksibilitas: Pendekatan kualitatif memungkinkan konselor untuk
menyesuaikan pendekatan dan teknik yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan
karakteristik individu klien. Pendekatan ini lebih fleksibel daripada pendekatan
kuantitatif yang cenderung menggunakan prosedur yang sudah ditetapkan.
ii. Kelemahan:
1. Subyektifitas: Pendekatan kualitatif rentan terhadap subyektivitas karena data
yang dikumpulkan bersifat interpretatif. Konselor dapat terpengaruh oleh pandangan
pribadi dan prasangka dalam proses analisis data.
2. Validitas dan reliabilitas: Metode kualitatif cenderung kurang valid dan reliabel
dibandingkan dengan metode kuantitatif karena data yang dikumpulkan bersifat
deskriptif dan sulit diukur. Hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap hasil
konseling yang diberikan.
3. Waktu dan biaya: Pendekatan kualitatif membutuhkan waktu dan biaya yang
lebih besar dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif. Proses pengumpulan data
yang lebih intensif dan proses analisis yang lebih mendalam memerlukan investasi
waktu dan sumber daya yang cukup besar.
C. Langkah-langkah Dan Proses Dalam Melakukan Penelitian Kualitatif Dalam
Konseling.
Penelitian kualitatif dalam bidang konseling melibatkan beberapa langkah-langkah dan
proses yang penting untuk diikuti. Berikut penjelasan lengkapnya dengan dukungan dari lima
referensi buku yang relevan dalam bidang penelitian kualitatif dalam konseling:
1. Langkah Pertama: Merumuskan Pertanyaan Penelitian
Pertama, penelitian kualitatif dalam konseling dimulai dengan merumuskan pertanyaan
penelitian yang relevan dengan topik yang akan diteliti. Menurut Creswell & Poth (2018),
merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat menjadi langkah awal yang penting untuk
memandu peneliti dalam mengeksplorasi fenomena yang akan diteliti.12
2. Langkah Kedua: Identifikasi Partisipan
Setelah merumuskan pertanyaan penelitian, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi
partisipan yang akan menjadi subjek penelitian. Menurut Merriam (2009), pengambilan
sampel partisipan yang relevan dan representatif sangat penting dalam penelitian kualitatif
karena partisipan akan memberikan wawasan yang berharga terkait fenomena yang diteliti.13
3. Langkah Ketiga: Pengumpulan Data
12
Creswell & Poth (2018) Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five
Approaches,California,SAGE Publications, Halaman. 235.
13
Merriam (2009), Qualitative research: A guide to design and implementation, San Francis,Jossey-Bass.
Halaman 256.
10
Proses selanjutnya adalah pengumpulan data dengan menggunakan berbagai teknik seperti
wawancara, observasi, atau analisis dokumen. Menurut Patton (2014), teknik-teknik ini
membantu peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang holistik dan mendalam terkait
dengan pengalaman dan persepsi partisipan dalam konteks konseling.
4. Langkah Keempat: Analisis Data
Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah analisis data. Menurut Miles,
Huberman, dan Saldaña (2020), analisis data dalam penelitian kualitatif melibatkan proses
pengorganisasian, pemeriksaan, dan interpretasi data untuk mengidentifikasi pola, tema, dan
makna yang muncul dari data yang telah dikumpulkan.
5. Langkah Terakhir: Interpretasi dan Penyajian Hasil
Langkah terakhir dalam penelitian kualitatif adalah interpretasi dan penyajian hasil.
Menurut Denzin & Lincoln (2018), interpretasi hasil penelitian dilakukan dengan mengaitkan
temuan dengan teori yang relevan dan konteks konseling, sedangkan penyajian hasil
dilakukan dengan cara yang jelas dan memadai untuk memudahkan pemahaman pembaca
terhadap temuan penelitian.
Dalam buku "Qualitative Research in Counseling Psychology: A Primer on Research
Paradigms and Philosophy of Science" oleh Douglas Guiffrida (2012), penulis menjelaskan
proses penelitian kualitatif dalam bidang konseling yang melibatkan langkah-langkah seperti
rumusan pertanyaan penelitian, identifikasi partisipan, pengumpulan data, analisis data,
interpretasi hasil, dan penyajian hasil. Metode penelitian kualitatif memungkinkan untuk
mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman individu dalam konteks
konseling. Penelitian kualitatif dalam konseling juga memberikan kesempatan bagi peneliti
untuk menjelajahi kompleksitas dan keunikan dari pengalaman individu dalam proses
konseling.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa proses penelitian kualitatif dalam
konseling melibatkan langkah-langkah yang sistematis mulai dari merumuskan pertanyaan
penelitian, identifikasi partisipan, pengumpulan data, analisis data, hingga interpretasi dan
penyajian hasil. Referensi tersebut memberikan dasar yang kokoh dan panduan yang berguna
bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian kualitatif dalam bidang konseling.
D. Contoh-contoh Penelitian Kualitatif Dalam Konseling Yang Relevan Dan Memiliki
Manfaat Praktis.
1. Studi tentang pengalaman individu yang mengalami depresi dan menjalani terapi konseling
untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang faktor-
faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi konseling dalam mengatasi depresi.
11
2. Penelitian tentang proses konstruksi identitas remaja melalui konseling. Penelitian ini
dapat membantu konselor untuk memahami peran penting konseling dalam membantu remaja
memahami dan mengatasi konflik identitas mereka.
3. Studi tentang pengalaman individu yang mengalami kecanduan dan menjalani terapi
konseling untuk mengatasi kecanduan tersebut. Penelitian ini dapat memberikan informasi
tentang strategi konseling yang efektif dalam membantu individu mengatasi kecanduan.
4. Penelitian tentang hasil konseling kelompok untuk individu yang mengalami kekerasan
dalam hubungan. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang efektivitas terapi
konseling kelompok dalam membantu individu yang mengalami kekerasan dalam hubungan
untuk memahami dan mengatasi masalah mereka.
5. Studi tentang pengalaman orangtua yang mengikuti konseling keluarga untuk
meningkatkan hubungan keluarga mereka. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang
lebih baik tentang bagaimana konseling keluarga dapat membantu orangtua meningkatkan
hubungan keluarga dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat.
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Konsep penelitian dalam konseling mencakup pemahaman tentang metodologi penelitian
khususnya dalam bidang konseling, termasuk desain penelitian, pengumpulan data, analisis
data, serta interpretasi hasil untuk pengembangan teori dan praktik konseling yang lebih
baikPenelitian kualitatif memiliki pentingnya dalam konteks konseling karena dapat
memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman subjektif individu, memungkinkan
para konselor untuk memahami dan merespons kebutuhan klien dengan lebih baik, dan
memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses
konseling.
Metode penelitian dalam konseling adalah pendekatan atau teknik yang digunakan oleh
peneliti untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data terkait isu-isu
konseling. Metode penelitian ini membantu peneliti dalam memperoleh pemahaman yang
lebih mendalam tentang masalah-masalah konseling, efektivitas intervensi, hubungan antara
variabel dalam konteks konseling, dan faktor-faktor lain yang berdampak pada kesejahteraan
psikologis individu.
1. Langkah Pertama: Merumuskan Pertanyaan Penelitian
2. Langkah Kedua: Identifikasi Partisipan
3. Langkah Keempat: Analisis Data
4. Langkah Terakhir: Interpretasi dan Penyajian Hasil
Salah satu contoh pemanfaatannya ialah Studi tentang pengalaman individu yang
mengalami depresi dan menjalani terapi konseling untuk mengatasi masalah tersebut.
Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
efektivitas terapi konseling dalam mengatasi depresi.
13
DAFTAR PUSTAKA
Artikel: Definisi konsep dasar kualitatif. [Link]
pengertian-konsep-dan-dasar-pengetahuan-serta-perbedaannya/ diakses tanggal 28 Maret
2020
Artikel: kualitatif. [Link] diakses tanggal 28 Maret 2020
A Susanto, 2022. kualitatif : sesuatu kajian Dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan
Aksiologis, Bumi Aksara, Jakarta,
Abdul Fatah Jalil, 2021 Azaz-Azaz kualitatif, CV Diponegoro, Bandung.
Abdul Majid 2022, Strategi Pembelajaran, Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
Abuddin Nata, 2020. Kualitatif Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta,
Bachtiar, M.A, Prof. Dr. Amtsal. 2007. kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Eka Susanti, Henny Endayani. 2018. Konsep Dasar kualitatif. Medan : CV Widya Puspita
14