0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan23 halaman

Kualitas Udara dan Pencemaran di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang degradasi kualitas udara akibat pencemaran, termasuk sumber pencemar udara, jenis pencemaran, karakteristik zat pencemar seperti partikulat dan gas, serta dampaknya terhadap kesehatan seperti penyakit pernafasan."

Diunggah oleh

amank
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan23 halaman

Kualitas Udara dan Pencemaran di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang degradasi kualitas udara akibat pencemaran, termasuk sumber pencemar udara, jenis pencemaran, karakteristik zat pencemar seperti partikulat dan gas, serta dampaknya terhadap kesehatan seperti penyakit pernafasan."

Diunggah oleh

amank
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KESEHATAN DAN DEGRADASI LINGKUNGAN

SPSPL212214– 2 SKS

Week 2
Air Degradation
Dr. M. Widyastuti, M.T

MAGISTER PENGELOLAAN LINGKUNGAN


SEKOLAH PASCA SARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2024
KUALITAS UDARA

▪ Udara merupakan campuran gas di dalamnya yaitu :


o Nitrogen (78 %)
o Oksigen (20 %)
o Argon (0,93 %)
o Karbondioksida (0,03 %)
▪ Sisanya terdiri dari : Neon (Ne), Helium (He), Methan (CH4), dan
Hidrogen (H2)
▪ Udara dikatakan normal dan dapat mendukung kehidupan jika
komposisinya seperti tersebut di atas. Jika terdapat penambahan
jumlah atau kadar maka udara dikatakan tercemar
Kondisi Meteorologi di Indonesia

• Sirkulasi angin yang dominan frekuensi arah dan kecepatan


• Angin Pasat Tenggara dan Timur Laut (bertiup ke khatulistiwa
yang bertekanan rendah) di atas Indonesia antara November-
Maret;
• Angin musim Barat membawa banyak hujan sebelum ke
daratan, angin Timur sifat kering;
• Angin Lokal tergantung dari topografi, angin lembah dan angin
gunung
• Curah Hujan berperan untuk pencucian udara, tetapi sebagai
pemicu pencemaran air dan lahan.
• Air hujan yang turun bersifat asam
KARAKTERISTIK ATMOSFER LOKAL

• Arah dan kecepatan angin


• Suhu permukaan
• Profil suhu (vertikal)
• Profil angin (vertikal)
• Stabilitas atmosfer
• Kelembapan atmosfer & hujan
Kualitas Udara di Indonesia

• Debu dan Gas Pencemar (SO2, HC, NOx, CO)


• Hujan Asam
• Kebisingan
Contoh Sumber Emisi Partikel di Jakarta

• Rumah Tangga 33,0 %


• Sampah 8,4 %
• Industri 14,6 %
• Kendaraan Bermotor 44,1 %
• Jumlah Emisi 7071 Ton/Tahun
• Hasil pemantauan kualitas udara di Jakarta dalam 1 tahun : 22 hari
(udara baik), 95 hari (tidak sehat), selebihnya (223 hari) kualitas
sedang (Syahril, 2003)
Tolok ukur kualitas udara ≠ kualitas air

• Kualitas air terkait dengan pemanfaatan, kualitas udara terkait dengan


kesehatan
• Kesehatan tidak hanya terkait dengan berapa konsentrasi sesuatu polutan
tapi juga terkait dengan lamanya kontak (menghirup)
• Baku mutu: emisi dan ambien
• Udara ambien adalah udara sekitar kita yang apa adanya yang sehari-
hari kita hirup. Dalam keadaan normal, udara ambien ini akan terdiri dari
gas nitrogen (78%), oksigen (20%), argon (0,93%) dan gas karbon
dioksida (0,03%)
• Udara emisi adalah udara yang langsung dikeluarkan oleh sumber emisi
seperti knalpot kendaraan bermotor dan cerobong gas buang pabrik
• udara emisi bisa mencemari udara ambien atau tidak mencemari udara
ambien.
PENCEMARAN UDARA

▪ Pencemaran udara adalah masuknya zat pencemar (berbentuk gas dan


partikel kecil/aerosol) ke dalam udara (Soedomo, 2001)
▪ Pencemaran udara didefinisikan sebagai kehadiran satu atau lebih
substansi atau kontaminan di atmosfer pada jumlah yang dapat
menimbulkan pengaruh buruk pada kesehatan dan kesejahteraan
manusia, binatang, tumbuhan, material dan dapat mengganggu dan
merusak kenyamanan di udara bebas (Cooper dan Alley, 2002)
▪ Pencemaran udara diartikan sebagai hadirnya kontaminasi atmosfer oleh
gas, cairan, atau limbah padat serta produk samping konsentrasi dari
waktu ke waktu yang sedemikian rupa sehingga menciptakan gangguan
kerugian atau memiliki potensi merugikan terhadap kesehatan dan
kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, ataupun benda serta
menciptakan ketidaknyamanan (BAPEDAL, 2004)
SUMBER PENCEMAR UDARA

▪ Sumber Alami
o letusan gunung berapi, gas alam, kebakaran hutan, dekomposisi
biotik, debu, spora tumbuhan, dsb
▪ Sumber dari Kegiatan Antropogenik
o emisi dari industri, kendaraan bermotor, sampah rumah tangga, dsb.
o Parameter penting : CO, NOx, HC (dalam bentuk gas methan),
Partikulat, SOx, Pb.
JENIS PENCEMARAN UDARA

▪ Dilihat dari ciri fisik, bahan pencemar dapat berupa :


o Partikel (debu, aerosol, timah hitam)
o Gas (CO, NOx, HC, SOx, H2S)

▪ Berdasarkan kejadiannya, terbentuknya zat pencemar terdiri


dari :
o Pencemar primer (diemisikan langsung oleh sumber)
o Pencemar sekunder (reaksi di udara antara berbagai zat)

Cooper dan Alley, 2002)


JENIS PENCEMARAN UDARA

Berdasarkan pola emisi, sumber pencemar terdiri dari :


▪ Sumber titik (point source) : sumber pencemar yang berupa
titik; contoh : cerobong asap industri, cerobong PLTU
▪ Sumber garis (line source) : merupakan integrasi dari
sumber-sumber titik yang tak terhingga banyaknya, yang
seluruhnya memancarkan pencemar udara; contoh : jalan raya
yang mengemisikan CO, HC, NOx, Partikulat, SOx, Pb
▪ Sumber area (area source) : merupakan integrasi dari
banyaknya sumber titik dan garis; contoh : aglomerasi industri
sejenis, area penimbunan sampah
SUMBER PENCEMARAN UDARA DALAM RUANGAN

▪ Bahan sintetis dan beberapa bahan alamiah yang digunakan untuk


karpet busa, pelapis dinding, dan perabotan rumah tangga
(asbestos, formaldehyde, volatile organic compounds-VOC)
▪ Pembakaran bahan bakar dalam rumah yang digunakan untuk
memasak dan memanaskan ruangan (NO, CO, SO2, HC, partikulat)
▪ Gas-gas yang bersifat toksik yang terlepas dalam ruangan rumah
yang terlepas dari dalam tanah di bawah rumah (radon)
▪ Produk konsumsi (pengkilap perabot, pestisida/isektisida)
▪ Asap rokok
▪ Mikroorganisme

Kusnopotranto, 2000
KARAKTERISTIK ZAT PENCEMAR
PARTIKULAT
▪ Definisi : padatan tersuspensi yang melayang di udara dan partikel cair yang berukuran
lebih besar daripada molekul (molekul memiliki rata-rata 0,002 µm) tetapi lebih kecil
dari 500 µm dimana ukuran partikulat bervariasi < 0,1 – 100 µm dengan waktu tinggal
beberapa detik-bulan (Wark & Wrner, 1981)
▪ Bentuk partikulat (Seinfeld, 1986):
a. aerosol (terdispersi dalam gas)
b. debu (partikel yang terbentuk dari pecahan benda padat),
c. fog atau kabut (fasa pendespersiannya adalah cair),
d. fume atau asap (partikel padat terbentuk dari hasil kondensasi, sublimasi, atau
reaksi kimia dari uap air)
e. haze (kombinasi tetesan air, gas, dan debu)
f. mists (partikel cair)
g. partikel (zat padat atau cair)
h. smoke atau asap (karbon dari material pembakaran)
i. smog (bentuk susunan dari smoke dan fog)
j. jelaga
▪ Berdasarkan diameternya, partikulat dibedakan menjadi :
o Total Suspended Particulate (TSP) : diameter maksimal 45 µm
o Particulate Matter (PM10) : kurang dari 10 µm
o Fine Particle (PM2,5) : kurang dari 2,5 µm, sumber : kendaraan
bermotor, pabrik industri, perumahan

▪ PP RI No 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan


Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lampiran VII Baku Mutu Udara) :
▪ Baku Mutu udara ambien selama 24 jam
▪ TSP = 230 µg/Nm3 , PM10 = 75 µg/Nm3 dan PM2,5 = 55 µg/Nm3
Apa yang terhirup?
Bakteri dan
Kutu debu/tengu
virus

Karbon, nitrogen
Lumut
dan gas lain dan
spora

Formaldehid, Asap
asbestos, timbal rokok

Bahan beracun Bau dan


produk aerosol: kebisingan
hairspray & pestisida
DAMPAK KESEHATAN
• Gas SOx dapat mempengaruhi iritasi pada sistem pernafasan. Kadar SO2
sebesar 5 ppm saja sudah dapat membuat iritasi pada tenggorokan, untuk
yang lebih sensitif bisa pada konsentrasi 1-2 ppm.
• Gas CO yang tidak berbau merupakan racun yang dapat mengikat kuat
haemoglobin dalam darah (COHb-Carbonsihemoglobin).
• Gas NO2 merupakan racun yang dapat merusak paru-paru.
• Partikulat debu yang kecil (di bawah 10 µm) dapat langsung masuk ke
paru-paru dan mengendap di alveoli yang menyebabkan penyakit
pernafasan kronis seperti : bronchitis, emfiesma paru, asma bronchial,
kanker paru (jangka panjang), iritasi mata dan saluran pernafasan (jangka
pendek).
• Timah (Pb) dapat menggangu proses pembentukan haemoglobin dalam
darah dan gejala kronisnya bisa menghilangkan nafsu makan, kena animea
dan mungkin terjadi kelumpuhan anggota badan
Pengaruh Konsentrasi Sulfur
Dioksida
Konsentrasi (ppm) Pengaruh

3–5 Jumlah terkecil yang terdeksi baunya

8 – 12 Jumlah terkecil segera mengakibatkan iritasi


tenggorokan

20 Jumlah terkecil yang mengakibatkan iritasi mata


dan batuk
Maksimum yang diperbolehkan untuk konsentrasi
dalam waktu yang lama

50 –100 Maksimum yang diperbolehkan untuk kontak


singkat (30 menit)

400 – 500 Berbahaya meskipun kontak secara singkat


Carbon Monoksida (CO)
▪ Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senyawa karbon monoksida
(CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbon dioksida (CO2)
sebagai hasil pembakaran sempurna.
▪ Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan
pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna.
▪ Senyawa CO mempunyai potensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu
membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin.
▪ Sumber alami : pembakaran bahan fosil dengan udara, berupa gas buangan,
contoh dari lautan, oksidasi metal di atmosfer, pegunungan, aktivitas gunung
berapi dan kebakaran hutan
▪ Sumber antropogenik : 90% dari CO di udara perkotaan berasal dari emisi
kendaraan bermotor, sisanya berasal dari sumber tidak bergerak seperti
pembakaran batubara dan minyak dari industri dan pembakaran sampah
domestik.
Dampak kesehatan :
▪ CO diserap melalui paru dan sebagian besar diikat oleh hemoglobin secara
reversible, membentuk karboksi-hemoglobin (COHb).
▪ CO bukan merupakan racun yang kumulatif. Ikatan Hb dengan CO
bersifat reversible dan setelah Hb dilepaskan oleh CO, sel darah
merah tidak mengalami kerusakan.
No Konsentrasi (ppm) Lama Terpapar Efek

1 100 sebentar Tidak ada

2 30 8 jam Pusing dan mual

3 1000 1 jam Pusing & kulit kemerahan

Sumber : Wardhana (2004)


Nitrogen Oksida (NOx)
• Oksida Nitrogen (NOx) adalah kelompok gas nitrogen yang terdapat di atmosfir
yang terdiri dari nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2).
• Nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau
sebaliknya nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam.
• Nitrogen monoksida terdapat di udara dalam jumlah lebih besar dari pada nitrogen
dioksida
• Sumber distribusi : sumber NOx di alam berasal dari bakteri dan akitivitas vulkanik,
proses pembentukan petir, dan emisi akibat aktivitas manusia (antropogenik).
• Emisi antropogenik NOx terutama berasal dari pembakaran bahan bakar fosil
seperti pembangkit tenaga listrik dan kendaraan bermotor.
• Sumber lain di atmosfer berupa proses tanpa pembakaran, contohnya dari hasil
produksi asam nitrat, pengelasan, dan penggunaan bahan peledak.
• Oksida nitrogen seperti NO dan NO2 berbahaya bagi manusia. Penelitian
menunjukkan bahwa NO2 empat kali lebih beracun daripada NO, bersifat racun
pada paru-paru
Timah Hitam (Pb)
▪ Timah hitam ( Pb ) merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu
keperakan dengan titik leleh pada 327,5°C dan titik didih 1.740°C pada tekanan atmosfer.
▪ Senyawa Pb-organik seperti Pb-tetraetil dan Pb-tetrametil merupakan senyawa yang penting
karena banyak digunakan sebagai zat aditif pada bahan bakar bensin dalam upaya
meningkatkan angka oktan secara ekonomi.
▪ Sumber dan distribusi :
o Pembakaran Pb-alkil sebagai zat aditif pada bahan bakar kendaraan bermotor merupakan
bagian terbesar dari seluruh emisi Pb ke atmosfer
o Berdasarkan estimasi skitar 80–90% Pb di udara ambien berasal dari pembakaran bensin
▪ Peleburan Pb sekunder, penyulingan dan industri senyawa dan barang-barang yang
mengandung Pb, dan insinerator juga dapat menambah emisi Pb ke lingkungan.
▪ Dampak kesehatan :
o Pb tidak bersifat karsiogenik terhadap manusia. Gejala keracunan akut didapati bila
tertelan dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan sakit perut muntah atau diare
akut. Gejala keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu makan, konstipasi lelah
sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, kejang dan gangguan
penglihatan.19,5
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai