0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan5 halaman

Kesenjangan Demokrasi Indonesia

Essai ini membahas perkembangan demokrasi di Indonesia sejak reformasi 1998, menganalisis tantangan yang dihadapi seperti kurangnya transparansi anggaran dan partisipasi masyarakat, serta kesenjangan antara konsep demokrasi ideal dengan praktiknya. Meskipun terjadi kemajuan, masih ditemukan hambatan dalam pencapaian demokrasi ideal seperti transparansi anggaran, partisipasi masyarakat, dan respons terhadap masukan masyar

Diunggah oleh

moris
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
175 tayangan5 halaman

Kesenjangan Demokrasi Indonesia

Essai ini membahas perkembangan demokrasi di Indonesia sejak reformasi 1998, menganalisis tantangan yang dihadapi seperti kurangnya transparansi anggaran dan partisipasi masyarakat, serta kesenjangan antara konsep demokrasi ideal dengan praktiknya. Meskipun terjadi kemajuan, masih ditemukan hambatan dalam pencapaian demokrasi ideal seperti transparansi anggaran, partisipasi masyarakat, dan respons terhadap masukan masyar

Diunggah oleh

moris
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ESSAY

ANALISIS KRITIS PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA

Oleh:

ADOLINA FEBY ROSITHA LAKUSA


041948443

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Demokrasi di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan sejak


reformasi pada tahun 1998. Perubahan sistem pemerintahan dari otoriter menjadi
demokratis telah membawa harapan akan partisipasi publik yang lebih luas,
perlindungan hak asasi manusia, dan pemerintahan yang lebih akuntabel. Namun,
di tengah perkembangan tersebut, terdapat berbagai tantangan dan permasalahan
yang perlu dianalisis secara kritis. Dalam esai ini, akan dilakukan analisis kritis
terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia, dengan mempertimbangkan
berbagai aspek seperti transparansi, partisipasi publik, perlindungan hak asasi
manusia, dan akuntabilitas pemerintah. Dengan demikian, esai ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika demokrasi di
Indonesia serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam upaya memperkuat
fondasi demokrasi di negara ini..
Kesenjangan antara demokrasi sebagai bentuk ideal dalam pelaksanaan
pemerintahan dibandingkan dengan praktiknya di Indonesia merupakan sebuah
realitas yang perlu dianalisis secara kritis. Meskipun terdapat perkembangan
signifikan dalam sistem demokrasi sejak reformasi pada tahun 1998, namun masih
terdapat berbagai tantangan yang menghambat pencapaian demokrasi yang ideal.
Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya transparansi dalam penggunaan
anggaran publik, yang membuat sulit bagi masyarakat untuk memantau dan
memverifikasi penggunaan dana publik. Selain itu, keterbatasan partisipasi publik
dalam proses perencanaan anggaran juga menjadi hambatan dalam mencapai
demokrasi yang ideal, karena hal ini dapat mengakibatkan keputusan yang tidak
sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kesenjangan antara
konsep demokrasi yang ideal dan praktiknya di Indonesia menjadi sebuah isu
yang perlu dianalisis secara mendalam untuk mencari solusi yang tepat.

1
PEMBAHASAN

A. Demokrasi merupakan bentuk ideal dalam pelaksanaan pemerintahan

Demokrasi sebagai bentuk ideal dalam pelaksanaan pemerintahan


mengacu pada prinsip-prinsip partisipasi publik, perlindungan hak asasi manusia,
transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam pengambilan keputusan. Konsep
ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan
keputusan, perlindungan hak-hak dasar individu, serta keterbukaan dan
pertanggungjawaban pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

Demokrasi yang ideal juga mencakup partisipasi publik yang luas dalam
proses politik dan pembuatan kebijakan, sehingga keputusan yang diambil
mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, perlindungan hak
asasi manusia menjadi landasan utama dalam menjaga keadilan dan kesetaraan
bagi semua warga negara. Transparansi dalam penggunaan anggaran publik juga
menjadi salah satu pilar penting dalam demokrasi yang ideal, karena hal ini
memungkinkan masyarakat untuk memantau dan memverifikasi penggunaan
dana publik. Akuntabilitas pemerintah juga menjadi aspek krusial dalam
memastikan bahwa keputusan dan tindakan pemerintah dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Namun, dalam praktiknya, terdapat kesenjangan antara konsep demokrasi


yang ideal dengan realitas pelaksanaan pemerintahan di Indonesia. Kurangnya
transparansi dalam penggunaan anggaran publik, keterbatasan partisipasi publik
dalam proses perencanaan anggaran, dan kurangnya responsif terhadap masukan
dan keluhan masyarakat terkait penggunaan anggaran menjadi permasalahan
utama yang menghambat pencapaian demokrasi yang ideal.

Dengan demikian, penting untuk terus melakukan analisis kritis terhadap


praktik demokrasi di Indonesia guna mengidentifikasi permasalahan yang ada dan
mencari solusi yang tepat untuk memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia.

B. Praktik Demokrasi di Indonesia

Dalam praktiknya, terdapat kesenjangan antara konsep demokrasi yang


ideal dengan realitas pelaksanaan pemerintahan di Indonesia. Kurangnya
transparansi dalam penggunaan anggaran publik, keterbatasan partisipasi publik
dalam proses perencanaan anggaran, dan kurangnya responsif terhadap masukan
dan keluhan masyarakat terkait penggunaan anggaran menjadi permasalahan
utama yang menghambat pencapaian demokrasi yang ideal. Hal ini menunjukkan
bahwa meskipun terdapat perkembangan signifikan dalam sistem demokrasi sejak
reformasi pada tahun 1998, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi
untuk mencapai demokrasi yang sesuai dengan konsep idealnya.
Dalam perkembangannya Terdapat kesenjangan antara konsep demokrasi
yang ideal dengan praktiknya di Indonesia. Kurangnya transparansi dalam

2
penggunaan anggaran publik, keterbatasan partisipasi publik dalam proses
perencanaan anggaran, dan kurangnya responsif terhadap masukan dan keluhan
masyarakat terkait penggunaan anggaran menjadi permasalahan utama yang
menghambat pencapaian demokrasi yang ideal. Hal ini menunjukkan bahwa
meskipun terdapat perkembangan signifikan dalam sistem demokrasi sejak
reformasi pada tahun 1998, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi
untuk mencapai demokrasi yang sesuai dengan konsep idealnya.

3
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari analisis kritis perkembangan demokrasi di Indonesia, dapat
disimpulkan bahwa meskipun terdapat perkembangan signifikan dalam sistem
demokrasi sejak reformasi pada tahun 1998, masih terdapat kesenjangan
antara konsep demokrasi yang ideal dengan praktiknya. Kurangnya
transparansi dalam penggunaan anggaran publik, keterbatasan partisipasi
publik dalam proses perencanaan anggaran, dan kurangnya responsif terhadap
masukan dan keluhan masyarakat terkait penggunaan anggaran menjadi
permasalahan utama yang menghambat pencapaian demokrasi yang ideal.
Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengatasi tantangan tersebut guna
memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia.

4
DAFTAR PUSTAKA

Hasan Mohammad Tiro, 1999, Demokrasi Untuk Indonesia, Jakarta, Teplok


Press.
Hestu Cipto Handoyo, 2009, Hukum Tata Negara, Menuju Konsolidasi
Sistem Demokrasi, Yogyakarta, Universitas Atmajaya.
Janedjri M. Gaffar, 2013, Demokrasi dan Pemilu di Indonesia, Jakarta,
Konpress.
Jhonny Ibrahim, 2011, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif,
Malang, Bayumedia.
Jimly Asshiddiqie, 2006, Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia, Jakarta,
Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik
Indonesia.
Moh. Mahfud MD, Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia, Rineka, Jakarta.2003
Moh. Mahfud MD , Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia, Gama Media,
Jakarta.
1999.

Anda mungkin juga menyukai