MAKALAH
“IPv4 VS IPv6”
‘’Diajukan Untuk Memenuhi Salah satu Tugas Makalah MataJaringan Komputer’’
Disusun Oleh:
Kelompok 12:
Fathan Ats Tsalis : 2522248
Dosen Pengampu: Dr. Elfi Monalisa, MA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMASI KOMPUTER
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UIN SYEKH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
TAHUN AKADEMIK 2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas
Makalah tentang IPv4 dan IPv6.
Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kekurangan dalam
penyusunan makalah ini, baik dari segi isi maupun penulisannya. Untuk itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan demi
penyempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan
semua pihak sehingga makalah ini dapat [Link] makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis, pembaca maupun pihak-pihak yang membtuhkan.
Bukitinggi, 14 Oktober 2023
Boy Band
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................................2
DAFTAR ISI...................................................................................................................................3
BAB I..............................................................................................................................................3
PENDAHULUAN............................................................................................................................3
BAB II.............................................................................................................................................5
PEMBAHASAN..............................................................................................................................5
BAB III..........................................................................................................................................16
PENUTUP....................................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................17
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi jaringan komputer dewasa ini semakin pesat seiring
dengan kebutuhan masyarakat akan layanan yang memanfaatkan jaringan komputer. Pada
sistem jaringan komputer, protokol merupakan suatu bagian yang paling [Link]
jaringan yang umum digunakan adalah IPv4, yang masih terdapat beberapa kekurangan
dalam menangani jumlah komputer dalam suatu jaringan yang semakin [Link]
dikembangkan protokol jaringan baru, yaitu IPv6 yang merupakan solusi dari masalah
[Link] baru ini belum banyak diimplementasikan pada jaringan-jaringan di
dunia.
Internet Protocol (IP) adalah metode atau protokol untuk mengirimkan data ke
[Link] komputer (biasanya disebut host) dalam internet setidaknya harus
mempunyai sebuah alamat IP yang unik yang mengidentifikasikan komputer tersebut
terhadap komputer yang lainnya. Ketika anda mengirimkan atau menerima data (contoh :
email atau website), pesan akan dibagi-bagi menjadi beberapa paket. Setiap paket
berisikan
IP pengirim dan IP penerima. Gateway yang menerimanya akan langsung mem-
forward ke tujuan melalui jalur terbaik yang ditemukan sambil mengingat IP pengirim
dan penerima. Karena pesan tersebut terbagi-bagi dalam paket dan bisa jadi diterima
tidak secara berurutan di tujuan, IP tidak akan pernah memperhatikan, hanya
mengirimkan saja. TCP (Transmission Control Protocol) nantinya yang akan
meletakkannya dalam urutan yang benar. Karena begitu banyaknya pengguna dari
Internet Protokol,maka lambat laun akan habis pula ketersediaan IPV4 yang digunakan
saat ini, maka saat nya untuk menambah dengan mengganti menjadi IPV6.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu IPv4?
2. Apa saja jenis-jenis IPv4?
3. Apa itu IPv6?
4. Apa sajakah materi tentang IPv6?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian IPv4
IPv4 adalah IP yang saat ini digunakan dalam jaringan dan internet.IPv4
dikembangkan pada awal 70-an untuk memfasilitasi komunikasi dan sharing informasi antara
peneliti pemerintah dan pihak akademik di [Link] saat itu, sistem IP hanya
menggunakan jumlah perangkat yang terbatas dan para peneliti tidak membayangkan
kebutuhan seperti keamanan atau [Link] begitu IPv4 bisa bertahan sampai 30 tahun
dan telah menjadi bagian yang terintegrasi dalam revolusi internet. Tapi sehebat apapun
sebuah sistem dibuat pasti akan dimakan usia dan suatu saat akan tidak digunakan lagi. Hal
itulah yang terjadi dengan IPv4.
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis
pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang
menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat
mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya [Link] host di seluruh
dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena
terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah
[Link] dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat
ditampung adalah 256x256x256x256=[Link] host, bila host yang ada di seluruh
dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4
adalah192.168.0.3.
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-
decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa
buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka
nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian
nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask
jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
· Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang
digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan
fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada
beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan
fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting.
Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network
identifier yang [Link] identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork.
Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan
menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan
routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
·
Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang
berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau
255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
B. Jenis Jenis Alamat IPv4
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
· Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka
jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicastdigunakan dalam
komunikasi point-to-point atau one-to-one.
· Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh
setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam
komunikasi one-to-everyone.
· Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu
atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast
digunakan dalam komunikasi one-to-many.
C. Kelas Kelas Alamat
Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari
oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP
versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit
awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat
dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP Oktet pertama Oktet pertama Digunakan oleh
(desimal) (biner)
Kelas A 1–126 0xxx xxxx Alamat unicast untuk
jaringan skala besar
Kelas B 128–191 10xx xxxx Alamat unicast untuk
jaringan skala menengah
hingga skala besar
Kelas C 192–223 110x xxxx Alamat unicast untuk
jaringan skala kecil
Kelas D 224–239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan
alamat unicast)
Kelas E 240–255 1111 xxxx Direservasikan;umumnya
digunakan sebagai
alamat percobaan
(eksperimen); (bukan
alamat unicast)
1. Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di
dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk
melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau
tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki
hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127
tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di
dalam mesin yang bersangkutan.
2. Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala
besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan
biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah
network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier.
Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
3. Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam
oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk
melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya
(sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan
pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
4. Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun
berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke
bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan
untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat
Multicast IPv4.
5. Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau
percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu
diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat
digunakan untuk mengenali host.
Kelas Nilai oktet Bagian Bagian Jumlah Jumlah host
Alamat pertama untuk untuk Host jaringan dalam satu
Network Identifier maksimum jaringan
Identifier maksimum
Kelas A 1–126 W X.Y.Z 126 16,777,214
Kelas B 128–191 W.X Y.Z 16,384 65,534
Kelas C 192–223 W.X.Y Z 2,097,152 254
Kelas D 224-239 Multicast IP Multicast IP Multicast IP Multicast IP
Kelas E 240-255 Dicadangkan; Dicadangkan; Dicadangkan; Dicadangkan;
eksperimen eksperimen eksperimen eksperimen
Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang
alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah
melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah
tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin
meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat
IPv4. Alamat yang dibuat tanpa memedulikan kelas disebut juga dengan classless
address.
D. Kelebihan dan Kekurangan IPv4
1. Kelebihan IPv4
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun
kembali paket berukuran 576 byte.
Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut,
melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang
disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi
tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing
hostnya.
1. Kekurangan IPv4
a. Panjang alamat 32 bit (4bytes).
b. Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
c. Dukungan terhadap IPSec opsional.
d. Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja
router.
e. IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat
dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya
mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena
ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai
beberapa ratus juta saja.
E. PENGERTIAN IPv6
IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah protokol internet generasi baru yang
menggantikan protokol versi sebelumnya (IPv4). IPv6 dikembangkan oleh Internet
Engineering Task Force (IETF). Tujuan utama diciptakan IPv6 karena keterbatasan ruang
alamat di IPv4 yang hanya terdiri dari 32 bit.
Internet Versi Protokol 6 disingkat ke IPV6. Versi yang sebelumnya Internet
Protokol adalah versi 4 ( dikenal sebagai IPV4).IPV6 adalah suatu versi IP baru yang
mana dirancang untuk;menjadi suatu langkah evolusiner dari IPV4. Ini merupakan suatu
kenaikan alami ke IPV4. Ini dapat diinstall sebagai perangkat lunak yang dapat diupgrade
normal di peralatan internet dan interoperable dengan IPV4 yang sekarang .Strategi
Penyebaran nya dirancang untuk tidak mempunyai flagdays atau ketergantungan lainnya.
IPV6 dirancang untuk menjalankan dengan baik pada jaringan capaian tinggi ( e.g. Gigabit
Ethernet, OC-12, ATM, dll.) dan pada waktu yang sama tetap efisien untuk jaringan
bandwitch rendah ( e.g. tanpa kawat).
Sebagai tambahan, itu menyediakan suatu platform untuk internet kemampuan
baru yang akan diperlukan di masa dekat mendatang.IPV6 meliputi suatu mekanisme
transisi yang mana dirancang untukmengijinkan para pemakai untuk mengadopsi dan
menyebar IPV6 di dalam menghamburkan pertunjukan yang tinggi dan untuk
menyediakan interoperabilas langsung antara IPV4 dan IPV6 hosts. Transisi suatu versi
baru Internet Protokol harus incremental, dengan sedikit atau tidak ada kritis
interdependencies, jika itu adalah untuk berhasil. IPV6 transisi mengijinkan para pemakai
[itu] untuk mengupgrade hosts mereka ke IPV6, dan operator jaringan untuk menyebar
IPV6 di penerus, dengan sangat kecil koordinasi antara keduanya.
F. Arsitektur IPv6
IPv6 memiliki beberapa fitur yang mampu mengantisipasi perkembangan aplikasi
masa depan dan mengatasi kekurangan yang dimiliki pendahulunya, yaitu IPv4. IPv6
dirancang sebagai perbaikan dari [Link] format header dari IPv6 sendiri adalah
sebagai berikut :1
Field-field pada header IPv6 dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
1. Version : field 4 bit yang menunjukkan versi Internet Protokol, yaitu 6.
2. Prior : field 4 bit yang menunjukkan nilai prioritas. Field ini memungkinkan pengirim
paket mengidentifikasi prioritas yang diinginkan untuk paket yang dikirimkan, relatif
terhadap paket-paket lain dari pengirim yang sama.
3. Flow Label : field 24 bit yang digunakan oleh pengirim untuk memberi label pada
paket-paket yang membutuhkan penanganan khusus dari router IPv6, seperti quality of
service yang bukan default, misalnya service-service yang bersifat real-time.
4. Payload Length : field berisi 16 bit yang menunjukkan panjang payload, yaitu sisa
paket yang mengikuti header IPng, dalam oktet.
5. Next Header : field 8 bit yang berfungsi mengidentifikasi header berikut yang
mengikuti header IPv6 utama.
6. Hop Limit : field berisi 8 bit unsigned integer. Menunjukkan jumlah link maksimum
yang akan dilewati paket sebelum dibuang. Paket akan dibuang bila Hop Limit berharga nol.
7. Source Address : field 128 bit, menunjukkan alamat pengirim paket.
8. Destination Address : field 128 bit, menunjukkan alamat penerima paket.
1
[Link]
Tipe pengalamatan pada IPv6
IPv6 memiliki panjang alamat sebesar 128 [Link] penulisannya sedikit berbeda
dibanding dengan pada IPv4. Cara penulisan pada IPv6 adalah sebagai berikut:
1. Format penulisan biasa ditulis X:X:X:X:X:X:X:X, dimana X adalah nilai
heximal yang terdiri 16 bit.
2. Tanda “::” menunjukkan urutan bit nol yang berurutan sepanjang 16 bit, biasa
digunakan untuk memadatkan penulisan. Hanya boleh digunakan sekali dalam 1
penulisan alamat IPv6. Representasi tipe alamat IPv6 terbagi atas beberapa macam. Hal
ini berdasarkan RFC 3513. Representasi tipe alamat IPv6 diindikasikan dengan bit-bit
awal yang berada dalam alamat IPv6 (format prefix). Inisialisasi alokasi prefix adalah
sebagai berikut :
Unspecified dengan notasi ::/128
Loopback dengan notasi ::1/128
Multicast dengan notasi FF00::/8
Link local unicast dengan notasi FE80::/8
Site local unicast dengan notasi FEC0::/8
Global unicast
Pada prinsipnya, format header alamat IPv6 menyederhanakan format header pada
alamat IPv4. Berikut adalah perbandingan antara format header IPv4 dan IPv6, akan
tampak bahwa ada field yang di tambah, dikurangi dan juga diganti.2
2
[Link]
1. Kelebihan IPv6 dibandingkan dengan IPv4 antara lain:
Ruang alamat IPv6 yang lebih besar yaitu 128 bit.
Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu
group.
Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri
tanpa bantuan DHCPv6.
Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.
2. Perbandingan Ipv4 dengan Ipv63
Ipv6 memiliki keunggulan atau Kelebihan IPv6 dengan IPv4 antara lain:
- Ruang alamat yang lebih besar yaitu 128 bit.
- Pengalamatan multicast yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu
group.
- Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat menggenerate alamat
sendiri tanpa bantuan DHCP
- Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
- Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
- Dukungan mobilitas dengan adanya mobile Ipv6
Berikut adalah perbedaan antara IPv4 dan IPv6 menurut Kementerian Komunikasi dan
Informatika(Kominfo):
a. Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung
terbatas [Link] atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar
3
[Link]
[Link]/_9Zd8WlWE5jc/S5f3eBdONvI/AAAAAAAAASA/Ga2Y8d6157I/s400/
memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya
menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.
IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik.
Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan
jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.
b. Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing.
Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.
IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki
kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.
c. Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih
dari satu jaringan ke jaringan lain.
IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke
jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung
perkembangan aplikasi-aplikasi.
d. Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec
merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.
IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam
standar implementasi IPv6.
e. Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat
bervariasi.
IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification,
Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.
f. Header Checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3),
sehingga menambah delay.
IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end.
Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai
Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih
lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU)
paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.
IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat
fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan
dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.
g. Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara
manual.
IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke
sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.
h. Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.
IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header
traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan
kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
IPv4 yang merupakan pondasi dari Internet telah hampir mendekati batas akhir
dari kemampuannya, dan IPv6 yang merupakan protokol baru telah dirancang untuk
dapat menggantikan fungsi IPv4. Motivasi utama untuk mengganti IPv4 adalah karena
keterbatasan dari panjang addressnya yang hanya 32 bit saja serta tidak mampu
mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman, routing yang fleksibel maupun
pengaturan lalu lintas data. Keunggulan IPv6 dibandingkan dengan IPv4 diantaranya
yaitu setting otomatis stateless dan [Link], dasar migrasi / perubahan dari
Ipv4 ke Ipv6 diantaranya kapasitas perluasan alamat, penyederhanaan format header,
option dan extension header, kemampuan pelabelan aliran paket serta autentifikasi dan
kemampuan privasi. Untuk mengatasi kendala perbedaan antara IPv4 dan IPv6 serta
menjamin terselenggaranya komunikasi antara pengguna IPv4 dan pengguna IPv6, maka
dibuat suatu metode Hosts – dual stack serta Networks – Tunneling pada hardware
jaringan, misalnya router dan server
B. Saran
Penggunaan ip pada dasarnya merupakan pilihan dari seorang programer jaringan
mana yang paling disukai untuk digunakan, tapi jika memang harus beralih kepada
sesuatu yang lebih bagus dan maju kenapa tidak di coba
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]