0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan7 halaman

Delik Harda

Berdasarkan uraian kasus tersebut, tindak pidana yang dilakukan Pak Rahmat adalah penipuan. Pak Rahmat sengaja menipu Pak Ali dan Ibu Aminah dengan mengaku sebagai pejabat yang berwenang menentukan kelulusan CPNS padahal tidak, serta menjanjikan agar anak mereka lulus jika diberi uang, padahal tidak ada kaitannya dengan seleksi CPNS. Tindakan Pak Rahmat ini dilakukan dengan maksud untuk menguntungkan di

Diunggah oleh

Radelvin Tangibali
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan7 halaman

Delik Harda

Berdasarkan uraian kasus tersebut, tindak pidana yang dilakukan Pak Rahmat adalah penipuan. Pak Rahmat sengaja menipu Pak Ali dan Ibu Aminah dengan mengaku sebagai pejabat yang berwenang menentukan kelulusan CPNS padahal tidak, serta menjanjikan agar anak mereka lulus jika diberi uang, padahal tidak ada kaitannya dengan seleksi CPNS. Tindakan Pak Rahmat ini dilakukan dengan maksud untuk menguntungkan di

Diunggah oleh

Radelvin Tangibali
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Unsur Pasal 362 Pasal 372 Pasal 378

Subjek Barangsiapa Barangsiapa Barangsiapa


Niat Dengan maksud untuk Dengan sengaja dan Dengan maksud untuk
dimiliki secara melawan melawan hukum menguntungkan diri sendiri
hukum atau orang lain secara
melawan hukum
Perbuatan Mengambil Memiliki Menggerakkan orang lain
barang barang untuk menyerahkan barang
yang seluruhnya atau yang seluruhnya atau sesuatu kepadanya, atau
sebagian kepunyaan orang sebagian adalah kepunyaan supaya memberi hutang
lain orang lain maupun menghapuskan
piutang

Keterangan Tetapi yang ada dalam Dengan memakai nama


kekuasaannya bukan kerena palsu, martabat palsu, tipu
kejahatan muslihat ataupun rangkaian
kebohongan
Kualifikasi Diancam karena Pencurian Diancam karena Penggelapan Diancam karena Penipuan
Pasal 362 KUHP

Unsur
Mengambil : Memindahkan penguasaan nyata terhadap sesuatu
barang dari orang lain terhadap dirinya (pelaku).
Secara garis besar, ada 3 cara pengambilan :
a. Memindahkan suatu barang dari suatu tempat
ke tempat lain.
b. Menyalurkan barang melalui suatu alat
penyalur.
c. Pelaku sekedar memegang atau menunggui
suatu barang saja, tetapi dengan ucapan atau
gerakan mengisyaratkan bahwa barang
tersebut adalah kepunyaannnya atau setidak-
tidak-tidaknya orang menyangka demikian itu.
Barang : Pada dasarnya dalah setiap benda bergerak yang
mempunyai nilai ekonomik, namun dalam
perkembangannya dipertimbangkan pula mengenai
nilai kegemaran, nilai historik maupun nilai
kegunaan.
Dapat dibedakan pula :
a. Barang bergerak yang ada pemiliknya ;
b. Barang bergerak yang tidak ada pemiliknya
(res nullius) ; atau
c. Barang bergerak yang sudah dibuang/tidak
dipakai lagi.
Barang-barang yang disebut dalam huruf b dan c
tidak menjadi objek delik pencurian.
Apabila barang dimiliki bersama, misalnya milik X
dan Y, maka 3 kemungkinan paling utama tentang
penguasaan barang :
a. Jika barang itu berada pada X, maka barang
dikuasai oleh X. Jika X menjualnya untuk
dimiliki sendiri hasil penjualannya, maka yang
terjadi adalah penggelapan.
b. Jika barang berada pada Y, berarti barang
dikuasai oleh Y. Jika tanpa sepengetahuan Y,
X menjual barang tersebut untuk dimiliki
sendiri hasil penjualannya, maka yang terjadi
adalah pencurian barang sebagian milik Y.
c. Jika barang itu berada pada orang lain, dan
X mengambilnya tanpa sengetahuan M dan
orang yang menguasai tersebut, maka yang
terjadi adalah pencurian terhadap sebagian
barang milik Y.
Memiliki : Melakukan perbuatan apa saja terhadap barang itu
seperti halnya seorang pemilik.
Catatan :

1. Dalam delik pencurian, tidak dipersoalkan mengenai untung atau tidaknya si


pelaku pencurian, demikian pula mengenai rugi atau tidaknya si korban akibat
pencurian tersebut.
Pasal 372 KUHP

Unsur
Dengan sengaja : Unsur ini merupakan unsur kesalahan yang
dengan tegas disebutkan di awal rumusan,
sehingga unsur perbuatan berikutnya
dipengaruhi oleh unsur ini. Dengan demikian,
dengan unsur ini, dalam delik penggelapan,
Pelaku menyadari bahwa ia secara melawan
hukum memiliki sesuatu barang yang ada
padanya bukan karena kejahatan.
Melawan hukum Unsur melawan hukum dalam hal ini melawan
hukum untuk memiliki, sehingga si Pelaku harus
jelas terbukti bahwa ia tidak akan dapat
menunjukkan suatu ketentuan hukum yang
berlaku sebagai dasarnya bahwa ia sah
memiliki barang tersebut.
Memiliki : - Menguasai sendiri secara nyata, memang
memiliki, menjual, menggadaikan,
menghadiahkan termasuk menukarkan
barang.
- Menguasai suatu benda bertentangan
dengan sifat dari hak yang dimiliki atas benda
itu (Putusan MA No. 69 K/Kr/1959) .
- Menguasai suatu barang bertentangan
dengan sifat dari hak yang dijalankan
seseorang atas barang-barang tersebut
(Putusan MA No. 83 K/Kr/1956)
Pasal 378 KUHP

Unsur
Dengan maksud untuk : Unsur dengan maksud dalam hal ini berfungsi
menguntungkan diri sendiri rangkap yaitu baik sebagai pengganti dari
atau orang lain secara kesengajaan maupun sebagai pernyataan
melawan hukum tujuan. Sebagai unsur kesengajaan, pelaku
menyadari ketidakberhakannya atas suatu
keuntungan, perbuatan menggerakkannya dan
sarana yang digunakanuntuk menggerakkan
korban. Sebagai unsur tujuan, tidak perlu nyata
keuntungan tersebut, melainkan adanya harapan
akan keuntungan.
Menggerakkan orang lain : - tergeraknya hati si korban untuk melakukan
untuk menyerahkan sesuatu suatu perbuatan tanpa tekanan.
barang, membuat hutang - Menyerahkan suatu barang, termasuk
atau menghapuskan piutang penyerahan melalui perantara, atau
menyerahkan barang milik pihak ketiga.
Dengan memakai nama : - Nama palsu adalah bukan nama pelaku
palsu atau keadaan palsu, - Keadaan palsu, misalnya mengenakan tanda
dengan tipu muslihat atau pangkat, seragam, kartu identitas sehingga
rangkaian kebohongan orang lain mengira pelaku memiliki kondisi
kewenangan, pangkat atau martabat tertentu.
- Tipu muslihat termasuk menggunakan
formulir tertentu padahal ia bukan orang yang
berwenang memakai formulir tersebut,
melakukan pembayaran di tempat yang
remang-remang, dan sebagainya
- Rangkaian kebohongan adalah beberapa
keterangan yang saling mengisi seakan-akan
isi keterangan itu benar padahal kebohongan.
LATIHAN SOAL
1. Boy (18 tahun) bercita cita menjadi seorang PNS. Keinginan Boy tersebut didukung
oleh orang tuanya, Pak Ali dan Ibu Aminah. Untuk itu, ketika terbuka pendaftaran
CPNS di Kementrian Dalam Negeri, Pak Ali dan Ibu Aminah menemui Pak Rahmat,
seorang PNS di Kementrian Dalam Negeri untuk dibantu agar anaknya Boy dapat
menjadi CPNS. Pak Rahmat menyanggupi karena ia menyatakan bahwa dirinyalah
yang termasuk salah satu yang berwenang menentukan kelulusan para CPNS dan
meminta Rp. 200 juta sebagai dana operasional agar Boy dapat lolos tes CPNS. Pak
Ali dan Ibu Aminah menyanggupi permintaan pak Rahmat tersebut dengan
menyerahkan sejumlah tersebut kepada Pak Rahmat secara tunai. Setelah
pengumuman hasil tes, ternyata Boy tidak lulus tes CPNS dan diketahui bahwa Pak
Rahmat adalah PNS biasa yang tidak ada kaitannya seleksi/tes CPNS. Berdasarkan
uraian tersebut di atas, tindak pidana apa yang dilakukan oleh Pak Rahmat? Jelaskan
argumentasi anda !
2. Pada tanggal 26 September 2022 tersangka RL meminjam mobil kemanakannya yaitu 1 Unit
mobil Calya warna merah Nomor Polisi DD 1430 kemudian di gadaikan kepada korban RA
seharga Rp. 28.000.000 ( dua puluh delapan juta rupiah ). Oleh karena Mobil Calya tersebut
sering rusak sehingga tersangka menggantikan dengan 1 Unit Mobil Daihatsu Xenia warna
Silver Nomor Polisi DD 1436, dimana mobil Xenia tersebut juga bukan merupakan mobil milik
tersangka tetapi mobil dipinjam kemudian di serahkan kepada korban tanpa sepengetahuan
pemiliknya. Sebelum korban RA. L menerima gadai mobil Calya tersebut, tersangka
mengakui bahwa mobil tersebut adalah mobil miliknya begitupun pada saat tersangka akan
menggantikan dengan Mobil Daihatsu Xenia warna Silver, tersangka juga mengaku bahwa
mobil tersebut adalah miliknya sehingga terjadilah proses gadai
Selanjutnya pada tanggal 18 Nopember 2022, tersangka RL bersama-sama dengan
tersangka RS dan tersangka MR yang masih dalam pencarian ( DPO ) berangkat dari Kab. B
menggunakan mobil yang dikemudikan oleh tersangka MR. Sekitar Pukul 23.50 wita ketiga
tersangka tiba di Kab. S kemudian mengambil Mobil Daihatsu Xenia warna Silver Nomor Polisi
DD 1436 di halaman rumah korban RA tanpa sepengetahuan korban, dimana mobil tersebut
diambil dengan menggunakan kunci duplikat yang telah dibuat sebelumnya oleh tersangka RL
Saat mobil itu akan diambil, tersangka RS, mengganjal kuncian pintu rumah korban dengan
menggunakan kayu dengan maksud agar korban tidak mudah keluar dari dalam rumah apabila
tersangka ketahuan aksinya,. Namun usaha tersangka tersebut gagal karena korban RA yang
mengetahui mobil Daihatsu Xenia warna Silver tersebut selanjutnya mengejar mobil yang
telah diambil ooleh kedua tersangka yaitu RL dan RS dengan melajukannya dan
mengakibatkan mobil tersebut terjatuh sehingga dapat diamankan oleh pihak Kepolisian.
Berdasarkan kasus posisi tersebut di atas, tindak pidana apa yang terjadi berikut ketentuan
hukum dan argumentasinya.

Anda mungkin juga menyukai