0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
770 tayangan11 halaman

Bahan UKOM

Dokumen tersebut membahas tentang pengalaman-pengalaman dalam menjalankan berbagai peran organisasi seperti membuat aturan, bekerja sama antar divisi, mengomunikasikan ide, mencapai target kerja, melakukan evaluasi pelayanan pemangku kepentingan, dan melaksanakan kaderisasi. Dokumen tersebut juga menjelaskan tindakan-tindakan dan dampak yang ditimbulkan dari berbagai pengalaman tersebut.

Diunggah oleh

MuhammadHidayat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
770 tayangan11 halaman

Bahan UKOM

Dokumen tersebut membahas tentang pengalaman-pengalaman dalam menjalankan berbagai peran organisasi seperti membuat aturan, bekerja sama antar divisi, mengomunikasikan ide, mencapai target kerja, melakukan evaluasi pelayanan pemangku kepentingan, dan melaksanakan kaderisasi. Dokumen tersebut juga menjelaskan tindakan-tindakan dan dampak yang ditimbulkan dari berbagai pengalaman tersebut.

Diunggah oleh

MuhammadHidayat
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Ceritakan pengalaman anda dalam membuat aturan di bidang/ unit kerja?

Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk mendorong unit kerja untuk mematuhi
aturan yang berlaku?
Jelaskan dampak dari tindakan yang anda lakukan?
a) Integritas, yang berarti seluruh Pegawai harus berpikir, berkata, berperilaku, dan
bertindak dengan baik dan benar serta selalu memegang teguh Kode Etik dan
prinsip-prinsip moral;
b) Profesionalisme, yang berarti seluruh Pegawai harus bekerja dengan tuntas dan
akurat berdasarkan kompetensi terbaik dan penuh tanggung jawab serta
komitmen yang tinggi;
c) Sinergi, yang berarti seluruh Pegawai harus berkomitmen untuk membangun dan
memastikan hubungan kerjasama internal yang produktif serta kemitraan yang
harmonis dengan para pemangku kepentingan, untuk menghasilkan karya yang
bermanfaat dan berkualitas;
d) Pelayanan, yang berarti seluruh Pegawai harus memberikan pelayanan untuk
memenuhi kepuasan para pemangku kepentingan dan dilaksanakan dengan
sepenuh hati, transparan, cepat, akurat, dan aman; dan
e) Kesempurnaan, yang berarti seluruh Pegawai harus senantiasa melakukan upaya
perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.

2. Ceritakan pengalaman anda ketika berada di dalam kelompok kerja antar divisi?
Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk membangun komitmen dengan pihak
lain?
Jelaskan dampak dari tindakan yang anda lakukan?

a. Membangun Tim yang Inklusif dan Beragam


Salah satu hal yang paling penting dalam kerja sama adalah fokus menciptakan tim
yang inklusif dan beragam. Latar belakang tim yang berbeda-beda akan membawa
perspektif dan ide-ide yang baru. Semakin banyak perspektif, semakin mudah untuk
membuat keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan.

b. Setiap Anggota Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab yang Jelas


Apabila anggota tim masih ragu dengan tugas dan tanggung jawab mereka, maka
menimbulkan potensi konflik dengan anggota lainnya. Itulah sebabnya, penting untuk
mengetahui peran dan tanggung jawab setiap anggota dengan jelas.
c. Membangun Kepercayaan Tim
Kepercayaan adalah komponen yang penting untuk membangun kerja sama.
Bagaimana rasanya jika bekerja dengan anggota yang tidak dipercaya? Maka
pekerjaan akan terhambat dan terancam gagal. Mulailah membangun hubungan yang
dilandasi kepercayaan antar anggota.
d. Komunikasi yang Jelas dan Intens
Komunikasi adalah kunci yang penting untuk membangun kerja sama tim yang baik.
Meski terdengar sangat mendasar, tetapi komunikasi menjadi salah satu hal penting
untuk diterapkan. Komunikasi yang kuat juga membantu meningkatkan kepercayaan
antar anggota tim satu sama lain.
e. Memberikan Tim Kesempatan untuk Mengambil Keputusan
Mempercayai tim untuk mengambil keputusan merupakan hal penting untuk
membangun kepercayaan dan meningkatkan kinerja tim. Apabila sebuah tim tidak
memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan sendiri, maka mengakibatkan
pekerjaan menjadi kurang optimal.
f. Mengatur Waktu untuk Meeting Secara Bijak
Pertemuan tim seperti rapat, brainstorming, dan saling membagikan ide menjadi hal
yang penting dalam kerja sama. Upayakan untuk membuat pertemuan tim yang fokus
dan meningkatkan produktivitas. Misalnya, sebelum mengadakan pertemuan,
usahakan untuk memiliki rancangan yang terstruktur di setiap pertemuan.
g. Tidak Perlu Takut Mengatur Dinamika dalam Tim
Apabila beberapa anggota mengalami kesulitan untuk mengatasi tanggung jawab dan
tugasnya, tidak perlu takut untuk membuat perubahan dalam tim. Hal tersebut
dilakukan untuk mengatur dinamika dalam tim tetap stabil dan produktif.
h. Memberi Kesempatan Anggota Tim untuk Belajar
Berikan kesempatan bagi anggota tim untuk belajar mengerjakan project bersama-
sama. Untuk mengoptimalkan kinerja, tidak ada salahnya untuk memberikan training
dan arahan (workshop). Workshop dengan pembicara yang berpengalaman dapat
menjadi pembelajaran baru bagi anggota tim.

3. Ceritakan pengalaman Anda dalam mengkomunikasikan ide/gagasan/konsep yang


telah Anda rancang?
Jelaskan langkah yang anda lakukan untuk meyakinkan pihak lain atas ide yang
sudah anda buat?
Jelaskan hasil dari langkah yang anda lakukan tersebut?

i. Buat ide secara ringkas


Seringkali ide datang di saat yang tidak terduga. Supaya nggak lupa, sebaiknya kamu
catat dan rincikan ide kamu sebelum disampaikan ke atasan. Buat ringkasan idemu
agar lebih mudah diterima. Atau kamu bisa membuatnya dalam bentuk poin-poin. Hal
ini juga bisa mengasah kemampuan menulismu lho.
ii. Sampaikan dengan gaya bahasamu
Setelah meringkas ide, sampaikan dengan gaya bahasa kamu sendiri. Kesalahan kita
terkadang memakai kalimat yang baku dan formal, yang malah bikin kita kebingungan.
Kalau kamu pakai gaya bahasa sendiri dijamin kamu lebih santai, dan maksudmu bisa
tersampaikan. Ingat, etika harus diutamakan ya
iii. Fokus pada tujuan dan alasan
Setiap gagasan pasti punya alasan kan? Nah, sampaikan alasan kamu terlebih dulu.
Berikan alasan yang logis, agar ide kamu bisa dipertimbangkan. Tekankan value
propotition atau nilai keuntungan dari ide kamu, apa hasil yang didapat bagi
perusahaan.
iv. Jelaskan rencana dan strategi kamu
Ide yang baik juga harus disertai dengan jalan keluar. Setelah menyampaikan gagasan,
jangan lupa jelaskan juga strategi yang kamu punya. Tawarkan diri kamu untuk
menjalankannya.
v. Terbuka pada masukan, dan tetap rendah hati
Setelah kamu berhasil menyampaikan ide, jangan beranggapan kalau idemu adalah
yang terbaik. Karena sebaik-baiknya ide adalah yang disepakati banyak orang. Tidak
merugikan dan menguntungkan beberapa pihak saja. Kamu juga harus membuka diri
menerima masukan dan saran dari rekan kerjamu yang lain.
4. Ceritakan pengalaman anda dalam mencapai target kerja di unit tugas?
Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk mencapai target kerja tersebut?
Jelaskan dampak dari tindakan yang anda lakukan?

a) Terapkan strategi dan tetap konsisten


Menerapkan strategi yang tepat membuat usaha yang dikerahkan untuk
mengejar target menjadi lebih terarah dan dapat dievaluasi dengan baik.
Walaupun tidak langsung berhasil, tetapi bersabarlah dan tetap konsisten
dengan strategi yang Anda jalankan.
b) Hilangkan segala kebiasaan buruk dalam bekerja
Buanglah kebiasaan-kebiasaan buruk seperti menunda pekerjaan dan
melempar tanggung jawab karena hal tersebut akan menciptakan etos kerja
yang tidak kondusif untuk pencapaian target.
c) Mulailah dari target-target kecil
Dengan membuat target kecil harian, setiap karyawan akan lebih fokus dan
melangkah sesuai dengan tujuan jangka panjang yang sudah ditetapkan
sebelumnya.
d) Bersahabat dengan kegagalan
Tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Jangan biarkan diri Anda larut dalam
kekecewaan melainkan bangkit dan terus mencoba sampai Anda meraih
kesuksesan yang Anda impikan.
e) Manajemen waktu
Lakukan perencanaan, pengelolaan dan eksekusi tepat waktu untuk setiap
rencana yang sudah kamu persiapkan. Manajemen waktu sangat penting untuk
memperoleh kinerja yang efektif dan efisien.

5. Ceritakan pengalaman anda dalam melakukan evaluasi pelayanan stakeholder di


organisasi?
Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk mengantisipasi ketidaksesuaian
pelayanan pada pemangku kepentingan?
Jelaskan dampak dari tindakan yang anda lakukan tersebut dan pengaruhnya
terhadap organisasi?
Manajemen stakeholder adalah proses mempertahankan hubungan yang baik
dengan orang-orang yang berdampak dalam suatu proyek/kegiatan. Stakeholder ini
memiliki kepentingan aktif dalam proyek dan dapat memberikan dampak baik maupun
buruk untuk perkembangan proyek. Manajemen stakeholder penting karena
stakeholder dapat menjadi pendukung yang kuat untuk proyek perusahaan. Maka dari
itu kita perlu mengidentifikasi siapa pemangku kepentingan dan memenangkan
mereka. Caranya adalah dengan melakukan analisis stakeholder yaitu cara yang
berguna untuk menunjukan konflik yang kemungkinan tidak akan selesai yang terjadi
melalui pembuatan dan pengenalan proyek baru
Ada 4 proses efektif dalam analisis stakeholder :

• Mengidentifikasi siapa pemangku kepentingan anda


• Prioritaskan pemangku kepentingan anda
• Pahami pemangku kepentingan utama anda
• Mengelola pemangku kepentingan anda
6. Ceritakan pengalaman anda dalam melakukan kaderisasi di organisasi?
Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk menuju proses kaderisasi yang efektif?
Jelaskan dampak dari tindakan yang anda lakukan?
Proses dalam aktualisasi diri: siap untuk berubah, bertanggungjawab, memeriksa dan
memiliki motif yang kuat, menggunakan pengalaman-pengalaman positif, siap terlibat
dan melakukan pengembangan. Organisasi adalah wadah untuk mengaktualisasi diri
dan kaderisasi adalah wadah untuk mempersiapkan individu dalam mencapai
aktualisasi dirinya. Evaluasi bentuk kaderisasi yang kaku dan tidak adaptif, tidak ada
follow up, terpusat pada tujuan menjadi pimpinan, terbatas hanya pada perubahan
secara pengetahuan, tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk menyesuaikan
kebutuhan, maka diperlukan TNA atau Training Need Analyst: biasanya berupa
survey kebutuhan yang diperlukan sebelum melakukan sebuah pelatihan.
kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi
dan kondisi dari orang-orang yang dipimpinnya.
a) Meyakinkan bawahan bahwa visi organisasi (dan peran bawahan dalam hal ini)
penting dan dapat dicapai.
b) Menantang bawahan dengan tujuan, proyek, tugas, dan tanggung jawab dengan
memperhitungkan perasaan diri bawahan akan sukses, prestasi, dan kecakapan.
c) Memberikan penghargaan kepada bawahan yang berkinerja baik dengan
penghargaan, uang, dan promosi.
Dalam melalukan kaderisasi ini pun ada beberapa aspek yang mesti
terpenuhi, aspek tersebut adalah :
1. Fisikal (kesehatan)
2. Spiritual (keyakinan, agama, nilai)
3. Mental (moral dan etika, softskill, kepedulian)
4. Intelektual (wawasan, keilmuan, keprofesian)
5. Manajerial (keorganisasian, kepemimpinan)
Dari setiap aspek, harus ada sinergi dan keseimbangan agar tiap aspek bisa
menunjang aspek yang lainnya sehingga potensi si kader teroptimalisasi.

7. Ceritakan pengalaman anda dalam penyelarasan program kerja kegiatan dengan


perubahan yang terjadi?
Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk mengelola perubahan kerja di unit tugas
anda?
Jelaskan dampak dari tindakan anda terhadap unit kerja?
Efek pandemi Covid-19 yang berkepanjangan juga membuat perusahaan terpaksa
melakukan perubahan dalam organisasi dengan merumahkan sebagian karyawan.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa perubahan dalam organisasi bisa
terjadi secara internal maupun eksternal. Hal-hal yang menyangkut perubahan
internal biasanya meliputi perubahan strategi, visi misi, sistem kerja, struktur
organisasi, dan penerapan SOP.
Hal ini berbeda dengan perubahan eksternal yang mencakup peralihan target
market, branding barang/jasa, keadaan geografis, dan lain-lainnya. Dalam
prosesnya, perusahaan mungkin akan mengalami beberapa kendala terutama dari
sisi karyawan.
Agar perubahan organisasi dapat berjalan dengan baik maka perlu diperhatikan
prinsip-prinsip manajemen perubahan yang meliputi: perubahan harus benar-benar
diinginkan, adanya penanggung jawab, realistis, mengetahui kendala yang akan
dihadapi, bersikap positif, optimis, serta harus bersyukur.
1. Menciptakan Urgensi
Perusahaan harus bisa menciptakan urgensi yang mendesak karyawan hingga
manajer untuk mau menerima perubahan tersebut. Dengan kolaborasi yang baik
antar pekerja, maka perubahan dalam organisasi akan membawa dampak positif
bagi pertumbuhan perusahaan. Hal-hal yang dapat diusahakan untuk mendukung
hal ini antara lain membuat analisis SWOT, diskusi secara rutin, dan melibatkan
bantuan para ahli apabila diperlukan.
2. Membangun Sebuah Tim
Cara lain untuk menghadapi perubahan dalam organisasi adalah membangun
sebuah tim pada setiap divisi. Dalam hal ini, pihak manajemen atau tim HR harus jeli
untuk menempatkan SDM yang kompeten di dalam tim.
Kemudian, tiap-tiap tim di dalam setiap divisi harus bisa memahami semua
kebutuhan yang mendukung perubahan dalam organisasi. Selain itu, setiap
karyawan di dalam tim perlu menyatukan visi dan misi, mencapai tujuan bersama,
berinisiatif tinggi atas tanggung jawab masing-masing, dan bisa mengantisipasi
berbagai risiko dan kendala yang ada di depan mata.
3. Membuat Strategi Efektif
Selanjutnya, perusahaan bisa merancang strategi efektif dan sebuah visi yang
realistik demi mewujudkan perubahan dalam organisasi. Beberapa hal yang
sebaiknya perusahaan lakukan adalah menyesuaikan nilai-nilai perusahaan,
memanfaatkan data-data penting, serta memastikan semua karyawan memahami
visi dan strategi yang ingin diwujudkan.
4. Menjaga Komunikasi
Komunikasi memegang kunci penting dalam hubungan kerja dan kerja sama tim.
Selain itu, setiap karyawan memiliki hak yang sama untuk menyuarakan pendapat
dan menyampaikan kendala dalam menghadapi perubahan. Apabila hal ini mampu
diwujudkan maka akan menciptakan sikap saling mendukung di kalangan pekerja.
5. Fokus pada Penyelesaian Masalah
Proses perubahan organisasi akan selalu diwarnai dengan masalah yang datang silih
berganti entah dari sisi karyawan, manajer, atau kebijakan dalam perusahaan. Oleh
sebab itu, diperlukan kerja sama tim yang solid dalam penyelesaian berbagai
masalah tersebut.
Beberapa solusi yang bisa jadi jalan keluar terbaik atas kendala yang mungkin terjadi
selama proses perubahan adalah memberdayakan karyawan, memastikan visi
perubahan, dan memberikan reward.
6. Memberikan Apresiasi ke Karyawan
Setiap progress yang ditunjukkan karyawan dalam mewujudkan perubahan dalam
organisasi patut diberi apresiasi. Hal ini penting untuk menjaga semangat kerja
karyawan dan meningkatkan kinerja mereka secara bertahap.
7. Jadikan Perubahan Menjadi Sebuah Budaya
Cara terakhir dalam menghadapi perubahan dalam organisasi adalah menjadikan
perubahan tersebut sebagai budaya perusahaan. Hal ini perlu didukung dengan
menggabungkan nilai-nilai perusahaan dalam setiap proses perubahan sehingga
menciptakan budaya baru di organisasi.
8. Ceritakan pengalaman anda mengambil keputusan paling berisiko dan kompleks?
Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk mengantisipasi resiko tersebut?
Jelaskan dampak dari tindakan yang anda lakukan?

Keputusan terkait budget

Nah, bagi kamu yang bekerja di posisi yang berkaitan erat dengan
pengaturan budget, pasti hampir setiap saat merupakan keputusan yang berat
untukmu. Bagaimana tidak, kamu pasti dihadapkan dengan beberapa pilihan tetapi
harus mampu memaksimalkan budget yang ada.

Pada saat merencanakan marketing campaign, tim saya harus membuat keputusan
yang sulit demi bisa menghemat budget. Kami akhirnya berusaha riset secara
mendalam dan berdiskusi dengan efektif untuk memilih strategi mana yang akan
diambil. Setelah memperhitungkan banyak hal, kami putuskan untuk
memaksimalkan campaign di Tiktok terlebih dahulu karena paling sesuai
dengan objective pada saat itu.

7 langkah proses pengambilan keputusan


1. Langkah 1: Identifikasi keputusan yang perlu diambil. ...
2. Langkah 2: Kumpulkan informasi relevan. ...
3. Langkah 3: Cari solusi alternatif. ...
4. Langkah 4: Pertimbangkan bukti. ...
5. Langkah 5: Pilih dari sejumlah alternatif. ...
6. Langkah 6: Ambil tindakan.
7. Langkah 7: Tinjau Keputusan yang diambil dan pengaruhnya (baik dan buruk)

9. Sebagai seorang ASN, ceritakan pengalaman anda menghadapi perbedaan di dalam


organisasi?
Jelaskan tindakan yang anda lakukan untuk meningkatkan efektivitas organisasi
berdasarkan perbedaan tersebut?
Jelaskan dampak dari tindakan yang anda lakukan agar organisasi menjadi lebih
efektif?
Keberagaman pada satu perusahaan akan menghasilkan lingkungan kerja dengan
perspektif yang luas, kaya akan pengalaman dan skill yang bisa membuat perusahaan
lebih mudah menemukan inovasi dan kreatifitas.
Di sisi lain keberagaman di kantor juga bisa menimbulkan proses yang kurang
menyenangkan seperti selisih paham, perbedaan pola kerja, dan cara pandang
terhadap masalah ataupun situasi.
Setiap individu pada organisasi harus mempunyai kesadaran bahwa “teamwork” dan
“network” merupakan hal penting untuk dibangun dalam melakukan perubahan. Tim
efektif sangat diperlukan karena akan berhadapan langsung dengan stakeholder atau
mitra kerja.
1. Perlakukan rekan kerja sebagai individu
Di lingkungan kerja saya, beruntungnya sih, cukup menerima keberagaman para
karyawannya. Meskipun ada satu ras yang mendominasi, bukan berarti ras tersebut
didewakan atas seluruh lantai di gedung kantor.
Hal yang perlu kamu terapkan baik pada komunitas atau ras yang dominan adalah
tetap memperlakukan masing-masing rekan kantormu sebagai individu yang utuh.
Bukan berarti karena ada banyak suku X di kantor, lalu ada salah satu teman yang
berasal dari suku tersebut punya perilaku yang mengganggulantas semua karyawan
suku tersebut dianggap punya sikap yang sama.
Selain latar budaya, masih banyak lagi faktor eksternal yang membentuk karakter
seseorang. Supaya kamu bisa berkoordinasi dan punya teamwork yang solid, jangan
sama ratakan semua teman kerjamu yang satu suku atau agama bahkan
almamater, ya.
Tiap orang datang dengan keberagaman sekaligus keunikannya sendiri yang
seharusnya bisa jadi aset perusahaan dari segi kreatifitas dan luasnya pengalaman
para karyawan tersebut.
2. Menemukan unsur perbedaan
Jika kamu ada di lingkungan kerja yang homogen, tentu akan mudah menentukan
rencana atau kegiatan. Tapi dengan adanya keberagaman, baik itu agama, budaya,
latar belakang keluarga dan sosial membuat kamu butuh usaha ekstra untuk bisa
bersosialisasi di tempat kerja.
Misalnya saja, ada rekan kerja yang seorang vegetarian sehingga saat acara makan
siang bersama tim di kantor teman yang lain harus menghargai keberagaman ini.
Caranya sederhana saja, setidaknya ada menu yang bisa dimakan teman vegetarian
tersebut saat acara makan bersama. Biasanya kamu akan tahu keunikan tersebut jika
punya relasi yang baik dengan orang-orang di kantor.
Apalagi bagi kamu yang seorang leader, tahu keberagaman yang ada dalam tim
adalah hal penting. Unsur perbedaan yang ada dalam komunitas kecil bisa jadi rambu-
rambu agar kamu terhindar dari masalah yang membuat suasana di kantor tidak lagi
kondusif. Maka dari itu, seorang pimpinan perlu punya rasa peduli dan inisiatif tinggi
untuk bersikap bijaksana di lingkungan kerja yang tinggi keberagaman.
3. Pentingnya standar tertulis
Salah satu kondisi yang membuat karyawan merasakan diskriminasi adalah kebijakan
kantor. Semakin tinggi keberagaman di perusahaan, lebih besar pula kemungkinan
karyawan menemukan kebijakan yang terkesan hanya mementingkan mayoritas saja.
Kalau sudah begini, akan sulit membangun tim yang kompak dan bisa bekerja
maksimal untuk mencapai target. Alih-alih hanya memberkati keterangan verbal,
menetapkan objektif standar akan memudahkan perusahaan meminimalisir masalah
yang timbul dari keberagaman karyawannya.
Itulah salah satu alasan dari adanya aturan tertulis yang diterapkan merata bagi semua
karyawan. Cara ini membuat pekerja di perusahaan lebih yakin bahwa manajemen
sudah cukup adil dalam membuat keputusan, karena ada objektif yang jelas dan sudah
disosialisasikan sejak awal para staf bergabung di perusahaan.
4. Tetap bersikap sopan
Menanggapi keberagaman di lingkungan kerja, sikap sopan santun menjadi semakin
penting untuk dibiasakan. Tidak hanya pimpinan pada bawahannya, dari atas ke
bawah pun harus bisa bersikap sopan dalam setiap kesempatan.
Melatih intonasi bicara agar tidak terdengar membentak adalah salah satu yang bisa
kamu coba pelajari dan terapkan di kantor. Beberapa budaya di Indonesia terkenal
dengan gaya bicara yang terdengar seperti sedang marah, padahal itu hanya intonasi
yang sudah terbentuk menjadi karakter karena dilakukan terus menerus tanpa sadar
oleh orang-orang.
Sementara di lingkungan masyarakat tertentu, suku Jawa misalnya, berbicara dengan
nada tinggi sering diasosiasikan sebagai bentuk ekspresi kemarahan. Jika kamu dan
rekan-rekan di kantor sudah membiasakan diri untuk berbicara dengan sopan dan
tidak berteriak, akan lebih mudah menjaga kondisi lingkungan kerja sekalipun
keberagaman budayanya cukup tinggi.
5. Komunikasi yang clear
Setelah punya standar objektif, tips selanjutnya agar kamu bisa menghadapi
keberagaman di kantor adalah cara komunikasi yang jelas. Selain cara menyampaikan
yang sopan dan bahasa yang juga santun, pastikan pilihan kata yang dipakai dalam
surat atau saat meeting mudah dimengerti.
Keberagaman budaya juga bisa jadi sumber salah paham jika ada ungkapan atau
bahasa yang ternyata arti sebenarnya berbeda meski ejaannya sama (homonim).
Pakai bahasa Indonesia yang umum dan kalimat yang tersusun rapi serta tidak
berbelit-belit maksudnya akan jadi cara paling ampuh untuk menghindari adanya salah
paham atau selisih pendapat di lingkungan kantor.
6. Terbuka dengan saran dan kritik
Adanya keberagaman kultur di lingkungan kerja membuat setiap orang datang dengan
pola pikir dan cara pandang yang berbeda pula. Sisi positifnya, tentu saja kantor kamu
akan jauh lebih “hidup” karena selalu ada ide baru dan segar yang masih bisa diolah
untuk inovasi baru di lingkungan kerja.
Bahkan jika pimpinan di kantormu cerdas memanfaatkan keberagaman tersebut,
seharusnya akan ada banyak produk dan usaha baru yang bisa meningkatkan
performa serta profit perusahaan.
Hal ini tidak akan terjadi begitu saja, butuh karakter yang mau menerima pendapat dari
orang lain untuk bisa menciptakan lingkungan kerja yang maju dan suportif. Lagi-lagi
setiap lapisan manajemen harus bisa mengaplikasikan karakter ini agar keberagaman
kultur di kantor bisa dikembangkan menjadi satu hal yang positif.

Anda mungkin juga menyukai