0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan3 halaman

Tugas 1 Arbitrase

Dokumen tersebut membahas metode penyelesaian sengketa bisnis secara non-litigasi, khususnya melalui negosiasi. Disebutkan tahapan-tahapan negosiasi mulai dari persiapan, diskusi, klarifikasi tujuan, mencari solusi menguntungkan bagi kedua belah pihak, membuat perjanjian, hingga merealisasikan perjanjian. Metode negosiasi dianggap paling sederhana karena masalahnya hanya kur

Diunggah oleh

Rezki Saja
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan3 halaman

Tugas 1 Arbitrase

Dokumen tersebut membahas metode penyelesaian sengketa bisnis secara non-litigasi, khususnya melalui negosiasi. Disebutkan tahapan-tahapan negosiasi mulai dari persiapan, diskusi, klarifikasi tujuan, mencari solusi menguntungkan bagi kedua belah pihak, membuat perjanjian, hingga merealisasikan perjanjian. Metode negosiasi dianggap paling sederhana karena masalahnya hanya kur

Diunggah oleh

Rezki Saja
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas 1.

HKUM4409/Arbitrase

1.a. Metode penyelesaian sengketa apakah yang bisa saudara sarankan pada kedua
pihak tersebut?
Jawab:
Penyelesaian sengketa bisnis kebanyakan dilaksanakan menggunakan cara
litigasi atau penyelesaian sengketa melalui proses persidangan. Penyelesaian
sengketa tersebut diawali dengan pengajuan gugatan kepada pengadilan
negeri dan diakhiri dengan putusan hakim. Namun disamping penyelesaian
sengketa melalui proses litigasi, terdapat pula penyelesaian sengketa melalui
non litigasi.
Apa yang dimaksud dengan penyelesaian non litigasi? Penyelesaian melalui
non litigasi ialah penyelesaian sengketa yang dilakukan menggunakan cara-
cara yang ada di luar pengadilan atau menggunakan lembaga alternatif
penyelesaian sengketa. Di Indonesia, penyelesaian non litigasi ada dua
macam, yakni Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Arbitrase dan Alternatif
Penyelesaian Sengketa (UU AAPS).
Beberapa strategi penyelesaian sengketa bisnis non-litigasi misalnya adalah:
A. Secara damai atau kekeluargaan
B. Negosiasi
C. Mediasi
Dalam Hal kejadian ini menurut hemat saya dengan menggunakan metode
Negosiasi dalam hal ini negosiasi merupakan cara yang dapat menyelesaikan
sengketa dari soal diatas, Strategi penyelesaian perkara negosiasi ini dilakukan
antara para pihak-pihak yang bersengketa tanpa adanya pihak ketiga. Jadi pihak
Sdr Tomi dan Sdr Tono duduk melakukan diskusi bersama dan mencari solusi
bersama dan tentunya mendapat keuntungan bagi kedua belah pihak. bicarakan
dengan baik apa yang kamu inginkan. Dengarkan juga yang
menjadi concern rekan bisnis kamu. Apabila kesepakatan dicapai, jangan lupa
untuk mendokumentasikan kesepakatan tersebut dalam sebuah perjanjian.
Jika sebelumnya kamu telah memiliki perjanjian, kamu tidak perlu lagi membuat
perjanjian baru.
Kamu hanya perlu membuat amandemen atau perubahan terhadap perjanjian
tersebut yang memuat kesepakatan baru antara kamu dengan rekan bisnismu.

1.b. Jelaskan pula tahapannya!


Jawab:
Nah dalam mengguanakan metode Negosiasi dalam penyelesaian sengketa maka
dari itu ada pula tahapan tahapanya yakni:
1. Persiapan
maka salah satu pihak harus menentukan tempat dan waktu untuk
negosiasinya. Tetapi penentuan ini tidak bisa sepihak, harus dikomunikasi ke
pihak lain yang diajak negosiasi apakah cocok dengan tempat dan waktunya.
Karena negosiasi ini butuh situasi yang kondusif, nyaman agar bisa fokus dalam
bernegosiasi.

2. Diskusi
Kemudian tahap selanjutnya adalah tahap diskusi. Di dalam tahap ini,
masing-masing pihak wajib melempat ide, saran, atau yang menjadi masalah
utama. Nah dalam proses diskusi ini, semua pihak wajib memperhatikan,
mendengarkan apa yang disampaikan masing-masing pihak.

3. Klarifikasi Tujuan
Kemudian bisa dengan mengklarifikasi tujuan masing-masing pihak. Pihak
A ingin seperti itu tentu punya tujuan, begitu juga dengan pihak B. Dengan
memberikan klarifikasi tujuan ini akan membuka pemikiran baru dan solusi yang
akan bisa diciptakan dalam negosiasi ini.
Dan dengan klafifikasi ini bisa meluruskan hal-hal yang sebelumnya jadi tanda
tanya atau malah yang jadi salah paham.

4. Win to Win Solution


alau sudah saling berdiskusi dan mengklarifikasi tujuannya, maka
kemudian bisa saling memberikan solusi. Inilah tahap yang paling penting dalam
negosiasi, karena di tahap ini perlu ada keterbukaan dan tidak boleh egois. Anda
sudah tahu masalah partner Anda dan apa yang diinginkan, selanjutnya Anda bisa
menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Hal yang wajar ketika Anda mengajukan solusi tetapi masih ditolak untuk pihak
lain, itu artinya belum mencapai Win-Win Solution. Maka dari itu perlu mencari
solusi baru yang sama-sama menguntungkan

5. Buat perjanjian
Jika sudah ketemu Win-Win Solution, maka tahap selanjutnya adalah
membuat perjanjian. Perjanjian yang saling mengikat dan bisa menjadi pegangan
untuk bisa saling percaya. Pastikan dalam membuat perjanjian, masing-masing
pihak sudah terbuka, menerima, dan sepakat atas semua hasil dan risikonya.
Buatlah perjanjian hitam di atas putih agar perjanjian tersebut lebih kuat.

6. Realisasikan Hasil Perjanjian


Langkah terakhir adalah dengan merealisasikan hasil perjanjian yang
sudah disepakati bersama. Apabila di tengah jalan ada yang tidak sesuai dengan
perjanjian, maka perlu diselesaikan melalui cara yang sudah ditetapkan dalam
perjanjian.
2. Metode penyelesaian sengketa tersebut dikatakan sebagai metode yang paling
sederhana. Jelaskan mengapa dikatakan demikian!
Jawab:
Mengapa metode penyelesaian sengketa tersebut dikatakan sebagai
motode yang paling sederhana, Karna dalam persoalan sengketa tersebut hanya
saja diskomunikasi dan saling mementingkan kepentingan sendiri sendiri. Karna
dilihat dari persoalanya jika dibicarakan kembali oleh kedua belah pihak maka
sengketa ini bisa saja selesai kembali dan membaik sehingga hubungan bisnis
dapat dilanjutkan sehingga salah satu dari kedua belah pihak dapat saling
memenuhi maupun mensupport setiap transaksi bisnis yang dilakukan, dalam hal
iini sdr tono yang mengalami gagal panen tentu juga tidak dapat disalahkan
sepenuhnya oleh saudara tomi, sepatuutnya saudara tomi sebagai pelaku usaha
industri pembuatan harus nya mencari beberapa perkebunan karet untuk menstok
pabrik pembuatan ban nya Sdr Tomi tersebut, dari telaah kasus sengketa tersebut
dapat dikatan hal iini tidak akan menjadi masalah besar jika perseolan ini
dibicarakan atau pun dinegosiasikan.

Anda mungkin juga menyukai