0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan3 halaman

Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi

Dokumen tersebut membahas mengenai kesehatan reproduksi dan kontrasepsi. Termasuk pengertian kesehatan reproduksi, organ reproduksi, pemeriksaan kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, dan HIV/AIDS, pencegahan penyakit tersebut, serta cara menjaga kesehatan reproduksi dan pengertian kontrasepsi.

Diunggah oleh

Ayaf Kisaran
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan3 halaman

Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi

Dokumen tersebut membahas mengenai kesehatan reproduksi dan kontrasepsi. Termasuk pengertian kesehatan reproduksi, organ reproduksi, pemeriksaan kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, dan HIV/AIDS, pencegahan penyakit tersebut, serta cara menjaga kesehatan reproduksi dan pengertian kontrasepsi.

Diunggah oleh

Ayaf Kisaran
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengenal tentang Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi

Hai sahabat sehat, mengenal lebih dalam mengenai kesehatan reproduksi merupakan hal penting yang dapat dilakukan
untuk mempersiapkan kesehatan yang berkualitas pada buah hati dan keluarga. Berikut ini merupakan penjelasan lebih
lanjut mengenai kesehatan reproduksi dan kontrasepsi.

1. Pengertian Kesehatan Reproduksi


Kesehatan Reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit
atau kecatatan, dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.

2. Organ Reproduksi
Organ reproduksi adalah organ seks dalam tubuh yang bekerja sama untuk tujuan reproduksi seksual. Organ
reproduksi dibagi menjadi dua antara lain:
o Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita terdiri dari sepasang indung telur (ovarium), sepasang fimbria, sepasang
saluran telur, rahim (uterus) dan vagina.

3.
o Organ Reproduksi Pria
Organ reproduksi pria terdiri dari sepasang buah zakar, skrotum, saluran sperma, penis dan lubang
kencing.
Organ reproduksi merupakan hal yang sangat vital maka perlu dijaga kesehatannya. Pengetahuan
mengenai kesehatan reproduksi harus diberikan sejak awal terutama pada remaja dan sebelum menikah.

4. Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi


Pemeriksaan atau skrining kesehatan reproduksi penting dilaksanakan untuk mengetahui secara dini kualitas
kesehatan reproduksi. Berikut beberapa jenis pemeriksaan kesehatan reproduksi:

o Skrining Pra Nikah


Skrining pra nikah merupakan serangkaian tes kesehatan reproduksi yang dilakukan sebelum menikah.
Pemeriksaan skrining pra nikah meliputi pemeriksaan genetik, penyakit infeksi dan menular melalui
darah dan hubungan seksual. Pemeriksaan disarankan dilakukan 6 bulan sebelumnya.
Keuntungan skrining pra nikah antara lain:

1. Mencegah penyakit pada keturunan seperti thalasemia


2. Mengenal riwayat kesehatan diri dan pasangan
3. Membuat calon mempelai semakin siap, lebih terbuka dan yakin satu dengan lainnya
o Skrining Marital
Skrining marital merupakan serangkaian tes kesehatan reproduksi yang dilakukan saat memasuki tahap
perkawinan. Adapun serangkaian tes yang dilakukan antara lain:
1. Pemeriksaan Fisik
2. Pemeriksaan Penyakit Hereditas
3. Pemeriksaan Penyakit Menular
4. Pemeriksaan Organ Reproduksi
5. Pemeriksaan Alergi

5. Penyakit Menular Seksual


Penyakit menular seksual adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Orang yang
berisiko terkena PMS adalah orang yang suka berganti-ganti pasangan seksual dan orang yang mempunyai satu
pasangan seksual namun pasangan seksualnya berganti-ganti pasangan. Adapun beberapa penyakit menular
seksual yang kerap kali ditemukan antara lain :

o Gonnorhea
Infeksi ini disebabkan oleh bakteri. Gejala pada laki-laki antara lain nyeri saat kencing, keluar nanah,
gatal dan perih saat BAK. Sedangkan gejala pada wanita yaitu sebagian besar (60-80%) tidak ada gejala
atau keluar nanah saat BAK.

o Infeksi Chlamydia
Infeksi disebabkan oleh bakteri. Gejala dari infeksi ini mirip dengan gonnorhea namun lebih ringan.
6.
o ifilis (Raja Singa)
Sifilis disebabkan oleh bakteri. Gejalanya yaitu luka pada kemaluan yang tidak nyeri dan berwarna
kemerahan, bias disertai pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh, bercak merah pada kulit yang tidak
khas, hilangnya kontrol saraf dan akibatnya dapat mengalami pikun dan sering ngompol.

o Herpes Genitalis
Infeksi ini disebabkan oleh virus. Gejalanya timbul gerombolan bintil-bintil berukuran kecil, bias berisi
air atau darah terutama pada pasien penderita HIV.

o Trikomoniasis
Trikomoniasis disebabkan oleh parasit. Gejalanya yaitu keluar cairan vagina berwarna putih hingga
kuning kehijauan, berbau busuk, encer dan keluar banyak. Bisa muncul bintik kemerahan pada mulut
rahim atau biasa disebut dengan strawberry cervix.
o Candidiasis
Candidiasis disebabkan oleh jamur, gejalanya yaitu keluarnya cairan yang mudah menggumpal,
berwarna putih dengan rasa gatak yang hebat yang dirasakan di dalam dan di luar vagina. Seseorang
dengan candidiasis patut dicurigai menderita HIV bila candidiasis sangat parah dan muncul di daerah
mulut atau di sisi dalam pipi.

7. HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penderita yang terjangkit
HIV mudah terkena penyakit infeksi lain dan keganasan. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)
merupakan kumpulan gejala akibat gangguan sistem kekebalan tubuh yang didapat. AIDS didapat dari infeksi
HIV. Sampai saat ini obat yang tersedia hanya untuk mengendalikan virus HIV, bukan untuk memberantasnya.

HIV/AIDS termasuk Penyakit Menular Seksual, Menular lewat cairan tubuh antara lain cairan mani, cairan
vagina, produk darah dan air susu. Penularannya melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik bekas,
dari ibu hamil ke janinnya. Pengidap HIV/AIDS dapat terlihat normal dan baik-baik saja. Orang yang baru saja
tertular HIV sudah langsung dapat menularkan ke orang lain.
Adapun mitos-mitos terkait HIV/AIDS yang tersebar di masyarakat antara lain bahwa HIV dapat menular lewat
gigitan nyamuk, menular lewat udara dan air, menular lewat air mata dan ludah, menular lewat pemakaian
jamban bersama, menular lewat jabatan tangan, menular lewat makan bersama.

8. Pencegahan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS
Pencegahan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS menggunakan
metode ABCDE yaitu antara lain :
o A = Absen yaitu tidak berhubungan seksual saat jauh dari pasangan
o B = Be faithful (setia) yaitu tidak berganti-ganti pasangan
o C = Condom yaitu memakai kondom saat melakukan hubungan seksual
o D = Drugs yaitu tidak menggunakan narkoba
o E = Education yaitu aktif mencari informasi yang benar

9. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi


Adapun cara menjaga kesehatan reproduksi antara lain :
o Ganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari
o Tidak memakai pakaian dalam yang ketat dan berbahan sintetik
o Bersihkan organ reproduksi luar dari arah depan ke belakang, gunakan air bersih dan keringkan
o Tidak terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina
o Jangan menggunakan panty liner dalam waktu lama
o Ganti pembalut setiap 4 jam sekali
o Bagi laki-laki, sebaiknya disunat

10. Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah cara atau alat yang digunakan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Penggunaan alat kontrasepsi akan mencegah sel telur dan sel sperma bertemu, menghentikan produksi sel telur,
menghentikan penggabungan sel sperma dan sel telur yang telah dibuahi yang menempel pada lapisan rahim.

Anda mungkin juga menyukai