Pengaruh Motivasi Kerja Karyawan Bank Papua
Pengaruh Motivasi Kerja Karyawan Bank Papua
Untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana Manajemen
pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya Makassar
Oleh
VITALIS TIGAU
NIM : 202002018
i
PROPOSAL
Oleh
VITALIS TIGAU
NIM : 202002018
Makassar, 2024
Komisi Pembimbing
Pembimbing I Pembimbing II
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan
Proposal ini disusun sebagai bentuk salah satu syarat untuk memenuhi
Sumber Daya Manusia (MSDM) pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan
Jaya, dalam proses penyusunan proposal ini terdapat beberapa hambatan, namun
berkat bantuan dari berbagai pihak maka proposal ini dapat terselesaikan dengan
baik. Dan atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan, maka penulis
1. Tuhan Yang Maha Esa yang tiada hentinya memberikan Nikmat Iman,
baik.
2. Kedua orang tua serta keluarga yang selalu setia mendoakan, memberikan
3. Hj. Andi Nurlaela, selaku Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen
4. Dr. Hernita, SE, MM. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya
Makassar.
5. Guntur Suryo Putro, SE. MM. Ketua I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Ilmu
iii
6. Amsal Sahban,MM,PhD, Ketua II Bidang Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu
7. Alfiany, SE. MM, Ketua III Bidang Kemahasiswaan Sekolah Tinggi Ilmu
yang selalu sabar dalam memberikan bimbingan dan arahan serta kritik dan
10. Bapak/Ibu Dosen dan seluruh Staf Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan
Jaya Makassar selaku pengganti orang tua di Kampus, yang telah senantiasa
11. Dan ucapan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan Mahasiswa (i) Sekolah
Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya Makassar, yang tidak bisa saya
proposal ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu, penulis dengan senantiasa
menerima kritik dan saran dari pembaca yang bertujuan untuk meningkatkan mutu
proposal ini.
Akhir kata penulis berharap semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi
Makassar, 2024
Penulis
VITALIS TIGAU
NIM. 202002018
iv
DAFTAR ISI
Halaman
v
C. JenisPenelitian dan Sumber Data ............................................. 21
D. Populasi dan sampel ..................................................................... 22
1. Populasi ..................................................................................... 22
2. Sampel ...................................................................................... 23
E. Teknik Analisis Data ................................................................ 23
G. Anallisis Vrifikatif ............................................................................ 25
1. Uji Validitas ................................................................................ 25
2. Uji Reliabilitas ............................................................................ 25
3. Uji t ............................................................................................. 26
4. Koefesien Determinasi (R2) ...................................................... 27
H. Defenisi Operasional ..................................................................... 27
vi
DAFTAR TABEL
vii
DAFTAR GAMBAR
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
memegang suatu peranan yang sangat penting. Potensi setiap sumber daya
manusia yang ada dalam organisasi salah satunya di PT.Bank Papua Cabang
manusia adalah dengan cara meningkatkan motivasi kerja agar kebutuhan dalam
sandang, dan papan. Pemberian motivasi kerja yang makin baik dapat mendorong
karyawan bekerja dengan makin produktif. Dengan produktivitas kerja yang tinggi
karyawan terutama imbalan finansial berupa kenaikan gaji atau pemberian bonus
atau prestasi kerja lainnya, maka tentu setiap karyawan akan selalu konsentrasi
karyawan antara lain kepuasan kerja dan besarnya kompensasi yang diterima oleh
1
2
karyawan maka kedua hal tersebut perlu diperhatikan oleh pimpinan agar jangan
untuk bekerja dalam menjalankan tugasnya. Dengan motivasi yang baik maka
para karyawan akan merasa senang dan bersemangat dalam bekerja sehingga
organisasi. Motivasi dilaksanakan bukan dari atasan saja, tetapi juga dari diri
sendiri yang mana motivasi tersebut diartikan sebagai keadaan dalam diri pribadi
guna mencapai tujuan yang diharapkan. Tidak ada alasan untuk tidak memiliki
Motivasi kerja juga dapat memberikan energi yang menggerakkan segala potehsi
yang ada, menciptakan keinginan yang tinggi dan luhur, serta meningkatkan
kebersamaan dalam mencapai tujuan organisasi dengan kata lain motivasi kerja
motivasi dapat dijadikan sebagai salah satu dorongan untuk memacu kinerja
sSasaran motivasi adalah untuk mencapai rasa memiliki tujuan bersama dengan
keinginan dan kebutuhan para anggotanya berada dalam keadaan yang harmonis.
3
tenaga kerja sepenuhnya guna memperoleh hasil yang memuaskan, konsep ini
dan memelihara perilaku manusia, motivasi ini merupakan subyek yang penting
bagi manajemen karena menurut definisi manajer harus bekerja dengan orang
target yang telah ditetapkan, produktivitas kerja, kualitas hasil kerja, serta kualitas
PT. Bank Papua Cabang Makassar adalah satu-satunya bank daerah yang
Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua
Tengah. sehingga pimpinan harus selalu memberi support dan motivasi terhadap
semua karyawan yang ada di bank tersebut tanpa terkecuali demi meningkatkan
memegang suatu peranan yang sangat penting. Potensi setiap sumber daya
4
manusia yang ada dalam organisasi salah satunya di PT. Bank Papua Cabang
PT. Bank Papua cabang Makassar dapat digambarkan dari kedisiplinan yang ada
pada setiap karyawan, karena kedisiplinan seperti datang tepat waktu membuat
pekerjaannya.
yang begitu banyak sehingga para karyawan sering mengalami stres yang
berlebihan dikarenakan harus menyelesaikan pekerjaan pada hari itu juga dan
ditambah lagi dengan menghadapi nasabah yang harus dilayani dengan berbagai
keinginannya.
terhadap kinerja karyawan yang ada di PT Bank Papua Cabang Makassar, maka
B. Batasan Masalah
Penelitian ini hanya membahas variabeL motivasi kerja dan variable kinerja
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Bagi akademisi
HasiL penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu rujukan dalam upaya
2) Bagi praktisi
sarana untuk dapat diterapkan dan dapat diaplikasikan hasil penelitian agar
A. Motivasi Kerja
salah satu unsur yang dapat menjelaskan perilaku seseorang Menurut (R.S.
Afriyanti, 2019) bahwa motivasi berasal dari kata motivation yang berarti
aktivitas yang lebih banyak dan lebih baik karyawan memperoleh hasil lebih baik
pula sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Keinginan yang timbul dalam diri
karyawan dapat berasal dari dalam diri nya sendiri maupun berasal dari luar
dirinya, baik berasal dari lingkungan kerjanya maupun dari luar lingkungan
kerjanya.
menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan
dan terintegrasi kepada tujuan yang ditentukan. Sedangkan Menurut Mathis dan
1
8
mereka dapat mencapai tujuannya Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan
oleh Nawawi (2008) bahwa motivasi sebagai suatu keadaan yang mendorong atau
Fadillah, et all (2013:5) “Motivasi adalah suatu dorongan kebutuhan dalam diri
pegawai yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri
S.S., M.M (2018:133) adalah sebagai berikut : “Motivasi adalah suatu faktor yang
mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu
motivasi sering kali diartikan sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Setiap
aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pasti memiliki suatu faktor yang
suatu aktivitas tertentu pada umumnya adalah kebutuhan serta keinginan orang
keinginan orang lain. Perbedaan kebutuhan dan keinginan seseorang itu terjadi
karena proses mental yang terjadi dalam diri orang tersebut. Proses mental itu
merupakan pembentukan persepsi pada diri orang yang bersangkutan dan proses
terhadap segala sesuatu yang dilihat dan dialaminya dari lingkungan yang ada di
sekitarnya”.
Komponen dalam adalah perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak
seseorang, tujuan yang menjadi arah tingkah lakunya. Setiap kegiatan yang
dilakukan oleh seseorang tidak terlepas dari berbagai motif dan sikap, yang
Motif adalah daya timbul dari dalam diri orang yang mendorong untuk berbuat
sesuatu. Motif itu terdiri dari dua unsur. Unsur pertama berupa daya pendorong
untuk berbuat, dan unsur kedua adalah sasaran atau tujuan yang akan diarahkan
oleh perbuatan itu. Dua unsur dalam motif ini membuat orang melakukan kegiatan
sekaligus ingin mencapai apa yang dikehendaki melalui kegiatan yang dilakukan
itu.
Motivasi datang dari dalam diri manusia, oleh karena itu pemimpin
sendiri. Pemimpin perlu memberikan alasan kepada karyawan untuk percaya diri
suatu pekerjaan.
10
oleh beberapa faktor-faktor tersebut dapat dibedakan atas faktor internal dan
1) Faktor internal
hidup dimuka bumi ini. Keinginan untuk dapat hidup meliputi kebutuhan
untuk memperoleh kompensasi yang memadai, dan kondisi kerja yang aman
dan nyaman.
mau melakukan pekerjaan. Hal ini banyak kita alami dalam kehidupan kita
sehari-hari, bahwa keinginan yang keras untuk dapat memiliki itu dapat
pimpinan yang adil dan bijaksana,di PT. Bank Papua Cabang Makassar
2) Faktor eksternal
yang ada disekitar pegawai yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat
Lingkungan kerja ini meliputi: tempat kerja, fasilitas dan alat bantu pekerjaan,
d) Adanya jaminan pekerjaan yaitu setiap orang akan mau bekerja mati-matian
mengorbankan apa yang ada pada dirinya untuk PT. Bank Papua Cabang
Makassar.
e) Status dan tanggung jawab dalam jabatan tentu merupakan tambaan setiap
semata tetapi juga suatu masa mereka juga berharap akan ada kesempatan
menduduki jabatan.
a. Prinsip Partisipasi
12
b. Prinsip Komunikasi
usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas, karyawan akan lebih
4. Tujuan Motivasi
tugasnya.
Motivasi yakni :
1. Promosi
2. Prestasi kerja
4. Penghargaan
5. Tanggung jawab
6. Pengakuan
1. Tanggung Jawab
2. Prestasi Kerja
B. Kinerja Karyawan
Kinerja atau performance berarti hasil kerja yang dapat sesuai dengan
dari sesuai dengan Norma etika, Roziqin (2010). Menyatakan bahwa kinerja
merupakan keseluruhan proses pekerja dari individu tersebut baik atau sebaliknya.
diproduksi oleh fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan – kegiatan pada pekerjaan
bahwa kinerja adalah hasil-hasil fungsi pekerjaan seseorang atau kelompok dalam
suatu organisasi pada periode waktu tertentu yang merefleksikan seberapa baik
dalam usaha pencapaian tujuan organisasi. Lilyana, De Yusa, dan Yatami (2021)
15
menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang telah dicapai dengan
menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dalam jangka
waktu tertentu.
mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui
menyatakan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seseorang menurut
ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Arisanti, Santoso, dan
kerja yang dapat dicapai seseorang individu maupun sekelompok orang dalam
suatu organisasi, maka sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab dari
memperbaiki upayanya.
rekan sekerja, pimpinan atau bawahan, fasilitas- fasilitas kerja dan iklim atau
kondisi organisasi.
seseorang.
pekerjaan.
9. Kepuasan kerja merupakan perasaan senang atau gembira atau perasaan suka
10. Lingkungan kerja merupakan suasana atau kondisi di sekitar lokasi tempat
bekerja.
11. Loyalitas merupakan kesetiaan karyawan untuk tetap bekerja dan membela
kerjanya secara sunguh-sungguh. Disiplin kerja dalam hal ini dapat berupa
kompensasi.
masa lalu yang digunakan untuk membuat keputusan di bidang SDM di masa
dengan adanya kebijakan atau program yang lebih baik lagi atas sumber daya
publik mengacu pada konsep value for money (VFM). Konsep value for money
daya keuangan (uang/kas) menjadi input sekunder berupa tenaga kerja, bahan,
b. Efisiensi. Efisiensi terkait dengan hubungan antara output berupa barang atau
menghasilkan output.
5. Indikator Kinerja
Yaitu segala macam bentuk jumlah tenaga kerja yang dilaksanakan dapat
terlihat dari hasil kinerja pegawai dalam waktu tertentu dalam menyelesaikan
Yaitu segala macam bentuk satuan ukuran yang berhubungan dengan kualitas
atau mutu hasil kerja yang dapat dinyatakan dalam ukuran angka atau padanan
angka lainnya.
3. Efisiensi
Yaitu dalam melaksanakan tugas berbagai sumber daya secara bijaksana dan
4. Disiplin kerja
5. Inisiatif
tanpa harus diberi tahu, berusaha untuk terus bergerak untuk melakukan
C. Kerangka Pikir
Motivasi Kerja (independent) dan variabel kinerja (Dependen). Dari beberapa teori
ini :
20
D. Hipotesis
yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada
METODE PENELITIAN
yang terletak di Jalan Andi Pangerang Pettarani Nomor 54, adapun rencana
penelitian dilaksanakan kurang lebih 2 (dua) bulan mulai bulan Februari 2024
menggunakan teknik :
a) Observasi
Cabang Makassar.
b) Angket/Kuesioner
Makassar.
1
22
1. Jenis Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu :
1. Data Kualitatif
Data kualitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk informasi, baik secara
2. Data Kuantitatif
yang kokoh atau dengan kata lain data ini berupa angka-angka yang diperoleh.
2 Sumber Data
a. Data Primer
Data primer adalah data yang secara langsung didapatkan dari Iapangan, seperti
sebagainya.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain atau
1. Populasi
generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan
23
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua karyawan di PT. Bank Papua Cabang Makassar yang
berjumlah 33 orang.
2. Sampel
dimana semua karyawan di PT. Bank Papua Cabang Makassar yang dijadikan
yang mudah dipahami dan bentuk yang lebih ringkas. Analisis data merupakan
salah satu kegiatan penelitian berupa proses penyusunan dan pengolahan data
sebagai berikut: “Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh
dari seluruh responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti,
data interval atau rasio yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal.
24
dan ordinal dari populasi yang bebas distribusi (Sugiyono, 2007 : 21).
mengacu pada rata-rata skor kategori angket atau kuesioner yang diperoleh dari
responden. Penggunaan skor dalam kategori ini digunakan sesuai dengan lima
kategori skor yang dikembangkan dalam skala Likert atau ordinal dan digunakan
dalam penelitian. Bentuk pilihan jawaban (Skala Likert) yang disediakan adalah
sebagai berikut :
F. Analisis Deskriptif
menggeneralisasi. Dalam penelitian ini yang 2 (dua) variabel yang terdiri dari
variabel bebas yaitu Motivasi Kerja (X) dan variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan
(Y). Agar setiap jawaban dapat dihitung maka jawaban tersebut harus diberi skor.
Alat ukur yang digunakan untuk menilai jawaban responden adalah menggunakan
Rating Skala Likert atau Ordinal dalam kuesioner. Model Persamaan Regresi
Y = a + bX
25
Dimana :
a = Konstanta
oleh Predictor.
G. Analisis Verifikatif
1. Uji Validitas
Sebelum data diproses terlebih dahulu dilakukan uji validitas untuk menguji
alat ukur atau kuesioner. Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur
itu mengukur apakah sesuai dengan standar yang ditetapkan atau mengukur
apakah sesuai dengan yang diukur. Untuk mengukur validitas kuesioner dilakukan
dengan metode korelasi pearson product moment, yaitu hasil dari seluruh
kuesioner yang berupa skor dikorelasikan (Nazir, 2005). Valid tidaknya alat ukur
tersebut dapat diuji dari penjumlahan semua skor pertanyaan. Apabila korelasi
2. Uji Reliabilitas
untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila
pengukuran diulang dua kali atau lebih. Teknik untuk mengukur reliabilitas
reliabilitas Alpha Cronbach. Untuk mengukur tingkat keandalan alat ukur secara
26
interval, digunakan nilai alpha cronbach. Nilai alpha cronbach dapat dihitung
𝑘 ∑𝜎𝑏2
𝑟= ][1 −
(𝑘 − 1) 𝜎 2𝑡
Keterangan:
r = koefisien reliabilitas instrumen (cronbach alpha)
k = banyak nya butir atau banyak pertanyaan soal
σ 2t = Total varians
atau tidak, dalam literatur atau buku penelitian tidak memiliki standar yang baku.
Dalam penelitian ini digunakan acuan α > 0,5 sebagai kriteria alat ukur yang
menggunakan alat bantu program Statistical Package for Social Science (SPSS ).
3. Uji t
Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh
terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel
3) Menentukan t hitung
27
6) Membuat kesimpulan
yaitu bahwa nilainya akan selalu meningkat dengan adanya penambahan variabel
bebas dalam suatu model. Hal ini akan menimbulkan bias, karena jika ingin
variabel bebas dan nilai R akan meningkat, tidak tergantung apakah variabel
bebas tambahan itu berhubungan dengan variabel terikat atau tidak. Oleh karena
Interpretasinya sama dengan R Square, akan tetapi nilai Adjusted R Square dapat
naik atau turun dengan adanya penambahan variabel baru, tergantung dari
korelasi antara variabel bebas tambahan tersebut dengan variabel terikatnya. Nilai
Adjusted R Square dapat bernilai negatif, sehingga jika nilainya negatif, maka nilai
tersebut dianggap 0, atau variabel bebas sama sekali tidak mampu menjelaskan
1. Motivasi
berikut :
a. Tanggung Jawab
b. Prestasi Kerja
2. Kinerja
Menurut Sugiyono (2013) Kinerja adaIah hasiI kerja yang dapat dicapai
secara iIIegaI, tidak meIanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan
etika. Ada beberapa indikator yang terdapat pada kinerja pegawai sebagai
berikut :
yaitu segala macam bentuk jumlah tenaga kerja yang dilaksanakan dapat
terlihat dari hasil kinerja pegawai dalam waktu tertentu dalam menyelesaikan
yaitu segala macam bentuk satuan ukuran yang berhubungan dengan kualitas
atau mutu hasil kerja yang dapat dinyatakan dalam ukuran angka atau padanan
angka lainnya.
c. Efisiensi
29
yaitu dalam melaksanakan tugas berbagai sumber daya secara bijaksana dan
d. Disiplin kerja
e. Inisiatif
tanpa harus diberi tahu, berusaha untuk terus bergerak untuk melakukan
3. Efisiensi
2. Disiplin kerja
3. Inisiatif
30
DAFTAR PUSTAKA
Adhari, Iendy Zelviean, and MM SE. Cara mudah bisnis percetakan yang kekinian.
Jakad Media Publishing, 2020.
A.A. Anwar, Prabu Mangkunegara (2010). Evaluasi Kinerja SDM, PT.Refika
Aditama, Bandung.Bangun, Wilson, 2012, Manajemen Sumber Daya
Manusia, Erlangga, Bandung
Afandi, Annisa Nurliani, Nurul Fatimah, and Cynthia Riyanti Martana. "Pengaruh
Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Organisasi Dengan
Budaya Organisasi Sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Bank Mandiri
Cabang Braga Bandung)." Riset Akuntansi Dan Perbankan 15.1 (2021):
460-468
Afrianti, R. S., and Febsri Susanti. "Pengaruh Promosi Jabatan, Pengendalian
Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dinas Pengelolaan Sumber
Daya Air Kabupaten Pesisir Selatan." (2019).
Arisanti, Kartika Dwi, Ariadi Santoso, and Siti Wahyuni. "Pengaruh Motivasi Kerja
Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Pegadaian
(Persero) Cabang Nganjuk." JIMEK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi 2.1
(2019): 101-118.
Arikunto, Menurut. "KONSEP DIMEN SI." Juusan Imu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (2017): 101.
Aziz, Abdul, and Yunika Nur Fauzah. "Pengaruh Kompensasi Finansial Dan Non
Finansial Melalui Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Reska Multi
Usaha (Rmu) Cirebon." Jurnal Ekonomi Manajemen 1.2 (2018).
Bangun, Wilson. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta:
Erlangga
Bayu Fadillah, et all (2013:5). (2019). Analisis Penempatan, Motivasi Kerja, Dan
Pengembangan Karier Terhadap Kepuasan Kerja Pada PT. Angkasa Pura II
(PERSERO) Bandara Husain Sastra Negara Bandung.30–32.
Ernanda, D., & Sugiyono, S. (2017). Pengaruh Store Atmosphere, Hedonic Motive
Dan Service Quality Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Ilmu dan Riset
Manajemen (JIRM), 6(10).Nazir, Nazir A. "Person-culture fit and employee
commitment in banks." Vikalpa 30.3 (2005): 39-52.
Farisi, Salman, Juli Irnawati, and Muhammad Fahmi. "Pengaruh motivasi dan
disiplin kerja terhadap kinerja karyawan." Jurnal Humaniora: Jurnal Ilmu
Sosial, Ekonomi Dan Hukum 4.1 (2020): 15-33
Hasibuan ,Melayu S,P.2013 Manajamen sumber daya manausia.Edidin Revisi
.Jakarta :PT..bumi Angksara.
Hushori, A., and Maya Novianty. "Peranan Penilaian Prestasi Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada Pt Pos Indonesia (Persero) Kantor Wilayah Usaha
Pos Iii Palembang." Jurnal Ilmiah Orasi Bisnis 13 (2015): 108-117
31
Lilyana, Besti, Viola De Yusa, and Irma Yatami. "Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik
Dan Kompensasi Non Finansial Terhadap Kinerja Karyawan Bagian
Produksi Pada PT. Rudant Maju SelaraT." Jurnal Manajemen Mandiri
Saburai (JMMS) 5.3 (2021): 163-170
Martoyo, Wildan Usama; SUPRAPTO, Falahah. Kajian Evaluasi Usability dan
Utility pada Situs Web. SESINDO 2015, 2015, 2015
Mathis, R.L. & J.H. Jackson. 2006. Human Resource Management: Manajemen
Sumber Daya Manusia. Terjemahan Dian Angelia. Jakarta: Salemba Empat.
Milala, Jery Aprananta S. Analisis Kinerja Karyawan Pada Cu Merdeka Berastagi.
Diss. Universitas Quality Berastagi, 2022.
Nurjaya, Nunu. "Pengaruh Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja Dan Motivasi
KerjaTerhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Hazara Cipta
Pesona." AKSELERASI:Jurnal Ilmiah Nasional 3.1 (2021): 60-74
Putri, Sinta Herlini. "Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan." (2020).
Roziqin, Muhammad Zainur. 2010. Kepuasan Kerja. Malang : Averroes Press.
Suryana, Sugiyono, et al. "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D." International Journal of Management 3.11 (2013): 1-14.
Nawawi, Hadari. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang
Kompetitif. Gadjah Mada Univesity Press. Yogyakarta
Rita, N. (2023). Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Digital:
Meningkatkan Kompetensi Dan Kinerja Di Era Digital (Studi Di Lingkungan
Pegawai Dprd Jawa Barat). Inspirasi Ekonomi: Jurnal Ekonomi
Manajemen, 5(4), 316-325.
Rivai, Harif A. 2005. Pengaruh Kompensasi, Komitmen Organisasional, dan
Kompetensi Terhadap Kinerja Individual. Kajian Bisnis, Vol. 3, September –
Desember 2005, 272-286.