0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan18 halaman

Pilihan Karir Setelah Lulus SMA-MA

Rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal SMAN 1 Kuto Winangun membahas topik pilihan karir setelah lulus SMA/MA. Layanan ini akan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan materi pilihan karir, studi lanjut, kursus/pelatihan, dunia kerja, dan kehidupan berkeluarga. Metode yang digunakan adalah mind mapping, diskusi, dan tanya jawab.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan18 halaman

Pilihan Karir Setelah Lulus SMA-MA

Rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal SMAN 1 Kuto Winangun membahas topik pilihan karir setelah lulus SMA/MA. Layanan ini akan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan materi pilihan karir, studi lanjut, kursus/pelatihan, dunia kerja, dan kehidupan berkeluarga. Metode yang digunakan adalah mind mapping, diskusi, dan tanya jawab.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KOTA KEBUMEN DINAS PENDIDIKAN

SMAN 1 KUTOWINANGUN
Jl. Raya Barat No.185, kode pos: 54393 Kedung Tawon, Kuwarisan,
Kec. Kutowinangun, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah.
Telp. (0287) 661039 email : [email protected]

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2022/2023

A Komponen Layanan Layanan Dasar


B Bidang Layanan Karir
C Topik Layanan Pilihan Karir Setelah Lulus SMA-MA
D Fungsi Layanan Pemahaman
Peserta didik/konseli memahami beberapa pilihan karir
E Tujuan Umum setelah lulus SMA/MA, serta mampu memahami
konsekuensi dari setiap keputusan pilihan karir tersebut.
1. Peserta didik/konseli dapat memahami pilihan karir
setelah lulus dari SMA-MA
2. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus
diperhatikan untuk studi lanjut
3. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus
F Tujuan Khusus diperhatikan untuk mengikuti kursus/pelatihan
4. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus
diperhatikan untuk memasuki dunia kerja
5. Peserta didik/konseli dapat memahami hal yang harus
diperhatikan untuk memasuki kehidupan berkeluarga.

G Sasaran Layanan Kelas 12


1. Pilihan karir setelah lulus dari SMA-MA
2. Hal yang harus diperhatikan untuk studi lanjut
H Materi Layanan 3. Mengikuti kursus/pelatihan
4. Memasuki dunia kerja
5. Memasuki kehidupan berkeluarga
I Waktu 2 kali pertemuan x 45 menit
J Sumber 1. Rencanamu.id. Persiapkan Kuliah dari Sekarang,
Yuk. Diakses pada 16 September 2022, dari
https://rencanamu.id/post/panduan-persiapan-kuliah
2. Dewanty, Fitri. (2021). Mau Kuliah? Ini 5 Jenis
Perguruan Tinggi di Indonesia yang Bisa Kamu
Pilih. Diakses dari https://pahamify.com/blog/jenis-
jenis-perguruan-tinggi/
3. Man1Jepara. Diakses pada 17 September 2022,
dari https://bk.man1jepara.sch.id/pilih-karir-
setelah-lulus-sma-ma/
4. LTMPT. Diakses pada 16 September 2022,
dari https://ltmpt.ac.id/?mid=10

K Metode/Teknik Mind Mapping, Curah pendapat dan tanya jawab.


L Media/Alat LCD, power point, laptop, Alat tulis.

M Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menyapa
peserta didik dengan kalimat yang membuat siswa
bersemangat dilanjutkan dengan berdoa.
2. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menanyakan kabar peserta didik/konseli.
3. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
mengecek kehadiran peserta didik/konseli dan
a. Pernyataan Tujuan
mengucapkan terimakasih kepada peserta didik/konseli
atas kehadirannya.
4. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan tujuan dari pemeberian bimbingan dengan
topik “Pilihan Karir Setelah Lulus SMA-MA”.
5. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
memberikan Ice Breaking/games sederhana untuk
merefresh peserta didik/konseli supaya lebih bersemangat.

1. Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor


memberikan penjelasan mengenai kegiatan yang akan
b. Penjelasan tentang dilakukan.
langkah-langkah 2. Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
kegiatan membuat kesepakatan waktu dengan peserta
didik/konseli.

1. Guru bimbingan konseling atau konselor menanyakan


pemahaman awal peserta didik/konseli terkait dengan
topik yang dibahas, yaitu “Pilihan Karir Setelah Lulus
c. Mengarahkan kegiatan
SMA-MA”.
(konsolidasi)
2. Guru bimbingan konseling atau konselor memberikan
penjelasan operasional tentang topik yang dibahas.

Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor


d. Tahap Peralihan
menanyakan kesiapan peserta didik/konseli melaksanakan
(Transisi)
kegiatan, dan memulai ke tahap inti.
2. Tahap Inti
1. Peserta didik/konseli memperhatikan slide powerpoint.
2. Peserta didik/konseli mendengarkan materi yang
dipaparkan oleh Guru bimbingan konseling atau konselor.
3. Peserta didik/konseli membuat mind mapping sesuai
a. Kegiatan Peserta dengan bakat yang dimiliki.
Didik/Konseli 4. Peserta didik/konseli mendengarkan penjelasan singkat
mengenai mind mapping dari guru bimbingan dan
konseling atau konselor.
5. Peserta didik/konseli mempresentasikan mind mapping
yang telah dibuat.

1. Guru bimbingan dan konseling atau konselor


menyangkan slide powerpoint.
2. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
memaparkan materi mengenai topik “Pilihan Karir
Setelah Lulus SMA-MA”.
3. Guru bimbingan dan konseling atau konselor memberi
sedikit penjelasan mengenai mind mapping.
4. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
mempersilahkan peserta didik/konseli untuk membuat
mind mapping hal-hal yang membuat semangat belajar
b. Kegiatan Guru menurun.
Bimbingan dan
5. Guru bimbingan dan konseling atau konselor membuat
Konseling atau Konselor
kesepatakan waktu untuk peserta didik/konseli
membuat mind mapping.
6. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
mempersilahkan peserta didik/konseli untuk
mempresentasikan mind mapping yang telah buat.
7. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
mengevaluasi hasil diskusi peserta didik/konseli.
8. Guru bimbingan konseling atau konselor membuat
catatan-catatan observasi selama proses layanan.

3. Tahap Penutup
a. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor memberikan penguatan atau
b. Merencanakan tindak lanjut.
1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
2. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan mengungkapkan kemanfaatan dan
kebermaknaan kegiatan secara lisan.
3. Guru Bimbingan dan Konseling memberi penguatan dan rencana tindak lanjut,
4. Guru Bimbingan dan Konseling menutup kegiatan layanan dengan mengajak peserta
didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan salam.
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang
terjadi:
1. Mengadakan refleksi
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan :
(contoh :semangat/ kurang semangat/ tidak semangat)
3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya : sesuai dengan topik/ kurang sesuai dengan topik/
tidak sesuai dengan topik
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan terhadap
pertanyaan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor:
mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit dipahami

2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain:


1. Merasakan suasana pertemuan:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak menyenangkan
2. Topik yang dibahas: sangat penting/ kurang
penting/tidak penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan: mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit
dipahami
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/ kurang menarik/ tidak
menarik untuk diikuti

Lampiran: 1. Materi layanan


2. Lembar kerja peserta didik/konseli (kalau ada)
3. Powerpoint
4. Lembar evaluasi
5. Slogan (kalau ada)

Mengetahui, Kebumen, 17 September 2022


Guru BK/Konselor, Mahasiswa Praktikan

Lukman Hakim. S.Psi. Nevira Hayyu Afenia.

NIP. 19790726 200903 1 005 NIM. 19104241008


Lampiran 1 – Materi Layanan

PILIHAN KARIR SETELAH LULUS SMA-MA

Lulus SMA/MA, Mau Ke Mana Ya..?


Setelah lulus dari SMA/MA, secara garis besarnya ada 4 (empat) alternatif pilihan karir,
diantaranya :
1. Melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi
2. Mengikuti kursus atau pelatihan
3. Memasuki dunia kerja
4. Memasuki kehidupan berkeluarga

a) Merencanakan Kelanjutan Studi


Dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tentunya kesempatan memperoleh
pekerjaan yang lebih baik akan semakin besar pula. Apalagi saat ini tidak bisa dipungkiri,
persaingan begitu ketat untuk mencapai pekerjaan. Disamping itu, didalam agama dikatakan
bahwa setiap insan wajib menuntut ilmu sepanjang hayat, usaha berpikir dan mengoptimalkan
fungsi pikir akan mendatangkan pahala yang besar, kemiskinan sangat beresiko besar kepada
kekufuran (melemahnya / hilangnya keimanan).
Perguruan tinggi yang tepat bukan berarti yang mahal dan terkenal, namun yang sesuai
dengan minat, kemampuan akademis, serta kondisi sosial ekonomi, disamping kredibilitas dari
perguruan tinggi yang bersangkutan.

b) Hal yang harus Diperhatikan untuk Studi Lanjut


Dibawah ini akan dikemukakan berbagai informasi yang harus dipertimbangkan dalam studi
lanjut, diantaranya :
1. Status dan Akreditasi Perguruan Tinggi
Dilihat dari statusnya, perguruan tinggi dibagi dua, yaitu: Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan
Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang dikelola
oleh pemerintah baik dibawah Departemen Pendidikan Nasional maupun dibawah Departemen
lain milik pemerintah. Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang dimiliki dan
dikelola oleh perseorangan atau kelompok atau yayasan tertentu. Umumnya, perguruan tinggi
negeri mendapat subsidi dari pemerintah dalam pengelolaan pelaksanaan pendidikan. Lain
halnya dengan perguruan tinggi swasta, pembiayaan pengelolaan pelaksanaan pendidikan
menjadi tanggung jawab perguruan tinggi yang bersangkutan sepenuhnya.
2. Jalur, Jenjang Pendidikan, dan Bentuk Perguruan Tinggi
Ada dua jalur pendidikan tinggi di Indonesia, yaitu jalur akademik dan jalur profesional, jalur
akademik (biasa disebut jenjang Sarjana/S1), lebih menekankan pada penguasaan ilmu
pengetahuan serta pengembangannya. Setelah lulus dari jalur ini, mahasiswa berhak memperoleh
gelar dan terbuka kesempatan untuk terus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (pasca
sarjana). Jalur pendidikan akademik diselenggarakan oleh Universitas, Institut serta sekolah
tinggi. Jalur profesional (sering disebut jenjang diploma) menekankan pada penerapan keahlian
tertentu. mahasiswa diarahkan pada peningkatan kemampuan/keterampilan kerja serta aplikasi
ilmu dan teknologi.
Secara umum perguruan tinggi di Indonesia di bedakan menjadi 5 (lima) jenis, Yaitu:
Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi dan Poleteknik. Masing-masing jenis memiliki
Karateristik yang berbeda. Universitas, Menyelenggarakan program pendidikan akademik
(sarjana) dan/atau profesional (diploma) dalam sejumlah ilmu pengetahuan tertentu. Universitas
memiliki program studi paling beragam, mulai dari ilmu eksakta sampai sosial. Institut,
menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan/atau profesional (diploma)
dalam kelompok ilmu pengetahuan sejenis, misalnya, institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi
Bandung, dan sebagainya. Sekolah Tinggi, Menyelenggarakan program pendidikan akademik
(sarjana) dan/ atau profesional (diploma) dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu, misalnya,
sekolah tinggi manajemen informatika komputer (STMIK), Sekolah tinggi Akutansi (STAN),
dan sebagainya. Akademi, menyelenggarakan program pendidikan profesional (diploma) dalam
satu atau sebagian cabang ilmu pengetahuan tertentu, misalnya Akademi Bahasa, Akademi
Sekretaris, Akademi Perawat, dan sebagainya. Politeknik, menyelenggarakan program
pendidikan profesional (diploma) dalam sejumlah bidang pengetehuan khusus, misalnya
politeknik elektro, politeknik manufaktur, dan sebagainya.
3. Sistem Penerimaan Mahasiswa
Setiap perguruan tinggi mempunyai cara tersendiri dalam menjaring mahasiswanya. Secara garis
besar sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri dilaksanakan secara: non
test (penelusuran bakat, minat, kemampuan) dan tes, (ujian saringan masuk) yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Sistem penerimaan mahasiswa baru
secara non tes dilaksanakan melalui penulusuran bakat, minat dan kemampuan dari calon
mahasiswa. Biasanya perguruan tinggi akan mengirimkan undangan (edaran) tentang penerimaan
mahasiswa secara non tes kepada sekolah menengah atas dengan persyaratan tertentu, antara lain
: siswa menduduki peringkat 1 (satu) sampai dengan 10 (tergantung dari perguruan tingginya).
Istilah yang dipergunakan oleh setiap perguruan tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru secara
non tes berbeda-beda, seperti : PMDK (penelusuran Minat Dan Kemampua) untuk UNJ
(Universitas Negeri Jakarta), PPKB (Program Pemerataan Kesempatan Belajar) untuk UI
(Universitas Indonesia), PSSB (Program Seleksi Siswa Berpotensi) untuk Universitas
Diponegoro, PBUD (Penelusuran Bibit Unggul Daerah) untuk Universitas Gajahmada, dan
sebagainya. Ujuan Tulis secara mandiri dilaksanakan oleh sebagian besar perguruan tinggi negeri
di Indonesia.
4. Perguruan Tinggi Kedinasan
Perguruan Tinggi Kedinasan adalah perguruan tinggi di bawah departemen lain selain
Departemen Pendidikan Nasional. Umumnya lulusan perguruan tinggi kedinasan langsung
terikat dengan departemen bersangkutan, sehingga banyak yang bisa langsung mendapat
pekerjaan tanpa harus tes lagi. Keunggulan dari Perguruan Tinggi Kedinasan Adalah: biaya
murah bahkan ada yang gratis, mendapat uang saku, adanya kepastian kerja (prospek cerah) serta
fasilitas lengkap. Untuk dapat diterima di perguruan tinggi kedinasan dituntut syarat-syarat
tertentu, yang terkadang dirasa berat oleh sebagian kalangan siswa. Namun sebenarnya, setiap
manusia memiliki energi yang tidak terbatas untuk membangun dirinya. Manusia dapat
melakukan apa saja yang diinginkannya. Apabila memiliki obsesi untuk sukses jalan akan
terbentang menuju tujuan, asal memiliki program dan melaksanakannya, tetap membangun
kepercayaan diri, serta lupa mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa.
5. Hal Penting Untuk Anda Ketahui
Pertimbangan mendasar yang harus diperhatikan untuk studi lanjut
1) Fokus keinginan primer ; yaitu pertimbangan cita-cita primer pasca lulus seperti : apakah
kebutuhan ekonomis, hasrat belajar dalam bidang sains murni, atau menjadi budayawan,
politikus, pengacara, pengusaha, dan lain-lain.
2) Fokus bakat ; apakah teknik, social-humaniora, kedokteran, bisnis, argrobisnis, dan lain-
lain
3) Fokus Penjurusan Bidang Studi ; Penentuan jurusan/bidang studi harus diprioritaskan
terlebih dahulu sebelum menentukan Perguruan Tinggi yang dipilih. Jurusan /program
studi terkait dengan kesuksesan studi dan cita-cita serta bakat yang dimiliki sedangkan
perguruan tinggi cenderung berkaitan dengan pilihan tempat dan kemampuan
finansial/keuangan.
4) Fokus kemampuan ; Baik kemampuan akademik maupun non akademik, termasuk
didalamnya daya dukung ekonomi keluarga sekalipun. Misalnya, fakultas kedokteran
memang jurusan yang menjanjikan, tapi ingat masa studi rata-ratanya mencapai 6-7 tahun
dan biaya praktikum relatif lebih mahal. Jika daya dukung ekonomi orang tua pas-pasan,
tentu akan mendapat banyak masalah, lain cerita jika orang tua Anda mampu untuk
membiayainya.

c) Mengikuti kursus / Pelatihan


Kursus : Satuan pendidikan luar sekolah yang terdiri atas sekumpulan warga masyarakat
yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental tertentu bagi warga belajar,
misalnya : kursus komputer, kursus menjahit (PP No.73 thn 1991)
Pelatihan Kerja : Keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta
mengembangkan keterampilan atau keahlian, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada
tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan klasifikasi jabatan atau
pekerjaan baik di sektor formal maupun sektor non formal (Kep.30/Men/99)
Pendidikan/Kursus dan Pelatihan
Pada dasar antara pendidikan dan pelatihan memiliki substansi yang sama yaitu proses
transformasi untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, kompetensi dengan suatu cara/metode
tertentu dan ditempat tertentu. Kalau pendidikan formal adanya di Sekolah atau Perguruan
Tinggi sedangkan Pelatihan adanya di tempat Kursus atau Diklat - diklat di Lembaga yang telah
memiliki legalitas. Pendidikan dengan pelatihan merupakan suatu rangkaian yang tak dapat
dipisahkan dalam sistem pengembangan sumberdaya manusia, yang di dalamnya terjadi proses
perencanaan, penempatan, dan pengembangan tenaga manusia. Tujuan yang baik dalam sebuah
training adalah memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu (doing something), bukan
memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu (knowing something). Perbedaan utama dari
Training dan Pendidikan terletak pada beberpa hal, yaitu: waktu (training dalam jangka waktu
singkat, sedangkan pendidikan lebih lama), bidang kajian (training spesifik, pendidikan lebih
luas), dan tujuan (training untuk meningkatkan kinerja/skill tertentu yang langsung diterapkan
dalam pekerjaan, sedangkan pendidikan lebih umum dan menyeluruh). Training lebih
menekankan learning by doing dan penguasaan secara parsial, sedangkan pendidikan lebih
berupa penambahan pengetahuan secara keseluruhan, penanaman konsep serta pembentukan
pola pikir dan pola sikap.

d) Memasuki Dunia Kerja


Bekerja merupakan suatu kebutuhan manusia, dengan bekerja manusia berharap akan
dibawa kepada keadaan yang lebih baik dan memuaskan bagi dirinya. Pekerjaan adalah sumber
penghasilan, kesempatan mengembangkan diri, serta aktualisasi diri, disamping untuk berbakti.
Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan harus dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya. Bekerja merupakan perwujudan citra manusia dari Tuhan yang diberi
kemampuan untuk menguasai alam semesta secara bijaksana dan bertanggung jawab. Karena itu
orang yang tidak mau atau malas bekerja adalah orang yang tidak menjunjung martabat diri
sendiri sebagai manusia. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri
apabila dapat menghayati dirinya sendiri sebagai pribadi yang bertanggung jawab membangun
serta memelihara kehidupan yang manusiawi. Setiap manusia diberi bekal dan kemampuan yang
berbeda. Begitu juga dengan pekerjaan terdapat berbagai macam pekerjaan yang menyerap
waktu, pikiran dan tenaga. Sebagai imbalannya, orang yang bekerja mempunyai hak balas karya
atau penghasilan. Akan tetapi bekerja bukan hanya untuk mencari uang, harta atau kekayaan,
melainkan sebagai salah satu perwujudan iman kepada Tuhan.
Untuk mendapatkan pekerjaan ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan:
a. Mencari lowongan kerja
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan, yaitu :
1) Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja
2) Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja
3) Melihat informasi lowongan kerja melalui medis elektronik, seperti televisi, internet dan
sebagainya
4) Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja
5) Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja
6) Memantapkan rasa percaya diri
b. Mengikuti Tes (Seleksi)
Setiap calon tenaga kerja pada umumnya harus mengikuti tes (seleksi) seleksi tersebut biasanya:
1) Seleksi administrasi. Merupakan seleksi terhadap berkas yang dikirim. Kelengkapan
berkas persyaratan yang diminta merupakan penentu kelulusan tes ini. Pada umumnya
persyaratan yang diminta oleh penerima tenaga kerja adalah : surat lamaran, fotocopy
ijazah/STTB, fotocopy KTP, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari
kepolisian, pasfoto ukuran 3X4 atau 4X6, dan Daftar Riwayat Hidup
2) Seleksi Akademis. Merupakan seleksi yang berhubungan dengan penalaran/ kemampuan
belajar. Biasanya seleksi ini bersifat tertulis. Materi tes umumnya dalam Bidang Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum
3) Psikotest (test kemampuan secara keseluruhan) psikotes dilaksanakan untuk mengetahui
seberapa besar kesesuaian antara pekerjaan dengan kepribadian pelamar kerja. Tes ini
meliputi tes bakat, minat, kecepatan dan ketelitian kerja, sikap kerja.
4) Tes wawancara. Setelah mengalami beberapa kali seleksi, pihak pencari tenaga kerja
biasanya memanggil para pelamar yang memenuhi kriteria penilaian untuk mengikuti
wawancara.
5) Seleksi Kesehatan (tes fisik) tes fisik dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana
kesesuaian secara fisik antara pelamar kerja dengan tuntutan pekerjaan. Biasanya tes ini
meliputi tes penglihatan, pendengaran, ketahanan fisik dan sebagainya.

e) Memasuki Kehidupan Keluarga


Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Menikah/ berkeluara merupakan salah
satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. Menikah hukumnya wajib bagi yang
sudah mampu. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklah mudah. Untuk memasuki
kehidupan berkeluarga/ menikah diperlukan berbagai macam pertimbangan. Kesiapan secara
fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental.
Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung
jawab, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi terhadap anak, keluarga suami/istri Anda, dan
lingkungan. orang yang sudah berumah tangga secara otomatis sudah dianggap dewasa,
walaupun secara usia masih belia. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi, sosial, moral akan
dibebankan kepada Anda. Anda dituntut untuk dapat memberi nafkah apabila Anda laki-laki,
dapat memelihara keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. Disamping itu,
lingkungan dan keluarga akan menuntut Anda untuk Bertanggung Jawab layaknya orang dewasa
baik secara ekonomi, sosial, etika dan moral.
Sekiranya Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus diperhatikan
secara matang. Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan
tantangan.
Lampiran 2 – Lembar Kerja Peserta Didik/Konseli

Membuat Mind Mapping

Tentang Perencanaan Setelah Lulus SMA

A. Ditulis Data Diri

1. Nama

2. Kelas

3. Jenis kelamin

B. Membuat mind mapping tentang perencanaan karir setelah lulus dari SMA (dengan
memberikan contoh bentuk mind mapping di powerpoint)
Lampiran 3 - Powerpoint
Lampiran 4 – Lembar Evaluasi

a. Evaluasi proses

No. Evaluasi Proses


1. Refleksi
2. Sikap peserta didik  Semangat
 Kurang semangat
 Tidak semangat
3. Cara peserta didik/konseli  Sesuai dengan topik
menyampaikan pendapat atau  Kurang sesuai dengan topik
bertanya.  Tidak sesuai dengan topik
4. Cara peserta didik/konseli  Mudah dipahami
memberikan penjelasan terhadap  Tidak mudah dipahami
pertanyaan Guru Bimbingan dan  Sulit dipahami
Konseling atau konselor.

b. Evaluasi hasil

No. Evaluasi Hasil


1. Nama:
Kelas:
Absen:
Merasakan suasana pertemuan  Menyenangkan
 Kurang menyenangkan
 Tidak menyenangkan
2. Topik yang dibahas  Sangat penting
 Kurang penting
 Tidak penting
3. Cara guru bimbingan dan  Mudah dipahami
konseling atau konselor  Tidak mudah dipahami
menyampaikan  Sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti  Menarik
 Kurang menarik
Lampiran 5 - Slogan

“Masa Depan di Pundakmu!

MARI TANAMKAN DISIPLIN BELAJAR”

Anda mungkin juga menyukai