0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan58 halaman

Profil PIK REKAMAN MAN 2 Kukar

PIK REKAMAN didirikan untuk membantu remaja MAN 2 Kutai Kartanegara menjadi individu yang kreatif, aktif, dan mandiri melalui program konseling dan informasi kesehatan. PIK REKAMAN berlokasi di MAN 2 Kutai Kartanegara dan bekerja sama dengan dinas kependudukan dan puskesmas setempat dalam memberikan layanan kepada remaja.

Diunggah oleh

Raihan Bachril ilmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan58 halaman

Profil PIK REKAMAN MAN 2 Kukar

PIK REKAMAN didirikan untuk membantu remaja MAN 2 Kutai Kartanegara menjadi individu yang kreatif, aktif, dan mandiri melalui program konseling dan informasi kesehatan. PIK REKAMAN berlokasi di MAN 2 Kutai Kartanegara dan bekerja sama dengan dinas kependudukan dan puskesmas setempat dalam memberikan layanan kepada remaja.

Diunggah oleh

Raihan Bachril ilmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROFIL PIK REKAMAN

(Pusat Informasi dan Konseling Remaja Kreatif, Aktif dan Mandiri)


MAN 2 KUTAI KARTANEGARA

Alamat :
MAN 2 Kutai Kartanegara
Jl. Jelawat Rt. 05 No. 32, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Telp. (0541) 663718
LEMBAR PENGESAHAN

Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah Swt, buku profil Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Kreatif Aktif dan Mandiri (PIK REKAMAN) MAN 2 Kutai Kartanegara dapat terealisasi.

Ditetapkan di Tenggarong

27 September 2023

Pembina PIK REKAMAN, Kepala Madrasah,

Nurlia Santy Agustin, S.Pd., M.Pd. Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si.
NIP.197408182005012008 NIP. 198108282003122001

Mengetahui,
Plt. Kepala Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,

Drs. Adinur, M.A.P.


NIP. 196502101990031016

KATA PENGANTAR

1
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat,
karunia, dan taufik hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan buku PROFIL PIK
REKAMAN.
Kami sangat berharap buku profil ini dapat berguna dalam rangka lebih mengenali
jejak sejarah PIK dan pemahaman atas program kerja dan berbagai kegiatan yang ada pada
ekstra kurikuler PIK REKAMAN serta arah tindak lanjut pengembangan programnya.
Banyak pihak yang tentu turut andil dalam keberhasilan pelaksanaan program, untuk
itu tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada kepala madrasah Ibu Ummi Puji Astutik.,
S.Pd., M.Si. selaku pengarah kegiatan dan pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kutai Kartanegara yang membantu serta memotivasi kami menbuat buku ini.
Demikian pula pihak Puskesmas Rapak Mahang yang dengan senang hati senantiasa
memantau dan membantu pelaksanaan informasi tambahan mengenai TRIAD KRR serta
menajadi wadah referral kasus kesehatan fisik dan psikis remaja.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa di dalam buku profil ini terdapat kekurangan.
Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga buku profil yang telah disusun ini dapat dipahami dan berguna bagi siapapun
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan semoga kita dapat bersama memanfaatkan catatan di dalamnya untuk
kebaikan bersama. Wassalam.

Tenggarong, 27 September 2023

Pembina PIK REKAMAN Ketua PIK REKAMAN

Nurlia Santy Agustin, S.Pd.,M.Pd. Diska Alya Ananta

2
DAFTAR ISI

Halaman Judul

Lembar Pengesahan ………………………….…….. Hal 1

Kata Pengantar ………………………….…….. Hal 2

Daftar Isi ………………………….…….. Hal 3

BAB 1 PENDAHULUAN
1. Latar Belakang dan Sejarah PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 5
2. Tujuan ………………………….…….. Hal 10
3. Sasaran ………………………….…….. Hal 10
4. Visi dan Misi ………………………….…….. Hal 11
BAB II . Profil dan Kegiatan PIK Remaja Kreatif Aktif dan Mandiri (PIK REKAMAN)
1. Profil PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 12
2. Struktur PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 12
3. Program Kerja PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 13
4. Ruang Lingkup PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal. 14
5. Arah Pengembangan ………………………….…….. Hal. 14
6. Tahapan Pengembangan ………………………….…….. Hal. 14
7. Mekanisme Pengelolaan ………………………….…….. .Hal .14
8. Sasaran/Audience PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal. 15
9. Tahapan Tegak PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal. 16
BAB III. Penutup
1. Kesimpulan ………………………….…….. Hal. 19
2. Saran ………………………….…….. Hal. 19
Bab V. Lampiran
1. Foto Profil Pengurus ………………………….…….. Hal. 20
2. Prestasi dan Pengembangan Diri ………………………….…….. Hal. 23
3. Dokumentasi Kegiatan ………………………….…….. Hal. 39
4. Penggunaan Sarana dan Prasarana ………………………….…….. Hal. 41
5. MOU dengan Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana …………………… Hal 45
6. MOU dengan Puskesmas Rapak Mahang ………………………….…….. Hal 49
7. SK Kepengurusan ………………………….……… Hal, 53

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang dan Sejarah PIK REKAMAN

Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi, yaitu kondisi ketika penduduk
berusia produktif sangat besar sementara usia muda atau anak-anak semakin kecil dan usia
lanjut masih tidak terlalu besar proporsinya, pada tahun 2020-2030. Siapa gerangan kelompok
usia produktif di tahun 2020-2030 tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah mereka yang
termasuk dalam kelompok penduduk remaja saat ini. Agar dapat menikmati bonus demografi,
remaja sekarang menjadi penentunya. Jika remaja ini menjadi sumber daya manusia yang
berkualitas di tahun 2020-2030, maka bonus demografi dapat dinikmati. Tetapi jika remaja
sekarang ini menjadi sumber daya yang tidak berkualitas, maka bonus demografi tidak akan
sepenuhnya dinikmati.

Jadi kunci untuk memperoleh bonus demografi tesebut adalah :


1. Remaja menjadi penentu untuk menikmati Bonus Demografi
2. Kualitas remaja sebagai sumber daya sangat mempengaruhi Bonus Demografi
3. Masih banyak remaja yang melakukan perilaku berisiko.
4. Perlu perhatian dan penanganan agar remaja tidak melakukan perilaku berisiko
agar menjadi SDM yang berkualitas (www.ldfebui.org)

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), rentang


usia remaja adalah10-24 tahun dan belum menikah. Perbedaan definisi tersebut menunjukkan
bahwa tidak ada kesepakatan universal mengenai batasan kelompok usia remaja. Namun
begitu, masa remaja itu diasosiasikan dengan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.
Masa ini merupakan periode persiapan menuju masa dewasa yang akan melewati beberapa
tahapan perkembangan penting dalam hidup. Selain kematangan fisik dan seksual, remaja juga
mengalami tahapan menuju kemandirian sosial dan ekonomi, membangun identitas, akuisisi
kemampuan (skill) untuk kehidupan masa dewasa serta kemampuan bernegosiasi (abstract
reasoning) (WHO, 2015).
Pada masa remaja terjadi perubahan fisik dan seksual yang signifikan sehingga
ketertarikan seksual terhadap lawan jenis cukup besar dan dorongan seksual juga berkembang.
Menurut Erikson (1950; 1963), remaja akan beradaptasi dengan perubahan tubuhnya serta
belajar menerima perbedaan dengan individu lain, baik fisik maupun ideologi.

4
Perubahan fisik yang pesat dan perubahan hormonal merupakan pemicu masalah
kesehatan remaja serius karena timbulnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja
rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi (kespro), kehamilan remaja
dengan segala konsekuensinya yaitu hubungan seks pranikah, aborsi, Penyakit Menular
Seksual (PMS), HIV-AIDS serta narkotika (Margaretha, 2012).
Dibandingkan situasi dua puluh tahun lalu, kaum muda saat ini: 1) memasuki masa
remaja lebih cepat dan lebih sehat (RISKESDAS, 2010), 2) cenderung menghabiskan masa
remaja lebih banyak di sekolah (www.bps.go.id/linkTabelSta s/view/id/1525), 3) cenderung
menunda masuk ke pasar kerja, dan 4) cenderung menunda perkawinan dan melahirkan (BPS
dan UNICEF, 2015).
Hasil Survei Penduduk Antar Sensus 2015 menunjukkan bahwa penduduk usia 15-24
tahun mencapai 42.061,2 juta atau sebesar 16,5 persen dari total penduduk Indonesia. Hasil
Proyeksi Penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia remaja ini akan mengalami
peningkatan hingga tahun 2030 dan kemudian menurun sesudahnya(Gambar 1).
Perubahan jumlah penduduk usia remaja tersebut terkait dengan transisi demografi di
Indonesia,dimana angka fertilitas yang menurun telah mengubah struktur usia penduduk.
Awalnya, proporsinya terbesar adalah penduduk muda (usia 0-14 tahun). Namun seiring
dengan menurunnya fertilitas, terjadi perubahan dimana proporsi penduduk yang dominan
bukan lagi penduduk muda tetapi penduduk usia produk f (15-64). Di antara mereka yang ada
dalam kelompok usia produk f tersebut adalah remaja usia 15-24 tahun. Mereka inilah yang
kelak akan menjadi kelompok penduduk dewasa dan tua padatahun 2030.

 Karakteristik Remaja

Pada tahun 2016, sebagian besar remaja usia 15-19 masih bersekolah, namun
ditemukan bahwa hampir seperempatnya sudah bekerja. Sementara itu, sebagian besar remaja
usia 20 tahun ke atas sudah memasuki pasar kerja. Bila dilihat menurut jenis kelamin,
persentase remaja laki-laki yang bekerja lebih tinggi dibandingkan perempuan, namun

5
sebaliknya persentase remaja perempuan yang termasuk dalam kegiatan lainnya, dimana
termasuk mengurus rumah tangga, menunjukkan persentase yang besar (Tabel 1).

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
Masa remaja merupakan masa yang sangat menentukan bagi kehidupan di masa selanjutnya.
Bank Dunia menyebut masa remaja sebagai masa transisi kehidupan remaja. Masa transisi
kehidupan remaja oleh Bank Dunia dibagi menjadi 5 hal (Youth Five Life Transitions).
Transisi kehidupan yang dimaksud menurut Progress Report Word Bank adalah:
1. Melanjutkan sekolah (continue learning)
2. Mencari Pekerjaan (start working)
3. Memulai kehidupan berkeluarga (form families)
4. Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
5. Mempraktekkan hidup sehat (practice healty life).

Adapun bidang yang kelima dari transisi kehidupan remaja tersebut (mempraktekkan
hidup sehat) berkaitan dengan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi
Remaja). Sedangkan empat bidang kehidupan lainnya akan dimasuki oleh remaja sangat
ditentukan oleh berhasil tidaknya remaja mempraktekkan kehidupan yang sehat. Dengan kata
lain apabila remaja gagal berperilaku sehat, kemungkinan besar remaja yang bersangkutan
akan gagal pada empat bidang kehidupan yang lainnya.

Berdasarkan data-data yang berkaitan dengan gambaran perilaku sehat remaja


khususnya yang berhubungan dengan resiko TRIAD KRR (Seksualitas, NAPZA, HIV dan
AIDS), tampaknya sebagian dari remaja Indonesia berperilaku tidak sehat. Berikut ini data-
data yang memperlihatkan perilaku tidak sehat yang dilakukan oleh remaja:

6
 Seksualitas
Hasil Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI, 2002-2003)
menyatakan bahwa remaja yang mengatakan mempunyai teman yang berhubungan dengan
seksual pada usia 14-19 tahun (perempuan 34,7% dan laki-laki 30,9%), sedangkan remaja usia
20-24 tahun (perempuan 48,6% dan laki-laki 46,5%). Selain itu dari penelitian yang dilakukan
oleh Wimpie Pangkahila tahun 1996 terhadap 633 pelajar SLTA di Bali didapatkan bahwa
27% remaja laki-laki dan 18% remaja perempuan mempunyai pengalaman berhubungan seks
pra nikah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Situmorang tahun 2001
menyatakan bahwa 27% remaja laki-laki dan 9% remaja perempuan di Medan mengatakan
sudah melakukan hubungan seks dan masih banyak lagi hasil penelitian yang serupa.

 NAPZA
Data BNN tahun 2004 menunjukkan bahwa 1,5% dari jumlah penduduk Indonesia
(3,2 juta jiwa) adalah pengguna narkoba. Dan dari jumlah tersebut 78% diantaranya adalah
remaja yang berusia 20-29 tahun.

 HIV/AIDS
Jumlah kasus AIDS secara kumulatif sampai dengan bulan September 2009 sebesar
18.442 kasus. Dan berdasarkan cara penularannya secara kumulatif dilaporkan antara lain
melalui heteroseksual 49,7 %, IDU 40,7%, homoseksual 3,4%, perinatal 2,5%, transfusi darah
0,1% dan yang tidak diketahuisebanyak 3,7 %. Berdasarkan 4 golongan usia tertinggi yaitu
usia 20-29 tahun sebanyak 49,6%, usia 30-39 tahun sebanyak 29,8%, usia 40-49 tahun
sebanyak 8,7% dan usia 15-19 tahun sebanyak 3,0%. Adapun perbandingan persentase kasus
AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 74,5% dibanding 25,5% atau 3 : 1.

Dengan demikian berdasarkan data-data di atas dapat disimpulkan bahwa remaja


Indonesia:

 60% mengaku telah mempraktekkan seks pra nikah


 Lebih kurang 70% dari pengguna NAPZA adalah remaja
 Lebih kurang 50% dari pengidap AIDS adalah kelompok umur remaja.

Jadi dengan demikian dapat dikatakan bahwa remaja Indonesia yang terkendala dalam
kesempatannya untuk melanjutkan sekolah, memasuki dunia kerja, memulai keluarga dan
menjadi anggota secara baik. Dengan kata lain, sejumlah itu pula remaja yang tidak siap untuk
melanjutkan tugas dan peran sebagai generasi penerus bangsa.

Sehubungan dengan hal tersebut secara empiris berdasarkan hasil rekapitulasi Buku
Kasus Siswa dan pengakuan secara rahasia dalam konseling sukarela dari Bimbingan dan

7
Konseling Madrasah Aliyah Negeri 2 Kutai Kartanegara tahun 2012 dan 2014 diketahui
beberapa siswa melakukan hubungan seks pra nikah yang beberapa di antaranya mengalami
KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) Sedangkan dua kasus lainnya siswi madrasah
mengalami pelecehan seksual dari orang-orang di lingkungan terdekat pada tahun 2014 dan
2015. Juga sebanyak satu kasus pada tahun 2013 seorang siswa harus berurusan dengan
kepolisian karena kedapatan menggunakan NAPZA di luar madrasah pada jam pelajaran.
Sehigga akhirnya siswa tersebut terpaksa keluar dari madrasah karena kasus tersebut. Kasus-
kasus tersebut kiranya merupakan fenomena gunung es yang bisa saja jumlah kejadiannya
lebih besar namun belum terungkap.

Oleh karena itu peran serta remaja sebagai rekan dan konselor sebaya kiranya perlu
ditingkatkan agar bersama-sama konselor/guru BK mendampingi, memfasilitasi dan berupaya
menurunkan angka kasus-kasus tersbut sampai ke nol atau zero risk perilaku remaja
bermasalah terutama dalam hal seks pra nikah, pernikahan dini, dan NAPZA.

 Sejarah Terbentuknya PIK REKAMAN

Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


Kab.Kutai Kartanegara telah menyelenggarakan Pembentukan Kelompok Pusat Informasi dan
Konseling (PIK) Remaja di sekolah menengah tingkat atas se-Kecamatan Tenggarong, pada
tanggal 2 April 2014 di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara. Acara dibuka secara resmi
oleh Ir.Amir Hady selaku Kepala UPTB 1 Kec.Loa Kulu, Tenggarong dan Loa Janan.

Menurut Ir Amir Hady, Pengertian Generasi Berencana (GenRe) adalah remaja dan
pemuda yang memiliki pengetahuan, bersikap dan berperilaku sebagai remaja, namun penuh
dengan perencanaan matang dalam menapaki masa depan. Remaja dan Pemuda GENRE
mampu melangsungkan jenjang-jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan
secara terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus Kesehatan
Reproduksi.

Sedangkan PKBR adalah singkatan dari penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja
yaitu Suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang
berperilaku sehat, terhindar dari risiko free sex, napza dan penyakit HIV/Aids, menunda usia
pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga
Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi tauladan, contoh, model, idola dan sumber informasi
bagi teman sebayanya.

Lalu pengertian PIK Remaja adalah suatu wadah program PKBR yang dikelola dari,
oleh dan untuk remaja/mahasiswa guna memberikan pelayanan informasi dan konseling
tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.

8
Substansi Materi Pokok pengelolaan dan pembinaan Kelompok PIK-Remaja, pertama
adalah Seksualitas:organ reproduksi; pubertas, mimpi basah, menstruasi; kehamilan;
konsekuensi hubungan seks pra nikah (KTD, aborsi, IMS); kedua HIV/AIDS: Informasi
umum ttg HIV/AIDS; Tahap perubahan fase; Penularan; Hubungan HIV/AIDS dgn NAPZA
dan Hubungan Seks Bebas; Pencegahan dan penularan; Bagaimana mengetahui seseorang
terinfeksi HIV; Stigma dan diskriminasi; ketiga adalah NAPZA (Narkotika, alkohol,
psikotropika dan zat adiktif lainnya): Pengertian NAPZA; Kategorisasi NAPZA;
Penyalahgunaan NAPZA; keempat adalah life skill dan Keterampilan sosial yang bermanfaat.

Pada saat itu pula terbentuk PIK REKAMAN yang di SK-kan secara resmi pada tahun
2015 sampai dengan sekarang. PIK REKAMAN merupakan singkatan dari Pusat Informasi
dan Konseling Remaja Kreatif, Aktif dan Mandiri yang dirumuskan pertama kali oleh
angkatan pertama anggota PIK R MAN 2 Kutai Kartanegara yang langsung dikoordinasikan
dengan guru BK/Konselor di MAN 2 Kutai Kartanegara. Pada akhirnya pada PIK REKAMAN
di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kutai Kartanegara perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik
untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka Tegar Keluarga guna mewujudkan Keluarga
Kecil Bahagia Sejahtera serta Bonus Demografi yang berkualitas.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan pembentukan PIK REKAMAN yang bersekinambungan adalah:
1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi
dan relevansinya dengan penundaan usia pernikahan (PUP)
2. Mempersiapkan remaja menghadapi masa depan dengan perencanaan yang matang
dengan berbagai keterampilan hidup.
3. Melindungi remaja dari berbagai resiko gangguan kesehatan reproduksi seperti
Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS, Kehamilan Tak Diinginkan (KTD) dan
bahaya Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA)
4. Menyiapkan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR)

1.3. Sasaran
Sasaran dari Program Kerja PIK REKAMAN adalah lingkungan terdekat lebih dulu
(teman sebaya di sekolah dan keluarga) lalu meluas ke lingkungan yang lebih luas (siswa
MTs/SMP dan MI/SD), serta lingkungan teman sebaya yang ditemui pada saat CFD (Car Free
Day) di sepanjang tepian Mahakam secara berkala pada hari minggu pagi.
Sedangkan sasaran yang berkaitan dengan pembentukan, pemgembangan,
pengelolaan, pelayanan dan pembinaan PIK REKAMAN adalah :
a. Pembina PIK Remaja

9
b. Pengelola PIK Remaja

1.4. Visi dan Misi

Visi dari PIK REKAMAN adalah Terwujudnya remaja yang aktif, sehat, dan
peduli terhadap kesehatan reproduksi dan TRIAD KRR.

Sedangkan misi PIK REKAMAN adalah sebagai berikut:

1. Menjadi centra informasi dan konsultasi TRIAD KRR


2. Membangun remaja yang produktif dan trampil dalam bermasyarakat
3. Memperluas kemitraan dengan lembaga-lembaga kesehatan dan lembaga lain atau
perseorangan yang peduli terhadap remaja Indonesia.
4. Menuju tahapan Tegar dengan cakupan materi yang lebih luas dan mendalam,
kegiatan yang lebih bervariasi, sasaran yang semakin merata serta dukungan dan
jaringan (resources) yang lebih kuat dan luas.

10
BAB II

PROFIL DAN KEGIATAN PIK REKAMAN

2.1. Profil PIK REKAMAN

PIK REKAMAN adalah Pusat Informasi dan Konseling Remaja yang berada di
Madrasah Aliyah Negeri 2 Kutai Kartanegara dengan pembinaan langsung dari Dinas
Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Pendampingan Bidang Kesehatan Reproduksi
Remaja dari UPT Puskesmas Rapak Mahang.

Di MAN 2 Kutai Kartanegara, saat ini PIK REKAMAN dibawah koordinasi


Koordinator BK MAN 2 Kutai Kartanegara, Nurlia Santy Agustin., S.Pd., M.Pd. dengan
kualifikasi pendidikan S1 Psikologi Pendidikan dan Bimbingan USD Yogyakarta dan S2
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNJ Jakarta, serta memiliki pengalaman organisasi LSM
PKBI Yogyakarta sebagi Konselor untuk remaja dan Tim Ceramah. Sedangkan pengarahan
kegiatan di madrasah dilakukan langsung oleh Kepala Madrasah, Ummi Puji Astutik, S.Pd.,
M.Si.

PIK REKAMAN, ketuanya saat ini dijabat oleh Diska Alya Ananta, siswa kelas XII
IPA 3 MAN 2 Kukar yang merupakan juara 2 Duta Generasi Berencana tingkat Kabupaten di
tahun 2023.

Dalam kegiatannya, PIK REKAMAN seringkali difasilitasi oleh Dinas Pengendalian


Penduduk dan Keluarga Berencana, BKKBN Provinsi serta mendapatkan materi kesehatan
reproduksi dari Puskesmas Rapak Mahang.

PIK REKAMAN menjalankan program PKBR yang merupakan suatu program untuk
memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari
resiko TRIAD KRR (Seksualitas, NAPZA dan HIV/AIDS) , menunda usia pernikahan,
mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia
Sejahtera serta menjadi contoh , model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.

11
2.2 Struktur

Adapun struktur PIK REKAMAN per Januari 2023 adalah sebagai berikut:

STRUKTUR PIK REKAMAN


TAHUN 2022-2023
Pengarah dan
Penanggung Jawab
Ummi Puji Astutik, S.Pd.,
M.Si.

Puskesmas Rapak BKP3A-UPTB/PLKB


Mahang KUKAR
Rahmawaty Hadi, A.Md Sumarni/Murni

Pembina
Nurlia Santy A, S.Pd.,
M.Pd.

Ketua
Diska Alya Ananta

Wakil Ketua
Andhika Juliandra Saputra

Bendahara Sekretaris
Hikmah Fitriani Ani Nurrusda

Koordinator
Koordinator Dana dan Koordinator Data dan
Perencanaan dan Koordinator Humas
Usaha Media Informasi
Pengembangan Leni
Azkiya Shofia Zahrah Ririn Dwi Aryani
Ummi Hani

ANGGOTA

Tabel 2.2.1 Struktur PIK REKAMAN Tahun 2023

2.3 Program Kerja

Program kerja PIK REKAMAN dievaluasi setiap enam bulan sekali berdasarkan
feedback dari anggota dan stakeholder terkait. Tentu saja dengan mempertimbangkan
kebutuhan pengembangan program dan alokasi dana kegiatan.

Adapun program kerja PIK REKAMAN pada tahun pelajaran 2023-2024 adalah
sebagai berikut.

12
PROGRAM TAHUNAN KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
PIK REKAMAN MAN 2 KUTAI KARTANEGARA
TAHUN 2023

No Kegiatan Penanggung Sasaran Waktu Pelaksanaan (Bulan)


Jawab 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Penyusunan Program Pembina dan Stakeholder √ √
Ketua terkait
2 Rapat Rutin Pembina Seluruh √ √ √ √ √ √
Anggota
4 Pembenahan Administrasi dan Pembina Seluruh √
Pengkaderan Anggota
5 Program Kerja Anggota: Pembina dan
Ketua
A. Pertemuan Rutin
1. Memahami Pembina dan Seluruh √ √ √ √ √ √
Kesehatan Ketua Anggota
Reproduksi
2. Mengenal dan Pembina dan Seluruh √ √ √ √ √ √
Mencegah NAPZA Ketua Anggota
3. Mengenal dan Pembina dan Seluruh √ √ √ √ √ √
Mencegah HIV-AIDs Ketua Anggota
4. 8 Fungsi keluarga Pembina dan Seluruh √ √ √ √ √ √
Ketua Anggota
5. Mengmbangkan Life Pembina dan Seluruh √ √ √ √ √ √
Skills Ketua Anggota
6. Menuju tahap Pembina dan Seluruh √ √ √ √ √ √
TEGAR Ketua Anggota
B. Sosialisasi Triad KRR
1. Konseling Pembina dan Teman sebaya √ √ √ √ √ √
Sebaya Ketua di lingkungan
sekolah
2. Tutor Sebaya Pembina dan Teman sebaya √ √ √ √ √ √
Ketua di sekolah dan
luar sekolah
3. Media online Koordinator Teman sebaya √ √ √ √ √ √
dan Mading Data dan di luar sekolah
Meda
Informasi
4. Persiapan Koordinator Seluruh √ √ √ √ √ √
administrasi Humas Anggota
Menuju Tahap
Tegar
6 Perencanaan Program Pembina dan Seluruh siswa √
selanjutnya Ketua
7 Pelaporan Pembina dan Stakeholder √
Ketua terkait
Tenggarong, Januari 2023

Pembina PIK REKAMAN, Ketuan PIK REKAMAN,

Nurlia Santy Agustin, S.Pd, M.Pd Diska Alya Ananta


NIP. 19740818 200501 2 008

Mengetahui,

Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si


NIP. 196807212000031002

13
2.4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup PIK REKAMAN meliputi aspek- aspek kegiatan pemberian informasi
PKBR, Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (life skills), pelayanan
konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan serta kegiatan-kegiatan
pendukung lainnya sesuai dengan ciri dan minat remaja. PIK REKAMAN tidak hanya
melayani remaja dilingkungan MAN 2 Kukar saja, tetapi juga remaja yang berada di luar
lokasi wilayah administrasi termasuk remaja yang bisa dijangkau melalui akses online
baik melalui instagam, facebook, maupun layanan media belajar online.

2.5. Arah Pengembangan PIK REKAMAN


Peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK REKAMAN bisa
tercapai dengan diarahkan sebagai berikut:
- Menjadikan PIK REKAMAN yang dikembangkan dan dikelola dari, oleh dan untuk
remaja.
- Menjadikan PIK REKAMAN sebagai sumber informasi yang memperjelas pengetahuan
dan ketrampilan remaja tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja.
- Menjadikan seluruh kegiatan PIK REKAMAN yang Ramah Remaja (adolescents
friendly).
- Menjadikan PIK REKAMAN sebagai wadah untuk mengintegrasikan upaya peningkatan
assets dan pengembangan resources.

2.6. Tahapan Pengembangan dan Pengelolan PIK REKAMAN


Untuk mencapai tujuan pengembangan dan pengelolaan sejauh ini kiranya PIK
REKAMAN sudah melalui tahap tumbuh dan tegak, sekarang berupaya mencapai tahapan
tegar.

Adapun proses pengembangan dan pengelolaan masing-masing tahapan tersebut


berdasarkan pada :
1. Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan
2. Ciri kegiatan yang dilakukan
3. Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki.

2.7. Mekanisme Pengelolan


Pembentukan PIK REKAMAN di lingkungan remaja MAN Tenggarong bertujuan
untuk memberikan informasi PKBR, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling
dan rujukan PKBR untuk mewujudkan Tegar Remaja dalam rangka tercapainya Keluarga
Kecil Bahagia Sejahtera.

14
2.8 Sasaran (Audience)

Dalam rangka pengembangan jangkauan layanan pada tahap tegak, pihak-pihak


terkait (stakeholder) yang menjadi sasaran antara lain:

a. Sasaran Utama : Kelompok-kelompok remaja


b. Sasaran Pengaruh: Aktivis, institusi pemuda, Pendidik Sebaya/ Konselor Sebaya
c. Sasaran Penentu: Kepala Kelurahan, camat, bupati/ walikota, rektor, tokoh
masyarakat, tokoh agama, pimpinan sekolah, pimpinan pondok pesantren, pimpinan
instansi/ perusahaan.

2.9 PIK REKAMAN pada Tahap Tegak


PIK REKAMAN telah melalui tahapan tegak dengan standard sebagai berikut:
A. Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan :
1.Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
2.Pendalaman materi Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
3.Pemahaman tentang Hak- Hak Reproduksi
4.Materi life skill di bidang kepenulisan
5.Pembuatan stiker yang bisa dijual atau dijadikan media informasi Triad KRR dan
Pendewasaan Usia Perkawinan (life skill)
6.Materi Public Speaking yang disampaikan narasumber dari Sahabat Pulau (life skill).

B. Kegiatan yang dilakukan


1.Kegiatan dilakukan bertempat di ruang PIK REKAMAN, Musola dan ruang kelas.
2.Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK REKAMAN melalui
Penyuluhan Individu dan Kelompok pemberian informasi oleh pendidik sebaya,
diskusi, sosialisasi, sosiodrama, presentasi, penyuluhan, kunjungan, pembagian brosur
PIK REKAMAN, divisi Seksualitas, divisi NAPZA, HIV/AIDS dan Life Skills serta
kegiatan lainnya, seperti :
- Pembuatan media internet: Instagram pik_rekaman, WA Group PIK Rekaman.
- Pembuatan materi tanya jawab informasi PIK R pada Quipper School
- Pembagian brosur dan sosialisasi PIK REKAMAN dan Triad KRR di MAN
Tenggarong
- Sosialisasi PIK REKAMAN dan Triad KRR ke SMK YPK Tenggarong
- Mengikuti Bazar pada HUT MAN 2 Kutai Kartanegara.
- Sosialisasi Triad KRR di Tepian pada saaa CFD (Car Free Day) di hari minggu
pagi.

15
- Kunjungan dan Sosialisasi ke Panti Sosial Tenggarong
- Kunjungan dan Sosialisasi ke Panti Asuhan Mishbaa Hun Munir Tenggarong
- Studi Banding ke PIK-R MAN 1 Samarinda
- Pembuatan Mading PIK Rekaman dengan pembaharuan setiap bulan sekali.
- Penyediaan Kotak Konseling bagi siswa MAN 2 Kukar

3. Melakukan Pencatatan dan Pelaporan


Pelaporan dan Pencatatan berkoordinasi dengan Pembina PIK REKAMAN dengan
salinan yang diberikan kepada petugas PLKB dan bagian advokasi kesehatan remaja
di Puskesmas Rapak Mahang.

C. Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:


1. Ruangan khusus PIK REKAMAN
2. Memiliki papan nama yang dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh khalayak
yaitu di depan pintu sekretariak PIK REKAMAN di ruang BK.
3. Memiliki struktur pengurus PIK REKAMAN: dengan rincian satu orang Pembina
(Koordinator BK), satu orang Ketua, satu orang wakil Ketua, satu orang
Koordinator Konseling Sebaya, satu orang Koordinator Advokasi dan KIE/Humas,
satu orang Koordinator Media dan Mading, serta satu orang Koordinator
Administrasi dan Humas. Dari segi non strkutur PIK Rekaman memilik satu orang
Pendidik Sebaya terdidik, dan lima orang pendidik sebaya tidak terdidik.
4. Kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (MOU terlampir).
5. Kerjasama dengan tenaga medis Pusksesmas Rapak Mahang (MOU terlampir)
6. Kerjasama dengan Gekakan Literasi Kukar /GLK (MOU sedang proses)

D. Membangun PIK REKAMAN yang Ramah Remaja (Youth Friendly)


Untuk memenuhi kebutuhan remaja, dapat mempertimbangkan prinsip-prinsip
bagaimana menarik dan melayani remaja dengan lebihb baik. Ada beberapa strategi
dalam memberikan pelayanan PKBR yang “Ramah Remaja” (Youth Friendly).
Kegiatannya antara lain:

1. Melakukan Advokasi tentang PIK REKAMAN


Tujuan advokasi PIK REKAMAN adalah untuk mempromosikan dan mencari
dukungan bagi kelancaran dan keberlangsungan PIK REKAMAN, sasaran
advokasi PIK REKAMAN adalah stakeholdel di berbagai panti asuhan dan
pondok pesantren di Tenggarong dengan langkah-langkah pelaksanaannya yaitu :

16
- menyiapkan materi advokasi yang terdari dari masalah-masalah yang berkaitan
dengan remaja disekitar PIK REKAMAN, seperti masalah seksualitas, NAPZA,
HIV dan AIDS.
- Mengungkap dampak yang mungkin terjadi bila tidak diambil tindakan atau aksi
dari masalah tersebut.
- Mengemukakan pentingnya keberadaan PIK REKAMAN sebagai salah satu
alternatif pemecahan masalah PKBR.
- Materi-materi tersebut di atas (a) harus dikembangkan ke dalam advokasi dalam
bentuk leaflet, pamflet atau booklet, stiker, instagram, running text dan materi
tanya jawab online melalui Quipper School.
- Penyampaian advokasi dilakukan melalui multi media seperti: surat kabar, radio,
TV dan multi jalur seperti audiensi dan kunjungan.
- Melakukan Promosi dan Sosialisasi PIK REKAMAN dengan memperkenalkan
keberadaan PIK REKAMAN kepada semua pihak terkait (stakeholders)
- Menyiapkan Relawan PIK REKAMAN guna menyiapkan tenaga (relawan) untuk
pengelola PIK REKAMAN yang baru ataupun untuk mengganti tenaga yang
sudah non aktif atau keluar demi keberlangsungan pengelolaan dan pelayanan
PIK REKAMAN.
- Memberdayakan SDM PIK REKAMAN dengan meningkatkan pengetahuan,
sikap dan keterampilan pengelola PIK REKAMAN tentang pengelolaan dan
teknis pelayanan dalam rangka peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan
pelayanan PIK REKAMAN.
- Mencari Sumber Dana PIK REKAMAN melalui kegiatan-kegiatan ekonomi
produktif (income generating) untuk mendukung biaya operasional PIK
REKAMAN setiap harinya.
- Melaksanakan Administrasi PIK REKAMAN sesuai dengan Panduan Pengelolaan
PIK Remaja dalam rangka peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan
pelayanan PIK REKAMAN.
- Melaksanakan Konsultasi dan Fasilitasi PIK REKAMAN kepada pihak-pihak
yang akan melaksanakan konsultasi sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

2. Tindak Lanjut Program PIK REKAMAN


Rencana tindak lanjut program PIK REKAMAN yang akan dilakukan adalah :
- Melaksanakan Outbond Genre yang akan dilaksanakan tiap tahun
- Membangun kerjasama dengan MOU lebih luas lagi.
- Melaksanakan pelatihan jurnalistik dengan Kaltim Post tiap dua bulan sekali.

17
- Membuat buku tentang generasi berencana yang bisa diperjualbelikan dan
disebarluaskan ke selutuh Indonesia.
- Membuat aneka souvenir atau makanan ringan yang bisa dijual dan sebagian
keuntungannya dibagikan bagi kaum miskin dan dhuafa.

18
Bab III
Penutup

1. Kesimpulan

PIK REKAMAN bertujuan mewujudkan remaja di lingkungan Madrasah Aliyah


Negeri 2 Kutai Kartanegara menjadi Tegar Remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari
resiko TRIAD KRR (Seksualitas, NAPZA, HIV/AIDS), menunda usia pernikahan,
mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mencapai Tegar Keluarga sehingga
tercipta Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi contoh, model, idola dan sumber
informasi bagi teman sebayanya.

2. Saran
Kepada para pihak terkait (stake holder) untuk memberi dukungan baik moril maupun
materiil kepada PIK REKAMAN dan memberi saran dan kritikan yang membangun guna
mengembangkan PIK REKAMAN agar PIK REKAMAN benar-benar sebagai suatu wadah
kegiatan PKBR yang memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang Perencanaan
Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.
Kepada para remaja pada umumnya dan pengelola PIK REKAMAN pada khususnya
agar menjadikan PIK REKAMAN sebagai wadah untuk mewujudkan Tegar Remaja sehingga
tercapai Tegar keluarga yang berdampak pada berhasilnya Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

19
BAB IV
LAMPIRAN-LAMPIRAN
I. Profil Pengurus PIK REKAMAN MAN 2 Kukar Tahun 2022-2023

Ummi Puji Astutik, S.Pd. M.Si. Nurlia Santy Agustin, M.Pd.


Pengarah dan Penanggungjawab Pembina PIK REKAMAN

Diska Alya Ananta Andhika Juliandra Saputra


Ketua PIK REKAMAN Wakil Ketua PIK REKAMAN

20
Ani Nurrusda Hikmah Fitriani
Sekretaris PIK REKAMAN Bendahara PIK REKAMAN

Ummi Hani Azkiya Shofia Zahrah


Koordinator Perencanaan dan Pengembangan
Koordinator Dana dan Usaha

21
Ririn Dwi Aryani Leni
Koordinator Data dan Media Informasi Koordnator Humas

22
II. Lampiran Prestasi dan Pengembangan Diri Pengurus Inti PIK Rekaman

A. Pembina PIK Rekaaman


1. Sosialisasi GenRe bagi Guru BK Provinsi Kaltim/Kaltara, 22-24 Maret 2016

23
1. Sertifikat sebagai relawan konselor di Sahabar Remaja PKBI-DIY

2. Menjadi narasumber materi konseling untuk PIK R SMA YPK Tenggarong

24
3. Seminar Inovasi Pembelajaran Menuju Profesionalitas Guru, 09 April 2016

4. Workshop Optimalisasi Android sebagai Media Pembelajaran Kreatif, 20-21


November 2016

25
3.1 . Workshop Optimalisasi Android sebagai Media Pembelajaran Kreatif, 20-21 November
...2016

5. Sertifikat sebagai ambassador Quipper School (pembelajaran online)

26
6. Peserta Diklat Teknis Guru BK MA Tingkat Nasional Tahun 2014

27
7. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Kompensi Guru BK, 30 November 2016.

28
8. Sertifikat di Bidang Kepenulisan

29
30
9. Pembimbing Karya Tulis

10. Menerbitkan buku fiksi dan non fiksi

31
32
11. Menerbitkan Buku Cerita Anak

33
B. Pengembangan Diri Ketua, Wakil Ketua dan Anggota lainnya PIK Rekaaman

1. Sertifikat Juara 1 Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2020

34
2. Sertifikat Juara Intelengensia Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Provinsi
2020

3. Sertifikat Juara Putra Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2021

35
4. Sertifikat Juara 1 Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2022

5. Sertifikat Juara 3 Putra Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2022

36
6. Sertifikat Juara 3 Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2022

7. Sertifikat Juara 2 Putra Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2023

37
8. Sertifikat Juara 2 Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2023

9. Sertifikat Juara Best Advokasi Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2023

38
10. Sertifikat Juara III Organisasi PIK R Se-Kalimantan Timur

39
III. Lampiran Dokumentasi Kegiatan PIK REKAMAN

1. Pertemuan Rutin PIK REKAMAN

2. Sosialisasi dari Puskesmas Rapak Mahang

40
3. Latihan Gabungan Forum GenRe Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara

41
4. Bedah Modul Tentang Kita - Berani

5.

Bedah Modul Tentang Kita - Beraksi

6. Kegiatan Word Cleanup Day bersama Forum GenRe Indonesia Kabupaten Kutai
Kartanegara

42
IV. Lampiran Penggunaan Sarana Prasana PIK Rekaman

A. Penggunaan Ruang Konseling


A.1 Papan Nama PIK REKAMAN
Papan nama PIK REKAMAN digantung di depan ruang sekretariat tempat
berkumpul anggota PIK.

A.2 Diskusi dan Konseling Kelompok di Ruang Sekretariat PIK REKAMAN

B. Penggunaan Media Leaflet

43
Dipahami dan disebarluaskan ke teman sebaya

C. Pembuatan stiker dengan isi pesan TRIAD KRR

D. Majalah Dinding

44
E. Quiper School Online Materi Triad KRR dan Life Skill yang dibuat Pembina
Materi ini bisa diakses pada laman https://learn,quipper.com dengan kode akses
44THR7

F. Perpustakaan Mini
Perpustakaan mini dapat digunakan seluruh siswa yang berkunjung.

G. GenRe Kit

45
H. Buku Konseling

I. Buku Tamu

46
V. Lampiran MOU dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

47
48
49
50
VI. Lampiran MOU dengan Puskesmas Rapak Mahang

51
52
53
54
VII. Lampiran SK Kepengurusan PIK REKAMAN dari MAN 2 Kutai Kartanegara

55
56
57

Anda mungkin juga menyukai