Profil PIK REKAMAN MAN 2 Kukar
Profil PIK REKAMAN MAN 2 Kukar
Alamat :
MAN 2 Kutai Kartanegara
Jl. Jelawat Rt. 05 No. 32, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Telp. (0541) 663718
LEMBAR PENGESAHAN
Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah Swt, buku profil Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Kreatif Aktif dan Mandiri (PIK REKAMAN) MAN 2 Kutai Kartanegara dapat terealisasi.
Ditetapkan di Tenggarong
27 September 2023
Nurlia Santy Agustin, S.Pd., M.Pd. Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si.
NIP.197408182005012008 NIP. 198108282003122001
Mengetahui,
Plt. Kepala Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,
KATA PENGANTAR
1
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat,
karunia, dan taufik hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan buku PROFIL PIK
REKAMAN.
Kami sangat berharap buku profil ini dapat berguna dalam rangka lebih mengenali
jejak sejarah PIK dan pemahaman atas program kerja dan berbagai kegiatan yang ada pada
ekstra kurikuler PIK REKAMAN serta arah tindak lanjut pengembangan programnya.
Banyak pihak yang tentu turut andil dalam keberhasilan pelaksanaan program, untuk
itu tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada kepala madrasah Ibu Ummi Puji Astutik.,
S.Pd., M.Si. selaku pengarah kegiatan dan pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kutai Kartanegara yang membantu serta memotivasi kami menbuat buku ini.
Demikian pula pihak Puskesmas Rapak Mahang yang dengan senang hati senantiasa
memantau dan membantu pelaksanaan informasi tambahan mengenai TRIAD KRR serta
menajadi wadah referral kasus kesehatan fisik dan psikis remaja.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa di dalam buku profil ini terdapat kekurangan.
Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga buku profil yang telah disusun ini dapat dipahami dan berguna bagi siapapun
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan semoga kita dapat bersama memanfaatkan catatan di dalamnya untuk
kebaikan bersama. Wassalam.
2
DAFTAR ISI
Halaman Judul
BAB 1 PENDAHULUAN
1. Latar Belakang dan Sejarah PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 5
2. Tujuan ………………………….…….. Hal 10
3. Sasaran ………………………….…….. Hal 10
4. Visi dan Misi ………………………….…….. Hal 11
BAB II . Profil dan Kegiatan PIK Remaja Kreatif Aktif dan Mandiri (PIK REKAMAN)
1. Profil PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 12
2. Struktur PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 12
3. Program Kerja PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal 13
4. Ruang Lingkup PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal. 14
5. Arah Pengembangan ………………………….…….. Hal. 14
6. Tahapan Pengembangan ………………………….…….. Hal. 14
7. Mekanisme Pengelolaan ………………………….…….. .Hal .14
8. Sasaran/Audience PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal. 15
9. Tahapan Tegak PIK REKAMAN ………………………….…….. Hal. 16
BAB III. Penutup
1. Kesimpulan ………………………….…….. Hal. 19
2. Saran ………………………….…….. Hal. 19
Bab V. Lampiran
1. Foto Profil Pengurus ………………………….…….. Hal. 20
2. Prestasi dan Pengembangan Diri ………………………….…….. Hal. 23
3. Dokumentasi Kegiatan ………………………….…….. Hal. 39
4. Penggunaan Sarana dan Prasarana ………………………….…….. Hal. 41
5. MOU dengan Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana …………………… Hal 45
6. MOU dengan Puskesmas Rapak Mahang ………………………….…….. Hal 49
7. SK Kepengurusan ………………………….……… Hal, 53
3
BAB I
PENDAHULUAN
Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi, yaitu kondisi ketika penduduk
berusia produktif sangat besar sementara usia muda atau anak-anak semakin kecil dan usia
lanjut masih tidak terlalu besar proporsinya, pada tahun 2020-2030. Siapa gerangan kelompok
usia produktif di tahun 2020-2030 tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah mereka yang
termasuk dalam kelompok penduduk remaja saat ini. Agar dapat menikmati bonus demografi,
remaja sekarang menjadi penentunya. Jika remaja ini menjadi sumber daya manusia yang
berkualitas di tahun 2020-2030, maka bonus demografi dapat dinikmati. Tetapi jika remaja
sekarang ini menjadi sumber daya yang tidak berkualitas, maka bonus demografi tidak akan
sepenuhnya dinikmati.
4
Perubahan fisik yang pesat dan perubahan hormonal merupakan pemicu masalah
kesehatan remaja serius karena timbulnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja
rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi (kespro), kehamilan remaja
dengan segala konsekuensinya yaitu hubungan seks pranikah, aborsi, Penyakit Menular
Seksual (PMS), HIV-AIDS serta narkotika (Margaretha, 2012).
Dibandingkan situasi dua puluh tahun lalu, kaum muda saat ini: 1) memasuki masa
remaja lebih cepat dan lebih sehat (RISKESDAS, 2010), 2) cenderung menghabiskan masa
remaja lebih banyak di sekolah (www.bps.go.id/linkTabelSta s/view/id/1525), 3) cenderung
menunda masuk ke pasar kerja, dan 4) cenderung menunda perkawinan dan melahirkan (BPS
dan UNICEF, 2015).
Hasil Survei Penduduk Antar Sensus 2015 menunjukkan bahwa penduduk usia 15-24
tahun mencapai 42.061,2 juta atau sebesar 16,5 persen dari total penduduk Indonesia. Hasil
Proyeksi Penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia remaja ini akan mengalami
peningkatan hingga tahun 2030 dan kemudian menurun sesudahnya(Gambar 1).
Perubahan jumlah penduduk usia remaja tersebut terkait dengan transisi demografi di
Indonesia,dimana angka fertilitas yang menurun telah mengubah struktur usia penduduk.
Awalnya, proporsinya terbesar adalah penduduk muda (usia 0-14 tahun). Namun seiring
dengan menurunnya fertilitas, terjadi perubahan dimana proporsi penduduk yang dominan
bukan lagi penduduk muda tetapi penduduk usia produk f (15-64). Di antara mereka yang ada
dalam kelompok usia produk f tersebut adalah remaja usia 15-24 tahun. Mereka inilah yang
kelak akan menjadi kelompok penduduk dewasa dan tua padatahun 2030.
Karakteristik Remaja
Pada tahun 2016, sebagian besar remaja usia 15-19 masih bersekolah, namun
ditemukan bahwa hampir seperempatnya sudah bekerja. Sementara itu, sebagian besar remaja
usia 20 tahun ke atas sudah memasuki pasar kerja. Bila dilihat menurut jenis kelamin,
persentase remaja laki-laki yang bekerja lebih tinggi dibandingkan perempuan, namun
5
sebaliknya persentase remaja perempuan yang termasuk dalam kegiatan lainnya, dimana
termasuk mengurus rumah tangga, menunjukkan persentase yang besar (Tabel 1).
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
Masa remaja merupakan masa yang sangat menentukan bagi kehidupan di masa selanjutnya.
Bank Dunia menyebut masa remaja sebagai masa transisi kehidupan remaja. Masa transisi
kehidupan remaja oleh Bank Dunia dibagi menjadi 5 hal (Youth Five Life Transitions).
Transisi kehidupan yang dimaksud menurut Progress Report Word Bank adalah:
1. Melanjutkan sekolah (continue learning)
2. Mencari Pekerjaan (start working)
3. Memulai kehidupan berkeluarga (form families)
4. Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
5. Mempraktekkan hidup sehat (practice healty life).
Adapun bidang yang kelima dari transisi kehidupan remaja tersebut (mempraktekkan
hidup sehat) berkaitan dengan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi
Remaja). Sedangkan empat bidang kehidupan lainnya akan dimasuki oleh remaja sangat
ditentukan oleh berhasil tidaknya remaja mempraktekkan kehidupan yang sehat. Dengan kata
lain apabila remaja gagal berperilaku sehat, kemungkinan besar remaja yang bersangkutan
akan gagal pada empat bidang kehidupan yang lainnya.
6
Seksualitas
Hasil Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI, 2002-2003)
menyatakan bahwa remaja yang mengatakan mempunyai teman yang berhubungan dengan
seksual pada usia 14-19 tahun (perempuan 34,7% dan laki-laki 30,9%), sedangkan remaja usia
20-24 tahun (perempuan 48,6% dan laki-laki 46,5%). Selain itu dari penelitian yang dilakukan
oleh Wimpie Pangkahila tahun 1996 terhadap 633 pelajar SLTA di Bali didapatkan bahwa
27% remaja laki-laki dan 18% remaja perempuan mempunyai pengalaman berhubungan seks
pra nikah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Situmorang tahun 2001
menyatakan bahwa 27% remaja laki-laki dan 9% remaja perempuan di Medan mengatakan
sudah melakukan hubungan seks dan masih banyak lagi hasil penelitian yang serupa.
NAPZA
Data BNN tahun 2004 menunjukkan bahwa 1,5% dari jumlah penduduk Indonesia
(3,2 juta jiwa) adalah pengguna narkoba. Dan dari jumlah tersebut 78% diantaranya adalah
remaja yang berusia 20-29 tahun.
HIV/AIDS
Jumlah kasus AIDS secara kumulatif sampai dengan bulan September 2009 sebesar
18.442 kasus. Dan berdasarkan cara penularannya secara kumulatif dilaporkan antara lain
melalui heteroseksual 49,7 %, IDU 40,7%, homoseksual 3,4%, perinatal 2,5%, transfusi darah
0,1% dan yang tidak diketahuisebanyak 3,7 %. Berdasarkan 4 golongan usia tertinggi yaitu
usia 20-29 tahun sebanyak 49,6%, usia 30-39 tahun sebanyak 29,8%, usia 40-49 tahun
sebanyak 8,7% dan usia 15-19 tahun sebanyak 3,0%. Adapun perbandingan persentase kasus
AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 74,5% dibanding 25,5% atau 3 : 1.
Jadi dengan demikian dapat dikatakan bahwa remaja Indonesia yang terkendala dalam
kesempatannya untuk melanjutkan sekolah, memasuki dunia kerja, memulai keluarga dan
menjadi anggota secara baik. Dengan kata lain, sejumlah itu pula remaja yang tidak siap untuk
melanjutkan tugas dan peran sebagai generasi penerus bangsa.
Sehubungan dengan hal tersebut secara empiris berdasarkan hasil rekapitulasi Buku
Kasus Siswa dan pengakuan secara rahasia dalam konseling sukarela dari Bimbingan dan
7
Konseling Madrasah Aliyah Negeri 2 Kutai Kartanegara tahun 2012 dan 2014 diketahui
beberapa siswa melakukan hubungan seks pra nikah yang beberapa di antaranya mengalami
KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) Sedangkan dua kasus lainnya siswi madrasah
mengalami pelecehan seksual dari orang-orang di lingkungan terdekat pada tahun 2014 dan
2015. Juga sebanyak satu kasus pada tahun 2013 seorang siswa harus berurusan dengan
kepolisian karena kedapatan menggunakan NAPZA di luar madrasah pada jam pelajaran.
Sehigga akhirnya siswa tersebut terpaksa keluar dari madrasah karena kasus tersebut. Kasus-
kasus tersebut kiranya merupakan fenomena gunung es yang bisa saja jumlah kejadiannya
lebih besar namun belum terungkap.
Oleh karena itu peran serta remaja sebagai rekan dan konselor sebaya kiranya perlu
ditingkatkan agar bersama-sama konselor/guru BK mendampingi, memfasilitasi dan berupaya
menurunkan angka kasus-kasus tersbut sampai ke nol atau zero risk perilaku remaja
bermasalah terutama dalam hal seks pra nikah, pernikahan dini, dan NAPZA.
Menurut Ir Amir Hady, Pengertian Generasi Berencana (GenRe) adalah remaja dan
pemuda yang memiliki pengetahuan, bersikap dan berperilaku sebagai remaja, namun penuh
dengan perencanaan matang dalam menapaki masa depan. Remaja dan Pemuda GENRE
mampu melangsungkan jenjang-jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan
secara terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus Kesehatan
Reproduksi.
Sedangkan PKBR adalah singkatan dari penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja
yaitu Suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang
berperilaku sehat, terhindar dari risiko free sex, napza dan penyakit HIV/Aids, menunda usia
pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga
Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi tauladan, contoh, model, idola dan sumber informasi
bagi teman sebayanya.
Lalu pengertian PIK Remaja adalah suatu wadah program PKBR yang dikelola dari,
oleh dan untuk remaja/mahasiswa guna memberikan pelayanan informasi dan konseling
tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.
8
Substansi Materi Pokok pengelolaan dan pembinaan Kelompok PIK-Remaja, pertama
adalah Seksualitas:organ reproduksi; pubertas, mimpi basah, menstruasi; kehamilan;
konsekuensi hubungan seks pra nikah (KTD, aborsi, IMS); kedua HIV/AIDS: Informasi
umum ttg HIV/AIDS; Tahap perubahan fase; Penularan; Hubungan HIV/AIDS dgn NAPZA
dan Hubungan Seks Bebas; Pencegahan dan penularan; Bagaimana mengetahui seseorang
terinfeksi HIV; Stigma dan diskriminasi; ketiga adalah NAPZA (Narkotika, alkohol,
psikotropika dan zat adiktif lainnya): Pengertian NAPZA; Kategorisasi NAPZA;
Penyalahgunaan NAPZA; keempat adalah life skill dan Keterampilan sosial yang bermanfaat.
Pada saat itu pula terbentuk PIK REKAMAN yang di SK-kan secara resmi pada tahun
2015 sampai dengan sekarang. PIK REKAMAN merupakan singkatan dari Pusat Informasi
dan Konseling Remaja Kreatif, Aktif dan Mandiri yang dirumuskan pertama kali oleh
angkatan pertama anggota PIK R MAN 2 Kutai Kartanegara yang langsung dikoordinasikan
dengan guru BK/Konselor di MAN 2 Kutai Kartanegara. Pada akhirnya pada PIK REKAMAN
di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kutai Kartanegara perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik
untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka Tegar Keluarga guna mewujudkan Keluarga
Kecil Bahagia Sejahtera serta Bonus Demografi yang berkualitas.
1.2. Tujuan
Adapun tujuan pembentukan PIK REKAMAN yang bersekinambungan adalah:
1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi
dan relevansinya dengan penundaan usia pernikahan (PUP)
2. Mempersiapkan remaja menghadapi masa depan dengan perencanaan yang matang
dengan berbagai keterampilan hidup.
3. Melindungi remaja dari berbagai resiko gangguan kesehatan reproduksi seperti
Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS, Kehamilan Tak Diinginkan (KTD) dan
bahaya Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA)
4. Menyiapkan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR)
1.3. Sasaran
Sasaran dari Program Kerja PIK REKAMAN adalah lingkungan terdekat lebih dulu
(teman sebaya di sekolah dan keluarga) lalu meluas ke lingkungan yang lebih luas (siswa
MTs/SMP dan MI/SD), serta lingkungan teman sebaya yang ditemui pada saat CFD (Car Free
Day) di sepanjang tepian Mahakam secara berkala pada hari minggu pagi.
Sedangkan sasaran yang berkaitan dengan pembentukan, pemgembangan,
pengelolaan, pelayanan dan pembinaan PIK REKAMAN adalah :
a. Pembina PIK Remaja
9
b. Pengelola PIK Remaja
Visi dari PIK REKAMAN adalah Terwujudnya remaja yang aktif, sehat, dan
peduli terhadap kesehatan reproduksi dan TRIAD KRR.
10
BAB II
PIK REKAMAN adalah Pusat Informasi dan Konseling Remaja yang berada di
Madrasah Aliyah Negeri 2 Kutai Kartanegara dengan pembinaan langsung dari Dinas
Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Pendampingan Bidang Kesehatan Reproduksi
Remaja dari UPT Puskesmas Rapak Mahang.
PIK REKAMAN, ketuanya saat ini dijabat oleh Diska Alya Ananta, siswa kelas XII
IPA 3 MAN 2 Kukar yang merupakan juara 2 Duta Generasi Berencana tingkat Kabupaten di
tahun 2023.
PIK REKAMAN menjalankan program PKBR yang merupakan suatu program untuk
memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari
resiko TRIAD KRR (Seksualitas, NAPZA dan HIV/AIDS) , menunda usia pernikahan,
mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia
Sejahtera serta menjadi contoh , model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.
11
2.2 Struktur
Adapun struktur PIK REKAMAN per Januari 2023 adalah sebagai berikut:
Pembina
Nurlia Santy A, S.Pd.,
M.Pd.
Ketua
Diska Alya Ananta
Wakil Ketua
Andhika Juliandra Saputra
Bendahara Sekretaris
Hikmah Fitriani Ani Nurrusda
Koordinator
Koordinator Dana dan Koordinator Data dan
Perencanaan dan Koordinator Humas
Usaha Media Informasi
Pengembangan Leni
Azkiya Shofia Zahrah Ririn Dwi Aryani
Ummi Hani
ANGGOTA
Program kerja PIK REKAMAN dievaluasi setiap enam bulan sekali berdasarkan
feedback dari anggota dan stakeholder terkait. Tentu saja dengan mempertimbangkan
kebutuhan pengembangan program dan alokasi dana kegiatan.
Adapun program kerja PIK REKAMAN pada tahun pelajaran 2023-2024 adalah
sebagai berikut.
12
PROGRAM TAHUNAN KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
PIK REKAMAN MAN 2 KUTAI KARTANEGARA
TAHUN 2023
Mengetahui,
13
2.4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup PIK REKAMAN meliputi aspek- aspek kegiatan pemberian informasi
PKBR, Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (life skills), pelayanan
konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan serta kegiatan-kegiatan
pendukung lainnya sesuai dengan ciri dan minat remaja. PIK REKAMAN tidak hanya
melayani remaja dilingkungan MAN 2 Kukar saja, tetapi juga remaja yang berada di luar
lokasi wilayah administrasi termasuk remaja yang bisa dijangkau melalui akses online
baik melalui instagam, facebook, maupun layanan media belajar online.
14
2.8 Sasaran (Audience)
15
- Kunjungan dan Sosialisasi ke Panti Sosial Tenggarong
- Kunjungan dan Sosialisasi ke Panti Asuhan Mishbaa Hun Munir Tenggarong
- Studi Banding ke PIK-R MAN 1 Samarinda
- Pembuatan Mading PIK Rekaman dengan pembaharuan setiap bulan sekali.
- Penyediaan Kotak Konseling bagi siswa MAN 2 Kukar
16
- menyiapkan materi advokasi yang terdari dari masalah-masalah yang berkaitan
dengan remaja disekitar PIK REKAMAN, seperti masalah seksualitas, NAPZA,
HIV dan AIDS.
- Mengungkap dampak yang mungkin terjadi bila tidak diambil tindakan atau aksi
dari masalah tersebut.
- Mengemukakan pentingnya keberadaan PIK REKAMAN sebagai salah satu
alternatif pemecahan masalah PKBR.
- Materi-materi tersebut di atas (a) harus dikembangkan ke dalam advokasi dalam
bentuk leaflet, pamflet atau booklet, stiker, instagram, running text dan materi
tanya jawab online melalui Quipper School.
- Penyampaian advokasi dilakukan melalui multi media seperti: surat kabar, radio,
TV dan multi jalur seperti audiensi dan kunjungan.
- Melakukan Promosi dan Sosialisasi PIK REKAMAN dengan memperkenalkan
keberadaan PIK REKAMAN kepada semua pihak terkait (stakeholders)
- Menyiapkan Relawan PIK REKAMAN guna menyiapkan tenaga (relawan) untuk
pengelola PIK REKAMAN yang baru ataupun untuk mengganti tenaga yang
sudah non aktif atau keluar demi keberlangsungan pengelolaan dan pelayanan
PIK REKAMAN.
- Memberdayakan SDM PIK REKAMAN dengan meningkatkan pengetahuan,
sikap dan keterampilan pengelola PIK REKAMAN tentang pengelolaan dan
teknis pelayanan dalam rangka peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan
pelayanan PIK REKAMAN.
- Mencari Sumber Dana PIK REKAMAN melalui kegiatan-kegiatan ekonomi
produktif (income generating) untuk mendukung biaya operasional PIK
REKAMAN setiap harinya.
- Melaksanakan Administrasi PIK REKAMAN sesuai dengan Panduan Pengelolaan
PIK Remaja dalam rangka peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan
pelayanan PIK REKAMAN.
- Melaksanakan Konsultasi dan Fasilitasi PIK REKAMAN kepada pihak-pihak
yang akan melaksanakan konsultasi sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
17
- Membuat buku tentang generasi berencana yang bisa diperjualbelikan dan
disebarluaskan ke selutuh Indonesia.
- Membuat aneka souvenir atau makanan ringan yang bisa dijual dan sebagian
keuntungannya dibagikan bagi kaum miskin dan dhuafa.
18
Bab III
Penutup
1. Kesimpulan
2. Saran
Kepada para pihak terkait (stake holder) untuk memberi dukungan baik moril maupun
materiil kepada PIK REKAMAN dan memberi saran dan kritikan yang membangun guna
mengembangkan PIK REKAMAN agar PIK REKAMAN benar-benar sebagai suatu wadah
kegiatan PKBR yang memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang Perencanaan
Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.
Kepada para remaja pada umumnya dan pengelola PIK REKAMAN pada khususnya
agar menjadikan PIK REKAMAN sebagai wadah untuk mewujudkan Tegar Remaja sehingga
tercapai Tegar keluarga yang berdampak pada berhasilnya Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.
19
BAB IV
LAMPIRAN-LAMPIRAN
I. Profil Pengurus PIK REKAMAN MAN 2 Kukar Tahun 2022-2023
20
Ani Nurrusda Hikmah Fitriani
Sekretaris PIK REKAMAN Bendahara PIK REKAMAN
21
Ririn Dwi Aryani Leni
Koordinator Data dan Media Informasi Koordnator Humas
22
II. Lampiran Prestasi dan Pengembangan Diri Pengurus Inti PIK Rekaman
23
1. Sertifikat sebagai relawan konselor di Sahabar Remaja PKBI-DIY
24
3. Seminar Inovasi Pembelajaran Menuju Profesionalitas Guru, 09 April 2016
25
3.1 . Workshop Optimalisasi Android sebagai Media Pembelajaran Kreatif, 20-21 November
...2016
26
6. Peserta Diklat Teknis Guru BK MA Tingkat Nasional Tahun 2014
27
7. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Kompensi Guru BK, 30 November 2016.
28
8. Sertifikat di Bidang Kepenulisan
29
30
9. Pembimbing Karya Tulis
31
32
11. Menerbitkan Buku Cerita Anak
33
B. Pengembangan Diri Ketua, Wakil Ketua dan Anggota lainnya PIK Rekaaman
34
2. Sertifikat Juara Intelengensia Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Provinsi
2020
35
4. Sertifikat Juara 1 Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2022
36
6. Sertifikat Juara 3 Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2022
37
8. Sertifikat Juara 2 Putri Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2023
9. Sertifikat Juara Best Advokasi Duta Generasi Berencana Tingkat Kabupaten 2023
38
10. Sertifikat Juara III Organisasi PIK R Se-Kalimantan Timur
39
III. Lampiran Dokumentasi Kegiatan PIK REKAMAN
40
3. Latihan Gabungan Forum GenRe Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara
41
4. Bedah Modul Tentang Kita - Berani
5.
6. Kegiatan Word Cleanup Day bersama Forum GenRe Indonesia Kabupaten Kutai
Kartanegara
42
IV. Lampiran Penggunaan Sarana Prasana PIK Rekaman
43
Dipahami dan disebarluaskan ke teman sebaya
D. Majalah Dinding
44
E. Quiper School Online Materi Triad KRR dan Life Skill yang dibuat Pembina
Materi ini bisa diakses pada laman https://learn,quipper.com dengan kode akses
44THR7
F. Perpustakaan Mini
Perpustakaan mini dapat digunakan seluruh siswa yang berkunjung.
G. GenRe Kit
45
H. Buku Konseling
I. Buku Tamu
46
V. Lampiran MOU dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
47
48
49
50
VI. Lampiran MOU dengan Puskesmas Rapak Mahang
51
52
53
54
VII. Lampiran SK Kepengurusan PIK REKAMAN dari MAN 2 Kutai Kartanegara
55
56
57