BAB
Peran Aktif Bangsa Indonesia pada Masa Perang Dingin
❸ dan Dampaknya terhadap Politik dan Ekonomi Global
Sumber gambar: wikimedia.org
Perang Dingin Pertama
Munculnya Dua Negara Adidaya
Perang Dingin Pertama
Munculnya Dua Negara Adidaya
Perang Dingin Pertama Blok Barat
Perang Dunia II Perang Dingin Kapitalisme/Liberalisme
Blok Timur
Komunisme
Sebab-Sebab Perang Dingin
Perbedaan Ideologi
➢ Tidak ada pemilihan umum
➢ Pemilihan umum ➢ Otokratik/Kediktatoran
➢ Demokratis ➢ Komunis
➢ Individualis (Survival of the fittest) ➢ Setiap orang membantu setiap orang
➢ Paling kaya di dunia (Everybody helps everybody)
➢ Hak asasi manusia ➢ Basis ekonominya lemah
➢ Kebebasan pers ➢ Masyarakat dikontrol oleh NKVD (polisi rahasia)
➢ Sensor total terhadap pers
Faktor Penyebab Perang Dingin
➢ Baik Uni Soviet maupun Amerika Serikat ➢ Aksi-aksi Uni Soviet di wilayah Jerman yang
sama-sama ingin menguasai dunia. dikuasai oleh Uni Soviet.
➢ Uni Soviet bertekad menyebarluaskan ➢ Amerika Serikat menolak membagi rahasia-
paham komunisme. rahasia nuklirnya.
➢ Ketidaksukaan Uni Soviet akan sistem ➢ Ekspansi Uni Soviet sampai ke Eropa Barat.
kapitalisme. ➢ Uni Soviet melanggar janjinya untuk
➢ Amerika Serikat takut akan pengaruh menyelenggarakan pemilihan umum.
dan serangan komunis. ➢ Uni Soviet takut akan serangan Amerika
➢ Uni Soviet takut terhadap bom atom Serikat.
yang dibuat Amerika Serikat. ➢ Uni Soviet memerlukan perbatasan yang
➢ Rasa tidak suka Truman terhadap Stalin. aman di bagian barat wilayahnya .
Jalannya Perang Dingin
➀ Perang Dingin Pertama
Pakta
NATO Warsawa
Janji bantuan ekonomi bagi setiap
Marshall Plan negara Eropa, termasuk Uni
(George Soviet, yang bersedia
Marshall) berpartisipasi membangun
kembali perekonomian Jerman.
Pakta Pertahanan Suatu aliansi yang
Atlantik Utara yang berisi perjanjian
Pemberian bantuan ekonomi beranggotakan bantuan timbal
kepada setiap negara Blok Timur negara-negara Eropa balik dalam Blok
dan negara-negara satelit Uni Barat dan didirikan Timur. Yang
Soviet agar negara-negara satelit pada 1949. didirikan pada
Molotov Plan Uni Soviet tersebut tidak menerima 1955.
(Vyacheslav bantuan Marshall plan dan tetap
Molotov) berada di bawah pengaruh Soviet.
Jalannya Perang Dingin
Dwight Nikita
Eisenhower Khrushchev
Bertekad mengurangi sepertiga dari Memilih untuk "hidup berdampingan secara
pengeluaran militer sambil terus damai" dengan Barat karena yakin bahwa
berjuang dalam Perang Dingin secara tanpa perang pun kapitalisme akan hancur
efektif. dengan sendirinya.
Jalannya Perang Dingin
Konflik Berlin Konflik Tiongkok
-Jerman Barat (Perancis, Inggris & AS) -Nasionalis (Chiang Kai Sek=AS)
23 Mei 1949 -Komunis (Mao Zedong=Uni
-Jerman Timur (Uni Soviet) 7 Oktober Soviet) 1 Oktober 1949
1949
9
Jalannya Perang Dingin
Krisis Kuba
Perang Korea
Perlombaan Teknologi
-Korsel-15 Agustus 1948 Fulgencio Batista vs Fidel Castro
(Syngman Rhee)=AS
-Korut-9 September 1948 (Kim II
Sung)=Uni Soviet
10
Perang Dingin Kedua
Perang Dingin Kedua
Segi Politik Segi Ekonomi
Perang Dingin Kedua ditandai dengan peningkatan Moskow telah membangun sumber daya militer
dukungan pemerintah di negara Dunia Ketiga melawan yang menghabiskan 25 persen dari produk
pemberontakan internal. nasional brutonya, dengan mengorbankan
barang-barang konsumsi dan investasi di sektor
sipil.
Segi Militer
Amerika Serikat meningkatkan pengeluaran
militer dari 5,3 persen/total GNP pada tahun
Peningkatan ketegangan terlihat dari dipasangnya rudal 1981 menjadi 6,5 persen pada tahun 1986,
balistik RSD-10 Pioneer milik Soviet yang mengarah ke jumlah anggaran militer terbesar sepanjang
Eropa Barat. sejarah Amerika Serikat.
NATO memutuskan untuk memasang rudal jelajah dan
MGM-31 Pershing di Eropa yang ditempatkan hanya
berjarak tempuh 10 menit ke Moskow.
Berakhirnya Perang Dingin
Pada tahun 1985, diangkat menjadi Sekretaris
Jenderal Partai Komunis dengan kondisi
perekonomian Soviet yang menurun tajam.
Mengeluarkan kebijakan yang disebut
perestroika dan glasnost
(keterbukaan/transparansi)
Pada tanggal 3 Desember 1989, dalam Konferensi
Tingkat Tinggi Malta, Gorbachev dan George H. W. Bush
secara resmi menyatakan bahwa Perang Dingin sudah
berakhir. Setahun kemudian, dua negara tersebut
bermitra dalam Perang Teluk melawan Irak. Uni Soviet
secara resmi dibubarkan pada tanggal 25 Desember
1991.
Mikhail Gorbachev
13
Dampak Perang Dingin
• Rusia sebagai ahli waris utama Uni Soviet memotong
pengeluaran militer secara drastis.
• Restrukturisasi ekonomi menyebabkan jutaan warga di
seluruh Uni Soviet menganggur.
• Menyisakan Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara
adidaya di dunia.
• Pengeluaran militer Amerika selama berlangsungnya
Perang Dingin diperkirakan sekitar $8 triliun, sedangkan
hampir 100.000 orang Amerika kehilangan nyawa dalam
Perang Korea dan Perang Vietnam.
Dampak Perang Dingin
• Konflik baru di sejumlah negara.
• Mendorong perkembangan teknologi .
• Berkembangnya demokrasi dan kesadaran terhadap
hak asasi manusia.
Turunnya Soekarno dari puncak kekuasaan pada tahun
1966 diduga kuat dibantu oleh CIA, yang tidak ingin
Indonesia berafiliasi ke Uni Soviet.
Peran Aktif Bangsa Indonesia pada Masa Perang Dingin dan
Dampaknya terhadap Politik dan Ekonomi Global
KAA
➢ Ide pembentukan KAA lahir ketika Ali
Sastroamidjojo menjabat sebagai perdana
menteri RI.
➢ Indonesia berperan sebagai penyelenggara
Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada
18–24 April 1955.
➢ Penyelenggaraan konferensi ini memberikan
Suasana di depan Gedung Merdeka saat
semangat dan mendorong perjuangan
diselenggarakan Konfrensi Asia Afrika kemerdekaan bagi bangsa-bangsa lAsia dan
pada 1955. Afrika.
Peran Aktif Bangsa Indonesia pada Masa Perang Dingin dan
Dampaknya terhadap Politik dan Ekonomi Global
KAA & GNB
Sumber: wikimedia.org
Tokoh-tokoh pelopor Konferensi Asia Afrika. (1) Ali Sastroamidjojo- Indonesia; (2)
Jawaharlal Nehru-India; (3) U-Nu-Birma; (4) Mohammad Ali Bogra-Pakistan; dan (5) Sir
John Kotelawala-Srilanka.
Peran Aktif Bangsa Indonesia pada Masa Perang Dingin dan
Dampaknya terhadap Politik dan Ekonomi Global
GNB
➢ Indonesia menjadi salah satu pelopor berdirinya GNB.
➢ Indonesia memegang kepemimpinan GNB pada tahun
1992–1995 dan pernah menjadi tuan rumah KTT GNB
pada 1–7 September 1992 di Jakarta dan Bogor.
➢ Lewat Jakarta Message, Indonesia berhasil memfokuskan
kerja sama pada pembangunan ekonomi dengan
menghidupkan kembali dialog Selatan–Selatan.
➢ Indonesia turut andil dalam menyelesaikan berbagai
Para Pendiri Gerakan Nonblok. Dari yang paling konflik regional, antara lain Kamboja, gerakan separatis
kiri: Jawaharlal Nehru (India), Kewane Nkrumah Moro di Filipina, dan sengketa di Laut Tiongkok Selatan.
(Ghana), Gamal Abdul Nasser (Mesir), Sukarno
(Indonsia), dan Josip Broz Tito (Yugoslavia).
Peran Aktif Bangsa Indonesia pada Masa Perang Dingin dan
Dampaknya terhadap Politik dan Ekonomi Global
OKI
➢ Indonesia memfasilitasi upaya penyelesaian konflik antara
Pemerintah Filipina (GRP) dengan Moro National Liberation Front
(MNLF) dengan mengacu kepada Final Peace Agreement/Perjanjian
Damai 1996. Memberantas ekstremisme, kekerasan dan terorisme
➢ Indonesia telah memberikan dukungan bagi berdirinya negara
Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai
ibu kotanya.
➢ Berkenaan dengan isu Islamofobia, pemerintah Indonesia
menekankan mengenai perlunya mengajak pihak Barat dalam
Logo OKI. proses penciptaan proses dialogis lintas-agama dan kebudayaan
yang konstruktif.
Peran Aktif Bangsa Indonesia pada Masa Perang Dingin dan
Dampaknya terhadap Politik dan Ekonomi Global
ASEAN
➢ Peran Indonesia dalam ASEAN
selain sebagai salah satu negara
pemrakarsa, Indonesia juga
merupakan negara yang terbesar
di kawasan ini.
➢ Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
ASEAN yang pertama
diselenggarakan di Bali, Indonesia
pada 23-24 Februari1976.
Penandatanganan piagam Deklarasi Bangkok oleh wakil negara ➢ Sekretaris Jenderal pertama
pelopor ASEAN, yakni (dari kiri ke kanan) Narcisco Ramos (Filipina),
Adam Malik (Indonesia), Thanat Khoman (Muangthai/Thailand), Tun
ASEAN dijabat oleh H.R.
Abdul Razak (Malaysia), dan S. Rajaratnam (Singapura). Dharsono.
Peran Aktif Bangsa Indonesia pada Masa Perang Dingin dan
Dampaknya terhadap Politik dan Ekonomi Global
Jakarta Informal Meeting (JIM)
➢ Menteri Luar Negeri Indonesia, Ali Alatas, mengusulkan pertemuan informal untuk
menyelesaikan masalah Kamboja.
➢ Usulan ini diterima sehingga diadakan JIM (Jakarta Informal Meeting) yang pertama di
Bogor, Jawa Barat, pada 25-28 Juli 1988. Pertemuan JIM kedua dilaksanakan bulan
Februari 1989 di Jakarta.
➢ Pemerintah Indonesia melalui JIM mempunyai peranan sangat penting dalam
menyelesaikan masalah Kamboja.
➢ Pertemuan informal untuk menyelesaikan masalah Kamboja yang diprakarsai ASEAN,
khususnya pemerintah Indonesia berhasil mengendalikan dampak perang saudara di
Kamboja.