TUWEB SESI 2
PDGK 4203
PENDIDIKAN MATEMATIKA I
Tutor:
SISKA DWI KUMALA, M.Si
[email protected]
MATERI (MODUL 1-9)
Pendidikan
Matematika I
1 Pembelajaran Matematika di SD
Bilangan Cacah 2
3 Bilangan Bulat
Pangkat dan Bilangan Romawi 4
5 Kelipatan dan Faktor Bilangan
KPK dan FPB 6
7 Pecahan Biasa dan Desimal
Bil. Rasional dan Irasional 8
9 Persen dan Perbandingan
Modul 2: Bilangan Cacah
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MODUL 2
Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa dapat
memahami tentang:
1. Memahami bilangan cacah dan operasi-operasinya serta
menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Merancang pembelajaran bilangan cacah dan operasinya di SD
3. Melaksanakan pembelajaran bilangan cacah dan operasinya
dengan metode dan media yang sesuai
Kegiatan Belajar 1
BILANGAN DAN LAMBANGNYA
Angka: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9
Bilangan: Terbentuk dari beberapa angka minimal 1
Nama Bilangan Lambang Bilangan
• Tiga ratus enam puluh 360
• Dua ratus tiga puluh enam 236
• Empat ratus lima puluh dua 452
BILANGAN KARDINAL DAN BILANGAN ODINAL
Bilangan Kardinal adalah bilangan yang menyatakan banyaknya anggota
suatu himpunan.
ATAU
Bilangan Kadinal adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan
banyaknya suatu objek
Contoh:
1. Terdapat himpunan A = {a, b, c, d, e} Banyaknya anggota himpunan A
adalah 5. Ditulis n (A) = 5,
2. Terdapat 5 buah bola didalam keranjang, maka “5” merupakan
bilangan kardinal yaitu banyaknya bola didalam keranjang
BILANGAN KARDINAL DAN BILANGAN ODINAL
Bilangan Ordinal (bilangan urutan) diperoleh dengan menambahkan “ke”
kepada nama bilangan asli.
ATAU
Bilangan Ordinal adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan
urutan dari suatu objek.
Bilangan Ordinal ditandai dengan awalan “ke” pada nama bilangan asli.
Contoh:
1. Peringkat pada suatu pertandingan, peringkat “kesatu”, peringkat
“kedua”, peringkat “ketiga”
2. Antrian nasabah di sebuah bank
antrian kesatu, kedua ….., dst
NILAI TEMPAT
Tahapan Pembelajaran
Bilangan dan Lambangnya
1. Menyiapkan kartu 2. Membaca dan menulis 3. Menjelaskan konsep
bilangan lambang bilangan nilai tempat
NILAI TEMPAT
KETAKSAMAAN
Untuk membandingkan bilangan, perhatikan urutan nilai
tempat terbesar. Jika nilai – nilainya sama, bandingkan nilai
tempat selanjutnya, yaitu:
a. Urutan nilai tempat ratusan ribu
b. Urutan nilai tempat puluhan ribu
c. Urutan nilai tempat ribuan
d. Urutan nilai tempat ratusan
e. Urutan nilai tempat puluhan
f. Urutan nilai tempat satuan.
KETAKSAMAAN
Contoh :
Untuk membandingkan dua buah bilangan berikut, bandingkan masing-
masing angka yang bersesuaian nilai tempatnya dari kedua bilangan
tersebut.
Maka 32.567 < 32.589
Kegiatan Belajar 2
BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah bilangan 0, 1, 2, 3, 4, ..... Dst. Bilangan cacah
merupakan bilangan asli yang ditambah dengan bilangan nol.
(bilangan asli dimulai dari angka 1 dan selanjutnya
bertambah satu-satu.
Ketidaksamaan pada bilangan cacah
Sifat ketidaksamaan pada bilangan cacah dinyatakan dengan tanda ”<” yaitu
simbol kurang dari dan ”>” yaitu simbol lebih dari
BILANGAN CACAH
Sifat urutan pada bilangan cacah
1. Dua bilangan cacah dianggap tidak sama apabila salah
satu dari bilangan itu bernilai lebih kecil dari bilangan
yang lain.
2. Pada garis bilangan, suatu bilangan dikatakan bernilai
lebih besar bila berada di sebelah kanan salah satu
bilangan. Sedangkan bilangan dikatakan bernilai lebih
kecil apabila berada di sebelah kiri dari salah satu
bilangan.
BILANGAN CACAH
Sifat urutan pada bilangan cacah
3. Jika antara dua bilangan terdapat suatu urutan dan kedua
bilangan itu ditambah bilangan yang sama maka urutan
jumlahnya sama dengan urutan bilangan yang semula.
Misalnya kita mengetahui bahwa 3 < 8. sekarang 3 kita
tambah 4 dan 8 kita tambah 4, ternyata hasil dari
penambahan bilangan tersebut mempunyai urutan yang
sama, yakni 7 dan 12 sama dengan urutan antara 3 dan 8
Jika a < b maka a + c < b + c
OPERASI BILANGAN CACAH
Selanjutnya, untuk menjelaskan konsep penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian hendaknya
diperhatikan hal-hal berikut:
1. Contoh berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
2. Soal kemudian diubah ke model konkret dan model
diagram.
3. Diubah dalam bentuk simbol.
4. Menyelesaikan soal.
5. Jawaban soal diinterpretasikan ke dalam
pertanyaan yang ada dalam soal kehidupan sehari-
hari (real).
OPERASI BILANGAN CACAH
Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjelaskan konsep
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, di antaranya:
1. Kumpulan → (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)
OPERASI BILANGAN CACAH
2. Pengukuran → (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)
Operasi bilangan cacah dengan metode pengukuran apat menggunakan
alat peraga sebagai berikut:
a. Garis Bilangan
Meragakan penjumlahan pada garis bilangan ialah dengan bergerak
maju (ke sebelah kanan). Oleh karena pengurangan adalah lawan
penjumlahan maka pengurangan pada garis bilangan ialah bergerak
mundur (ke sebelah kanan).
b. Timbangan Bilangan
Pada kegiatan di atas kita dapat pula menggunakan pita garis
bilangan yang ditempel pada dinding atau papan tulis.
c. Batang Kusioner Atau Batang Berwarna
OPERASI BILANGAN CACAH
OPERASI BILANGAN CACAH
3. Bersusun→ (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)
Panjang Pendek
OPERASI BILANGAN CACAH
Panjang Pendek
OPERASI BILANGAN CACAH
4. Mesin Fungsi → (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)
Pada operasi bilangan mesin kegunaan mesin fungsi ini biasanya untuk latihan
dan pengenalan pada fungsi.
Penjumlahan Misalnya bila pada muka kartu yang dimasukkan itu ditulis 2 maka
pada bagian belakangnya harus 5, bila pada mukanya ditulis 6 maka pada
bagian belakang kartu yang akan keluar harus ditulis 9, dan seterusnya.
Pengurangan Prinsip pengurangan ini sama dengan prinsip penjumlahan.
Perkalian Misalnya ambillah mesin fungsi perkalian 2. Bila ke dalam mesin
fungsi 2 dimasukkan kartu dengan angka 4 maka kartu yang keluar itu adalah
angka 8.
Pembagian Prinsip perkalian ini mirip dengan prinsip pembagian.
OPERASI BILANGAN CACAH
5. Jajaran → (Perkalian, Pembagian)
susunan benda-benda dalam bentuk persegi panjang. Jajaran tegak disebut
lajur/kolom, sedangkan yang mendatar disebut baris
Contoh: 3 x 4 = 12 atau 12 : 4 = 3
OPERASI BILANGAN CACAH
6. Penjumlahan & Pengurangan Berulang → (Perkalian,Pembagian)
Perkalian dapat diselesaikan dengan penjumlahan berulang
contoh:
5 x 2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10
6x1=1+1+1+1+1+1=6
Pembagian dapat diselesaikan dengan pengurangan berulang
contoh:
Menyelesaikan soal 10 : 2 dengan cara pengurangan berulang
ialah sebagai berikut. Kurangi 10 itu dengan 2 terus-menerus
sampai habis.
OPERASI BILANGAN CACAH
7. Produk Cartesius → (Perkalian)
Yang dimaksud dengan produk(perkalian) Cartesius ialah perkalian silang
dari 2 himpunan.
Contoh: 3 x 2 atau 2 x 3
Himpunan baju, banyak objek 3
Himpunan celana, banyak objek 2
OPERASI BILANGAN CACAH
8. Kartu Nilai Tempat → (Perkalian)
Perkalian dengan alat peraga nilai tempat ialah perkalian yang
menggunakan alat peraga
a. Kartu Nilai Tempat
b. Blok Model Dienes
c. Kantong Nilai Tempat
d. Abakus
OPERASI BILANGAN CACAH
9. Lawan Perkalian → (Pembagian)
OPERASI BILANGAN CACAH
Penjumlahan
Fakta-fakta dasar penjumlahan adalah penjumlahan atau kombinasi bilangan 0
sampai 9, misalnya 9 + 1, 6 + 3, 4 + 5. sedangkan 12 + 9 bukan fakta dasar
penjumlahan karena 12 bukan bilangan yang lambangnya terdiri dari satu angka
Sifat-sifat penjumlahan adalah tertutup pada bilangan cacah, operasi
penjumlahan memenuhi sifat pertukaran (komunikatif) dan pengelompokkan
(asosiatif).
Penjumlahan
Fakta dasar pengurangan adalah bilangan yang dikurangi harus kurang atau sama
dengan bilangan yang dikurangi, sedangkan pengurangnya ialah bilangan cacah dari 0
sampai dengan 9, dengan catatan bahwa selisihnya harus bilangan cacah dan
besarnya dari 0 sampai dengan 9.
Sifat-sifat pengurangan adalah tertutup pada bilangan cacah, operasi
pengurangan memenuhi sifat pertukaran (komutatif)
OPERASI BILANGAN CACAH
Perkalian
Fakta-fakta dasar perkalian adalah perkalian bilangan dari 0 sampai dengan 9,
misalnya 8 x 3, 1 x 9, 6 x 0, dan 5 x 4
Sifat-sifat perkalian adalah Tertutup, Pertukaran, Pengelompokan, Distributif,
Sifat bilangan satu dan nol.
Pembagian
Fakta dasar pembagian adalah Pada Fakta dasar pembagian bilangan yang harus
dibagi adalah dari 0 sampai dengan 81, di mana pembagiannya adalah bilangan bulat
dari 1 sampai dengan 9 dan hasil baginya ialah bilangan bulat dari 0 sampai dengan 9.
Sifat-sifat pembagian adalah tidak bersifat tertutup, tidak memenuhi sifat
komutatif dan asosiatif, bila kita mengambil bilangan sembarang dan
membaginya dengan 0 maka pembagian itu tak terdefinisikan.
OPERASI BILANGAN CACAH
Aturan Penyelesaian Operasi Bilangan
Aturan untuk urutan operasi meliputi penjumlahan,
pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan jika tidak
ada kurung yaitu:
1. Perkalian dan pembagian diselesaikan dari kiri kekanan
2. Penjumlahan dan pengurangan diselesaikan dari kiri ke
kanan
3. Perkalian dan pembagian lebih kuat dari penjumlahan dan
pengurangan
LATIHAN SOAL
1. Buatlah skenario pembelajaran matematika di SD dengan model
pembelajaran matematika SD dengan pendekatan penanaman konsep
dengan materi Bilangan Cacah!
2. Bagaimana Anda menjelaskan konsep penjumlahan, pengurangan,
perkalian dan pembagian dengan bantuan garis bilangan kepada siswa
SD?