0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
279 tayangan13 halaman

Naskah Teater

Diunggah oleh

angelptry22
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
279 tayangan13 halaman

Naskah Teater

Diunggah oleh

angelptry22
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
DRAMA “TANPA PEMBANTU" Karya Adib Hamzah Editor ; Andi Etal M Amas Liswati duduk di kursi belakang . la adalah gadis jelita. Berusia ‘sekitar 20 thn, mengenakan pakaian modem. Tas dan satu eks buku diktat yang dibawa, terletak dikursi. Sambil membaca Koran sesekali menoleh kearah pintu bagian belakang. Pada saat bersamaan Sapari muncul dari pintu dengan tersenyum. la berusia lebih j kurang 27 thn. / Liswati : Bagaiamana dengan si Aco ? Apa tidak perlu bantuanku ? Sapari : 0000, .tidak, semuanya sudah beres. Bahkan sekarang ia sedang tidur pulas. Jadinya, aku lega sekarang. Liswati : Tak kusangka ,.. engkau seterampil itu Sapari (melangkah kekursi dekat meja) Ucapan orang bijaksana memang selalu benar. Sapati : Dulu aku tidak pemah percaya setiap kali membaca perkataan orang bijak. Yang isinya bahwa, kesulitan dapat membuat seseorang menjadi terampil, Bahkan Kini aku melihat hasilnya. Liswati : belum tentu, itu tergantung pada orangnya. Kalau orangnya memang goblok, tetap tidak bisa menambah apa-apa. Malah bisa saja menyebabkan kemunduruan. Sapari : Itu juga benar, tapi tidak sepenuhnya. Liswati : Yang tidak ‘aku mengerti, mengapa tugas-tugas perempuan yang diberikan kepadamu, kau terima begitu saja.? ‘Sapari : Keadaanlah yang memaksaku demikian. Lisawati _: Tidakkah hal itu merupakan suatu penghinaan pada dirimu ? Derajatmu sebagai lelaki diturunkan pada derajat perempuan. Sapari | Kalau aku telah menerimanya, mau apalagi? Jika diukur dengan kaca mata kehormatanku sebagi lelaki,ucapanmu itu memang benar.Tapi kami sekarang ini dalam keadaan begitu darurat, Lisawati : Dan status quo darurat akan di pertahankan oleh istrimu.Bisa saja suatu saat nanti, untuk kepentingan yang kau tidak tahu,ia akan keluar 1 © Dipindai dengan CamScanner Sapari Lisawati Sapari Lisawati Sapari Sapari Lisawati Sapari Lisawati Sapari Sapari Lisawati Sapari Lisawati Sapari rumah.Dan kau yang mesti memberes! tugas-tugas rumah. : (tertawa) Kuliahmu ini dapat membuatku perang dengan istriku,Lis. : Jangan salah paham, + Aku tak tahu pasti,tapi mungkin saja dapat menimbulkan perang baru. : Jadi kalian pun sering berselisih? 1 sesekal DI mana orang berumah tanga tak pernah cekcok? Tak ada,kan’ 2 Tapi engkau jangan salah paham.Aku tidak memfitnah.Aku hanya bicara tentang apa yang mestinya terjadi. : Kau mengingatkan aku pada kesetiaanmu sewaktu kita berpacaran dulu.Tapi sudahlah.Semua itu sudah lewat. : Kalau kau dahulu mau sedikit mengerti kesulitanku,dan engkau mau juga mempertimbangkan. : (memotong) Jangan sebut-sebut lagi Jangan diungkit. Itu sudah lewat.nanti akan mengakibatkan hubunganku dengan istriku jadi tidak baik. : Aku menghormati istrimu, Sap.Jangan salah paham, Aku bukanya membenci dan ingin hubunganmu denganya retak. : Saya harap pembicaraan tentang ini tidak usah kita teruskan.Bagaimana dengan kuliah Pak Etal belakangar tujuh kali aku tak ikut kullah. : Seandainya kau dulu mau sedikit sabar,dan mau konsultasi dengan ‘Anna tentang persoalan kita, saya yakin semua dapat diselesaikan. ? sudah : Bukankah kau pergi ke Kalimantan? : O,aku sungguh menyesalPerpisahan kita memberi kesan yang amat buruk dalam hidupku. + Sekali lagi,Lis, masa lalu itu tak usah kita bicarakan, + Aku menderita karena kesetiaanku.Dan bukankah ini telah kuterima ? : Lantas kenapa sekarang harus kita persoalkan lagi? : Entahlah,Sapari,kenapa.? : Jangan bersedih, Sedin ‘membuat kita kehilangan gairah, Hidup ini 2 © Dipindai dengan CamScanner Lisawati Sapari Sapari Lisawati Sapari Lisawati Sapari Sapari Lisawati Sapari penuh kegembiraan.Kenapa kita tak hidup dengan gembira saja.? : Entah, Sapari.Tapi suatu hal i, perpisahan kita yang 5 1 yang aku tahu pasti, perp! tidak jelas sebab-sebabny j.dilakukan secara Hak et fayang tidak selesal. :_ (memotong) Secara Sepinak? Tidak.kukira, Kita Berselisin dan tar tba kau pergi ke Kalimantan, Aku tidak melakukan tindakan sepihnak- - Nyatanya aku memperoleh kesan demikian.Dan ini membuathu setalu beranggapan bahwa. yah, Bahwa ikatan batinku denganmu belum padam Kita selalu bertemu ai kampus. Aku tidak tahan merendam dalam diam terlalu lama, Karena itu aku datang kemari. : Apinya tetap kau kobarkan.Tidak kau padamkan? : Begitukah engkau beranggapan tentang diriku? - Biarlah kujelaskan kepadamu.Engkau tidak Realistis. Sekarang aku telah beristri dan punya anak Dan pertemuan semacam ini, jika diketahui istriku,akan membuat runcingnya rasa tak puas dalam rumah tanga kami, Engkau mesti mengerti dan menyadari, bahwa ikatan kita hanya ikatan sebagai kawan sekuliah. Menuntut lebih dari ini,akan membuat kita terpukul,Bukan oleh siapapun.Tapi oleh kita sendiri, Mengertikah.apa yang kumakeud? + Tapi........tapi luka hatiku dalam .......dalam... + Begitulah kenyataan dalam hidup.Kesadaran serupa itu pula yang sekarang membuat aku mau menerima kenyataanku yang seperti inifharus melakukan tugas-tugas perempuan. Ah,sudahlah,Lisa.Nanti berpanjang-panjang lagi.eku gembira kau mau kemari. Siapa yang member tahu bahwa tempat tinggalku di sini? = (lak berdaya) seseorang.(Termenung,kecewa bahwa harapanya tak temenuhi) Beberapa Kall uiah engkau tak kulhat.aku merasa begitu.....begitu.....(malu-mu terputus, ‘Tak usah kau khawatirkan-kau lihat ku tak pemnah lepas dari diktat dan catatan Kuliah,Jedi Kekhawatiranmu sungguh tidak beralasan. : (menatap Sapari dengan ca"a9ung) Sapari,bagaimanakah keadaan kita ini sesungguhnya? + (lama menatap Lisawatl/Kemudian duduk di Kursi) kita telah menentukan garis hidup.den kita harus konsekuen. © Dipindai dengan CamScanner Tibe-tiba terdengartangis bayisapan kagot Sapari Ah bangun lagi. isawati : (bergerak akan bangkit) biarah kutolond. Sapari 3 (melarang deny Tek wean an isyarat ta tidak. bankit) Ta Us.dudukiah saja dengan santa” : ‘Saparilenyap ke bekalakang Lisawati menatap buku-buku dl meja dan memunout ‘ejid,dibuka. Dibaca beberapa garis di buka lagi Perempuan Tukan sayur muncul di pinta keluar ia menggendong belanjaan daPur. Tukang sayur : Oh... puang Sapari. Adajki_dirumah? Lisawati _: (kaget,berpaling) O.ada apa,mBok? ‘Tukang sayur : Puang sapari bu . Adaji di dalam. Lisawati : O,sedang di dalam,Ada apa sich mBok? ‘Tukang sayur : Mungkin ia membutuhkan belanja hari ini ? Lisawati : O,saya tidak tahu,tunggulah saja sebentar.(menatap tukan sayur) apakah selama ini juga mas Sapari yang Berbelanja? Tukang sayur : Ya sejak pembantunya pulang.semua diberesi Puang Sapari. Lisawati :O , Begitu kah? Apakah juga Mas Sapari sendiri yang masak? ‘Tukang sayur : Saya dengar memang demikian. Para tetangga mengatakan bahwa Puang Sapari amat mahir masak.Amat terampil merangpungkan tugas- tugas dapur. Lisawati : (tertawa geli) ‘sungguh aneh. Tukang sayur : Kenapa, mbak ? Bukankah halt basa saja? Sekarang inikan banyak kaum laki-laki yang masak. Di pasar juga banyak mahasiswa berbelanj oo Lisawati _: tu memang benar. Tap! tunggulah saja ya Mbok, . chine Sebentar lagi kan dia Perempuan tukang sayur menurunkanka seember minyak kelapa dengan cantnanya sev ke fant Juga . 'elangkah ke pintu 4 © Dipindai dengan CamScanner belakang, memandang ke dalam, Lisawati : Mas Sapari! an? Pari! in ho, tukang sayur datang-AP@KS” ada pesan’ Sapari : (Dari dalam) O, ya. Tunggu sebentar ‘Tukang sayur : (berteriak) iye, puang ku tgudah adami Kubawakanki pesanananta yang = Ini Lisawati _: (pada tukang sayut) Mas sapari pesan 2P9? “Tukang sayur : Ikan bandeng. Den Rara ini apanya dengan Puand Sapari? Lisawati Aku adiknya, Mbok. Baru saja datang ke kota ini. ‘Tukang sayur : ©, jadi adiknya Puang Sapari? Tenturya Den Rara here, bahwa Puang Sapari yang memasak Ya, karena Nyonya Safari sedang in Puang ‘sapari. mengajar.Jadi tugas di rumah diambil all bayi ia membawa susu dalam Sapari muncul dengan menggendong rsenyum dan botol.Lisawati memandang kedatangan Sapari dengan fe geleng kepala. Lisawati : Bukan main.Tugasmu benar-benar repot.mas Sapari : (tidak menghiraukan Lisawatija mendekati tukan sayur ) Bagaimana pesananku kemarin? bawakan.(mengeluarkan Bungkusan dari bakul,di Tukang sayur : Sudah saya .da sapari) Nih, yang harga umum saja.seekornya periihatkan pa Rp.3000,00. Sapari : Baiklah. Lisawati : Rp.3000,00? Coba lihatmacam apa.(mendekati tukan sayur,mengamati ikan bandeng) terialu Mahal-AN.inierlalu mahal Saparidua ribuh saja,mBok. Tukang sayur : Tidak bisa Den. Lisawati _: Ya,Rp 2500, 00 Tukang Sayur : Tidak bisa.ini sudah hat Sapari + Sudahiah Lis blar kuambll kan itu Semua.aku memang telah pesan. ga diskon. ‘Tukang sayur : Juga sayuran lain? © Dipindai dengan CamScanner Sapari * seperti biasanya,mBok (iba tia Kagel) aduuuh Kencing legit Lisawati dan Tukar jihat si bayi mengencingi pakaian Sapariisawat are oa ‘di tolak Sapari. Sapari : Biar saja.Biar.Nanti pakaianmu kotor, Lis Tukang Sayur : Punya anak kecil memang repot,Den..Pakaian selalu tak bersih dan berbau. Sapari : Malah harum ,mBok.(senyum) Baru saja aku ini tadi ganti pakaian.sekarang sudah ai keneingi lagi.(mengamati Susu botol) apakah kara susu ini?(bergerak ke kursi,meletakan susu,melepaskan selendang dan meletakan Bayi di meja). Tukang sayur :O,jangan.jangan di meja,puang.nanti jatuh. Sapari : Biar aku baringkan dulu di boks.semua seperti biasa,mBok.dan uangnya besok saja sekalian. Tukang sayur : Juga minyak goreng,Puang? iasa.(lenyap kebelakan). Sapari : Ya,semuanya.seper Lisawati _: It namanya penghinaan tethadap kaum lelaki,mBok ‘Tukang sayur : Ah,ya tidak,Den.suami ‘sayapun harus berbuat demikian jika saya sedang berjualan begini.habis,siapa lagi yang harus mengasuh? Lisawati : Jadi suamimu pun dirumah sedang mengasuh bayi? ‘Tukang sayur : Ya,secara kebetulan saya barusan punya bayi.tapi tuntutan hidup memaksa saya harus begini. dengan apalagi kami hidup jika tidak dengan berjualan begini? Sedang malam harinya pun suami saya jadi penunggu Toko. Lisawati : Oh,suamimu sebagai penunggu Toko? : Ya,Den.Waaaaahhhh,memang hidup harus dengan gotong royong Sapari muncul lag! ‘Sapari : Ah Maaf, Lis.aku terpaks@ menyambutmu dengan cara begini Lisawati +: Bukankah semua ini darurat?(menatap jain tangan) tapi baiklah.aku 6 © Dipindai dengan CamScanner Pergi saja dulu (melangkah ke urat memungut 12° dan buku miliknya) rn : Kenapa? Apakah puatmu merasa tak enak di sini? ‘da suatu perasaan yang me™ : Sudah hke a ‘cukup lama aku di sin, iar lain kall(LenyaP melangkal Perempuan tukang sayur mi ian Lisawati dengan sandarh inate vengikuti Kepera! Tukang sayur : LRo, kemana itu, Puang ? Tadi katanya Den Rar itu adik Puang Sapari? ‘Sapari : Dia bilang Begitu? Tukang sayur : Ya. Kalau demikian Nona tadi itu hanya teman Puang Sapari? wu sudah disiapkan? Sapari : Ya, Mbok. Teman kuliah. Jadi semua pesankt ‘Tukang sayur : ( Siap-siap akan pergi) sudah semuanya. Sapari --Temat dan bumbu masak dan burnbu-bumbu lain? Juga sudah? ‘Jangan-jangan seperti seminggu yang lal. Sampai alu tak dapat berbuat apa-apa. Habis, bumbu tidak lengkap. “Tukang sayur: (Senyum) Kelau skarang sudah semuanya (bangkit, siap pergi) jstri Sapari, muncul dari pintu keluar. la berumur lebih Kemudian Yuliati, mbawa tas dan member kesan habis mengajar di kurang 22 tahun, me! taman kanak-kanak. ada Yulia Jam sekian sudah pulang, Bu? pak? Seperti biasa, Mbok? Sapari “4 Yuliati : Ya,pesan apa saja kau, ‘Tukang sayur : Ya. Seperti biasa. Tap! tambah bandeng 3 ekor.Uangnya sekarang atau hari sabtu seperti biaso? ‘Mbok. Sudah berjumiah berapa hutangku semua? Yuliati : Hari sabtun s ‘Tukang sayur : sekitar Rp. 30.000,00 dengan ini tadi, Yuliati + Baiklah, Hari sabtu 6@l9- 7 © Dipindai dengan CamScanner J ‘Tukang sayur : Sudah, Den. Permisi / Yuliati 2 Ya, Mbok (melangkah ke belakang) Perempuan tukang say oreng dalam ember, yur meniinajing minyaK 9 lantas meningggalkan ruang So Sapa + Saya pki, Bu, sbanya ta ita totona orang sebelah uni memberesi keperiuan dapur ini, Yuiiati : (dari dalam ) ©, begitu kebijaksanaanmu? . Sapari : Terfalu repot jika aku harus memberesi- f Yuliati = (muneul) sejak Kapan kau punya pkiran demikian? Sapari + Ya,sejak kapan? Kau sendin kan tahu tho.Bu. Saya harus rmaju. Diktat- diet dan beberapa buku febal mash blum beres kubaca. Belum lagi buku-buku yang berbahasa inggris. Yulianti : Toh tidak selamanya bengini. Sapari = Kalau pembantu itu tidak balk? Kalau dia hanya beralasan nengok ‘orang tua untuk minggat dari sini? Yulianti Iu tidak mungkin. Sapari «isa saa it tejac. Kalau dalam jangka waktu sekian lama kita belum dapat ganti pembantu? O, cobalah kau pikir balk-baik. Yulianti + Pikiran demikian kuprotes. Aku protes keras! ‘Sapari 1 (kaget) protes keras? Yulianti —_:¥a, protes keras! Sapari -Lho, kau ini bicara tanpal batas tanah atau penyimpangan- penyimpangan..... | Yulianti : (memotong) berkenaan dengan pembangkanganmu. Sapari :Sialan | Benar-benar sialan! (menatap julianti dengan bingung) itukah | haail kesadaranmu akan em@nsip2siwarita? Dan lalu mau... Yulianti :{memotomg) dan tindakar-tindakanmu yang tidak beres mesti usangkal, Kusangkal Keras: Tap! juga agar engkau mengerti bahwa tugas-tugas kaum peremPuan Sesungguhya berat, Baru beberapa hari © Dipindai dengan CamScanner Sapari Yulianti Sapari Yulianti ‘Sapari Yulianti ‘Sapari Yulianti Sapari Yulianti ‘Sapari Yulianti Yulianti Sapari Yutianti ‘Sapari Yulianti sapari Yulianti engkau kuberi tugas ini, dan kau mengeluh. : Nah, nah,kau mulai tidak beres berpikiran, BU- “Tidak bares? aba saja pie, aku banusen pulang dan Kausambut dengan pikiran-pikiran yang membuat rusuh 82] 5 aid thie dapat hanimmpatkan parasalan pada Broporsinya, Bu. : Artinya bahwa kaum perempuan harus selalu bekerja berat untuk suami? + Lho, kta kan sudah dikat oleh tai perkawinan untuk saling tenggang?,_ "Aku tahu bahwa kita mestisaling mengingat Kepentingan yang lain. Tapi suksesku kan juga berarti sebagai sukses mu? : Rupanya kedantangan nona cantik tadi {alah merombak pikiranmu. : (keheranan,curiga) Nona cantik? Siapa dia? : Tadi kulikat seorang gadis keluar dari si + (menguasai diri) Aku memang belum menceritakan padamu. Tapi aku bermaksud akan menceritakan. = Dan tidak akan menceritakan jika tidak kutegur. : Janganlah kaubaker terus api permusuhan ini, Bu. : Engkau harus kuawasi. Mulai sekarang harus kuawasi! = Seperti kucing mengawasi tikus misainya? = Pokoknya kuawasi, Macam apa, nggak peduli + Sudah banyak tugas kau bebanken ke aku, masih perlu kauawasi? Lalu kapan lagi kau akan mengadakan demonstrasi? : Siapa gadis itu? : (setelah lama) Dia teman kullahku. = kalau kullah hanya untuk berP9C3°2N, ek usah kuti, aku melarang kau kuliah! + Apa sebabnya, Nyonya 8280, ja Saya boleh, tah : Kerjakan saja. Tak usah bertanya, —— - - © Dipindai dengan CamScanner Sapari Yuliati ‘Sapari Yuliati ‘Sapari Yulianti Sapari Yulianti Sapari Yulianti Sapari Yulianti Separi Yulianti Sapari : Apakah ini sudah diveto > :Ya. : Agaknya kau benar-benia 3, Tapi revolusi i mau xan revolusi. . demikian adalah keliru, mengadal mpur dengan revolusi. ‘Apa gunanya? + Rumah tangga tak pert gm : Pokoknya mulai saat ini kau harus berhenti kuliah + Mati akul (menasihati din) Nah, kapan xapokimu. 6@pari? Di rumah in kau kan _ seperti bunga plastik. erat dncoar, cant dan dipindah ke sana ke mari. (menatap Yulianti) Untuk berapa lama, Nyonya? : Barhenti Kuliah bu barangkall? Dan oi ramah ini yang berkuasa den mgguh kel saya bilang. Jangariah terfalu banyak berprasangka, Apakah kesetiaanku selama ini kepadamu kurang cukup? : Betapa Maluku, jika aku dikenal sebagai pendidik tapi anakku kelak akan bertingkah macam ayahnya? -/Macam aku? Jadi aku sudah kauputuekan berkelakuan tidak baik? Ini harus dirundingka dulu, Bu. Dan nyatanya, kau sendiri lebin mencintai anak orang lain daripada anak sendiri. : Mana buktinya? Tunjukkan! : Anak-anak orang lain di sekolah itu? Itu bukan bukti? Aku mendidik, Mas. Aku ini mendidik. Mendidik bukan berarti mesti ‘mencinati anak didiknya. - Anakmu sendiri kau terlantarkan. Kaukasihi anak-anak orang lain. Anakmu menangis tapi kau bergembira bemnyanyi-nyanyi dengan anak-anak orang lain, : itu namanya pengorbanan. Tapi pikiranmu yang macam itu salah sekali. : Aku yang mesti jadi korban? + Apa éaja membutuhkan pengerbanan. Tanpa pengorbanan, hanya omong kosong! : Bagaimana dengan pasal rumah tangga kita? Siapa yar berkorban? mao 10 © Dipindai dengan CamScanner Yulianti Sapari Yulianti ‘Sapari Yulianti Sapari Yulianti Yulianti ‘Sapari Yulianti Sapari Yulianti ‘Sapari Yuiianti Sapari + Pasal rumah aE tango? Sanat hanya ar saya baer? :fiba-tiba menjadi jinak) Bai : iklah, bail nyerah, Demonstrasiu kuterima. Proteemus katrina, Kau apn, leh bak aku pake rk 26 + (Ketawa sedi Itu tidak benar, Mas, sungguh tak benar. Aku tidak akan Mt, mariah kita saling menginsaf : Dengan menggantikan tugas berapa har ini aku memang sudah sadar bahwa Panter pala tidak ada jalan lain untuk membebaskan diriku dari semua ini? Berapa Kall pakaianku dikencingi? Berapa kali tanganku kena berak si Aco itu? Berapa kali, berapa Kall tak terhitung! Kalau studiku gagal? Siapa yang rugi? (menuding lututnya) Dengkulku yang rugi? Hiya? Dengkulku ini? + Tapi kalau kuliah hanya untuk berpacaran, apakah gunanya bagiku? + Sungguh mati aku tidak berpacaran.(kesal sekal, dan penuh kesungguhan) ‘Nant’ kita bicarakan dengan baik-baik pasal ini. Aku benar-benar jenakel jadinya. Nanti kita bicarakan dengan tenang. Tidak dengan hati panas. : Engkau yang memulai. - Apakah ucapanmu ini juga termasuk dalam rangka protes, demonstrasi dan Tevolusimu? + Yang tidak kusukai adalah sikapmu yang penuh dengan rahasia. : Jangan salah sangka . Engkau harus mengerti bahia Setiap orang punya traws lau, Aku pun yakin bahwa sebelum kau kawin dengan aku, engkau menaksir pemuda lain. : (Senyum bingung) Ah...lidak. + Aku tidak percaya. Betapa pun kecil perasaan itu, mesti pernah terjadi. ‘Mungkin Kau pernah jatuh cinta pada guru Kesenianmu sewaktu di SMP. Dari itu, apakah gunanya kita memperselisihkan masa lalu kita? : Tapi masa lalu amat berpengaruh dalam hidup kita sekarang. + Itu tidak kusangkal. Yang aku tidak menyetujui adalah anggapanmu seolah- ofah aku masih bergantung pada masa lalu. Janganlah kau menyulitkan nasib hidup kita. Jangan ‘memaneing-mancing kesulitan baru, : (mali-malu) Apakah Ini termasuk dalam rangka protesmu? + Ab, tidak. Aku kan di pihak yand kalah? Demontrasi dan protesku mana ada a ’ © Dipindai dengan CamScanner gunanya? Yulianti_ : Baiklah, Mas, Baiklah, Kita akhiri ‘semua ini. Sapari_:Nah, itu namanya 4 3 ya unya Itikad bai esadal nme ke an untuk dewasa. Jangan Yulianti_ : Kau juga mau menang sendiri. Sapari_: Dalam pasal apa? bemada menyalahkan, Yulianti_ : Dalam pasal apa kau bil selalu pasal apa kau bilang? Sikap mu yang vyang mau menang menggurui dalam masalah apa saja? Itu bukan sikap sendiri? Sapari_: Aku kan Cuma usul? Apakah seorang suami tidak boleh usul? Sedangkan anggota parlemen saja bisa usul pada sidang- ‘Yulianti : Sudah. Nanti merambat-rambat tidak karuan lagi. Sapari_ : Persetujuan kita terima? Artinya kita mengadakan gencatan senjata? Tidak bakal tambak-menembak dengan kata-kata tajam lagi? Yulianti_ : Saya terima. ‘Sapari : Ketahuilah, jatku tercinta, Gadis tac tu memang pacarku dulu. Tapi dulu. Tidak sekarang. Yulianti : (ugup) Lalu, untuk apa dia kemani? : Bertanya kenapa beberapa kali aku tidak kuliah, Sapat Yulianti : Dan jawabmu? apart: Yaaah,kukatakan batwa aku sedang dalam kerepotan, Sepert Kerepotan kita sekarang. Harus mencuci popok bayi, bikin minuman susu. repotat Yulianti :Atau dia datang kemarikarena rindu padamu? i: (kaget) Rindu? Kkok aneh sekalli pikiranmu, Bu? Menayakan kutah kan hanya alas20. Yang pokok kan bukan kullahnya. Yang penting bertemu, berduaan. ie aktu lagi, Bu, Sapari_: Kau jangan membuat bom wa . Kita tact sudan mengadakan perdamaian. ‘Apakah Perdamaian sudah ha YYullanti : Aku makin tidak percaya pada masa Slam dan kuiah.utiahm : a terus terang, kau tak percaya, apari_: Aku berkata te’ i Tidak menjawab , dikira benar~ © Dipindai dengan CamScanner Yulianti : Sapari Yulianti : Sapari Yulianti : Sapari benar ada main. Lantas aku harus bangaimana lagi? Mungkin sebaiknya aku digeletakkan saja di kuburan. Dibujurkan ke utara, diinjak-injak dan ditimbuni tanah. Biar beres! (merasa kasihan) Baiklah. Kita sudahi. Tak ada habis-habisnya nanti. : Tapi kau tidak memusuhi aku, bukan? ©, tidak. : Aku sangat susah jika kaumusuhi. Sebab semua lantas jadi repot. Yang paling ku takutkan, kalau-kalau engkau mengadakan pemogokan. Pemogokan? Pemogokan dalam hal apa? : Ya Pemogokan. bayi. Keduanya berbarengan lari-lari kecil ke dalam.. LAMPU PADAM © Dipindai dengan CamScanner

Anda mungkin juga menyukai