0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan6 halaman

Standar Sarana Prasarana SDN 106161

Laporan ini memberikan ringkasan tentang standar sarana dan prasarana di SDN 106161 Laut Dendang berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Laporan ini menjelaskan tentang profil sekolah, program kerja wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana yang terdiri dari program rutin dan insidental, serta hasil observasi terkait sarana dan prasarana sekolah.

Diunggah oleh

Rahmartg
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan6 halaman

Standar Sarana Prasarana SDN 106161

Laporan ini memberikan ringkasan tentang standar sarana dan prasarana di SDN 106161 Laut Dendang berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Laporan ini menjelaskan tentang profil sekolah, program kerja wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana yang terdiri dari program rutin dan insidental, serta hasil observasi terkait sarana dan prasarana sekolah.

Diunggah oleh

Rahmartg
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN HASIL OBSERVASI/WAWANCARA

STANDAR SARANA DAN PRASARANA DI


UPT SPF SDN 106161 LAUT DENDANG

LAPORAN KELOMPOK
Diajukan untuk Memenuhi tugas KKNI mata kuliah Manajemen
Sarana dan Prasarana Pendidikan Di Sekolah Dasar 106161 Laut
Dendang , dengan dosen pengampu :

[Link] Sitanggang ,[Link]

DISUSUN OLEH KEL 3:


RAHMA SONANG RITONGA (7211144009)
EWISRA NDRAHA

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN ADMINISTRASI


PERKANTORAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TA.2023/2024
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang
diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat
membantu anak agar cukup, cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
Pengaruh ini datangnya dari orang dewasa (orang yang diciptakan oleh orang
dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari dan sebagainya) dan
ditujukan kepada orang yang belum dewasa. (Sulfemi, 2018:1)
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan
proses pembelajaran dan suasana belajar agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan,
pengendalian diri ,kecerdasan, kepribadian, berakhlak mulia, serta memiliki
keterampilan yang diperlukan peserta didik, ketika bermasyarakat, bangsa
dan Negara. (Sulfemi, 2018:229)
Pendidikan merupakan salah satu yang paling penting dalam pembentukan
sumberdaya manusia yang handal diberbagai bidang, seperti bidang ekonomi,
teknologi, hukum, sosial budaya maupun bidang peratahan keamanan.
(Sulfemi, 2017: 342)
Dalam dunia pendidikan tentunya untuk mencapai tujuan harus ada
kompetensi yang harus dicapai dari segala standarnya, adapun yang dimaksud
dengan kompetensi yaitu Kompetensi diartikan sebagai suatu hal yang
menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif
maupun kuantitatif. Kompetensi didefinisikan sebagai kewenangan
(memutuskan sesuatu). Ada juga yang mengatakan bahwa “kompetensi atau
secara umum diartikan sebagai kemampuan dapat bersifat mental maupun
fisik.” (Sulfemi, 2015 :72)
Standar sarana dan prasarana pendidikan adalah standar nasional
pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar,
tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel
kerja, tempat bermain, tempat berrekreasi dan berkreasi serta sumber belajar
lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang secara langsung dan
menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar agar
pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif
dan efisien. Sedangkan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara
tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot,
peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya,
bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang
proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Selain itu juga setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang
meliputi lahan, ruang kelas, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang
perpustakaan, tempat berolahraga, daan ruang/tempat lain yang diperlukan
untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

B. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam penelitian di SDN 106161 LAUT
DENDANG tanggal 15 november 2023 2020 14:30 WIB adalah Wawancara.
Yang mana tujuan dari wawancara tersebut adalah :
1. Untuk menggali dan mendapatkan informasi atau data dari orang pertama
(primer)
2. Untuk melengkapi informasi/data yang dikumpulkan dari teknik
pengumpulan data lainnya
3. Untuk mendapatkan konfirmasi dengan menguji hasil pengumpulan data
lainnya.
Dalam proses penelitian ini, dalam metodologi ini yang menjadi subjek
adalah bagian wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana yaitu Bapak
Khiyarul Umam, [Link]. dengan memberikan beberapa pertanyaan yang
berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan.

C. Pembahasan (Hasil)
Dari proses penelitian sekolah mengenai standar sarana dan prasarana
dengan metodologi wawancara langsung, maka didapatkan hasil dengan data-
data berikut :
a. Profil Sekolah

Nama : SD NEGERI 106161 LAUT DENDANG


NPSN : 10213397
Alamat : Jl Pasar Empat Timur
Desa / Kelurahan : Medan Estate
Kecamatan : Percut Sei Tuan
Kabupaten / Kota : Kabupaten Deli Serdang
Provinsi : Sumatera Utara
Kode Pos : 20371
Status Sekolah : NEGERI
Waktu Penyelenggaraan : Double Shift/6 hari
Jenjang Pendidikan : SD

b. Program wakasek Sarpras


1. Program Rutin :
a. Mengelola perawatan dan perbaikan sarana prasarana.
b. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan data sekolah secara
keseluruhan.
c. Pemeriksaaan air untuk kebutuhan wudhu di setiap MCK Setiap Hari
d. Membuat daftar inventaris sarpras yang dipakai harian
e. Melaksanakan pembukuan sarana dan prasarana secara rutin.
f. Laporan dan pemeriksaan buku house keeping
g. Membuat laporan bulanan.
2. Program Insidental :
a. Menyusun program pengadaan sarana dan prasarana.
b. Mengkoordinasikan penggunaan sarana prasarana.
c. Penetapan ruang belajar dan ruang praktik, laboratorium, perpus,
sarana upacara, olahraga, dan seni.
d. Penghitungan bangku, kursi siswa, guru, dan staff
e. Pengelolaan pembiayaan alat-alat pengajaran
f. Pembangunan Gedung Asrama
g. Pembangunan Ruang Laboratorium
h. Pembelian alat-alat olah raga, seni dan TU
i. Program rehab sarpras
j. Pengadaan Pakaian Olahraga, Batik, Koko, Praktik
Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya dapat dilihat
dari keberadaan program kerjanya. Karena program kerja merupakan
acuan yang harus dipegang oleh setiap steakholders dalam menjalankan
tugasnya.

Common questions

Didukung oleh AI

The research at SDN 106161 Laut Dendang used interviews as its methodology. The purpose was to gather primary data directly from individuals involved in managing school facilities, complement other data collection techniques, and verify findings from other sources. The interview specifically targeted the vice principal in charge of facilities and infrastructure, demonstrating a focused approach to data validation and comprehensive understanding .

The document emphasizes technology's role in educational infrastructure by highlighting its necessity in creating effective learning environments. The integration of information and communication technology is considered essential to support and enhance the educational process, offering more engaging and varied learning experiences and improving educational delivery and outcomes .

Routine programs at SDN 106161 Laut Dendang involve daily management activities like equipment maintenance, inventory checks, water inspection, and regular reporting, ensuring ongoing operational efficiency. On the other hand, incidental programs focus on strategic development and expansion, including planning new infrastructure like laboratories or recreational facilities and organizing resources for these purposes. Thus, while routine programs maintain current operations, incidental programs foster long-term growth and improvements .

Data collected during the research, particularly from interviews, provides insights into the current state and effectiveness of existing infrastructure and facilities management practices at SDN 106161 Laut Dendang. This data enables the identification of areas needing improvement, helps refine management strategies, supports the development of targeted interventions, and guides decisions on future infrastructure investments to enhance educational quality .

Insufficient educational facilities adversely impact learning outcomes by disrupting the educational process's flow, limiting resource availability, and reducing the effectiveness of instructional methods. Without adequate facilities, schools struggle to maintain conducive learning environments, negatively affecting students' ability to engage actively in learning activities, ultimately hindering the overall educational quality and competency achievement .

Educational facilities and infrastructure are essential as they provide the necessary support for the educational process, ensuring that teaching and learning activities can happen smoothly, regularly, effectively, and efficiently. Direct facilities, like educational equipment and media, facilitate teaching and learning directly, while indirect facilities, like school buildings or sports facilities, contribute to a conducive learning environment .

Educational infrastructure is integral to competency-based education as it provides the necessary environment and tools for developing students' potential across spiritual, emotional, cognitive, and practical dimensions. Facilities facilitate diverse learning experiences, offer the means for hands-on and practical learning critical for competency development, and support the structured curriculum needed to assess and achieve educational outcomes .

The management of educational facilities at SDN 106161 Laut Dendang is structured through routine and incidental programs. Routine management involves maintenance, inventory management, and documentation, including daily checks and monthly reports. Incidental programs focus on expanding facilities, planning resource allocations, and managing construction projects like building laboratories or dormitories, thus ensuring infrastructure keeps pace with educational demands .

All educational units are required to have facilities and infrastructure because they form the foundation necessary for sustaining educational activities. Facilities such as furniture, educational tools, media, and learning resources are directly tied to the educational process's success. At the same time, infrastructure like classrooms, administrative spaces, libraries, and sports facilities indirectly bolster the learning environment, thus supporting structured and continuous learning .

Schools might face challenges in allocating resources and attention between routine and incidental management. Routine management requires constant detailed attention and monitoring to ensure daily operations proceed without disruption. In contrast, incidental management demands strategic planning and significant investment, potentially straining budgets and staff resources. Balancing the immediate need for operational stability with long-term growth objectives is a challenging aspect requiring strategic prioritization and effective resource management .

Anda mungkin juga menyukai