Shalawat
Shalawat
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Shalawat
Term kata shalawat adalah bentuk jamak dari kata s}ala>t yang
mempunyai makna do’a untuk selalu mengingat Allah secara terus menerus.34
sebanyak 4 kali yakni di dalam QS. Al-Baqarah ayat 157 dan 238, QS. Al-
Taubah ayat 99, QS. Al-Hajj ayat 40, yang memiliki makna ampunan, semua
shalat, do’a, rumah-rumah ibadah, dari beberapa arti di dalam Al-Qur’an tadi,
maka yang sesuai dengan makna yang dinginkan penulis pada pembahasan
kali ini serta makna shalawat yang cocok secara lughawi yakni ampunan dan
do’a.35Dan makna yang paling relevan dengan pembahasan pada skripsi ini
mengenai shalawat yaitu terdapat pada QS. Al-Ah}za>b ayat 56. Adapun tadi
kepada Nabi SAW, atas segala jasa dan pengorbanannya yang telah menuntun
umat manusia ke jalan yang penuh keselamatan yaitu agama Islam. Dengan
34
Adrika Fitrotul Aini, Living Hadis daalam Tradisi Malam Kamis Majelis Shalawat Diba’ bil
Mustofa Ar-Raniry: Intenatiaonal journal of Islamic Studies Vol. 2, No. 1 Juni 2014. Hlm 21.
35
Lihat : Muhammad Fuad Abdul Baqi, Mu’jam Mufahras li Al-Fa>z}il Qur’anil Karim, (Kairo,
Dar al-Fikri, 1981) Hlm 345.
27
atas apa yang telah menyibukkan seorang muslim tersebut. 36 Maka sebagai
َََٱَّللَومََٰلئكتهَۥَيصلونََعلىَٱلنَّبََََۚيَي هاَٱلَّذينََءامنواَصلواَعلْيه
َّ إ َّن
وسلَمواتسليماَا
ْ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada
Nabi (Muhammad). Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah
kamu kepada Nabi(Muham mad) dan ucapkanlah salam dengan
sebaik-baiknya penghormatan kepadanya (Muhammad)”.37
Ayat diatas menjadi dalil secara Qat}’i>’38 bahwasanya Allah dan para
bershalawat kepada Nabi. Dalam hal ini mufasir Ibnu Katsir yang termuat
berasal dari Allah kepada Nabi berarti menunjukkan pujian, atau curahan
rahmat dari Allah kepada Nabi, dan jika shalawat berasal dari Malaikat kepada
Nabi berarti menunjukkan do’a dan jika shalawat dari orang-orang yang
beriman, maka berarti penghimpunan pujian atas Nabi SAW agar diberi
rahmat dan nama Nabi SAW kekal hingga kelak hari kiamat.
ibadah Allah kepada orang-orang yang beriman yakni dari shalat, zakat, puasa,
haji, tidak ada satupun perintah kepada hambanya yang dikerjakan juga oleh
36
Sokhi Huda, Tasawuf Kultural: Fenomena Shalawat Wahidiyah, (Yogyakarta:LkiS, 2008),Hlm
10
37
QS. Al-Ah}za>b :56.
38
Darul Azka dkk, Syarh Al-Wara>qat (penjelasan dan tanya jawab ushul fiqh),( Santri salaf
press:: Kediri), 2016. Hlm 56.
28
Allah melainkan perintah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Adapun
Muhammad SAW. Bershalawat merupakan salah satu cara bagi umat Islam
untuk berterima kasih kepada seluruh jasa Nabi Muhammad yang telah
membawa jalan kebenaran berupa ajaran dan tuntunan untuk mengenal Allah
serta permohonan do’a agar Allah membalas jasa-jasa Nabi Muhammad yang
Muhammad, wujud cinta kita kepada Nabi adalah dengan shalawat dan
Shalawat adalah do’a yang ditujukan kepada Rasulullah sebagai bukti rasa
cinta dan hormat kepadanya dari ummatnya. Hal tersebut juga merupakan do’a
39
Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati), 2002. Hlm 313-314.
40
Sokhi Huda, Tasawuf Kultural: Fenomena Shalawat Wahidiyah, (Yogyakarta:Lki, 2008), Hlm
134-137.
41
Habib Abdullah Assegaf, Mukjizat Shalawat, (Jakarta: Qultum Media, 2009), hlm 2.
29
B. Bentuk Shalawat
:ايرسولَللاَكيفَنصليَعليكَفقالَقلوا:
َ اخ َبينَابوَْحيدَالساعديَاهنمَقالوا
َاللهمَصلَعلىَحممدَوَعلىَاَٰلَحممدَكماَصليتَعلىَابراهيمَوَعلىَاَٰل
َابراهيمَوِبركَعلىَحممدَوَعلىَاَٰلَحممدَكماَِبركتَعلىَابراهيمَوعلىَاَٰل
.َابراهيمَانكَْحيدَجميد
عنَأبَمسعودَعقبةَبنَعمروَاْلنصاريَالبدريَقالَأاتَّنَرسولَللاَفقيل
ََاللهمَصلَعلى:أمرَّنَللاَأنَنصليَعليكَفكيفَنصليَعليكَقالَقولوا:له
َحممدَوعلىَآلَحممدَكماَصليتَعلىَآلَإبراهيمَوِبركَعلىَحممدَوعلىَآل
42
Lihat Skripsi karya Lili Maria Asmi yang judulnya Living Qur’a<n Al-Ah{za>b : 56
(Kajian Pemahaman Ayat Shalawat di Majelis Al-Burdatul Mukarromah Berembang).
Hlm 30
43
Hadits shahih riwayat al-Bukhari (3189), Muslim (407), Malik (395), Ahmad (23600),
al-Nasa’i dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah (59). Lihat di kitab: Al-Bukhari, Abu
Abdullah Muhammad ibn Ismail. 2003. Shahih Bukhari. (Beirut: Dar al-Fikr),2002, Hlm
456.
30
َحممدَكماَِبركتَعلىَآلَإبراهيمَِفَالعاملنيَإنكَْحيدَجميدَوالسالمَكماَقد
.علمتم
dari hadis hingga atsar para sahabat.45 Sedangkan shalawat di luar shalat
ََأَياَرجلَمسلمَملَيكنَعندهَصدقة:درعنَالنيبَقال
َ عنَأبَسعيدَاخل
ََوصلَعلىَاملؤمنني،َاللهمَصلَعلىَحممدَعبدكَورسولك:فليقلَِفَدعائه
.ََفإهناَلهَزكاة،واملؤمناتَواملسلمنيَواملسلمات
“Dari Abu Sa'id al-Khudri, Nabi bersabda: "Siapa saja seorang Muslim
tidak yang mampu bersedekah, maka hendaklah berkata dalam doanya:
"Ya Allah limpahkanlah shalawat-Mu kepada Muhammad, hamba dan
Rasul-Mu. Dan limpahkanlah shalawat-Mu kepada orang orang yang
beriman, laki-laki dan perempuan, dan orang-orang Muslim, laki-laki dan
perempuan" maka bacaan itu menjadi sedekah baginya.”46
44
Al-Bukhari, Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail, Shahih Bukhari. (Beirut: Dar al-Fikr)
Hlm 357.
45
Basya>r ‘Awa>d Ma’ruf, ‘Is}a>m Fa>ris al-H{arsa>ni, Tafsi>r Jami’ al- Baya>n an
Ta’wil Ây al-Qur’a>n Karya Ibnu Jari>r at}-T{abari, Cet 1,Juz 21 Mu’assasah al-
Risalah,Beirut-Lebanon, 1994 M. Hlm 365.
46
Hadits hasan dan dinilai shahih dengan syawahid nya, riwayat al-Bukhari dalam al-
Adab. Al-Mufrad 16401, al-Tirmidzi 12686 Ibn Hibban 1903] al-Hakim dalam al-
Mustainak (7175), al Baihaqi dalam Adab (782) dan Syu'ab al-lman (1176) dan al-
Qudha'i dalam Musnad al-Syihab juz 3 hlm 375. Lihat di kitab: Al-Suyuti, Jalal al-Din
31
Hadis Shalawat di atas merupakan contoh yang dibaca diluar
ََإذاَهلاَدخلتَاملسجد:ََقالَيلَرسولَللا:عنَفاطمةَبنتَالنيبَقالت
َ،َوعلىَآلَحممد، اللهمَصلَعلىَحممد،َبسمَللاَوالسالمَعلىَرسولَللا:فقويل
ََغريَأن،َفقويلَمثلَذلك،َفإذاَفرغت،َوسهلَلناَأبوابَرْحتك،واغفرَلنا
.ك
َ َوسهلَلناأبوابَفضل:تقويل
“Dari Fathimah putri Nabi, "Rasulullah bersauda kepadaku: "Apabila
kamu memasuki Masjid, maka katakan, "Dengan Nama Allah, salam
sejahtera semoga dilimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, limpahkanlah
shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ampunilah kami
dan mudahkanlah bagi kami pintu-pintu rahmat-Mu. Apabila kamu telah
selesai, maka katakan seperti itu, hanya saja kamu katakan, "Dan
mudahkanlah bagi kami pintu-pintu anugerah-Mu.”47
Dan tentunya masih banyak lagi riwayat-riwayat shalawat yang
akhir.
dengan shalawat yang dibaca di luar shalat, seperti shalawat yang dibaca
ketika akan masuk dan keluar dari Masjid, atau shalawat yang dibaca
‘Abd al-Rahman bin Abu Bakr. Tadrib al-Ra>wi fi Syarh Taqrib al-Nawa>wi, (Dar al-
Kutub al-Ilmiyyah-Beirut) Juz 1, 1996, Hlm 245.
47
Hadits hasan dengan syawahid (penguat eksternal)-nya, diriwayatkan oleh Ismail bin
Ishaq alQadhi dalam Fadhl al-Shalah ala al-Nabi j [82, 83] dan Abu al Abbas al-Tsaqafi
lihat, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Jala' al Afham (Dar al-Fikr-Beirut) 2000 , Cet 1 hlm 54.
Lihat uraian syawahidnya oleh Al-Hafizh al-Sakhawi, Al-Qaul al-Badi', (Dar al-Kutub al-
Ilmiyyah – Beirut), 2001, Hlm 100.
32
ketika seseorang tidak mempunyai harta untuk disedekahkan, dan atau
shalawat yang dibaca pada hari Jumat. Dengan demikian, pernyataan kaum
shalat adalah mengada-ada dan tidak memiliki dasar ilmiah yang dha'if
dan shahih.
.اللهمَصلَعلىَحممد
.صلىَللاَعلىَحممد
َ.صلىَللاَعلىَرسوله
.َصلىَللاَعلىَالنيب
Salah satu di antara empat redaksi di atas, adalah bacaan shalawat
redaksi shalawat yang paling utama dibaca dalam shalat maupun di luar
shalat. Di dalam kitab tafsir Rawa>i’ al-Baya>n karya Muhammad Ali as}-
33
S{a>buni, sang mufasir menguraikan bahwa shalawat ibrahimiyyah
adalah:
َاللهمَصلَعلىَحممدَوعلىَآلَحممدَكماَصليتَعلىَإبراهيمَوعلىَآل
َإبراهيمَوِبركَعلىَحممدَوعلىَآلَحممدَكماَِبركتَعلىَإبراهيمَوعلىَآل
إبراهيمَإنكَْحيدَجمي َد
Menurut Imam al-Nawawi, redaksi shalawat yang paling utama dibaca
َاللهمَصلَعلىَحممدَعبدكَورسولكَالنيبَاْلميَوعلىَآلَحممد
َيتهَكماَصليتَعلىَإبراهيمَوعلى
َ آلَإبراهيمَوِبركَعلىَحممدَالنيبَ وأزواجهَ َوذر
َاْلميَوعلىَآلَحممدَوأزواجهَوذريتهَكماَِبركتَعلىَإبراهيمَوعلىَآلَإبراهيم
.ِفَالعاملنيَإنكَْحيدَجميد
Menurut al-Imam al-Qadhi Husain, redaksi shalawat yang paling
utama adalah:
.اللهمَصلَعلىَحممدَكماَهوَأهلهَومستحقه
Menurut sebagian ulama, redaksi shalawat yang paling utama
adalah:
َاللهمَصلَعلىَسيدَّنَحممدَالنيبَاْلميَوعلىَكلَنيبَوملكَوويلَعددَالشفع
.َوالوترَوعددَكلماتَربناَالتاماتَاملباركات
Muhammad Ali as}-S}a>buni, Rawa>i’ al-Baya>n Tafsi>r Âya>t al-Ah}ka>m Min Al-
48
34
Menurut sebagian ulama, redaksi shalawat yang paling utama
adalah:
َاللهمَصلَعلىَحممدَعبدكَونبيكَورسولكَالنيبَاْلميَوعلىَآلهَوأزواجه
.ك
َ يتهَوسلمَعددَخلقكَورضاَنفسكَوزنةَعرشكَومدادكلمات
َ وذر
ََكلماَذكرهَالذاكرونَوكلهاَسهاَعنه،َوعلىَآلَحممد،اللهمَصلَعلىَحممد
َالغافلون
Demikianlah sebagian pendapat para ulama tentang redaksi
shalawat yang dianggap paling utama untuk dibaca sesuai dengan ijtihad
yaitu mereka yang berpendapat bahwa redaksi shalawat yang paling utama
adalah redaksi yang sesuai atau memuat kalimat-kalimat doa yang terdapat
dalam semua riwayat dari Nabi. Demikian yang terbaca dari pendapat
rasional, yaitu mereka yang berpendapat bahwa shalawat yang lebih utama
adalah shalawat yang muatan doa di dalamnya lebih berbobot dan lebih
35
Keenam, berhubung tidak adanya keharusan mengikuti satu redaksi
tertentu dalam bacaan shalawat, maka sejak generasi shahabat, orang yang
dalam shalat, ada yang dibaca ketika akan masuk dan keluar dari masjid,
yang dibaca ketika tidak mempunyai harta untuk disedekahkan dan yang
dibaca ketika hari Jum’at. Sedangkan redaksi shalawat yang dibaca ketika
redaksinya disusun oleh selain Nabi Muhammad SAW. Yakni para sahabat,
tabi’in, auliya’ atau yang lainnya dari kalangan umat Islam. Susunan
terikat dengan redaksi yang diriwayatkan dari Nabi SAW dan sahabat.
49
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
2017. Hlm 23-28.
50
Sokhi Huda, Tasawuf Kultural: Fenomena Shalawat Wahidiyah, (Yogyakarta:LkiS, 2008),
134-137.
36
hadits mengenai cara bershalawat kepada Nabi. Sekelompok ulama juga
setelahnya telah berpendapat bahwa bacaan shalawat ini tidak terikat pada
redaksi yang datang secara tekstual dari Nabi. Dan bahwa orang yang
َ،َإذاَصليتمَعلىَرسولَللاَفأحسنواَالصالةَعليه:عنَعبدَللاَبنَمسعودَقال
ََاللهم:َقولوا:َقال،َفعلمنا:َفقالواَله،فإنكمََّلَتدرونَلعلَذلكَيعرضَعليه
َاجعلَصلواتكَورْحتكَوبركاتكَعلىَسيدَاملرسلنيَوإمامَاملتقنيَوخامتَالنبيني
ََاللهمَابعثهَمقاما،لكَإمامَاخلريَوقائدَاخلريَورسولَالرْحة
َ حممدَعبدكَورسو
.حمموداَيغبطهَبهَاْلولونَواآلخرون
37
beliau kedudukan terpuji yang menjadi harapan orang-orang terdahulu
dan orang-orang terkemudian.”51
2. Hadits Ali bin Abi Thalib
ََاللهم:كانَعليَيعلمَالناسَالصالةَعلىَالنيبَيقول،عنَسالمةَالكنديَقال
َ،القلوب َعلى َفطرها َشقيها َوسعيدها،َوِبرئَاملسموكات،داحيَاملذحوات
،كََورأفةََحتتك َ علىََحممدََعبدكَ اجعلََشرائفََصلواتكََونواميََبركات
َََوالدام َغ،ََواخلامتََملاََسبقَََواملعلنََاحلقََِبحلق،ََالفاتحََملاََأغلق،ورسولك
َََََمستوفراَََِف،ََفاضطلعََأبمركََبطاعتك،اْليشاتََاْلِبطيلََكماََْحل
َ،َحافظاَلعهدك،َواعياَلوخيك،َبغريَنكلَِفَقدمَوَّلَوهيَِفَعزم،مرضاتك
ََبَه،َآَّلءَللاَتصلَبهَأسبابه،َحتََأورىَقبساَلقابس،ماضياَعلىَنفاذَأمرك
َتََاْلعال َمَ ََوأنتجََموضحا،تََالفنتََواْلمث َ بََبعدََخوضا َ هديتََالقلو
َكَ كََاملأمونََوخازنََعلم َ ََفهوََأمين،واثئراتََاْلحكامََومنرياتََاْلسالم
َك َِبحلق َرْحة َاللهم َافس َح
َ ك َنعمة َورسول َ املخزون َوشهيدك َيوم َالدي َن َوبعيث
َتَ ت َغري َمكدرا َ ك َله َمهنئا
َ ت َاخلري َمن َفضل َ ك َواجزه َمضاعفا َ له َِف َعدي
َسَ كََاملغلولََاللهمََأعلََعلىََبناءََالنا َ كََاحمللولََوجزيلََعطائ َ منََفوزََثواب
َكََلهََمقبو َلَ كََونزلهََوأمتمََلهََنورهَََواجزهََمنََابتعاث
َ بناءهََوأكرمََمثواهََلدي
.الشهادةَومرضيَاملقالةَذاَمنطقَعدلَوخطةَفصلَوبرهانَعظيم
51
Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah [906], Abdurrazzaq (3109], Abu Ya'la
[5267], Al-Hafizh al-Sakhawi berkata, sanad hadits ini jayyid dan shahih. Lihat di dalam
kitab: Al-Hafizh al-Sakhawi, Al-Qaul al-Badi', (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah – Beirut), 2001,
Hlm 100.
38
wahyu-Mu, pemelihara janji-Mu dan pelaksana perintah-Mu sehingga
ia nyalakan cahaya kebenaran pada yang mencarinya, jalanjalan
nikmat Allah terus mengalir pada ahlinya, hanya dengan Muhammad
hati yang tersesat memperoleh petunjuk setelah menyelami kekufuran
dan kemaksiatan, ia (Muhammad) telah memperindah rambu rambu
yang terang, hukum-hukum yang bercahaya dan cahaya-cahaya Islam
yang menerangi, dialah (Muhammad) orang jujur yang dipercaya oleh-
Mu dan penyimpan ilmu-Mu yang tersembunyi, saksi-Mu di hari
kiamat, utusan-Mu yang membawa nikmat, rasul-Mu yang membawa
rahmat dengan kebenaran. Ya Allah, luaskanlah surga-Mu baginya,
balaslah dengan kebaikan yang berlipat ganda dari anugerah-Mu, yaitu
kelipatan yang mudah dan bersih, dari pahala-Mu yang dapat diraih
dan anugerah-Mu yang agung dan tidak pernah terputus. Ya Allah,
berilah ia derajat tertinggi di antara manusia, muliakanlah tempat
tinggal dan jamuannya di surga-Mu, sempurnakanlah cahayanya,
balaslah jasanya sebagai utusan-Mu dengan kesaksian yang diterima,
ucapan yang diridhai, pemilik ucapan yang lurus, jalan pemisah antara
yang benar dan yang batil dan hujjah yang kuat.”52
Para ulama menilai susunan shalawat di atas sangat indah dan
bagus. Menurut al-Hafizh Ibnu Katsir, redaksi shalawat ini populer dari
Sayidina Ali bin Abi Thalib Al-Hafizh al-Haitami berkata, para perawi
hadits ini adalah para perawi hadits shahih. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata,
bahwa sanad hadits ini hasan. Hanya saja, Salamah al Kindi tidak pernah
berjumpa dengan Sayyidina Ali. Oleh karena itu, sanad hadits ini mursal.53
َعنَابنَعباسَأنهَكانَإذاَصلىَعلىَالنيبَقالَاللهمَتقبلَشفاعة
َلهَِفَاآلخرةَواْلوىلَكما
َ حممدَالكبىَوارفعَدرجتهَالعلياَوأعطهَسؤ
.أتيتَإبراهيمَوموسى
َ
52
Hadits ini diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur juz 1 hlm 54, Ibnu Jarir dalam Tahdzib al-
Atsar (352), Ibnu Abi Ashim dalam al-Shalah [23], Ya'qub bin Syaibah dalam Akhbar 'Ali,
Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mus}annaf (29520), al-T{abarani dalam al-Mu'jam al-Ausath
(9089], al-Ajuri dalam al-Syariah (420), Ibnu Baththah dalam al-lbanah (1576), al-Nakhsyabi
dalam al-Hinnaiyat [257] dan lain-lain. Hadits ini juga dikutip oleh ahli hadits sesudah
mereka seperti al-Hafiz al-Qadhi Iyadh dalam al-Syifa, al-Hafiz al-Sakhawi dalam al-Qoul
al-Badi’, al-Hafiz al-Qasthalani dalam Masalik al-Hunafa, Ibnu Hajar al-Haitami dalam al-
Durr al-Mandhud, dan [Link] dalam kitab: Al-Hafizh al-Sakhawi, Al-Qaul al-Badi',
(Dar al-Kutub al-Ilmiyyah – Beirut), 2001, Hlm 106.
53
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
2017. Hlm 34.
39
“Dari Ibnu Abbas apabila membaca shalawat kepada Nabi SAW
beliau berkata: “Ya Allah kabulkanlah syafa’at Muhammad yang
agung tinggikanlah derajatnya yang luhur, dan berilah
permohonannya di dunia dan akhirat sebagaimana Engkau
kabulkan permohonan Ibrahim dan Musa”.54
4. Shalawat al-Hasan al-Basri
َاللهمَصلَعلىَحممدَوعلىَآلهَوأصحابهَوأوَّلدهَوأزواجه
َوذريتهَوأهلَبيتهَوأصهارهَوأنصارهَوأشياعهَوحمبيهَوأمتهَوعليناَمعهم
.أمجعنيَايَأرحمَالراْحني
َ.صلىَللاَعلىَحممدَعددَماَذكرهَالذاكرونَوعددَماَغفلَعنَذكرهَالغافلون
54
Hadits ini diriwayatkan oleh Abd bin Humaid dalam al-Musnad, Abdurrazzaq dalam al-
Mushannaf 13104], Ibnu Khuzaimah dalam al-Tauhid juz 2 hlm 900 Lihat dalam kitab: Al-
Hafizh al-Sakhawi, Al-Qaul al-Badi', (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah – Beirut), 2001, Hlm 46.
55
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh al-Qadhi Iyadh dalam al-Syifa Lihat dalam kitab:
Al-Hafizh al-Sakhawi, Al-Qaul al-Badi', (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah – Beirut), 2001, Hlm 46.
40
“Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada Muhammad sejumlah
ingatan orang-orang yang berdzikir kepada-Nya dan sejumlah
kelalaian orang-orang yang lalai kepada-Nya".
Abdullah bin al-Hakam berkata: “Pagi harinya aku lihat kitab al
dalam mimpiku”. Kisah ini sangat populer dan diriwayatkan oleh banyak
ulama.56
generasi sahabat hingga ulama’ salaf yang salih. Tentu masih banyak lagi
riwayat tentang redaksi shalawat yang disusun oleh kaum salaf, hanya saja
1. Sahabat Ibnu Mas’ud dan Ali bin Abi Thalib mengajarkan cara
shalawat kepada Nabi dengan redaksi dan susunan yang bagus, yang
yang indah dan bagus, dengan menyisipkan pujian kepada Nabi, maka
56
Ibnu al-Qayyim dalam Jala' al-Afham hlm 230, Lihat dalam kitab: Al-Hafizh al-
Sakhawi, Al-Qaul al-Badi', (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah – Beirut), 2001, Hlm 256.
57
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
2017. Hlm 36.
41
Nabi akan merasa senang dengannya. Sudah barang tentu, seorang
ada orang menyusun bacaan doa dengan baik kepada Allah seperti
kepada Allah.”
َومسعَمديحَالشعرَوأاثبَعليه
58
Hadits shahih diriwayatkan oleh al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath 19447
dengan sanad yang jayyid (istimewa). Lihat dalam kitab: Al-Hafizh al-Sakhawi, Al-Qaul
al-Badi', (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah – Beirut), 2001, Hlm 200.
42
Rasulullah juga mendengarkan syair yang memuji beliau dan
memberi hadiah kepada penyairnya.59
do’a yang memuji keagungan Allah dan Rasulullah. Maka sangat tidak
ibadah mahdah yang lainnya dengan cara tertib, maka sangatlah riskan
Nya.60
C. Macam-Macam Shalawat
tujuan apa dan kapan harus dibaca. Latar belakang itu yang menyebabkan
59
Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Zad al-Ma'ad (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah: Beirut-Lebanon)
1999 juz 1 hlm 157.
60
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
2017. Hlm 42.
43
banyaknya macam teks bacaan shalawat yang masyhur di kalangan ulama dan
kaum muslimin. Cukup banyak sekali karya para ulama mengenai susunan
shalawat yang masyhur menjadi aktivitas rutin setiap hari ataupun setiap
sebagai bagian sub bab yang membantu untuk merumuskan tujuan yang
dikehendaki di skripsi ini, walaupun keterangan seperti ini tidak ada di dalam
kitab tafsir yang penulis kaji, namun bagian ini dapat memperkuat argumen
sebagai berikut:
a. Shalawat Al-Barzanji
umat nahdiyin barzanji bukan lagi hal yang asing, tidak hanya dibaca ketika
perayaan maulid (kelahiran Nabi) saja, tetapi juga dijadikan rutinitas setiap
malam jum’at oleh sebagian umat nahdiyin. Shalawat Barzanji dikarang oleh
Syaikh Sayyid Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim bin Muhammad bin Rasul
Al-Barzanji, seorang ulama besar keturunan Nabi ﷺdari keluarga Sadah Al-
Barzanji yang terkenal, berasal dari Barzanj (sebuah daerah di Irak). Beliau
44
(1770M). Beliau adalah pengarang kitab Maulid yang terkenal dengan nama
susun beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang masyhur dan paling
luas tersebar hingga ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik di Timur maupun
Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan
sebagai khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia
tersebut. Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlaq, dan taqwanya, akan
tetapi juga karena karomah dan mustajab doanya. Orang-orang Madinah pada
saat itu sering meminta beliau berdoa untuk mendatangkan hujan pada
beliau untuk ber-istisqa’ memohon hujan. Maka dalam khutbahnya itu beliau
pun berdoa memohon hujan. Doanya terkabul dan hujan terus turun dengan
45
dinisbahkah kepada nama desa pengarang yang terletak di daerah Barjanziyah
b. Shalawat Ad-Diba’i
kumpulan syair-syair pujian serta do’a kepada Nabi Muhammad, serta sirah
tentang hal-ihwal Nabi dari asal mula penciptaan Nur Muhammad hingga
kelahiran Nabi ﷺdi dunia dan kejadian – kejadian ajaib di dunia ketika
menjelang kelahiran Nabi ﷺhingga masa kecil sampai Kerasulan Nabi ﷺ.
Rahman bin Muhammad bin 'Umar bin 'Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar
seorang ulama hadits yang terkenal. Beliau mengajar kitab Shohih Bukhori
lebih dari 100 kali khatam. Beliau mencapai derajat Hafidz dalam ilmu hadits
Sakhawi, Imam Ibnu Ziyad, Imam Jamaluddin Muhammad bin Ismail, Imam
al-Hafidh T{ahir bin Husain al-Ahdal dan banyak lagi. Selain itu, beliau
Muba>riz yang juga seorang ulama besar yang tersohor di kota Zabid saat itu.
haji yang kedua kalinya. Sepulang dari Makkah Ibn Diba' kembali lagi ke
46
Muslim, Tirmidzi, Al-Muwatta{' dibawah bimbingan Syaikh Zainuddin
Beliau lahir di kota Zabid (suatu kota di Yaman Utara) pada saat sore
hari Kamis 4 Muharram 866 H. Kota ini sangat masyhur dari masa Nabi
hingga akhir hayatnya sebagai seorang pengajar dan pengarang kitab. Ibn
Diba>'i tutup usia di kota Zabid pada pagi hari Jumat tanggal 26 Rojab 944
H.62
c. Shalawat Nariyah
Shalawat ini salah satu shalawat yang cukup populer dikalangan umat
Islam. Shalawat ini biasa juga disebut dengan sebutan nama Shalawat Taziyah
ََعلىَسيدَّنَحممدَالذيَتنحلَبهَالعقدَوتنفرج،اللهمَصلَصالةَكاملةَوسلمَسالماَاتما
ََويستسقىَالغمام،َوحسنَاخلوامت،َوتنالَبهَالرغائب،بهَالكربَوتقضىَبهَاحلوائج
.ك
َ َوعلىَآلهَوصحبهَِفَكلَحملةَونفسَبعددَكلَمعلومَل،بوجههَالكرمي
“Ya Allah, anugerahkanlah shalawat-Mu yang begitu sempurna dan
curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi
Muhammad, yang dengan sebab lantaran beliau semua ikatan dapat
terlepas, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat
terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat
diraih, dan berkat wajahnya yang mulia hujanpun turun, dan semoga
terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik
dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh
Engkau.”
Redaksi Shalawat Nariyah di atas sangat indah dan bagus. Dalam
62
Turats,Urwatil al-Wutsqo, Tamatan 2011 Lirboyo- Kediri, Hlm 104.
47
Nabi. Hanya saja, kaum Wahabi justru mensyirikkan dan mengkafirkan enam
ini redaksinya dikarang oleh seorang ulama besar, yakni Al-Imam Abu Salim
Ibrahim bin Muhammad bin Ali al-Tazi al-Wahrani al-Maliki. Beliau seorang
ulama besar yang dikenal waliyullah, zahid, salih, dan mencapai derajat
pasti beliau dilahirkan di Tazah, suatu desa di Fes, Maroko tempat tinggal
suku Barbar. Karena itu nisbat beliau yang populer adalah al Tazi. Beliau
dikenal sebagai ahli dalam berbagai bidang ilmu seperti tafsir, tashawuf,
hadits, fiqih, ushul fiqih dan memiliki pengetahuan yang sempurna terhadap
memiliki murid yang menimba ilmu kepada beliau, antara lain al-Hafizh al-
Al-Imam al-Tazi tutup usia pada bulan Sya'ba tahun 866 H/1461 M.
biografi para ulama madzhab Maliki, lebih khusus dalam kitab sebagai
fenomenal yaitu Shalawat Taziyah masih dikenal dan selalu dibaca oleh umat
Islam hingga hari ini. Shalawat Taziyah ini, di Mesir dan Asia Tenggara
48
dikenal dengan sebutan Shalawat Nariyah. Shalawat ini juga populer dengan
d. Shalawat Munjiyat
yaitu Syaikh Musa al-Dharir. Suatu ketika Syaikh Musa al-Dharir naik kapal
sekali kapal bisa selamat dari karam, apabila angin seperti itu datang. Para
tertidur, dalam tidur aku bermimpi bertemu Nabi ﷺdan bersabda kepadaku:
“Katakan kepada para penumpang kapal, agar membaca bacaan ini seribu
kali":
Setelah dapat sekitar 300 kali, kami terlepas dari serangan angin yang
49
berbahaya itu. Dan cuaca menjadi tenang dengan berkah shalawat kepada
Nabi”63
Maka dari itu Shalawat ini dinamakan Munjiyat yang memiliki arti
penyelamat karena sang Syaikh mendapatkan redaksi teks dari Nabi melalui
Shalawat Munjiyat ini biasa dibaca ketika dalam awalan bacaan doa-
doa, khususnya pada saat bacaan doa tahlil. Banyak orang yang meyakini
bahwa ketika doa yang diawali dengan membaca shalawat munjiyat ini akan
cepat terijabah, tentunya atas izin dan kehendak Allah SWT. Selain itu,
dzikir pada saat setelah melaksanakan shalat hajat, dengan harapan agar hajat
shalawat munjiyat ini harus ada bimbingan petunjuk dari seorang mursyid
membaca shalawat munjiyat, agar ketika kita membaca shalawat ini, kita
63
Kisah tersebut diriwayatkan oleh Tajuddin al-Fakihani dalam kitabnya al-Fajr al-Munir fi
al-Shalah wa al-Salam 'ala al-Basyir al-Nadzir j hlm 48, dan dikutip oleh Majduddin al-
Syirazi dalam al-Shilat wa al-Busyar, al-Hafizh al-Sakhawi dalam al-Qaul al-Badi', al-
Qasthalani dalam Masalik al-Hunafa dan lain-lain. Lihat dalam kitab: Al-Hafizh al-Sakhawi,
Al-Qaul al-Badi', (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah – Beirut), 2001, Hlm 256.
64
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
[Link] 145-146
50
e. Shalawat Fatih
َََّنصر،َواخلامتَملاَسبق،َالفاتحَملاَأغلق،اللهمَصلَعلىَسيدَّنَحممد
ََوعلىَآلهَوصحبهَحقَقدره،َواهلاديَإىلَصراطكَاملستقيم،احلقَِبحلق
.ومقدارهَالعظي َم
wali Allah pada abad kesepuluh Hijriyah, yaitu al-Imam Syamsuddin Abu al-
Makarim Muhammad bin Abi al-Hasan Ali bin Muhammad al-Bakri al-
Khalifah pertama, Sayyidina Abu Bakar al-Shiddiq. Karena itu nisbat beliau,
sangat dikenal kedalaman ilmunya. Ayahnya, al-Imam Abu al-Hasan Ali al-
Bakri, juga seorang ulama besar yang dikenal kedalaman ilmunya, dengan
51
Selain belajar kepada ayahnya, Abu al-Makarim juga belajar kepada
kaum shufi, Abu al-Makarim juga tercatat sebagai tokoh shufi yang mencapai
gelar tertinggi dalam dunia spiritual kaum shufi. Oleh karena itu, dalam kitab-
kitab sejarah, nama beliau terkadang disebut dengan al-Quthb al-Bakri, al-
banyak karangan, seperti Syarh Mukhtashar Abi Syuja’ dalam fiqih Syafi’I,
dibaca dalam kitab al-Nur al-Safir karya Sayyid tentu, adalah shalawatnya
yang terkenal hingga saat ini, yaitu Shalawat al’Aidarus, al-Kawakib al-
Sairah karya al-Ghazzi dan Syadzarat al-Dzahab karya Ibnu al-‘Imad al-
Hanbali.65
disisipi dengan obyek penjelasannya agar lebih indah dan bagus. Tentu nama-
ada yang diambil dari al-Qur’an dan hadis. Dan ada pula yang diambil dari
65
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
2017. Hlm 152-153.
52
tambahan yang terdapat pada Shalawat Fatih pada dasarnya adalah lambang
saat ini sedang viral dan menjadi bahan pembicaraan oleh sebagian kelompok
fitnah hingga menghancurkan persatuan umat Islam itu sendiri. Dan kalau
pun terlepas nanti diterima atau tidaknya shalawat seseorang oleh Nabi SAW,
itu tergantung atas izin Allah semata, sehingga shalawat tadi itu hanyalah
Allah SWT.
yaitu kata dasar dari “urgen” mendapat akhiran “i” yang berarti sesuatu yang
66
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
2017. Hlm 1.
53
jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama atau unsur yang
penting.67
ditujukan kepada para akademis, yang kata tersebut lazim diartikan dengan
suatu hal yang mendorong atau sangat penting ataupun mendesak, jadi
nya dari ulama atau mufasir era zaman klasik hingga kontemporer. Yang
mana hasil dari pencarian atau identifikasi tersebut akan penulis jadikan dalil
harapannya juga agar menjadi salah satu sumber literatur keislaman tentang
fikiran yang terdiri dari hayal atau imaji.68Menurut Dalman, Membaca adalah
aktivitas atau proses awal untuk mengidentifikasi makna tentang apa yang
dibaca dan apa maksud yang terkandung dari bacaan tersebut. Jadi membaca
68
Harras K.A. Membaca Minat Baca Masyarakat Kita dalam jurnal Mimbar Bahasa dan
Seni, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 1995), hal. 104
54
merupakan proses awal dari berfikir dan berbicara. Bahkan membaca juga
Muhammad ialah perintah untuk membaca yang di abadikan dalam QS. Al-
Alaq ayat 1-5. Pada saat itu ketika malaikat Jibril mengemban suatu mandat
dari Allah untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yang berbunyi:
َٱسمَربكَٱلَّذىَخلق
ْ ٱقْ رأَْب
“Bacalah! Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. QS.
Al-Alaq.” 70
Malaikat Jibril mengulang bacaan ْ ٱ ْق َرأhingga tiga kali, menurut
Jadi membaca itu merupakan suatu perintah dari Allah yang pertama
kali kepada Nabi Muhammad, yang mana dengan membaca tersebut nantinya
oleh Allah akan diberikan suatu ilmu dan keyakinan yang dikehendaki-Nya.
membaca kita akan memperoleh ilmu serta keyakinan yang di ridhai Allah
sebagai bekal kita menjalani kehidupan dunia saat ini hingga nanti di akhirat.
69
Nurhadi, Meningkatan Kemampuan Membaca. (Bandung: CV Sinar Baru, 2001), Hlm 118
70
Kemenag, Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019, (Lajnah
Pentashihan Mushaf Al-Qur’an) Cet 1, 2019. surat-al-alaq ayat-1-5.
71
Hamka, Buya. Tafsīr al-Azhar, jilid 10. Jakarta: Gema Insani, 2005.
55
Membaca didalam Islam juga lazim dianggap dengan berzikir seperti
halnya membaca kitab suci Al-Qur’an , kitab hadis, kitab para ulama, serta
shalawat kepada Nabi, hal ini semua merupakan rangkaian kegiatan ibadah
mahd}ah yang bertujuan untuk lebih dalam hati dan jiwa mengenal tanda-
aktivitas ibadah yang sangat relevan pada zaman modern serba efisien serta
efektif seperti sekarang ini, dimana ketika seseorang melakukan hal tersebut
secara ikhlas maka oleh Allah akan memberi kemudahan serta keberkahan
56
kepada orang yang mengaku beriman kepada Allah, untuk senantiasa
bershalawat kepada Nabi. Analisis ayat dari segi susunan gramatikal arabnya,
ayat ini di awali dengan lafaz ِإنyang memberikan makna taukid (penguatan)
makna istiqbal sekarang dan yang akan datang, dan dalam lafaz َُّللا َو َم ََلئِ َكتَه
َ ِإن
َ َصلُّون
ِ علَى الن ِبي َ ُ يtarkibnya merupakan jumlah ismiyyah susunan nya terdiri
mubtada’ dan khabar yang kemasukan amil nawasikh yang berupa huruf إِن
mana pada hal tersebut mengindikasikan memiliki makna perkara yang tetap
َ صلُّوا
َ علَ ْي ِه َو
SAW. Kemudian redaksi lafaz selanjutnya yaitu س ِل ُموا َ َيا أَيُّ َها الذِينَ آ َمنُوا
ت َ ْسلِي ًماPada ayat ini diawali dengan huruf Nida’ yang Munada’ nya tertuju
lafadznya يَا أَيُّ َها الذِينَ آ َمنُواdi dalam Al-Qur’an kurang lebih terdapat 90 kali
pengulangan, Menurut Ma’in Taufik Nida’ pada lafaz يَا أَيُّ َها الذِينَ آ َمنُواtergolong
dalam Nida’ yang khusus dan setiap ayat yang redaksi nya di awali dengan
Nida’ يَا أَيُّ َها الذِينَ آ َمنُواmaka ayat tersebut terkelompok pada ayat madaniyyah.
72
Lihat dalam kitab: Muh}ammad ‘Ali> al-S{a>bu>ni>, Rawa>i’ al-Baya>n Tafsi>r A<ya>t
al-Ahka>m min al-Qur’a>n, Jilid I (Jakarta : Da>r al-Kutub al-Isla>miyyah, 1422 H/2001
M), Hlm. 8. Dan juga dalam kitab: Aḥmad bin Muḥammad Al-Shawī, Ḥāsyiyah Al-Shāwi,
Jilid 3, Beirut-Beirut-Lebanon: (Dar al-Kutub al-Ilmiyah), 1971, Cet 13, Hlm 246.
73
ََوالفعليةَتدلَعلىَالتجدد،اْلملةَإْلمسيةَتدلَعلىَالدوامَوالثبوت
Lafaz yang berupa jumlah ismiyah itu menunjukan perkara yang tetap dan terus menerus,
Sedangkan lafaz yang menunjukan jumlah fi’liyah menunjukan makna yang baru
(diperbarui), Khalid As-sabt , Kaidah Tafsir,. Hal 255.
57
kebanyakan orang yang beriman berkumpul di kota Madinah. Ketika ada
seruan seperti itu biasanya akan ada kebaikan yang seorang mukmin
sighat nya merupakan fi’il amr (kata perintah) ala> al-Wuju>b, dan ala> al-
Iba>ahah}75 dan memiliki indikasi perintah langsung dari Allah untuk kaum
muslim agar bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Namun para ulama
dan madhahib al-arba’ masih terjadi perkhilaf atau silang pendapat mengenai
ulama sepakat bahwa membaca shalawat kepada Nabi SAW hukumnya wajib,
satu kali seumur hidup. Ada juga yang mewajibkan membaca shalawat ketika
nama Nabi SAW disebutkan, dan menurut imam al-Syafi’i wajib membaca
shalawat didalam tasyahud awal dan akhir ketika seorang mukmin melakukan
74
Ma‘in Taufiq Dahham al-Haya li, Nida’ fi al-Qur’an al-Karim (Bairut: Dar al-Kutub,
2008), 4.
75
Darul Azka dkk, Syarh Al-Wara>qat (penjelasan dan tanya jawab ushul fiqh), Santri salaf
press: Kediri, 2016. Hlm 56.
76
Muhammad Idrus Ramli, Dalil dan Khasiat 5 Shalawat Populer;al-Hujjah press,Cet II,
2017. Hlm 6-7.
58
shalawat, maka shalat tidak sah dan harus mengulangi nya lagi, begitu juga
ketika khutbah jum’at maka tidak sah, jika tidak membaca shalawat. Senada
dianjurkan dan jarang ditinggalkan oleh Nabi SAW) yang hampir mendekati
wajib. Bagi seorang yang beriman, membaca shalawat kepada Nabi SAW
tidak mungkin ditinggalkan atau dilupakan kecuali jika orang tersebut kurang
Hal ini dapat kita kita telusuri melalui penafsiran kitab para mufasir
Ibnu Jari>r at}-T{abari> di dalam kitab tafsir Jami’ al- Baya>n an Ta’wil Ây
Muhammad ﷺ, maksudnya Allah memberi rahmat kepada Nabi, dan para
malaikat mendoakan serta memintakan ampun bagi Nabi ﷺ, dan bagi orang-
77
Abī Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Ans}āri> al-al-Qurt}ubī , Jāmi li Ah}ka>m Al-
Qur’a>n, Jilid 14, Beirut-Lebanon: (Dar al-Kutub al-Ilmiyah), 1971, Cet 13, Hlm 152.
78
Basya>r ‘Awa>d Ma’ruf, ‘Is}a>m Fa>ris al-H{arsa>ni, Tafsi>r Jami’ al- Baya>n an
Ta’wil Ây al-Qur’a>n Karya Ibnu Jari>r at}-T{abari, Cet 1,Juz 21 Mu’assasah al-
Risalah,Beirut-Lebanon, 1994 M. Hlm 236.
59
hampir sama bahwasanya ayat ini menyebutkan betapa tingginya derajat Nabi
terpelihara dari perbuatan dan pemikiran yang buruk. Selain itu, beliau diberi
siapa pun setelah beliau. Beliau juga diberi penghormatan dengan shalawat
dari Allah dan para malaikat-Nya. Shalawat dari Allah kepada Nabi SAW
malaikat adalah doa dan permohonan ampun untuk beliau, dan shalawat dari
dan mencintai Nabi Muhammad SAW, yang mana hal tersebut juga ungkapan
cinta kepada Allah SWT. Hal tersebut juga selaras dalam surat Ali-Imran ayat
31:
ََٱَّللَغفور
ََّ َٱَّللَوي ْغف ْرَلك ْمَذنوبك َْمََۚو
َّ َحيبْبكم
ْ َٱَّللَفٱتَّبعوِن
َّ ق ْلَإنَكنت ْمَحتبون
يم
َ َّرح
“Katakanlah "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu"Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.”80
Mencintai Allah dan Rasulullah bagi setiap mukmin merupakan suatu
lainnya, tidak ada yang mampu menandinginya, dengan rasa cinta tersebut
benar cinta akan menaati, tunduk dan patuh pada sesuatu yang dicintainya.
79
Abī Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Ansāri al-al-Qurtubī , Jāmi li Ah}ka>m Al-
Qur’a>n, Jilid 14, Beirut-Lebanon: (Dar al-Kutub al-Ilmiyah), 1971, Cet 13, Hlm 149.
80
Kemenag, Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019, (Lajnah
Pentashihan Mushaf Al-Qur’an) Cet 1, 2019. surat-ali-imran-ayat 31.
60
Begitu juga kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, ketika cinta sudah
tertanam dan tumbuh pada hati seseorang untuk Allah dan Rasul-Nya, maka
seorang mukmin tersebut jiwanya akan patuh serta kuat dalam keikhlasan
dan mengokohkan keyakinan seorang muslim untuk berpegang pada nilai dan
ajaran Islam, muslim tersebut akan senantiasa berada pada jalan ajaran
Rasulullah SAW, baik itu tingkah laku, ucapan ataupun perasaannya dalam
melihat perilaku orang lain ataupun sebuah kejadian akan selalu terjaga, dan
menganjurkan orang lain dengan cara yang ramah tanpa memaksa untuk
mengikuti ajaran Allah dan Rasul-Nya yakni agama Islam. Mengikuti Rasul
yang lain walau tidak muakkad , dan mengikuti beliau, bahkan dalam adat
merupakan ajaran agama, mengikuti dalam memilih model dan warna alas
kaki bukanlah bagian dari agama, tetapi bila itu dilakukan demi cinta dan
Rasulullah atas seluruh jasa dan pengorbanannya yang telah menuntun umat
81
Shihab, [Link], Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jakarta:
Lentera Hati, 2002, Hlm 69-70
61
manusia ke jalan yang benar yakni agama Islam. Sekaligus rasa syukur
kepada Allah. Kelak di hari kiamat, seluruh manusia akan menghadap kepada
aku dari siksanya”, saat itu, hanya syafaat Rasulullah yang dapat
dari Nabi ﷺdengan izin Allah serta menjadi rahmat bagi alam semesta ini,
shalawat Merupakan hal yang sebaiknya untuk dilakukan oleh semua orang
yang mengaku dirinya beriman. Shalawat atas Nabi itu bukan lantaran Nabi
malaikat pun tidak ada gunanya sebab Allah sudah bershalawat atasnya. Maka
mengagungkannya agar supaya kita diberi pahala oleh Allah SWT.83 Maka
bertaqarrub dan mengenal Allah, serta memuji Nabi SAW, dengan hal itu
juga kita dapat mengenal agama Islam secara lebih baik dan dalam, dan akan
membiasakan diri untuk selalu meneladani dan mengikuti Nabi SAW, baik
Habib Abdullah Assegaf, Mukjizat Shalawat, (Jakarta: Qultum Media, 2009), hlm. 2.
82
Muhammad Ali as}-S}a>buni, Rawa>i’ al-Baya>n Tafsi>r Âya>t al-Ah}ka>m Min Al-
83
62
secara ucapan, tindakan, dan sikap agar lebih terarah dalam mengarungi
mendapatkan beberapa kebaikan dari Allah, diantaranya ialah di do’a kan dan
kedudukan yang utama di sisi Nabi kelak di akhirat, dan akan memperoleh
syafa’at darinya.85
mukmin ketika mendengar nama Nabi SAW disebutkan, menurut imam al-
Syafi’i juga wajib membaca shalawat di dalam tasyahud awal dan akhir
nomer lima yang telah penulis tulis tadi hukumnya sunnah mu’akkadah.
84
Lihat hadis ini yang di nukil as}-S}a>buni di dalam tafsirnya:
َمنَصلىَعليَواحدةَصلىَللاَعليهَِباَعشرا
“Barangsiapa yang bershalawat atasku(Nabi Muhammad) sekali, Maka Allah akan
bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi). Muhammad Ali as}-
S}a>buni, Rawa>i’ al-Baya>n Tafsi>r Âya>t al-Ah}ka>m Min Al-Qur’a>n,
Cet 3, Maktabah al-Ga>zali, 1980 M. Hlm 364.
85
Lihat di kitabnya dengan nukilan hadisnya:
َإنَأوىلَالناسَبَيومَالقيامةَأكثرهمَصالة:َوقالَصلىَللاَعليهَوسلم
Nabi Saw. bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling utama dalam pandanganku
pada hari kiamat nanti ialah orang yang paling banyak bershalawat atasku". (HR.
Tirmidzi dan ia berkata hadis ini hasan gharib). Muhammad Ali as}-S}a>buni,
Rawa>i’ Muhammad Ali as}-S}a>buni, Rawa>i’ al-Baya>n Tafsi>r Âya>t al-
Ah}ka>m Min Al-Qur’a>n, Cet 3, Maktabah al-Ga>zali, 1980 M. Hlm 364.
63
Tujuh, membaca shalawat membuktikan bahwa kita orang beriman
mengagungkan Nabi SAW, dan dengan kasih sayang Allah kepada kita, Allah
bersyukur terhadap nikmat iman dan islam yang telah di anugerahkan Allah
E. Studi Komparatif
dan Tafsir, menurut KBBI secara bahasa kata komparatif berarti perbandingan
86
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir, Cet.7. Yogyakarta: Idea Press
Yogyakarta, 2022. Hlm 117.
87
Mani’ Abd Halim Mahmud, Metodologi Tafsir, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006),
Hlm 328.
64
terminologis yaitu menafsirkan surat-surat tertentu atau ayat Al-Qur’an
kesamaan redaksi tetapi topik yang ada dalam ayat tersebut berbeda, dan juga
lain. Misalnya “Konsep Syafaat dalam al-Qur’an menurut Sunni dan Syi’i:
Studi atas Tafsir al-Maragi dan Tafsir al-Mizan”, ketiga, perbandingan antar
kawasan lainnya.
65
Secara teknis ada dua cara yang biasa digunakan dalam sebuah
setiap aspek tertentu yang dapat menjembatani kedua konsep tokoh yang akan
terlihat lebih atau unggul, dan juga memiliki sisi kekurangannya, maka setiap
keduanya.
c.) Mencari sintesa kreatif dari hasil analisis pemikiran kedua tokoh
88
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir, Cet.7. Yogyakarta: Idea Press
Yogyakarta, 2022. Hlm 119.
66
Sintesa kreatif ini bisa diartikan upaya mengkombinasikan dan
yang tersendiri.89
riset yang lainnya. Namun dalam studi komparatif ini lebih nampak uraian-
komparatif:
89
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir, Cet.7. Yogyakarta: Idea Press
Yogyakarta, 2022. Hlm 121.
90
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir, Cet.7. Yogyakarta: Idea
Press Yogyakarta, 2022. Hlm 122.
67