KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ-UT) BANDUNG
2023
TUGAS TUTORIAL [TT I]
MATA KULIAH : PEMBELAJARAN PKn DI SD (PDGK 4201)
TUTOR : SHOPIA AMALIA, M.PD
MASA UJIAN : 2023.2
PETUNJUK
Tuliskan identitas dan tanda tangan anda pada lembar jawab uraian dengan tepat
dan benar
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas
Dahulukan jawaban yang dianggap paling mudah
1. Sejak tahun 1946 hingga sekarang nama mata pelajaran Pendidikan
Kewargaan mengalami perubahan , coba uraikan hakekat, fungsi dan tujuan
PKn menurut Permendiknas No. 22 tahun 2006?
2. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi
bebarapa aspek coba uraikan ruang lingkup muatan materi persatuan dan
kesatuan bangsa?
3. Pendidikan Kewarganegaran sarat dengan pendidikan nilai dan moral coba
uraikan alasan bahwa pendidikan nilai di Indonesia tidak bersifat sekuler ?
4. Karakteristik Pendidikan Kewarganegaran paradigma baru di Indoensia
sebagai wahana utama serta pendidikan demokrasi , bagaimana
pelaksaannya ?
5. Berdasarkan kompetensi dasar kelas I semester 1 “ Menjelaskan perbedaan
jenis kelamin, agama dan suku bangsa “ coba berikan contoh keterkaitan
antara PKn dengan IPS ?
6. Dengan derasnya arus globalisasi maka masuknya budaya asing memiliki
dampak positif dan negatif, bagaimana sikap kita dalam rangka melestarikan
kebudayaan daerah bagi generasi muda ?
7. Dengan banyaknya kasus kriminal , tawuran massal dan penyalahgunaan
narkotika, coba uraikan bentuk partisipasi warga masyarakat untuk
meminimalisir kasus tersebut?
-Selamat mengerjakan, semoga sukses-
Skor soal no : 1 = 20, 2=16 , 3 = 10, 4= 14 , 5 = 10 , 6= 15 , 7 = 15
Jumlah skor = 100
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ-UT)
BANDUNG
2023
TUGAS TUTORIAL [TT I]
MATA KULIAH : PEMBELAJARAN PKn DI SD (PDGK 4201)
TUTOR : SHOPIA AMALIA, M.PD
MASA UJIAN : 2023.2
NAMA: FAIZAL CHOUDRY MALIK TANDA TANGAN:
NIM: 857483805
KELAS: PGSD-A
POKJAR: GARUT
Jawaban Tugas Tutorial 1
1. Menurut Permendiknas No.22 Tahun 2006 Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
dan Kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik
akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan
termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap
hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan
gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar
pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Materi yang ada dalam
PKn terdiri dari diantaranya tentang materi nilai-nilai, norma dan peraturan hukum yang
mengatur perilaku warga negara, sehingga diharapkan peserta didik dapat mengamalkan
materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari menjadi karakter pribadi yang melekat pada
setiap individu peserta didik.
Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan ialah program pendidikan yang membentuk
karakter warga negara Indonesia menjadi warga negara yang memiliki nilai
dan moral yang luhur, cerdas, terampil dan setia kepada bangsa seperti yang diamanatkan
Pancasila. Kritis dalam menanggapi isu kewarganegaraan serta selalu berpartisipasi aktif
dan bertanggung jawab serta bertindak secara cerdas dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara sehingga akan menciptakan karakter masyarakat Indonesia yang
baik dan aktif dalam kehidupan antar bangsa dan negara. Pendidikan Kewarganegaraan
merupakan mata pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi
individu warga negara Indonesia, sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan
kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas
dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan diatur dalam Permendiknas Nomor 22
Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Tujuannya adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
a) Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
b) Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam
kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti-korupsi.
c) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-
bangsa lain.
d) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau
tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
2. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta
lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan. Manfaat dari
persatuan dan kesatuan bangsa adalah :
1) Memperkuat jati diri bangsa
2) Memperkuat ketahanan nasional sehingga siap dalam menghadapi ancaman atau
gangguan dari musuh.
3) Persatuan dan kesatuan akan mewujudkan kehidupan yang selaras di dalam
kehidupan masyarakat.
4) Gotong royong akan terlaksana dengan baik.
5) Rasa saling tolong menolong dan bekerja sama selalu tertanam di dalam kehidupan
sehari-hari.
6) Kerukunan dan tali silaturahmi selalu terjaga.
7) Konflik dalam kehidupan bermasyarakat bisa terhindari.
8) Bisa mengatasi perbedaan yang ada dengan kesadaran penuh.
9) Pembangunan nasional bisa berjalan dengan lancar dan aman.
10) Mempermudah dalam memajukan bangsa dalam berbagai bidang.
3. Pendidikan nilai di Indonesia tidak bersifat sekuler karena negara Indonesia tetap
berpegang pada nilai keagamaan sebagai tanggung jawab utamanya, sehingga pendidikan
nilai moral di Indonesia mencakup nilai moral keagamaan serta nilai moral sosial dan
etika.
4. Agar dapat mencapai tujuan PKn dengan adanya paradigma baru, maka perlu disusun
materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan PKn, yaitu mengembangkan
kecerdasan warga negara dalam segi spritual, rasional, emosional dan sosial. Paradigma
baru Pkn ini merupakan paradigma demokrasi yang perlu dikembangkan dalam
lingkungan sekolah yang bersifat multidimensional. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran
PKn harus membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang
memadai serta pengalaman yang praktis. Model pembelajaran yang tepat sebagai
alternatif pendekatannya adalah model pembelajaran berbasis portopolio.
5. Contoh keterkaitan antara Pkn dan IPS berdasarkan kompetensi dasar kelas 1 semster 1
adalah dalam pembelajaran PKn dijelaskan perbedaan jenis kelamin, agama dan suku
bangsa tentang menjaga hubungan baik sesama manusia tanpa membedakan perbedaan
yang ada, ini berkaitan mengenai pembahasan jenis kelamin anggota keluarga yang
dibahas dalam pembelajaran IPS, begitu dalam membahas agama dan suku bangsa.
Ragam agama dan suku bangsa dijelaskan pada pembelajaran IPS, dalam PKn dijelaskan
cara menghargai keberagaman yang ada. Berdasarkan hal ini, maka keterkaitan antara IPS
dan PKn adalah dalam PKn yang dipelajari adalah nilai moralnya yang kemudian
dipadukan dengan nilai sejarah dan pengetahuannya yang dipelajari di IPS.
6. Sebagai generasi muda, hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga dan melestarikan
budaya daerah adalah:
a. Mulai mencintai budaya daerah dengan mengenal dan mempelajari budaya tersebut.
b. Ikut terlibat aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan.
c. Terus menyebarkan dan mengajarkan kebudayaan pada generasi penerus.
d. Mempraktikan penggunaan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
e. Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan budaya lain.
7. Bentuk partisipasi masyarakat untuk meminimalisir kasus kriminal, tawuran masal, dan
penyalahgunaan narkotika adalah dengan melakukan berbagai kegiatan edukasi seperti
penyuluhan mengenai kasus-kasus tersebut, selain itu untuk meminimalisir kriminalitas,
warga juga dapat melakukan kegiatan patroli atau ronda agar timbul rasa aman bagi
warga. Upaya untuk meminimalisir tawuran juga dapat dilakukan dengan memberikan
edukasi terhadap warga agar terhindar dari informasi yang belum jelas kebenarannya agar
tidak terjadi kesalahpahaman, rasa mengharga keberagaman juga perlu ditingkatkan
dengan mengadakan kegiatan positif yang bisa menyatukan warga yang beragam. Dalam
meminimalisir penyalahgunaan narkitika, sebagai masyarakat kita perlu membina
hubungan baik antar keluarga sebagai pondasi yang akan menguatkan generasi muda agar
terhindar dari narkotika.