100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
512 tayangan2 halaman

Hubungan Hukum dan Ekonomi di Indonesia

Hubungan hukum dan ekonomi saling melengkapi, di mana kegiatan ekonomi membutuhkan peraturan hukum untuk mencegah terjadinya kerugian dan ketidakadilan. Faktor penyebab keterkaitan antara hukum dan ekonomi adalah adanya transaksi jual beli yang melibatkan perjanjian hukum. Dasar hukum yang melindungi ekonomi Indonesia tercantum dalam UUD 1945 tentang prinsip-prinsip dasar ekonomi.

Diunggah oleh

hendru harsono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
512 tayangan2 halaman

Hubungan Hukum dan Ekonomi di Indonesia

Hubungan hukum dan ekonomi saling melengkapi, di mana kegiatan ekonomi membutuhkan peraturan hukum untuk mencegah terjadinya kerugian dan ketidakadilan. Faktor penyebab keterkaitan antara hukum dan ekonomi adalah adanya transaksi jual beli yang melibatkan perjanjian hukum. Dasar hukum yang melindungi ekonomi Indonesia tercantum dalam UUD 1945 tentang prinsip-prinsip dasar ekonomi.

Diunggah oleh

hendru harsono
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hubungan Hukum dan ekonomi adalah hubungan saling

mempengaruhi satu sama lain, kegiatan ekonomi pastinya


akan didukung oleh norma/peraturan hukum, sebutkan
dan jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kegiatan
ekonomi dan hukum saling berkaitan serta dasar hukum
apa yang dapat melindungi kegiatan ekonomi di
Indonesia.
Jawaban :
hubungan hukum dengan ekonomi ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat
dipisahkan dan saling melengkapi. Kegiatan ekonomi yang tidak didukung oleh hukum
akan menyebabkan terjadinya kekacauan sebab apabila pelaku ekonomi dalam
mengejar keuntungan tidak dilandasi dengan norma hukum maka akan menimbulkan
kerugian salah satu pihak dalam melakukan kegiatan ekonomi. Keberadaan hukum
ditengah-tengah kehidupan manusia pada dasarnya sebagai perangkat pengaturan
atau sanksi-sanksi yang bertujuan untuk mengatur prilaku manusia yang pada
hakekatnya berkeinginan meningkatan kepuasan hidupnya. Dalam menjalankan
kegiatan ekonomi, secara naluriah manusia ingin mendapatkan keuntungan sebesar-
besarnya akan tetapi dalam mencari keuntungan yang sebesar-besarnya tersebut tidak
menafikan hukum,melanggar hukum atau melakukan kegiatan ekonomi secara
[Link] konteks ini hubungan hukum dengan ekonomi bukan hanya hubungan
satu arah tetapi hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi (komplementer).
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kegiatan ekonomi dan hukum saling berkaitan
diantaranya adanya kegiatan ekonomi dalam hal jual – beli, yang mana didalamnya ada
perjanjian yang harus disepakati, dan apabila perjanjian itu ada salah satu pihak yang
mengingkari, maka akan ada unsur hukum pidana maupun hukum perdata yang
[Link] konsekuensinya akan ada sanksi yang harus diterapkan.
Dasar hukum yang dapat melindungi kegiatan ekonomi di Indonesia adalah terletak
pada Pasal 33 UUD 1945 dan beberapa peraturan derivative lainya, seperti TAP
MPR,Undang-Undang, Peraturan Pemerintah ,Keputusan Presiden ,SK. Menteri dan
Peraturan Daerah. Di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 (UUD 1945) Pasal 33 ayat (1) yang menegaskan bahwa perekonomian disusun
sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan Pasal 33 ayat (4) yang
menyatakan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi
ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan,
berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan
dan kesatuan ekonomi nasional.
Sumber :
[Link]
HKUM4311/MODUL 1 Universitas Terbuka

Anda mungkin juga menyukai