Diskusi 4
SISTEM EKONOMI INDONESIA ISIP4310
MARNIATI
043502087
Soal
Setelah mahasiswa membaca Buku Materi Pokok (BMP) ISIP4310 Modul 4 dan
materi pada laman tutorial online ini, diharapkan mahasiswa dapat mengerjakan
Diskusi Sesi 4 berikut.
1. Jelaskan landasan kegiatan Koperasi Indonesia
2. Jelaskan bentuk kerja sama koperasi dengan pelaku ekonomi yang lain
Selamat mengerjakan.
Semoga sukses
Jawaban
Assalamulaikum Warahmatullahi wabarakatuh………..
Salam Sehat Buat Kita Semua……
Salam hormat Dosen Tuton….
Ijin Menjawab…
Landasan kegiatan Koperasi di Indonesia didasarkan pada beberapa dokumen
hukum, prinsip-prinsip koperasi, serta kerangka kerja yang mengatur operasi dan
tujuan koperasi. Berikut adalah landasan utama kegiatan koperasi di Indonesia:
1. Undang-Undang Koperasi: Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang
Perkoperasian dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang
Perkoperasian adalah dasar hukum utama yang mengatur koperasi di
Indonesia. Undang-Undang ini menetapkan kerangka kerja hukum dan tugas-
tugas koperasi.
2. Prinsip-Prinsip Koperasi: Koperasi di Indonesia, seperti koperasi di seluruh
dunia, didasarkan pada prinsip-prinsip koperasi yang telah ditetapkan oleh
Aliansi Koperasi Internasional (ICA). Prinsip-prinsip ini mencakup
keanggotaan terbuka dan sukarela, kontrol demokratis, partisipasi ekonomi
anggota, otonomi dan independensi, pendidikan, pelatihan, dan informasi,
kerja sama antar-koperasi, serta kepedulian terhadap komunitas.
3. Visi dan Misi: Koperasi di Indonesia umumnya memiliki visi dan misi yang
mencerminkan tujuan mereka dalam meningkatkan kesejahteraan anggota
dan masyarakat sekitar. Misi ini bisa berfokus pada penyediaan barang dan
jasa, penciptaan lapangan kerja, pendidikan, dan peningkatan kondisi
ekonomi anggota.
4. Pendekatan Ekonomi Sosial: Koperasi di Indonesia sering dilihat sebagai
bentuk ekonomi sosial yang berusaha untuk mengatasi ketidaksetaraan sosial
dan ekonomi. Mereka mendukung pembangunan komunitas dan memberikan
akses ke barang dan jasa kepada masyarakat yang mungkin sulit dijangkau
melalui bisnis konvensional.
5. Kelembagaan Koperasi: Koperasi di Indonesia sering tergabung dalam
federasi koperasi dan asosiasi yang mewakili berbagai sektor dan jenis
koperasi. Kelembagaan ini membantu dalam advokasi, pelatihan, dan berbagi
sumber daya.
6. Pengawasan dan Regulasi: Koperasi diawasi oleh badan pengawas dan
otoritas pemerintah yang memastikan bahwa koperasi beroperasi sesuai
dengan hukum dan prinsip-prinsip koperasi.
7. Pendidikan dan Pelatihan: Koperasi di Indonesia berupaya memberikan
pendidikan dan pelatihan kepada anggota mereka untuk meningkatkan
pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip koperasi, manajemen usaha, dan
aspek hukum yang terkait.
8. Hubungan dengan Pemerintah: Koperasi berusaha menjalin hubungan yang
baik dengan pemerintah dan berpartisipasi dalam dialog dengan pihak
berwenang untuk memengaruhi kebijakan yang mendukung koperasi.
9. Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial: Banyak
koperasi di Indonesia memiliki komitmen terhadap praktik bisnis yang
berkelanjutan dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan
lingkungan.
Dengan landasan ini, koperasi di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan anggota mereka, menciptakan lapangan kerja, dan berperan dalam
pembangunan komunitas. Prinsip-prinsip koperasi dan dasar hukum ini membentuk
kerangka kerja yang mengarahkan kegiatan koperasi di negara ini.
Koperasi kerap menjalin berbagai bentuk kerja sama dengan pelaku ekonomi lainnya
sebagai bagian dari strategi bisnis mereka. Kerja sama ini dapat mencakup sektor
publik, swasta, dan nirlaba. Berikut beberapa bentuk kerja sama yang umum antara
koperasi dan pelaku ekonomi lain:
1. Kerja Sama dengan Pemasok: Koperasi dapat menjalin hubungan kerja sama
dengan pemasok untuk memperoleh bahan baku atau produk dengan harga
yang kompetitif. Ini dapat mencakup perjanjian jangka panjang untuk pasokan
bahan mentah yang stabil atau diskon khusus.
2. Kerja Sama dengan Pembeli: Koperasi dapat menjual produk atau jasa
mereka kepada pembeli besar atau perusahaan swasta dalam jumlah besar.
Ini dapat mencakup perjanjian jangka panjang untuk pasokan produk atau
layanan tertentu.
3. Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi dan Institusi Pendidikan: Koperasi
dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan untuk
program pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi anggotanya. Ini
membantu meningkatkan kapasitas anggota dan anggota potensial.
4. Kerja Sama dengan Pemerintah: Koperasi dapat menjalin hubungan kerja
sama dengan pemerintah dalam hal pembiayaan proyek pembangunan,
pelatihan, dan advokasi kebijakan. Pemerintah juga dapat memberikan
insentif fiskal atau pembiayaan khusus untuk mendukung koperasi.
5. Kerja Sama dengan Lembaga Keuangan: Koperasi dapat menjalin hubungan
kerja sama dengan lembaga keuangan seperti bank atau kredit koperasi
untuk mendapatkan akses ke pinjaman dan pembiayaan yang diperlukan
untuk pengembangan usaha.
6. Kerja Sama dengan Perusahaan Swasta: Koperasi dapat bermitra dengan
perusahaan swasta untuk berbagai proyek bersama, termasuk pemasaran
bersama, distribusi produk, atau pengembangan produk baru.
7. Kerja Sama dalam Rantai Pasok: Koperasi dapat bergabung dengan rantai
pasok global dengan perusahaan multinasional atau pelaku bisnis lain untuk
mengoptimalkan produksi dan distribusi produk mereka.
8. Kerja Sama dalam Pengembangan Wilayah: Koperasi dapat berkolaborasi
dengan pemerintah lokal, organisasi masyarakat, dan sektor nirlaba untuk
mengembangkan proyek yang meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup di
wilayah mereka.
9. Kerja Sama dalam Riset dan Pengembangan: Koperasi dapat berpartisipasi
dalam proyek riset dan pengembangan bersama dengan universitas, lembaga
riset, dan perusahaan swasta untuk meningkatkan kualitas produk atau
menciptakan produk baru.
10. Kerja Sama dengan Koperasi Lain: Koperasi sering bekerja sama dengan
koperasi lain, baik di tingkat regional, nasional, atau internasional, untuk
mencapai tujuan bersama, berbagi sumber daya, atau meningkatkan daya
tawar kolektif.
Kerja sama semacam ini membantu koperasi memanfaatkan kekuatan kolektif dan
sumber daya yang lebih besar untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan
memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggota mereka. Ini juga dapat
membantu koperasi mengatasi tantangan ekonomi yang mungkin sulit diatasi sendiri.
Sekian jawaban dari saya……
[Link]
Referensi :
BMP ISIP4310 – Sistem Ekonomi Indonesia (Edisi 2), Suharyono, Tangerang
Selatan: Universitas Terbuka, 2014