Ecotourism dan Pembangunan Pariwisata
Ecotourism dan Pembangunan Pariwisata
Author
1
Priyanda Kevin Prasetyo , 2Salahudin
Affiliation:
1,2
Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia
Email:
1
Priyanda45@[Link], 2salahudinmsi@[Link]
Abstract
This study aims to understand how the development planning process in tourism development is
based on ecotourism by using the Literature Review method, which is a method of reviewing the main points
of thought on the same topic or discussion as an effort to add arguments and author opinions on the topic
to be discussed. Based on the results of this research, it is revealed that development planning in tourism
development on the basis of ecotourism does not only focus on tourism development on a natural basis, but
also provides benefits to the surrounding community, namely as a form of rural development that aims to
improve the local economy, where the local community has the main control in tourism development based
on this ecotourism.
Keywords : Development planning, Tourism Development, Ecotourism, Community Empowerment,
economic improvement
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses perencanaan pembangunan dalam
pengembangan pariwisata dengan basis ecotourism dengan menggunakan metode Literature Review, yaitu
metode membaca dan mengulas kembali pokok-pokok pikiran mengenai pembahasan yang sama sebagai
upaya penambahan argumen serta pendapat penulis mengenai topik yang akan dibahas. Berdasarkan hasil
penelitian, mengungkapkan jika perencanaan pembangunan dalam pengembangan pariwisata dengan basis
ecotourism tidak hanya fokus kepada pengembangan pariwisata dengan basis alam saja, melainkan juga
memberikan keuntungan bagi masyarakat di sekitarnya, yakni sebagai salah satu bentuk dari
pengembangan pedesaan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian lokal, dimana masyarakat
sekitarlah yang memegang kendali utama dalam pengembangan wisata dengan basis ekowisata tersebut.
Ekowisata sendiri merupakan sebuah konsep wisata buatan. Maka dari itu, peluang yang
pengembangan pariwisata yang di dalamnya besar ini sebenarnya bisa dijadikan
tidak hanya menyuguhkan segala bentuk selayaknya bisa dimanfaatkan secara
sumber daya wilayah yang masih alami saja, maksimal untuk menarik perhatian
melainkan juga memberikan keuntungan wisatawan agar mengunjungi objek
bagi masyarakat di sekitarnya, yakni sebagai wisatawan mengunjungi objek wisata yang
salah satu bentuk dari pengembangan berbasis alam serta budaya dari masyarakat
pedesaan yang bertujuan untuk setempat. Selain itu, di dalam pengembangan
meningkatkan perekonomian lokal, dimana pariwisata secara umum, muncul istilah
masyarakat sekitarlah yang memegang sustainable tourism atau wisata
kendali utama dalam pengembangan wisata berkelanjutan. Wisata berkelanjutan
dengan basis ekowisata tersebut. dipandang sebagai suatu langkah untuk
mengelola sumber daya yang secara sosial
Di Indonesia, sebenarnya banyak
serta ekonomi bisa dipenuhi dengan cara
sekali potensi wisata yang bisa
memelihara integritas budaya, proses-proses
dikembangkan untuk pengembangan
ekologi mendasar, keanekaragaman hayati,
ekowisata. Akan tetapi, saat ini hal tersebut
serta unsur pendukung kehidupan yang lain.
tidak sebanding antara potensi pariwisata
dengan pelaksanaan pengembangan Literature Review
pariwisata yang ada. Berdasarkan sambutan
Filipina menjadi salah satu negara
Koes Saparjadi selaku Direktur Jenderal
yang sangat beruntung, karena dianugerahi
Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
dengan alam serta budaya dengan prospek
dalam acara penandatanganan kerjasama
pengembangan ekowisata yang sangat baik.
antara Departemen Kehutanan (Dephut)
Di filipina, ekowisata sudah menjadi strategi
dengan ASITA (Association of Indonesian
nasional yang utama sebagai upaya untuk
Tour and Travel Agency), upaya untuk
mempromosikan pembangunan lokal. Akan
“menjual” taman suaka alam, taman buru,
tetapi, filipina masih terus tertinggal dalam
taman nasional, serta suaka margasatwa yang
upaya pengembangan ekowisata. Hal ini
keseluruhan dikelola oleh Dephut, masih
disebabkan karena masih banyak sumber
terkendala oleh fasilitas perhubungan. Hal
daya pariwisata yang ada di pedesaan mereka
tersebut dikarenakan belum adanya
yang belum mereka manfaatkan dengan baik
pemahaman terkait fungsi dan potensi
dan belum mereka kembangkan dengan baik
sumber daya alam yang bisa untuk
pula. Dalam artikel ini membahas mengenai
dikembangkan sebagai sumber pemasukan
pengembangan ekowisata di Danau Pandin di
negara dari segi sektor pariwisata
Kota San Pablo dan Bukit Tayak di Kota
(ekowisata), mengingat ekowisata
Rizal. Kedua tempat tersebut berada di
merupakan wisata eksklusif dan bukan
Provinsi Laguna, Filipina. Hasilnya,
merupakan menjadi wisata massal (Astrid
pengembangan ekowisata di Danau Pandin,
Damayanti, 2011).
merupakan sebuah inisiatif yang digagas oleh
Konsep pariwisata dengan model organisasi non-pemerintah. Serta
ekowisata mulai banyak diminati pengembangan ekowisata di Bukit Tayak,
dikarenakan para wisatawan sudah mulai merupakan sebuah upaya dorongan yang
jenuh untuk mengunjungi obyek-obyek berasal dari atas ke bawah, dimana upaya
121
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
tersebut merupakan sebuah tindakan pribadi lingkungan alam, mata pencaharian, serta
dari pemerintah lokal. Faktor yang budaya masyarakat lokal. CBE ini sudah
menyebabkan pengembangan ekowisata di selayaknya museum hidup yang merupakan
Danau Pandin meliputi : kesadaran yang sebuah situs yang kaya akan sebuah
disebabkan karena adanya gerakan pembelajaran langsung dengan berdasarkan
penyelamatan Danau Sampaloc, kendala pengalaman (Walter, P, 2020).
ekspansi akuakultur, keindahan danau kecil Pengembangan sebuah ekowisata
yang sangat indah, serta kurangnya dalam kawasan hutan, sebenarnya memiliki
pengembangan dan pembangunan- aspek positif dan aspek negatif. Dalam
pembangunan yang ada oleh berbagai badan pengambilan sebuah keputusan dan
administratif yang ada. Kemudian, faktor perencanaan dalam mengembangkan sebuah
yang mempengaruhi pengembangan ekowisata, ternyata dipengaruhi oleh sikap
ekowisata di Bukit Tayak adalah adanya para ahli terhadap dampak apa yang
kebutuhan yang mendesak untuk ditimbulkan dari pembangunan ekowisata
melembagakan identitas promosi kota dan yang akan dilakukan (Yekani, Motlagh, E,
katalisator yang bertujuan untuk membangun Hajjarian, M, Hossein Zadeh, O, dan
sosial dan ekonomi masyarakat lokal, Alijanpour, A, 2020).
munculnya administrasi terbuka dari Ekowisata merupakan sebuah
pemerintah lokal yang baru sebagai upaya kegiatan pariwisata yang khusus dengan
strategi pembangunan yang baru, serta pengetahuan ekologi, partisipasi kegiatan dan
ditemukannya Bukit Tayak sebagai salah satu tanggung jawab masyarakat yang bertujuan
landmark yang bersejarah (Brillo, B B C, untuk memanfaatkan sumber daya ekologi
2020). secara rasional dan optimalisasi lingkungan
Ekowisata yang berada di pedesaan ekologi di bawah dasar teori ekologi.
saat ini tengah menjadi salah satu tren yang Ekowisata mengadopsi bentuk dari
penting dalam pembangunan sekaligus pariwisata yang ramah lingkungan, yang
sebagai upaya untuk merevitalisasi sebuah terintegrasi dengan perlindungan lingkungan,
pedesaan. Dalam mengembangkan ekowisata pengalaman pariwisata, pendidikan ekologi,
di pedesaan, harus memilih sebuah wisata serta fungsi lain untuk mencapai suatu
dengan ciri khas dari desa tersebut. Hasil dari integrasi organik diantara pembangunan serta
temuan artikel ini menunjukkan jika kondisi perlindungan (Xia, Y, 2020).
budaya manusia serta kondisi alam
merupakan sebuah elemen terpenting dari Metode Kajian
sebuah sumber daya ekowisata yang ada di Metode kajian pada penelitian ini
pedesaan. Selain itu, pemandangan alam dan adalah menggunakan metode penelitian
objek budaya merupakan hal yang paling kualitatif dengan pendekatan Studi literatur.
menonjol dalam pengembangan ekowisata di Penelitian ini menggunakan metode
pedesaan (Xiang, C, Xiao qin, J, dan Yin, L, pengumpulan data yang objek penelitiannya
2020). berasal dari jurnal yang didasarkan pada
Ekowisata Berbasis Komunitas atau artikel pada database SCOPUS. Penelitian ini
Community Based Ecotourism (CBE) bertujuan untuk mengkaji sebuah artikel yang
merupakan sebuah upaya untuk memiliki keterkaitan atau kesamaan dengan
mempromosikan sebuah pelestarian perencanaan pembangunan dalam
122
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
Pemetaan topik
Pencarian artikel
pembahasan
123
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
124
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
dampak yang negatif terhadap lingkungan, maksimal serta jumlah kegiatan yang didanai
sehingga membutuhkan pola pengelolaan juga semakin meningkat.
pariwisata yang tepat. Pelaksanaan prosedur Pada cluster 3, berhubungan dengan
dalam perencanaan kegiatan pariwisata yang resource. Dalam artikelnya, Xiang, C, Xiao
berkelanjutan perlu didasarkan kepada qin, J, dan Yin, L (2020), dengan judul
keterlibatan aktif dari beberapa pemangku “Study on the rural ecotourism resource
kepentingan, dengan tujuan serta evaluation system”, menjelaskan jika
kepentingan yang selalu bertentangan. Selain ekowisata di pedesaan telah menjadi sebuah
itu juga kebutuhan akan rasionalisasi sumber trend dalam pembangunan yang sangat
daya yang semakin mendesak. Dalam penting serta merupakan mesin pendorong
pembuatan kebijakan diusulkan mengenai untuk revitalisasi sebuah pedesaan. Fokus
bagaimana cara memaksimalkan sumber dalam pengembangan ekowisata di pedesaan
daya yang ada sembari memikirkan adalah memilih titik-titik sumber daya wisata
mengenai dampak sosial dan lingkungan. yang khas. Kondisi budaya dan alam
Hasilnya menjelaskan jika kebijakan tersebut masyarakat merupakan bagian inti dari
membawa dampak yang baik, yakni sumber daya ekowisata di pedesaan, serta
pemanfaatan sumber daya yang lebih pemandangan alam sekitar dan objek budaya
adalah dua hal yang paling menonjol.
125
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
126
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
Pada gambar tersebut menunjukkan hijau, kuning, dan biru. Untuk penjelasan dari
adanya klaster-klaster dalam penulis. Ada 4 setiap klaster bisa dilihat dalam tabel di
klaster dalam penulis yakni klaster merah, bawah ini.
1 Klaster 1 Zhang, j. Yang, h. Zhao, z. Chung, m.g. winkler, j.a. liu, j. Connor, t. 12
(Merah) Wang, f. Xu, z. Tang, y. Cai, m. Ouyang, z.
127
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
128
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
Wang, y. Zhang, y. Zhang, h. Sun, y. City and Tayak Hill of Rizal, Laguna,
Chen, y. Yang, z. Chen, m. Zhang, i. Zhang, Philippines. GeoJournal.
j. Yu, y. Huang, c. Yu, h. Du, h. Zhang, m. [Link]
Lu, q. Li, t. Chen, g. Liang, x. Yang, n. Li, x. 10216-1
Shi, h. Liu, t. ren, y. Wang, f. Chung, m.g.
Choi, Y. E., Oh, C.-O., & Chon, J. (2021).
winkler, j.a. liu, j. Tang, y. Cai, m. Ouyang,
Applying the resilience principles for
z. Xu, z. Connor, t. Dan li, m.
sustainable ecotourism development: A
Penulis dengan hasil publikasi paling case study of the Nakdong Estuary,
banyak adalah wang, y. Yang South Korea. Tourism Management, 83.
mempublikasikan salah satu jurnal dengan [Link]
judul “Choice behavior of tourism 104237
destination and travel mode: A case study of
Deng, F., Liu, L., & Tian, Q. (2020). Effects
local residents in Hangzhou, China”.
of ecotourism experience on value and
Sedangkan penulis dengan jumlah publikasi
environmental attitude. Journal of
paling sedikit adalah li, m. Dengan salah satu
Environmental Protection and Ecology,
judul tulisannya adalah “Development and
21(1), 135–141.
validation of an experience scale for
[Link]
pilgrimage tourists”.
.uri?eid=2-s2.0-
Kesimpulan 85082117685&partnerID=40&md5=f8
62e04d344885b11f63a5cb49aff505
Ekowisata sendiri merupakan sebuah
konsep pengembangan pariwisata yang di Hui, T. S. O. K., Ai Lin, E. L., & Mamat, M.
dalamnya tidak hanya menyuguhkan segala P. (2020). Local community
bentuk sumber daya wilayah yang masih participation in ecotourism at National
alami saja, melainkan juga memberikan Park in Pahang, Malaysia. Malaysian
keuntungan bagi masyarakat di sekitarnya, Forester, 83(2), 340–352.
yakni sebagai salah satu bentuk dari [Link]
pengembangan pedesaan yang bertujuan .uri?eid=2-s2.0-
untuk meningkatkan perekonomian lokal, 85098329691&partnerID=40&md5=b4
dimana masyarakat sekitarlah yang 491d7e394f7f7e81ac34e677c0e58b
memegang kendali utama dalam
Olaniyi, O. E., Ogunjemite, B. G., Akindele,
pengembangan wisata dengan basis
S. O., & Sogbohossou, E. A. (2020).
ekowisata tersebut. Masyarakat bisa lebih
Temporal and distance decay analysis of
meningkatkan perekonomian mereka dengan
land use/land cover around ecotourism
menjual hasil kerajinan tangan, berjualan
hotspots: evidence from Pendjari
souvenir, dan masih banyak lagi yang lain.
National Park, Benin. GeoJournal,
85(1), 53–66.
[Link]
Daftar pustaka
9948-2
Brillo, B. B. C. (2020). Initiation and
Pujar, S. C., & Mishra, N. (2020). Ecotourism
establishment of ecotourism
industry in India: a review of current
development: Pandin Lake of San Pablo
129
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021
130