0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan11 halaman

Ecotourism dan Pembangunan Pariwisata

Dokumen ini membahas tentang perencanaan pembangunan pariwisata berbasis ecotourism. Perencanaan pembangunan pariwisata berbasis ecotourism tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata alam tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Diunggah oleh

Kasia Hutagaol
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan11 halaman

Ecotourism dan Pembangunan Pariwisata

Dokumen ini membahas tentang perencanaan pembangunan pariwisata berbasis ecotourism. Perencanaan pembangunan pariwisata berbasis ecotourism tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata alam tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Diunggah oleh

Kasia Hutagaol
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5

ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENGEMBANGAN PARIWISATA


DENGAN BASIS ECOTOURISM
Sebuah Kajian Pustaka Terstruktur

Author
1
Priyanda Kevin Prasetyo , 2Salahudin
Affiliation:
1,2
Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia
Email:
1
Priyanda45@[Link], 2salahudinmsi@[Link]

Received: June 22, 2021 Corresponding author


Revised : June 28, 2021 Priyanda Kevin Prasetyo
Accepted: July 05 ,2021 Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia
Available Online: December 01, 2021 e-Mail: Priyanda45@[Link]

Abstract
This study aims to understand how the development planning process in tourism development is
based on ecotourism by using the Literature Review method, which is a method of reviewing the main points
of thought on the same topic or discussion as an effort to add arguments and author opinions on the topic
to be discussed. Based on the results of this research, it is revealed that development planning in tourism
development on the basis of ecotourism does not only focus on tourism development on a natural basis, but
also provides benefits to the surrounding community, namely as a form of rural development that aims to
improve the local economy, where the local community has the main control in tourism development based
on this ecotourism.
Keywords : Development planning, Tourism Development, Ecotourism, Community Empowerment,
economic improvement

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses perencanaan pembangunan dalam
pengembangan pariwisata dengan basis ecotourism dengan menggunakan metode Literature Review, yaitu
metode membaca dan mengulas kembali pokok-pokok pikiran mengenai pembahasan yang sama sebagai
upaya penambahan argumen serta pendapat penulis mengenai topik yang akan dibahas. Berdasarkan hasil
penelitian, mengungkapkan jika perencanaan pembangunan dalam pengembangan pariwisata dengan basis
ecotourism tidak hanya fokus kepada pengembangan pariwisata dengan basis alam saja, melainkan juga
memberikan keuntungan bagi masyarakat di sekitarnya, yakni sebagai salah satu bentuk dari
pengembangan pedesaan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian lokal, dimana masyarakat
sekitarlah yang memegang kendali utama dalam pengembangan wisata dengan basis ekowisata tersebut.

Kata Kunci : Perencanaan pembangunan, Pengembangan Pariwisata, Ecotourism, Pemberdayaan


Masyarakat, peningkatan ekonomi

Pendahuluan perkembangan wilayah dalam skala global.


Seiring dengan perkembangan waktu,
Akhir-akhir ini, pariwisata menjadi
muncul banyak sekali konsep-konsep dalam
salah satu sektor yang sangat menjanjikan,
pengembangan pariwisata yang salah satunya
baik itu dari segi ekonomi maupun dari segi
adalah konsep ecotourism atau ekowisata.
120
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

Ekowisata sendiri merupakan sebuah konsep wisata buatan. Maka dari itu, peluang yang
pengembangan pariwisata yang di dalamnya besar ini sebenarnya bisa dijadikan
tidak hanya menyuguhkan segala bentuk selayaknya bisa dimanfaatkan secara
sumber daya wilayah yang masih alami saja, maksimal untuk menarik perhatian
melainkan juga memberikan keuntungan wisatawan agar mengunjungi objek
bagi masyarakat di sekitarnya, yakni sebagai wisatawan mengunjungi objek wisata yang
salah satu bentuk dari pengembangan berbasis alam serta budaya dari masyarakat
pedesaan yang bertujuan untuk setempat. Selain itu, di dalam pengembangan
meningkatkan perekonomian lokal, dimana pariwisata secara umum, muncul istilah
masyarakat sekitarlah yang memegang sustainable tourism atau wisata
kendali utama dalam pengembangan wisata berkelanjutan. Wisata berkelanjutan
dengan basis ekowisata tersebut. dipandang sebagai suatu langkah untuk
mengelola sumber daya yang secara sosial
Di Indonesia, sebenarnya banyak
serta ekonomi bisa dipenuhi dengan cara
sekali potensi wisata yang bisa
memelihara integritas budaya, proses-proses
dikembangkan untuk pengembangan
ekologi mendasar, keanekaragaman hayati,
ekowisata. Akan tetapi, saat ini hal tersebut
serta unsur pendukung kehidupan yang lain.
tidak sebanding antara potensi pariwisata
dengan pelaksanaan pengembangan Literature Review
pariwisata yang ada. Berdasarkan sambutan
Filipina menjadi salah satu negara
Koes Saparjadi selaku Direktur Jenderal
yang sangat beruntung, karena dianugerahi
Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
dengan alam serta budaya dengan prospek
dalam acara penandatanganan kerjasama
pengembangan ekowisata yang sangat baik.
antara Departemen Kehutanan (Dephut)
Di filipina, ekowisata sudah menjadi strategi
dengan ASITA (Association of Indonesian
nasional yang utama sebagai upaya untuk
Tour and Travel Agency), upaya untuk
mempromosikan pembangunan lokal. Akan
“menjual” taman suaka alam, taman buru,
tetapi, filipina masih terus tertinggal dalam
taman nasional, serta suaka margasatwa yang
upaya pengembangan ekowisata. Hal ini
keseluruhan dikelola oleh Dephut, masih
disebabkan karena masih banyak sumber
terkendala oleh fasilitas perhubungan. Hal
daya pariwisata yang ada di pedesaan mereka
tersebut dikarenakan belum adanya
yang belum mereka manfaatkan dengan baik
pemahaman terkait fungsi dan potensi
dan belum mereka kembangkan dengan baik
sumber daya alam yang bisa untuk
pula. Dalam artikel ini membahas mengenai
dikembangkan sebagai sumber pemasukan
pengembangan ekowisata di Danau Pandin di
negara dari segi sektor pariwisata
Kota San Pablo dan Bukit Tayak di Kota
(ekowisata), mengingat ekowisata
Rizal. Kedua tempat tersebut berada di
merupakan wisata eksklusif dan bukan
Provinsi Laguna, Filipina. Hasilnya,
merupakan menjadi wisata massal (Astrid
pengembangan ekowisata di Danau Pandin,
Damayanti, 2011).
merupakan sebuah inisiatif yang digagas oleh
Konsep pariwisata dengan model organisasi non-pemerintah. Serta
ekowisata mulai banyak diminati pengembangan ekowisata di Bukit Tayak,
dikarenakan para wisatawan sudah mulai merupakan sebuah upaya dorongan yang
jenuh untuk mengunjungi obyek-obyek berasal dari atas ke bawah, dimana upaya

121
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

tersebut merupakan sebuah tindakan pribadi lingkungan alam, mata pencaharian, serta
dari pemerintah lokal. Faktor yang budaya masyarakat lokal. CBE ini sudah
menyebabkan pengembangan ekowisata di selayaknya museum hidup yang merupakan
Danau Pandin meliputi : kesadaran yang sebuah situs yang kaya akan sebuah
disebabkan karena adanya gerakan pembelajaran langsung dengan berdasarkan
penyelamatan Danau Sampaloc, kendala pengalaman (Walter, P, 2020).
ekspansi akuakultur, keindahan danau kecil Pengembangan sebuah ekowisata
yang sangat indah, serta kurangnya dalam kawasan hutan, sebenarnya memiliki
pengembangan dan pembangunan- aspek positif dan aspek negatif. Dalam
pembangunan yang ada oleh berbagai badan pengambilan sebuah keputusan dan
administratif yang ada. Kemudian, faktor perencanaan dalam mengembangkan sebuah
yang mempengaruhi pengembangan ekowisata, ternyata dipengaruhi oleh sikap
ekowisata di Bukit Tayak adalah adanya para ahli terhadap dampak apa yang
kebutuhan yang mendesak untuk ditimbulkan dari pembangunan ekowisata
melembagakan identitas promosi kota dan yang akan dilakukan (Yekani, Motlagh, E,
katalisator yang bertujuan untuk membangun Hajjarian, M, Hossein Zadeh, O, dan
sosial dan ekonomi masyarakat lokal, Alijanpour, A, 2020).
munculnya administrasi terbuka dari Ekowisata merupakan sebuah
pemerintah lokal yang baru sebagai upaya kegiatan pariwisata yang khusus dengan
strategi pembangunan yang baru, serta pengetahuan ekologi, partisipasi kegiatan dan
ditemukannya Bukit Tayak sebagai salah satu tanggung jawab masyarakat yang bertujuan
landmark yang bersejarah (Brillo, B B C, untuk memanfaatkan sumber daya ekologi
2020). secara rasional dan optimalisasi lingkungan
Ekowisata yang berada di pedesaan ekologi di bawah dasar teori ekologi.
saat ini tengah menjadi salah satu tren yang Ekowisata mengadopsi bentuk dari
penting dalam pembangunan sekaligus pariwisata yang ramah lingkungan, yang
sebagai upaya untuk merevitalisasi sebuah terintegrasi dengan perlindungan lingkungan,
pedesaan. Dalam mengembangkan ekowisata pengalaman pariwisata, pendidikan ekologi,
di pedesaan, harus memilih sebuah wisata serta fungsi lain untuk mencapai suatu
dengan ciri khas dari desa tersebut. Hasil dari integrasi organik diantara pembangunan serta
temuan artikel ini menunjukkan jika kondisi perlindungan (Xia, Y, 2020).
budaya manusia serta kondisi alam
merupakan sebuah elemen terpenting dari Metode Kajian
sebuah sumber daya ekowisata yang ada di Metode kajian pada penelitian ini
pedesaan. Selain itu, pemandangan alam dan adalah menggunakan metode penelitian
objek budaya merupakan hal yang paling kualitatif dengan pendekatan Studi literatur.
menonjol dalam pengembangan ekowisata di Penelitian ini menggunakan metode
pedesaan (Xiang, C, Xiao qin, J, dan Yin, L, pengumpulan data yang objek penelitiannya
2020). berasal dari jurnal yang didasarkan pada
Ekowisata Berbasis Komunitas atau artikel pada database SCOPUS. Penelitian ini
Community Based Ecotourism (CBE) bertujuan untuk mengkaji sebuah artikel yang
merupakan sebuah upaya untuk memiliki keterkaitan atau kesamaan dengan
mempromosikan sebuah pelestarian perencanaan pembangunan dalam

122
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

pengembangan pariwisata dengan basis Hasil Review dan Pembahasan


ekowisata. Sumber data yang didapatkan
Keterkaitan dan Pengelompokan Tema
berupa kumpulan artikel-artikel ilmiah
dalam Perencanaan Pembangunan dalam
dengan taraf internasional. Konsep apa yang
Pengembangan Wisata dengan Basis
digunakan dalam studi tentang perencanaan
Ekowisata
pembangunan dengan pengembangan
pariwisata dengan basis ekowisata ? Untuk melihat adanya hubungan serta
Beberapa pertanyaan tadi akan dijadikan pengelompokan tema dapat dilihat pada hasil
sebagai acuan yang didasarkan pada artikel analisis proses verifikasi yang diperoleh
pada database SCOPUS. Artikel nantinya berdasarkan hasil artikel yang sudah
akan direview berdasarkan beberapa tahapan, didapatkan tadi.
diantaranya adalah pencarian artikel dan
pemetaan terhadap topik.

Pemetaan topik
Pencarian artikel
pembahasan

Konsep dan pembahasan Analisis topik


topik yang akan diangkat pembahasan

Gambar 1 Proses Review artikel

Pada gambar 1 dapat dilihat topik- pengelompokan pada kluster-kluster ini


topik yang berhubungan dengan perencanaan adalah untuk mempermudah dalam
pembangunan dalam pengembangan wisata melakukan analisis mengenai tema-tema
dengan basis ekowisata, yang nantinya akan yang akan dijadikan penulis sebagai bahan
dikelompokkan pada kluster-kluster yang referensi.
sesuai dengan topik yang ada. Tujuan dari

Gambar 2 Hubungan tema dari tourism development

123
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

Pada gambar 2 menunjukkan ada 3 tourist, tourism development, dan


cluster mengenai tema pembahasan yakni stakeholder. Pada cluster ke-2 (Hijau),
tourism development. Adanya pembagian menekankan konsep yang berhubungan
warna dalam cluster digunakan untuk melihat dengan tourism, strategy, dan policy.
pembagian konsep yang menonjol dari tiap- Sedangkan cluster ketiga (Biru) fokus kepada
tiap cluster. Hal tersebut bertujuan untuk planning, resource, dan government. Bagi
mengidentifikasi sebanyak mungkin konsep peneliti, adanya pembagian cluster ini sangat
yang dibahas dalam tourism development mendukung dalam memudahkan peneliti
pada penelitian-penelitian sebelumnya, yang untuk melihat konsep terkait dengan judul
bisa digunakan untuk menunjang penelitian- yang akan diteliti yakni mengenai
penelitian selanjutnya. Penjelasan dari 3 “Pengembangan pariwisata berbasis alam
klaster tersebut dapat dilihat dalam tabel di (ecotourism) sebagai upaya pemberdayaan
bawah ini. masyarakat ”. Kemudian, peneliti juga akan
mencari literatur yang berhubungan dengan
Berdasarkan gambar di atas, cluster 1
potensi, kebijakan, dll.
(merah) menekankan konsep mengenai

Tabel 1 Pembagian cluster pada gambar 1

No. Klaster Tema Total

Tourist, stakeholder, community, tourism planning, tourism destination,


Klaster 1
1 tourist destination, sustainable tourism, benefit, resident, education, 12
(Merah)
visitor, sustainable tourism development, .

Klaster 2 Tourism, strategy, policy, environment, economy, industry, business,


2 12
(Hijau) contribution, society, tourism sector, water, economic growth.

Klaster 3 Planning, resource, government, potential, tourism activity, ecotourism,


3 7
(Biru) natural resource.

Untuk cluster 1, yang berhubungan pembangunan dan pengembangan ekowisata


dengan ecotourism adalah sustainable yang berada di kawasan ekologis yang
tourism development, dengan artikel yang rentan, terdapat konflik kepentingan antara
relevan adalah salah satu tulisan milik Wang, para pemangku kepentingan yang akan
W, Feng, L, Zheng, T, dan Liu, Y (2021) berdampak terhadap efisiensi dan efektifitas
mengenai “The sustainability of ecotourism dalam pengembangan ekowisata.
stakeholders in ecologically fragile areas: Pada cluster 2, berhubungan dengan
Implications for cleaner production”. Artikel policy. Arbolino, R, Boffardi, R, De Simone,
tersebut menjelaskan jika penelitian L, Ioppolo, G (2020) dalam artikelnya yang
mengenai ekowisata pada beberapa tahun berjudul “The evaluation of sustainable
terakhir ini telah menarik banyak perhatian tourism policymaking: a comparison
dengan meningkatnya kesadaran mengenai between multicriteria and multi-objective
pembangunan yang berkelanjutan serta optimisation techniques” menjelaskan jika
perlindungan terhadap lingkungan. Namun, pengembangan pariwisata dinilai membawa

124
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

dampak yang negatif terhadap lingkungan, maksimal serta jumlah kegiatan yang didanai
sehingga membutuhkan pola pengelolaan juga semakin meningkat.
pariwisata yang tepat. Pelaksanaan prosedur Pada cluster 3, berhubungan dengan
dalam perencanaan kegiatan pariwisata yang resource. Dalam artikelnya, Xiang, C, Xiao
berkelanjutan perlu didasarkan kepada qin, J, dan Yin, L (2020), dengan judul
keterlibatan aktif dari beberapa pemangku “Study on the rural ecotourism resource
kepentingan, dengan tujuan serta evaluation system”, menjelaskan jika
kepentingan yang selalu bertentangan. Selain ekowisata di pedesaan telah menjadi sebuah
itu juga kebutuhan akan rasionalisasi sumber trend dalam pembangunan yang sangat
daya yang semakin mendesak. Dalam penting serta merupakan mesin pendorong
pembuatan kebijakan diusulkan mengenai untuk revitalisasi sebuah pedesaan. Fokus
bagaimana cara memaksimalkan sumber dalam pengembangan ekowisata di pedesaan
daya yang ada sembari memikirkan adalah memilih titik-titik sumber daya wisata
mengenai dampak sosial dan lingkungan. yang khas. Kondisi budaya dan alam
Hasilnya menjelaskan jika kebijakan tersebut masyarakat merupakan bagian inti dari
membawa dampak yang baik, yakni sumber daya ekowisata di pedesaan, serta
pemanfaatan sumber daya yang lebih pemandangan alam sekitar dan objek budaya
adalah dua hal yang paling menonjol.

Gambar 3 Tahun terbit artikel

Gambar di atas menunjukkan tahun Tema Dominan dalam Studi


terbit artikel. Jika dilihat, semakin terang Pengembangan Wisata
warnanya atau semakin ke kanan, maka akan
Tema dominan yang dimaksud adalah
menunjukkan jika artikel tersebut semakin
tema yang mempunyai hubungan antara
baru dipublikasikan. Begitu Pula dengan
pokok pembahasan dengan tema-tema yang
sebaliknya, jika semakin ke kiri (semakin
didapatkan dari hasil temuan pada artikel
gelap warnanya) maka akan semakin lama
terdahulu. Tema dominan pada
pula waktu terbitnya. Pada gambar di atas,
pengembangan wisata dapat dilihat
terdapat beberapa gradasi warna, yang
berdasarkan gambar di bawah ini :
menunjukkan adanya perbedaan tahun terbit
artikel dimana artikel tersebut terbit
sepanjang tahun 2020.

125
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

Gambar 4 Tema Dominan

Berdasarkan gambar tersebut, Author Dominan dalam Studi


menunjukkan warna paling terang Pengembangan Pariwisata
merupakan tema yang paling sering Gambar di bawah ini, menunjukkan
didiskusikan hingga warna yang paling pudar adanya kumpulan dari beberapa author yang
adalah warna yang paling tidak banyak menulis mengenai artikel dengan tema
didiskusikan. Dalam gambar tersebut, dapat pengembangan pariwisata. Dalam aplikasi
dilihat jika tema yang paling banyak VosViewer, author yang dominan akan
didiskusikan adalah mengenai tourism dan muncul yang kemudian akan ditandani
planning, sehingga kedua tema tersebut dengan adanya ketebalan huruf yang
memiliki intensitas keterangan warna yang menunjukkan jika nama dengan ketebalan
paling terang diantara keseluruhan tema yang huruf merupakan author yang dominan dan
ada. Sebaliknya, sebagai contoh yaitu memiliki artikel yang berkaitan dengan tema
economic growth dan natural resource perencanaan pembangunan dalam
memiliki warna yang pudar atau kehijauan. pengembangan pariwisata dengan basis
Hal tersebut berarti bahwa tema tersebut ekowisata. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
paling sedikit didiskusikan oleh peneliti berdasarkan gambar di bawah ini :
dalam konsep pengembangan pariwisata.

Gambar 5 Pemetaan data Author dengan model Network Visualization

126
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

Pada gambar tersebut menunjukkan hijau, kuning, dan biru. Untuk penjelasan dari
adanya klaster-klaster dalam penulis. Ada 4 setiap klaster bisa dilihat dalam tabel di
klaster dalam penulis yakni klaster merah, bawah ini.

Tabel 2 Pengelompokan author berdasarkan kluster


No. Klaster Penulis Jumlah

1 Klaster 1 Zhang, j. Yang, h. Zhao, z. Chung, m.g. winkler, j.a. liu, j. Connor, t. 12
(Merah) Wang, f. Xu, z. Tang, y. Cai, m. Ouyang, z.

2 Klaster 2 Chen, y. Zhang, l. Li, m. Lu, q. Yu, y. Yu, h. Du, h. Huang, c. 9


(Hijau) Zhang, m.

3 Klaster 3 Wang, y. Sun, y. Zhang, y. Chen, m. 4


(Kuning)

4 Klaster 4 Zhang, h. Zhang, z. Li, t. Chen, g. Liang, x. Yang, n. Ren, y. Liang, 10


(Biru) x. Liu, t. Shi, h.

Pada cluster pertama, penulis yang ecological development, sustainable


paling banyak menerbitkan artikel adalah development, dll.
Zhang, j dengan salah satu tulisannya yang
Pada cluster ketiga, penulis yang
berjudul “Theoretical research on sustainable
banyak menerbitkan artikel adalah Wang, y
ecological environment based on the concept
dengan judul “Institutional interaction and
of green tourism consumption” , yang
decision making in China's rural
menjelaskan mengenai sustainable
development” yang membahas mengenai
development, ekologi, dan tourism
policy implementation, decision making, dan
development.
rural governance.
Cluster kedua, dengan penulis paling
Sedangkan pada cluster keempat,
banyak menerbitkan artikel adalah Chen, y
Zhang, h dengan tulisannya “The impact of a
dengan tulisannya yang berjudul
terminal high altitude area defense incident
“Application of ecosystem service bundles
on tourism risk perception and attitude
and tour experience in land use management:
change of chinese tourists traveling to South
A case study of Xiaohuangshan Mountain
Korea”, yang membahas mengenai tourism
(China)”, yang menjelaskan tentang
development, tourism destination, serta
cultural identity.

127
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

Gambar 6 Tahun penulis menerbitkan jurnal

Gambar di atas menunjukkan tahun semakin lama pula penulis menerbitkan


penulis menerbitkan artikel. Jika dilihat, artikelnya. Pada gambar di atas, terdapat
semakin terang warnanya atau semakin ke beberapa gradasi warna, yang menunjukkan
kanan, maka akan menunjukkan jika penulis adanya perbedaan tahun penulis menerbitkan
tersebut semakin baru menerbitkan atau artikel, dimana warna biru menunjukkan
mempublikasikan artikelnya. Begitu Pula tahun 2020 hingga warna kuning yang
dengan sebaliknya, jika semakin ke kiri menunjukkan tahun 2021.
(semakin gelap warnanya) maka akan

Gambar 7 Pemetaan data Author dengan metode Destiny Visualization

Berdasarkan gambar di atas, warna mempublikasikan karyanya. Jika diurutkan


yang paling terang menunjukkan penulis berdasarkan gambar di atas, maka susunan
dengan hasil publikasi terbanyak. Begitu penulis dari penulis dengan hasil terbanyak
Pula sebaliknya, penulis dengan warna paling hingga tersedikit, adalah sebagai berikut :
pudar, maka penulis tersebut masih sedikit

128
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

Wang, y. Zhang, y. Zhang, h. Sun, y. City and Tayak Hill of Rizal, Laguna,
Chen, y. Yang, z. Chen, m. Zhang, i. Zhang, Philippines. GeoJournal.
j. Yu, y. Huang, c. Yu, h. Du, h. Zhang, m. [Link]
Lu, q. Li, t. Chen, g. Liang, x. Yang, n. Li, x. 10216-1
Shi, h. Liu, t. ren, y. Wang, f. Chung, m.g.
Choi, Y. E., Oh, C.-O., & Chon, J. (2021).
winkler, j.a. liu, j. Tang, y. Cai, m. Ouyang,
Applying the resilience principles for
z. Xu, z. Connor, t. Dan li, m.
sustainable ecotourism development: A
Penulis dengan hasil publikasi paling case study of the Nakdong Estuary,
banyak adalah wang, y. Yang South Korea. Tourism Management, 83.
mempublikasikan salah satu jurnal dengan [Link]
judul “Choice behavior of tourism 104237
destination and travel mode: A case study of
Deng, F., Liu, L., & Tian, Q. (2020). Effects
local residents in Hangzhou, China”.
of ecotourism experience on value and
Sedangkan penulis dengan jumlah publikasi
environmental attitude. Journal of
paling sedikit adalah li, m. Dengan salah satu
Environmental Protection and Ecology,
judul tulisannya adalah “Development and
21(1), 135–141.
validation of an experience scale for
[Link]
pilgrimage tourists”.
.uri?eid=2-s2.0-
Kesimpulan 85082117685&partnerID=40&md5=f8
62e04d344885b11f63a5cb49aff505
Ekowisata sendiri merupakan sebuah
konsep pengembangan pariwisata yang di Hui, T. S. O. K., Ai Lin, E. L., & Mamat, M.
dalamnya tidak hanya menyuguhkan segala P. (2020). Local community
bentuk sumber daya wilayah yang masih participation in ecotourism at National
alami saja, melainkan juga memberikan Park in Pahang, Malaysia. Malaysian
keuntungan bagi masyarakat di sekitarnya, Forester, 83(2), 340–352.
yakni sebagai salah satu bentuk dari [Link]
pengembangan pedesaan yang bertujuan .uri?eid=2-s2.0-
untuk meningkatkan perekonomian lokal, 85098329691&partnerID=40&md5=b4
dimana masyarakat sekitarlah yang 491d7e394f7f7e81ac34e677c0e58b
memegang kendali utama dalam
Olaniyi, O. E., Ogunjemite, B. G., Akindele,
pengembangan wisata dengan basis
S. O., & Sogbohossou, E. A. (2020).
ekowisata tersebut. Masyarakat bisa lebih
Temporal and distance decay analysis of
meningkatkan perekonomian mereka dengan
land use/land cover around ecotourism
menjual hasil kerajinan tangan, berjualan
hotspots: evidence from Pendjari
souvenir, dan masih banyak lagi yang lain.
National Park, Benin. GeoJournal,
85(1), 53–66.
[Link]
Daftar pustaka
9948-2
Brillo, B. B. C. (2020). Initiation and
Pujar, S. C., & Mishra, N. (2020). Ecotourism
establishment of ecotourism
industry in India: a review of current
development: Pandin Lake of San Pablo

129
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK) Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 5
ISSN 25280-1852, e-ISSN: 2721-0537 Vol VI, No.02, Desember 2021

practices and prospects. Anatolia. [Link]


[Link] 1
1861040
Yekani Motlagh, E., Hajjarian, M., Hossein
Stamatiou, C., Liampas, S.-A. G., & Drosos, Zadeh, O., & Alijanpour, A. (2020). The
V. C. (2020). DETERMINING difference of expert opinion on the
ECOTOURISM STRATEGIES: THE forest-based ecotourism development in
CASE STUDY OF GREEK developed countries and Iran. Land Use
FORESTVILLAGES. Bulletin of the Policy, 94.
Transilvania University of Brasov, [Link]
Series II: Forestry, Wood Industry, 20.104549
Agricultural Food Engineering, 13(62–
Arbolino, R., Boffardi, R., De Simone, L., &
2), 58–70.
Ioppolo, G. (2020). The evaluation of
[Link] sustainable tourism policymaking: a
.2020.[Link] comparison between multicriteria and multi-
Walter, P. (2020). Community-based objective optimisation techniques. Journal
ecotourism projects as living museums. of Sustainable Tourism.
Journal of Ecotourism, 19(3), 233–247. [Link]
044
[Link]
1689246

Wang, W., Feng, L., Zheng, T., & Liu, Y.


(2021). The sustainability of ecotourism
stakeholders in ecologically fragile
areas: Implications for cleaner
production. Journal of Cleaner
Production, 279.
[Link]
23606
Xia, Y. (2020). Research on the integration of
regional cultural landscape and
ecotourism planning. Fresenius
Environmental Bulletin, 29(7), 5996–
6005.
[Link]
.uri?eid=2-s2.0-
85091554375&partnerID=40&md5=43
270297826503546bb7ee17622c368a
Xiang, C., Xiao qin, J., & Yin, L. (2020).
Study on the rural ecotourism resource
evaluation system. Environmental
Technology and Innovation, 20.

130

Anda mungkin juga menyukai