MAKALAH
Mata Kuliah Sejarah peradaban islam Afrika Utara dan Spanyol
Sejarah Daulah Murabithun
Disusun Oleh :
Muhammad Yani : 2211020044
Refli Marion : 22110200
Dosen Pengampu :
Dr. Ahmad Taufik Hidayat, M.A
PRODI SEJARAH DAN PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG
2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya dan
karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Adapun pembahasan
dari makalah ini adalah "Dinasti Murabithun dan Dinasti Muwahhidun".
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
dosen mata kuliah Sejarah peradaban islam Afrika Utara dan Spanyol yang telah
memberikan tugas terhadap kami. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-
pihak yang turut membantu dalam pembuatan makalah ini.
Kami jauh dari [Link] pembuatan makalah ini merupakan langkah yang baik
dari studi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, keterbatasan waktu dan kemampuan kami
yang bagi pemakalah sendiri ini merupakan pembahasan yang lumayan sulit dibahas
mengingat baru pertama kali mendengar dan membahas mengenai dinasti ini dan sekaligus
merupakan hal yang menarik juga untuk dikaji yang pasti tidak luput dari kesalahn dan
kekurangan baik dari segi penulisan dan materi, maka kritik dan saran yang membangun
senantiasa kami harapkan semoga makalah ini dapat berguna bagi saya pada khususnya dan
para pembaca.
LATAR BELAKANG
Wilayah Afrika bagian Utara merupakan daerah yang strategis dan merupakan daerah
penghubung antara wilayah Timur danwilayah Barat, sehingga kawasan ini menjadi daerah
yang sangat penting untuk ditaklukan dan dikuasai oleh bangsa-bangsa lain dunia, termasuk
oleh dinasti-dinasti Islam. Penaklukan Islam atas kawasan Afrika bagian Utara yang meliputi
Libiya, Tunisia, al-Jazair dan Maroko telah di mulai sejak masa khalifah Umar bin Khattab,
Usman bin Affan, Bani Umayyah, Abasiyah, Fatimiyah, Murabithun dan Mawahiddun.
Dinasti-dinasti tersebut memberikan sumbangsih yang besar dalam kemajuan peradaban dan
kebudayaan Islam di Afrika bagian Utara.
Pada makalah kali ini pemakalah akan menerangkan mengenai Dinasti Murabithun
dan Dinasti Muwahhidun baik membahas Latar belakang, perkembangan, kemunduran dan
kahancuran dinasti-dinasti tersebut, materi dan pembahasan yang di ambil dari sumber
referensi Jurnal-jurnal dan Artikel.
BAB I
PEMBAHASAN
A. Murabithun di afrika utara dan spanyol (1056-1147)
Murabhitun atau al-murawiyah merupaka salah satu dinasti islam yang berkuasa di
maghrig. Nama al-Murabithun berkaitan dengan nama tempat tinggal mereka yang pada
awalnya mereka menempati Ribat (sejenis surau).asal usul dinasti ini dari Lemtuna,salah satu
dari suku sanhja,mereka juga disebut al-mulassimun (orang-orang bercadar). Pada awalnya
dinasti ini hanyalah panguyuban militer keagamaan yang didirikan pada abad ke-11 di Ribat
(sejenis padepokan masjid yang dibentengi) disebuah pulau di Senegal. Karakteristik Afrika
Utara secara etnolinguistik termasuk pada kategori dunia Arab, sekalipun watak dasarnya
adalah Barbar, karena wilayah ini hampir selama berabad-abad telah ter”arabisasi” secara
formal baik oleh pemerintahan pusat seperti khalifah Amawiyah 1 di Damaskus, Abbasiyah
di Baghdad maupun oleh dinasti Fathimiyah di Qairawan dan Mesir, termasuk juga dinasti-
dinasti kecil lainnya yang memiliki afiliasi kultur Arab1
di ribathlah sejarah dan kebudayaan dinasti al- Murabithun dimulai. Sedangkan
Maroko merupakan suku Lamtunah ( cabang dari suku Sanhajah ) yakni kelompok suku
nomaden Barbar yang mendiami gurun Sahara antara Maroko bagian Selatan, tepi sungai
Sinegal hingga sungai Niger, mereka adalah salah satu suku Arab Himyar yang pindah dari
Yaman ke Syam.
Secara kronologis, berdirinya dinasti al-Murabithun diawali ketika seorang pemimpin
suku Lamtunah bernama Yahya bin Ibrahim Al-Jaddali melakukan perjalanan haji ke tanah
suci Makkah. Akibat perjalanan itu, ia menyadari akan perlunya suatu perbaikan dalam
1
Ajid Thohir, Studi Kawasan Dunia Islam: Perspektif Etno-Linguistik dan Geo-Politik (Ed. I;
Jakarta: Rajawali Pers. 2009)
bidang agama bagi rakyatnya. Dalam perjalanan pulang, disuatu tempat yang bernama Naflis,
ia bertemu dengan seorang guru sufi yang bernama Abdullah Ibn Yasin al-Jazuli.
Dalam keterangan lain disebutkan bahwa dalam perjalanan pulang berhaji, Yahya bin
Ibrahim bertemu dengan seorang alim dari mazhab Maliki bernama Abu Imran Al-Fasi, dan
atas petunjuknya Yahya mendapat guru dari mazhab Maliki yang bernama Abdullah bin
Yasin Al-Jazuli, dan selanjutnya Yahya berhasil mengajak Abdullah Ibn Yasin untuk
bersedia mengajarkan agama dan dasar-dasar al- Quran yang benar kepada rakyatnya, orang-
orang dari suku Lamtuna namun demikian, dakwah dan ajaran-ajaran agama yang
disampaikan Abdullah Ibn Yasin kurang banyak mendapat sambutan karena hanya diikuti
oleh tujuh atau delapan orang saja, dua orang di antaranya adalah kepala suku Lamtunah
bernama Yahya bin Umar dan adiknya bernama Abu Bakar bin Umar. Oleh sebab itu
Abdullah Ibn Yasin mengajak beberapa orang pengikutnya menuju ke sebuah pulau di
Senegal, dan di sana ia bersama-sama dengan pengikut setianya mendirikan ribath (semacam
surau). Dari sinilah awal mula penamaan al-Murabithah, sedangkan para pengikutnya disebut
al-Murabithun. Perkumpulan ini berkembang dengan sangat cepat, sehingga dapat
menghimpun 1000 orang pengikut. Asal-usul dinasti ini dari suku Lamtunah yaitu salah satu
dari suku Sanhaja.
Sebab-sebab berdirinya Dinasti Al-Murabithun antaranya adalah :
1) Timbulnya pertentangan antara kerajaan Ghannah dan Mulassimun yang
menimbulkan kekacauan ekonomi.
2) Adanya semangat keagamaan yang menggelora pada diri orang-orang
Murabithun.
3) Adanya keinginan suku-suku di Sahara untuk tetap bernaung di bawah
kekuasaan khalifah Abbasiyah.
4) Adanya serangan yang diluncurkan orang Kristen terhadap daerah kekuasaan
Islam.
Penguasa Al-Murabitun dari Masa ke Masa :
* Abdallah ibnu Yasin (1040–1059)
* Abu-Bakr Ibnu Umar (1061–1087),
* Yusuf ibnu Tashfin (c. 1061–1106),
* Ali ibnu Yusuf (1106–43)
* Tashfin ibnu Ali (1143–46)
* Ibrahim ibnu Tashfin (1146)
* Ishaq ibnu Ali (1146–47)
B. Perkembangan dan kejayaan pada masa Dinasti Murabithun
Dalam setiap masa dinasti-dinasti dalam sejarah Islam pastilah ada yang namanya
masa kejayaan atau perkembangan yang terjadi atau lahir pada masanya masing-
masing. Berikut adalah perkembangan-perkembangan pada masa Dinasti Murabhitun
di antaranya :
I. pada masa pemerintahan Yusuf bin Tasyfin (1072–1106), ditandai dengan
dibangunnya Marakesh sebagai pusat pemerintahan. Dinasti ini juga berhasil
menguasai Aljazair hingga kekuasaannya menyeberang ke Spanyol bagian
selatan. kedatangan Yusuf yang kedua kali ke Andalusia
II. menyadarkan Yusuf bahwa kelemahan politik dan keruntuhan moral kerajaan
Islam
di Andalusia, diakibatkan karena para penguasa kerajaan muslim di Andalusia
tidak bagus dalam menjalankan pemerintahan karena telah menyeleweng dari
ajaran alQuran. Dan pendapat tersebut mendapat dukungan dari para ulama
Timur, termasuk ulama yang sangat terkenal yang bernama Al-Ghazali. Dan
pendapat tersebut dijadikan dasar oleh Yusuf untuk menguasai wilayah
kekuasaan di Andalusia, baik itu wilayah yang masih ditangan para penguasa
muslim maupun tidak. Dan para penguasa yang tidak bersedia wilayahnya
dikuasai oleh dinasti al-Murabithun maka akan diperangi oleh Yusuf dinasti
al-Murabithun mampu mencapai puncak kejayaannya Yusuf Ibn Tasyfin
merupakan pemimpin dinasti yang berhasil menguasai Afrika Utara bagian
Barat sampai membawahi Islam di sub- Sahara. Mereka inilah yang
menaklukkan Andalusia dan membawa kejayaan dalam berbagai bidang.
Bersamaan dengan penaklukan di Aledo, pada tahun 1090 M setelah Granada
dapat di kuasai oleh dinasti al-Murabithun, kemudian pada tahun berikutnya
Cordova jatuh ke tangan Yusuf Ibn Tasyfin dan menjadikannya ibukota kedua
di samping Maroko di Afrika Utara. Selanjutnya Yusuf Ibn Tasyfin
menaklukan seluruh wilayah di Spanyol Selatan. Dari sana ia terus ke wilayah
Spanyol Utara hingga akhirnya pada tahun 1094 M, Badajoz dapat di kuasai,
Koubba Almoravid
III. Di bidang ekonomi, Dinasti Murabithun juga mengalami perkembangan pesat
berkat tanaman gandum dan kurma yang diproduksi oleh para petani, dan
tanaman seperti semangka, labu, zukini, dan mentimun juga mampu
mendongkrak perekonomian Dinasti Murabithun2.
IV. gerakan dinasti ini memiliki tiga aspek utama yaitu: Mengajak orang kepada
kebenaran, mengenyahkan ketidakadilan, dan melarang pajak liar yang tidak
diperbolehkan oleh syariah Islam. Di wilayah-wilayah yang mereka taklukan
mereka menghukum kemungkaran, melarang perkawinan dengan lebih dari
empat wanita merdeka, membakar kedaikedai anggur dan memusnahkan alat-
alat musik sebagai perangkat yang merusak moral. Yang terpenting, mereka
dengan keras menghapus semua jenis pajak yang tidak diperbolehkan oleh al-
Quran dan as-Sunnah, hanya memperkenankan pajak adat, pajak khusus bagi
orang-orang kafir, dan seperlima harta rampasan perang yang di menangkan
dalam peperangan membela agama dan menunaikan zakat34. Zakat dapat
diberikan kepada kelompok tertentu yang dikenal dengan zakat mustahik.
Mustahik adalah sebagai kelompok penerima zakat harta yang hanya
berjumlah delapan kelompok yang didasarkan pada al- Quran Surah at-
Taubah ayat 60
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,orang-
orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya,
untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah
dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan
yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”
V. Dinasti al-Murabithun adalah dinasti Islam yang memainkan peran penting
dalam merubah kehidupan masyarakat Barbar, dengan mengajarkan kebaikan
mendasar dari Sunnah Nabi Muhammad SAW, dan menjadikannya sebagai
orangorang yang bertabiat keras dan tabah dalam memperjuangkan kebenaran
Islam3
VI. Mereka membuat rencana bangunan dan mengajarkan tekhnik-tekhnik
bangunan dengan memasukkan konsep dekorasi dan aksesoris bangunan yang
bergaya Mesir yang dipadukan dengan gaya Irak, Bangunan-bangunan baru
yang megah dan cukup artistik pada masa pemerintahan Ali seperti Istana Ali
di Marakysi, Dar al-Hajar, Masjid Ja‟I di Tlemsan, Masjid Qairawan di Fez.
Bangunan Masjid Agung al-Jeria serta bangunanbangunan lainnya yang saat
2
ISLAM ANDALUSIA SEJARAH KEBANGKITAN DAN KERUNTUHAN, Ahmad Thomson,
Muhammad ‘Ata Ur Rahim, Gaya Media Pratama(2004)
3
Ajid Thohir, Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-Akar
Sejarah, Sosial, Politik, dan Budaya Umat Islam ( Ed. 1-2; Jakarta: Rajawali Pers, 2009)
itu dapat dikatakan sebagai lambang keagungan bangsa Barbar hasil
peninggalan dinasti al-Murabithun.
Masjid Ja‟I di Tlemsan
VII. Dinasti al- Murabithun merupakan dinasti Islam yang berhasil memasukkan
pengaruhnya diantara suku-suku sanhaja. Abdullah Ibn Yasin mengajarkan
agama Islam dan melatih mereka menjadi satu kekuatan untuk melakukan
jihad melawanorang-orang kafir. Karena seorang theolog yang saleh dan
terpelajar Abdullah Ibn Yasin, sehingga Islam tersebar luas ke Sahara dan
bukit Senegal. Bahkan dia memutuskan penduduk-penduduk asli yang sudah
memeluk Islam sangat tidak serius dalam menjalankan segala ketentuan-
ketentuan religius mereka dan sudah menjalankan segala macam perbuatan
yang buruk.
C. Kemunduran atau Runtuhnya Dinasti Murabithun
Dalam setiap pemerintahan atau kepemimpinan pasti ada yang namanya kemunduran
berikut adalah penyebab runtuhnya dinasti Murabithun, di antaranya :
1. disebabkan oleh sikap dan mental para penguasa yang lemah sepeninggal
Yusuf bin Tasyfin akibat terlena dengan kemewahan.
2. Pemimpin terakhir Dinasti Murabithun adalah Ishak bin Ali, yang di masa
pemerintahannya dikalahkan oleh Dinasti Muwahiddun pimpinan Abdul
Mukmin.
3. Dinasti Muwahiddun menaklukkan pusat pemerintahan Murabithun di Kota
Marakesh pada 1147, dengan ditandai terbunuhnya Ishak bin Ali.
BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Murabithun adalah bahwa dinasti ini, yang juga dikenal sebagai Almoravid,
merupakan salah satu dinasti penting dalam sejarah Islam di Afrika Utara pada abad
ke-11 hingga ke-12. Dinasti ini didirikan oleh Abdullah ibn Yasin dan
menggabungkan aspek-aspek agama dan politik dalam pemerintahannya. Mereka
berhasil menguasai wilayah-wilayah besar di Maghrib dan Al-Andalus, tetapi
kemudian runtuh karena konflik internal dan serangan dari dinasti Almohad. Dinasti
Murabithun meninggalkan warisan yang penting dalam sejarah Islam dan Afrika
Utara. Namun kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa setiap tempat bisa menjadi
peradaban dikarnakan siapa yang mengolahnya dan mengebangkannya bukan hanya
karna faktor wilayah saja.
Maaf atas segala kekurangan dalam makalah ini naik dalam pengetikan dan
materi yang dibahas didalamnya, dan kami sangat mengarapkan saran dan kritik guna
perbaikan untuk kami kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ajid Thohir, Studi Kawasan Dunia Islam: Perspektif Etno-Linguistik dan Geo-
Politik (Ed. I;Jakarta: Rajawali Pers. 2009)
ISLAM ANDALUSIA SEJARAH KEBANGKITAN DAN KERUNTUHAN,
Ahmad Thomson, Muhammad „Ata Ur Rahim, Gaya Media Pratama(2004)
Ajid Thohir, Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-
Akar
Sejarah, Sosial, Politik, dan Budaya Umat Islam ( Ed. 1-2; Jakarta: Rajawali Pers,
2009)