Modul
PRAKTIK DAN APLIKASI
7 PELAKSANAAN ANGGARAN
KATA PENGANTAR
Pelatihan Pelaksanaan Anggaran bertujuan untuk memberikan kompetensi
kepada Pengelola Anggaran dalam pengelolaan Anggaran pada unit
organisasinya. Modul Praktik dan Aplikasi Pelaksanaan Anggaran merupakan
salah satu Materi Substansi dalam pelatihan ini.
Buku modul ini disusun dalam 3 (tiga) bab yang terdiri dari Pendahuluan, Praktik
dan Aplikasi Pelaksanaan Anggaran SAS, dan Praktik dan Aplikasi Pelaksanaan
Anggaran SAKTI. Modul ini disusun secara sistematis yang diharapkan mampu
mempermudah peserta pelatihan dalam memahami penggunaan dan
pemanfaatan Anggaran di lingkungan Kementerian PUPR. Penekanan orientasi
pembelajaran pada modul ini lebih menonjolkan partisipasi aktif dari peserta.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Tim Penyusun dan Narasumber
sehingga modul ini dapat diselesaikan dengan baik. Penyempurnaan maupun
perubahan modul di masa mendatang senantiasa terbuka dan dimungkinkan
mengingat akan perkembangan situasi, manfaat bagi pengingkatan pemahaman
Pengelola Anggaran di Lingkungan Kementerian PUPR berkaitan dengan
pengenalan dan kebijakan pengelolaan Anggaran.
Jakarta, November 2021
Kepala Pusat Pengembangan
Kompetensi Manajemen
Ir. Moeh. Adam, M.M
NIP. 196503031992031002
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ............................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2 Deskripsi Pelatihan ................................................................................. 1
1.3 Peta Kedudukan Modul........................................................................... 3
1.4 Standar Kompetensi ............................................................................... 4
1.4.1 Hasil Belajar .................................................................................. 4
1.4.2 Indikator Hasil Belajar ................................................................... 4
1.4.3 Materi Pokok dan Submateri Pokok .............................................. 4
1.5 Waktu ..................................................................................................... 4
1.6 Petunjuk Penggunaan Modul .................................................................. 5
BAB II PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN SAS .......... 6
2.1 Dasar Hukum.......................................................................................... 6
2.2 Pengertian dan Konsep Dasar Aplikasi SAS ........................................... 6
2.3 Perkembangan Aplikasi SAS .................................................................. 8
2.4. Panduan Penggunaan Aplikasi SAS (Petunjuk Instalasi) ..................... 14
2.5. Tutorial Pengoperasian Aplikasi SAS ................................................... 28
BAB III PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN SAKTI .... 29
3.1 Dasar Hukum........................................................................................ 29
3.2 Pengertian dan Konsep Dasar Aplikasi SAKTI...................................... 30
3.3 Ruang Lingkup Penggunaan Aplikasi SAKTI ........................................ 34
3.4 Tipologi Aplikasi SAKTI......................................................................... 42
3.5 Overview SAKTI Web ........................................................................... 44
EVALUASI ...................................................................................................... 50
SOAL ESAI (LATIHAN) .............................................................................. 50
SOAL PILIHAN GANDA (EVALUASI) ......................................................... 51
KUNCI JAWABAN MODUL 7 ..................................................................... 55
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 59
Tabel 1. Perbaikan dan Penambahan Menu terkait Update Aplikasi SAS
pada Tahun 2020 ........................................................................................... 11
Tabel 2. Perbaikan dan Penambahan Menu Terkait Update Aplikasi SAS
pada Tahun 2021 ........................................................................................... 13
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Modul Aplikasi SAS ...................................................................... 8
Gambar 2. Perkembangan Aplikasi SAS ..................................................... 10
Gambar 3. Integrasi Database pada SAKTI ................................................. 31
Gambar 4. SAKTI dibanding Aplikasi Eksisting .......................................... 32
Gambar 5. Ruang Lingkup Aplikasi SAKTI .................................................. 35
Gambar 6. Pengelolaan Sistem Administrasi .............................................. 36
Gambar 7. Modul Penganggaran.................................................................. 37
Gambar 8. Manajemen Supplier ................................................................... 38
Gambar 9. Modul Pembayaran ..................................................................... 39
Gambar 10. Modul Bendahara ...................................................................... 39
Gambar 11. Modul Persediaan ..................................................................... 40
Gambar 12. Modul Aset Tetap ...................................................................... 41
Gambar 13. Modul Piutang ........................................................................... 41
Gambar 14. Modul Akuntansi dan Pelaporan .............................................. 42
Gambar 15. Tipologi Infrastruktur SAKTI Saat Ini ....................................... 43
Gambar 16. Tampilan Awal SAKTI Web ....................................................... 44
Gambar 17. Evolusi Teknologi SAKTI .......................................................... 45
Gambar 18. Interkoneksi Sakti ..................................................................... 47
Gambar 19. Perbandingan SAKTI Versi Desktop dengan SAKTI Versi Web
...............................................................................................................................48
iv
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rencana Strategi (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2020–2024 sebagai acuan dalam
perencanaan, pemrograman, penganggaran, pelaksanaan, evaluasi kinerja,
pengendalian, dan pengawasan penyelenggaraan pembangunan infrastruktur
PUPR dalam rangka mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menegah
Nasional (RPJMN) 2020-2024. Upaya yang dilakukan oleh PUPR selaku
pelaksana pembangunan infrastruktur nasional ialah mendukung sektor-sektor
esensial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan
amanat UUD ‘45. Kementerian PUPR merancang anggaran dengan
memasukkan Proyek Prioritas Strategis (Major Project) RPJMN 2020-2024.
Tata laksana anggaran merupakan salah satu fokus dalam pengelolaan
sumber daya yang transparan, akuntabel, dan kredibel. Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia memiliki kewenangan dalam hal pelatihan dan
pengembangan Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat. Salah satu materi Pelatihan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia adalah materi Pelaksanaan Anggaran Ini. Berdasarkan
uraian tersebut menjadi latar belakang bagi penyusunan Modul Praktik dan
Aplikasi Pelaksanaan Anggaran dengan tujuan meningkatkan pemahaman
dalam mengoperasikan aplikasi pelaksanaan anggaran.
1.2 Deskripsi Pelatihan
Era Modern seperti saat ini menuntut kita agar semakin bergerak cepat
dan up-to-date. Demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan
anggaran, maka dibutuhkan pelaporan dan pemantauan, evaluasi hasil capaian
fisik dan anggaran berbasis aplikasi maupun website. 2 (dua) aplikasi
pelaksanaan anggaran yang menjadi kunci tersebut ialah aplikasi Sistem
Aplikasi Satuan Kerja/Satker (SAS) dan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat
Instansi (SAKTI).
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 1
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Aplikasi Sistem Aplikasi Satker (SAS) merupakan aplikasi yang dengan
output SPM (Surat Perintah Membayar) sebagai dasar bagi Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN) menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana
(SP2D) sehingga APBN dapat dicairkan. Pada Aplikasi SAS, Bendahara dapat
membuat laporan Pertanggungjawaban (LPJ) baik Bendahara Pengeluaran
maupun Penerimaan. Penggunaan Aplikasi SAS diharapkan mampu
meningkatkan integritas dan profesional secara administrasi dalam pengerjaaan
laporan keuangan (Bawaslu, 2020).
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) adalah aplikasi yang
dibangun guna mendukung pelaksanaan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran
Negara (SPAN) pada tingkat Instansi dalam hal pengelolaan anggaran,
komitmen, pembayaran, bendahara, persediaan, aset tetap, general ledger, dan
pelaporan, dengan memanfaatkan sumber daya dan teknologiinformasi.
SAKTI merupakan gabungan dari beberapa aplikasi yang telahdigunakan
pada tingkat satuan kerja (satker) sebelumnya. Selain menggabungkan
beberapa aplikasi yang dahulunya terpisah-pisah juga mengadopsi proses bisnis
yang baru sesuai dengan proses bisnis yang dianut oleh SPAN. Berikut
beberapa modul yang ada di SAKTI adalah:
Modul Penganggaran.
Modul Komitmen.
Modul Pembayaran.
Modul Bendahara.
Modul Persediaan.
Modul Aset Tetap.
Modul Pelaporan.
Modul Administrator.
Modul-modul tersebut mengakses satu database bersama, sehingga
tidak lagi terjadi duplikasi data seperti pada aplikasi sebelumnya.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 2
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Karena SAKTI mengadopsi proses bisnis yang dianut oleh SPAN, maka
interaksi antara Satker dan KPPN akan meningkat. Untuk mengakomodasi
peningkatan interaksi tersebut, disediakan jembatan komunikasi antara satker
dan KPPN berupa Portal SPAN dan SMS Gateway. Fasilitas ini dapat digunakan
satker untuk menyampaikan data dan menerima informasi dari SPAN.
Sehubungan dengan pola komunikasi tidak langsung ini, maka proses
pengecekan atas keabsahan suatu dokumen dikerjakan oleh sistem. Petugas
Front Office (FO) KPPN tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual terhadap
keaslian suatu tanda tangan pejabat. Tanda tangan tersebut digantikandengan
penggunaan PIN Pejabat yang hanya diketahui oleh pejabat yang bersangkutan.
Oleh karena itu, tanggung jawab dan risiko atas penyalahgunaan PIN menjadi
tanggung jawab pejabat dimaksud.
1.3 Peta Kedudukan Modul
Modul ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari kurikulum pelatihan
Pelaksanaan Anggaran. Kedudukan modul ini dalam kurikulum pelatihan
dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Pengantar Kebijakan Pelaksanaan Anggaran
2. Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)
3. Kodefikasi Bagan Akun Standar (BAS) dan Standar Biaya (SB)
4. Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa
5. Penatausahaan Pajak
6. Tata Cara Pemrosesan dan Verifikasi Tagihan
7. Praktik dan Aplikasi Pelaksanaan Anggaran (SAS dan SAKTI)
8. Penilaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA dan EMON)
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 3
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
1.4 Standar Kompetensi
1.4.1 Hasil Belajar
Setelah mengikuti pelatihan in, peserta pelatihan mampu
memahami dan mempraktikkan aplikasi pelaksanaan anggaran.
1.4.2 Indikator Hasil Belajar
a. Peserta mampu mempraktikkan dan mengoperasikan aplikasi
pelaksanaan anggaran SAS.
b. Peserta mampu mempraktikkan dan mengoperasikan aplikasi
pelaksanaan anggaran SAKTI.
1.4.3 Materi Pokok dan Submateri Pokok
Materi Pokok 1: Praktik Aplikasi Pelaksanaan Anggaran SAS
a. Dasar Hukum
b. Pengertian dan Konsep Dasar Aplikasi SAS
c. Pekembangan Aplikasi SAS
d. Panduan Petunjuk Instalasi Aplikasi SAS
e. Petunjuk Teknis Pengoperasioan Aplikasi SAS
Materi Pokok 2: Praktik Aplikasi Pelaksanaan Anggaran SAKTI
a. Dasar Hukum
b. Pengertian dan Konsep Dasar Aplikasi SAKTI
c. Ruang Lingkup Penggunaan Aplikasi SAKTI
d. Tipologi Aplikasi SAKTI
e. SAKTI Web
1.5 Waktu
Modul pelatihan ini terdiri dari 8 Jam Pelajaran (JP). Setiap JP berdurasi
45 menit. Total durasi pembelajaran selama 360 menit.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 4
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
1.6 Petunjuk Penggunaan Modul
Untuk memperoleh pemahaman maksimal terhadap materi dalam modul
ini, baca terlebih dahulu petunjuk penggunaan berikut ini.
1. Silahkan dipahami latar belakang dan deskripsi singkat dari modul ini agar
bisa mengetahui latar belakang dan gambaran umum kenapa topik ini
dibahas.
2. Pahami terlebih dahulu peta konsep dari modul ini, sebagai gambaran
hubungan kausalitas materi dalam kegiatan belajar yang satu dengan yang
lainnya. Dengan peta konsep tersebut akan memudahkan Anda dalam
memahami kompetensi apa saja yang harus dikuasai agar tercapai
standar kompetensi yang diinginkan.
3. Mata pelatihan ini memiliki alokasi waktu sebanyak 8 JP, total durasi 360
menit. Gunakan alokasi waktu tersebut secara maksimal, supaya memiliki
pemahaman yang utuh. Pemahaman satu materi akan sangat penting
sebagai modal Anda dalam memahami kegiatan belajar berikutnya.
4. Pada kegiatan belajar terdapat tes sumatif berupa Latihan dan evaluasi
yang disediakan guna menguji tingkat pemahaman Anda setelah
memperoleh pengajaran. Jawablah setiap pertanyaan dalam tes tersebut
dan cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang sudah ada di
bagian akhir modul. Nilai yang diperoleh agar dijadikan sebagai umpan
balik untuk menilai lagi apakah materi dalam kegiatan belajar sudah Anda
kuasai dengan baik atau belum.
5. Pengajar akan melakukan simulasi, memberikan contoh nyata dilapangan,
diskusi dan latihan selama proses pembelajaran berlangsung guna
meningkatkan pemahaman materi dalam modul ini.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 5
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
BAB II
PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
SISTEM AKUNTANSI SATKER (SAS)
2.1 Dasar Hukum
Peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum bagi praktik
dan aplikasi pelaksanaan anggaran adalah sebagai berikut;
a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan
Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2016 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.05/2015 Tentang
Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
c. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 185 Tahun 2017 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.05/2015
Tentang Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi
d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan
Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
e. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203 Tahun 2019 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159/PMK.05/2018 Tentang
Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi. Ruang
Lingkup Penggunaan Aplikasi SAS.
2.2 Pengertian dan Konsep Dasar Aplikasi SAS
Sistem Aplikasi Satker (SAS) adalah aplikasi utama yang digunakan oleh
satuan kerja yang merupakan pengguna layanan Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN) seluruh Indonesia. Dari aplikasi inilah satuan
kerja membuat Surat Perintah Membayar (SPM) yang menjadi dasar KPPN
menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dimana setelah itu dana
APBN yang masuk dalam DIPA Satker tersebut bisa dicairkan. Bukan hanya itu,
di aplikasi ini Bendahara bisa membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ),
baik Bendahara Pengeluaran maupun Bendahara Penerimaan.
Sistem Aplikasi Satker (SAS) merupakan aplikasi berbasis desktop yang
digunakan sebagai sarana untuk menjalankan berbagai tugas kerja mulai dari
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 6
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Data Kontrak, RPD Harian, SPM, LPJ Bendahara bagi Satker dan sebagainya.
Ada beberapa modul utama dalam SAS, di antaranya1:
Modul Admin, yang dapat digunakan untuk pengaturan user modul yang
lain, referensi, transfer Pagu, dan juga melakukan backup-restore aplikasi.
Modul PPK, yang berfungsi untuk membuat SPP, daftar PPNPN (Pegawai
Pemerintah Non-Pegawai Negeri/Tenaga Honor yang dibayarkan melalui
APBN), dan juga konfirmasi penerimaan.
Modul PPSPM, yang ditujukan untuk mencatat SPM serta perekaman
rencana penarikan dana (RPD/APS) bagi transaksi besar.
Modul LPJ/Silabi Bendahara Pengeluaran, yang berfungsi untuk pembuatan
LPJ Bendahara serta perekaman transaksi pembukuan bendahara, baik
Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pengeluaran Pembantu.
Modul LPJ/Silabi Bendahara Penerimaan, yang difungsikan untuk
pembuatan LPJ Bendahara serta perekaman transaksi pembukuan
Bendahara Penerimaan.
Sistem Aplikasi Satker (SAS) merupakan penggabungan beberapa
aplikasi Satker yang digunakan pada tahun 2014 menjadi beberapa modul.
Aplikasi SAS diluncurkan pada tahun 2015 dengan menjadikan aplikasi di tingkat
Satker menjadi aplikasi dengan single database dengan harapan mempermudah
Satker dalam pengelolaan keuangan melalui aplikasi.
Sebelum digabung menjadi aplikasi SAS, beberapa aplikasi yang
digunakan oleh Satker pada tahun 2014 adalah2:
a. aplikasi SPM;
b. aplikasi Perencanaan Kas (Renkas);
c. aplikasi Konfirmasi Setoran;
d. aplikasi Rencana Penarikan Dana (RPD);
e. aplikasi Akuntasi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA).
1[Link]
dalamnya/
2
Badan DIKLAT Kementerian Keuangan 2018
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 7
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Konsep dasar aplikasi SAS adalah menggabungkan seluruh aplikasi
tersebut menjadi satu aplikasi yang terintegrasi dengan single database
sehingga akurasi data dan laporan menjadi lebih baik serta mempermudah
penggunaannya dalam pengelolaan keuangan dan pelaporan. Modul-modul
aplikasi SAS dapat digambarkan sebagai berikut.
Gambar 1. Modul Aplikasi SAS
Sumber: Badan DIKLAT Kementerian Keuangan 2018
2.3 Perkembangan Aplikasi SAS
Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-
undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab
dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Oleh karena itu, dalam
proses pelaksanaan Keuangan Negara tersebut harus sesuai dengan asas-asas
pengelolaan keuangan negara sebagaimana yang tercantum dalan Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara,
sebagai pencerminan best practices (penerapan kaidah-kaidah yang baik)
dalam pengelolaan keuangan negara, antara lain:
1. asas akuntabilitas berorientasi pada hasil adalah asas yang menentukan
bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan pengelolaan keuangan
negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat sebagai
pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 8
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
2. asas profesionalitas adalah asas yang mengutamakan keseimbangan
antara hak dan kewajiban pengelola keuangan negara;
3. asas proposionalitas adalah asas yang mengutamakan keahlian
berdasarkan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
4. asas keterbukaan dan pengelolaan keuangan negara adalah asas yang
membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang
benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang pengelolaan keuangan negara
dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi,
golongan, dan rahasia negara;
5. asas pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri
adalah asas yang memberikan kebebasan bagi Badan PemeriksaKeuangan
untuk melakukan pemeriksaan keuangan negara dengan tidak boleh
dipengaruhi oleh siapa pun.
Untuk mewujudkan penyelenggaraan keuangan yang sesuai dengan
asas-asas tersebut, sudah pasti dibutuhkan sebuah sistem yang dapat
memfasilitasi para pengelola keuangan. Pemerintah melalui Kementerian
Keuangan telah meluncurkan Sistem Aplikasi Satker (SAS) pada tahun 2015.
Aplikasi SAS ini sebuah sistem yang dibuat sedemikian rupa guna membantu
proses pengelolaan keuangan negara agar menjadi lebih transparan, akuntabel,
profesional, dan proporsional.
Sistem Aplikasi Satker (SAS) semenjak diluncurkan tahun 2015 sampai
2021 ini, terus dilakukan pembaharuan atau Update, hal tersebut dilakukan guna
menyesuaikan dengan perundangan yang terbaru, permasalahan, dan
kebutuhan yang terjadi di lapangan. Berikut perkembangan pembaharuan
Aplikasi SAS3.
3
[Link]
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 9
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 2. Perkembangan Aplikasi SAS
Dari tahun 2015 sampai 2019 walapun selalu dilakukan pembaharuan
aplikasi, tapi dari segi konten tidak banyak perubahan. Perubahan konten secara
signifikan berupa perbaikan dan penambahan menu mulai dilakukan pada tahun
2020 sampai tahun 2021 saat ini. Berikut perubahan-perubahan tersebut.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 10
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Tabel 1. Perbaikan dan Penambahan Menu terkait Update Aplikasi SAS
pada Tahun 2020
SAS 20.0.3 SAS 20.0.4
Perbaikan RUH SPBY untuk 1 Perbaikan menu DPR terkait pajak
akun 2 register, Perbaikan menu RUH Kuitansi
Perbaikan pembuatan ADK LPJ terkait sumber dana PNBP
langsung ke SPRINT, Perbaikan menu Kirim LPJ
Perbaikan RUH Kuitansi untuk
uraian nama penerima barang dan
PPK,
Penambahan menu RUH SPD .
SAS 20.0.5 SAS 20.0.5
Penambahan Akun Belanja dalam Penambahan Akun Belanja dalam
rangka penanganan pandemi rangka penanganan pandemi
COVID-19 COVID-19
Perbaikan menu Transfer SPM ke Perbaikan menu Transfer SPM ke
KPPN KPPN
Update SAS 20.0.6 Update SAS 20.0.7
Perbaikan PPNPN terkait THR Penambahan menu Permohonan
TUP Tunai Covid-19
Penambahan file csv pada saat
pengiriman kontrak
Perbaikan Transfer SPM Biasa
dan SPM Bansos ke KPPN
Penyesuaian pengisian Capaian
Output
Update SAS 20.0.8 Update SAS 20.0.9
Penambahan file csv pada saat Penambahan menu RUH Kontrak -
pembuatan ADK TUP Mekanisme TUP
Penyesuaian RUH SPP terkait
pembuatan SPP PTUP dengan
pemilihan tahapan kontrak
Penambahan menu RUH SP3B -
Transfer Kas
Penambahan referensi jenis
rekening virtual pada modul
Bendahara Pengeluaran dan
Penerimaan
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 11
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Tabel 2. Perbaikan dan Penambahan Menu terkait Update Aplikasi SAS
pada Tahun 2020
Update SAS 20.0.10 Update SAS 20.0.12
Perbaikan Perekaman Daftar Penambahan menu Rencana
Penghasilan PPNPN untuk Penrikan Dana Harian
mengakomodir Gaji 13 LNS dan Penambahan menu Cetak RPDH
Pegawai Lainnya Penambahan menu Kirim RPDH
Perbaikan Cetakan DPP PPNPN ke KPPN
karena PPh untuk Gaji 13 PPNPN Penambahan menu RUH SPM
ditanggung Pemerintah Langsung Kontraktual Detail
Penyesuaian pembuatan SPP dan Penambahan menu Kirim ADK
SPM untuk Gaji 13 Realisasi Satker BLU ke BIOS
Perbaikan menu Saldo Awal BLU
dan LPJ BLU pada modul
Bendahara Pengeluaran
Update SAS 20.0.13 Update SAS 20.0.14
Perbaikan menu Dispensasi SPM Perbaikan menu Dispensasi
akhir tahun SPM akhir tahun
Perbaikan menu bank garansi Perbaikan menu bank garansi
Perbaikan menu TUP (KKP dan Perbaikan menu TUP (KKP dan
Covid) tayang pagu Covid) tayang pagu
Penambahan KKP untuk BA BUN Penambahan KKP untuk BA
Perbaikan Menu Silabi BUN
Perbaikan lainnya Perbaikan Menu Silabi
Perbaikan menu Capaian Output
Perbaikan menu RPDH (data
minus)
Penambahan akun Program PEN
Perbaikan lainnya (SPP Program
PEN)
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 12
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Tabel 3. Perbaikan dan Penambahan Menu Terkait Update Aplikasi SAS
pada Tahun 2021
SAS 2021 SAS 21.0.1
Update referensi akun untuk Update referensi kode
pengisian otomatis potongan kementerian, unit, lokasi dan
SPP/SPM akun PFK gaji Induk satker potongan SPP/SPM
Januari 2021 (kode dept, unit,
lokasi dan kode satker).
Update SAS 21.0.2 SAS 21.0.3
Update tabel PPNPN (penambahan Perbaikan perekaman BPP dan
kode anak satker UMK) Setting Bendahara Penerimaan
Penyesuaian SPP/SPM (Escrow,
Bansos, SPM Hibah dan lainnya
TA 2020)
Penyesuaian referensi kode Akun
(referensi TA 2020)
SAS 21.0.4 SAS 21.0.5
Perbaikan perekaman BPP dan Penyesuaian SPP/SPM SPDPL
Setting Bendahara Penerimaan (Khusus KPPN KPH)
Penyesuaian SPP/SPM (Escrow, Penyesuaian Perekaman Supplier
Bansos, SPM Hibah dan lainnya) Penyesuaian SPP/SPM lainnya
Penyesuaian referensi kode Akun
dan lainnya
Penyesuaian SPP terima DRPP
dan DPT GUP/NIHIL/PTUP
SAS 21.0.6 SAS 21.0.7
Penyesuaian Perekaman Capaian Penyesuaian Perekaman Capaian
Ouput Ouput
Penambahan Menu Capaian Ouput Penyesuaian Capaian Ouput
Konsolidasi Konsolidasi
Penambahan Menu Default PPK Penambahan Referensi Akun
Konsolidasi
Penambahan Referensi Akun
Penambahan validasi potongan
SPP/SPM akun yang dilarang
Penyesuaian RUH Program,
Kegiatan dan Output
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 13
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Tabel 4. Perbaikan dan Penambahan Menu Terkait Update Aplikasi SAS
pada Tahun 2021
SAS 21.0.8 SAS 21.0.9
Penyesuaian Transfer Pagu Penyesuaian Menu Caput
Capaian Output Realisasi SP3BLU/Hibah
Penyesuaian Menu Capaian Output Penyesuaian Menu SPP/SPM
Penyesuaian Menu Capaian Output Penyesuaian BLU
Konsolidator Penyesuaian Menu PPNPN
Penambahan Menu PPDH Pembayaran THR Tahun 2021
Penyesuaian Menu RPD/Renkas Penambahan Referensi Akun
Penambahan Menu Kirim Pengesahan Hibah
PPDH/RPD
Penambahan Referensi Akun PPPK
SAS 21.0.10 Update SAS 21.0.11
Penyesuaian Menu SPP dan SPD- Penyesuaian Menu RUH SPBy
PL dan Kuitansi
Penyesuaian Menu RPDH/PPDH Penyesuaian Menu Transfer Pagu
Penyesuaian Menu RUH SPBy dan (Capaian Output)
Kuitansi Penyesuaian Menu Cetak Buku
Penyesuaian Menu PPNPN (THR
Bendahara Penerimaan
dasar Susulan)
SAS 21.0.12 SAS 21.0.13
Penyesuaian Proses Transfer Pagu Penyesuaian SPP/SPM Potongan
(Upgrade file kompresi) BPJS Keluarga Lain
Penonaktifan Referensi Bank BPD Penyesuaian SPP/SPM untuk Gaji
NUSA TENGGARA BARAT PPPK
Penyesuaian Form Terlampir (kode Penambahan Referensi Jenis
Swift/Iban terisi 0) SPP/SPM PPPK
Penambahan Referensi Akun
Validasi SPM Bansos/PKH/BPUM
(jenis SPM 89/90)
Validasi BA/Eselon Akun Pajak
dan BC
2.4. Panduan Penggunaan Aplikasi SAS (Petunjuk Instalasi)
Berdasarkan Buku Pintar SAS Tahun 2021, berikut petunjuk umum
penggunaan aplikasi SAS. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan
proses Instalasi, tahapannya sebagai berikut.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 14
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
a. Instalasi Database SAS 2021
Klik kanan, pilih Run As Administrator pada
Install_Database_SAS2021_v21.0.0 (install aplikasi)
Pilih Install
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 15
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Proses Install sedang berjalan
Isikan checklist pada , pilih Finish (Selesai). Tunggu sampai jendela di
bawah tertutup dengan sendirinya. Instalasi database selesai.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 16
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
b. Instalasi Aplikasi SAS 2021
Selanjutnya melakukan instalasi database SAS 2018. Lakukan klik kanan
dan pilih Run As Administrator pada Install_Aplikasi_SAS2021_v21.0.0,
maka akan tampak tampilan:
Selanjutnya, Pilih Next>
Pilih Install Next>
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 17
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Akan muncul tampilan sebagai berikut:
Gambar tersebut di atas menunjukkan bahwa proses instalasi akan
membentuk folder C:\ AplikasiSAS2021 pada C:\. Langkah selanjutnya
pilih Finish (Selesai).
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 18
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Berikan tanda V pada kotak. Jalankan Install ODBC MySQL, jika pada
komputer Anda belum ada aplikasi SAS yang sebelumnya
Kosongkan kotak tanda V pada kotak. Jalankan Install ODBC MySQL.
Jika pada komputer Anda sudah ada aplikasi SAS yang sebelumnya.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 19
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Pilih Next
Jika sudah pernah terinstall ODBC, maka pilih “Repair”.
Jika belum pernah terinstall ODBC, maka yang aktif pada pilihan paling
atas adalah “Typical”. Klik Next sampai proses instalasi selesai.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 20
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
c. Login atau Masuk ke Aplikasi SAS 2018
User yang pertama kali digunakan untuk masuk pada aplikasi adalah
“admin” dan Passwordnya “admin”.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 21
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
User ini selanjutnya bisa diubah melalui menu referensi I pada modul
Admin.
Gambar di atas adalah shortcut yang ada di desktop komputer untuk
menjalankan aplikasi SAS.
Klik dua kali pada gambar untuk menjalankan aplikasi.
Masukkan:
USER: admin
PASSWORD: admin
SERVER IP: Local host atau boleh dikosongkan.
Maka akan masuk ke Aplikasi SAS 2021 Modul Admin seperti di bawah
ini :
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 22
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Keterangan Tampilan Awal Aplikasi SAS
d. Cara Update Aplikasi SAS 2021
Aplikasi SAS selalu dilakukan update baik itu berupa perbaikan atau pun
penambahan menu aplikasi. Oleh karena itu, jika sudah tersedia update
SAS versi berikutnya, disarankan melakukan update dahulu sampai versi
terakhir, baru melakukan seting referensi pada Admin.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 23
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Download terlebih dahulu update aplikasi SAS.
contoh Update SAS 2021 versi 21.0.13.
[Link]
0-13
Jika Update SAS sudah terdownload:
1. Jalankan file Update_SAS_20.[Link]. Untuk Windows Vista atau
Windows Seven dengan cara klik kanan filenya lalu pilih ‘Run as
administrator’.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 24
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
2. Akan muncul tampilan ini, lalu klik INSTALL
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 25
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
3. Aplikasi akan terupdate, tunggu sampai selesai dan muncul seperti di
bawah ini:
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 26
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
4. Setelah itu klik tombol SELESAI dan akan muncul tampilan login
berikut:
5. Isikan user dan password: admin
6. Setelah login, akan muncul tampilan update referensi
7. Jika sudah selesai dan berhasil, tampilannya seperti di bawah ini
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 27
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
2.5. Tutorial Pengoperasian Aplikasi SAS
Penjelasan Lebih Lengkap Terkait Petunjuk Teknis
Aplikasi SAS 2021, Bisa dipelajari lebih dalam pada
tautan di bawah ini.
[Link]
3OfOt9DpRAqHhSq0GG3o/view
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 28
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
BAB III
PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
SISTEM APLIKASI KEUANGAN TINGKAT INSTANSI (SAKTI)
3.1 Dasar Hukum
Peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum bagi praktik
dan aplikasi pelaksanaan anggaran adalah sebagai berikut:
a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan
Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2016 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.05/2015 Tentang
Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
c. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 185 Tahun 2017 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.05/2015
Tentang Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan
Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
e. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203 Tahun 2019 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159/PMK.05/2018 Tentang
Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi. Kelima
peraturan tersebut merupakan dasar hukum bagi praktik dan aplikasi
pelaksanaan anggaran.
f. Keputusan Menteri Keuangan No. KMK 957/KMK.05/2019 tanggal 31
Desember 2019 tentang Pelaksanaan Piloting SAKTI Tahap IV
g. Keputusan Menteri Keuangan No. KMK-905/KMK.05/2018 tanggal 31 Des
2018 tentang Perubahan atas KMK 962/KMK.05/2017 tentang Pelaksanaan
Piloting SAKTI Tahap III.
h. Instruksi Menteri Keuangan No. 955/IMK.05/2017 Tanggal 20 Desember
2017 tentang Dukungan Implementasi Piloting SAKTI di Lingkungan
Kementerian Keuangan.
i. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor:
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 29
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
1) PER-38/PB/2018 tentang Petunjuk Teknis Modul Komitmen SAKTI.
2) PER-39/PB/2018 tentang Petunjuk Teknis Modul Bendahara SAKTI.
3) PER-40/PB/2018 tentang Petunjuk Teknis Modul Pembayaran SAKTI.
4) PER-41/PB/2018 tentang Petunjuk Teknis Modul Persediaan SAKTI.
5) PER-42/PB/2018 tentang Petunjuk Teknis Modul Aset SAKTI.
6) PER-43/PB/2018 tentang Petunjuk Teknis Modul Akuntansi dan
Pelaporan SAKTI.
j. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-16/PB/2020
tentang Hak Akses Pengguna dan Pengamanan Secara Elektronik Dalam
Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
k. Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-264/PB/2020
tentang Pelaksanaan Penggunaan One Time Password dalam Piloting
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
3.2 Pengertian dan Konsep Dasar Aplikasi SAKTI
Implementasi Aplikasi SAKTI telah dilaksanakan dalam beberapa tahap
Piloting sehingga Kementerian Keuangan dan satuan kerja pada beberapa
Kementerian telah menggunakan Aplikasi SAKTI dalam pengelolaan
keuangannya. Direncanakan pada bulan Januari Tahun 2022 pengajuan SPM
Gaji oleh seluruh satuan kerja harus sudah menggunakan Aplikasi SAKTI4.
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi yang selanjutnya disingkat
SAKTI adalah aplikasi yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan sistem
perbendaharaan dan penganggaran negara pada instansi pemerintah meliputi
antara lain modul penganggaran, modul komitmen, modul pembayaran, modul
bendahara, modul persediaan, modul aset tetap, modul piutang, serta modul
akuntansi dan pelaporan.5
SAKTI merupakan sebuah sistem aplikasi yang dikeluarkan oleh
Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk digunakan oleh satuan kerja tingkat
instansi. SAKTI dibangun dengan konsep dan tujuan untuk menyederhanakan
aplikasi-aplikasi yang selama ini digunakan satuan kerja pengelola APBN.
4
[Link]
[Link]
5
PMK Nomor 159/PMK.05/2018 Pasal Ayat (1)
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 30
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 3. Integrasi Database pada SAKTI
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
Sebelum adanya SAKTI, ada banyak aplikasi yang digunakan satuan
kerja pengelola APBN, mulai dari penganggaran pada satuan kerja hingga
penyusunan laporan keuangan. Beberapa aplikasi tersebut antara lain RKAKL–
DIPA (Aplikasi Penganggaran), SAS (Aplikasi Pelaksanaan Anggaran), SILABI
(Aplikasi Bendahara), Aplikasi Persediaan (Aplikasi untuk pengelolaan barang
persediaan), SIMAK-BMN (Aplikasi untuk pengelolaan aset Barang Milik
Negara), dan SAIBA (Aplikasi Pelaporan Keuangan). Keenam aplikasi tersebut
saling berkaitan, namun belum terkoneksi secara langsung, sehingga masih
diperlukan pengiriman data antar-aplikasi menggunakan ADK (Arsip Data
Komputer).
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 31
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 4. SAKTI dibanding Aplikasi Eksisting
Sumber: KPPN Jakarta VII
Melihat permasalahan ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan merasa
perlu untuk melakukan penyederhanaan dan unifikasi sistem yang saling terkait
tersebut sehingga terkoneksi secara langsung. Sejak tahun 2015, Direktorat
Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan, sebagai unit Eselon II yang
bertugas untuk mengelola IT pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan,
melakukan developing aplikasi SAKTI ini. Aplikasi SAKTI didesain untuk
menyederhanakan, serta menggabungkan keenam aplikasi tersebut ke dalam
satu aplikasi, agar satuan kerja tidak lagi dipusingkan dengan adanya beragam
aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan perbendaharaan satuan kerja6.
Pada awalnya, aplikasi SAKTI didesain dengan konsep ‘desktop-based’,
yang artinya, aplikasi SAKTI diinstall di PC satuan kerja terlebih dahulu untuk
dapat menggunakan aplikasi tersebut. Namun, melihat perkembangan zaman
dan fleksibilitas dalam bekerja, maka mulai November 2020, SAKTI dialihkan
menjadi aplikasi berbasis web secara penuh. Sejalan dengan program
pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran dan penularan virus Covid-19,
aplikasi SAKTI sangat mendukung konsep Work from Home (WFH), karena
6
[Link]
[Link]
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 32
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
dengan aplikasi berbasis web, aplikasi SAKTI dapat diakses dari mana saja,
kapan saja, dan menggunakan media apa pun. Dari yang sebelumnya hanya
dapat digunakan melalui komputer yang telah terinstall SAKTI, namun saat ini
aplikasi SAKTI dapat dibuka menggunakan berbagai macam media, seperti
Laptop, PC, tablet, bahkan smartphone sekalipun, sepanjang dapat mengakses
internet7.
Sebelum adanya SAKTI, data aplikasi hanya disimpan pada komputer
dimana aplikasi tersebut terinstall. Dengan aplikasi SAKTI yang menggunakan
konsep cloud-based, seluruh data tersimpan pada server, sehingga para
pengguna tidak perlu khawatir dengan adanya perbedaan data yang digunakan.
Sebagai ilustrasi, apabila seorang pegawai membuka aplikasi di Solok, dan pada
saat yang bersamaan pegawai dari kantor yang sama membuka aplikasi di
Kupang, maka data yang ditampilkan adalah data yang sama. Hal ini tentunya
akan sangat memudahkan koordinasi bagi satuan kerja dalam pelaksanaan
APBN. Unit Eselon I, bahkan tingkat Kementerian, dapat melakukan monitoring
secara real-time terkait data anggaran, realisasi, maupun laporan dari seluruh
satuan kerja yang ada di bawah Eselon I tersebut8.
Dari segi keamanan, saat ini SAKTI memiliki tingkat keamanan yang
sangat baik. User Aplikasi hanya dapat login dalam 1 sesi, yang artinya tidak
dapat login menggunakan user yang sama secara bersamaan. Kemudian, pada
SAKTI juga mengenal konsep Validator dan Approver, yang artinya ada validasi
secara berlapis untuk transaksi-transaksi tertentu yang memerlukan otorisasi
dari pejabat yang berwenang. Lebih lanjut, sebagai bentuk pengamanan untuk
transaksi-transaksi yang sifatnya perlu persetujuan pejabat tersebut, pada
SAKTI juga telah diterapkan One Time Password (OTP) sebagai kode
keamanan yang dikirimkan melalui SMS ke nomor HP pejabat yang
bersangkutan, sehingga setiap transaksi tersebut pasti diketahui dan divalidasi
oleh pejabat yang bersangkutan9.
7
ibid
8 ibid
9
ibid
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 33
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
3.3 Ruang Lingkup Penggunaan Aplikasi SAKTI
SAKTI atau Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi merupakan
aplikasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang
memiliki fungsi:
- Mengintegrasikan seluruh aplikasi Satker yang ada;
- Digunakan oleh Kementerian/Lembaga dari Level Satker, Wilayah, Eselon
1, dan Kementerian;
- Menerapkan konsep Single Database artinya seluruh data terkonsentrasi
pada satu aplikasi ini;
- Mempunyai 3 (tiga) fungsi utama, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, dan
Pertanggungjawaban Anggaran;
- Ber-interface dengan SPAN pada tiap tahap siklus anggaran.
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) mencakup seluruh
proses pengelolaan keuangan negara pada SATKER dimulai dari proses
Penganggaran, Pelaksanaan, sampai dengan Pelaporan. Masing-masing
proses pengelolaan keuangan diperankan oleh modul-modul aplikasi sebagai
berikut.
1. Proses penganggaran diperankan oleh modul Penganggaran;
2. Proses Pelaksanaan diperankan oleh beberapa modul, yaitu modul
Komitmen (meliputi sub-modul Manajemen Suplier dan sub-modul
Manajemen Komitmen), modul Bendahara, modul Aset Tetap, modul
Persediaan, dan modul Pembayaran;
3. Proses pelaporan diperankan oleh modul GL dan Pelaporan.
Aplikasi SAKTI melingkupi 8 (delapan) modul Pelaksanaan Anggaran,
yaitu:
a. Modul Penganggaran;
b. Modul Komitmen;
c. Moduf Bendahara;
d. Modul Pembayaran
e. Modul Persediaan;
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 34
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
f. Modul Aset Tetap;
g. Modul Piutang; dan
h. Modul Akuntansi dan Pelaporan.
Gambar 5. Ruang Lingkup Aplikasi SAKTI
Sumber: KPPN Jakarta VII
Modul Administrasi merupakan suatu modul yang digunakan bagi
seorang administrator dalam pengelolaan data referensi, data user, user
manual, dan DB SAKTI. Modul Administrasi meliputi: User Management;
Backup/Restore Data Referensi/Data Transaksi; Security Management;
Pengelolaan Referensi seluruh modul; dan Dokumen Bantuan.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 35
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 6. Pengelolaan Sistem Administrasi
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
Modul Anggaran merupakan modul yang melakukan proses penyusunan
Rencana Kerja Anggaran sampai dengan penyusunan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran termasuk di dalamnya proses perencanaan
penyerapan anggaran dan penerimaan dalam periode satu tahun
anggaran. Modul anggaran (dengan output ADK RKAKL) meliputi:
1. Penyusunan Anggaran (Budget Preparation): SBK, RKAKL, KPJM,
dll.
2. Pelaksanaan Anggaran (Management of Spending Authority): DIPA,
POK, Perencanaan Kas.
3. Locking pagu pada proses revisi anggaran.
4. Perhitungan pergerakan AFP.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 36
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 7. Modul Penganggaran
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
Modul Komitmen merupakan modul yang melakukan aktivitas terkait
kontrak dalam rangka pelaksanaan APBN untuk mendukung pengelolaan
data pagu, perencanaan kas dan referensi dalam pelaksanaan
pembayaran. Modul Komitmen adalah modul yang melakukan aktivitas
terkait Pencatatan Supplier, Data Perikatan/Kontrak, Pencatatan Berita
Acara Serah Terima Barang/Jasa dan Konfirmasi Capaian Output. Modul
komitmen (dengan output ADK Supplier dan Kontrak) meliputi:
1. Manajemen Supplier merupakan kegiatan pengelolaan data penerima
pembayaran, untuk kemudian didaftarkan ke SPAN melalui KPPN.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 37
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 8. Manajemen Supplier
Sumber: KPPN Jakarta VII
2. Manajemen Kontrak merupakan kegiatan mengelola data kontrak
(perikatan dengan pihak ketiga), untuk kemudian didaftarkan ke SPAN
melalui KPPN.
3. Pencatatan BAST yaitu untuk mengakui aset dan utang pada saat
serah terima.
4. Konfirmasi Capaian Output Mencatat Rasio antara jumlah data output
yang terkonfirmasi dibandingkan dengan jumlah output yang dikelola
Satker.
Modul Pembayaran merupakan modul yang memproses Resume
Tagihan (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) untuk diajukan ke
KPPN dalam rangka pelaksanaan pencairan dana APBN. Output dari
modul ini adalah Dokumen SPP, SPM atau yang dipersamakan; dan ADK;
ADK RT, ADK SPM atau yang dipersamakan. Berikut adalah Gambar
Interkoneksi Satker dengan KPPN.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 38
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 9. Modul Pembayaran
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
Modul Bendahara merupakan bagian dari Modul Pelaksanaan Anggaran
yang menitikberatkan pada proses penatausahaan penerimaan dan
pengeluaran negara di Bendahara yang meliputi: Bendahara Pengeluaran
dan Bendahara Penerimaan, dengan 5 (lima) konsentrasi di antaranya
Penatausahaan LS Bendahara; Penatausahaan UP/TUP; Penatausahaan
Potongan/Pungutan Pajak; Penatausahaan Surat Bukti Setoran
Pendapatan, Pengembalian Belanja; dan Transaksi lainnya yang dikelola
oleh Bendahara. Output dari modul ini adalah LPJ Bendahara.
Gambar 10. Modul Bendahara
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 39
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Modul Persediaan merupakan Modul SAKTI yang dikhususkan untuk
menangani pengelolaan barang persediaan di tingkat satuan kerja
(UAKPN) dan satuan kerja pembantu (UAPKPB). Metode Pencatatan
menggunakan Metode Perpetual, sedangkan Metode Penilaian
menggunakan Metode Harga Beli Terakhir dan Metode Harga Rata-rata.
Output dari Modul Persediaan adalah Laporan Persediaan.
Gambar 11. Modul Persediaan
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
Modul Aset Tetap merupakan modul dalam Aplikasi SAKTI yang
digunakan untuk melaksanakan pengelolaan transaksi keuangan aset
tetap yang meliputi pencatatan dan pengakuntansian penambahan,
perubahan dan penghapusan Barang Milik Negara dan konstruksi dalam
pengerjaan serta melakukan perhitungan penyusutannya. Fungsi dari
Modul Aset Tetap adalah:
1. Penatausahaan Barang Milik Negara, termasuk di dalamnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan, Barang Bersejarah, dan Barang Pihak
Ketiga yang digunakan atau dikelola oleh instansi pemerintah.
2. Penatausahaan dan pencatatan semua transaksi mutasi BMN, baik
itu perolehan, perubahan, dan penghapusan.
3. Pengakuntansian BMN sebagai aset tetap dengan basis akrual.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 40
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
4. Perhitungan dan pengakuntansian penyusutan Aset Tetap.
Metode Penyusutan dengan menggunakan Metode Garis Lurus. Output
dari Metode Aset Tetap ini yakni Laporan BMN, Laporan Kondisi Barang,
dan Laporan Penyusutan.
Gambar 12. Modul Aset Tetap
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
Modul Piutang merupakan bagian dari SAKTI yang berfungsi untuk
melakukan penatausahaan transaksi piutang di Satker pengguna SAKTI.
Modul Piutang menatausahakan jenis transaksi piutang antara lain
sebagai berikut:
1. Transaksi Piutang PNBP;
2. Transaksi Piutang Tagihan Penjualan Angsuran; dan
3. Transaksi Piutang Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi.
Gambar 13. Modul Piutang
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 41
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Modul Akuntansi dan Pelaporan merupakan Modul SAKTI yang memuat
keseluruhan proses yang terkait dengan akuntansi dan pelaporan.
Mecakup sistem akuntansi yang terintegrasi dengan modul-modul yang
terkait lainnya, sistem pelaporan manajerial (statistik), dan sistem
rekonsiliasi dan konsolidasi pelaporan. Output dari modul ini adalah
Laporan Operasional, LPE, Neraca, dan LRA.
Gambar 14. Modul Akuntansi dan Pelaporan
Sumber: Biro Keuangan Sekretariat Jendral PUPR
3.4 Tipologi Aplikasi SAKTI
Untuk berkomunikasi dengan SPAN, perlu dibuat aplikasi-aplikasi
pendukung sebagai media untuk mengirimkan, menerima, dan memonitor data
transaksi keuangan, yaitu modul Portal dan SMS Gateway.
Portal SPAN
Merupakan sarana interkoneksi SPAN dan SAKTI yang utama. Satker
tidak perlu secara langsung datang ke KPPN untuk menyampaikan ADK, namun
cukup masuk ke Portal SPAN dan mengakses menu yang ada untuk melakukan
pengiriman ADK ke SPAN. Sebaliknya, penerimaan data dari SPAN juga akan
dilakukan melalui Portal SPAN, sehingga satker tidak perlu lagi datang ke KPPN.
Portal SPAN juga digunakan untuk melakukan validasi atas ADK yang dikirimkan
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 42
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
oleh Satker. Validasi merupakan tanda bukti bahwa ADK berasal dari Satker
yang benar dan telah diketahui dan disetujui oleh pejabat berwenang.
SMS SPAN
Sarana yang disediakan untuk Satker dalam memonitor status
pengiriman ADK. Satker cukup mengirimkan SMS dengan format tertentu ke
SPAN-SMS Service, untuk mengetahui status data keuangannya. Untuk
mendukung komunikasi tersebut (Portal SPAN dan SMS SPAN), pengecekan
atas keabsahan suatu dokumen akan dilakukan oleh sistem sehingga rekan-
rekan Front Office (FO) KPPN tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual
terhadap keaslian suatu tanda tangan pejabat. Tanda tangan akan digantikan
oleh Personal Identification Number (PIN) yang hanya diketahui oleh pejabat
yang bersangkutan sehingga tanggung jawab pejabat yang bersangkutan.
Manual
Bagi Satker yang tidak memiliki jaringan internet, jembatan komunikasi
antara SPAN dan SAKTI menggunakan sarana manual seperti yang saat ini
dilakukan, yaitu datang ke KPPN untuk menyampaikan ADK. Front Office (FO)
KPPN akan membantu Satker melakukan upload ADK Satker tersebut atau
Satker menggunakan sarana internet yang disediakan KPPN untuk meng-
upload sendiri ADK mereka.
Gambar 15. Tipologi Infrastruktur SAKTI Saat Ini
Sumber: KPPN Jakarta VII
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 43
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
3.5 Overview SAKTI Web
Gambar 16. Tampilan Awal SAKTI Web
a. Mengenal Sakti Web
Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) mencakup seluruh
proses pengelolaan keuangan negara pada SATKER dimulai dari proses
Penganggaran, Pelaksanaan, sampai dengan Pelaporan. Masing-masing
proses pengelolaan keuangan diperankan oleh modul-modul aplikasi sebagai
berikut.
1. Proses penganggaran diperankan oleh modul Penganggaran.
2. Proses pelaksanaan diperankan oleh beberapa modul, yaitu:
a) modul Komitmen (meliputi sub-modul Manajemen Supplier dan sub-
modul Manajemen Komitmen)
b) modul Bendahara
c) modul Aset Tetap
d) modul Persediaan
e) modul Pembayaran.
3. Proses pelaporan diperankan oleh modul GL dan Pelaporan.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 44
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 17. Evolusi Teknologi SAKTI
Sumber: [Link]
b. Kelebihan Sakti Web
Apa Perbedaan SAKTI Dengan Aplikasi Satker Sebelumnya?
1. Menggunakan satu database terpusat;
2. Memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dengan adanya proses
enkripsi/dekripsi Arsip Data Komputer (ADK);
3. Dapat di-install di beberapa operating system (misal Windows, Linux);
4. Lebih mudah digunakan (user friendly);
5. Dapat dijalankan dalam spesifikasi PC/Laptop yang minimum;
6. Kinerja aplikasi yang lebih konsisten.
Bagaimana Keamanan Data SAKTI Dijaga?
Untuk menjamin keamanan data, semua data yang dipertukarkan dalam
interkoneksi antara SAKTI dan SPAN harus memenuhi syarat keamanan
data sebagai berikut.
1. Kerahasiaan data: ADK yang keluar dari SAKTI akan dienkripsi untuk
menjamin ADK hanya dapat dibaca oleh pihak pengirim dan penerima
pesan. Selain itu, dilakukan pula pembatasan akses ke Portal SPAN
melalui registrasi user sehingga hanya orang yang terdaftar saja yang
dapat melakukan pengiriman dan pengambilan data.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 45
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
2. Integritas data: ADK SAKTI akan menggunakan pengamanan berupa
hash code untuk masing-masing data, sehingga isi dan jumlah data
yang disampaikan tidak akan berubah selama proses perpindahan
data.
3. Keaslian data: Setiap ADK akan dijamin keasliannya menggunakan
PIN. Penggunakan PIN memastikan bahwa ADK telah diketahui dan
disetujui oleh pejabat yang berwenang.
Fitur unggulan aplikasi SAKTI:
1. Integrasi Database
2. Single Entry Point
Single Entry Point menjelaskan bahwa suatu transaksi cukup sekali
diinput dan apabila dibutuhkan oleh modul terkait, data tersebut
akan dipanggil tanpa harus dilakukan penginputan ulang oleh
modul yang membutuhkan.
3. Konsep MAKER, CHECKER, APPROVER
4. Tracing Jurnal
Tracing Jurnal adalah Proses penelusuran dari jurnal ke sumber
transaksi dengan double click jurnal terkait sehingga akan masuk
dalam transaksinya. (Contoh Proses Pembelian Aset).
5. Penerapan ACL
Access Control List (ACL) adalah Pengelompokkan Paket Menu
berdasarkan kategori sehingga Administrator bisa menentukan
menu transaksi ataupun izin akses menu transaksi tersebut apakah
boleh rekam/ubah/hapus.
6. Penerapan Closing Period.
Closing Period merupakan proses tutup buku saat periode
transaksi dinyatakan berakhir. Pada saat Modul Akuntansi dan
Pelaporan melakukan closing period, maka modul lainnya secara
otomatis melakukan tutup buku pada periode berkenaan
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 46
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
7. Penerapan 14 Periode
Terdiri dari 12 periode normal, periode unaudited dan periode
audited.
Gambar 18. Interkoneksi Sakti
Sumber: [Link]
c. Topologi Sakti Web
Alasan memilih SAKTI Web:
1. Open Platform - Dapat diakses berbagai macam devices dan Multi OS.
2. Kemudahan Distribusi - End User tidak perlu melakukan
Update/Download Aplikasi
3. Kemudahan Akses - menggunakan jaringan internet tidak tergantung
jaringan intranet (VPN)
4. Spec Devices Rendah - Kecepatan proses tidak tergantung pada spec
hardware End User.
5. Antarmuka yang fleksibel - besar kecilnya tampilan sesuai dengan layar
devices yang digunakan
6. Faktor Fungsionalitas - User interface dan fungsionalitas sama dengan
versi desktop (Sudah Familiar)
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 47
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Gambar 19. Perbandingan SAKTI Versi Desktop dengan SAKTI Versi Web
Sumber: [Link]
d. Tutorial Pengoperasian Aplikasi SAKTI
Penjelasan Lebih Lengkap Terkait Petunjuk
Teknis Modul Admin dan Modul Penganggaran
Aplikasi SAKTI-Web
Buku ini juga tersedia dalam versi softcopy
berbentuk PDF (E-book) yang dapat didownload
pada website;
[Link]
an/layanan-umum/[Link]
[Link]
WPNn2LNtdzUIJn7MXw/view
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 48
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
Penjelasan dan Tutorial SAKTI Versi Video
melalui channel youtube yang khusus membahas
SAKTI yang dikelola oleh DJPb Kementerian
Keuangan.
1. Penjelasan Gambaran Umum SAKTI Web
[Link]
2. Tutorial SAKTI Web
[Link]
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 49
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
EVALUASI
SOAL ESAI (LATIHAN)
1. Apa yang dimaksud Sistem Aplikasi Satker (SAS)?
2. Sebutkan dan jelaskan modul utama dalam SAS?
3. Sebelum digabung menjadi aplikasi SAS, beberapa aplikasi yang digunakan
oleh Satker pada tahun 2014, apa saja aplikasi tersebut?
4. Sistem Aplikasi Satker (SAS) semenjak diluncurkan tahun 2015 sampai 2021
ini, terus dilakukan pembaharuan atau Update, sebutkan proses
pembaharuan Aplikasi SAS tersebut?
5. Apa yang dimaksud dengan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi
(SAKTI)?
6. Gambarkan perbedaan aplikasi SAKTI dibanding Aplikasi Eksisting?
7. Apa Fungsi Aplikasi Sakti?
8. Aplikasi SAKTI melingkupi 8 (delapan) modul Pelaksanaan Anggaran, Apa
saja 8 modul tersebut?
9. Jelaskan Modul Bendahara dalam aplikasi SAKTI?
10. Apa Perbedaan SAKTI Dengan Aplikasi Satker Sebelumnya?
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 50
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
SOAL PILIHAN GANDA (EVALUASI)
1. Aplikasi utama yang digunakan oleh satuan kerja yang merupakan
pengguna layanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)
seluruh Indonesia, disebut...
a. Aplikasi SAKTI
b. Aplikasi SAS
c. Aplikasi SIMAK
d. Aplikasi SIMAN
2. Berikut beberapa modul utama dalam SAS, di antaranya....
a. Modul Admin
b. Modul PPK
c. Modul PPSPM
d. Semua jawaban benar
3. Modul dalam SAS, yang berfungsi untuk membuat SPP, daftar PPNPN
(Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri/Tenaga Honor yang
dibayarkan melalui APBN), dan juga konfirmasi penerimaan, adalah....
a. Modul Admin
b. Modul PPK
c. Modul PPSPM
d. Semua jawaban benar
4. Aplikasi SAS diluncurkan pada tahun 2015 dengan menjadikan aplikasi di
tingkat Satker menjadi aplikasi dengan single database dengan harapan
mempermudah Satker dalam pengelolaan keuangan melalui aplikasi.
a. BENAR
b. SALAH
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 51
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
5. Aplikasi SAS ini sebuah sistem yang dibuat sedemikian rupa guna
membantu proses pengelolaan keuangan negara agar menjadi lebih
transparan, akuntabel, profesional, dan proporsional.
a. BENAR
b. SALAH
6. Aplikasi yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan sistem
perbendaharaan dan penganggaran negara pada instansi pemerintah
meliputi antara lain modul penganggaran, modul komitmen, modul
pembayaran, modul bendahara, modul persediaan, modul aset tetap,
modul piutang, serta modul akuntansi dan pelaporan, adalah....
a. Aplikasi SAS
b. Aplikasi SIMAK
c. Aplikasi SAKTI
d. Aplikasi SIMAN
7. SAKTI dibangun dengan konsep dan tujuan tidak menyederhanakan
aplikasi-aplikasi yang selama ini digunakan satuan kerja pengelola
APBN.
a. BENAR
b. SALAH
8. SAKTI atau Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi merupakan
aplikasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia
yang memiliki fungsi, KECUALI....
a. Digunakan oleh Kementerian/Lembaga dari Level Satker, Wilayah,
Eselon 1, dan Kementerian;
b. Menerapkan konsep Single Database artinya seluruh data
terkonsentrasi pada satu aplikasi ini;
c. Mempunyai 3 (tiga) fungsi utama, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pertanggungjawaban Anggaran;
d. Memisahkan seluruh aplikasi Satker yang ada;
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 52
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
9. Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) mencakup seluruh
proses pengelolaan keuangan negara pada SATKER dimulai dari proses
Penganggaran, Pelaksanaan, sampai dengan Pelaporan.
a. BENAR
b. SALAH
10. Modul yang digunakan bagi seorang administrator dalam pengelolaan
data referensi, data user, user manual, dan DB SAKTI
a. Modul Penganggaran
b. Modul Komitmen
c. Moduf Administrasi
d. Modul Pembayaran
11. Modul yang melakukan aktivitas terkait Pencatatan Supplier, Data
Perikatan/Kontrak, Pencatatan Berita Acara Serah Terima Barang/Jasa
dan Konfirmasi Capaian Output. Dengan output ADK Supplier dan
Kontrak, adalah....
a. Modul Penganggaran
b. Modul Komitmen
c. Moduf Administrasi
d. Modul Pembayaran
12. Modul yang memiliki Output berupa Dokumen SPP, SPM atau yang
dipersamakan; dan ADK; ADK RT, ADK SPM atau yang dipersamakan,
adalah....
a. Modul Penganggaran
b. Modul Komitmen
c. Modul Administrasi
d. Modul Pembayaran
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 53
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
13. Modul dalam Aplikasi SAKTI yang digunakan untuk melaksanakan
pengelolaan transaksi keuangan yang meliputi pencatatan dan
pengakuntansian penambahan, perubahan dan penghapusan Barang
Milik Negara dan konstruksi dalam pengerjaan serta melakukan
perhitungan penyusutannya.
a. Modul Persediaan
b. Modul Aset Tetap
c. Modul Piutang
d. Modul Akuntansi dan Pelaporan
14. Perbedaan SAKTI Dengan Aplikasi Satker Sebelumnya
adalah...KECUALI
a. Menggunakan satu database terpusat
b. Memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dengan adanya proses
enkripsi/dekripsi Arsip Data Komputer (ADK)
c. Lebih sulit digunakan (tidak user friendly)
d. Dapat di-install di beberapa operating system (misal Windows,
Linux)
15. Modul sakti yang memiliki Output berupa Laporan Operasional, LPE,
Neraca, dan LRA, adalah....
a. Modul Persediaan
b. Modul Aset Tetap
c. Modul Piutang
d. Modul Akuntansi dan Pelaporan
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 54
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
KUNCI JAWABAN MODUL 7:
SOAL PILIHAN GANDA (EVALUASI)
1. B 6. C 11. B
2. D 7. B 12. D
3. B 8. D 13. B
4. A 9. A 14. C
5. A 10. C 15. D
SOAL ESAI (LATIHAN)
1. Sistem Aplikasi Satker (SAS) adalah aplikasi utama yang digunakan oleh
satuan kerja yang merupakan pengguna layanan Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN) seluruh Indonesia. Dari aplikasi inilah
satuan kerja membuat Surat Perintah Membayar (SPM) yang menjadi
dasar KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dimana
setelah itu dana APBN yang masuk dalam DIPA Satker tersebut bisa
dicairkan.
2. Ada beberapa modul utama dalam SAS, di antaranya10:
a. Modul Admin, yang dapat digunakan untuk pengaturan user modul
yang lain, referensi, transfer Pagu, dan juga melakukan backup-
restore aplikasi.
b. Modul PPK, yang berfungsi untuk membuat SPP, daftar PPNPN
(Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri/Tenaga Honor yang
dibayarkan melalui APBN), dan juga konfirmasi penerimaan.
c. Modul PPSPM, yang ditujukan untuk mencatat SPM serta perekaman
rencana penarikan dana (RPD/APS) bagi transaksi besar.
10[Link]
dalamnya/
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 55
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
d. Modul LPJ/Silabi Bendahara Pengeluaran, yang berfungsi untuk
pembuatan LPJ Bendahara serta perekaman transaksi pembukuan
bendahara, baik Bendahara Pengeluaran dan Bendahara
Pengeluaran Pembantu.
e. Modul LPJ/Silabi Bendahara Penerimaan, yang difungsikan untuk
pembuatan LPJ Bendahara serta perekaman transaksi pembukuan
Bendahara Penerimaan.
3. Sebelum digabung menjadi aplikasi SAS, beberapa aplikasi yang
digunakan oleh Satker pada tahun 2014 adalah...
a. aplikasi SPM;
b. aplikasi Perencanaan Kas (Renkas);
c. aplikasi Konfirmasi Setoran;
d. aplikasi Rencana Penarikan Dana (RPD);
e. aplikasi Akuntasi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA).
4. Berikut perkembangan pembaharuan Aplikasi SAS
5. Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi yang selanjutnya disingkat
SAKTI adalah aplikasi yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan
sistem perbendaharaan dan penganggaran negara pada instansi
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 56
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
pemerintah meliputi antara lain modul penganggaran, modul komitmen,
modul pembayaran, modul bendahara, modul persediaan, modul aset
tetap, modul piutang, serta modul akuntansi dan pelaporan. SAKTI
merupakan sebuah sistem aplikasi yang dikeluarkan oleh Direktorat
Jenderal Perbendaharaan untuk digunakan oleh satuan kerja tingkat
instansi. SAKTI dibangun dengan konsep dan tujuan untuk
menyederhanakan aplikasi-aplikasi yang selama ini digunakan satuan
kerja pengelola APBN.
6. SAKTI dibanding Aplikasi Eksisting
7. SAKTI atau Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi merupakan
aplikasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia
yang memiliki fungsi:
- Mengintegrasikan seluruh aplikasi Satker yang ada;
- Digunakan oleh Kementerian/Lembaga dari Level Satker, Wilayah,
Eselon 1, dan Kementerian;
- Menerapkan konsep Single Database artinya seluruh data
terkonsentrasi pada satu aplikasi ini;
- Mempunyai 3 (tiga) fungsi utama, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pertanggungjawaban Anggaran;
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 57
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
- Ber-interface dengan SPAN pada tiap tahap siklus anggaran.
8. Aplikasi SAKTI melingkupi 8 (delapan) modul Pelaksanaan Anggaran,
yaitu:
a. Modul Penganggaran;
b. Modul Komitmen;
c. Moduf Bendahara;
d. Modul Pembayaran
e. Modul Persediaan;
f. Modul Aset Tetap;
b. Modul Piutang; dan
c. Modul Akuntansi dan Pelaporan.
9. Modul Bendahara merupakan bagian dari Modul Pelaksanaan Anggaran
yang menitikberatkan pada proses penatausahaan penerimaan dan
pengeluaran negara di Bendahara yang meliputi: Bendahara Pengeluaran
dan Bendahara Penerimaan, dengan 5 (lima) konsentrasi di antaranya
Penatausahaan LS Bendahara; Penatausahaan UP/TUP; Penatausahaan
Potongan/Pungutan Pajak; Penatausahaan Surat Bukti Setoran
Pendapatan, Pengembalian Belanja; dan Transaksi lainnya yang dikelola
oleh Bendahara. Output dari modul ini adalah LPJ Bendahara.
10. Perbedaan SAKTI Dengan Aplikasi Satker Sebelumnya
a. Menggunakan satu database terpusat;
b. Memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dengan adanya proses
enkripsi/dekripsi Arsip Data Komputer (ADK);
c. Dapat di-install di beberapa operating system (misal Windows,
Linux);
d. Lebih mudah digunakan (user friendly);
e. Dapat dijalankan dalam spesifikasi PC/Laptop yang minimum;
f. Kinerja aplikasi yang lebih konsisten.
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 58
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
DAFTAR PUSTAKA
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) tahun 2020 – 2024.
Kementerian Keuangan. 2018. Buku Pintar SAKTI. Dapat diakses pada laman:
Kementerian Keuangan. 2018. Buku Pintar SAS. Dapat diakses pada laman:
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan
Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.05/2015 Tentang
Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 185 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua
Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.05/2015 Tentang
Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan
Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159/PMK.05/2018 Tentang
Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
Sumber Website :
[Link]
[Link]
sakti/
[Link]
percepatan-lpj-keuangan-di-seluruh-kabupaten-kota-provinsi-aceh/
[Link]
kumpulan-materi/28-overview-sakti?option=com_jdownloads
[Link]
[Link]
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 59
MODUL 7 PRAKTIK DAN APLIKASI PELAKSANAAN ANGGARAN
DOWNLOAD MATERI LENGKAPNYA DISINI
PELATIHAN PELAKSANAAN ANGGGARAN 60