Me
KEWARGANEGARAAN
Tentang
DEMOKRASI PANCASILA
Disusun Oleh Kelompok : 7
Sulaiman : 2214070184
Fuja Endah Sri Dewi : 2214070186
Miftah Aulia Rahmi : 2214070196
Dosen Pengampu:
Dr. Sasmi Nelwati, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (E)
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
IMAM BONJOL PADANG
1444 H / 2023 M
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT Rabb Semesta Alam, atas segala rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Demokrasi
Pancasila” untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Dr. Sasmi Nelwati, M.Pd
selaku dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan yang senantiasa
membimbing kami. Dan segenap pihak yang telah membantu terselesaikannya
makalah ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.
Besar harapan saya semoga makalah ini dapat membantu proses perkuliahan,
menambah wawasan para pembacanya, dan mendapatkan nilai yang baik. Saya
menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan. Untuk
itu, kritik dan saran dari para cerdik cendekia sangat saya harapkan untuk
perbaikan pembuatan makalah yang akan datang.
Padang, 12 April 2023
Pemakalah
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................... 1
C. Tujuan........................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsep dan Urgensi Demokrasi................................................................. 3
B. Alasan Perlunya Demokrasi....................................................................... 5
C. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis tentang Demokrasi.......................7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................10
B. Saran...........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Demokrasi meletakan rakyat pada posisi penting, hal ini karena masih
memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulautan. Negara yang tidak
memegang demokrasi disebut negara otorier. Negara otorier pun masih
mengaku dirinya sebagai negara demokrasi. Tiga model demokrasi ini telah
memberi kekayaan pengalaman bangsa Indonesia dalam menerapkan
kehidupan demokrasi. Setelah reformasi demokrasi yang diterapkan di
Indonesia semakin diakui oleh dunia luar. Reformasi telah melahirkan empat
orang presiden.
Demokrasi yang diterapkan saat ini masih belum jelas setelah pada masa
Presiden Soeharto dikenal dengan Demokrasi Pancasila. Ir Soekarno dalam
buku Di Bawah Bendera Revolusi (1965) pernah mengungkapkan pendapatnya
tentang demokrasi bagi bangsa Indonesia. “Apakah demokrasi itu? Demokrasi
adalah ’pemerintahan rakyat’. Masyarakat bebas berpendapat dan berorganisasi
dan rakyat juga memilih langsung atau memilih sendiri pemimpinnya. Komisi
negara dibentuk oleh negara. Diperbolehkannya jalur independen atau calon
perseorangan di luar jalur politik mencalonkan diri dalam pemilihan kepala
daerah (pilkada) turut meramaikan kehidupan demokrasi di Indonesia.
Perkembangan demokrasi turut meningkatkan partisipasi politik masyarakat.
Masyarakat boleh mengorganisasikan diri untuk ikut serta dalam proses
pengambilan keputusan. Masyarakat atau rakyat kembali merasakan kebebasan
sipil dan politiknya. Rakyat menikmati kebebasan berpendapat serta rakyat
menikmati kebebasan berorganisasi. Kebebasan sipil bisa dinikmati meskipun
di sisi lain hak sekelompok masyarakat bisa dihilangkan oleh kelompok
masyarakat lain. Dalam kondisi seperti ini, beberapa kalangan menilai
penerapan demokrasi di Indonesia harus dijiwai dengan ideologi atau dasar
negara RI yaitu Pancasila. Pancasila sebagai dasar atau ideologi negara harus
diterapkan dalam kehidupan berdemokrasi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu konsep dan urgensi demokrasi dalam pacasila ?
2. Apa pengertian dari demokrasi Pancasila ?
1
3. Apa saja alasan perlunya demokrasi pancasila?
4. Bagaimana dan apa saja sumber historis, sosiologi, dan politis demokrasi
pancasila?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep dan urgensi yang bersumber dari demokrasi
pancasila
2. Untuk memahami demokrasi pancasila
3. Untuk mengetahui sumber historis, sosiologis, dan politis yang bersumber
dari pancasila
4. Mengetahui pemahaman dari alasan perlunya demokrasi pancasila
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep dan Urgensi Demokrasi
Secara faktual, gagasan tentang demokrasi bermula dari negara-negara
Barat, khususnya Inggris, Amerika dan Prancis. Akar ideologi demokrasi Barat
adalah Liberalisme, Menurut Ali Mudhafir (2008:47) Liberalisme merupakan
aliran Filsafat yang mempertahankan kebebasan perseorangan terhadap
kekuasaan yang hendak berlaku secara mutlak. Kebebasan ini mencakup
bidang agama,ekonomi dan politik. Liberalisme kemudian menjadi moralitas
tertinggi bagi kemajuan bersama, yaitu kebebasan individu dalam kehidupan
bernegara. Yang kemudian melahirkan nasionalisme dan demokrasi dalam
kehidupan politik, melahirkan tatanan kapitalis dengan semboyan Laisser
Faire, laisser passer le monde va de luimeme (produksi bebas, perdagangan
bebas, hukum kodrat akan menyelenggarakan harmaoni dunia) dibidang
ekonomi, dan kebebasan beragama dengan sekularisme.1
Demokrasi sebagai suatu sistem telah menjadikan alternatif dalam
berbagai tatanan aktivitas bermasyarakat dan bernegara di beberapa negara.
Alasan menjadikan demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara
dikarenakan hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi
sebagai asas fundamental. Selain demokrasi dijadikan sebagai asas kenegaraan,
secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk
menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertingginya, sehingga diperlukan
pengetahuan dan pemahaman yang benar pada warga masyarakat demokrasi.1
Demokrasi dalam sejarah peradaban dianggap sudah mulai muncul sejak
zaman Yunani Kuno. Capaian praktis dari sejak Demokrasi Yunani adalah
munculnya apa yang disebut “negara kota (polis)”. Polis adalah bentuk
demokrasi pertama. Pericles dalam bukunya yang terkenal, Funeral Oration,
menyatakan bahwa pemerintahan Athena disebut demokrasi karena
administrasinya berada di tangan banyak pihak. Demikian pula ahli drama
Aeschylus menyimpulkan bahwa tidak ada pemerintahan di Athena karena
rakyat adalah pemerintah.2
1 Agustam, “Konsepsi dan Implementasi Demokrasi Pancasila dalam Sistem Perpolitikan di
Indoensia.Jurnal TAPIs Vol. 7, (2011), hal 81.
2 Yunus, N. R. “Aktualisasi Demokrasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
SOSIAL DITAKTIF”, Sosial Science Education Journal, vol 2, no. 2, (2015), hal 157.
3
Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan dimana semua warga
negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat
mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi
baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan,
pengembangan dan pembuatan hukum. Demokrasi juga merupakan
seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan. Demokrasi mengandung
makna terhadap harkat dan martabat manusia. Kata demokrasi berasal dari
bahasa Yunani yaitu Democratia yang berarti kekuasaan rakyat.3
Sedangkan Demokrasi Pancasila merupakan paham demokrasi yang
bersumber dari pandangan hidup atau falsafah hidup bangsa Indonesia yang
digali berdasarkan kepribadian rakyat Indonesia sendiri. Secara prinsip
demokrasi pancasila adalah sistem pemerintahan dimana rakyat diikutsertakan
dalam pemerintahan negara dengan merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Dengan
demikian, demokrasi Pancasila menjamin kesetaraan rakyat dalam kehidupan
bernegara, menjamin tegaknya hukum yang berdasarkan nilai Pancasila serta
menjamin hubungan harmonis antara lembaga tinggi negara, sehingga tidak
ada lembaga tinggi negara yang lebih dominan atau tidak akan terjadi
hegemoni kewenangan oleh salah satu lembaga tinggi negara.4
Secara ringkas, demokrasi Pancasila memiliki beberapa pengertian sebagai
berikut:
1. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan
dan gotong-royong yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat, yang
mengandung unsur-unsur berkesadaran religius, berdasarkan kebenaran,
kecintaan dan budi pekerti luhur, berkepribadian Indonesia dan
berkesinambungan.
2. Dalam demokrasi Pancasila, sistem pengorganisasian negara dilakukan
oleh rakyat sendiri atau dengan persetujuan rakyat.
3. Dalam demokrasi Pancasila kebebasan individu tidak bersifat mutlak,
tetapi harus diselaraskan dengan tanggung jawab sosial.
4. Dalam demokrasi Pancasila, keuniversalan cita-cita demokrasi dipadukan
dengan cita-cita hidup bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat
kekeluargaan, sehingga tidak ada dominasi mayoritas atau minoritas.5
B. Alasan Perlunya Demokrasi
3 Agustam, Opcit, hal 82.
4 Idjang Tjarsono, Demokrasi Pancasila Dan Bhineka Tunggal Ika Solusi Heterogenitas.
Transnasional, 4(2),2013, hal.876-888
5 Agustam, Loc.Cit.
4
Demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang dirancang dari
rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pancasila merupakan dasar negara
Indonesia yang bersumber pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia itu sendiri.
Pancasila mengandung cita-cita dan pedoman dasar bagi bangsa Indonesia
untuk mewujudkan jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Demokrasi
yang berlaku di Indonesia memiliki sifat kolektif yang telah menyatu atau
membaur dalam pergaulan hidup rakyat Indonesia, sehingga tidak bisa
dihilangkan sampai kapan pun. Dalam menjalankan suatu negara yang
demokrasi, maka perlu sesuai dengan jati diri atau budaya bangsa Indonesia itu
sendiri. Pancasila merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia. Untuk
mencapai sistem pemerintahan yang baik dan lancar, demokrasi tersebut harus
sesuai dan tidak bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila. Bagaimanapun
Pancasila menjadi sumber hukum dari segala sumber hukum dari negara
Indonesia.6
Sumber pada ideologinya, demokrasi yang berkembang di Indonesia
adalah demokrasi Pancasila. Nilai-nilai dari setiap sila pada Pancasila sesuai
dengan ajaran demokrasi, bukan ajaran sewenang-wenang. Oleh karena
itu,Pancasila sangat cocok untuk menjadi dasar dan mendukung demokrasi
diIndonesia. Nilai-nilai luhur yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945
sesuai dengan pilar-pilar demokrasi modern. Nilai-nilai yang demokrasi yang
terjabar dari nilai-nilai Pancasila, yaitu kedaulatan rakyat, republik, negara
berdasarkan hukum, prinsip ketuhanan, prinsip musyawarah, dan masih banyak
lagi.
Selain itu, demokrasi berdasarkan Pancasila dapat menyatukan berbagai
kepentingan yang timbul dalam masyarakat heterogen, sehingga kebijakan
publik lahir dari hasil keputusan bersama bukan dipaksakan. Hal ini
dikarenakan demokrasi berdasarkan Pancasila mengutamakan musyawarah
dalam mengambil sebuah keputusan melalui pertimbangan-pertimbangan dari
semua pihak yang terkait, oleh karena itu terdapat prinsip kebebasan dan
kesetaraan, artinya disamping bebas menyampaikan pemikirannya juga harus
bersedia untuk mendengarkan dan memahami pihak lain.
Adanya demokrasi yang bersumber dari Pancasila menjadikan pembuatan
keputusan yang dibuat oleh pemerintah dapat mengutungkan rakyat sesuai
dengan prinsip demokrasi Pancasila yaitu kedaulatan atau kekuasaan tertinggi
ada pada rakyat yang dalam penyelenggaraannya dijiwai oleh nilai-nilai
Pancasila. Selain itu, demokrasi yang bersumber dari Pancasila juga berisikan
6 Paristiyanti Nurwardani, dkk, Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan
Kewarganegaraan, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, 2016), hal.75
5
persamaan kedudukan di mata hukum (tidak tajam ke bawah tumpul ke atas,
tidak pilih kasih, dan pelanggarnya dihukum secara adil agar mendapatkan efek
jera), dan terdapat sistem demokrasi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia
sehingga dengan demokrasi tersebut akan tercapai tujuan hidup bernegara
yakni kesejahteraan dan keadilan. Kehidupan yang demokratis di Indonesia
sangat penting karena diberikannya beberapa hak untuk bermusyawarah seperti
partisipasi dalam pembuatan keputusan, persamaan kedudukan di mata hukum,
dan distribusi pendapatan yang adil. Demokrasi juga bertujuan untuk
menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan kebebasan dalam
berpendapat serta kedaulatan rakyat. Demokrasi Pancasila adalah yang paling
cocok, tepat, dan sesuai dengan aspek-aspek kehidupan masyarakat di
Indonesia yang senang akan gotong royong.
Namun Pelaksanaan demokrasi di Indonesia masih mengalami beberapa
permasalahan, salah satunya seperti demokrasi yang membuang kedaulatan
rakyat. Membuang kedaulatan rakyat disini contohnya banyak rakyat yang
belum merasakan fasilitas layanan publik karena biaya yang dirasa masih
sangat mahal, terjadinya penggusuran, dan rakyat kecil (miskin) terkalahkan
dengan masyarakat kaya. Hal ini bertentangan dengan makna dari demokrasi
itu sendiri, yang mana demokrasi merupakan bentuk pemerintahan suatu
negara yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama tanpa ada
pengecualian dan demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang
bersumber dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Apabila demokrasi
dikatakan dari, oleh, dan untuk rakyat, maka seharusnya maka seharusnya tidak
ada masyarakat yang merasa kehilangan hak atas pengambilan keputusan
bersama yang menyangkut kehidupannya serta tidak akan ada pembeda antara
masyarakat kecil dan masyarakat kaya dalam memperoleh keadilan. Dalam
Pancasila sila kelima juga menjelaskan bahwa akan ada keadilan bagi seluruh
rakyat Indonesia, yang mana negara menjanjikan adanya keadilan bagi seluruh
lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Pancasila sangat diperlukan dalam
kehidupan demokrasi di Indonesia, karena Pancasila merupakan jati diri bangsa
yang digunakan sebagai landasan negara dalam melakukan sesuatu yang
menyangkut kepentingan seluruh masyarakat
Indonesia.7
C. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis tentang Demokrasi
7 Winarno, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah Di Perguruan
Tinggi, (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2010), hal.45
6
Bersumber dari pancasila
1. Sumber Historis
Kata “Demokrasi” dapat dipahami dari bahasa Yunani yang terdiri dari
kata “Demos” yang mengandung arti "Rakyat" dan “Kratos” yang dapat
dipahami berarti "Pemerintahan". Secara harfiah, Demokrasi dapat dipahami
memiliki arti sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk
rakyat. Ajat Sudrajat melalui tulisan bertajuk "Demokrasi Pancasila dalam
Perspektif Sejarah" (2015) mengungkapkan, dasar-dasar konstitusional
demokrasi di Indonesia sudah ada dan berlaku jauh sebelum tahun 1965,
tetapi istilah Demokrasi Pancasila itu baru dipopulerkan sesudah lahirnya
Orde Baru setelah tahun 1966.
Pada hakikatnya, rumusan Demokrasi Pancasila tercantum dalam sila
ke-4 Pancasila, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan.
Masih dalam tulisannya, Ajat Sudrajat menyebut bahwa istilah
Demokrasi Pancasila lahir sebagai reaksi terhadap Demokrasi Terpimpin di
bawah pemerintahan Presiden Sukarno. Pengaruh Sukarno dan Orde Lama
mulai meluruh usai terjadinya peristiwa Gerakan 30 September (G30S)
1965.
Saat Orde Baru lahir, Demokrasi Terpimpin mendapat sebuah
penolakan keras. Suharto yang kemudian menjadi Presiden RI setelah
Sukarno, dalam pidato kenegaraan tanggal 16 Agustus 1967 menyatakan
bahwa Demokrasi Pancasila berarti demokrasi kedaulatan rakyat yang
dijiwai dan diintegrasikan dengan sila-sila lainnya. Hal ini berarti bahwa
dalam menggunakan hak-hak demokrasi harus selalu disertai dengan rasa
tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nugroho Notosusanto
merumuskan, Demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang ber-
Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan yang adil dan
beradab, yang mempersatukan Indonesia, dan yang berkeadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Meskipun demikian, dalam penerapannya selama era Orde Baru,
Demokrasi Pancasila tidak berjalan sebagaiman yang didambadambakan.
Suharto menjalankan pemerintahan yang represif dan terkesan manipulatif.
Dalam sistem politik Orde Baru, tulis Ajat Sudrajat, jajaran militer yang
tidak ikut memilih langsung diberi jatah wakil di DPR/MPR sebanyak 100
orang atau sekitar 20 persen. Selain itu, mereka juga banyak menduduki
7
jabatan strategis baik di kabinet, birokrasi, maupun kegiatan ekonomi.
Pemerintahan Orde Baru yang banyak melibatkan militer berusaha
membatasi ruang gerak partai politik maupun organisasi yang pro
demokrasi.
2. Sumber Sosiologis
Sosiologi dipahami sebagai ilmu tentang kehidupan antarmanusia. Di
Dalamnya mengkaji, antara lain, susunan dan pola kehidupan sosial dari
Berbagai golongan dan kelompok masyarakat,juga mengkaji masalah
masalah sosial, perubahan dan pembaharuan dalam masyarakat. Sumber
sosiologis pancasila sebagai dasar negara telah berakar dalam kehidupan
masyarakat meliputi halhal sebagai berikut: Pertama, nilai-nilai
ketuhanan.dapat ditemukan dalam kehidupan beragama masyarakat
indonesia dalam berbagai bentuk kepercayaan dan keyakinan berbeda-beda.
Bukti bukti sosiologi bahwa pancasila sebagai dasar negara adalah
seluruh kehidupan masyarakat Indonesia diatur oleh Pancasila sesuai
dengan perundang-undangan baik dalam lingkup keluarga, masyarakat
ataupun khalayak umum yang menjadikannya masyarakat yang bermoral
dalam bentuk pikiran ataupun mengenai tingkah laku.
Gejala sosiologis fundamental yang menjadi sumber terjadinya berbagai
gejolak dalam masyarakat kita:
Pertama, suatu kenyataan yang memprihatinkan bahwa setelah
tumbangnya struktur kekuasaan “otokrasi” yang berbahaya lagi adalah
konflik yang tersembunyi (latent conflict) antara berbagai
golongan.dimainkan Rezim Orde Baru ternyata bukan demokrasi yang
kita peroleh melainkan oligarki di mana kekuasaan terpusat pada
sekelompok kecil elit, sementara sebagian besar rakyat (demos) tetap
jauh dari sumber-sumber kekuasaan (wewenang, uang, hukum,
informasi, pendidikan, dan sebagainya).
Kedua, sumber terjadinya berbagai gejolak dalam masyarakat kita saat
ini adalah akibat munculnya kebencian sosial budaya terselubung
(socio- cultural animosity). Gejala ini muncul dan semakin menjadi-jadi
pasca runtuhnya rezim Orde Baru. Socio-cultural animosity adalah
suatu kebencian sosial budaya yang bersumber dari perbedaan ciri
budaya dan perbedaan nasib yang diberikan oleh sejarah masa lalu,
sehingga terkandung unsur keinginan balas dendam.
Ciri lain dari konflik yang terjadi di Indonesia adalah bukan hanya yang
bersifat terbuka (manifest conflict) tetapi yang lebih
8
3. Sumber Politik
Masyarakat Barat memiliki dasar demokrasi yang panjang.
Pertumbuhan demokrasi terpenting di Yunani adalah kota Athena, yang
sering disebut-sebut sebagai contoh implementasi demokrasi partisipatif di
negara-kota sekitar abad ke-5 SM. Kemudian muncul praktek bentuk
pemerintahan di Roma, tepatnya pada tahun 1999. Kota Roma (Italia) yaitu
pemerintahan republik. Model pemerintahan demokratis Athena dan Roma
kemudian menyebar ke kota-kota terdekat lainnya,
Ide-ide humanisme dan demokrasi mulai bangkit kembali di Eropa pada
masa Renaisans (sekitar 1300-1700 M). Kolonialisme Eropa, khususnya
kehadiran Belanda di Indonesia membawa dua sisi mata uang peradaban
Barat:
Sisi penindas imperialism kapitalisme dan sisi demokratishumanis.
Penindasan politik dan eksploitasi ekonomi imperialisme dan kapitalisme,
sering kali bekerja sama dengan kekuatan feodal tanah dan rakyat,
memupuk sikap menindas, kolonial dan anti- feodal di antara para perintis
kemerdekaan nasional.
Tahan Penindasan dalam kurun waktu sejarah sejak Indonesia merdeka
sampai sekarang, jelas terlihat bahwa penyelenggaraan demokrasi telah
mengalami dinamikanya sendiri. Indonesia telah mengalami praktik
demokrasi yang berbeda dari waktu ke waktu. Beberapa ahli berbagi
pendapat mereka. Sebagai contoh, Budiardjo (2008) menyatakan bahwa
dilihat dari sejarah perkembangan demokrasi Indonesia hingga tahun , era
Orde Baru dapat dibagi menjadi empat periode, yaitu:
a. Masa Republik Indonesia I (1945-1959) yang dinamakan masa
demokrasi konstitusional yang menonjolkan peranan parlemen dan
partai- partai, karena itu dinamakan Demokrasi Parlementer.
b. Masa Republik Indonesia II (1959-1965) yaitu masa Demokrasi
Terpimpin yang banyak penyimpangan dari demokrasi konstitusional
yang secara formal merupakan landasan udanpenunjukan beberapa
aspek demokrasi rakyat.
c. Masa Republik Indonesia III (1965-1998) yaitu masa demokrasi
Pancasila. Demokrasi ini merupakan demokrasi konstitusional yg
menonjolkan sistem presidential.
d. Masa Republik Indonesia IV (1998-sekarang) yaitu masa reformasi
yang menginginkan tegaknya demokrasi di Indonesia sebagai koreksi
9
terhadap praktik-praktik politik yang terjadi pada masa Republik
Indonesia.8
8 UPI , Sumber Historis, Sosial, dan Politik Demokrasi Pancasila, (2022), hal 3.
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, yaitu sistem
pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Bagi rakyat
demokrasi ini sangat penting karena dapat memberikan hak-hak dalam
menentukan sendiri jalannya organisasi suatu Negara. Sampai saat ini
Indonesia menerapkan demokrasi pancasila karena dirasa dapat mewujudkan
keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan
ideologi pancasila itu sendiri. Dengan adanya demokrasi ini rakyat dapat
memberikan pendapat, aspirasi serta menyalurkan hak-hak politik secara
langsung. Demokrasi ini ditandai dengan adanya pelaksanaan pemilu dalam
jangka waktu 5 tahun sekali untuk pemilihan legislative maupun presiden dan
wakil presiden.
Tujuan Demokrasi Pancasila adalah untuk menetapkan bagaimana bangsa
Indonesia mengatur hidup dan sikap berdemokrasi seharusnya. Dan
menjadikan semua teratur tanpa terjadi hal–hal yang melewati batas norma
kesopanan. Jadi jelas bahwa pendidikan Pancasila selalu diajarkan di setiap
tingkat pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK agar kita menjadi manusia
yang demokrasi yang selalu menghargai pemdapat orang lain, tenggang rasa
dan bertanggung jawab dalam menjadi warga negara yang baik.
B. Saran
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kata
sempurna dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang
dimiliki. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari pembaca guna perbaikan dan kelengkapan
penyusunan makalah ini. Harapan penyusun semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
11
DAFTAR PUSTAKA
Agustam. (2011). “Konsep dan Impelementasi Demokrasi Pancasila dalam Sistem
Perpoitikan di Indonesia”. dalam jurnal TAPIs, 7, 81-82.
Tjarsono, Idjang. (2013). “Demokrasi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika Solusi
Hetergenitas”. dalam jurnal transnasional unri, 4(2), 876-888.
Nurwardani, Paristiyanti dkk. 2016. Buku Ajaran Mata Kuliah Wajib Umum
Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Direktorat Jenderal
Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
Winarno. 2010. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah
Di Perguruan Tinggi. Jakarta: Sinar Grafika Offset
Yunus. (2015). “Aktualisasi Demokrasi Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa
dan Bernegara” dalam jurnal social ditaktif , 2(2), 157.
UPI. (2022). “Sumber Historis, Sosial, dan Politik Demokrasi Pancasila” dalam
jurnal pendidikan kewarganegaraan, 3.