0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan9 halaman

Pidsus. 2

Dokumen ini membahas berbagai tindak pidana korupsi seperti menyalahgunakan kewenangan, suap, dan korupsi lainnya menurut KUHP. Dokumen ini juga menjelaskan unsur-unsur dari berbagai tindak pidana korupsi tersebut.

Diunggah oleh

aqillazmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan9 halaman

Pidsus. 2

Dokumen ini membahas berbagai tindak pidana korupsi seperti menyalahgunakan kewenangan, suap, dan korupsi lainnya menurut KUHP. Dokumen ini juga menjelaskan unsur-unsur dari berbagai tindak pidana korupsi tersebut.

Diunggah oleh

aqillazmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Menyalahgunakan Kewenangan, Kesempatan atau Sarana

Pasal 604 KUHP


Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain
atau korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana
yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan
keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan penjara
seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling
lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit kategori II dan paling
banyak kategori VI.
Menyalahgunakan Kewenangan, Kesempatan, atau Sarana
Jabatan/ Kedudukan
- Unsur-Unsur Objektif
 Perbuatannya
Menyalahgunakan kewenangan, menyalahgunakan kesempatan,
menyalahgunakan sarana
 Yang ada padanya
Karena jabatan, karena kedudukan
 Yang dapat merugikan
Keuangan negara, perekonomian negara
- Unsur-Unsur Subjektif
 Dengan tujuan
Menguntungkan diri sendiri, menguntungkan orang lain,
menguntungkan korporasi.
 Penjelasan Unsur-Unsurnya
 Perbuatan Menyalahgunakan Kewenangan
- Dilakukan oleh subyek hukum orang,
- Dilakukan oleh orang yang sebenarnya berhak untuk melakukan,
tapi dilakukan secara salah atau diarahkan pada hal yang salah dan
bertentangan dengan hukum atau kebiasaan
- Contoh: Kepala daerah mengangkat anaknya sendiri tanpa
prosedur untuk jadi pegawai negara
 Perbuatan Menyalahgunakan Kesempatan Karena Jabatan atau
Kedudukan
- Tersedianya peluang
- Contoh: polisi mengambil sejumlah uang barang bukti pada saat
penggerebekan
 Perbuatan Menyalahgunakan Sarana Karena Jabatan/ Kedudukan
- Sarana adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat
dalam mencapai maksud atau tujuan
- Sarana yang ada pada dirinyya karena kedudukan atau jabatan
semata-mata digunakan untuk melaksanakan pekerjaan yang jadi
tugas dan kewajibannya, tidak digunakan untuk perbuatan lain di
luar tujuan yang berhubungan dengan jabatan/ kedudukannya
- Contoh: kepala dinas kebersihan menkaryakan truk dinas untuk
disewakan
- Yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya:
 Kewenangan, kesempatan & sarana krn jabatan/ kedudukan yg
dipangku seseorang
- Dapat merugikan keuangan negara/ perekonomian negara
- Tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu
korporasi
 Tujuan ialah suatu kehendak yang ada dalam pikiran atau alam
batin si pembuat yang ditujukan untuk memperoleh suatu
keuntungan bagi dirinya, atau orang lain atau korporasi
Tindak Pidana Suap

Pasal 605 (1) KUHP


Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama
5 tahun dan pidana denda paling sedikit kategori III dan paling banyak
kategori V, setiap orang yang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada
pegawa negeri atau penyelenggara negara dengan maskud supaya
pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak
berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan
kewajibannya atau memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau
penyelanggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang
bertentangan dengan kewajiban, yang dilakukan atau tidak dilakukan
dalam jabatannya.

Suap Memberikan, Menjanjikan Seuatu (pasal 5)


- Diadopsi dari eks Pasal 209 KUHP
- Dtujukan agar PNS berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang
bertentangan dengan kewajiban jabatannya
- Dalam pasal 5 memuat 3 bentuk tindak pidana korupsi suap yang
diatur dalam ayat (1) dua macam TP dan ayat (2) satu macam TP

 TP suap pasal 5 ayat (1) huruf a


 Unsur Objektif
- Perbuatan: memberi, menjanjikan
- Obyeknya: sesuatu
- Kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara
 Unsur Subjektif
- Dengan maksud supaya pegawai negara atau penyelenggara
negara tersebut berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam
jabtan sehingga bertentangan dengan kewajibannya
 Perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu tidak harus benda
berwujud tapi juga benda tidak berwujud (pekerjaan, fasilitas,
bahkan jasa)
 Contoh: PH menyuap panitera agar panitera mencatat hal yang
tidak diterangkan oleh saksi pada saat sidang
 Sesuatu yang diberikan tidak harus benda berwujud, tapi juga
tidak berwujud (pekerjaan, fasilitas, dll)
 Pegawai negeri menurut UU 8/ 1974 jo UU 43/1999 tentang
pokok” kepegawaian: ialah setiap WNI yang telah memenuhi
syarat” yang telah ditentukan, diangkat oleh pejabat yang
berwenang, diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau
diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan suatu
peraturan perundang-undangan yang berlaku
 Pegawai negeri menurut UU 31/1999 terdapat perluasan
pengertian meliputi:
- Pengertian menurut UU Kepegawaian,
- Menurut Pasal 92 KUHP
- Orang yang menerima gaji/upah dari keuangan negara daerah
- Orang yang menerima gaji/upah dari korporasi yang menerima
bantuan dari keuangan negara/daerah
- Orang yang menerima gaji/upah dari korporasi lain yang
menggunakan modal/fasilitas dari negara atau masyarakat
 Penyelenggara negara menurut UU 28/1999 tentang
penyelenggaraan negara yang bersih & bebas dari KKN meliputi:
- Pejabat negara pada lembaga tertinggi, pejabat negara pada
lembaga tinggi negara, menteri, gubernur, hakim, pejabat lain
sesuai ketentuan peraturan UU yang berlaku, pejabat lain yang
memiliki fungsi strategis dalam kaitannya penyelenggara negara
sesuai ketentuan peraturan UU yang berlaku
 Penyelenggara negara termasuk juga pengertian dalam pasal 2 UU
20/2001
 TP Korupsi Suap Pada Hakim dan Advokat (Pasal 6)
- Diadopsi dari pasal 210 dengan pengurangan dan penambahan
bentuk TP korupsi baru (suap pasif)
- Sama dengan pasal 5, korupsi suap khusus dalam pasal 6 juga
terdapat 3 bentuk, ayat (1) a. suap khusus pada hakim b. suap khusus
pada advokat dan ayat (2) hakim dan advokat yang menerima suap
Korupsi suap pada hakim (pasal 6 ayat 1 huruf a)
Unsur Obyektif:
- Perbuatannya: memberi, menjanjikan sesuatu
- Obyeknya: sesuatu
- Kepada hakim
Unsur Subyektif:
- Dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang
diserahkan kepadanya untuk diadili
Korupsi hakim atau advokat menerima suap (pasal 6 ayat 2)
- Pembuatnya: hakim/ advokat
- Perbuatannya: menerima pemberian, menerima janji
- Obyeknya sesuatu
- Dimaksudkan dalam ayat 1 huruf a/b
- Contoh: memberikan mobil pada hakim bila memenangkan
perkara dan janji itu disetujui oleh hakim yang bersangkutan

 Membuat Bangunan & Menjual Bahan Bangunan, Korupsi


Dalam Hal Menyerahkan Alat Keperluan Tni & Nkri (Pasal 7)
 Terdapat 5 bentuk:
1. TP korupsi pemborong, ahli bangunan, penjual bahan bangunan
melakukan perbuatan curang (ayat 1 huruf a)
2. TP korupsi pengawas bangunan membiarkan perbuatan curang
(ayat 1 huruf b)
3. TP korupsi menyerahkan barang keperluan TNI & Polri dengan
perbuatan curang (ayat 1 huruf c)
4. TP korupsi pengawas dalam penyerahan barang keperluan TNI &
Polri membiarkan perbuatan curang (ayat 1 huruf d)
5. TP korupsi membiarkan pebuatan curang pada saat menerima
penyerahan barang keperluan TNI & Polri (ayat 2)
 Korupsi Pegawai Negeri Menggelapkan Uang & Surat Berharga
(Pasal 8)
Diadopsi dari pasal 415 kuhp
Unsur Obyektif:
- Pembuatnya: pegawai negeri selain pegawai negeri yang ditugaskan
menjalankan jabatan umum sementara atau terus meneruus
(missal anggota LSM yang dipercaya menyalurkan dana KUT
memotong dana/ membuat nama fiktif)
- Perbuatannya: menggelapkan; membiarkan orang lain mengambil,
membiarkan orang lain menggelapkan
- Membantu dalam melakukan perbuatan itu
- Obyeknya: uang, surat berharga
- Yang disimpan karena jabatannya (bendaharawan kantor
mengetahui kode lemari besi)
Unsur Subyektif: dengan sengaja
 TP Korupsi Memalsu Buku” dan Daftar” (Pasal 9)
Diadopsi dari pasal 416 KUHP
Unsur Obyektif:
- Pembuatnya pegawai negeri: selain pegawai negeri yang diberi
tugas menjalankan jabatan umum
- Perbuatannya memalsu (membuat pembukuan yg isinya sebagian/
seluruhnya tidak sesuai kondisi sebenarnya)
- Obyeknya: buku”, daftar” khusus untuk pemeriksaan admin
(padahal digunakan sebagai bukti)
Unsur Subyektif: dengan sengaja

 Korupsi Pegawai Negeri Merusakkan Barang, Akta, Surat atau


Daftar (Pasal 10)
- Diadopsi dari pasa 417 kuhp
- Terdapat 3 bentuk yang dirumuskan pada huruf a,b,c
 Pasal 606 ayat 1 kuhp
- (1) Setiap orang yang memberikan hadiah atau janji kepada pegawai
negeri/ penyelenggara negara dengan mengingat kekuasaan/
wewenang yang melekat pada jabatan/ kedudukannya, atau oleh
pemberi hadiah/ janji dianggap melekat pada jabatan/ kedudukan
tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan
pidana denda paling banyak kategori IV
 Pegawai Negeri Menerima Hadiah Atas Janji Yang Berhubungan
Dengan Kewenangan Jabatan (Pasal 11)
Unsur Obyektif:
- Pembuatnya: pegawai negeri, penyelenggara negara
- Perbuatannya: menerima hadiah, menerima gaji
Unsur Subyektif:
- Diketahui
- Patut diduga: Bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena
kekuasaan/ kewenangan yang berhubungan dengan jabatan dan
menurut pikiran orang yang memberikan hadiah/ janji tersebut ada
hubungannya dengan jabatannya
 Korupsi Pegawai Negeri, Penyelenggara Negara, Hakim/
Advokat Menerima Hadiah Atau Janji; Pegawai Negeri
Diadopsi dari pasal 419, 420, 423, 425 dan 435 kuhp
Pasal 12 dapat dikelompokkan dalam 5 bentuk:
- Pegawai negeri/ penyelenggara negara menerima suap yang
diketahui untuk menggerakkan agar melakukan/ tidak melakukan
sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban jabatan dari pasal 419
kuhp (dimuat dalam pasal 12 a dan b)
- Hakim/ advokat menerima suap dari pasal 420 kuhp (dimuat pasal
12 c dan d)
- Pegawai negeri/ penyelenggara negara memaksa memberikan
sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan
dari pasal 423 kuhp (dimuat pasal 12 e)
- Pegawai negeri/ penyelenggara negara meminta, menerima atau
memotong pembayaran dari pasal 425 kuhp (dimuat pasal 12 f,g,h)
- Pegawai negeri/ penyelenggara negara turut serta dalam
pemborongan, pengadaan/ persewaan dari pasal 435 kuhp (dimuat
pasal 12 i)
 Korupsi Suap Pegawai Negeri Menerima Gratifikasi (Pasal 12B)
Merupakan TP baru
Pasal 12B ayat (1), gratifikasi adalah pemberian dalam arti luar
meliputi pemberian uang, barang, rabat, komisi, peminjaman tanpa
bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata,
pengobatan Cuma”, dan fasilitas lain
Gratifikasi baik yang diterima di dalam maupun di luar negeri dan
menggunakan sarana elektronik maupun tidak
Pengertian gratifikasi= suap pasif
Pelaporan gratifikasi ke KPTPK dapat dianggap sebagai dasar
penghapus sifat melawan hukum perbuatan (pasal 12 C ayat 1 jo 2)
dengan syarat:
- Pelaporan dinilai sebagai sesuatu yang juur, menegakkan moral,
menjunjung tinggi sumpah jabatan
- Pendidikan moral bagi pegawai negeri/ penyelenggara negara
- Ditujukan untuk menentukan apakah penerimaan tersebut jadi
milik negara/ milik pegawai negeri yang menerima
 Korupsi Suap Pada Pegawai Negeri Dengan Mengingat
Kekuasaan Jabatan (Pasal 13)
Termasuk suap aktif seperti pasal 5 dan 6
Tidak disebutkan kualifikasi pembuatnya
Unsur-unsur:
- Perbuatannya: memberi hadiah, memberi janji
- Obyeknya: hadiah, janji
- Pada pegawai negeri
- Dengan memngingat kekuasaan/ kedudukannya/ oleh pemberi
hadiah/ janji dianggap melekat pada jabatan/ kedudukan tersebut

Anda mungkin juga menyukai