PROPOSAL PENELITIAN KEPERAWATAN
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ORANG
TUA PADA ANAK USIA SEKOLAH YANG
MENGALAMI HOSPITALISASI DENGAN
PENYAKIT AKUT DAN KRONIK
OLEH ; KEIZA PUTRI YUNIAR
KELAS ; X AKC 2
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI....................................................................................................................................................I
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................II
BAB I............................................................................................................................................................1
1.1 PENDAHULUAN..................................................................................................................................1
1.2 PERUMUSAN MASALAH.....................................................................................................................2
BAB II...........................................................................................................................................................3
1.1 TINJAUAN TEORI................................................................................................................................3
BAB III..........................................................................................................................................................5
1.1 METODE PENELITIAN.........................................................................................................................5
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................................6
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Ta’ala atas segala nikmatNya sehingga proposal
keperawatan yang berjudul Bahasa PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ORANG
TUA PADA ANAK USIA SEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DENGAN
PENYAKIT AKUT DAN KRONIK Di Majalah Tempo ini dapat diselesaikan dengan
maksimal, tanpa ada halangan yang berarti. Proposal ini disusun untuk memenuhi
tugas akhir.
Pemilihan tema ini didasari atas keresahan penulis terhadap kebijakan-
kebijakan pemerintah terhadap pemertahanan dan perkembangan bahasa
Indonesia yang tidak mengacu pada data atau permasalahan yang benar-benar
terjadi dalam masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Data permasalahan bahasa
tersebut dapat direpresentasikan dalam tulisan berupa artikel, esai, atau opini
terkait bahasa yang terbit di salah satu media massa. Semoga dengan adanya
proposal analisis wacana kritis ini dapat membuka pola pikir penulis khususnya
dan pembaca pada umumnya terkait pengaruh-pengaruh kritik dan masukan
terhadap kebijakan bahasa Indonesia.
Proposal ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya tidak lepas dari
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, yakni Bapak Dr. Hari Bakti
Mardikantoro, [Link]., selaku dosen pengampu, dan teman-teman Linguistik
2016. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas segala bantuannya dalam
berbagai bentuk hingga proposal ini dapat terselesaikan dan sampai ke tangan
pembaca.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan dalam penyusunan
proposal ini, baik dari segi EBI, kosakata, tata bahasa, etika maupun isi. Maka dari
itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran seluas-luasnya dari pembaca
yang kemudian akan penulis jadikan sebagai evaluasi.
Demikian, semoga proposal bahasa ini dapat diterima sebagai ide/gagasan
yang menambah kekayaan intelektual bangsa.
3
BAB I
1.1 PENDAHULUAN
Usia anak 3 sampai 6 tahun disebut dengan anak usia prasekolah. Pada usia
prasekolah anak akan mulai senang bermain diluar rumah. Anak akan mulai
berteman, bahkan keluarga akan mengajak anak untuk berjalan-jalan keluar
rumah seperti ditaman. Anak pada usia prasekolah memiliki gaya aktivitas
motorik kasar yang sangat pesat. Pada usia ini anak akan sangat suka bermain
seperti melempar bola, mengendarai sepeda, menaiki banggunan di lapangan.
Anak yang terlalu aktif akan menambah resiko terluka. Anak usia pra sekolah juga
akan berkurang nafsu makannya. Anak juga akan memilih makanan yang
dikonsumsi oleh dirinya. Anak juga akan suka makan-makanan yang kurang
bergizi. Hal ini terkadang membuat kondisi anak menurun sehingga akan
mengalami hospitalisasi.
Hospitalisasi dapat disebabkan karena tubuh anak yang merasa tidak sanggup
menahan rasa sakit sehingga anak harus di rawat di rumah sakit. Hospitalisasi
diperlukan untuk proses penyembuhan. Pada saat mengalami hospitalisasi anak
akan berusaha beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang baru dan asing.
Angka kesehatan anak di Indonesia berdasarkan Survei Kehatan Nasional
(Susenas) 2001-2005 menyebutkan bahwa pada tahun 2005 angka kesakitan usia
0-21 tahun di daerah perkotaan menurut kelompok usianya sebagai berikut: usia
0-4 tahun sebesar 25,84%, usia 5-12 tahun sebanyak 14,91%, usia 13-15 tahun
sekitar 9,1%, usia 16-21 th sebesar 8,13% (4). Angka kesakitan anak usia 0-21
tahun apabila dihitung dari keseluruhan jumlah penduduk adalah 14.44% .
4
1.2 PERUMUSAN MASALAH
Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan
berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Masa pra sekolah
dengan anak usia 60-70 bulan. Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan
stabil. Terjadi perkembangan dengan aktifitas jasmani yang bertambah dan
meningkatnya keterampilan dan proses berfikir. Memasuki masa pra sekolah,
anak mulai menunjukkan keinginannya, seiring dengan pertumbuhan dan
perkembangannya.
Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah, maka lingkungan di luar rumah
mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di laur rumah. Anak mualai
berteman, bahkan banyak keluarga yang mengahabiskan sebahagian waktu anak
bermain di luar rumah dengan cara membawa anak ketaman bermain, taman
kota, atau ketempat-tempat bermain yang menyediakan fasilitas untuk bermain
anak. Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain
yang bersahabat untuk anak (child friendly environment). Semakin banyak
lingkungan bermain yang diciptakan untuk anak, maka semakin baik untuk
menunjang kebutuhan anak.
Berdasarkan dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hospitalisasi
merupakan suatu keadaan dimana anak di rawat di rumah sakit karena
disebabkan oleh suatu hal yang darurat, di rawat di rumah sakit untuk
mendapatkan terapi dan perawatan agar masalah yang terjadi pada anak dapat
teratasi dan dapat segera pulang kerumah. Tetapi terkadang perawatan di rumah
sakit menyebabkan anak harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan
asing, hal ini yang mengakibatkan anak merasa takut, cemas.
5
BAB II
1.1 TINJAUAN TEORI
Hospitalisasi merupakan keadaan kritis yang terjadi pada anak, saat anak
mengalami sakit, dan dirawat di rumah sakit. Keadaan dimana anak berusaha
beradaptasi dengan lingkungan baru dan asing yaitu rumah sakit, sehingga kondisi
dapat menjadi faktor stresor anak . Hospitalisasi merupakan suatu proses yang
direncanakan atau darurat yang mengharuskan anak untuk tinggal dirumah sakit
untuk menjalani terapi atau perawatan. Di rawat dirumah sakit merupakan
sebuah masalah yang dapat menimbulkan ketakutan, cemas bagi anak.
Berdasarkan dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hospitalisasi
merupakan suatu keadaan dimana anak di rawat di rumah sakit karena
disebabkan oleh suatu hal yang darurat, di rawat di rumah sakit untuk
mendapatkan terapi dan perawatan agar masalah yang terjadi pada anak dapat
teratasi dan dapat segera pulang kerumah. Tetapi terkadang perawatan di rumah
sakit menyebabkan anak harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan
asing, hal ini yang mengakibatkan anak merasa takut, cemas.
Setiap orang tua akan mengalami tingkat kecemasan berbeda-beda, kecemasan
sendiri dibagi menjadi 4 tingkatan yakni pertama kecemasan tingat ringan yang
ditandai dengan gejala seperti tidak dapat duduk dengan tenang, tremor pada
tangan, nadi dan tekanan darah meningkat, lebih ingin segera menyelesaikan
masalahnya . Kecemasaan sedang ditandai dengan perhatian pada hal yang
penting dan mengesampingkan yang lain, lapang persepsi menyempit, dan
rangsangan dari luar tidak mampu diterima, tekanan darah dan nadi meningkat,
terdapat gerakan gerakan yang tidak dapat di jangkau, susah tidur dan terkadang
merasa tidak tenang.
6
BAB III
1.1 METODE PENELITIAN
Jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian
kuantitatif non eksperimental. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian deskriptif komparatif. Pengertian dari penelitian deskriptif adalah
penelitian yang dapat memotret fenomena individual, situasi, dan kelompok
tertentu yang sedang terjadi baru-baru ini atau fenomena atau karakteristik
individual, situasi, atau kelompok tertentu secara akurat. Penelitian komparatif
adalah penelitian yang difokuskan untuk mengkaji perbandingan terhadap
pengaruh (efek) pada kelompok subjek tanpa adanya suatu perlakuan dari
peneliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk membedakan tingkat kecemasan
orang tua pada anak usia pra sekolah yang sedang mengalami hospitalisasi
dengan penyakit akut dan kronik di RSUD Kota Semarang.
Metode yang digunakan dalam metode ini adalah metode survey. Metode survey
merupakan suatu desain penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap
sekumpulan obyek yang biasanya cukup banyak dalam waktu tertentu. Metode
survey ini adalah survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang,
pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai. Metode yang digunakan
dalam mengumpulkan data survey yaitu dengan menggunakan tanya jawab
dengan penyebaran kuesioner.
7
8
DAFTAR PUSTAKA
1. Behrman, Kliegman RM, Arvin. Ilmu kesehatan anak nelson. Jakarta: EGC:
2000. Nasir A. Muhith A. Dasar-dasar keperawatan jiwa: pengantar dan
teori.
2. Jakarta: Salemba Medika; 2011.
3. Nursalam. Ilmu kesehatan anak. Jakarta: Salemba Medika; 2005.
4. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Survei kesehatan nasional 2005. laporan data susenas 2005:
Status kesehatan, pelayanan kesehatan, perilaku hidup sehat dan
kesehatan lingkungan. 2005.
5. Utami Y. Dampak hospitalisasi terhadap perkembangan anak. J Ilm widya
2014;2:9-20.
6. Yupi S. Buku ajar konsep dasar keperawatan anak. Jakarta: EGC; 2004.
7. Lilis M. Wahyuni. Hubungan frekuensi hospitalisasi anak dengan
kemampuan perkembangan motorik kasar pada anak pra sekolah
penderita leukemia di rsud dr. moewardi. J ilmu keperawatan Indones.
2013;
8. Mubarok W. Chayatin N, Santosa A. Buku ajar keperawatan komunitas,
pengantar dan teori. Jakarta: Salemba Medika: 2006.
9. Mariyam, Kurniawan A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat
kecemasan orang tua terkait hospitalisasi anak usia toddler di brsd raa
sowoendo pati. J keperawatan. 2008;1(2):38-56.
10. Semiun Y. Kesehatan mental 2. Yogyakarta: Kasinus: 2006.
11. Buku Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2012 [Internet]. Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2012. Available from:
[Link]
KES_PROVINSI 2012/13 Profil Kes [Link] Tengah_2012.pdf
Sumber ; [Link]
6
6