PathAnalysis1 Ujian Final
PathAnalysis1 Ujian Final
KERANGKA PENELITIAN
Berdasarkan data-data tentang variabel konflik peran sebagai (X 1), iklim organisasi
sebagai (X2), Beban kerja sebagai (X3) atau variabel eksogen dan motivasi kerja (Y) adalah
variabel mediating serta kinerja pegawai (Z) sebagai variabel endogen. Maka dapat
dirumuskan kerangka pemikiran sebagai berikut : Kinerja pegawai dipengaruhui oleh konflik
peran, iklim organisasi, dan beban kerja melalui motivasi kerja. Secara ringkas kerangka
pemikiran disini seperti terlihat pada gambar berikut.
Konflik Peran
(X1)
Beban Kerja
(X3)
2. HIPOTESIS PENELITIAN
Berdasarkan kerangka penelitian diatas dapat dikemukakan hipotesis penelitian
sebagai berikut
1|Page
2. Ada pengaruh yang signifikan iklim organisasi (X2) terhadap kinerja pegawai
(Z) melalui motivasi kerja (Y)
3. Ada pengaruh yang signifikan beban kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Z)
melalui motivasi kerja (Y)
3. HIPOTESIS STATISTIK
a. Uji secara Individual ( partial)
1. Ho : PYX1 = 0, Ha : PYX1 ≠ 0
2. Ho : PYX2 = 0, Ha : PYX2 ≠ 0
3. Ho : PYX3 = 0, Ha : PYX2 ≠ 0
4. Ho : PZX1 = 0, Ha : PZX1 ≠ 0
5. Ho : PZX3 = 0, Ha : PZX3 ≠ 0
6. Ho : PZX3 = 0, Ha : PZX3 ≠ 0
7. Ho : PYZ = 0, Ha : PYZ ≠ 0
b. Uji Secara Serempak (Simultanius)
1. Ho : PYX1 = PYX2 = PYX3 = 0
Ha : PYX1 = PYX2 = PYX3 ≠ 0
2. Ho : PZX1 = PZX2 = PZX3 = 0
Ha : PZX1 = PZX2 = PZX3 ≠ 0
3. Ho : PZYX1 = PZYX2 = PZYX3 = 0
Ha : PZYX1 = PZYX2 = PZYX3 ≠ 0
4. MODEL STATISTIK
Apabila ingin menggunakan Model Path Analysis, maka harus dibangun dari
beberapa sub struktur. Sub struktur sangat tergantung pada variabel endogen,
sedangkan variabel intervening diabaikan. Variabel intervening dijadikan variabel
endogen.
a. Paradigma Hipotesis Model 1
Sub Struktur 1
ɛ1
X1 PYɛ1
rx1x2
rx3x1 X2 Y
rx3x2
X3
Persamaannya :
2|Page
b. Paradigma Hipotesis Model 2
Sub Struktur 2
X1
PZX1 ɛ
X2
PZX2 PZɛ
PZX3 Z
PYZ
Y
Persamaannya :
X1
PYX1 PZX1
rx1x2
PYX2 PZY
X2 Y Z
rx3x1
rx3x2 PZX3
PYX3
X3
Persamaannya :
3|Page
A. Analisis Faktor ( Factor Analysis )
Dalam melakukan prosedur analisis faktor untuk membentuk variabel baru bagi
kelima variabel yaitu: (variabel bebas, variabel mediating, dan variabel terikat).
Selanjutnya, syarat kedua yang harus dipenuhi dalam analisis faktor adalah nilai anti-image
correlation setiap subvariabel (tanda a) yang harus mempunyai nilai > 0,5. Pada Anti-image
Matrices di bawah, semua subvariabel bernilai lebih dari 0,5 dan dengan demikian syarat
kedua dipenuhi dalam pembentukan variabel baru X1 konflik peran
Anti-image Matrices
4|Page
X15 -,028 ,071 -,372 -,366 .742a
5|Page
a.2. Variabel X2 Iklim Organisasi
Variabel kedua, yaitu ilkim organisasi yang terdiri atas 6 subvariabel (X21, X22, ... , X26).
Nilai Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. sebesar 0,767 dengan Sig. 0,000
telah memenuhi persyaratan pertama analisis faktor.
Selanjutnya, Measures of Sampling Adequacy (MSA) yang tercermin pada nilai anti-image
correlation (ditandai huruf a), setiap subvariabel X2 mempunyai nilai diatas 0,5. Sehingga
pembentukan variabel baru pada teknik analisis faktor dapat dilakukan, diperoleh variabel
baru X2 iklim organisasi.
Anti-image Matrices
X21 X22 X23 X24 X25 X26
Anti-image X21 ,642 -,297 -,050 -,134 ,050 -,007
Covariance X22 -,297 ,618 ,022 -,075 -,144 ,033
X23 -,050 ,022 ,644 -,070 -,201 -,190
X24 -,134 -,075 -,070 ,602 -,150 -,154
X25 ,050 -,144 -,201 -,150 ,599 -,087
X26 -,007 ,033 -,190 -,154 -,087 ,699
Anti-image X21 .695a -,471 -,078 -,216 ,081 -,011
Correlation X22 -,471 .702a ,035 -,123 -,236 ,050
X23 -,078 ,035 .788a -,112 -,324 -,283
X24 -,216 -,123 -,112 .828a -,249 -,238
X25 ,081 -,236 -,324 -,249 .780a -,134
X26 -,011 ,050 -,283 -,238 -,134 .803a
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
Beban kerja mempunyai subvariabel 5 buah, hasil KMO and Bartlett's Test terpenuhi dimana
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. 0,794 dengan Sig. 0,000.
6|Page
Sig. ,000
Nilai MSA yang terdapat pada matriks anti-image untuk seluruh subvariabel bernilai >0,5.
Oleh karena itu dapat terus dilakukan pembentukan variabel baru X3 beban kerja.
Anti-image Matrices
Untuk tahap selanjutnya, Measures of Sampling Adequacy (MSA) pada Anti-image matrices
juga terpenuhi. Nilai anti-image correlation masing-masing subvariabel Y lebih dari 0,5.
7|Page
Sehingga dapat dilakukan analisis faktorial untuk memperoleh variabel baru Y motivasi
kerja.
8|Page
Anti-image Matrices
Y1 Y2 Y3 Y4 Y5
Anti-image Y1 ,805 -,076 -,242 -,109 -,006
Covariance Y2 -,076 ,676 -,201 ,024 -,250
Y3 -,242 -,201 ,723 ,030 -,071
Y4 -,109 ,024 ,030 ,808 -,273
Y5 -,006 -,250 -,071 -,273 ,650
Anti-image Y1 .720a -,103 -,317 -,135 -,009
Correlation Y2 -,103 .690a -,287 ,032 -,377
Y3 -,317 -,287 .698a ,039 -,104
Y4 -,135 ,032 ,039 .622a -,376
Y5 -,009 -,377 -,104 -,376 .649a
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
Kinerja adalah variabel yang akan digunakan sebagai variabel terikat dengan 5 subvariabel.
Hasil KMO and Bartlett's Test menunjukkan angka yang signifikan dengan Kaiser-Meyer-
Olkin Measure of Sampling Adequacy sebesar 0,808.
Nilai Measures of Sampling Adequacy (MSA) seluruh subvariabel kinerja juga memenuhi
persyaratan karena anti-image correlation bernilai > 0,5. Sehingga dapat dibentuk variabel
baru Y kinerja, selanjutnya dapat dilakukan prosedur path analysis melalui pembentukan
model regresi linier.
9|Page
Anti-image Matrices
Z1 Z2 Z3 Z4 Z5
Anti-image Z1 ,723 -,106 -,062 ,046 -,188
Covariance Z2 -,106 ,632 -,177 -,082 -,107
Z3 -,062 -,177 ,577 -,087 -,171
Z4 ,046 -,082 -,087 ,747 -,174
Z5 -,188 -,107 -,171 -,174 ,505
Anti-image Z1 .815a -,156 -,095 ,063 -,312
Correlation Z2 -,156 .837a -,294 -,119 -,190
Z3 -,095 -,294 .812a -,133 -,316
Z4 ,063 -,119 -,133 .826a -,283
Z5 -,312 -,190 -,316 -,283 .771a
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
Pertama dilakukan pembentukan regresi terhadap Y motivasi kerja yang dipengaruhi oleh X1
konflik peran, X2 iklim organisasi, X3 beban kerja. Skema model ini adalah sebagai berikut:
X1 konflik peran
X3 beban kerja
10 | P a g e
Correlations
Y X1 X3
motivasi konflik X2 iklim beban
kerja peran organisasi kerja
Pearson Correlation Y motivasi kerja 1,000 ,581 ,560 ,549
X1 konflik peran ,581 1,000 ,522 ,500
X2 iklim organisasi ,560 ,522 1,000 ,543
X3 beban kerja ,549 ,500 ,543 1,000
Sig. (1-tailed) Y motivasi kerja . ,000 ,000 ,000
X1 konflik peran ,000 . ,000 ,000
X2 iklim organisasi ,000 ,000 . ,000
X3 beban kerja ,000 ,000 ,000 .
N Y motivasi kerja 112 112 112 112
X1 konflik peran 112 112 112 112
X2 iklim organisasi 112 112 112 112
X3 beban kerja 112 112 112 112
Model Summaryb
Std. Change Statistics Durbin
R Adjuste Error of R Sig. F -
Mod Squar dR the Square F Chang Watso
el R e Square Estimate Change Change df1 df2 e n
1 .684 a
,468 ,453 ,7395202 ,468 31,655 3 108 ,000 1,990
7
a. Predictors: (Constant), X3 beban kerja, X1 konflik peran, X2 iklim organisasi
b. Dependent Variable: Y motivasi kerja
ANOVAb
Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regression 51,936 3 17,312 31,655 .000a
Residual 59,064 108 ,547
Total 111,000 111
a. Predictors: (Constant), X3 beban kerja, X1 konflik peran, X2 iklim organisasi
b. Dependent Variable: Y motivasi kerja
Hasil pengujian regresi menunjukkan bahwa 46,8 persen motivasi kerja dipengaruhi oleh
beban kerja, konflik peran, dan iklim organisasi. Sedangkan motivasi kerja yang 53,2 persen
lainnya dipengaruhi faktor lain yang tidak masuk dalam model. Secara bersama-sama ketiga
variabel tersebut (X3 beban kerja, X1 konflik peran, X2 iklim organisasi) mempengaruhi Y
motivasi kerja dengan tingkat kepercayaan 99 persen.
11 | P a g e
12 | P a g e
Coefficientsa
Standar
Unstandardi dized 95.0%
zed Coeffic Confidence Collinearity
Coefficients ients Interval for B Statistics
Std. Lower Upper
Erro Boun Boun Toleran
Model B r Beta t Sig. d d ce VIF
1 (Constant) ,000 ,070 ,000 1,00 -,139 ,139
0
X1 konflik ,323 ,086 ,323 3,74 ,000 ,152 ,494 ,661 1,513
peran 4
X2 iklim ,257 ,089 ,257 2,88 ,005 ,080 ,433 ,621 1,609
organisasi 4
X3 beban ,248 ,088 ,248 2,82 ,006 ,074 ,422 ,641 1,560
kerja 9
a. Dependent Variable: Y motivasi kerja
X1 konflik peran
e =0,729
0,323
0,522
0,257
X2 iklim organisasi Y motivasi kerja
0,500
0,248
0,543
X3 beban kerja
Secara parsial ketiga variabel bebas tersebut mempunyai pengaruh nyata terhadap besaran
kinerja.Dari skema di atas, dapat dilihat pengaruh setiap variabel terhadap variabel Y.
Pengaruh X1
= 0,323 x 0,323
= 0,104
= 0,043
13 | P a g e
Pengaruh melalui X3 = ρYX1x ρYX3 x rX1X3
= 0,040
Kekuatan X1 dalam mempengaruhi Y secara langsung sebesar 10,4 persen. Sementara yang
melalui X2 dan X3 masing-masing sebesar 4,3 persen dan 4 persen. Sehingga secara total,
pengaruh perubahan X1 terhadap Y adalah sebesar 18,8 persen.
Pengaruh X2
= 0,257 x 0,257
= 0,066
= 0,043
= 0,035
Pengaruh X2 secara langsung pada Y sebesar 6,6 persen dan pengaruh X2 melalui X1 dan X3
sebesar 4,3 persen dan 3,5 persen. Secara keseluruhan variabel X2 mampu mempengaruhi Y
(motivasi kerja) sebesar 14,4 persen, lebih rendah daripada X1 (konflik peran).
Pengaruh X3
= 0,248 x 0,248
= 0,062
= 0,040
= 0,035
Variabel X3 (beban kerja) mempengaruhi Y (motivasi kerja) secara langsung sebesar 6,2
persen. Sedangkan pengaruh X3 yang melalui X1 atau X2 masing-masing sebesar 4 persen
dan 3,5 persen. Dengan demikian secara agregat X3 mempengaruhi Y (motivasi kerja)
sebesar 13,6 persen.
Variabel X1 konflik peran punya pengaruh paling besar (18,8 persen) terhadap Y motivasi
kerja daripada variabel X2 iklim organisasi dan X3 beban kerja. Jadi pengaruh gabungan X1,
X2, X3 terhadap Y adalah 0,468, angka ini tidak lain adalah R Square seperti dalam tabel
Model Summary.
Asumsi Regresi:
i. Nonautokorelasi
Dari nilai Durbin-Watson sebesar 1,990 pada tabel Summary di atas, terletak di daerah aman
yakni diantara dU dan 4-dL. Nilai tabel DW dengan k=3 dan n=103 sebesar dL=1,482 dan
dU= 1,604. Lebih rinci terlihat pada skema di bawah ini:
positive no no negative
autocorrelat decisi daerah decisi autocorrelat
ion on on ion
no
dL dU autocorrelat 4-dU 4-dL
ion
0 1,482 1,604 1,990 2,396 2,518 4
ii. Normalitas
Dari grafik Normal P-P Plot di bawah, terlihat titik-titik residual mendekati garis 45 derajat.
Artinya data berdistribusi normal, sehingga asumsi normalitas pada regresi ini terpenuhi.
15 | P a g e
16 | P a g e
iii. Homoskedastisitas
Untuk melihat homoskedastisitas, dapat digunakan grafik scatterplot seperti pada grafik di
atas. Dalam diagram pencar tersebut, titik-titik memencar tidak berpola. Oleh karenanya
asumsi homoskedastisitas dipenuhi.
iv. Nonmultikolinearitas
Asumsi ini untuk menjaga bahwa antarvariabel bebas tidak berhubungan/independen. Dalam
regresi linier dapat dilihat dari nilai VIF (Value Inflation Factor), yaitu jika nilainya ≥10 patut
diduga terjadi multikolinearitas. Dalam tabel Coefficient (hasil regresi), semua nilai VIF
variabel bebas <10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam model ini tidak terjadi
multikolinearitas, artinya asumsi nonmultikolinearitas terpenuhi.
Diagram ini merupakan indikasi kecenderungan hubungan antara Xi dengan Y. Dalam grafik
tersebut terlihat bahwa semua variabel bebas cenderung mempengaruhi Y dengan
kekuatan/pengaruh yang berbeda-beda.
17 | P a g e
C. Regresi II : Z kinerja pegawai = f(Y motivasi kerja, X1 konflik peran, X2 iklim
organisasi, X3 beban kerja)
Selanjutnya akan dibangun regresi dengan variabel terikat Z (kinerja), serta variabel bebas
dari variabel dalam regresi sebelumnya, yaitu Y (motivasi kerja), X1 (konflik peran), X2
(iklim organisasi), dan X3 (beban kerja). Variabel Y akan menjadi variabel
intervening/mediator variabel X1, X2, X3.
Correlations
X1 X3 Y
Z kinerja konflik X2 iklim beban motivasi
pegawai peran organisasi kerja kerja
Pearson Z kinerja 1,000 ,472 ,530 ,594 ,560
Correlation pegawai
X1 konflik peran ,472 1,000 ,522 ,500 ,581
X2 iklim ,530 ,522 1,000 ,543 ,560
organisasi
X3 beban kerja ,594 ,500 ,543 1,000 ,549
Y motivasi kerja ,560 ,581 ,560 ,549 1,000
Sig. (1-tailed) Z kinerja . ,000 ,000 ,000 ,000
pegawai
X1 konflik peran ,000 . ,000 ,000 ,000
X2 iklim ,000 ,000 . ,000 ,000
organisasi
X3 beban kerja ,000 ,000 ,000 . ,000
Y motivasi kerja ,000 ,000 ,000 ,000 .
N Z kinerja 112 112 112 112 112
pegawai
X1 konflik peran 112 112 112 112 112
X2 iklim 112 112 112 112 112
organisasi
X3 beban kerja 112 112 112 112 112
Y motivasi kerja 112 112 112 112 112
Model Summaryb
Std. Change Statistics
R Adjuste Error of R F Sig. F
Squar dR the Square Chang Chang Durbin-
Model R e Square Estimate Change e df1 df2 e Watson
,7496949 10
1 .677a ,458 ,438 ,458 22,623 4 ,000 1,498
7 7
a. Predictors: (Constant), Y motivasi kerja, X3 beban kerja, X1 konflik peran, X2 iklim organisasi
b. Dependent Variable: Z kinerja pegawai
18 | P a g e
ANOVAb
Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regression 50,861 4 12,715 22,623 .000a
Residual 60,139 107 ,562
Total 111,000 111
a. Predictors: (Constant), Y motivasi kerja, X3 beban kerja, X1 konflik peran, X2
iklim organisasi
b. Dependent Variable: Z kinerja pegawai
Secara agregat, semua variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap
kinerja pegawai (Z). Sekitar 45,8 persen kinerja pegawai dipengaruhi oleh Y motivasi kerja,
X1 konflik peran, X2 iklim organisasi, dan X3 beban kerja.
Akan tetapi, secara parsial setidaknya ada satu variabel yang tidak berpengaruh nyata
terhadap Z kinerja pegawai. Oleh karenanya, untuk memperoleh model yang lebih
baik, variabel X1 konflik peran tidak diikutsertakan dalam model.
Coefficientsa
Standard
Unstandardi -ized 95.0%
zed Coefficie Confidence Collinearity
Coefficients nts Interval for B Statistics
Std. Lower Upper
Erro Boun Boun Tolera
Model B r Beta t Sig. d d n-ce VIF
1 (Constant) ,000 ,071 ,000 1,00 -,140 ,140
0
X1 konflik ,078 ,093 ,078 ,835 ,406 -,107 ,262 ,585 1,70
peran 9
X2 iklim ,180 ,094 ,180 1,92 ,057 -,006 ,366 ,577 1,73
organisasi 1 3
X3 beban ,329 ,092 ,329 3,57 ,001 ,147 ,512 ,597 1,67
kerja 4 6
Y motivasi ,233 ,098 ,233 2,39 ,019 ,040 ,427 ,532 1,87
kerja 1 9
a. Dependent Variable: Z kinerja pegawai
D. Regresi III : Z kinerja pegawai = f(Y motivasi kerja, X2 iklim organisasi, X3 beban
kerja)
Regresi setelah membuang variabel X1 (konflik peran) sebagai berikut. Secara bersama-sama
variabel Y, X2, dan X3 mempengaruhi variabel Z (kinerja pegawai) dengan tingkat
kepercayaan 99 persen.
19 | P a g e
Correlations
X3 Y
Z kinerja X2 iklim beban motivasi
pegawai organisasi kerja kerja
Pearson Correlation Z kinerja pegawai 1,000 ,530 ,594 ,560
X2 iklim organisasi ,530 1,000 ,543 ,560
X3 beban kerja ,594 ,543 1,000 ,549
Y motivasi kerja ,560 ,560 ,549 1,000
Sig. (1-tailed) Z kinerja pegawai . ,000 ,000 ,000
X2 iklim organisasi ,000 . ,000 ,000
X3 beban kerja ,000 ,000 . ,000
Y motivasi kerja ,000 ,000 ,000 .
N Z kinerja pegawai 112 112 112 112
X2 iklim organisasi 112 112 112 112
X3 beban kerja 112 112 112 112
Y motivasi kerja 112 112 112 112
Demikian pula halnya secara parsial, X2 iklim organisasi, X3 beban kerja, maupun Y
motivasi kerja berpengaruh nyata terhadap Z kinerja pegawai. Koefisien determinasi sendiri
mencapai 0,455, artinya dalam model ini 45,5 persen Z kinerja pegawai dipengaruhi oleh X2
iklim organisasi, X3 beban kerja, dan Y motivasi kerja.
Model Summaryb
Std. Change Statistics Durbi
R Error of Sig. F n-
Mod Squar Adjusted the R Square F Chang Watso
el R e R Square Estimate Change Change df1 df2 e n
,7486439
1 .674a ,455 ,440 ,455 30,016 3 108 ,000 1,517
8
a. Predictors: (Constant), Y motivasi kerja, X3 beban kerja, X2 iklim organisasi
b. Dependent Variable: Z kinerja pegawai
ANOVAb
Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regression 50,469 3 16,823 30,016 .000a
Residual 60,531 108 ,560
Total 111,000 111
a. Predictors: (Constant), Y motivasi kerja, X3 beban kerja, X2 iklim organisasi
b. Dependent Variable: Z kinerja pegawai
Coefficientsa
Model Unstandardize Standard t Sig. 95.0% Collinearity
d Coefficients ized Confidence Statistics
20 | P a g e
Coefficie
nts Interval for B
Upp
Lower er
Std. Boun Bou Toleran
B Error Beta d nd ce VIF
1 (Constant) ,000 ,071 ,000 1,00 -,140 ,140
0
X2 iklim ,197 ,091 ,197 2,16 ,033 ,017 ,378 ,607 1,64
organisasi 4 8
X3 beban kerja ,343 ,090 ,343 3,80 ,000 ,164 ,523 ,618 1,61
0 8
Y motivasi ,261 ,092 ,261 2,84 ,005 ,079 ,443 ,601 1,66
kerja 7 3
a. Dependent Variable: Z kinerja pegawai
Secara parsial ketiga variabel bebas tersebut mempunyai pengaruh nyata terhadap besaran
kinerja.
Pengaruh X2
= 0,197 x 0,197
= 0,039
= 0,037
= 0,029
Kekuatan X2 dalam mempengaruhi Z secara langsung sebesar 3,9 persen. Sementara yang
melalui X2 dan X3 masing-masing sebesar 3,7 persen dan 2,9 persen. Sehingga secara total,
pengaruh perubahan X2 terhadap Z (kinerja pegawai) adalah sebesar 10,5 persen.
Pengaruh X3
21 | P a g e
= 0,343 x 0,343
= 0,118
= 0,037
= 0,049
Pengaruh X3 secara langsung pada Y sebesar 11,8 persen dan pengaruh X3 melalui X2 dan Y
sebesar 3,7 persen dan 4,9 persen. Secara keseluruhan variabel X3(beban kerja) mampu
mempengaruhi Z (kinerja pegawai) sebesar 20,4 persen, jauh lebih tinggi daripada X2 (iklim
organisasi).
Pengaruh Y
= 0,261 x 0,261
= 0,068
= 0,029
= 0,049
Variabel Y (motivasi kerja) mempengaruhi Z (kinerja pegawai) secara langsung sebesar 6,8
persen. Sedangkan pengaruh motivasi kerja yang melalui X2 atau X3 masing-masing sebesar
2,9 persen dan 4,9 persen. Dengan demikian secara agregat Y(motivasi kerja) mempengaruhi
Z (kinerja pegawai) sebesar 14,6 persen.
22 | P a g e
Variabel X3(beban kerja) punya pengaruh paling besar (20,4 persen) terhadap Z(kinerja
pegawai) daripada variabel X2 (iklim organisasi)ataupun Y (motivasi kerja). Jadi pengaruh
gabungan X2, X3, dan Y terhadap Z adalah 0,455, angka ini tidak lain adalah R Square
seperti dalam tabel Model Summary.
Asumsi Regresi:
i. Nonautokorelasi
Dari nilai Durbin-Watson sebesar 1,517 pada tabel Summary di atas, terletak di daerah no
decision yakni diantara dL dan dU, sehingga tidak dapat ditentukan apakah terjadi
autokorelasi atau tidak. Nilai tabel DW dengan k=3 dan n=103 sebesar dL=1,482 dan dU=
1,604. Lebih rinci terlihat pada skema di bawah ini:
positive no negative
no
autocorrelati daerah decisio autocorrelati
decision
on n on
no
dL dU autocorrelati 4-dU 4-dL
on
1,517
1,482 2,396 2,518 4
0 1,604
ii. Normalitas
Dalam grafik Normal P-P Plot di bawah, terlihat titik-titik residual mendekati garis 45
derajat. Artinya data berdistribusi normal, sehingga asumsi normalitas pada regresi ini
terpenuhi.
iii. Homoskedastisitas
iv. Nonmultikolinearitas
23 | P a g e
Asumsi ini untuk memastikan bahwa antarvariabel bebas tidak berhubungan/independen.
Dalam regresi linier dapat dilihat dari nilai VIF (Value Inflation Factor), yaitu jika nilainya
≥10 patut diduga terjadi multikolinearitas. Dalam tabel Coefficient (hasil regresi), semua nilai
VIF variabel bebas <10. Oleh karenanya disimpulkan bahwa dalam model ini tidak terjadi
multikolinearitas, artinya asumsi nonmultikolinearitas terpenuhi.
E. Goodness of Fit
24 | P a g e
Z = 0,197X2 + 0,343X3 + 0,261Y + 0,738e
0,7295 0,7385
0,3232 0,2609
X1 konflik peran Y motivasi kerja Z kinerja pegawai
0,5223 0,2568
0,1974
0,4997 X2 iklim organisasi
0,3435
0,5428 0,2480
X3 beban kerja
Langkah selanjutnya untuk melihat apakah model yang terbentuk mampu menggeneralisasi
fenomena tersebut.
= 0,785607
= 0,461326
= 0,398001
25 | P a g e
- W hitung
Whitung = -(N-d) ln Q
102,264464
= 9
Karena Whitung > X2tabel, maka matrik korelasi sampel berbeda dengan matrik korelasi
estimasi. Jadi kedua model tersebut signifikan, sehingga model yang terbentuk mampu
mengeneralisasi fenomena.
26 | P a g e