Surat Tuntutan Kasus Korupsi Rizki Putra
Surat Tuntutan Kasus Korupsi Rizki Putra
SURAT TUNTUTAN
PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
ATAS NAMA TERDAKWA RIZKI PRATAMA PUTRA
REG. PERK. NOMOR : PDS-01/PLW/Ft.1/10/2022
I. PENDAHULUAN
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Taufiq, Hidayah dan
Ridha-Nyalah, kita telah dapat melaksanakan persidangan perkara ini dengan tertib, lancar
dan aman hingga sampai hingga sampai pada tahap pembacaan Surat Tuntutan Pidana
(requisitoir) oleh Penuntut Umum.
Pada kesempatan ini, ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim yang
telah memberikan kesempatan kepada kami selaku Tim Jaksa Penuntut Umum untuk
mengajukan Surat Tuntutan Pidana dalam perkara pidana ini. Rasa hormat dan penghargaan
kami sampaikan kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang telah memimpin persidangan ini
dengan tekun, cermat disertai dengan kesabaran serta kearifan sejak persidangan perkara ini
mulai digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Ungkapan yang sama kami sampaikan kepada Tim Penasehat Hukum yang telah
menjalankan tugas profesinya secara profesional dan proporsional, yang walaupun dengan
penuh semangat dan kesungguhan dalam mendampingi kliennya tetapi tetap dilakukannya
dalam kerangka hukum pidana formil sesuai dengan batasan-batasan yang diatur dalam
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Oleh karenanya keberadaan Tim Penasehat
Hukum menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari terselenggaranya persidangan
ini dengan tertib dan lancar.
II. PENAHANAN
Sehubungan dengan hal tersebut, kami Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri
Pariaman setelah memperhatikan hasil pemeriksaan sidang dalam perkara atas nama
terdakwa :
Bahwa ia terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA Pgl RIKIbersama-sama dan bersekutu dengan
EKA PUTRA (DPO), pada hari Senin tanggal 30 September 2019 sekira pukul 15.00 wibatau
setidaktidaknya pada suatu waktu tertentu pada Tahun 2019 bertempat di sebelah bengkel
sdr BEN di Pasar Baru Kasang Korong Kasai Nagari Kasang Kec. Batang Anai Kab. Padang
Pariaman, atau setidaktidaknya pada suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam
daerah hukum Pengadilan Negeri Pariaman yang berwenang memeriksa dan mengadili, telah
mengambil sesuatu barang berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Supra Fit BA 6735
FN warna hitam dengan Nomor Rangka : MHIHB11185K553298 dan Nomor Mesin :
HB11E1550030 yang seluruhnya atau sebagian milik Saksi Korban FEBRIANDI PUTRA Pgl
ANDI atau setidak-tidaknya kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara
melawan hukum, yang dilakukan oleh Terdakwa bersama-sama dan bersekutu dengan EKA
PUTRA (DPO), perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut:
- Bahwa niat terdakwa timbul untuk melakukan pencurian sepeda motor Supra fit milik saksi
ANDI yaitu pada hari Minggu tanggal 26 September 2019 pukul 15.00 wib, Terdakwa
bertemu dengan saksi ANDI yang sedang mengendarai motor Supra Fit di bawah jembatan
Fly Over Batang Anai, yang mana berjalan satu arah dan beriringan dengan Terdakwa,
kemudian Terdakwa berkata “bang, ikut saya jadi knek bang?” dan saksi ANDI menjawab
“iya, ikutlah besok pagi”.
- Kemudian setelah itu Terdakwa pergi ke Simpang Mega Permai dan bertemu dengan Sdr
EKA PUTRA (DPO), saat itu Terdakwa mengajak Sdr EKA PUTRA (DPO) untuk bersama-
sama mencuri sepeda motor Supra Fit milik saksi ANDI pada besok hari ketika saksi ANDI
sedang bekerja pergi menambang, dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pun menyetujuinya.
- Kemudian pada pukul 19.00 wib Terdakwa dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pergi kerumah orang
tua Terdakwa yang berada di Pasar Baru Kasang. Selanjutnya Terdakwa dengan sdr EKA
PUTRA (DPO) pergi berputar-putar diwilayah Kasang dan Palapa, kemudian pada hari Senin
tanggal 30 September 2019 pukul 03.00 wib Terdakwa duduk di rel kereta api yang mana
berhadapan dengan tempat bengkel bff Sdr ANDI setelah itu Terdakwa berkata kepada sdr
EKA PUTRA (DPO) “eka, sebentar lagi Sdr ANDI datang mengambil mobilnya dan akan
memarkirkan sepeda motornya di area bengkel bosnya” setelah itu 30 menit kemudian pukul
03.30 wib terdakwa melihat saksi ANDI datang dengan menggunakan sepeda motor Supra
Fit dan diparkir disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian setelah saksi ANDI
memanaskan mesin mobilnya, saksi ANDI langsung berangkat kerja bekerja setelah itu
terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) menghampiri sepeda motor tersebut sambil
melihat situasi kemudian setelah situasi aman dan tidak ada orang lain yang melihat,
Terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) mendorong sepeda motor tersebut menjauh dari
bengkel bos saksi ANDI kemudian terdakwa menghidupkan sepeda motor tersebut dengan
cara memutar chok minyaknya keatas dan terdakwa membawa kabur sepeda motor tersebut
ke daerah Bandar Buat Kota Padang.
- Pada saat di daerah Bandar Buat Kota Padang, sdr EKA PUTRA (DPO) sepakat menjual
hasil curian tersebut sejumlah Rp. 800.000,(Delapan ratus ribu rupiah) kemudian Terdakwa
bertemu dengan Sdr EVI di rumah Sdr EVI, kemudian Terdakwa minta tolong untuk
mencarikan orang yang mau membeli sepeda motor hasil curian tersebut guna membayar
uang kontrakan rumah, yang mana pada saat itu Sdr EVI sempat menanyakan kepada
Terdakwa tentang surat-surat sepeda motor yang Terdakwa curi namun Terdakwa menjawab
bahwa surat-surat sepeda motor tersebut sudah hilang dan “Terdakwa meyakinkan Sdr EVI
bahwa sepeda motor tersebut aman serta bukan dari hasil curian Kemudian Terdakwa minta
ikut dengan Sdr EVI untuk mengantar kulkas, setelah itu pada saat di perjalanan Terdakwa
dan Sdr EVI bertemu di jalanan dengan Sdr MUKHLIS kemudian Sdr EVI menawarkan
sepeda motor Supra Fit tersebut kepada Sdr MUKHLIS tapi Sdr MUKHLIS ragu karena surai-
suratnya tidak ada setelah itu Terdakwa meyakinkan Sdr MUKHLIS bahwa surat-surat
kendaraan tersebut sudah hilang dan aman serta bukan dari hasil curian kemudian Sdr
MUKHLIS tertarik dan mau membeli setelah itu Terdakwa bersama Sdr MUKHLIS pergi ke
rumah Sdr EVI untuk melihat sepeda motor tersebut setelah sepeda motor tersebut dilihat
kemudian Sdr MUKHLIS menanyakan kepada Terdakwa "berapa harganya?” kemudia
Terdakwa jawab “harganya 1 jt”, kemudian Sdr MUKHLIS menawar sejumlah Rp. 800.000,-
(delapan ratus ribu ruiah) setelah itu Terdakwa setuju dengan harga yang di tawar oleh Sdr
MUKHLIS tersebut setelah transaksi selesai sepeda motor tersebut di bawa oleh Sdr
MUKHLIS.
- Uang dari hasil penjualan sepeda motor tersebut terdakwa bagi dengan Sdr EKA PUTRA
(DPO) yang mana terdakwa mendapat bagian sebanyak Rp. 300.000,-(tiga ratus ribu rupiah)
dan uang tersebut sudah terdakwa pergunakan untuk membayar kontrakan rumah
sedangkan Sdr EKA PUTRA (DPO) mendapatkan bagian sejumlah Rp. 300.000,-tiga ratus
ribu rupiah) kemudian sisanya sejumlah Rp. 200.000,-(dua ratus ribu rupiah) terdakwa dan
Sdr EKA PUTRA (DPO) belanjakan Untuk rokok dan makanan.
- Akibat perbuatan terdakwa tersebut saksi ANDI selaku pemilik barang mengalami kerugian
sekitar Rp.4.000.000,(Empat juta rupiah).
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pariaman telah diajukan dan diperiksa alat-alat
bukti sebagai berikut :
B. KETERANGAN AHLI : -
C. SURAT :-
D. PETUNJUK
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana mengartikan petunjuk adalah perbuatan,
kejadian atau keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan
yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi
tindak pidana dan siapa pelakunya. Sebagaimana ditentukan dalam Pasal 184 ayat (2)
KUHAP, petunjuk hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat dan keterangan
terdakwa.
Bahwa di dalam perkara tindak pidana pencruain atas nama terdakwa RIZKI PRATAMA
PUTRA panggilan RIZKI terdapat beberapa keterangan saksi yang berdiri sendiri
tentang suatu kejadian atau keadaan tetapi ada hubungannya satu dengan yang lain
sedemikian rupa yang menunjukkan adanya persesuaian dari rangkaian kejadian atau
keadaan yang menunjukkan bahwa terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA panggilan
RIZKI telah melakukan perbuatan tindak pidana Pencurian dengan pemberatan
sebagaimana Dakwaan Tunggal Penuntut Umum.
Di dalam teori hukum pembuktian sebagai implementasi Pasal 185 ayat (4) KUHAP,
keterangan saksi-saksi yang demikian itu dikenal sebagai “ketting bewijs” (bukti
berantai), yaitu: “keterangan saksi untuk setiap perbuatan terdakwa, dikuatkan atau
bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi lain untuk masing-masing setiap perbuatan
yang berdiri sendiri, tetapi perbuatan-perbuatan itu sama sifatnya” (Ramelan: 2006, 235).
Adapun beberapa perbuatan, kejadian atau keadaan yang diperoleh dari keterangan
saksi, alat bukti surat dan keterangan terdakwa sebagai suatu petunjuk sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 188 KUHAP, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Bahwa niat terdakwa timbul untuk melakukan pencurian sepeda motor Supra fit milik
saksi ANDI yaitu pada hari Minggu tanggal 26 September 2019 pukul 15.00 wib,
Terdakwa bertemu dengan saksi ANDI yang sedang mengendarai motor Supra Fit di
bawah jembatan Fly Over Batang Anai, yang mana berjalan satu arah dan beriringan
dengan Terdakwa, kemudian Terdakwa berkata “bang, ikut saya jadi knek bang?” dan
saksi ANDI menjawab “iya, ikutlah besok pagi”.
- Bahwa Terdakwa pergi ke Simpang Mega Permai dan bertemu dengan Sdr EKA
PUTRA (DPO), saat itu Terdakwa mengajak Sdr EKA PUTRA (DPO) untuk bersama-
sama mencuri sepeda motor Supra Fit milik saksi ANDI pada besok hari ketika saksi
ANDI sedang bekerja pergi menambang, dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pun
menyetujuinya.
- Bahwa pada pukul 19.00 wib Terdakwa dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pergi kerumah
orang tua Terdakwa yang berada di Pasar Baru Kasang. Selanjutnya Terdakwa
dengan sdr EKA PUTRA (DPO) pergi berputar-putar diwilayah Kasang dan Palapa,
kemudian pada hari Senin tanggal 30 September 2019 pukul 03.00 wib Terdakwa
duduk di rel kereta api yang mana berhadapan dengan tempat bengkel bff Sdr ANDI
setelah itu Terdakwa berkata kepada sdr EKA PUTRA (DPO) “eka, sebentar lagi Sdr
ANDI datang mengambil mobilnya dan akan memarkirkan sepeda motornya di area
bengkel bosnya” setelah itu 30 menit kemudian pukul 03.30 wib terdakwa melihat
saksi ANDI datang dengan menggunakan sepeda motor Supra Fit dan diparkir
disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian setelah saksi ANDI memanaskan
mesin mobilnya, saksi ANDI langsung berangkat kerja bekerja setelah itu terdakwa
bersama sdr EKA PUTRA (DPO) menghampiri sepeda motor tersebut sambil melihat
situasi kemudian setelah situasi aman dan tidak ada orang lain yang melihat,
Terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) mendorong sepeda motor tersebut
menjauh dari bengkel bos saksi ANDI kemudian terdakwa menghidupkan sepeda
motor tersebut dengan cara memutar chok minyaknya keatas dan terdakwa
membawa kabur sepeda motor tersebut ke daerah Bandar Buat Kota Padang. Pada
saat di daerah Bandar Buat Kota Padang, sdr EKA PUTRA (DPO) sepakat menjual
hasil curian tersebut sejumlah Rp. 800.000,(Delapan ratus ribu rupiah) kemudian
Terdakwa bertemu dengan Sdr EVI di rumah Sdr EVI, kemudian Terdakwa minta
tolong untuk mencarikan orang yang mau membeli sepeda motor hasil curian tersebut
guna membayar uang kontrakan rumah, yang mana pada saat itu Sdr EVI sempat
menanyakan kepada Terdakwa tentang surat-surat sepeda motor yang Terdakwa curi
namun Terdakwa menjawab bahwa surat-surat sepeda motor tersebut sudah hilang
dan “Terdakwa meyakinkan Sdr EVI bahwa sepeda motor tersebut aman serta bukan
dari hasil curian Kemudian Terdakwa minta ikut dengan Sdr EVI untuk mengantar
kulkas, setelah itu pada saat di perjalanan Terdakwa dan Sdr EVI bertemu di jalanan
dengan Sdr MUKHLIS kemudian Sdr EVI menawarkan sepeda motor Supra Fit
tersebut kepada Sdr MUKHLIS tapi Sdr MUKHLIS ragu karena surai-suratnya tidak
ada setelah itu Terdakwa meyakinkan Sdr MUKHLIS bahwa surat-surat kendaraan
tersebut sudah hilang dan aman serta bukan dari hasil curian kemudian Sdr
MUKHLIS tertarik dan mau membeli setelah itu Terdakwa bersama Sdr MUKHLIS
pergi ke rumah Sdr EVI untuk melihat sepeda motor tersebut setelah sepeda motor
tersebut dilihat kemudian Sdr MUKHLIS menanyakan kepada Terdakwa "berapa
harganya?” kemudia Terdakwa jawab “harganya 1 jt”, kemudian Sdr MUKHLIS
menawar sejumlah Rp. 800.000,-(delapan ratus ribu ruiah) setelah itu Terdakwa
setuju dengan harga yang di tawar oleh Sdr MUKHLIS tersebut setelah transaksi
selesai sepeda motor tersebut di bawa oleh Sdr MUKHLIS.
E. KETERANGAN TERDAKWA
RIZKI PRATAMA PUTRA panggilan RIZKI dipersidangan pada pokoknya ,
menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa benar saya melakukan pencurian pada hari Senin tanggal 30 September 2019
sekira pukul 04.00 Wib yang bertempat di Korong Kasai Nagari Kasang Kec. Batang
Anai Kab. Padang Pariaman. A Bahwa benar saya melakukan pencurian 1 (satu) Unit
sepeda motor Supra fit tersebut bersama Sdr EKA PUTRA (DPO), Nomor Polisi BA
6735 FN, pergi ke Perumahan Polda Simp. Mega Permai Kec. Koto Tangah dan yang
mengajak pertama sekali untuk melakukan pencurian tersebut adalah saya sendiri. A
Bahwa benar pada awalnya disimp mega permai saya bertemu dengan EKA PUTRA
(DPO) “eka, sepeda motor ANDI tidak ada kunci kontaknya, biasanya jika ANDI pergi
menambang sepeda motornya diparkir disamping bengkel bosnya ANDI, gimana
eka.? Kita curi motornya eka.?”, EKA PUTRA (DPO) “aman gk tu.?”, saya “aman eka”,
Sdr EKA PUTRA (DPO) “iya cepatlah”.
- Bahwa benar barang yang telah saya dan sdr. EKA PUTRA (DPO) curi adalah 1
(satu) unit motor merek Honda model Supra Fit warna Hitam dengan (DPO). isi . BA
6/35 FM, sepeda.
- Bahwa benar niat saya timbul untuk melakukan pencurian sepeda motor supra fit milik
Sdr Anoi pada hari Minggu tanggal 26 2019 pukul 15.00 Wib yang mana padg saat itu
saya berteru denyan Sdr ANDI sedang membawa sepeda motor supra fit dibawah
jembatar, Flay Over batang Ar al yang mana saty arah dengan saya kemudian pada
saat saya beriringan saya berkata kepada Sdr AHUI “Ig, ikut saya jadi knek bg.?”, Sdr
ANDI “iya, ikutlah besok pagi” kemudian setelah itu saya pergi ke simp me permai dan
bertemu dengan EKA PUTRA (DPO) "eka, sepeda motor ANDI tidak ada kun
komtaknya biasanya jika NDI pergi menambang sepeda motornya diparkir disamping
benykel barsnya ANDI, gimana eka.? Kita curi motornya eka.?”, Sdr EKA PUTRA
(Dpo) “aman gk tu.?", saya “arnan eka”, sdr EKA PUTRA (DPO) “iya cepatlah” setelah
itu saya dan Sdr Eka puTRA (DPO) pergi ke runah Orang usa saya yang berada di
pasar baru kasang pada Pukul 19.00 wig kemudian saya dengan Sdr EKA PUTRA
pergi berputar-putar di wilayah kasang dan palapa kemudian pada hari semin taryyal
30 September 2019 pukul 03.00 Wib saya duduk direl kereta api yang mana
berhadapan dengan ternpat bengket bos Sdr ANDI setelah itu saya berkata kepada
EKA PUTRA (po) “eka, sebentar lagi ANDI datang mengambil mobilnya dan akan
memarkirkan sepeda motornya di area bengkel bosnya” setelah ttu 30 menit
kemudian pukul 03,30 Wib saya melihat ANDI datang dengan menggunakan sepeda
motor supra fit dan diparkir disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian setelah
ANDI memanaskan mesin mobilnya, ANDI langsung berangkat bekerja setelah itu
saya bersama Sdr EKA PUTRA (DPO) menghampiri sepeda motor tersebut sambil
melihat situasi kemudian setelah situasi aman dan tidak ada orang lain yang melihat,
saya bersama EKA PUTRA (DPO) mendorong sepeda motor tersebut menjauh dari
bengkel bos ANDI kemudian saya menghidupkan sepeda motor tersebut dengan cara
memutar chok minyak nya keatas dan saya bawa kabur sepeda motor tersebut ke
bandar buat kota padang pada saat di bandar buat EKA PUTRA (DPO) sepakat
menjual hasil curian tersebut sejumlah RP. 800.000,-(delapan ratus ribu rupiah)
kemudian saya bertemu dengan EVI di rumahnya, kemudian saya mintak tolong untuk
mencarikan orang yang mau membeli sepeda motor hasil curian saya tersebut guna
membayar uang kontrakan rumah, yang mana pada saat itu EVI sempat menanyakan
kepada saya tentang surat-surat sepeda motor yang saya curi tersebut namun saya
menjawab suratsurat sepeda motor tersebut sudah hilang dan saya meyakinkan EVI
bahwa sepeda motor tersebut aman serta bukan dari hasil curian kemudian saya
mintak ikut dengan EVI mengantar kulkas setelah itu pada saat di perjalanan saya
dan EVI bertemu di jalanan dengan MUKHLIS kemudian EVI menawarkan sepeda
motor supra fit tersebut kepada MUKHLIS tapi MUKHLIS ragu karena suratsuratnya
tidak ada setelah itu saya meyaginkan MUKHLIS bahwa surat-surat kendaraan
tersebut sudah hilang dan aman serta bukan dari hasil curian kemudian MUKHLIS
tertarik dan mau membeti setelah itu saya bersama MUKHLIS pergi ke rumah EVI
untuk melihat sepeda motor tersebut setelah sepeda motor tersebut dilihat kemudian
Sdr MUKHLIS menanyakan kepada saya”berapa harganya.?” Saya jawab” harganya
1 jt”, kemudian Sdr MUKHLIS menawar sejumlah Rp. 800.000, -(delapan ratus ribu
ruiah) setelah itu saya setuju dengan harga yang di tawar oleh MUKHLIS tersebut
setelah transaksi selesai sepeda motor tersebut di bawa oleh MUKHLIS.
- Bahwa benar saya melakukan pencurian tersebut tidak ada menggunakan alat
apapun hanya menggunakan tangan kosong saja.
- Bahwa benar cara saya dengan Sdr EKA PUTRA (DPO) melakukan pencurian berupa
1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Supra Fit BA 6735 FN , warna Hitam, tersebut
dengan cara mendorong sepeda motor tersebut menjauhi dari lokasi tempat sepeda
motor tersebut di parkir kemudian saya menghidupkan sepeda motor tersebut tanpa
kunci kontak yang mana memutar tuas chok minyak sepeda motor tersebut dan
setelah saya dan EKA PUTRA (DPO) mencuri sepeda motor tersebut kemudian saya
jual kepada MUKHLIS dengan harga Rp. 800.000,-(delapan ratus ribu rupiah).
- Bahwa benar uang dari hasil penjualan sepeda motor tersebut saya bagi dengan EKA
PUTRA yang mana saya mendapat bagian sebanyak Rp. 300.000,-(tiga ratus ribu
rupiah) dan uang tersebut sudah saya pergunakan untuk membayar kontrakan rumah
sedangkan EKA PUTRA (DPO) mendapatkan bagian sejumlah Rp. 300.000,-(tiga
ratus ribu rupiah) kemudian sisanya sejumlah Rp. 200.0X0.-1dua ratus ribu rupiah)
saya dan EKA PUTRA (DPO) belanjakan untuk rokok dan makanan dan saya menjual
sepeda motor tersebut di daerah bandar buat Kec. Lubuk Kilangan Kota Padang.
- Bahwa benar tujuan saya dan Sdr EKA PUTRA (DPO) mencuri sepeda motor supra fit
tersebut adal untuk dimiliki dengan melawan hak.
- Bahwa benar kronologi penangkapan saya adalah pada hari Rabu tanggal 5 Oktober
2019 Pukul 03.00 Wib saya di telp oleh orang yang tidak saya kenai kemudian orang
tersebut mamaku bahwa mendapatkan 1 (satu) Unit Handphone samsung yang mana
ada no hp saya, no Hp BRA). na Hp Da BEN setelah itu saya berfikir bahwa
kemungkinan handphone kakak saya setelah itu arang vang tikk saya kenal tersebut
menyuruh menelphone ke no hp kakak saya yang hilang, setelah sava tep banar di
angkat oleh orang yang tidak saya kenal tersebut kemudian saya meminta kepada
orang (nh saya kenal tersebut untuk mengantarkan hp kakak saya tersebut ke rumah
saya didaerah Musro kasa g batang anai setelah itu pada pukul 03.00 Wib saya
menunggu di jalan dekat rumah Saya. tidak lama kemudian datanglah dua orang yang
tidak saya kenal tersebut dengan menggunakan seperka motor yamaha Mio
kemudian saya di tangkap oleh dua orang yang tidak saya kenal tersebut yang
merupakan anggota polisi Polres Padang Pariaman berpakain preman kemudian saya
di bawa kepolres padang pariaman guna proses lebih lanjut.
- Bahwa benar Saya tidak mengetahui siap orang yang telah mengiklankan sepeda
motor supra fit tersebut kedalam Olx yang jelas saya tidak ada mengiklankan sepeda
motor tersebut.
- Bahwa benar akibat dari kejadian tersebut menyadari bahwa berbuat salah telah
menari 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Supra Fit BA 6735 FN , wara Hitam,
milik Sdr ANDI kemudian Sdr ANDI mengalami kerugian kurang lebih sejumlah Rp.
4.000.000,-(empat juta rupiah).
- Semua barang bukti yang diperlihatkan di depan persidangan terdakwa masih
mengingatnya dan membenarkannya
F. BARANG BUKTI
Dalam persidangan ini telah diajukan barang bukti sebagaimana yang terinci dalam
Daftar Barang Bukti, yang disita oleh Penyidik berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan
Negeri. Oleh karena barang bukti telah disita secara sah menurut hukum, maka barang
bukti sebagaimana dimaksud dapat digunakan untuk memperkuat pembuktian dalam
perkara pidana atas nama terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA, sebagai berikut :
1. 1 (satu) unit Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FN,
warna Hitam, No Rangka : MH1HB11185K553298, No. Mesin : HB11E1550030 An.
HENDRIAMON.
2. 1 (satu) buah BPKB dengan No. BPKP : D No. 2437674C sepeda motor merk Honda
Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FN, warna Hitam, No Rangka :
MH1HB11185K553298, No. Mesin : HB11E1550030 An. HENDRIAMON.
3. 1 (satu) buah STNK Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735
FN, warna Hitam, No Rangka : MH1HB11185K553298, No. Mesin : HB11E1550030
An. HENDRIAMON
V. ANALISA YURIDIS
Setelah fakta-fakta yang terungkap di persidangan kami uraikan di atas, selanjutnya kami
akan mengetengahkan analisa yuridis dengan menghubungkan antara fakta yang satu
dengan fakta lainnya dengan berpedoman pada teori-teori hukum serta pendapat para
sarjana mengenai unsur-unsur pidana yang didakwakan sehingga didapatkan fakta yuridis
dalam perkara ini.
Bahwa dakwaan yang kami susun secara Tunggal sebagaimana yang telah dibacakan
dipersidangan ini, dengan Pasal : pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP
Berdasarkan fakta –fakta yang terungkap dipersidangan maka sampailah kami pada
pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan dalam bentuk dakwaan
tunggal, melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP yang unsur-unsurnya adalah sebagai
berikut :
Dengan demikian Unsur “barang siapa” telah terbukti secara sah dan meyakinkan
menurut hukum.
2. Unsur “mengambil suatu barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang
lain”
Bahwa unsur ini merupakan elemen unsur yang mengandung rumusan tindakan terlarang.
Menurut S.R. Sianturi, mengambil ialah memindahkan penguasaan nyata terhadap suatu
barang ke dalam penguasaan nyata sendiri dari penguasaan nayata orang lain. Lebih lanjut
menurut R. Soesilo, pengambilan itu sudah dapat dikatakan selesai, apabila barang
tersebut sudah pindah tempat. Bila orang baru memegang saja barang itu dan belum
berpindah tempat, maka orang itu belum dapat dikatakan mencuri.
Yang dimaksud dengan barang di dalam delik ini ialah baik itu sesuatu yang berwujud
maupun yang tidak berwujud dan memiliki nilai ekonomis
Selain itu yang terpenting terkait dengan barang tersebut adalah barang itu seluruhnya atau
sebagain merupakan milik orang lain, jika pemilik mengambil kepunyaan sendiri tentutnya
tidak ada persoalaan pencurian.
Dengan demikian “unsur yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain”
dalam perkara ini juga telah terpenuhi dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan.
Menurut S.R. Sianturi, diambilnya barang itu adalah dengan maksud untuk memiliki secara
melawan hak. Yang dimaksud dengan memiliki ialah melakukan perbuatan apa saja
terhadap barang itu seperti halnya seorang pemilik. Secara umum kejahatan terhadap harta
benda ialah bahwa tindakan itu menguntungkan si pelaku. Dalam hal ini pengambilan untuk
pemilikan ini tidak dipersoalkan apakah si pelaku merasa diuntungkan atau tidak. Akibatnya
tidak dipersoalkan bahwa yang mempunyai barang itu merasa dirugikan atau tidak. Dan
juga tidak dipermasalahkan apa akibatnya bagi orang yang kehilangan itu.
Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan baik dari keterangan saksi-
saksi dan pengakuan terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA , bahwa terdakwa mengambil
bahwa 1(satu) unit Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FM
tanpa seijin dari pemiliknya yaitu saksi korban ANDI dengan maksud akan terdakwa jual
dikarenakan desakan ekonomi dan untuk mencari uang yang lebih cepat.
Dengan demikian “unsur Dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hak” dalam
perkara ini telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan.
4. Unsur ”yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu”
Menurut S.R. Sianturi, kejahatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan
bersekutu dipersyaratkan harus ada persekutuan atau pembicaraan diantara mereka jauh
sebelum tindakan tersebut. Pada saat tindakan itu dilakukan, ada saling pengertian diantara
mereka, kendati demikian pengertian itu tidak harus terperinci, lalu terjadi kerjasama.
Dengan suatu gerakan hanya berupa isyarat tertentu saja, kerjasama itu dapat terjadi.
Dengan demikian “Unsur yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu
dalam perkara ini juga telah terpenuhi dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan.
VI. KESIMPULAN DAN MATERI TUNTUTAN PIDANA
A. KESIMPULAN
Bahwa selanjutnya Prof. Roeslan Saleh mengambil pendapat Prof. Simons bahwa
kesalahan adalah keadaan psychic orang yang melakukan perbuatan dan hubungannya
dengan perbuatan yang dilakukan, yang sedemikian rupa, sehingga orang itu dapat
dicela karena perbuatan tadi. Jadi yang harus diperhatikan adalah :
1) keadaan batin dari orang yang melakukan perbuatan tadi.
2) hubungan antara keadaan batin itu dengan perbuatan yang dilakukan sedemikian
rupa, sehingga orang itu dapat dicela karena perbuatan tadi.
Dua hal yang harus diperhatikan itulah terjalin erat satu dengan lainnya, merupakan hal
yang dinamakan kesalahan .
Berdasarkan uraian pembuktian tersebut, maka kami berkeyakinan bahwa semua unsur
dalam dakwaan telah terpenuhi dan terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan
meyakinkan melakukan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan, sebagaimana
diuraikan dalam Dakwaan Primair kami.
Bahwa berdasarkan uraian pembuktian tersebut diatas, karena terbukti maka terhadap
terdakwa dibebankan membayar biaya perkara.
Sebelum kami sampai pada kesimpulan dari tuntutan Pidana (Requisitoir) ini perkenankanlah kami
menyampaikan beberapa hal yang merupakan pertimbangan tuntutan Pidana, dan diharapkan juga
akan menjadi bagian dari pertimbangan Majelis Hakim dalam putusan perkara ini yaitu :
Memperhatikan atas hal-hal sebagaimana kami uraikan diatas, kami Penuntut Umum dengan
memperhatikan ketentuan Perundang-undangan yang berhubungan dengan perkara ini ---------------
MENUNTUT
Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pariaman yang memeriksa dan mengadili perkara ini,
memutuskan :
1. Menyatakan terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA telah terbukti dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak Pidana Pencurian Dalam Keadaan Memberatkan sebagaimana diatur dan
diacam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana sebagaimana dalam Dakwaan
tunggal penuntut umum;
2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA selama ...........
dikurangi tahanan sementara yang telah dijalaninya;
3. Menetapkan Barang bukti berupa
- 1 (satu) unit Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FM
Dikembalikan kepada saksi ANDI.
4. Menetapkan agar Terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA membayar biaya perkara sebesar Rp.
5.000,- (lima ribu rupiah).
Demikian tuntutan pidana ini kami bacakan dan serahkan dalam sidang hari ini Selasa, tanggal
10 Januari 2023.