0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan15 halaman

Surat Tuntutan Kasus Korupsi Rizki Putra

Terdakwa dituntut atas tuduhan melakukan tindak pidana korupsi dengan mencuri sepeda motor milik korban. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti, diduga terdakwa bersama rekannya merencanakan dan melakukan pencurian tersebut untuk dijual dan membagi hasilnya. Jika terbukti bersalah, terdakwa dapat dihukum berdasarkan pasal yang diberlakukan.

Diunggah oleh

Jazau Elvi Hasani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan15 halaman

Surat Tuntutan Kasus Korupsi Rizki Putra

Terdakwa dituntut atas tuduhan melakukan tindak pidana korupsi dengan mencuri sepeda motor milik korban. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti, diduga terdakwa bersama rekannya merencanakan dan melakukan pencurian tersebut untuk dijual dan membagi hasilnya. Jika terbukti bersalah, terdakwa dapat dihukum berdasarkan pasal yang diberlakukan.

Diunggah oleh

Jazau Elvi Hasani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

KEJAKSAAN NEGERI SIDENRENG RAPPANG


“Demi Keadilan dan Kebenaran P-42
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”

SURAT TUNTUTAN
PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
ATAS NAMA TERDAKWA RIZKI PRATAMA PUTRA
REG. PERK. NOMOR : PDS-01/PLW/Ft.1/10/2022

I. PENDAHULUAN

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Taufiq, Hidayah dan
Ridha-Nyalah, kita telah dapat melaksanakan persidangan perkara ini dengan tertib, lancar
dan aman hingga sampai hingga sampai pada tahap pembacaan Surat Tuntutan Pidana
(requisitoir) oleh Penuntut Umum.

Pada kesempatan ini, ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim yang
telah memberikan kesempatan kepada kami selaku Tim Jaksa Penuntut Umum untuk
mengajukan Surat Tuntutan Pidana dalam perkara pidana ini. Rasa hormat dan penghargaan
kami sampaikan kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang telah memimpin persidangan ini
dengan tekun, cermat disertai dengan kesabaran serta kearifan sejak persidangan perkara ini
mulai digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Ungkapan yang sama kami sampaikan kepada Tim Penasehat Hukum yang telah
menjalankan tugas profesinya secara profesional dan proporsional, yang walaupun dengan
penuh semangat dan kesungguhan dalam mendampingi kliennya tetapi tetap dilakukannya
dalam kerangka hukum pidana formil sesuai dengan batasan-batasan yang diatur dalam
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Oleh karenanya keberadaan Tim Penasehat
Hukum menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari terselenggaranya persidangan
ini dengan tertib dan lancar.

II. PENAHANAN

Sehubungan dengan hal tersebut, kami Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri
Pariaman setelah memperhatikan hasil pemeriksaan sidang dalam perkara atas nama
terdakwa :

Nama Lengkap : RIZKI PRATAMA PUTRA


Tempat Lahir : Kasang
Umur/Tanggal Lahir : 27 Tahun / 06 Oktober 1992
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal : Dusun Baru Korong Kasai Nagari Kasang Kec. Batang Anai
Kab. Padang Pariaman
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SD (Tidak Tamat)

Terdakwa ditahan dengan jenis penahanan RUTAN sebagai berikut :


- Penyidik, sejak tanggal 06 Oktober 2019 sampai dengan 25 Oktober 2019;
- Perpanjangan Penahanan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman sejak tanggal 26
Oktober 2019 s/d 03 Desember 2019;
- Penuntut Umum, sejak tanggal 04 Desember 2019 sampai dengan 18 Desember 2019;
III. DAKWAAN

Berdasarkan Penetapan Hakim Pengadilan Pariaman tanggal 18 Desmeber 2019


NO.REG.PERK: PDM-65/Paria-01/12/2019, terdakwa dihadapkan ke depan persidangan
dengan dakwaan sebagai berikut:

Bahwa ia terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA Pgl RIKIbersama-sama dan bersekutu dengan
EKA PUTRA (DPO), pada hari Senin tanggal 30 September 2019 sekira pukul 15.00 wibatau
setidaktidaknya pada suatu waktu tertentu pada Tahun 2019 bertempat di sebelah bengkel
sdr BEN di Pasar Baru Kasang Korong Kasai Nagari Kasang Kec. Batang Anai Kab. Padang
Pariaman, atau setidaktidaknya pada suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam
daerah hukum Pengadilan Negeri Pariaman yang berwenang memeriksa dan mengadili, telah
mengambil sesuatu barang berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Supra Fit BA 6735
FN warna hitam dengan Nomor Rangka : MHIHB11185K553298 dan Nomor Mesin :
HB11E1550030 yang seluruhnya atau sebagian milik Saksi Korban FEBRIANDI PUTRA Pgl
ANDI atau setidak-tidaknya kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara
melawan hukum, yang dilakukan oleh Terdakwa bersama-sama dan bersekutu dengan EKA
PUTRA (DPO), perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut:
- Bahwa niat terdakwa timbul untuk melakukan pencurian sepeda motor Supra fit milik saksi
ANDI yaitu pada hari Minggu tanggal 26 September 2019 pukul 15.00 wib, Terdakwa
bertemu dengan saksi ANDI yang sedang mengendarai motor Supra Fit di bawah jembatan
Fly Over Batang Anai, yang mana berjalan satu arah dan beriringan dengan Terdakwa,
kemudian Terdakwa berkata “bang, ikut saya jadi knek bang?” dan saksi ANDI menjawab
“iya, ikutlah besok pagi”.
- Kemudian setelah itu Terdakwa pergi ke Simpang Mega Permai dan bertemu dengan Sdr
EKA PUTRA (DPO), saat itu Terdakwa mengajak Sdr EKA PUTRA (DPO) untuk bersama-
sama mencuri sepeda motor Supra Fit milik saksi ANDI pada besok hari ketika saksi ANDI
sedang bekerja pergi menambang, dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pun menyetujuinya.
- Kemudian pada pukul 19.00 wib Terdakwa dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pergi kerumah orang
tua Terdakwa yang berada di Pasar Baru Kasang. Selanjutnya Terdakwa dengan sdr EKA
PUTRA (DPO) pergi berputar-putar diwilayah Kasang dan Palapa, kemudian pada hari Senin
tanggal 30 September 2019 pukul 03.00 wib Terdakwa duduk di rel kereta api yang mana
berhadapan dengan tempat bengkel bff Sdr ANDI setelah itu Terdakwa berkata kepada sdr
EKA PUTRA (DPO) “eka, sebentar lagi Sdr ANDI datang mengambil mobilnya dan akan
memarkirkan sepeda motornya di area bengkel bosnya” setelah itu 30 menit kemudian pukul
03.30 wib terdakwa melihat saksi ANDI datang dengan menggunakan sepeda motor Supra
Fit dan diparkir disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian setelah saksi ANDI
memanaskan mesin mobilnya, saksi ANDI langsung berangkat kerja bekerja setelah itu
terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) menghampiri sepeda motor tersebut sambil
melihat situasi kemudian setelah situasi aman dan tidak ada orang lain yang melihat,
Terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) mendorong sepeda motor tersebut menjauh dari
bengkel bos saksi ANDI kemudian terdakwa menghidupkan sepeda motor tersebut dengan
cara memutar chok minyaknya keatas dan terdakwa membawa kabur sepeda motor tersebut
ke daerah Bandar Buat Kota Padang.
- Pada saat di daerah Bandar Buat Kota Padang, sdr EKA PUTRA (DPO) sepakat menjual
hasil curian tersebut sejumlah Rp. 800.000,(Delapan ratus ribu rupiah) kemudian Terdakwa
bertemu dengan Sdr EVI di rumah Sdr EVI, kemudian Terdakwa minta tolong untuk
mencarikan orang yang mau membeli sepeda motor hasil curian tersebut guna membayar
uang kontrakan rumah, yang mana pada saat itu Sdr EVI sempat menanyakan kepada
Terdakwa tentang surat-surat sepeda motor yang Terdakwa curi namun Terdakwa menjawab
bahwa surat-surat sepeda motor tersebut sudah hilang dan “Terdakwa meyakinkan Sdr EVI
bahwa sepeda motor tersebut aman serta bukan dari hasil curian Kemudian Terdakwa minta
ikut dengan Sdr EVI untuk mengantar kulkas, setelah itu pada saat di perjalanan Terdakwa
dan Sdr EVI bertemu di jalanan dengan Sdr MUKHLIS kemudian Sdr EVI menawarkan
sepeda motor Supra Fit tersebut kepada Sdr MUKHLIS tapi Sdr MUKHLIS ragu karena surai-
suratnya tidak ada setelah itu Terdakwa meyakinkan Sdr MUKHLIS bahwa surat-surat
kendaraan tersebut sudah hilang dan aman serta bukan dari hasil curian kemudian Sdr
MUKHLIS tertarik dan mau membeli setelah itu Terdakwa bersama Sdr MUKHLIS pergi ke
rumah Sdr EVI untuk melihat sepeda motor tersebut setelah sepeda motor tersebut dilihat
kemudian Sdr MUKHLIS menanyakan kepada Terdakwa "berapa harganya?” kemudia
Terdakwa jawab “harganya 1 jt”, kemudian Sdr MUKHLIS menawar sejumlah Rp. 800.000,-
(delapan ratus ribu ruiah) setelah itu Terdakwa setuju dengan harga yang di tawar oleh Sdr
MUKHLIS tersebut setelah transaksi selesai sepeda motor tersebut di bawa oleh Sdr
MUKHLIS.
- Uang dari hasil penjualan sepeda motor tersebut terdakwa bagi dengan Sdr EKA PUTRA
(DPO) yang mana terdakwa mendapat bagian sebanyak Rp. 300.000,-(tiga ratus ribu rupiah)
dan uang tersebut sudah terdakwa pergunakan untuk membayar kontrakan rumah
sedangkan Sdr EKA PUTRA (DPO) mendapatkan bagian sejumlah Rp. 300.000,-tiga ratus
ribu rupiah) kemudian sisanya sejumlah Rp. 200.000,-(dua ratus ribu rupiah) terdakwa dan
Sdr EKA PUTRA (DPO) belanjakan Untuk rokok dan makanan.
- Akibat perbuatan terdakwa tersebut saksi ANDI selaku pemilik barang mengalami kerugian
sekitar Rp.4.000.000,(Empat juta rupiah).
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP

IV. FAKTA – FAKTA PERSIDANGAN

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pariaman telah diajukan dan diperiksa alat-alat
bukti sebagai berikut :

A. KETERANGAN SAKSI – SAKSI


1. Saksi FEBRIANDI PUTRA dibawah sumpah dipersidangan pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa benar telah terjadi tindak pidana pencurian pada hari Senin tanggal 30
September 2019 sekira pukul 15.00 Wib di Pasar baru Kasang Korong Kasai Nagari
Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman.
- Bahwa benar terdakwa melakukan Pencurian tersebut bersama EKA PUTRA (DPO)
yang merupakan kakak ipar dari terdakwa.
- Bahwa benar antara Saksi dengan terdakwa maupun EKA PUTRA (DPO) yang telah
melakukan tindak pidana Pencurian tersebut tidak ada memiliki hubungan tali darah
maupun hubungan kekeluargaan namun terdakwa adalah penah teman kerja saksi
dulunya
- Bahwa benar terdakwa bersama sdra EKA PUTRA (DPO) mengambil atau mencuri
sepeda motor milik saksi tersebut saat sepeda motor tersebut saksi parkirkan didepan
bengkel milik bos saksi di Pasar Baru Kasang yang saat itu saksi sedang pergi
membawa truck ke kasik Putih Lubuk Alung untuk mengangkut Tanah.
- Bahwa benar keadaan sepeda motor ketika diambil atau dicuri oleh terdakwa bersama
EKA PUTRA (DPO) dalam keadaan diparkirkan didepan bengkel bos saksi tersebut
memang tidak di kunci karena kunci kontak pada motor tersebut telah rusak atau dol
dan untuk menghidupkannya dengan memutar Coke minyaknya.
- Bahwa benar keadaan kedai atau tempat saksi memarkirkan sepeda motor tersebut
dekat di depan bengkel bos saksi , berjarak sekitar 20 Meter dari Jalan Raya, sekitar
halaman atau tempat saksi memarkirkan sepeda motor pakai alat cahaya penerangan.
- Bahwa benar menurut saksi, terdakwa bersama EKA PUTRA (DPO) saat mengambil
atau mencuri sepeda motor milik saksi tidak ada menggunakan alat, sebab sepeda
motor saksi tersebut kunci kontak nya telah rusak atau dol dan untuk menghidupkannya
hanya dengan memutar coke minyak nya saja dan terdakwa pernah meminjam sepeda
motor saksi tersebut sehingga ianya tahu cara menhidupkan sepeda motor milik saksi
tersebut.
- Bahwa benar terdakwa dan EKA PUTRA (DPO) tidak ada minta ijin maupun
memberitahukan kepada saksi pada saat memngambil, dan membawa sepeda motor
milik saksi tersebut.
- Bahwa benar terakhir kali saksi melihat sepeda motor tersebut adalah hari Senin
tanggal 30 September 2019 sekira pukul 03.30 Wib, kemudian sekira pukul 15.00 Wib
ketika saksi hendak pulang dari membawa truck saksi lihat sepeda motor milik saksi
sudah tidak ada lagi atau telah dicuri orang.
- Bahwa benar Saksi tahu bahwa yang telah mengambil atau yang telah mencuri sepeda
motor milik saksi tersebut adalah terdakwa bersama EKA PUTRA (DPO) setelah saksi
dipertemukan oleh penyidik dengan terdakwa di Polres Padang Pariaman.
- Bahwa benar akibat perbuatan yang telah dilakukan Oleh terdakwa bersama EKA
PUTRA yang telah mengambil barang milik orang lain tanpa siijin dan sepengetahuan
dari sepemilik tersebut saksi mengalami kerugian sekitar Rp.4.000.000,(empat Juta
Rupiah ).
- Bahwa menurut saksi cara terdakwa bersama EKA PUTRA melakuan pencurian sepeda
motor tersebut adalah dengan cara karena sebelumnya sdra RIZKI PRATAMA PUTRA
Pgi. RiKI pernah meminjam sepeda motor dan tahu bagaimana cara menghidupkannya,
kemudian mendekati sepeda motor saksi dan memutar arah sepeda motor arah jalan
raya, kemudian bersama sama mendorong sedikit keluar dan menghidupkan sepeda
motor tersebut denagan memutar coke minyaknya dan langsung membawa kabur
sepeda motor milik saksi.
- Bahwa saksi bisa mengetahui bahwa terdakwa yang mencuri adalah yang mana
awalnya saksi melihat sepeda motor tersebut diiklankan di OLX oleh orang yang tidak
saya kenal kemudian saya menelphone bos saya BENI MASRIL “da, honda wak di
iklankannyo di OLX (bg, motor saya di iklankan di olx)”, BENI MASRIL “yang benar, jika
iya coba cat dan ajak tranksaksi dengan pemilik akun OLX tersebut”, Saya “iya bang”
setelah itu saya mencoba men chat dengan pemitik akun OLX tersebut kemudian
pemilik akun mau bertranksaksi dengan saya kemudian setelah itu saya menghubungi
pihak kepolisian, setelah itu pada malam harinya saya dapat informasi bahwa
pelakunya sudah di tangkap oteh pihak kepolisian potres padang pariaman.
- Bahwa benar harga sepeda motor saya yang tertera di iklan OLX tersebut seharga Rp.
1.500.000, - (satu juta lima ratus ribu rupiah).
- Bahwa saya tidak mengetahui siapa pemilik dari akun tersebut yang jelas orang yang
tidak saya kenal.
- Bahwa yang membuka plat No. Pol sepeda supra fit mitik saya tersebut adalah saya
sendiri karena plat No.Pot nya patah pada saat saya kecelakaan.
- Semua barang bukti yang diperlihatkan di depan persidangan saksi masih
mengingatnya dan membenarkannya.

Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya.

2. Saksi BENI MASRIL dibawah sumpah dipersidangan pada pokoknya menerangkan


sebagai berikut :
- Benar telah terjadi tindak pidana pencurian pada hari Senin tanggal 30 September 2019
sekira pukul 15.00 Wib di Pasar baru Kasang Korong Kasai Nagari Kasang Kecamatan
Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman dan sepeda motor yang hilang tersebut
adalah merk honda supra fit warna hitam.
- Bahwa Pemilik sepeda motor merk honda supra fit yang hilang tersebut adalah
FEBRIANDI PUTRA Pgl ANDI dan yang telah mengambil tanpa izin sepeda motor merk
honda supra fit milik ANDI tersebut adalah terdakwa.
- Bahwa saksi mengetahui bahwa terdakwa yang telah mengambil sepeda motor merk
honda supra fit milik ANDI adalah sewaktu sdr RIKI ditangkap oleh pihak kepolisian dan
saksi tidak mengetahui bersama siapa terdakwa mengambil sepeda motor merk honda
supra fit tersebut.
- Bahwa pada hari Senin tanggal 30 September 2019 sekira pukul 15.00 wib saksi korban
FEBRIANDI PUTRA Pgl ANDI menelpon saksi dengan tujuan menanyakan sepeda
motor merk honda supra fit warna hitam miliknya yang di parkir di samping bengkel
saksi dan saksi menjawab kepada ANDI bahwa saksi tidak ada melihat sepeda
motornya dari pagi dan pada hari jumat tanggal 04 Oktober 2019 sekira pukul 11.30 wib
ANDI menelpon saksi kembali dan mengatakan kepada saksi bahwa sepeda motornya
di posting di OLX dan saksi juga ikut mengeceknya dan ternyata benar dan katakan
kepada ANDI untuk cat dan mengajak transaksi dengan orang yang memposting dan
kemudian ANDI menghubungi pihak kepolisian dan selanjutnya pada malamnya pada
jam yang saksi tidak ingat pelaku pencurian tersebut sudah di tangkap oleh pihak
Kepolisian.
- Bahwa saya tidak mengetahui siapa orang yang telah memposting atau mengiklankan
serta saya tidak megetahui siapa pemilik dari akun OLX yang telah mengiklankan
sepeda motor supra fit milik Sdr ANDI tersebut.
- Bahwa harga sepeda motor ANDI , tapi yang tertera di iklan OLX tersebut seharga Rp.
1.500.000,-(satu juta lima ratus ribu rupiah).
- Bahwa Sdr ANDI mengalami kerugian materi sejumlah Rp. 4.500.000,-(empat juta lima
ratus ribu Tupiah).
- Semua barang bukti yang diperlihatkan di depan persidangan saksi masih
mengingatnya dan membenarkannya
- Semua Keterangan saksi dibenarkan oleh terdakwa.

Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya.

3. Saksi SEFRI ALDO dibawah sumpah dipersidangan pada pokoknya menerangkan


sebagai berikut :
- Bahwa kejadian pencurian sepeda motor tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 30
September 2019 sekira pukul 15.00 wib bertempat di sebelah bengkel sdr BEN di
Pasar Baru Kasang Korong Kasai Nagari Kasang Kec.Batang Anai Kab.Padang
Pariaman.
- Bahwa Jenis sepeda motor yang hilang terseh tah merk honda supra fit warna hi dan
pemilik sepeda motor merk honda supra fit Yang Pala tersebut adalah FEBRIANDI Aja
Yah ANDI. TRA
- Bahwa yang telah mengambil tanpa izin sepeda motor merk honda supra fit milik sdr
FEBRIANDI PUTRA Pgl ANDI tersebut adalah terdakwa RIKI dan temannya.
- Bahwa saksi mengetahui bahwa RIKI yang tetah mengambil sepeda motor merk honda
supra fit milik ANDI adalah sewaktu RIKI ditangkap oleh pihak kepolisian dan saksi
tidak tahu bagaimana cara sdr RIKI mengambil tanpa izin sepeda motor merk honda
supra fit milik ANDI tersebut.
- Bahwa pada hari Senin tanggal 30 September 2019 sekira pukul 14.30 wib ANDI
menelpon saksi dengan tujuan menanyakan apakah ada kamu memakai sepeda motor
merk honda supra fit warna hitam miliknya yang di parkir di samping bengket sdr BEN
dan saksi menjawab kepada ANDI bahwa saksi tidak ada memakai sepeda motornya
dan pada hari jumat tanggal 04 Oktober 2019 sekira pukul 11.30 wib ANDI menelpon
saksi kembali dan mengatakan kepada saksi bahwa sepeda motornya di posting di
OLX dan kemudian saksi mendapat kabar dari ANDI bahwa petaku pencurian tersebut
sudah di tangkap oleh pihak Kepolisian.
- Bahwa benar saksi kenal dan ingat dengan sepeda motor supra fit warna hitam
tersebut dan itulah sepeda motor milik ANDI yang di curi oleh RIKI (terdakwa).
- Bahwa semua barang bukti yang diperlihatkan di depan persidangan saksi masih
mengingatnya dan membenarkannya.
- Semua keterangan saksi dibenarkan oleh terdakwa.

Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya.

4. Saksi MUKLIS CHAN dibawah sumpah dipersidangan pada pokoknya menerangkan


sebagai berikut :
- Bahwa jenis sepeda motor yang dicuri tersebut adalah merk honda supra fit warna
hitam. Bahwa benar orang yang melakukan pencurian tersebt adalah
- Bahwa benar pada saat sdr BAHLEFI Pgl EFI menawarkan sepeda motor merk honda
supra fit tersebut dimana sdr BAHLEFI Pgl EFI bersama dengan terdakwa dan satu
orag lagi laki-laki yang tidak saya kenal.
- Bahwa benar awalnya saya tidak mau membeli sepeda motor supra fit tersebut karena
tidak ada surat-suratnya saya takut itu barang curian tetapi setelah saya diyakini oleh
terdakwa yang saat itu bersama sdr BAHLEFI Pgl EFI bahwa sepeda motor tersebut
adalah miliknya dan bukan dari hasil curian maka saya mau membelinya karena kerja
saya adalah jual beli barang bekas.
- Bahwa benar sepeda motor supra fit warna hitam tersebut saya beli seharga 800.000,
(delapan ratus ribu rupiah).
- Bahwa benar pada hari senin tanggal 30 september 2019 sekira pukul 14.30 wib
sewaktu saya mau pulang dan di perjalanan saya di panggil oleh sdr BAHLEFI Pgl EFI
yang saat itu bersama dengan terdakwa dan satu orang laki-laki yang saya tidak kenal
dengan menggunakan becalk motor dan setelah saya berhenti dimana sdr BAHLEFI
Pgt EFI menawarkan kepfada saya sepeda motor supra fit dan saya langsung
menanyakan kepada sdr BAHLEFI Pgl EFI surat-surat kendaraan motor tersebut dan
sdra BAHLEFI Pgl EFI mengatakan kepada saya bahwa surat-surat kendaraanya
sudah hilang dan saya katakan kepada sdr BAHLEFI Pgi EFI kalau tidak ada surat-
surat saya tidak mau dan setelah itu saya diyakinkan oleh terdakwa bahwa sepeda
motor supra fit itu miliknya dan sepeda motor tersebut aman dan bukan hasil pencurian
dan karena saya yakin kemudian saya bersama terdakwa pergi kerumah sdr BAHLEFI
Pgl EFI untuk melihat sepeda motor tersebut dan setelah Sepeda motor saya lihat dan
saya tanyakan kepada terdakwa berapa mau dijual dan terdakwa menjual sepeda
motor tersebut seharga 1 juta rupiah dan Saya menawar harga sepeda motor tersebut
seharga Rp.800.000,(delapan ratus ribu) karena sepeda motor tersebut sudah tidak
bagus lagi dan setelah itu terdakwa setuju dengan harga dan kemudian sepeda motor
tersebut Saya pulang kerumah saya.
- Bahwa benar saya tidak tahu sudah berapa kali terdakwa melakukan pencurian
kendaraan bermotor dan saya baru satu kali ini membeli sepeda motor dari terdakwa.
- Bahwa benar saksi mengetahui bahwa terdakwa yang telah mengambil sepeda motor
merk honda Supra fit milik ANDI adalah sewaktu terdakwa ditangkap oleh Pihak
kepolisian dan saksi tidak tahu bagaimana cara terdakwa mengambil tanpa izin sepeda
motor merk honda supra fit milik ANDI ersebut.
- Bahwa pada hari Senin tanggal 30 September 2019 sekira pukul 14.30 wib ANDI
menelpon saksi dengan tujuan menanyakan apakah ada kamu memakai sepeda motor
merk honda supra fit wara hitam miliknya yang di parkir di samping bengkel sdr BEN
dan Saksi menjawab kepada ANDI bahwa Saksi tidak ada memakai sepeda motornya
dan pada hari juMat tangga 04 Oktober 2019 sekira Pukul 11.30 wib ANDI menelpon
saksi kembali dan mengatakan kepada saksi bahwa sepeda motornya di posting di
OLX dan kemudian saksi m at kabar dari ANDI bahwa la pencurian tersebut Pelaku
sudah di tangkap oleh pihak Kepolisian.

- Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya.

5. Saksi MUKLIS CHAN dibawah sumpah dipersidangan pada pokoknya menerangkan


sebagai berikut :
- Bahwa benar saya mengenali laki-laki yang dipertihatkan kepada saya tersebut laki-laki
tersebut bernama terdakwa yang mana laki-laki tersebut yang kami tanggkap karena
telah melalukan pencurian berupa :1 (satu) unit sepeda motor merek honda supra fit BA
6735 FN, warna hitam a.n HENDRIAMON milik sdr FEBRIANDI PUTRA Pgl ANDI yang
terjadi pada hari senin tanggal 30 september 2019 yang diketahui sekira pukul 15.00
Wib Dipasar baru kasang korong kasai nagari kasang kec. Batang anai kab. Padang
pariaman
- Bahwa benar orang yang diduga telah melakukan pencurian sepeda motor milik sdr
FEBRIANDI PUTRA Pgl ANDI tersebut adalah terdakwa Dkk (DPO)
- Bahwa benar kronologi penangkapan terhadap terdakwa adalah kami dari tim opsnal
Rekrim melakukan penangkapan terhadap terdakwa pada hari sahtu tanggal 5 oktober
2019 yang mana pelapor memberi tahukan kepada pihak kepolisian padang pariaman
bahwa motornya yang hilang tersebut di iklankan di OLX yang mana pemilik dari akun
Otx tersebut tidak dikenalinya, kemudian pelapor mencoba berpura-pura membeli dan
mengajak bertransaksi setelah itu kami melanjutkan transaksi tersebut dengan pemilik
akun OLX setelah bertemu dan bertransaksi bahwa yang mempunyai akun OLX
tersebut adalah sdr MUKHLIS yang mana cerita MUKHLIS bahwa sepeda motor supra
fit tersebut didapat dari seorang laki-laki yang bernama terdakwa melalui sdr EFI
kemudian kami mencari tau dimana keberadaan dari terdakwa tersebut dengan cara
menelphon terdakwa bahwa kami mendapatkan 1 (satu) unit hanphon samsung yang
mana ada No.Hp.terdakwa,sdr BRAY,dan sdr DA BEN kemudian terdakwa
mengatakan bahwa hanphon tersebut milik kakaknya setelah itu kami mengajak
terdakwa untuk bertemu dengan maksud memberikan hanpone tersebut setelah
terdakwa sepakat untuk bertemu di daerah Simp Muaro Kasang kamudian kami pergi
ke simp muaro kasang setelah sampai di simp muaro kasang kami melihat terdakwa
berdiri di tepi jalan kemudian kami menghampirinya dan bertanya apakah ini terdakwa
setelah dijawab iya bahwa saya terdakwa kemudian kami lakukan penangkapan
terhadap terdakwa setelah itu kami bawa ke polres padang pariaman untuk dilakukan
pemeriksaan selanjutnya.
- Bahwa benar saya bersama rekan-rekan saya dari tim opsnal rekrim melakukan
penangkapan terhadap terdakwa di tempat simp.muaro kasang kec. Batang
anai.kab.padang pariaman.
- Bahwa benar tindakan yang saya lakukan terdakwa dan barang bukti berupa 1 (satu)
unit sepeda motor merk honda supra fit BA 6735 FN,warna hitam a.n HENDRIAMON
milik sdr FEBRIANDI PUTRA Pgl ANDI kami bawa kekantor polres padang pariaman
untuk di proses dan diminta keterangan selanjutnya.
- Bahwa benar menurut pengakuan terdakwa caranya melakukan pencurian tersebut
adalah dengan cara terdakwa dengan EKA PUTRA (DPO) melakukan pencurian
berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk honda supra fit BA 6735 FN warna hitam, a.n
HENDRIAMON tersebut dengan cara mendorong sepeda motor tersebut menjauh dari
lokasi tempat sepeda motor tersebut di parkir kemudian terdakwa menghidupkan
sepeda motor tersebut tanpa kunci kontak yang mana memutar tuas chok minyak
sepeda motor tersebut.
- Bahwa benar pengakuan terdakwa bahwa alat yang digunakan untuk melakukan
pencurian sepeda motoe tersebut tidak ada namun hanya menggunakan tangan
kosong.
- Bahwa semua barang bukti yang diperlihatkan di depan persidangan saksi masih
mengingatnya dan membenarkannya.
- Semua keterangan saksi dibenarkan oleh terdakwa.

Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya.

B. KETERANGAN AHLI : -

C. SURAT :-

D. PETUNJUK
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana mengartikan petunjuk adalah perbuatan,
kejadian atau keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan
yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi
tindak pidana dan siapa pelakunya. Sebagaimana ditentukan dalam Pasal 184 ayat (2)
KUHAP, petunjuk hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat dan keterangan
terdakwa.

Bahwa di dalam perkara tindak pidana pencruain atas nama terdakwa RIZKI PRATAMA
PUTRA panggilan RIZKI terdapat beberapa keterangan saksi yang berdiri sendiri
tentang suatu kejadian atau keadaan tetapi ada hubungannya satu dengan yang lain
sedemikian rupa yang menunjukkan adanya persesuaian dari rangkaian kejadian atau
keadaan yang menunjukkan bahwa terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA panggilan
RIZKI telah melakukan perbuatan tindak pidana Pencurian dengan pemberatan
sebagaimana Dakwaan Tunggal Penuntut Umum.

Di dalam teori hukum pembuktian sebagai implementasi Pasal 185 ayat (4) KUHAP,
keterangan saksi-saksi yang demikian itu dikenal sebagai “ketting bewijs” (bukti
berantai), yaitu: “keterangan saksi untuk setiap perbuatan terdakwa, dikuatkan atau
bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi lain untuk masing-masing setiap perbuatan
yang berdiri sendiri, tetapi perbuatan-perbuatan itu sama sifatnya” (Ramelan: 2006, 235).
Adapun beberapa perbuatan, kejadian atau keadaan yang diperoleh dari keterangan
saksi, alat bukti surat dan keterangan terdakwa sebagai suatu petunjuk sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 188 KUHAP, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Bahwa niat terdakwa timbul untuk melakukan pencurian sepeda motor Supra fit milik
saksi ANDI yaitu pada hari Minggu tanggal 26 September 2019 pukul 15.00 wib,
Terdakwa bertemu dengan saksi ANDI yang sedang mengendarai motor Supra Fit di
bawah jembatan Fly Over Batang Anai, yang mana berjalan satu arah dan beriringan
dengan Terdakwa, kemudian Terdakwa berkata “bang, ikut saya jadi knek bang?” dan
saksi ANDI menjawab “iya, ikutlah besok pagi”.
- Bahwa Terdakwa pergi ke Simpang Mega Permai dan bertemu dengan Sdr EKA
PUTRA (DPO), saat itu Terdakwa mengajak Sdr EKA PUTRA (DPO) untuk bersama-
sama mencuri sepeda motor Supra Fit milik saksi ANDI pada besok hari ketika saksi
ANDI sedang bekerja pergi menambang, dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pun
menyetujuinya.
- Bahwa pada pukul 19.00 wib Terdakwa dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pergi kerumah
orang tua Terdakwa yang berada di Pasar Baru Kasang. Selanjutnya Terdakwa
dengan sdr EKA PUTRA (DPO) pergi berputar-putar diwilayah Kasang dan Palapa,
kemudian pada hari Senin tanggal 30 September 2019 pukul 03.00 wib Terdakwa
duduk di rel kereta api yang mana berhadapan dengan tempat bengkel bff Sdr ANDI
setelah itu Terdakwa berkata kepada sdr EKA PUTRA (DPO) “eka, sebentar lagi Sdr
ANDI datang mengambil mobilnya dan akan memarkirkan sepeda motornya di area
bengkel bosnya” setelah itu 30 menit kemudian pukul 03.30 wib terdakwa melihat
saksi ANDI datang dengan menggunakan sepeda motor Supra Fit dan diparkir
disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian setelah saksi ANDI memanaskan
mesin mobilnya, saksi ANDI langsung berangkat kerja bekerja setelah itu terdakwa
bersama sdr EKA PUTRA (DPO) menghampiri sepeda motor tersebut sambil melihat
situasi kemudian setelah situasi aman dan tidak ada orang lain yang melihat,
Terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) mendorong sepeda motor tersebut
menjauh dari bengkel bos saksi ANDI kemudian terdakwa menghidupkan sepeda
motor tersebut dengan cara memutar chok minyaknya keatas dan terdakwa
membawa kabur sepeda motor tersebut ke daerah Bandar Buat Kota Padang. Pada
saat di daerah Bandar Buat Kota Padang, sdr EKA PUTRA (DPO) sepakat menjual
hasil curian tersebut sejumlah Rp. 800.000,(Delapan ratus ribu rupiah) kemudian
Terdakwa bertemu dengan Sdr EVI di rumah Sdr EVI, kemudian Terdakwa minta
tolong untuk mencarikan orang yang mau membeli sepeda motor hasil curian tersebut
guna membayar uang kontrakan rumah, yang mana pada saat itu Sdr EVI sempat
menanyakan kepada Terdakwa tentang surat-surat sepeda motor yang Terdakwa curi
namun Terdakwa menjawab bahwa surat-surat sepeda motor tersebut sudah hilang
dan “Terdakwa meyakinkan Sdr EVI bahwa sepeda motor tersebut aman serta bukan
dari hasil curian Kemudian Terdakwa minta ikut dengan Sdr EVI untuk mengantar
kulkas, setelah itu pada saat di perjalanan Terdakwa dan Sdr EVI bertemu di jalanan
dengan Sdr MUKHLIS kemudian Sdr EVI menawarkan sepeda motor Supra Fit
tersebut kepada Sdr MUKHLIS tapi Sdr MUKHLIS ragu karena surai-suratnya tidak
ada setelah itu Terdakwa meyakinkan Sdr MUKHLIS bahwa surat-surat kendaraan
tersebut sudah hilang dan aman serta bukan dari hasil curian kemudian Sdr
MUKHLIS tertarik dan mau membeli setelah itu Terdakwa bersama Sdr MUKHLIS
pergi ke rumah Sdr EVI untuk melihat sepeda motor tersebut setelah sepeda motor
tersebut dilihat kemudian Sdr MUKHLIS menanyakan kepada Terdakwa "berapa
harganya?” kemudia Terdakwa jawab “harganya 1 jt”, kemudian Sdr MUKHLIS
menawar sejumlah Rp. 800.000,-(delapan ratus ribu ruiah) setelah itu Terdakwa
setuju dengan harga yang di tawar oleh Sdr MUKHLIS tersebut setelah transaksi
selesai sepeda motor tersebut di bawa oleh Sdr MUKHLIS.

E. KETERANGAN TERDAKWA
RIZKI PRATAMA PUTRA panggilan RIZKI dipersidangan pada pokoknya ,
menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa benar saya melakukan pencurian pada hari Senin tanggal 30 September 2019
sekira pukul 04.00 Wib yang bertempat di Korong Kasai Nagari Kasang Kec. Batang
Anai Kab. Padang Pariaman. A Bahwa benar saya melakukan pencurian 1 (satu) Unit
sepeda motor Supra fit tersebut bersama Sdr EKA PUTRA (DPO), Nomor Polisi BA
6735 FN, pergi ke Perumahan Polda Simp. Mega Permai Kec. Koto Tangah dan yang
mengajak pertama sekali untuk melakukan pencurian tersebut adalah saya sendiri. A
Bahwa benar pada awalnya disimp mega permai saya bertemu dengan EKA PUTRA
(DPO) “eka, sepeda motor ANDI tidak ada kunci kontaknya, biasanya jika ANDI pergi
menambang sepeda motornya diparkir disamping bengkel bosnya ANDI, gimana
eka.? Kita curi motornya eka.?”, EKA PUTRA (DPO) “aman gk tu.?”, saya “aman eka”,
Sdr EKA PUTRA (DPO) “iya cepatlah”.
- Bahwa benar barang yang telah saya dan sdr. EKA PUTRA (DPO) curi adalah 1
(satu) unit motor merek Honda model Supra Fit warna Hitam dengan (DPO). isi . BA
6/35 FM, sepeda.
- Bahwa benar niat saya timbul untuk melakukan pencurian sepeda motor supra fit milik
Sdr Anoi pada hari Minggu tanggal 26 2019 pukul 15.00 Wib yang mana padg saat itu
saya berteru denyan Sdr ANDI sedang membawa sepeda motor supra fit dibawah
jembatar, Flay Over batang Ar al yang mana saty arah dengan saya kemudian pada
saat saya beriringan saya berkata kepada Sdr AHUI “Ig, ikut saya jadi knek bg.?”, Sdr
ANDI “iya, ikutlah besok pagi” kemudian setelah itu saya pergi ke simp me permai dan
bertemu dengan EKA PUTRA (DPO) "eka, sepeda motor ANDI tidak ada kun
komtaknya biasanya jika NDI pergi menambang sepeda motornya diparkir disamping
benykel barsnya ANDI, gimana eka.? Kita curi motornya eka.?”, Sdr EKA PUTRA
(Dpo) “aman gk tu.?", saya “arnan eka”, sdr EKA PUTRA (DPO) “iya cepatlah” setelah
itu saya dan Sdr Eka puTRA (DPO) pergi ke runah Orang usa saya yang berada di
pasar baru kasang pada Pukul 19.00 wig kemudian saya dengan Sdr EKA PUTRA
pergi berputar-putar di wilayah kasang dan palapa kemudian pada hari semin taryyal
30 September 2019 pukul 03.00 Wib saya duduk direl kereta api yang mana
berhadapan dengan ternpat bengket bos Sdr ANDI setelah itu saya berkata kepada
EKA PUTRA (po) “eka, sebentar lagi ANDI datang mengambil mobilnya dan akan
memarkirkan sepeda motornya di area bengkel bosnya” setelah ttu 30 menit
kemudian pukul 03,30 Wib saya melihat ANDI datang dengan menggunakan sepeda
motor supra fit dan diparkir disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian setelah
ANDI memanaskan mesin mobilnya, ANDI langsung berangkat bekerja setelah itu
saya bersama Sdr EKA PUTRA (DPO) menghampiri sepeda motor tersebut sambil
melihat situasi kemudian setelah situasi aman dan tidak ada orang lain yang melihat,
saya bersama EKA PUTRA (DPO) mendorong sepeda motor tersebut menjauh dari
bengkel bos ANDI kemudian saya menghidupkan sepeda motor tersebut dengan cara
memutar chok minyak nya keatas dan saya bawa kabur sepeda motor tersebut ke
bandar buat kota padang pada saat di bandar buat EKA PUTRA (DPO) sepakat
menjual hasil curian tersebut sejumlah RP. 800.000,-(delapan ratus ribu rupiah)
kemudian saya bertemu dengan EVI di rumahnya, kemudian saya mintak tolong untuk
mencarikan orang yang mau membeli sepeda motor hasil curian saya tersebut guna
membayar uang kontrakan rumah, yang mana pada saat itu EVI sempat menanyakan
kepada saya tentang surat-surat sepeda motor yang saya curi tersebut namun saya
menjawab suratsurat sepeda motor tersebut sudah hilang dan saya meyakinkan EVI
bahwa sepeda motor tersebut aman serta bukan dari hasil curian kemudian saya
mintak ikut dengan EVI mengantar kulkas setelah itu pada saat di perjalanan saya
dan EVI bertemu di jalanan dengan MUKHLIS kemudian EVI menawarkan sepeda
motor supra fit tersebut kepada MUKHLIS tapi MUKHLIS ragu karena suratsuratnya
tidak ada setelah itu saya meyaginkan MUKHLIS bahwa surat-surat kendaraan
tersebut sudah hilang dan aman serta bukan dari hasil curian kemudian MUKHLIS
tertarik dan mau membeti setelah itu saya bersama MUKHLIS pergi ke rumah EVI
untuk melihat sepeda motor tersebut setelah sepeda motor tersebut dilihat kemudian
Sdr MUKHLIS menanyakan kepada saya”berapa harganya.?” Saya jawab” harganya
1 jt”, kemudian Sdr MUKHLIS menawar sejumlah Rp. 800.000, -(delapan ratus ribu
ruiah) setelah itu saya setuju dengan harga yang di tawar oleh MUKHLIS tersebut
setelah transaksi selesai sepeda motor tersebut di bawa oleh MUKHLIS.
- Bahwa benar saya melakukan pencurian tersebut tidak ada menggunakan alat
apapun hanya menggunakan tangan kosong saja.
- Bahwa benar cara saya dengan Sdr EKA PUTRA (DPO) melakukan pencurian berupa
1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Supra Fit BA 6735 FN , warna Hitam, tersebut
dengan cara mendorong sepeda motor tersebut menjauhi dari lokasi tempat sepeda
motor tersebut di parkir kemudian saya menghidupkan sepeda motor tersebut tanpa
kunci kontak yang mana memutar tuas chok minyak sepeda motor tersebut dan
setelah saya dan EKA PUTRA (DPO) mencuri sepeda motor tersebut kemudian saya
jual kepada MUKHLIS dengan harga Rp. 800.000,-(delapan ratus ribu rupiah).
- Bahwa benar uang dari hasil penjualan sepeda motor tersebut saya bagi dengan EKA
PUTRA yang mana saya mendapat bagian sebanyak Rp. 300.000,-(tiga ratus ribu
rupiah) dan uang tersebut sudah saya pergunakan untuk membayar kontrakan rumah
sedangkan EKA PUTRA (DPO) mendapatkan bagian sejumlah Rp. 300.000,-(tiga
ratus ribu rupiah) kemudian sisanya sejumlah Rp. 200.0X0.-1dua ratus ribu rupiah)
saya dan EKA PUTRA (DPO) belanjakan untuk rokok dan makanan dan saya menjual
sepeda motor tersebut di daerah bandar buat Kec. Lubuk Kilangan Kota Padang.
- Bahwa benar tujuan saya dan Sdr EKA PUTRA (DPO) mencuri sepeda motor supra fit
tersebut adal untuk dimiliki dengan melawan hak.
- Bahwa benar kronologi penangkapan saya adalah pada hari Rabu tanggal 5 Oktober
2019 Pukul 03.00 Wib saya di telp oleh orang yang tidak saya kenai kemudian orang
tersebut mamaku bahwa mendapatkan 1 (satu) Unit Handphone samsung yang mana
ada no hp saya, no Hp BRA). na Hp Da BEN setelah itu saya berfikir bahwa
kemungkinan handphone kakak saya setelah itu arang vang tikk saya kenal tersebut
menyuruh menelphone ke no hp kakak saya yang hilang, setelah sava tep banar di
angkat oleh orang yang tidak saya kenal tersebut kemudian saya meminta kepada
orang (nh saya kenal tersebut untuk mengantarkan hp kakak saya tersebut ke rumah
saya didaerah Musro kasa g batang anai setelah itu pada pukul 03.00 Wib saya
menunggu di jalan dekat rumah Saya. tidak lama kemudian datanglah dua orang yang
tidak saya kenal tersebut dengan menggunakan seperka motor yamaha Mio
kemudian saya di tangkap oleh dua orang yang tidak saya kenal tersebut yang
merupakan anggota polisi Polres Padang Pariaman berpakain preman kemudian saya
di bawa kepolres padang pariaman guna proses lebih lanjut.
- Bahwa benar Saya tidak mengetahui siap orang yang telah mengiklankan sepeda
motor supra fit tersebut kedalam Olx yang jelas saya tidak ada mengiklankan sepeda
motor tersebut.
- Bahwa benar akibat dari kejadian tersebut menyadari bahwa berbuat salah telah
menari 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Supra Fit BA 6735 FN , wara Hitam,
milik Sdr ANDI kemudian Sdr ANDI mengalami kerugian kurang lebih sejumlah Rp.
4.000.000,-(empat juta rupiah).
- Semua barang bukti yang diperlihatkan di depan persidangan terdakwa masih
mengingatnya dan membenarkannya

F. BARANG BUKTI
Dalam persidangan ini telah diajukan barang bukti sebagaimana yang terinci dalam
Daftar Barang Bukti, yang disita oleh Penyidik berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan
Negeri. Oleh karena barang bukti telah disita secara sah menurut hukum, maka barang
bukti sebagaimana dimaksud dapat digunakan untuk memperkuat pembuktian dalam
perkara pidana atas nama terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA, sebagai berikut :

1. 1 (satu) unit Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FN,
warna Hitam, No Rangka : MH1HB11185K553298, No. Mesin : HB11E1550030 An.
HENDRIAMON.
2. 1 (satu) buah BPKB dengan No. BPKP : D No. 2437674C sepeda motor merk Honda
Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FN, warna Hitam, No Rangka :
MH1HB11185K553298, No. Mesin : HB11E1550030 An. HENDRIAMON.
3. 1 (satu) buah STNK Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735
FN, warna Hitam, No Rangka : MH1HB11185K553298, No. Mesin : HB11E1550030
An. HENDRIAMON

IV. FAKTA HUKUM


Terminologi fakta hukum dapat diartikan sebagai bahasan atau kajian atas fakta-fakta yang
diperoleh di persidangan, dengan menghubungkan fakta yang satu dengan fakta-fakta yang
lainnya. Dengan demikian, fakta-fakta tersebut akan mempunyai nilai sebagai alat bukti, yang
mendukung pembuktian terhadap dakwaan yang diajukan oleh Penuntut Umum. Fakta-fakta
yang terungkap di persidangan maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut:
- Bahwa benar niat terdakwa timbul untuk melakukan pencurian sepeda motor Supra fit milik
saksi ANDI yaitu pada hari Minggu tanggal 26 September 2019 pukul 15.00 wib, Terdakwa
bertemu dengan saksi ANDI yang sedang mengendarai motor Supra Fit di bawah jembatan
Fly Over Batang Anai, yang mana berjalan satu arah dan beriringan dengan Terdakwa,
kemudian Terdakwa berkata “bang, ikut saya jadi knek bang?” dan saksi ANDI menjawab
“iya, ikutlah besok pagi”.
- Bahwa benar Terdakwa pergi ke Simpang Mega Permai dan bertemu dengan Sdr EKA
PUTRA (DPO), saat itu Terdakwa mengajak Sdr EKA PUTRA (DPO) untuk bersama-sama
mencuri sepeda motor Supra Fit milik saksi ANDI pada besok hari ketika saksi ANDI
sedang bekerja pergi menambang, dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pun menyetujuinya.
- Bahwa benar pada pukul 19.00 wib Terdakwa dan Sdr EKA PUTRA (DPO) pergi kerumah
orang tua Terdakwa yang berada di Pasar Baru Kasang. Selanjutnya Terdakwa dengan sdr
EKA PUTRA (DPO) pergi berputar-putar diwilayah Kasang dan Palapa, kemudian pada hari
Senin tanggal 30 September 2019 pukul 03.00 wib Terdakwa duduk di rel kereta api yang
mana berhadapan dengan tempat bengkel bff Sdr ANDI setelah itu Terdakwa berkata
kepada sdr EKA PUTRA (DPO) “eka, sebentar lagi Sdr ANDI datang mengambil mobilnya
dan akan memarkirkan sepeda motornya di area bengkel bosnya” setelah itu 30 menit
kemudian pukul 03.30 wib terdakwa melihat saksi ANDI datang dengan menggunakan
sepeda motor Supra Fit dan diparkir disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian
setelah saksi ANDI memanaskan mesin mobilnya, saksi ANDI langsung berangkat kerja
bekerja setelah itu terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) menghampiri sepeda motor
tersebut sambil melihat situasi kemudian setelah situasi aman dan tidak ada orang lain yang
melihat, Terdakwa bersama sdr EKA PUTRA (DPO) mendorong sepeda motor tersebut
menjauh dari bengkel bos saksi ANDI kemudian terdakwa menghidupkan sepeda motor
tersebut dengan cara memutar chok minyaknya keatas dan terdakwa membawa kabur
sepeda motor tersebut ke daerah Bandar Buat Kota Padang. Pada saat di daerah Bandar
Buat Kota Padang, sdr EKA PUTRA (DPO) sepakat menjual hasil curian tersebut sejumlah
Rp. 800.000,(Delapan ratus ribu rupiah) kemudian Terdakwa bertemu dengan Sdr EVI di
rumah Sdr EVI, kemudian Terdakwa minta tolong untuk mencarikan orang yang mau
membeli sepeda motor hasil curian tersebut guna membayar uang kontrakan rumah, yang
mana pada saat itu Sdr EVI sempat menanyakan kepada Terdakwa tentang surat-surat
sepeda motor yang Terdakwa curi namun Terdakwa menjawab bahwa surat-surat sepeda
motor tersebut sudah hilang dan “Terdakwa meyakinkan Sdr EVI bahwa sepeda motor
tersebut aman serta bukan dari hasil curian Kemudian Terdakwa minta ikut dengan Sdr EVI
untuk mengantar kulkas, setelah itu pada saat di perjalanan Terdakwa dan Sdr EVI bertemu
di jalanan dengan Sdr MUKHLIS kemudian Sdr EVI menawarkan sepeda motor Supra Fit
tersebut kepada Sdr MUKHLIS tapi Sdr MUKHLIS ragu karena surai-suratnya tidak ada
setelah itu Terdakwa meyakinkan Sdr MUKHLIS bahwa surat-surat kendaraan tersebut
sudah hilang dan aman serta bukan dari hasil curian kemudian Sdr MUKHLIS tertarik dan
mau membeli setelah itu Terdakwa bersama Sdr MUKHLIS pergi ke rumah Sdr EVI untuk
melihat sepeda motor tersebut setelah sepeda motor tersebut dilihat kemudian Sdr
MUKHLIS menanyakan kepada Terdakwa "berapa harganya?” kemudia Terdakwa jawab
“harganya 1 jt”, kemudian Sdr MUKHLIS menawar sejumlah Rp. 800.000,-(delapan ratus
ribu ruiah) setelah itu Terdakwa setuju dengan harga yang di tawar oleh Sdr MUKHLIS
tersebut setelah transaksi selesai sepeda motor tersebut di bawa oleh Sdr MUKHLIS.

V. ANALISA YURIDIS

Setelah fakta-fakta yang terungkap di persidangan kami uraikan di atas, selanjutnya kami
akan mengetengahkan analisa yuridis dengan menghubungkan antara fakta yang satu
dengan fakta lainnya dengan berpedoman pada teori-teori hukum serta pendapat para
sarjana mengenai unsur-unsur pidana yang didakwakan sehingga didapatkan fakta yuridis
dalam perkara ini.

Bahwa dakwaan yang kami susun secara Tunggal sebagaimana yang telah dibacakan
dipersidangan ini, dengan Pasal : pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP

Berdasarkan fakta –fakta yang terungkap dipersidangan maka sampailah kami pada
pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan dalam bentuk dakwaan
tunggal, melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP yang unsur-unsurnya adalah sebagai
berikut :

Berdasarkan ketentuan sebagaimana tersebut di atas, terdapat unsur-unsur sebagai berikut :

1. Unsur barang siapa;


2. Unsur mengambil suatu barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain;
3. Unsur dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum;
4. Unsur yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;

1. Unsur “Barang Siapa”


Barang siapa adalah subjek hukum sebagai pendukung hak-hak dan kewajiban, yang
memenuhi semua unsur tindak pidana yang terdapat di dalam rumusan pasal undang-
undang yang dilanggar dan orang tersebut dapat dipertanggungjawabkan menurut
KUHPidana.
Dari fakta-fakta di persidangan yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi maupun
keterangan terdakwa sendiri serta dikuatkan dengan adanya barang bukti maka sebagai
setiap orang / terdakwa tindak pidana dalam perkara ini adalah terdakwa yang di depan
persidangan mengaku bernama terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA
Bahwa terdakwa diajukan dalam persidangan ini karena melakukan tindak pidana dan
terdakwa selama persidangan dapat menjawab segala pertanyaan dengan baik serta cakap
bertindak dalam hukum dan dapat dimintai pertanggung jawaban secara hukum atas
perbuatannya dan tidak ada ditemukan unsur-unsur pemaaf maupun pembenar.
Bahwa berdasarkan alat bukti berupa keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan alat
bukti petunjuk dapat disimpulkan bahwa terdakwa telah melakukan suatu tindak pidana dan
untuk itu terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dengan demikian Unsur “barang siapa” telah terbukti secara sah dan meyakinkan
menurut hukum.

2. Unsur “mengambil suatu barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang
lain”

Bahwa unsur ini merupakan elemen unsur yang mengandung rumusan tindakan terlarang.
Menurut S.R. Sianturi, mengambil ialah memindahkan penguasaan nyata terhadap suatu
barang ke dalam penguasaan nyata sendiri dari penguasaan nayata orang lain. Lebih lanjut
menurut R. Soesilo, pengambilan itu sudah dapat dikatakan selesai, apabila barang
tersebut sudah pindah tempat. Bila orang baru memegang saja barang itu dan belum
berpindah tempat, maka orang itu belum dapat dikatakan mencuri.
Yang dimaksud dengan barang di dalam delik ini ialah baik itu sesuatu yang berwujud
maupun yang tidak berwujud dan memiliki nilai ekonomis
Selain itu yang terpenting terkait dengan barang tersebut adalah barang itu seluruhnya atau
sebagain merupakan milik orang lain, jika pemilik mengambil kepunyaan sendiri tentutnya
tidak ada persoalaan pencurian.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi maupun pengakuan terdakwa RIZKI PRATAMA


PUTRA yang terungkap di persidangan bahwa pada hari Senin tanggal 30 September 2019
pukul 03.30 WIB terdakwa pergi bersama dengan Sdr. EKA PUTRA (DPO) ke bengkel bis
majikan Sdr. ANDI di Pasar Baru Kasang Korong Kasai Nagari Kasang Kec. Batang Anai
Kab. Padang Pariaman lalu terdakwa duduk di atas rel kereta api di depan bengkel
tersebut, lalu terdakwa berkata kepada Sdr. EKA PUTRA (DPO) “Eka, sebentar lagi Sdr.
ANDI datang mengambil mobilnya dan akan memarkirkan sepeda motornya di area bengkel
bosnya” setelah 30 menit kemudian sekitar pukul 03.30 wib terdakwa melihat Sdr. ANDI
dengan menggunakan sepeda motor Supra Fit dan diparkir disamping bengkel bosnya,
tidak lama kemudian Sdr. ANDI langsung berangkat kerja setelah itu terdakwa bersama
Sdr. EKA PUTRA (DPO) menghampiri dan mendorong sepeda motor tersebut menjauh dari
tempat sepeda motor tersebut diparkirkan. Kemudian terdakwa menghidupkan sepeda
motor tersebut dengan cara memutar chok minyaknya keatas lalu mengendarai sepeda
motor tersebut dengan Sdr. EKA PUTRA (DPO) menuju ke arah daerah Bandar Buat Kota
Padang.

Dengan demikian “unsur yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain”
dalam perkara ini juga telah terpenuhi dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan.

3. Unsur “dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum”

Menurut S.R. Sianturi, diambilnya barang itu adalah dengan maksud untuk memiliki secara
melawan hak. Yang dimaksud dengan memiliki ialah melakukan perbuatan apa saja
terhadap barang itu seperti halnya seorang pemilik. Secara umum kejahatan terhadap harta
benda ialah bahwa tindakan itu menguntungkan si pelaku. Dalam hal ini pengambilan untuk
pemilikan ini tidak dipersoalkan apakah si pelaku merasa diuntungkan atau tidak. Akibatnya
tidak dipersoalkan bahwa yang mempunyai barang itu merasa dirugikan atau tidak. Dan
juga tidak dipermasalahkan apa akibatnya bagi orang yang kehilangan itu.

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan baik dari keterangan saksi-
saksi dan pengakuan terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA , bahwa terdakwa mengambil
bahwa 1(satu) unit Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FM
tanpa seijin dari pemiliknya yaitu saksi korban ANDI dengan maksud akan terdakwa jual
dikarenakan desakan ekonomi dan untuk mencari uang yang lebih cepat.

Dengan demikian “unsur Dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hak” dalam
perkara ini telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan.

4. Unsur ”yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu”

Menurut S.R. Sianturi, kejahatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan
bersekutu dipersyaratkan harus ada persekutuan atau pembicaraan diantara mereka jauh
sebelum tindakan tersebut. Pada saat tindakan itu dilakukan, ada saling pengertian diantara
mereka, kendati demikian pengertian itu tidak harus terperinci, lalu terjadi kerjasama.
Dengan suatu gerakan hanya berupa isyarat tertentu saja, kerjasama itu dapat terjadi.

Berdasarkan keterangan Saksi-saksi, petunjuk dan keterangan terdakwa serta dihubungkan


dengan barang bukti terungkap dipersidangan bahwa benar pada hari minggu tanggal 26
September 2019 sekitar Pukul 15.00 Wib terdakwa pergi ke Simpang Mega Permai dan
mengajak Sdr. EKA PUTRA (DPO) untuk mencuri 1(satu) unit Sepeda motor merek Supra
Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FM milik saksi korban ANDI pada keesokan harinya
ketika saksi korban ANDI pergi bekerja. Lalu Sdr. EKA PUTRA (DPO) pun menyetujuinya.
Pada hari Senin tanggal 30 September 2019 pukul 03.30 WIB terdakwa pergi bersama
dengan Sdr. EKA PUTRA (DPO) ke bengkel bis majikan Sdr. ANDI di Pasar Baru Kasang
Korong Kasai Nagari Kasang Kec. Batang Anai Kab. Padang Pariaman lalu terdakwa duduk
di atas rel kereta api di depan bengkel tersebut, lalu terdakwa berkata kepada Sdr. EKA
PUTRA (DPO) “Eka, sebentar lagi Sdr. ANDI datang mengambil mobilnya dan akan
memarkirkan sepeda motornya di area bengkel bosnya” setelah 30 menit kemudian sekitar
pukul 03.30 wib terdakwa melihat Sdr. ANDI dengan menggunakan sepeda motor Supra Fit
dan diparkir disamping bengkel bosnya, tidak lama kemudian Sdr. ANDI langsung
berangkat kerja setelah itu terdakwa bersama Sdr. EKA PUTRA (DPO) menghampiri dan
mendorong sepeda motor tersebut menjauh dari tempat sepeda motor tersebut diparkirkan.
Kemudian terdakwa menghidupkan sepeda motor tersebut dengan cara memutar chok
minyaknya keatas lalu mengendarai sepeda motor tersebut dengan Sdr. EKA PUTRA
(DPO) menuju ke arah daerah Bandar Buat Kota Padang.

Dengan demikian “Unsur yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu
dalam perkara ini juga telah terpenuhi dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan.
VI. KESIMPULAN DAN MATERI TUNTUTAN PIDANA

A. KESIMPULAN

Bahwa selanjutnya perlu ditinjau tentang unsur pertanggungjawaban pidana dari


Terdakwa yaitu bahwa pertanggungjawaban pidana selalu didasarkan pada adanya
kesalahan, sebagaimana pendapat Prof. Mr. Roeslan Saleh dalam bukunya ”Pidana dan
Pertanggungan Jawab Pidana” halaman 81, mengemukakan ”seseorang tidak dapat
dipertanggungjawabkan dan dijatuhi pidana apabila tidak melakukan suatu tindak
pidana, akan tetapi meskipun ia melakukan suatu tindak pidana tidaklah selalu ia dapat
dipidana. Orang yang melakukan perbuatan pidana akan dipidana apabila ia mempunyai
kesalahan”.

Bahwa selanjutnya Prof. Roeslan Saleh mengambil pendapat Prof. Simons bahwa
kesalahan adalah keadaan psychic orang yang melakukan perbuatan dan hubungannya
dengan perbuatan yang dilakukan, yang sedemikian rupa, sehingga orang itu dapat
dicela karena perbuatan tadi. Jadi yang harus diperhatikan adalah :
1) keadaan batin dari orang yang melakukan perbuatan tadi.
2) hubungan antara keadaan batin itu dengan perbuatan yang dilakukan sedemikian
rupa, sehingga orang itu dapat dicela karena perbuatan tadi.
Dua hal yang harus diperhatikan itulah terjalin erat satu dengan lainnya, merupakan hal
yang dinamakan kesalahan .

Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :


1) Bahwa pertanggungjawaban pidana selalu didasarkan pada adanya kesalahan
(schuld). Kesalahan tersebut menunjuk kepada sikap batin (means rea) tertentu dari
terdakwa dalam hubungannya dengan perbuatan pidana yang dilakukan sedemikian
rupa sehingga terdakwa dapat dicela karena melakukan perbuatan tersebut.
2) Bahwa dalam menilai ada atau tidaknya kesalahan terdakwa tidaklah digantungkan
pada sisi psikologis dari terdakwa sendiri, akan tetapi didasarkan kepada
bagaimana sikap batin tersebut tercermin dari perbuatan nyata dan kemudian dinilai
oleh pihak lain, terutama oleh Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara
ini;

Berdasarkan uraian pembuktian tersebut, maka kami berkeyakinan bahwa semua unsur
dalam dakwaan telah terpenuhi dan terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan
meyakinkan melakukan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan, sebagaimana
diuraikan dalam Dakwaan Primair kami.

Bahwa selama berlangsung persidangan tidak ditemukan hal-hal yang dapat


meniadakan kesalahan terdakwa baik berupa alasan pembenar maupun alasan pemaaf
sehingga berbuatan terdakwa harus dipertanggungjawabkan.

Bahwa perlu dipertimbangkan masa penahanan terhadap terdakwa.

Bahwa berdasarkan uraian pembuktian tersebut diatas, karena terbukti maka terhadap
terdakwa dibebankan membayar biaya perkara.

B. Materi Tuntutan Pidana

Sebelum kami sampai pada kesimpulan dari tuntutan Pidana (Requisitoir) ini perkenankanlah kami
menyampaikan beberapa hal yang merupakan pertimbangan tuntutan Pidana, dan diharapkan juga
akan menjadi bagian dari pertimbangan Majelis Hakim dalam putusan perkara ini yaitu :

Hal-hal yang memberatkan :


- Perbuatan terdakwa menyebabkan korban mengalami kerugian
- Terdakwa telah menikmati hasil kejahatannya
Hal-hal yang meringankan :
- Terdakwa sopan di persidangan
- Terdakwa belum pernah dihukum
- Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya

Memperhatikan atas hal-hal sebagaimana kami uraikan diatas, kami Penuntut Umum dengan
memperhatikan ketentuan Perundang-undangan yang berhubungan dengan perkara ini ---------------

MENUNTUT

Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pariaman yang memeriksa dan mengadili perkara ini,
memutuskan :

1. Menyatakan terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA telah terbukti dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak Pidana Pencurian Dalam Keadaan Memberatkan sebagaimana diatur dan
diacam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana sebagaimana dalam Dakwaan
tunggal penuntut umum;
2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA selama ...........
dikurangi tahanan sementara yang telah dijalaninya;
3. Menetapkan Barang bukti berupa
- 1 (satu) unit Sepeda motor merek Supra Fit warna hitam Nomor Polisi BA 6735 FM
Dikembalikan kepada saksi ANDI.
4. Menetapkan agar Terdakwa RIZKI PRATAMA PUTRA membayar biaya perkara sebesar Rp.
5.000,- (lima ribu rupiah).

Demikian tuntutan pidana ini kami bacakan dan serahkan dalam sidang hari ini Selasa, tanggal
10 Januari 2023.

JAKSA PENUNTUT UMUM

MOCHAMMAD KEMAS., S.H.


AJUN JAKSA MADYA

Anda mungkin juga menyukai