0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan26 halaman

Bab2

Dokumen tersebut membahas tentang landasan teori hasil belajar. Terdapat pengertian hasil belajar menurut para ahli, indikator hasil belajar yang terdiri dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor internal seperti intelegensi, perhatian, dan minat siswa.

Diunggah oleh

Abdi Bencana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan26 halaman

Bab2

Dokumen tersebut membahas tentang landasan teori hasil belajar. Terdapat pengertian hasil belajar menurut para ahli, indikator hasil belajar yang terdiri dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor internal seperti intelegensi, perhatian, dan minat siswa.

Diunggah oleh

Abdi Bencana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Tentang Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Menurut Dimyati dan Mudjiono, Dapat dipahami bahwa yang

dimaksud dengan hasil belajar adalah suatu proses untuk melihat sejauh

mana siswa dapat menguasai pembelajaran setelah mengikuti kegiatan proses

belajar mengajar, atau keberhasilan yang dicaPAI seorang peserta didik

setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang ditandai dengan bentuk angka,

huruf, atau simbol tertentu yang disepakati oleh pihak penyelenggara

pendidikan. 16

Menurut Purwanto Hasil belajar adalah sebagai ukuran untuk

mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan 17

Hasil belajar adalah angka yang diperoleh siswa yang telah berhasil

menuntaskan konsep-konsep mata pelajaran sesuai dengan kriteria

ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang

berlaku. Begitu juga hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah

laku yang tetap sebagai hasil proses pembelajaran. Hasil belajar dapat

diklasifikasikan menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan

psikomotorik.18

16
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, cet. 3, 2006), h. 3.
17
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009) h. 44
18
Ibid, 45

16
Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa hasil

belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman

belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif,

afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan

evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan

menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencaPAI tujuan

pembelajaran.

Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah

proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku

baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga

menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hasil belajar merupakan salah satu

indikator dari proses belajar. Hasil belajar adalah perubahan perilaku uyang

diperoleh siswa setelah mengalami aktivitas belajar.19

2. Indikator Hasil Belajar

Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap

ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar

siswa. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya seseorang dalam mennguasai

ilmu pengetahuan pada suatu mata pelajaran dapat dilihat melalui prestasinya.

Peserta didik akan dikatakan berhasil apabila prestasinya baik dan sebaliknya,

ia tidak berhasil jika prestasinya rendah.

19
Catharina Tri Anni, Psikologi Belajar (Semarang: IKIP Semarang Press, 2004), h. 4

17
Pada tingkat yang sangat umum sekali, hasil belajar dapat

diklasifikasikan menjadi tiga yaitu: 20

a. Keefektifan (effectiveness)

b. Efesiensi (efficiency)

c. Daya Tarik (appeal).

Kunci pokok utama memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa

adalah mengetahui garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang

hendak diungkapkan atau diukur. Indikator hasil belajar menurut Benjamin

S. Bloomdalam Titin Syahowiyah dengan taxsonomy of education objectives

membagi tujuan pendidikan menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif,

psikomotorik.

Kunci pokok utama memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa

adalah mengetahui garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang

hendak diungkapkan atau diukur.

Indikator hasil belajar menurut Benjamin S. Bloom dikutip oleh Titin

Syahowiyah yaitu dengan taxsonomy of education objectives membagi

tujuan pendidikan menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, psikomotorik. 21

20
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta:Pustaka Belajar, 2010), h. 42.
21
Titin Syahowiyah, “Pengaruh Metode Pembelajaran Praktek terhadap Motivasi dan Hasil Belajar
PAI Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,” Didkatika 10, no. 2 (2016): 4.

18
Tabel 2.1

Indikator Hasil belajar

No Ranah Indicator
1. Ranah kognitif a.1 Dapat menyebutkan
a. Ingatan, Pengetahuan a.2 Dapat menunjukkan kembali
(knowledge) b.1 Dapat menjelaskan,
b. Pemahaman b.2 Dapat mendefinisikan dengan
(Comprehension) bahasa sendiri
c. Penerapan (Application) c.1 Dapat memberikan contoh
d. Analisis (Analysis) c.2 Dapat menggunakan secara tepat
e. Menciptakan, membangun d.1 Dapat menguraikan
(Synthesis) d.2 Dapat mengklasifikasikan/
f. Evaluasi (Evaluation) memilah
e.1 Dapat menghubungkan materi –
materi, sehingga menjadi kesatuan
yang baru
e.2 Dapat menyimpulkan
e.3 Dapat menggeneralisasikan
(membuat prinsip umum)
f.1 Dapat menilai,
f.2 Dapat menjelaskan dan
menafsirkan,
f.3 Dapat menyimpulkan
2. Ranah Afektif a.2 Menunjukkan sikap menerima 1.2
a. Penerimaan (Receiving) Menunjukkan sikap menolak
b. Sambutan b.2 Kesediaan berpartisipasi/terlibat
c. Sikap menghargai (Apresiasi) b.2 Kesediaan memanfaatkan
d. Pendalaman (internalisasi) c.2 Menganggap penting dan
e. Penghayatan (karakterisasi) bermanfaat
c.2 Menganggap indah dan harmonis
c.2 Menggagumi
d.2 Mengakui dan menyakini
d.2 Mengingkari
e.2 Melembagakan atau meniadakan
e.2 Menjelmakan dalam pribadi dan
perilaku sehari-hari.

19
3. Ranah psikomotor a.3 Kecakapan mengkoordinasikan
a. Keterampilan bergerak dan gerak mata, telinga, kaki, dan
bertindak anggota tubuh yang lainnya.
b. Kecakapan ekspresi verbal dan b.3 Kefasihan melafalkan/
non-verbal mengucapkan
2.3 Kecakapan membuat mimik dan
gerakan jasmani

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencaPAIan tujuan

pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi

belajar itu sendiri. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar,

sebagai berikut: Faktor Internal adalah faktor yang ada dalam diri individu

yang sedang belajar. Faktor internal meliputi:

1) Faktor Jasmaniah

Keadaan jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan

melatarbelakangi aktivitas belajar, keadaan jasmani yang segar akan

lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar;

keadaan jasmani yang lelah akan lain dengan keadaan jasmani yang

tidak lelah.

2) Faktor psikologis meliputi:

a) Intelegensi

Intelegensi merupakan kecakapan yang terdiri dari tiga jenis

yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam

situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan

konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasasi dan

mempelajarinya secara cepat. Intelegensi pada umumnya dapat

20
diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan

atau menyesuaikan diri pada lingkungan dengan tepat. Jadi,

intelegensi bukan persoalan kualitas otak saja, melainkan juga

kualitas organ-organ tubuh lainnya, akan tetapi memang harus diakui

bahwa peran otak dalam hubungannya dengan intelegensi manusia

lebih menonjol dari pada peran organ-organ tubuh lainnya, lantaran

otak merupakan “menara pengontrol” hampir seluruh aktivitas

manusia.

b) Perhatian

Untuk dapat menjamin hasil belajar siswa yang baik, maka

siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya.

c) Minat

Minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang

tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dapat

mempengaruhi hasil belajar. Misalnya siswa yang menaruh minat

besar pada pelajaran akan memusatkan perhatiannya lebih banyak

dari pada siswa lainnya. Kemudian, karena pemusatan perhatian yang

intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk

belajar lebih giat, dan akhirnya mencaPAI hasil belajar yang

diinginkannya.

d) Bakat

Secara umum bakat (aptitude) adalah kemampuan potensial

yang dimiliki seseorang untuk mencaPAI keberhasilan pada masa

yang akan datang. Dengan demikian, sebetulnya setiap orang pasti

21
memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencaPAI hasil belajar

samPAI ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing.

3) Faktor Kelelahan

Kelelahan seseorang dapat dibedakan menjadi dua yaitu

kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.

a. Faktor Eksternal adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor

ekstern meliputi: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.


22

4. Macam macam Tes Hasil Belajar

Tes hasil belajar dikelompokkan menurut peranan fungsinya dalam

pembelajaran, tes hasil belajar tersebut dibagi menjadi beberapa macam

antara lain:

1. Tes formatif, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur dan

mengetahui pokok bahasan tertentu bertujuan memporeh

gambaran keberhasilan daya serap peserta didik terhadap pokok

bahasan tersebut. Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki

proses belajar mengajar pada bahan meteri tertentu dan dalam

waktu tertentu pula.

2. Tes Sub-Sumatif, yaitu tes yang bertujuan untuk memperoleh

gambaran daya serap dari peserta didik. Hasil tes ini dapat

dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan

diperhitungkan dalam menentukan nilai raport.

22
Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta,2010), hlm.
54.

22
3. Tes Sumatif, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur seberapa

peserta didik menguasai bahan pokok bahasan yang telah

diajarkan selama satu semester.23

B. Tinjauan Tentang Kebiasaan Belajar (Study Habit)

1. Pengertian Kebiasaan Belajar (Study Habit)

Menurut Aunurrahman kebiasaan belajar adalah perilaku belajar

seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga

memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya. 24

Menurut Slameto, belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan,

sikap, kecakapan dan keterampilan, cara-cara yang dipakai itu akan menjadi

kebiasaan. 25 Pendapat lain dari Burghardt dalam Muhibbin Syah dalam

bukunya Psikologi Belajar menyatakan bahwa: “Kebiasaan belajar itu

timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan

menggunakan stimulasi yang berulang-ulang. Proses belajar yang dilakukan

seseorang, pembiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak

diperlukan. Proses penyusutan atau pengurangan ini, muncul suatu pola

bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis” 26

Pendapat lain dari Djaali mengemukakan bahwa kebiasaan belajar

dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang menetap pada diri siswa pada

waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas dan

23
Pupuh Fathurrohman dan M. Soby Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: PT Refika
Aditama, 2011), hal 114
24
Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta,2011) hal. 185
25
Slameto, Belajar dan faktor-Faktor yang Memengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta,2013),hal. 82.
26
Muhibbin Syah, Pembelajaran di Sekolah Dasar,( Jakarta: Raja Grafindo Persada,2013) hal. 121.

23
pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan. Kebiasaan belajar

merupakan suatu cara atau metode yang dilakukan oleh seseorang secara

berulang-ulang dan pada akhirnya menjadi suatu ketepatan dan bersifat

otomatis. 27

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan

belajar adalah cara belajar yang paling sering dilakukan oleh siswa yang

terbentuk dari aktifitas belajar siswa baik secara sengaja maupun tidak.

Kebiasaan belajar pada dasarnya tersususun dan terencana dengan baik yang

akan menghasilkan suatu dorongan bagi diri siswa untuk berprestasi dan

bertanggung jawab dengan tugasnya. Apabila siswa memiliki kebiasan

belajar yang kurang tepat, maka hasil belajar yang akan diperolehnya tidak

akan maksimal. Kebiasaan seseorang dalam belajar terbentuk dari kebiasaan

belajar siswa secara mandiri di rumah dan kebiasaan belajar di sekolahnya.

2. Dimensi dan Indikator Kebiasaan Belajar

Dimensi dan indikator kebiasaan belajar menurut Djaali dalam

penelitian ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

a. Delay Avoidan (DA) merupakan kebiasaan belajar seseorang yang

dilakukan dimana menunjuk pada ketepatan waktu penyelesaian

tugas-tugas akademis, menghindarkan diri dari hal-hal yang

memungkinkan tertundanya penyelesaian tugas, dan

menghilangkan rangsangan yang akan menganggu konsentrasi

27
Djaali, Psikologi Pendidikan,( Jakarta: Bumi Aksara,2014) hal 128

24
belajar. Dalam penelitian ini, yang termasuk dalam indikator

kebiasaan belajar DA atau kesigapan dalam belajar meliputi

konsentrasi dan penyelesaian tugas.

b. Work Methods (WM) merupakan kebiasaan perilaku seseorang

yang menunjuk kepada penggunaan cara (prosedur) belajar yang

efektif dan efisien dalam mengerjakan tugas akademik dan

keterampilan belajar. Dalam penelitian ini yang termasuk dalam

indikator kebiasaan belajar WM atau metode kerja dalam belajar

adalah cara mengikuti kegiatan pembelajaran, cara belajar

kelompok, cara belajar individu, sarana belajar, waktu belajar, dan

bagaimana pembuatan jadwal serta pelaksanaannya.28

3. Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar pada siswa

sangat beragam. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dalam diri siswa

sendiri ataupun dari lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi

kebiasaan belajar siswa ini seharusnya di manipulasi sedemikian rupa

sehingga dapat membuat sebuah perilaku kebiasaan belajar yang

bersifat positif bagi siswa.

Kebiasaan belajar dapat terwujud dan dilaksanakan siswa dalam

kaitannya dengan aktivitas kehidupan yang nampak yaitu dalam bentuk

tingkah laku khususnya dalam proses pembelajaran disekolah,

kebiasaan belajar ini tidak muncul dengan sendirinya melainkan

28
Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara 2014) 128

25
dikondisikan dan dibentuk melalui berbagai kegiatan baik melalui

pengalaman, latihan dan belajar, yang dilakukan secara terus menerus,

berkesinambungan dalam suasana pembelajaran.

Pengalaman dan latihan itu sengaja dan disadari, atau merupakan

proses belajar samPAI dengan tercaPAInya kematangan dan

kemantapan dalam mengambil keputusan itu terjadi karena adanya

proses pembelajaran, dalam pembentukan kebiasaan kebiasaan dengan

melalui pembelajaran ini individu akan dipengaruhi oleh beberapa

faktor antara lain faktor luar individu dan faktor dalam individu itu

sendiri itu sendiri Sejalan dengan yang diungkapkan Syamsu Yusuf29

bahwa kebiasaan belajar dapat dipengaruhi oleh faktor intern dan

ekstern dan dapat dikembangkan melalui latihan, pemahaman, perasaan

dan keyakinan tentang manfaat belajar.

4. Peranan Kebiasaan Belajar dalam Kegiatan Belajar

Kebiasaan belajar cenderung menguasai perilaku siswa pada

setiap mereka melakukan kegiatan belajar. Hal ini disebabkan

kebiasaan sebagai cara yang mudah dan tidak memerlukan konsentrasi

dan perhatian yang besar. Suryabrata dalam Djaali 30 merumuskan cara

belajar yang efisien adalah dengan usaha sekecil-kecilnya memberikan

hasil yang sebesar-besarnya bagi perkembangan individu yang belajar.

29
Syamsu, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, (Bandung: Rosda 2006)
30
Ibid, 129

26
Mengenai cara belajar yang efisien belum menjamin keberhasilan

dalam belajar. Namun, yang paling penting siswa mampu

memraktikkannya dalam belajar sehari-hari, sehingga lama-kelamaan

menjadi kebiasaan, baik di dalam kelas maupun di luar sekolah. Syah


31
mengungkapkan peranan kebiasaan belajar agar siswa memeroleh

sikap-sikap perbuatan baru yang lebih positif dalam arti selaras

dengan kebutuhan waktu dan ruang. Arti positif tersebut selaras

dengan norma dan tata nilai moral yang berlaku, baik yang bersifat

religius maupun tradisional dan kultural. Kebiasaan belajar dapat

diberlakukan untuk menopang pendidikan karakter.

Djaali mengungkapkan peranan kebiasaan belajar menjadi dua,

yaitu: delay avoidan dan work methods. Delay Avoidan (menghindari

keterlambatan) merupakan kebiasaan belajar yang merujuk pada

ketepatan waktu penyelesaian tugas-tugas akademis, menghindarkan

diri dari hal-hal yang memungkinkan tertundanya penyelesaian tugas,

dan menghilangkan rangsangan yang akan mengganggu konsentrasi

dalam belajar. Work Methods (cara kerja) merupakan kebiasaan

belajar yang menunjuk kepada penggunaan cara (prosedur) belajar

yang efektif dan efisien dalam mengerjakan tugas akademik dan

keterampilan belajar.

31
Syah, Muhibbin,Psikologi Belajar. (Jakarta: Rajawali Pers,2015) hal 128

27
5. Aspek Kebiasaan Belajar

Kebiasaan belajar yang baik seharusnya diaksanakan oleh seluruh

siswa. Di dalam kebiasaan belajar yang dilakukan oleh siswa, terdapat

beberapa aktivitas belajar di dalamnya.

Menurut Paul B Diedrich dalam Nanang Hanafiah dan Cucu

Suhana ada beberapa aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa, antara

lain: 32

a. Kegiatan Visual yaitu membaca, melihat gambar-gambar,

mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran dan mengamati

orang lain bekerja atau bermain.

b. Kegiatan Lisan yaitu mengemukakan sesuatu fakta atau prinsip,

menghubungkan suatu kejadian , mengajukan pertanyaan,

memberi saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi

dan interupsi.

c. Kegiatan Mendengarkan yaitu mendengarkan penyajian bahan,

mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok atau

mendengarkan radio.

d. Kegiatan Menulis yaitu menulis cerita, menulis laporan,

memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat outline atau

rangkuman dan mengerjakan tes serta mengisis angket.

32
Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung: Refika
Aditama,2010) hal. 24.

28
e. Kegiatan Menggambar yaitu menggambar, membuat grafik,

diagram, peta dan pola.

f. Kegiatan Motorik yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat,

melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan

permainan serta menari dan berkebun.

g. Kegiatan Mental yaitu merenungkan, mengingat, memecahkan

masalah, menganalisa faktor-faktor, melihat hubunganhubungan

dan membuat keputusan.

h. Kegaiatan Emosional yaitu minat, membedakan, berani, tenang,

merasa bosan dan gugup.

C. Tinjauan Tentang Gaya Belajar (Learning Style)

1. Pengertian Gaya Belajar (Learning Style)

Menurut De Porter dan Hernacki dalam Rahmawati dinyatakan

bahwa “Gaya Belajar adalah kombinasi dari cara seseorang dalam

menyerap informasi, kemudian mengatur informasi, dan mengolah

informasi tersebut menjadi bermakna”.33

Berdasarkan penjelasan mengenai gaya belajar, dapat

disimpulkan gaya belajar merupakan suatu pendekatan atau cara yang

ditempuh masing-masing individu untuk mendapatkan, mengolah,

memahami, dan mengingat informasi. Gaya belajar merupakan cara

yang dipilih seseorang untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan

dalam suatu proses pembelajaran. Gaya belajar yang dimiliki masing-

33
Rachmawati, Tutik dan Daryanto. 2015. Teori Belajar dan Proses Pembelajaran Yang Mendidik.
Yogyakarta:Gava Media.

29
masing individu berbeda-beda. Jika seseorang memproses informasi

dengan cara yang tidak nyaman bagi mereka, maka mereka akan sulit

mendapatkan serta memahami informasi dalam suatu pembelajaran.

Oleh karena itu, kebutuhan belajar setiap orang berbeda, cara belajar

serta memproses informasi pun berbeda. Jadi, gaya belajar merupakan

cara yang ditempuh setiap siswa untuk mendapatkan dan menerima

pelajaran dari guru.

Gaya belajar merupakan suatu pendekatan yang menjelaskan

mengenai bagaimana individu belajar atau cara yang ditempuh oleh

masing-masing orang untuk berkonsentasi pada proses, dan menguasai

informasi yang sulit dan baru melalui persepsi yang berbeda. Gaya

bersifat individual bagi setiap orang, dan untuk membedakan orang

yang satu dengan orang lain. Demikian, secara umum gaya belajar

diasumsikan mengacu pada kepribadian-kepribadian, kepercayaan-

kepercayaan, pilihan-pilihan, dan perilaku-perilaku yang digunakan

oleh individu untuk membantu dalam belajar mereka pada suatu situasi

yang telah dikondisikan.

2. Dimensi dan Indikator Gaya Belajar

Mengacu pada teori dan ciri-ciri gaya belajar (VAK) visual,

auditorial, dan kinestetik menurut De Porter34maka dapat dibuat

indikator dari ketiga gaya belajar tersebut sebagai berikut:

34
De Porter, Bobbi dan Mike Hernacki. Quantum Learning (Bandung: Kaifa 2010)

30
a. Gaya belajar visual

a) Belajar dengan cara visual, misalnya siswa dapat memahami

penjelasan dari guru secara langsung.

b) Mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar,

misalnya siswa dapat mengingat materi dengan melihat penjelasan guru

di depan kelas.

c) Rapi dan teratur, misalnya siswa merapikan seragamnya setiap

saat.

d) Tidak terganggu dengan keributan, misalnya siswa tetap dapat

belajar meskipun suasana kelas ramai.

e) Sulit menerima instruksi verbal, misalnya siswa mudah lupa jika

guru hanya menjelaskan materi sekali saja dan tidak diulangi lagi.

b. Gaya belajar auditorial

a) Belajar dengan cara mendengar, misalnya siswa dapat

memahami materi hanya dengan mendengar penjelasan guru saja.

b) Baik dalam aktivitas lisan, misalnya siswa senang jika belajar

sambil diskusi.

c) Memiliki kepekaan terhadap musik, misalnya siswa belajar

sambil mendengarkan musik.

d) Mudah terganggu dengan keributan, misalnya siswa tidak dapat

berkonsentrasi belajar jika suasana ramai.

e) Lemah dalam aktivitas visual, misalnya siswa merasa malas jika

disuruh mencatat materi.

c. Gaya belajar kinestetik

31
a) Belajar dengan aktivitas fisik, misalnya siswa senang jika

melakukan praktik.

b) Peka terhadap ekspresi dan bahasa tubuh, misalnya siswa senang

menghafalkan materi sambil berjalan.

c) Berorientasi pada fisik dan banyak bergerak, misalnya siswa

menggunakan jari sebagai penunjuk saat membaca.

d) Suka coba-coba dan kurang rapi, misalnya siswa suka mengerjakan

soal soal tanpa disuruh terlebih dahulu.

e) Menyukai kerja kelompok dan praktik, misalnya siswa lebih

bersemangat jika ia belajar bersama teman-temannya.

3. Faktor yang Mempengaruhi Gaya Belajar

Menurut David Kolb dalam Tutik Rahmawati setiap orang memiliki

dan mengembangkan gaya belajar tersendiri yang dipengaruhi oleh tipe

kepribadian, kebiasaan dan habit, serta berkembang sejalan dengan waktu

dan pengalaman. Pola atau gaya belajar tersebut dipengaruhi oleh jurusan

atau bidang yang digeluti, yang selanjutnya akan turut mempengaruhi

keberhasilan seseorang dalam meraih prestasinya dalam belajar. Sedangkan

menurut Kolb ada lima tingkatan berbeda yang mendasari seseorang

memiliki gaya belajar tertentu yaitu tipe kepribadian, jurusan yang dipilih,

karier atau profesi yang digeluti, pekerjaan atau peran yang sedang

dilakukan, dan adaptive competencies (kompetensi adaptif).35

35
Tutik Rahmawati, Daryanto, Teori Belajar dan Proses Pembelajaran Yang Mendidik,
(Yogyakarta: GAVA MEDIA, 2015), hal.23

32
Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan gaya belajar

seseorang, temasuk siswa, bahwa gaya belajar merupakan komponen yang

ada pada kepribadian seseorang yang dinamis, terbentuk, dan berkembang

sesuai dengan tuntutan waktu, situasi yang ada. Faktor-faktor tersebut

adalah tingkatan-tingkatan yang merupakan hasil dari interaksi antar

individu dengan lingkungannya.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa faktor yang dapat

mempengaruhi gaya belajar siswa, dapat dilihat dari segi pendidikan dalam

keluarga, pergaulan teman sebaya dan lingkungan disekitar tempat

tinggalnya. Dari hal-hal tersebut yang menjadikan faktor kebiasaan siswa,

sehingga menjadi komponen keribadian yang melekat pada diri siswa. 36

D. Pengaruh Antar Variabel

1. Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Hasil Belajar

Menurut Djaali dalam Mardhiyatun “kebiasaan belajar

merupakan cara atau teknik yang menetap pada diri siswa pada waktu

menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan

waktu untuk menyelesaikan kegiatan” Kebiasaan belajar memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. 37 Kebiasaan belajar yang baik

akan menjadi suatu cara yang melekat pada diri siswa, sehingga siswa akan

melakukannya dengan senang dan tidak ada paksaan.

36
M. Nur Gufron dan Risnawati, Gaya Belajar Kajian Teoritik, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013).
hal. 101
37
Mardiyatun M.R, PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA,
Journal of Elementary Education 2015, vol 4 no. 1

33
Kebiasaan belajar bukan hanya kegiatan yang dilakukan secara

rutin mendengarkan penjelasan dari guru, namun juga diskusi dengan teman

di kelas maupun di luar kelas. Kebiasaan belajar yang dilakukan oleh siswa

berbeda-beda. Dengan kata lain, kebiasaan belajar merupakan cara-cara

belajar yang dilakukan oleh siswa untuk memperoleh pengetahuan.

Kebiasaan belajar berhubungan positif dengan hasil belajar siswa. Semakin

baik kebiasaan belajar siswa maka akan semakin baik pula nilai hasil belajar

siswa. Hasil belajar yang difokuskan dalam penelitian ini yaitu hasil belajar

pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.

Menurut Dimyati dan Mudjiono 38 dalam buku nya yang berjudul

belajar dan pembelajaran menjelaskan tentang faktor internal yang

terbentuk dari dalam diri siswa itu sendiri antara lain kesehatan jasmani

rohani, sikap, intelegensi dan bakat, minat, motivasi, kebiasaan belajar, dan

lain sebagainya, sedangkan faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa

itu antara lain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, guru, masyarakat

serta ling-kungan sekitar. Suwardi39 menjelaskan mengenai kontribusi

masing-masing faktor tersebut terhadap hasil belajar. Ia menemukan faktor

yang berpengaruh terhadap hasil belajar, yaitu Faktor psikologi siswa

(27,54%), Faktor lingkungan masyarakat (10,18%), Faktor lingkungan

sekolah (8,70%), Faktor pendukung belajar (6,98%), Faktor lingkungan

keluarga (6,50%), dan Faktor waktu sekolah (6,23%).Berdasarkan

38
Dimyati, dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta 2010)
39
Suwardi, Dana Ratifi. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Kompetensi Dasar
Ayat Jurnal Penyesuaian Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Bae Kudus,
Economic Education Analysis Journal 2012, vol.1 no.2

34
penelitian Suwardi tersebut, faktor terbesar yang memengaruhi hasil belajar

adalah faktor psikologi sebesar 27,54%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan

bahwa faktor psikologis memberikan kontribusi yang besar dalam

keberhasilan belajar siswa.40

Dari penelitian yang ditulis oleh Nurmalia dalam jurnal JSEE -

Vol. IV, No. 1 April 2016 yang berjudul pengaruh kebiasaan belajar siswa

terhadap hasil belajar siswa di madrasah aliah negeri (MAN) kreueng

geukueh kabupaten aceh utara. Kebiasaan Belajar memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap Hasil Belajar dan tergolong kuat.41 Kebiasaan yang

efektif diperlukan oleh setiap individu dalam kegiatan belajarnya, kerena

sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan hasil belajar yang akan diraih.

Kebiasaan belajar sangat berkaitan dengan keterampilan belajar yang

dimiliki seseorang.42

Dari penelitian yang ditulis oleh Sandi Budiana dalam jurnal

ilmiah pendidikan vol.12 no.2 Desember 2020 yang berjudul pengaruh

kebiasaan belajar tehadap hasil belajar matematika di SD Negeri Sukasari

Kota Bogor. Kebiasaan belajar yang baik akan menjadi suatu cara yang

melekat pada peserta didik sehingga peserta didik melakukannya dengan

senang hati dan tanpa paksaan dari pihak manapun dan memperoleh hasil

belajar yang baik pula. Kebiasaan belajar yang tidak baik disebabkan peserta

40
Suwardi, Dana Ratifi. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Kompetensi Dasar
Ayat Jurnal Penyesuaian Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Bae Kudus,
Economic Education Analysis Journal 2012, vol.1 no.2
41
Nurmalia, PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI
MADRASAH ALIAH NEGERI (MAN) KREUENG GEUKUEH KABUPATEN ACEH UTARA, JSEE 2016, Vol.4
no.1.
42
A. Nur Azmi, PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA
KELAS XI IPS SMA NEGERI 8 SOPPENG 2015

35
didik kurang memahami cara-cara belajarnya sendiri dan kebiasaan kurang

kesungguhan dalam proses belajar terutama pada mata pelajaran yang

dianggap sulit seperti mata pelajaran matematika yang perlu mendapatkan

perhatian. 43

Dari penelitian yang ditulis oleh Rianita Simamora dalam jurnal

Matematic Paedagogic Vol.6 No.1 September 2021 yang berjudul Pengaruh

Kebiasaan belajar tehadap Hasil belajar di SMAN 5 Pematangsiantar.

Kebiasaan belajar bukan bakat alami atau bawaan dari lahir, setiap orang

dapat membentuk sendiri kebiasaan itu. Kebisaan belajar merupakan suatu

tingkah laku yang terbentuk karena dilakukan berulangulang dan biasanya

mengikuti cara atau suatu pola tertentu, sehingga akan terbentuk suatu

kebiasaan belajar.44

Dari penelitian-penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa

kebiasaan belajar memiliki hubungan positif dengan hasil belajar yang

artinya semakin bervariasi yang terbentuk melalui kebiasaan belajar, maka

semakin bervariasi pula hasil belajar siswa yang diperoleh dengan baik

melalui kebiasaan belajar yang berbeda-beda.

2. Pengaruh Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar

Menurut Ghufron dalam bukunya yang berjudul Gaya Belajar

Teoritik mengatakan bahwa Gaya belajar merupakan sebuah pendekatan

yang menjelaskan mengenai bagaimana individu belajar atau cara yang

43
Sandi Budiana, Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika, jurnal ilmiah
pendidikan, vol.12 No.2, 2020.
44
Rianita Simamora, Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Hasil belajar SMAN 5 Pematangsiantar,
jurnal Matematic Peadegogic, vol.6 no.1, 2021

36
ditempuh oleh masing-masing orang untuk berkonsentrasi pada proses, dan

menguasai informasi yang sulit dan baru melalui persepsi yang membedakan

orang yang satu dengan yang lain. Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa

gaya belajar setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan kebiasaan orang

tersebut dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi. 45

Dari penelitian Ahmad Suyono dalam jurnal pendidikan ekonomi

akuntansi Vol.6 No.1. 2018 dengan judul pengaruh gaya belajar terhadap

hasil belajar akuntansi yang menjelaskan Hasil belajar merupakan perolehan

akhir dari proses pembelajaran. Hasil belajar adalah batasan yang dimiliki

oleh peserta didik dalam pemahaman materi. Hasil belajar yang baik dapat

mencermikan gaya belajar yang baik karena dengan mengetahui dan

memahami gaya belajar yang terbaik bagi dirinya akan membantu siswa

dalam belajar sehingga hasilnya akan maksimal. Banyak faktor yang

mempengaruhi hasil belajar didalam kelas, sehingga ini menjadi tugas

pendidik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan mengetahui

gaya belajar peserta didik. 46

Dari penelitian Imroatul Hasanah dalam jurnal pendidikan ekonomi

Vol.12 No.2. 2018 dengan judul pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar

siswa kelas XI jurusan akuntansi pada kompetensi dasar jurnal khusus di smk

negeri 1 jember semester genap tahun ajaran 2017/2018. Setiap siswa

memiliki ketiga gaya belajar (V-A-K) Visual, Auditory, Kinestetik. Namun

45
Ghufron, Nur dan Risnawit, Rini, Gaya Belajar Kajian Teoritik. (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2012)
46
Akhmad Suyono, PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN
AKUNTANSI KELAS XI IPS SMA N 3 TAPUNG TAHUN AJARAN 2017/2018, Jurnal Pendidikan Ekonomi
Akuntansi FKIP UIR Vol.6 No.1 2018.

37
jika dilihat dari karakteristik pada kompetensi dasar jurnal khusus maka siswa

harus menyesuaikan gaya belajar dengan apa yang akan dipelajari. Gaya

belajar visual umumnya disebut sebagai gaya belajar dengan cara

pengamatan, gaya belajar ini sangat mengandalkan indera penglihatan (mata)

dalam proses pembelajaran. Siswa juga cenderung untuk duduk didepan agar

dapat melihat dengan jelas. Selain itu, siswa berpikir jika belajar lebih cepat

dengan menggunakan tampilan-tampilan visual seperti diagram, bagan, tabel,

dan grafik atau dengan kata lain lebih mudah mempelajari bahan pelajaran

yang dapat dilihat dengan indera penglihatannya.

Dari penelitian Ilfa Irawati dalam jurnal Pijar MIPA Vol.16 No.1

2020 dengan judul Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA. Gaya

belajar merupakan cara seseorang merasa mudah, nyaman, dan aman saat

belajar, baik dari sisi waktu maupun secara indra. Modalitas belajar yang

paling popular dan dikenal hingga sekarang adalah modalitas atau gaya

belajar VAK yaitu gaya belajar Visual, Auditory, dan Kinestetik.47

Dari penelitian-penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Gaya

Belajar setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan orang tersebut

dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi, maka akan berbeda pula

pemahaman materi secara maksimal dari hasil belajar yang diperoleh siswa.

Hasil Belajar yang baik merupakan cerminan Gaya Belajar yang baik.

47
Ilfa Irawati,Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA, jurnal pijar MIPA, Vol. 16
No.1.2020.

38
3. Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Gaya Belajar terhadap Hasil

Belajar

Dari penelitian Suwandi dalam jurnalnya yang berjudul Faktor-

Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Kompetensi Dasar Ayat

Jurnal Penyesuaian Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS di SMA Negeri

1 Bae Kudus, Economic Education Analysis Journal 2012, vol.1 no.2 tentang

faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu kebiasaan belajar dan

gaya belajar. Kebiasaan belajar sendiri sangat berpengaruh terhadap hasil

belajar siswa menurut penelitian yang dilakukan Suwardi faktor terbesar yang

memengaruhi hasil belajar adalah faktor psikologi salah satunya yaitu

kebiasaan belajar Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa faktor psikologis

memberikan kontribusi yang besar dalam keberhasilan belajar siswa. 48

Dari penelitian Yakobus Mite dkk, dalam jurnalnya yang berjudul

Hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar siswa SMA Katolik Santa

Maria Malang Berbasis Skor Terkoreksi Dalam Pembelajaran Group

Investigation (GI) Tahun Ajaran 2015/2016, Jurnal pendidikan Teori

penelitian dan Pengembangan, Vol.1 No. 5 2016, hal 822. Pencapaian hasil

belajar sangat dipengaruhi metode pembelajaran juga dipengaruhi oleh

karakteristik siswa, seperti salah satunya yaitu gaya belajar. Setiap siswa

dalam belajar memiliki karakteristik dan prefensi gaya belajar yang berbeda

dalam cara mereka menerima dan memproses informasi sehingga perbedaan

48
Suwardi, Dana Ratifi. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Kompetensi Dasar
Ayat Jurnal Penyesuaian Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Bae Kudus,
Economic Education Analysis Journal 2012, vol.1 no.2

39
karakteistik sangat mempengaruhi hasil belajar siswa.49 Hasil belajar dapat

dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri siswa maupun faktor

dari luar diri siswa. Salah satu faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa

yaitu kebiasaan belajar dan gaya belajar keduanya sangat berpengaruh

tehadap hasil belajar siswa.

Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwasanya kebiasaan

belajar dan gaya belajar memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar,

yang artinya kedua variabel tersebut sangat mempengaruhi hasil belajar.

4. Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis ini digunakan untuk memperjelas arah tujuan

penelitian. Penelitian ini menggambarkan pengaruh Kebiasaan Belajar dan

Gaya Belajar terhadap Hasil belajar pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti

kelas XI SMAN 7 Kota Kediri.

Gambar 2.2
Kerangka Teoritis

X1

X2

49
Yakobus Mite dkk, Hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar siswa SMA Katolik Santa
Maria Malang Berbasis Skor Terkoreksi Dalam Pembelajaran Group Investigation (GI) Tahun Ajaran
2015/2016, Jurnal pendidikan Teori penelitian dan Pengembangan, Vol.1 No. 5 2016, hal 822.

40
Tahap pengujian hipotesis ini dilakukan dengan cara mencari pengaruh antara

variabel X1 terhadap variabel Y, pengaruh antara variabel X2 terhadap variabel

Y. Keterangan pada gambar kerangka teoritis yaitu:

X1 : Variabel Bebas (Kebiasaan Belajar)

X2 : Variabel Bebas (Gaya Belajar)

Y : Variabel Terikat (Hasil Belajar)

: Pengaruh antara X dan Y.

41

Anda mungkin juga menyukai