0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan11 halaman

Termokimia

Dokumen ini membahas tentang termokimia yang mempelajari perubahan energi dalam reaksi kimia. Jenis-jenis reaksi kimia dijelaskan beserta konsep system, lingkungan, dan jenis perubahan entalpi yang dapat terjadi dalam suatu reaksi kimia.

Diunggah oleh

La Divina T.H.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan11 halaman

Termokimia

Dokumen ini membahas tentang termokimia yang mempelajari perubahan energi dalam reaksi kimia. Jenis-jenis reaksi kimia dijelaskan beserta konsep system, lingkungan, dan jenis perubahan entalpi yang dapat terjadi dalam suatu reaksi kimia.

Diunggah oleh

La Divina T.H.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERMOKIMIA

Termokimia: cabang ilmu kimia yang


mempelajari perubahan kalor atau
energy yang menyertai suatu Jenis-jenis reaksi kimia:
reaksi kimia, baik yang diserap 1. Reaksi eksoterm (melepas kalor)
maupun dilepaskan.
Sist Lingkun
Energy tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, em gan
suhu naik
tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk ∆H - (+)
yang lain. Energy juga dapat mengalami panas
perpindahan dari system ke lingkungan, atau
sebaliknya.
System : segala hal yang diteliti kalor
perubahan Lingkungan
energinya
Lingkungan : segala sesuatu diluar system kalor Sist kalor
Contoh : air teh panas dalam gelas em
System lingkungan
kalor

Berdasarkan interaksi dengan lingkungan,


system dibagi menjadi 3:
1. System terbuka Reaktan
Memungkinkan terjadinya pertukaran kalor
dan materi antara system dan lingkungan. ∆H -
Contoh: reaksi pemanasan kalium karbonat Produk
dalam gelas kimia.

2. System tertutup
Memungkinkan terjadinya pertukaran kalor
antara system dan lingkungan, tetapi tidak 2. Reaksi endoterm (menyerap kalor)
terjadi pertukaran materi.
Contoh: reaksi antara batu kapur dengan air Lingkun Sist
dalam Erlenmeyer yang ditutup. gan em
suhu turun (-) ∆H +
3. System teriosalasi/tersekat dingin
Tidak mungkin terjadi pertukaran kalor dan
materi antara system dan lingkungan.
Contoh: air dalam termos kalor
Lingkungan

 Keseluruhan energy dalam bentuk kalor yang Sist


kalor kalor
terdapat dalam suatu sistem disebut entalpi. em
 Besarnya entalpi tidak dapat ditentukan, yang
dapat ditentukan adalah perubahan entalpi kalor
(∆H)

∆H = ∆Hproduk - ∆Hreaktan
Produk

∆H +
2NaOH(aq)
MACAM-MACAM PERUBAHAN + H2SO4(aq)
ENTALPI Na2SO4(aq)+
2H2O(l)
∆H = -200 kJ
1. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar
(∆Hᵒf)
Perubahan entalpi yang diperlukan atau
dilepaskan pada pembentukan 1 mol senyawa −200
dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar. ∆Hᵒn NaOH = = -100
2
Dibentuk dari unsur-unsurnya: kJ/mol
H2, O2, Cl2, N2, I2 −200
∆Hᵒn Na2SO4 = = -200 kJ
1
1
Na(s) + Cl2(g)  NaCl(s) ∆Hᵒf = -401,9 5. Perubahan Entalpi Penguapan Standar
2 (∆Hᵒvap)
kJ/mol
Perubahan entalpi yang diperlukan atau
1 mol
dilepaskan pada saat 1 mol zat dalam fasa cair
1 3 berubah menjadi fasa gas pada keadaan
N2 + H2  NH3(g)
2 2 standar.
1 mol H2O(l)  H2O(g) ∆Hᵒvap = +44 kJ

2. Perubahan Entalpi Penguraian Standar 6. Perubahan Entalpi Peleburan Standar


(∆Hᵒd) (∆Hᵒfus)
Perubahan entalpi yang diperlukan atau Perubahan entalpi yang diperlukan atau
dilepaskan pada penguraian 1 mol senyawa dilepaskan pada saat 1 mol zat dalam fasa
menjadi unsur-unsurnya dalam keadaan padat berubah menjadi fasa cair pada keadaan
standar. standar.
1 H2O(s)  H2O(l) ∆Hᵒfus = +6,01 kJ
NaCl(s)  Na(s) + Cl2(g) ∆Hᵒd= +401,9
2
kJ/mol 7. Perubahan Entalpi Sublimasi Standar
1 mol (kebalikan ∆H f)
ᵒ (∆Hᵒsub)
Perubahan entalpi yang diperlukan atau
SO2(g)  S(s) + O2(g) dilepaskan pada saat 1 mol zat dalam fasa
padat berubah menjadi fasa gas pada keadaan
3. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar standar.
(∆Hᵒc) H2O(s)  H2O(g) ∆Hᵒsub = +50,01 kJ
Perubahan entalpi yang diperlukan atau
dilepaskan pada pembakaran sempurna 1 mol ∆Hᵒsub = ∆Hᵒfus + ∆Hᵒvap
zat pada keadaan standar.
8. Perubahan Entalpi Pelarutan Standar
Pembakaran 1 mol etanol membebaskan kalor (∆Hᵒsol)
1350 kJ/mol Perubahan entalpi yang diperlukan atau
C2H5OH(l) + 3O2(g)  2CO2(g) + 3H2O(g) dilepaskan pada saat 1 mol zat melarut dalam
∆Hᵒc = -1350 kJ/mol suatu pelarut pada keadaan standar.
HCl(g)  HCl (aq) ∆Hᵒsol = -75,14 kJ
4. Perubahan Entalpi Netralisasi Standar
(∆Hᵒn)
Perubahan entalpi yang diperlukan atau Catatan
dilepaskan untuk menetralkan 1 mol asam oleh Atom pusat:
basa atau sebaliknya pada keadaan standar.  yang dijadikan 1 mol
Reaksi penetralan: asam + basa  garam + air  yang dijadikan patokan dalam mengerjakan
soal
 SO2(g)  S(s) + O2(g). SO2 atom pusat
H2O tetap = -285kJ
ATURAN DALAM PERHITUNGAN PERUBAHAN ENTALPI
1
O2 diabaikan, karena ada 2 (O2 dan O 2)
2
Perhitungan ∆H mempunyai aturan:
1. Koefisien reaksi menyatakan jumlah zat/mol
suatu materi
2. Harga ∆H bergantung pada jumlah zat
 Bila reaksi dibalik  tanda ∆H C2H2 2C + H2 ∆H= -225 kJ
dibalik 2C + 2O2  2CO2 ∆H= -780 kJ
 Bila reaksi dikali x  harga ∆H 1
dikali x H2 + O2  H2O ∆H= -285 kJ
2
 Bila reaksi dijumlahkan  harga ∆H
dijumlahkan
5
C2H2+ O2  2CO2 + H2O ∆H= -1290
3. Harga ∆H tidak bergantung pada jumlah 2
tahap reaksi, tetapi bergantung pada kondisi kJ
zat-zat yang bereaksi dan zat hasil reaksi
(Hukum Hess) 4. Diketahui CH4 + 2O2  CO2 + 2H2O ∆H= -
900 kJ. Bila kalor yang dihasilkan 1350 kJ,
Contoh soal: volume CO2 (STP) yang dihasilkan…liter.
1. Diketahui reaksi termokimia Jawab:
C4H8 + 6O2  4CO2 + 4H2O ∆H= -120 1 mol CH4 = -900
kkal x mol = -1350
Tentukan harga ∆H untuk reaksi berikut.
8CO2 + 8H2O  2C4H8 + 12O2 -900x = -1350
Jawab: −1350
x =
8CO2 + 8H2O  2C4H8 + 12O2 −900
 C4H8 dikiri  ∆H dibalik = +120 3
 Koef. C4H8 2  ∆H x 2 = +240 kkal x = mol
2
Jadi ∆H = +240 kkal
3
2. Diketahui reaksi 2S + 3O2 2SO3 ∆H= - mol CH4 = mol CO2 = mol
2
600 kJ. Jika kalor yang dihasilkan hanya
VSTP = 22,4 x mol
200 kJ, SO3 gas yang terebentuk… mol.
eksoterm 3
= 22,4 x
Jawab: 2
2 mol = -600 kJ -600x = -400 = 11,2 x 3
x mol = -200 kJ x = = 33,6 liter
−400
−600

3. Dari reaksi:
C(s) + O2(s)  CO2(g) ∆H= -390 kJ
1
H2(g) + O2(g)  H2O(s) ∆H= -285 kJ
2
2C + H2(g)  C2H2(s) ∆H= +225
kJ
Hitung ∆H untuk reaksi:
5
C2H2 + O2  2CO2 + H2O
2
Jawab:
C2H2 dibalik = -225 kJ
2CO2 dikali 2= -780 kJ
PENENTUAN ENTALPI REAKSI DENGAN KALORIMETER

 Dalam eksperimen, kalor yang dihasilkan


oleh reaksi (system) sama dengan kalor yang ρair = 1gram/mL
diterima oleh air dan calorimeter. 1 ml = 1 gram
 Calorimeter merupakan suatu system terisolasi 50 ml = 50 gram
sehingga tidak memungkinkan terjadinya
pertukaran energy dan materi anatara system −Q −mtotal . c . ∆ T
dan lingkungan. ∆H = =
mol gr / Mr
−52. 4,2 . 5
Besarnya kalor yang dihasilkan/diserap oleh =
0,05
system dalam calorimeter dapat dihitung sebagai
berikut:
−1092
=
0,05
Q = m.c.∆T atau Q = C. ∆T = -21840 J/mol
= -21,84 kJ/mol (eksoterm)

−Q 2. Pada suhu 25ᵒC direaksikan 50mL larutan HCl


∆H =
mol 0,4M dengan 50mL larutan NaOH 0,4M
Q = jumlah kalor (J, kJ, kal, kkal) dalam calorimeter. Ternyata suhu naik
m = massa larutan/campuran/total (g) menjadi 28ᵒC. Jika massa jenis air 1gr/mL dan
c = kalor jenis (Jg-1ᵒC-1 , Jg-1K-1) c = 4,2 J/gK. Entalpi penetralan…. kJ/mol
∆T = perubahan suhu (ᵒC) Diket:
C = kapasitas kalor (JᵒC-1 , JK-1) ∆T = 3ᵒC VNaOH = 50 mL
∆H = perubahan entalpi VHCl = 50 mL MNaOH = 0,4M
MHCl = 0,4M ρair = 1gram/mL
Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0 c = 4,2 J/gK ∆Hn = ……
Qreaksi = - (Qlarutan + Qkalorimeter) Jawab:
Qreaksi = - (m.c.∆T + C. ∆T) HCl + NaOH  NaCl + H2O

nHCl = M . V nNaOH= M . V
Harga ∆H bergantung pada: = 0,4 . 50
= 0,4 . 50
Eksoterm ∆H -  Suhu naik (dihasilkan, = 20 mmol
= 20 mmol
dibebaskan, melepas) = 0,02 mol
= 0,02 mol
(karena molnya sama, terserah pakai yang mana.
Endoterm ∆H +  Suhu turun (menyerap, Jika mol beda, maka pakai reaksi pembatas,
membutuhkan) mol terkecil
)
koef

Contoh soal: Massa = ρ . V


1. Pada pelarutan 2 gram kristal NaOH (Mr= 40) = 1. (50+50)
dalam 50 mL air terjadi kenaikan suhu dari = 100 gram
27ᵒC menjadi 32ᵒC. Jika kalor jenis larutan 4,2
J/gᵒC, entalpi pelarutan NaOH…. kJ/mol. −Q −m. c . ∆ T
∆Hn = =
Diket: mol mol
kenaikan suhu ∆H = −¿ −100 . 4,2. 3
Mr NaOH = 40 mNaOH = 2 gr =
0,02
Vair = 50 mL ∆T = 5ᵒC −100 . 4,2. 3
c =4,2 J/g C

∆Hsol = …… =
0,02
Jawab:
−1260
=
0,02
= - 63000 J/mol
= -63 kJ/mol (eksoterm)

Latihan soal:
1. Larutan NaOH 1M sebnayak 100mL
direaksikan dengan 100mL HCl 1M dalam
sebuah bejana terjadi kenaikan suhu dari
25ᵒC menjadi 28ᵒC. Jika larutan dianggap
sama dengan massa jenis air dan c = 4,2
J/gK. Hitung ∆H netralisasi!
Diket:
nNaOH= 0,1 mol ρlar = 1gram/mL
nHCl= 0,1 molc = 4,2 J/gK
∆T = 3ᵒC
Jawab:

Massa =ρ.V
= 1. (100+100)
= 200 gram

−Q −m. c . ∆ T
∆Hn = =
mol mol
−200 . 4,2. 3
=
0,1
−2520
=
0,1
= - 25200 J/mol
= -25,2 kJ/mol (eksoterm)
PENENTUAN ENTALPI REAKSI 5
∆H BERDASARKAN
= (2∆Hf CO2 + ∆Hf H2O)–(∆Hf C2H2+ ∆Hf O2)
ENTALPI PEMBENTUKAN STANDAR
2
-1300 = (2(-394) + (-286)) - ∆Hf C2H2

Dalam reaksi pembentukan:

 Koefisien yang dibentuk  1 mol


 Terbentuk dari unsur-unsurnya

2C + 2H2 + O2  CH3COOH ∆Hf C2H2 = 1300 + (-788-286)


1 mol = +226 kJ/mol

Jika pada persamaan reaksi semua ∆Hf zat


diketahui maka ∆H reaksi dapat dihitung dengan Latihan soal:
rumus: 1. Diketahui ∆Hf NH3 = -50kJ/mol, ∆Hf BF3 = -1140
∆H = ∆Hf produk - ∆Hf reaktan kJ/mol, ∆Hf NH3BF3 = -2615kJ/mol. Perubahan
∆H = ka - ki entalpi reaksi pembuatan 8,5 gram NH3BF3
(Mr= 85) dari NH3 dan BF3….
Unsur bebas ∆Hf = 0 Jawab:
NH3 + BF3  NH3BF3
∆H = ∆Hf NH3BF3 – (∆Hf NH3 + ∆Hf BF3)
Contoh soal: = -2615 – (-50 + (-1140))
1. Pada keadaan standar terjadi reaksi: = -2615 – (-1190)
CH4(g) + NH3(g)  HCN(g) + 3H2(g) ∆H= = -1425 kJ/mol
260 kJ/mol. Bila ∆Hf CH4 = -75, ∆Hf NH3 = -46.
Hitunglah ∆Hf HCN!
8,5
Jawab: Mol = = 0,1 mol
CH4(g) + NH3(g)  HCN(g) + 3H2(g) ∆H=
85
260
Unsur bebas ∆Hf = 0 1 mol NH3BF3 = -1425 kJ/mol
∆H = ∆Hf produk - ∆Hf reaktan 0,1 mol NH3BF3 = ? (x silang)
260 = (∆Hf HCN + 3∆Hf H2) – (∆Hf CH4 + = -142,5 kJ/mol
∆Hf NH3)
260 = (∆Hf HCN + 0) - (-75 + (-46))
260 = ∆Hf HCN - (-121)
∆Hf HCN = -121 + 260
= +139 kJ/mol (endo/menyerap kalor)

2. Pembakaran 1 gram asitilena (C2H2) Mr= 26


menghasilkan kalor 50 kJ/mol. Jika entalpi
pembentukan CO2 dan H2O masing-masing
adalah -394kJ/mol dan -286kJ/mol. Hitung
entalpi pembentukan asitilena!
Jawab:
5
C2H2 + O2  2CO2 + H2O ∆H= 50 kJ
2
−50
=
gr /Mr
−50
=
1/26
=-1300 kJ/mol
PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI REAKSI
BERDASARKAN ENERGI IKATAN

Energi ikatan: Hitung besarnya kalor yang diperlukan


Energy yang diperlukan untuk memutuskan untuk menguraikan 9 gram uap air (Mr= 18)
ikatankimia dalam 1 mol suatu senyawa sesuai persamaan: 2H2O(g)  2H2(g) +
berwujud gas pada keadaan standar menjadi O2(g)
atom-atom penyusunnya. Jawab:
2H2O(g)  2H2(g) + O2(g)
Energy ikatan dibedakan menjadi 3 ∆H = [(2 H–O–H)] – [(2 H–H) + (O=O)]
1. Energy atomisasi = [4 . 464] – [(2 . 436) + (500)]
Energy yang dibutuhkan untuk memutuskan = 1856 – 1372
semua ikatan dalam 1 mol molekul menjadi = 484 kJ/mol
atom-atom bebas dalam keadaan gas.
Contoh: Mol = gr/Mr
CH4(g)  C(g) + 4H(g) ∆H= 1668 kJ = 9/18
Terurai menjadi atom (4H), bukan unsur (2H2) = 0,5 mol

Molekul CH4 memiliki 4 ikatan C-H. 2 mol H2O = 484 kJ/mol


Jika energy ikatan CH4 = 417kJ, 0,5 mol H2O = ? (x silang)
Energy atomisasi pada CH4 = 4 x 417 = = 121 kJ/mol
1668 kJ

2. Energy disosiasi ikatan


Catatan:
Energy yang dibutuhkan untuk memutuskan
O=O  karena O golongan 6 (mengkap
salah satu ikatan yang terdapat pada suatu
2e, maka membentuk ik. rangkap
molekul dalam keadaan gas.
2)
Contoh:
CH4(g)  CH3(g) + H(g) ∆H= 431 kJ
Energy ikatan untuk memutuskan 1 atom H
dari moleku CH4 sebesar 431 kJ.

3. Energy ikatan rata-rata


Energy yang dibutuhkan untuk memutuskan
ikatan atom-atom pada suatu senyawa.
Perubahan entalpi reaksi (∆H) ditentukan
dari energy ikatan rata-rata setiap zat yang
terlibat dalam reaksi.

∆H = Σenergy pemutusan reaktan – Σenergy penggabungan produk


∆H = ki – ka (kalau ada tangan ki ka, bukan ka ki)

Contoh soal:
1. Diketahu energy ikatan:
O-H = 464 kJ/mol
O=O = 500 kJ/mol
H-H = 436 kJ/mol
SOAL-SOAL TERMOKIMIA

1. Diberikan persamaan termokimia berikut:


2CaO(s)  2Ca(s) + O2(g) ∆H = +1270 kJ
Untuk menghasilkan 16,8 gram CaO (Ar Ca = 4. Dalam kalorimeter volume tetap, 100 mL
40, Ar O = 16) maka dilepaskan kalor larutan NaOH x M direaksikan dengan 100
sebanyak….kJ. mL larutan HCOOH 2 M. Dalam reaksi ini
Jawab: suhu larutan naik sebesar 5°C. Bila larutan
2Ca(s) + O2(g)  2CaO(s) ∆H = -1270 kJ yang terbentuk mempunyai kalor jenis dan
gram 16,8 massa jenis berturut-turut 4,2 Jg-1ᵒC-1 dan 1
Mol CaO = = = 0,3 mol g/mL, dan kalor reaksi antara NaOH dan
Mr 56
HCOOH adalah -42 kJ/mol, maka nilai x
2 mol CaO = -1270 kJ adalah….
0,3 mol CaO = ? (x silang) Jawab:
= - 190,5 kJ - 42 kJ/mol = - 42.000 J/mol

2. Perubahan entalpi pembakaran heptane adalah n NaOH = 100 mL . x M


-4470 kJ/mol. Bila ∆Hf CO2 = -394 kJ/mol dan = 100x mmol
∆Hf H2O = -242 kJ/mol. Perubahan entalpi = 0,1x mol
pembentukan 10 gram heptane (Mr = 100) n HCOOH = 100 mL . 2M
pada keadaan standar adalah…kJ. = 200 mmol
Jawab: = 0,2 mol
C7H16 + 11O2  7CO2 + 8H2O ∆H = - 4470
kJ/mol Massa =ρ.V
∆H = ka – ki = 1. (100+100)
- 4470 = (7CO2 + 8H2O) – (∆HC7H16 + 11O2) = 200 gram
- 4470 = ((7 . -394) + (8 . -242)) – (∆HC7H16)
- 4470 = (-2758 – 1936) - ∆HC7H16 −m. c . ∆ T
∆H =
- 4470 = - 4694 - ∆HC7H16 mol
∆HC7H16= -4694 + 4470 −200 . 4,2. 5
= - 224 kJ/mol - 42.000 =
0,1 x
−2 . 42. 5
gram 10 - 4200 =
Mol = = = 0,1 mol 0,1 x
Mr 100 −10
- 100 =
0,1 x
1 mol C7H16 = - 224 kJ/mol
- 10x = - 10
0,1 mol C7H16 = - 22,4 kJ/mol
x =1M
3. Diketahui energy ikatan rata-rata:
5. Diketahui:
Cl-Cl = 244 kJ/mol H-Cl = 432 kJ/mol
∆Hf NH3(g) = -50 kJ/mol
O-H = 464 kJ/mol O=O = 498 kJ/mol
∆Hf BF3(g) = - 1140 kJ/mol
Perubahan entalpi untuk reaksi yang
∆Hf NH3BF3(g) = -2615 kJ/mol
dinyatakan dengan persamaan kimia:
Perubahan entalpi reaksi pembuatan 8,5 g
2Cl2(g) + 2H2O(g)  4HCl(g) + O2(g)
NH3BF3 (Mr = 85) dari NH3 dan BF3 adalah…
Jawab:
Jawab:
∆H = ki - ka
NH3 + BF3  NH3BF3
∆H = [2(Cl-Cl) + 2(H-O-H)] – [4(H-Cl) +
∆H = ka - ki
(O=O)]
∆H = [-2615] – [-50 + (-1140)]
∆H = [2(244) + 4(464)] – [4(432) + (498)]
∆H = - 1425 kJ/mol
∆H = [2344] – [2226]
∆H = +118 kJ/mol
8,5
Mol = = 0,1 mol
85 −m. c . ∆ T
∆H =
mol
1 mol NH3BF3 = - 1425 kJ/mol −400 . c . 2,5
0,1 mol NH3BF3 = - 142,5 kJ/mol -40.103 =
0,1
c = 4 Jg-1ᵒC

8. Bila kalor pembakaran asitilena pada reaksi:


6. Perhatikan rekasi pembakaran gas etana 1
berikut! C₂H2(g) + 2 O2(g)  2CO2(g) + H2O(l)
2
2C2H6(g) + 7O2(g)  4CO2(g) + 6H2O(g)
∆H= - 3120 kJ
Jika energi ikatan C-H, O=O, C=O, dan H-O
ialah ∆H = a kkal/mol
berturut-turut adalah 360, 490, 740, dan 460 kJ
sedangkan kalor pembentukan:
mol-¹ maka besarnya energy ikatan C-C
CO2(g) = b kkal/mol, H₂O(l) = c kkal/mol
adalah....kJ mol-¹
Maka menurut hukum Hess, kalor
Jawab:
pembentukan asitilena ialah….
2C2H6 + 7O2  4CO2 + 6H2O
Jawab:
∆H= ki – ka
5
C₂H2 + O2  2CO2 + H2O ∆H = a
2
H H
∆H = [2( ) + 7(O=O)] – kkal/mol
H C-C H C + O2  CO2 ∆H = b
H H kkal/mol
[4(C=O=C) + 6(H-O-H)] 1
H2 + O2  H2O ∆H = c kkal/mol
2
∆H = [12(C-H) + 2(C-C) + 7(O=O)] –
[8(C=O) + 12(O-H)] 2C + H2  C₂H2 ∆H = ?
- 3120 = [12(360) + 2(C-C) + 7(490)] – kkal/mol
[8(740) Data 1 = C₂H2 (dibalik)  -a
+ 12(460)] Data 2 = C (dikali 2)  2b
- 3120 = [7750 + 2(C-C)] – [11440] Data 3 = H2 (tetap) c
2(C-C)= -3120 + 11440 – 7750 -a + 2b + c
570
(C-C) =
2 a. -a + 2b + c d. .+a + 2b + c
= 285 kJ/mol b. a - 2b + c e. .+a - 2b - c
c. + a + 2b - c
7. Dalam kalorimeter sederhana (kapasitas
kalornya diabaikan), dilarutkan 4,25 g LiCl 9. Diketahui reaksi-reaksi:
(Mr = 42,5) ke dalam 395,75 mL air. Kalor 1
C(s) + O2(g)  CO(g) ∆H = -a kkal
pelarutan LiCl adalah - 40 [Link] -¹. 2
Temperatur sistem kalorimeter meningkat dari 2CO(g) + O2(g)  2CO2(g) ∆H = -b kkal
25°C menjadi 27,5°C. Kalor jenis larutan LiCl C(s) + O2(g)  CO2(g) ∆H = -c kkal
yang terbentuk dalam Jg-1ᵒC-1 adalah.... Menurut hukum Hess, hubungan antara a, b,
Jawab: dan c diberikan oleh ungkapan….
- 40 kJ/mol = - 40 .103 J/mol Jawab:
4,25 1
Mol = = 0,1 mol C(s) + O2(g)  CO(g) tetap = -a
42,5 2
2CO(g) + O2(g)  2CO2(g) dibagi 2 =-
Massa =ρ.V 1
= 1. (4,25 + 395,75) b
2
= 400 gram
1 ∆H3 = -790 + (593)
C(s) + O2(g)  CO2(g) ∆H -a - b= = -197
2
-c
(data paling bawah langsung -2a – b = - 13. Perhatikan reaksi termokimia berikut.
2c 1
1)Na(s) + Cl2(g)  NaCl(s) ∆H
jadikan patokan) 2
= -kJ/mol
1 1
a. a = b + c d. 2a = c - b 2)C(s) + O2(g)  CO(g) ∆H =
2 2
b. c = 2a + ½ e. ½ b = 2a + c -kJ/mol
c. 2c = 2a + b 1 3
3)NH3(g)  N2(g) + H2 ∆H=+kJ/mol
2 2
10. Jika diketahui:
4)SO2(g)  S(s) + O2(g) ∆H =
-kJ/mol
5)C2H5OH(l) + 3O2(g)  2CO2(g) +
2H2O(l) ∆H = -kJ/mol
Pasangan persamaan reaksi yang merupakan
Jawab:
∆Hᵒf, ∆Hᵒd, ∆Hᵒc secara berturut-turut
∆H1 = ∆H2 + ∆H3 - ∆H4
ditunjukkan oleh nomor…
∆H2 + ∆H3 = ∆H1 + ∆H4
a. 1), 2), dan 3) d. 2), 3), dan 4)
b. 1), 2), dan 4) e. 3), 4), dan 5)
a. ∆H1 + ∆H2 = ∆H3 + ∆H4
c. 1), 3), dan 5)
b. ∆H2 + ∆H3 = ∆H1 + ∆H4
c. ∆H1 + ∆H3 = ∆H2 + ∆H4
14. Reaksi berikut termasuk jenis reaksi…
CaC2(s) + 2H2O(l)  Ca(OH)2(aq) +
d. ∆H1 = ∆H2 + ∆H3 + ∆H4
C2H2(g) +411kj
e. ∆H4 = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3
[karena tidak ada tanda ∆H, maka cara bacanya:
melepas kalor sebesar +411 sehingga termasuk
11. Jika: reaksi eksoterm]
Mg + H2O  MgO + H₂ ∆H = a
H2 + ½O₂  H₂O ∆H = b
2Mg + O2  2MgO ∆H = c
maka menurut hukum Hess adalah… a. Endoterm d. pembakaran
Jawab: b. Eksoterm e. penguraian
Mg + H2O  MgO + H₂ dikali 2 = 2a c. Pembentukan
H2 + ½O₂  H₂O dikali 2 = 2b 15. Yang merupakan reaksi endoterm adalah…
2Mg + O2  2MgO ∆H 2a + 2b = c a. 4NH3(g) +5O2(g)  4NO(g) +
6H2O(g)
a. b=c+a d. 2b = 2c + a ∆H = -905 kJ (reaksi pembakaran ∆H = - /
b. a=b+c e. 2c = a + 2b eksoterm)
c. 2a = c - 2b 3
b. Ca(s) + C(s) + O2(g)  CaCO3
2
12. Hitung haerga x pada diagram siklus +1207,1 kJ (reaksi pembentukan, melepas
berikut! kalor sebesar +1207,1 / eksoterm)
1
c. CaO(s)  Ca(s) + O2(g) -635,5 kJ
2
(reaksi penguraian, dibutuhkan kalor sebesar
-635,5 / endoterm)
d. Fe3O4(g) + 4H2(g)  3Fe(s) +
Jawab: 4H2O(g) ∆H = –d kkal (∆H = - /
∆H1 = ∆H2 + ∆H3 eksoterm)
-790 = -593 + ∆H3
e. 2HBr(g)  H2(g) + Br2 (g) +e
kkal
(melepas kalor / eksoterm)
16.

Anda mungkin juga menyukai