Manajemen Sumber Daya Manusia Efektif
Manajemen Sumber Daya Manusia Efektif
(Tugas Individu)
Disusun Oleh:
Ritme
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena telah memberikan
kesempatan dan kemudahan kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini
dengan judul “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Makalah ini disusun guna
memenuhi tugas dari Bapak Dr. Ishak Bagea, [Link]. M.A pada mata kuliah
Manajemen Sumber Daya Pendidikan. Selain itu, penulis juga berharap semoga
makalah ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca tentang manajemen
sumber daya pendidikan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ishak Bagea, [Link].
M.A, selaku dosen mata kuliah Manajemen Sumber Daya Pendidikan atas bimbingan
dan dukungannya kepada penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada
semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan
makalah ini.
Penulis
iii
DAFTAR ISI
Sampul ………………………………………………………………………….…… i
Kata pengantar…………………………………………………………………….. ii
Daftar isi……………………………………………………………………………….. iii
BAB I Pendahuluan…………………………………………………………………..1
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………… 2
1.3 Tujuan……………………………………………………………………… 3
BAB II Pembahasan……………………………………………………….…………4
2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia…………………………. 4
2.2 Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia……………………………….. 5
2.3 Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia………………………………… 8
2.4 Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Bisnis…………… 11
BAB III Penutup……………………………………………………………………..14
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………… 14
3.2 Saran……………………………………………………………………… 15
Daftar Pustaka……………………………………………………………………. 16
1
BAB I
PENDAHULUAN
nota bene adalah pihak yang menjalankan dan mengelola faktor-faktor produksi
sekaligus merupakan tujuan dari kegiatan produksi itu sendiri.
Mengutip pernyataan Rivai (2005), keberadaan manajemen sumber daya
manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, mengurus, dan
menggunakan SDM sehingga dapat berfungsi secara produktif, efektif, dan efisien
untuk mencapai tujuan perusahaan. Kegagalan perusahaan dalam mengelola SDM-
nya dapat mengakibatkan perusahaan gagal dalam mencapai sasaran dan tujuannya.
Jadi pada hakikatnya manajemen sumber daya manusia adalah proses
merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan seluruh kegiatan
pengadaan tenaga kerja, pengembangan karyawan, pemberian kompensasi,
pemeliharaan karyawan, dan pemutusan hubungan kerja berdasarkan ketentuan dan
perundangan yang berlaku untuk mencapai sasaran dan tujuan individu karyawan,
perusahaan, dan masyarakat.
Manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas
sumber daya manusia dalam perusahaan atau bisnis. Tujuan setiap perusahaan, yaitu
merekrut karyawan berkualitas, sesuai dengan budaya perusahaan, dan
mempertahankan mereka dalam jangka panjang. Untuk mencapai hal tersebut,
perusahaanmu perlu menerapkan manajemen SDM yang mumpuni dan berkualitas
pula. Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Karyawan yang
sejahtera dan bahagia tentunya dapat lebih produktif serta loyal terhadap perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi kehidupan perusahaan
dan bisnis karena, peran utama manajemen sumber daya manusia adalah mengelola
para pegawai untuk mencapai tujuan organisasi dan memperkuat budayanya di
tempat kerja. Apabila dilaksanakan secara efektif, manajer SDM dapat membantu
merekrut para profesional baru yang memiliki kemampuan untuk memajukan tujuan
perusahaan dan membantu pelatihan kinerja karyawan lainnya. Dalam makalah ini
akan dibahas tentang pengertian manajemen sumber daya manusia, tujuan
manajemen sumber daya manusia, dan fungsi manajemen sumber daya manusia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
3
BAB II
PEMBAHASAN
diungkapkan oleh Ulrich dan Lake (1990: Iswanto, 2013), sistem MSDM dapat
menjadi sumber kapabilitas organisasi yang memungkinkan perusahaan belajar dan
memperagakan kesempatan untuk peluang baru. Secara khusus, tujuan MSDM
adalah sebagai berikut:
- Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja
yang cakap, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi, seperti yang
dibutuhkan;
- Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia -
kontribusi, kemampuan dan kecakapan mereka;
- Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur
perekrutan dan seleksi yang teliti, sistem kompensasi dan insentif yang
tergantung pada kinerja, dan pengembangan manajemen serta aktivitas
pelatihan yang terkait dengan kebutuhan bisnis;
- Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang
menyadari bahwa karyawan adalah stakeholder dalam organisasi yang
bernilai dan membantu mengembangkan iklim kerja sama dan kepercayaan
bersama;
- Menciptakan iklim, diharapkan hubungan yang produktif dan harmonis
dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan;
- Mengembangkan lingkungan, diharapkan kerjasama tim dan fleksibilitas
dapat berkembang;
- Membantu organisasi mengembangkan dan mengadaptasikan kebutuhan
stakeholder (pemilik, lembaga, wakil pemerintah, manajemen, karyawan,
pelanggan, pemasok, dan masyarakat luas);
- Memastikan bahwa orang dinilai dan dihargai berdasarkan apa yang mereka
lakukan dan mereka capai;
- Mengelola tenaga kerja yang beragam, memperhitungkan perbedaan
individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan, gaya kerja dan
aspirasi;
7
- Performance Evaluation
Penilaian kinerja sumber daya manusia merupakan tanggung jawab departemen
sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer menanggung tanggung jawab
utama untuk mengevaluasi bawahannya dan departemen sumber daya manusia
bertanggung jawab untuk mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan
memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian
perusahaan. Departemen sumber daya rnanusia juga perlu melakukan pelatihan
terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan
membuat penilaian kinerja yang akurat.
- Compensation
Dalam hal kompensasi/reward dibutuhkan suatu koordinasi yang baik antara
departemen sumber daya manusia dengan para manajer. Para manajer bertanggung
jawab dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen sumber daya manusia
bertanggung jawab untuk mengembangkan struktur gaji yang baik. Sistem
kompensasi yang memerlukan keseimbangan antara pembayaran dan manfaat yang
diberikan kepada tenaga kerja. Pembayaran meliputi gaji, bonus, insentif, dan
pembagian keuntungan yang diterima oleh karyawan. Manfaat meliputi asuransi
kesehatan, asuransi jiwa, cuti, dan sebagainya.
Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa kompensasi yang diberikan bersifat kompetitif diantara perusahaan yang
sejenis, adil, sesuai. dengan hukum yang berlaku (misalnya: UMR), dan memberikan
motivasi.
- Training and Development
Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para
manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawahannya, menciptakan
program pelatihan dan pengembangan yang efektif baik bagi karyawan baru
(orientasi) maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan), terlibat dalam
program pelatihan dan pengembangan tersebut, memperkirakan kebutuhan
perusahaan akan program pelati han dan pengembangan, serta mengevaluasi
efektifitas progam pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab departemen
sumber daya manusia dalam hal ini juga menyangkut masalah pemutusan hubungan
10
- Personnel Research
Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahan, departemen
sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan
serta membuat perubahan yang sesuai. Masalah yang sering diperhatikan oleh
departemen sumber daya manusia adalah penyebab terjadinya ketidakhadiran dan
keterlambatan karyawan, bagaimana prosedur penarikan dan seleksi yang baik, dan
penyebab ketidakpuasan tenaga kerja. Departemen sumber daya manusia
bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang
menyinggung masalah ini. Hasilnya digunakan menilai apakah kebijakan yang sudah
ada perlu diadakan perubahan atau tidak.
metode dan pasar. Hal seperti tersebut merupakan tindakan yang mengingkari
kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk yang dinamis, penuh cinta, rasa, dan
karsa. Jadi manusia adlah pusat segalanya bagi suatu organisasi. Manusia bisa
menjadi pusat persoalan organisasi manakala tidak dikembangkan dan tidak
ditingkatkan potensi-potensinya. Sebaliknya manusia merupakan pusat segala
keberhasilan organisasi manakala segala dayanya dikembangkan secara wajar dan
meyakinkan.
3) Perspektif Hukum
Dalam organisasi terdapat berbagai peraturan, ketentuan, atu perjanjian yang
kesemuanya dasarnya mengatur tentang hak dan kewajiban secara timbal balik antar
organisasi dengan anggotanya, antara orang yang memperkerjakan dengan orang
yang dipekerjakan. Pemeliharaan keseimbangan tersebut menuntut adanya kejelasan
mengenai hak dan kewajiban itu sendiri dari masing-masing pihak dalam organisasi.
Semua itu bisa menjadi jelas dan bisa diwujudkan hanya melalui suatu sitem
manajemen yang tepat. MSDM yang dikelola secara tepat dan teratur merupakan
alternative yang paling relevan.
4) Perspektif Sosial Kultural
Ada dua alasan utama yang mendasari perspektif ini yaitu: (1) pertama, sisi
yang satu ini lebih peka karena berkaitan langsung harkat dan martabat manusia.
Kesempatan berkarya merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan
martabatnya. Harkat dan martabat tidak bisa diukur dengan hal-hal yang bersifat
kebendaan tetapi juga non fisisk, diman bekerja tidak hanya untuk memenuhi
kebutuhan fisik saja melainkan juga untuk diwujudkannya kebutuhan sosio-
psikologis. (2) kedua, ditekankan bahwa sulit diperoleh suatu system MSDM yang
bebas nilai. Pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis teriakt pada norma-norma sosial
yang berlaku didalam masyarakat dimana ornag itu menjadi bagian. Nilai-nilai itulah
yang akan menentukan baik-buruknya,wajar-tidaknya, dan sekaligus menjadi
barometer penilaian bagi seseorang.
5) Perspektif Administrasi
Perspektif ini menekankan bhawa peranan organisasi pada jama modern ini
menjadi semakin penting. Manusia modern sekarang lebih mengenal pameo (ejeken
13
atau sindiri) manusia organisasional. Tanpa organisasi tanpa bantuan orang lain tidak
akan bisa mewujudkan impiannya. Ketergantungan kepada orang lain inilah yang
mendorong manusia untuk berorganisasi. Ini mengindikasikan bahwa maju atau
mundurnya kehidupan manusia tergantung pada kemampuannya untuk mengatur dan
memanfaatkan sumber daya yang ada pada organisasi. Disinilah letak relevansi dan
pentingnya MSDM.
6) Perspektif Teknologi
Relevansi dan pentingnya MSDM tidak terlepas dari berbagi perkembangan
dan kemajuan yang dicapai dibidang IPTEK. Manusia diharapkan agar dapat
menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan terbut. Untuk itu manusia perlu
berbekal kemampuan, kecakapan, ketrampilna yang sesuai. Hal ini hanya bisa
dicapai melalui suatu system manjemen sumber daya manusia yang tepat. (Faustino,
2003: Husaini, 2017).
14
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sumber daya manusia merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh setiap
orang dalam melakukan sesuatu yang dipengaruhi dan ditentukan oleh daya pikir
serta daya fisiknya. Sedangkan manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah
fungsi organisasi yang mengelola semua masalah terkait tenaga kerja dalam suatu
organisasi.
Tujuan manajemen sumber daya manusia yaitu; meningkatkan,
mengembangkan, menciptakan iklim, mengelola tenaga kerja, kepastian
perlindungan, dan penghargaan kepada semua anggota organisasi sehingga
organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat
dipercaya dan memiliki motivasi tinggi, seperti yang dibutuhkan
Fungsi manajemen sumber daya manusia yaitu: (1) Staffing/Employment ini
terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber
daya manusia. (2) Performance Evaluation fungsi ini untuk mengevaluasi
bawahannya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk
mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan memastikan bahwa
penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian perusahaan. (3)
Compensation fungsi ini untuk dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen
sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan struktur gaji yang
baik agar memberikan motivasi kepada anggota organisasi. (4) Training and
Development fungsi ini untuk menciptakan program pelatihan dan pengembangan
yang efektif baik bagi karyawan baru (orientasi) maupun yang sudah ada
(pengembangan keterampilan), terlibat dalam program pelatihan dan pengembangan
tersebut, memperkirakan kebutuhan perusahaan akan program pelati han dan
pengembangan, serta mengevaluasi efektifitas progam pelatihan dan pengembangan.
(5) Employee Relations fungsi ini untuk tanggung jawab utama departernen sumber
daya manusia adalah untuk menghindari praktek-praktek yang tidak sehat (misalnya:
15
mogok kerja, demonstrasi). (6) Safety and Health fungsi ini untuk melaksanakan
memiliki program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan
dan menciptakan kondisi yang sehat. Dan (7) Personnel Research fungsi ini untuk
menjaga konsisten para karyawan untuk dapat bertanggunjaab atas tugas dan dan
tanggung jawabnya terhadap perusahaan terutama dalam hal waktu dalam bekerja.
Tugas manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah untuk mengelola
manusia seefektif mungkin agar diperoleh suatu satuan sumber daya manusia yang
saling memberi manfaat. Titik fokus manajemen sumber daya manusia adalah
memanusiakan manusia
3.2 Saran
Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah
ini, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis
perbaiki. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat
diharapkan sebagai bahan evaluasi untuk ke depannya. Sehingga bisa terus
menghasilkan karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang.
16
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
snis&oq=makalah+sembilan+arti+penting+msdm+bagi+bisnis&aqs=chrome..6
9i57.26558j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-
8#bsht=Cgdic2h3Y2hwEgQIBDAB. Diakses pada tanggal 17 Mei 2023
Husaini, Abdullah. 2017. Peranan Manajemen Sumberdaya Manusia Dalam Organisasi.
Jurnal: Jurnal Warta Edisi : 51. ISSN : 1829 – 7463 (online). Diakses tanggal 02 Juni
[Link]:[Link]
nusia+jurnal+pdf&qs=n&form=QBRE&sp=1&ghc=1&lq=0&pq=fungsi+manajemen
+sumber+daya+manusia+jurnal+pdf&sc=7-
Iswanto, Yun. (2013). Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
(online). Diakses pada tanggal 17 Mei 2023. Sumber:
[Link]
Rivai, V. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori
ke Praktik (online). Diakses tanggal 17 Mei 2023. Sumber:
[Link]
+Manusia+untuk+Perusahaan%3A+Dari+Teori+ke+Praktik.&oq=buku+on+lin
e+Manajemen+Sumber+Daya+Manusia+untuk+Perusahaan%3A+Dari+Teori+
ke+Praktik.&aqs=chrome..69i57.10275j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-
8#bsht=Cgdic2h3Y2hwEgQIBDAB
Yuliandari, Ni Kaked. (2018). Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia
(MSDM) (online). Diakses pada tanggal 17 Mei 2023. Sumber:
[Link]