0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan6 halaman

Article Now

This document discusses implementing bandwidth management for VoIP services using a Mikrotik routerboard in an intranet network. It implemented bandwidth management using simple queue and queue tree features in Mikrotik RouterOS. Testing showed each method could support 6 users with PCMU codecs. Packet loss was 0.00% for 3 clients and average jitter was 167.37% for 3 clients. The research thus showed Mikrotik routerboard can effectively implement bandwidth management for VoIP in an intranet using its queueing features.

Diunggah oleh

hengki wijaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan6 halaman

Article Now

This document discusses implementing bandwidth management for VoIP services using a Mikrotik routerboard in an intranet network. It implemented bandwidth management using simple queue and queue tree features in Mikrotik RouterOS. Testing showed each method could support 6 users with PCMU codecs. Packet loss was 0.00% for 3 clients and average jitter was 167.37% for 3 clients. The research thus showed Mikrotik routerboard can effectively implement bandwidth management for VoIP in an intranet using its queueing features.

Diunggah oleh

hengki wijaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Jaringan Telekomunikasi (Jurnal Jartel) E-ISSN: 2654-6531 P- ISSN: 2407-0807 Vol. 10, No.

4 (2020) 185-190

Implementasi Manajemen Bandwidth VoIP pada IP-


PBX Menggunakan Routerboard di Jaringan Intranet
Nadhirotun Maulidiyah1, Martono Dwi Atmadja2, M. Abdullah Anshori3
1,2,3
Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital,
Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang, Indonesia
1
nadhiramld33@[Link],[Link]@[Link],[Link]@[Link]

Abstract—The growing number of internet applications and their users can affect the quality of the internet, each application has different
traffic needs. In addition, bandwidth management can also lend bandwidth that has been allocated in accordance with its priorities in order
to optimize existing bandwidth usage. Regulating and limiting internet bandwidth usage is indeed an important thing when our internet
connection is limited. We need to limit the bandwidth quota of each user connected to the Mikrotik Router. In Mikrotik Router itself, there
are features that can limit bandwidth, namely simple queue and queue tree. In the use of VoIP services, bandwidth management is required
to manage traffic on the network, the appropriate bandwidth settings can optimize the speed of data transmission. Looking at the internet
needs, this research designs an implementation of bandwidth management using routerboard, which will be applied to IP-PBX and use
raspberry pi as a server. The results of the research on bandwidth management implementation in simple queue and queue tree is each able
to serve 6 users with PCMU codecs, from the test obtained packet loss value of 0.00% from 3 clients, and jitter has an average value of
167.37% from 3 clients.

Keywords: Bandwidth, VoIP, Raspberry Pi, Codec PCMU, QoS.

Abstrak—Semakin berkembangnya aplikasi internet dan penggunanya yang semakin banyak dapat mempengaruhi kualitas jaringan
internet, setiap aplikasi internet memiliki kebutuhan trafik yang berbeda-beda. Selain itu, manajemen bandwidth juga dapat
meminjamkan bandwidth yang telah dialokasikan sesuai dengan prioritasnya agar dapat mengoptimalkan penggunaan bandwidth
yang ada. Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting ketika koneksi internet kita
terbatas. Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri sudah
tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu simple queue dan queue tree. Dalam penggunaan layanan voip diperlukan
adanya manajemen bandwidth yang berfungsi untuk mengatur trafik pada jaringan, pengaturan bandwidth yang sesuai dapat
mengoptimalkan kecepatan pengiriman data. Melihat kebutuhan internet tersebut maka dalam penelitian ini akan dirancang suatu
implementasi manajemen bandwidth dengan menggunakan routerboard, yang akan diterapkan pada IP-PBX dan menggunakan
raspberry pi sebagai server. Hasil penelitian implementasi manajemen bandwidth pada simple queue dan queue tree tersebut masing-
masing mampu melayani 6 pengguna dengan codec PCMU, dari pengujian tersebut didapatkan nilai packet loss sebesar 0.00% dari 3
client, dan jitter memiliki nilai rata-rata 167,37% dari 3 client.

Kata kunci : Bandwidth, VoIP, Raspberry Pi, Codec PCMU, QoS.

Dari uraian diatas maka dalam penelitian ini dilakukan


I. PENDAHULUAN implementasi manajemen bandwidth voip pada server single
Mikrotik routerboard adalah suatu hardware yang dapat board computer pada IP-PBX menggunakan routerboard di
menjalankan router network tanpa perlu di install ke sebuah jaringan intranet.
PC, karena mikrotik ini telah di desain untuk menjalankan
A. Mikrotik
routerOS sehingga dapat menjadi router yang handal untuk
penggunanya. Routerboard ini mudah digunakan karena Mikrotik adalah sebuah perusahaan yang bergerak
tidak perlu menginstall OS. dibidang produksi hardware dan software yang berhubungan
Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet dengan system jaringan komputer yang berkantor pusat di
memang suatu hal yang penting ketika koneksi internet kita Latvia. Mikrotik didirikan pada tahun 1995 untuk
terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari ISP. mengembangkan router dan system ISP (Internet Service
Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang Protocol) nirkabel.
terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di
sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth Latvia. Mikrotik awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa
yaitu Queue[1]. layanan internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP)
Dalam penggunaan layanan voip diperlukan adanya yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi
manajemen bandwidth yang berfungsi untuk mengatur trafik nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan
pada jaringan. Pengaturan bandwidth yang sesuai dapat layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses
mengoptimalkan kecepatan pengiriman data. internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di
Indonesia. Mikrotik sekarang menyediakan hardware dan
software untuk konektivitas internet di sebagian besar

185
Jurnal Jaringan Telekomunikasi (Jurnal Jartel) E-ISSN: 2654-6531 P- ISSN: 2407-0807 Vol. 10, No.4 (2020) 185-190
negara di seluruh dunia. Produk hardware unggulan keperluan aplikasi atau suatu layanan jaringan [3].
mikrotik berupa router, switch, antena, dan perangkat Pengalokasian bandwidth yang tepat dapat menjadi salah
produk lainnya. Sedangkan produk software unggulan satu metode dalam memberikan jaminan kualitas suatu
mikrotik adalah Mikrotik RouterOS. layanan jaringan QoS (Quality Of Services).
Manajemen Bandwidth adalah proses mengukur dan
B. Mangle
mengontrol komunikasi (lalu lintas, paket) pada link
Mangle pada mikrotik merupakan suatu cara untuk jaringan, untuk menghindari mengisi link untuk kapasitas
menandai paket data dan koneksi tertentu yang dapat atau overfilling link, yang akan mengakibatkan kemacetan
diterapkan pada fitur mikrotik lainnya, sepeti pada routes, jaringan dan kinerja yang buruk [4].
pemisahan bandwidth pada queues, NAT dan filter rules. Maksud dari manajemen bandwidth ini adalah bagaimana
Tanda mangle yang ada pada router mikrotik hanya bisa kita menerapkan pengalokasian atau pengaturan bandwidth
digunakan pada router itu sendiri. Dan yang perlu diingat dengan menggunakan sebuah PC Router Mikrotik.
bahwa proses pembacaan rule mangle ini dilakukan dari Manajemen bandwith memberikan kemampuan untuk
urutan pertama ke bawah. mengatur Bandwidth jaringan dan memberikan level
C. Voice over Internet Protocol (VoIP) layanan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas sesuai
dengan permintaan pelanggan.
Voice over Internet Protocol adalah Teknologi yang
menjadikan media internet untuk bisa melakukan F. FreePBX
komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara FreePBX merupakan distro open source berbasis web
analog, seperti yang anda dengar ketika berkomunikasi di GUI (graphical user interface) [5] yang mampu mengontrol
telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui dan mengelola Asterisk (PBX), yang merupakan server
jaringan berupa paket-paket data secara real time. Dalam komunikasi open source. FreePBX dilisensikan di bawah
komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon GNU General Public License (GPL), berlisensi open source.
melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan FreePBX dapat diinstall secara manual. Distro FreePBX
bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang mencakup sistem OS, Asterisk, FreePBX GUI dan berbagai
dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih macam dependensi. FreePbx termasuk dalam distribusi open
murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP source seperti the Official FreePBX Distro, AsteriskNOW,
bersifat global. Sehingga untuk hubungan Elastix dan RasPBX.
Internasionaldapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya
maintenance dapat di tekan karena voicedan data G. IP PBX
networkterpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, IPPBX adalah Private Branch Exchange (PBX) yang
dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di memanfaatkan Internet Protocol, dalam membentuk
sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon komunikasi telepon. IP PBX dibangun sebagai konsep
konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di jaringan komunikasi generasi masa depan, sebab ia mampu
Sentral atau PBX (Private branch exchange) [2]. memadukan antar jaringan, seperti jaringan PSTN (jaringan
telepon tetap dengan memanfaatkan kabel), jaringan telepon
D. Intranet
bergerak (GSM/CDMA), jaringan telepon satelit, jaringan
Intranet adalah jaringan komputer private atau LAN yang Cordless (DECT), dan jaringan telepon berbasis paket
menggunakan IP private dan protocol TCP/IP sebagai Internet Protocol/ATM. Dengan konsep tersebut, IP PBX
protocol standar komunikasi antar [Link] default dapat mengendalikan hubungan telepon secara penuh.
jaringan intranet tidak bisa mengakses internet dan Pengendalian dilakukan, melalui perangkat-perangkat IP
diperlukan IP public dan perangkat NAT untuk memberi Telephony, yakni VoIP Gateway, Access Gateway, dan
akses internet ke komputer dalam jaringan intranet . Tidak Trunk Gateway[6]. Karena keunggulan yang dimilikinya,
seperti internet yang cakupan nya luas sehingga komputer perangkat ini menjadi induk dari kinerja dasar VoIP, dalam
yang ada di jaringan internet akan bisa diakses oleh siapapun melakukan transmisi suara dan data. Kehadiran IP PBX
di internet, jaringan intranet dibuat dengan tujuan telah memberikan kontribusi yang baik pada dunia
sebaliknya. telekomunikasi. Dengan menggunakan perangkat ini,
E. Manajemen Bandwidth komunikasi dapat dijalankan dengan lebih efektif dan
efisien. Hal ini karena, jumlah line yang digunakan IP PBX,
Management Bandwith, adalah suatu alat yang
tidak menyesuaikan dengan jumlah telepon yang terpasang,
dapat digunakan untuk management dan mengoptimalkan seperti yang diterapkan dalam jaringan PSTN. Oleh karena
berbagai jenis jaringan dengan menerapkan layanan Quality itu, pemasangan IP PBX dapat menghemat biaya
of Service (QoS) untuk menetapkan tipe-tipe lalulintas
pengeluaran, pembangunan, serta perawatan jaringan
jaringan. sedangkan QoS adalah kemampuan untuk
(Edvian, 2010).
menggambarkan suatu tingkatan pencapaian didalam suatu
sistem komunikasi data. H. Softphone Linphone
Manajemen Bandwidth adalah pengalokasian yang tepat Linphone adalah suara bebas melalui softphone IP, klien
dari suatu bandwidth untuk mendukung kebutuhan atau dan layanan SIP . Ini dapat digunakan untuk panggilan dan

186
Jurnal Jaringan Telekomunikasi (Jurnal Jartel) E-ISSN: 2654-6531 P- ISSN: 2407-0807 Vol. 10, No.4 (2020) 185-190
panggilan langsung audio dan video melalui softswitch B. Setting Mangel
VoIP atau IP-PBX. Linphone juga menyediakan Pada gambar 3 menunjukkan settingan mangle untuk
kemungkinan untuk bertukar pesan instan [7]. menandai agar bisa membuat queue tree, dengan chain
I. QoS (Quality of Service) prerouting, protocol 17 (udp), In interface ether 2, action
menggunakan mark packet, dan packet mark 11.2.iax2in.
QoS adalah kemampuan suatu jaringan untuk
Lalu klik apply, dan OK.
menyediakan layanan yang baik dengan menyediakan
bandwidth, mangatas jitter, dan delay. QoS mengacu pada
kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang
lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi
yang berbeda-beda. Tujuan dari QoS adalah untuk
memenuhi kebutuhan layanan yang berbeda, yang
menggunakan infrastruktur yang sama. Pada QoS terdapat
beberapa parameter yaitu delay, packet loss, troughput dan
jitter. Terdapat beberapa faktor yang dapat menurunkan
nilai QoS seperti : redaman, distorsi, dan noise. [9]

II. METODE
A. Rancangan Sistem
Gambar 3 Packet Mark 11.2in

Gambar 1 Diagram Blok Sistem

Blok diagram rancangan sistem yang ditunjukkan pada


gambar 1. Alur yang dilakukan selama penelitian, yaitu
perangkat mikrotik dengan menggunakan raspberry pi
sebagai server. Pada sisi client digunakan Gambar 4. Packet mark 11.2 out
perangkat smartphone yang sudah terkonfigurasi linphone,
setelah itu dibagi menjadi dua dimana 3 pasang di setiap Pada gambar 4 menunjukkan settingan mangle untuk
server. menandai agar bisa membuat queue tree, dengan chain
Pada gambar 2 menunjukkan settingan untuk memblokir postrouting, protocol 17 (udp), out interface ether 2, action
data selain UDP, pada chain menggunakan forward. Lalu menggunakan mark packet, dan packet mark 11.2.iax2out.
[Link] diisi IP [Link]/0 dan Protocol menggunakan Lalu klik apply, dan OK.
UDP dan diberi tanda [!] yang berarti kecuali 17(udp)
tersebut.

Gambar 2 Settingan untuk memblokir selain UDP

187
Jurnal Jaringan Telekomunikasi (Jurnal Jartel) E-ISSN: 2654-6531 P- ISSN: 2407-0807 Vol. 10, No.4 (2020) 185-190

Gambar 5 Packet mark 12.2 in Gambar 7. Packet mark 13.2 in

Pada gambar 5 menunjukkan settingan mangle untuk Pada gambar 7 menunjukkan settingan mangle untuk
menandai agar bisa membuat queue tree, dengan chain menandai agar bisa membuat queue tree, dengan chain
prerouting, protocol 17 (udp), In interface ether 3, action prerouting, protocol 17 (udp), In interface ether 4, action
menggunakan mark packet, dan packet mark 12.2.iax2in. menggunakan mark packet, dan packet mark 13.2.iax2in.
Lalu klik apply, dan OK. Lalu klik apply, dan OK.
Pada gambar 8 menunjukkan settingan mangle untuk
menandai agar bisa membuat queue tree, dengan chain
postrouting, protocol 17 (udp), Out interface ether 4, action
menggunakan mark packet, dan packet mark 13.2.iax2out.
Lalu klik apply, dan OK.

Gambar 6 Packet mark 12.2 out

Pada gambar 6 menunjukkan settingan mangle untuk


menandai agar bisa membuat queue tree, dengan chain
postrouting, protocol 17 (udp), Out interface ether 3, action
menggunakan mark packet, dan packet mark 12.2.iax2out.
Lalu klik apply, dan OK. Gambar 8 Packet mark 13.2 out

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengujian Simple queue
TABEL I
HASIL DATA DARI MELAKUKAN PANGGILAN MENGGUNAKAN SIMPLE
QUEUE DENGAN 1 PASANG

Call statistik di softphone pada


Max Keterangan
pengujian 1 pasang
limit
Packet
pada Bandwidth Jitter
loss
Mikrotik (kbps) (ms)
(%)
Panggilan putus
putus suara tidak
64k 128 287,79 0
jelas,
dikarenakan jitter

188
Jurnal Jaringan Telekomunikasi (Jurnal Jartel) E-ISSN: 2654-6531 P- ISSN: 2407-0807 Vol. 10, No.4 (2020) 185-190
Max Call statistik di softphone pada
Keterangan TABEL III HASIL DATA DARI MELAKUKAN PANGGILAN MENGGUNAKAN
limit pengujian 3 pasang
pada Bandwidth Jitter Packet SIMPLE QUEUE DENGAN 3 PASANG
Mikrotik (kbps) (ms) loss (%) Pada Tabel 3 menunjukkan hasil data dari melakukan
Panggilan putus, panggilan menggunakan simple queue dengan 3 pasang,
64k 193,2 305,6 0 dikarenakan jitter nilai tertinggi dari bandwidth adalah 483,5kbps pada max
yang besar
Panggilan putus
limit 512k, nilai terendah 193,2kbps pada max limit 64k,
128k 382,5 287,79 0 dikarenakan jitter nilai tertinggi jitter adalah 305,6ms pada max limit 64k dan
yang besar terendah 12,3ms pada max limit 512k
Panggilan tidak
256k 477,8 83,20 0 terputus tetapi
delay B. Hasil tabel dari queue tree
Panggilan delay
TABEL IV
tetapi tidak seperti
384k 480 45,37 0 HASIL DATA DARI MELAKUKAN PANGGILAN MENGGUNAKAN QUEUE TREE
pada max limit
DENGAN 1 PASANG.
256k
Call statistik di softphone pada
512k 483,5 12,3 0 Panggilan lancar Max Keterangan
pengujian 1 pasang
rata - limit
403,4 146,84 0,00 Packet
rata pada Bandwidth Jitter
loss
besar dan tidak Mikrotik (kbps) (ms)
(%)
ada packet loss Panggilan putus
Panggilan ada putus suara tidak
delay tetapi 64k 120,7 317,98 0 jelas, dikarenakan
128k 160,2 90,20 0 jitternya tidak jitter besar dan tidak
sebesar max limit ada packet loss
64k Panggilan ada delay
256k 161,9 20,6 0 Panggilan lancar tetapi jitternya tidak
384k 158,7 15,5 0 Panggilan lancer 128k 159,2 104,55 0
sebesar max limit
512k 162 2,21 0 Panggilan lancar 64k
rata -rata 154,16 83,26 0,00 256k 155,6 31,15 0 Panggilan lancar
512k 156,5 12,3 0 Panggilan lancar
Pada Tabel 1 menunjukkan hasil data dari melakukan rata -rata 148 116,49 0,00
panggilan menggunakan simple queue dengan 1 pasang,
nilai tertinggi dari bandwidth adalah 162kbps pada max Pada table 4.4 menunjukkan hasil data dari melakukan
limit 512k dan terendah 128kbps pada max limit 64k, nilai panggilan menggunakan queue tree menggunakan 1 pasang,
tertinggi jitter adalah 287,79ms pada max limit 64k dan nilai tertinggi dari bandwidth adalah 159,2 kbps pada max
terendah 2,21ms pada max limit 512k. limit 128k, nilai terendah 120,7kbps pada max limit 64k.
TABEL II nilai tertinggi jitter adalah 317,98ms pada max limit 64k dan
HASIL DATA DARI MELAKUKAN PANGGILAN MENGGUNAKAN SIMPLE QUEUE terendah 12,3ms pada max limit 512k.
DENGAN 2 PASANG.

Max Call statistik di softphone pada TABEL V


Keterangan
limit pengujian 2 pasang HASIL DATA DARI MELAKUKAN PANGGILAN MENGGUNAKAN QUEUE TREE
pada Bandwidth Jitter Packet DENGAN 2 PASANG
Mikrotik (kbps) (ms) loss (%)
Panggilan putus, Call statistik di softphone pada
Max Keterangan
dikarenakan pengujian 2 pasang
64k 180 278,79 0 limit
bandwidth yang Packet
pada Bandwidth Jitter
terlalu kecil. loss
Mikrotik (kbps) (ms)
Panggilan pada 1 (%)
pasang putus, dan Panggilan putus,
128k 282,1 172,6 0
1 pasangnya lagi dikarenakan
64k 172,5 272,6 0
delay bandwidth yang
2 pasang terlalu kecil.
256k 317,2 94,03 0 panggilan Panggilan pada 1
mengalami delay pasang putus,
128k 281,2 133,77 0
384k 315 36,2 0 Panggilan lancar dan 1 pasangnya
512k 320,3 32 0 Panggilan lancar lagi delay
rata - 2 pasang
282,92 124,52 0,00 256k 314,5 95,7 0 panggilan
rata
Pada Tabel 2 menunjukkan hasil data dari melakukan mengalami delay
512k 320,3 2,21 0 Panggilan lancar
panggilan menggunakan simple queue dengan 2 pasang, rata -rata 272,125 126,05 0,00
nilai tertinggi dari bandwidth adalah 320,3kbps pada max
limit 512k, nilai terendah 180kbps pada max limit 64k, nilai
tertinggi jitter adalah 278,79ms pada max limit 64k dan Pada table 5 menunjukkan hasil data dari melakukan
terendah 32ms pada max limit 512k. panggilan menggunakan queue tree menggunakan 2 pasang,

189
Jurnal Jaringan Telekomunikasi (Jurnal Jartel) E-ISSN: 2654-6531 P- ISSN: 2407-0807 Vol. 10, No.4 (2020) 185-190
nilai tertinggi dari bandwidth adalah 320,3kbps pada max Jaringan Komputer,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan
limit 512k, nilai terendah 172,5kbps pada max limit 64k, Ilmu Komput., vol. 2, no. 6, pp. 2067–2074, 2018.
nilai tertinggi jitter adalah 272,6ms pada max limit 64k dan [4] C. A. Pamungkas, “Manajemen bandwith
terendah 2,21ms pada max limit 512k menggunakan mikrotik routerboard di politeknik
TABEL VI indonusa surakarta,” Inf. Politek. Indonusa
HASIL DATA DARI MELAKUKAN PANGGILAN MENGGUNAKAN QUEUE TREE
Surakarta, vol. 1, pp. 3–8, 2016.
DENGAN 3 PASANG
[5] E. Darmawan, I. Purnama, T. Ihromi, R. Mahardika,
Max Call statistik di softphone pada and I. W. S. Wicaksana, “Bandwidth Manajemen
Keterangan
limit pengujian 3 Pasang Queue Tree VS Simple Queue,” Konf. Nas. Sist. Inf.,
pada Bandwidth Jitter Packet loss pp. 642–647, 2012.
Mikrotik (kbps) (ms) (%)
[6] T. Rohman, E. K. Nurnawati, and E. Susanti,
Panggilan
putus, “Analisis, Perancangan Dan Implementasi
64k 207 272,6 0
dikarenakan Manajemen Bandwidth Menggunakan Queue Tree
jitter yang besar Pada Hotspot Mikrotik Di Wisma Muslim,” J.
Panggilan putus JARKOM, vol. 7, no. 1, pp. 60–64, 2019.
128k 381 237,79 0 dikarenakan
jitter yang besar [7] A. I. Wijaya and L. B. Handoko, “Manajemen
Panggilan tidak Bandwidth Dengan Metode Htb ( Hierarchical
256k 476,3 144,55 0 terputus tetapi Token Bucket ) Pada Sekolah Menengah Pertama
delay Negeri 5 Semarang,” J. Tek. Inform. Udinus, vol. 1,
Panggilan
512k 472,9 14,55 0
lancar
no. 1, pp. 5–7, 2015.
rata - [8] R. Pi, “Raspberry Pi ® 199,” p. 6410, 1976.
384,3 167,37 0,00
rata [9] N. Hidayah, “Analisis Perbandingan Qos (Quality
of Service) pada Metode Simple Queue Dan Metode
Pada table 6 menunjukkan hasil data dari melakukan Queue Tree ( studi kasus : Ancora Group ).”
panggilan menggunakan queue tree menggunakan 3 pasang, [10] ETSI, “Tr 101 329 V2.1.1 (1999-06),” Telecommun.
nilai tertinggi dari bandwidth adalah 476,3kbps pada max Internet Protoc. Harmon. Over Networks, vol. 1, pp.
limit 256k, nilai terendah 207kbps pada max limit 64k, nilai 1–37, 1999, [Online]. Available:
tertinggi jitter adalah 272,6ms pada max limit 64k dan [Link]
terendah 14,55ms pada max limit 512k 101329/02.01.01_60/tr_101329v020101p.pdf.
IV. KESIMPULAN
Manejemen bandwidth menggunakan simple queue dan
queue tree pada routerboard RB951 sangat mempengaruhi
koneksi upload dan download maka penggunaan dibagi
sesuai dengan kebutuhan client agar lebih efisian koneksi
penggunaan internetnya dan lebih merata. Dengan winbox
versi 3.21 konfigurasi dengan mikrotik routerboard RB951
bisa kompatibel dan sesuai yang diharapkan untuk proses
konfigurasi ini. Semakin kecil nilai pada max limit, maka
nilai jitter akan semakin besar. Pada saat nilai jitter besar
maka panggilan akan mengalami putus-putus atau mati.
Semakin besar nilai pada max limit, maka nilai jitter akan
semakin kecil. Pada saat nilai jitter kecil maka panggilan
akan lancar.

REFERENSI
[1] []. “Management Bandwidth Internet,” pp. 1–7,
2004.
[2] F. Arwani, “Sistem Manajemen Bandwidth pada
Jaringan Komunikasi Voice Over Internet ( VoIP )
dengan Metode Load Balancing,” J. Mhs. TEUB,
vol. 3, no. 2, pp. 2–3, 2015.
[3] W. Y. Bagas Prawira Adji Wisesa, Aswin
Suharsono, “Analisis Perbandingan Sistem
Manajemen Bandwidth Berbasis Class-Based
Queue Dan Hierarchical Token Bucket Untuk

190

Anda mungkin juga menyukai