0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan65 halaman

Panduan Penyusunan SKP PNS DKI Jakarta

Manual ini memberikan panduan tentang penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 8 Tahun 2021."

Diunggah oleh

sumina syahdan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan65 halaman

Panduan Penyusunan SKP PNS DKI Jakarta

Manual ini memberikan panduan tentang penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 8 Tahun 2021."

Diunggah oleh

sumina syahdan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANUAL

BOOK
PENYUSUNAN
SKP
MODEL
PENGEMBANGAN
PEMERINTAH PROVINSI
DKI JAKARTA

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH


PROVINSI DKI JAKARTA
DAFTAR ISI

I. DAFTAR ISI.................. 2

II. PENDAHULUAN............. 3

III. PANDUAN PENGGUNA


(USER MANUAL)............ 3

A. REFORMASI REGULASI
MANAJEMEN KINERJA
PNS............................ 5

B. PERBANDINGAN PP 46/11
DAN PP 30/19............... 6

C. SISTEM MANAJEMEN
KINERJA PNS................ 9

D. PENYUSUNAN RENCANA
SKP............................. 2 0

E. REVIU RENCANA SKP...... 5 1

F. PENETAPAN SKP............ 6 0

IV. PENUTUP..................... 6 5

2
PENDAHULUAN

Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 2019 Tentang


Penilaian Kinerja PNS mengatur antara lain perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, pembinaan, dan penilaian
Kinerja pegawai serta mengatur terkait tindak lanjut hasil
penilaian kinerja pegawai. Penilaian kinerja merupakan
suatu proses rangkaian dalam Sistem Manajemen Kinerja
PNS, berawal dari penyusunan perencanaan kinerja yang
merupakan proses penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai
selanjutnya disingkat SKP. Tujuan penilaian kinerja adalah
untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS yang
dilakukan berdasarkan sistem prestasi dan sistem karier.

Untuk lebih memberikan pengaturan yang lebih rinci


terkait teknis penilaian kinerja PNS, maka pemerintah
melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan Permenpanrb No.
8 Tahun 2021 tentang Manajemen Kinerja PNS. Peraturan
ini memberikan gambaran dan pedoman yang jelas bagi
setiap instansi pemerintah baik di pusat maupun di
daerah dalam rangka melaksanakan penilaian kinerja bagi
pegawai, termasuk di dalamnya pada tahap perencanaan
kinerja pegawai berupa penyusunan Sasaran Kinerja
Pegawai

BKD PROVINSI
DKI JAKARTA

3
REFORMASI
MANAJEMEN KINERJA PEGAWAI

PP 10/1952
Daftar Pernyataan
Kecakapan UU No. 8/1974
tentang Pokok-
Pegawai Negeri Pokok Kepegawaian

PP 10/1979
UU No. 43/1999
Penilaian tentang Perubahan
atas UU No. 8/1974
Pelaksanaan tentang Pokok-
Pekerjaan PNS Pokok
Kepegawaian

DP3
PP 46/2011 UU No. 5/2014
tentang ASN
Penilaian
Prestasi Kerja
PP 30/2019
Sasaran Kerja Penilaian Kinerja
Pegawai
PNS

Sasaran Kinerja
Pegawai
PERKA BKN NO 1/2013
KETENTUAN
PELAKSANAAN PP 46
TAHUN 2011 TENTANG PERMENPANRB
PENILAIAN 8/2021 SISTEM
PRESTASIKERJA MANAJEMEN
KINERJA PNS

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 4


PERBANDINGAN
PP NO 46/2011 DENGAN
PP NO 30/2021

PP No. 46 Tahun 2011 PP No. 30 Tahun 2019

Menggunakan Menggunakan Istilah


Istilah "Prestasi "Kinerja PNS"
Kerja"

Sasaran Kinerja Sasaran Kinerja


Pegawai adalah Karyawan adalah
"Rencana kerja "Kerja yang dicapai
dan target yang oleh setiap PNS
akan dicapai oleh pada organisasi/
seorang PNS" unit sesuai dengan
SKP dan perilaku
kerja"

Target adalah Target adalah


"Jumlah beban "Jumlah hasil kerja
kerja yang akan yang akan dicapai"
dicapai"

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 5


PERBANDINGAN
PP NO 46/2011 DENGAN
PP NO 30/2021

PP No. 46 Tahun 2011 PP No. 30 Tahun 2019

Sasaran Kerja Sasaran Kinerja


Pegawai memuat Pegawai (SKP)
kegiatan tugas memuat kinerja
jabatan dan utama dan dapat
target memuat kinerja
tambahan. kinerja
utama dan tambahan
paling sedikit memuat
IKI dan Target Kinerja

Penyusunan SKP Penyusunan SKP


didasarkan pada Memperhatikan:
a) Perencanaan strategis
rencana kerja
instansi pemerintah;
tahunan instansi b) Perjanjian Kinerja;
c) Organisasi dan tata kerja;
d) Uraian jabatan; dan/atau;
e) SKP atasan langsung

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 6


PERBANDINGAN
PP NO 46/2011 DENGAN
PP NO 30/2021

PP No. 46 Tahun 2011 PP No. 30 Tahun 2019

Tim Penilai Kinerja PNS

Pemantauan Kinerja
Bimbingan dan Konseling
Kinerja
Tidak Diatur Pemeringkatan Kinerja
Sistem Informasi Kinerja
PNS
Pengelola Kinerja
Penghargaan
Sanksi

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 7


SISTEM MANAJEMEN
KINERJA PNS
(Permenpanrb No. 8/2021)

1
Perencanaan
2
Kinerja
Pelaksanaan
Pemantauan
dan
Pembinaan
DIHIMPUN Kinerja

DALAM
SISTEM 3
Penilaian
INFORMASI
Kinerja
KINERJA
PNS
4

Tindak Lanjut

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 8


PERENCANAAN KINERJA
BERDASARKAN PERMENPANRB NO.
8 TAHUN 20201

Terdiri dari :

Penyusunan
Penetapan SKP
Rencana SKP

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 9


PERENCANAAN PENYUSUNAN SKP

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 10


PERIODE TRANSISI KINERJA
PEGAWAI TAHUN 2021
(SE MENPAN NO 3/2021)
JAN

PERKA BKN 1/2013


Penyusunan SKP
Periode I

Penilaian SKP JUN Periode I


Penilaian
Perilaku Kerja
periode I

JUL
PermenPANRB 8/2021

Penyusunan SKP
Periode II
Periode II

1. Penilaian SKP
periode II
2. Penilaian
Perilaku Kerja
periode II
3. Integrasi Nilai
DES
Kinerja
periode I dan II
(maks feb
2022)
Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 11
Form SKP Berdasarkan Perka
BKN Nomor 1 Tahun 2013

SASARAN KERJA PEGAWAI

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 12


Contoh Form SKP
Berdasarkan Perka BKN
Nomor 1 Tahun 2013

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 13


Contoh Form SKP
Berdasarkan PermenpanRB
Nomor 8 Tahun 2021

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 14


TAHAPAN PENYUSUNAN SKP
BERDASARKAN PERMENPANRB
NO. 8 TAHUN 2021

KINERJA PEGAWAI

SKP PERILAKU

Memperhatikan
1. Perencanaan strategis
InstansiPemerintah; (RENSTRA)
2. perjanjian kinerja; (PK)
3. organisasi dan tata kerja; (OTK)
4. uraian jabatan (TUSI); dan/atau
5. SKP atasan langsung.

Disusun Oleh :
1. PNS
2. Pejabat Penilai Kinerja PNSdan/atau
3. Pengelola Kinerja

Disepakati oleh :
1. PNS
2. Pejabat Penilai Kinerja PNS

Setelah direviu oleh Pengelola


Kinerja

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 15


PENYUSUNAN SKP
BERDASARKAN PERMENPANRB
NO. 8 TAHUN 2021

JENIS JABATAN BERDASARKAN MEMPERHATIKAN DISETUJUI

Madya : Pimpinan
JPT Madya dan Perjanjian Kinerja 1. Renstra
Instansi
Pratama Unit Kerja yang 2. RKT
Pratama : JPT
dipimpinnya 3. Direktif pimpinan
Madya

Jabatan SKP Atasan 1. OTK


Atasan Langsung
Administrasi Langsung 2. Uraian Jabatan

1. SKP Atasan 1. RKT


Jabatan Langsung 2. PK
Fungsional 2. Organisasi/ 3. OTK
Atasan Langsung
unitkerja 4. UraianJabatan
5. Butir – butir
kegiatanJF

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 16


Perbedaan Pencapaian (Hasil
Kerja), Aktivitas, dan Kategori
Pekerjaan

Rencana kinerja pada SKP harus


dituliskan dalam bahasa pencapaian
(hasil kerja) bukan aktivitas maupun
kategori pekerjaan

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 17


TAHAP PENYUSUNAN RENCANA
SKP BERDASARKAN
PERMENPANRB NOMOR 8/2021

Tahapan Tahapan
Penyusunan Rencana Penyusunan
SKP Pejabat Rencana SKP
Pimpinan Tinggi dan Pejabat Administrasi
Pimpinan Unit Kerja dan Pejabat
Mandiri Fungsional.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 18


RENCANA SKP JPT
(PENGEMBANGAN)

Lihat Keseluruhan
Organisasi
(Renstra/PK/Pohon

Format RSKP
(Kinerja Utama,
IKI dan Target)

Perspektif
Kinerja Utama
(BSC)

Manual Indikator
Kinerja

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 19


PENYUSUNAN RENCANA SKP
BAGI PEJABAT PIMPINAN TINGGI
DAN
PIMPINAN UNIT KERJA MANDIRI
(ADV)

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 20


TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA SKP
BAGI PEJABAT PIMPINAN TINGGI DAN
PIMPINAN UNIT KERJA MANDIRI (ADV)

a) Melihat Gambaran Keseluruhan Organisasi


pada Dokumen Rencana Strategis
Instansi/Unit Kerja dan Perjanjian Kinerja.
b) Menyusun Rencana SKP Pejabat Pimpinan
Tinggi dan Pimpinan Unit Kerja Mandiri.
c) Mengelompokkan Rencana Kinerja
Berdasarkan Perspektif Penerima Layanan,
Proses Bisnis, Penguatan Internal, dan
Anggaran. Tahap ini merupakan tahap yang
membedakan dengan model dasar/ inisiasi.
d) Menyusun Manual Indikator Kinerja untuk
Pemantauan dan Pengukuran Kinerja Pejabat
Pimpinan Tinggi dan Pimpinan Unit Kerja
Mandiri.

21
Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta
Tahap Pertama : Melihat Gambaran
Keseluruhan Organisasi pada Dokumen
Rencana Strategis Instansi/Unit Kerja dan
Perjanjian Kinerja

1 Sasaran strategis instansi beserta


indikator Kinerja dan target yang
tercantum dalam Rencana Strategis

2 Sasaran Kinerja beserta indikator


Kinerja dan target pada Perjanjian
Kinerja yang diturunkan dari
Rencana Strategis Instansi/Unit Kerja
dan Rencana Kerja Tahunan Instansi

3 Penyelarasan sasaran strategis


instansi ke unit kerja dibawahnya
sebagaimana dapat dilihat pada
pohon Kinerja/piramida
Kinerja/matriks penyelarasan sasaran
strategis/peta proses bisnis

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 22


Tahap Kedua: Menyusun Rencana SKP Pejabat
Pimpinan Tinggi dan Pimpinan Unit Kerja Mandiri.
Terdapat 2 Jenis Kinerja dalam SKP, yaitu :

WAJIB ADA
KINERJA UTAMA
Memuat sasaran, indikator dan target pada Sasaran Renstra
Perjanjian Kinerja (PK) dengan memperhatikan Rencana Sasaran PK (Outcome dan/atau
Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) unit kerja,
instansi dan unit kerja mandiri Ouput Kendali
Rendah/sedang

Dapat ditambahkan :
Direktif/penugasan dari pimimpinan dan TIDAK WAJIB ADA
Rencana Aksi/Inisiatif strategis dalam
Rencana Aksi / Inisiatif Strategis
mencapai sasaran Renstra dan PK. Direktif/Penugasan
Disusun dengan IKI dan Target.

KINERJA TAMBAHAN TIDAK WAJIB ADA


Kinerja diluar TUSI namun masih sesuai
Dapat berupa: Development
dengan KOMPETENSI dan KAPASITAS Comitment dan Community
pegawai dalam rangka berkontribusi Involvement

terhadap organisasi. Dibuktikan dengan


SK atau dokumen lainnya.

PENGELOMPOKAN KINERJA Idealnya Kinerja Utama


Perspektif Penerima JPT dapat
dikelompokkan sesuai
Layanan/Stakeholders, Proses Bisnis, BSC
Penguatan Internal dan Anggaran

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 23


FORM RENCANA SKP PEJABAT PIMPINAN
TINGGI DAN PIMPINAN UNIT KERJA MANDIRI

Pengelompokan Rencana
Kinerja berdasarkan
Perspektif Kinerja Utama

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 24


Tahap Ketiga : Mengelompokkan Rencana
Kinerja berdasarkan Perspektif Penerima
Layanan, Proses Bisnis, Penguatan Internal,
dan Anggaran

1) Penerima Layanan

refleksi kemampuan organisasi dalam memenuhi


keinginan dan harapan penerima layanan/ stakeholder;

2) Proses Bisnis

refleksi perbaikan proses untuk menghasilkan


keluaran yang memiliki nilai tambah bagi pemangku
kepentingan;

3) Penguatan Internal

refleksi kemampuan organisasi/ unit kerja untuk


mengembangkan sumber daya yang dimiliki
organisasi sebagai pengungkit untuk pencapaian
tujuan organisasi. Perspektif ini penting sebagai
bentuk investasi untuk keberhasilan jangka panjang;

4) Anggaran

refleksi Kinerja dalam rangka efektivitas dan efisiensi


penggunaan anggaran. Perspektif ini harus ada dalam
setiap rencana SKP pejabat pimpinan tinggi atau
pimpinan unit kerja mandiri.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 25


Tahap Keempat: Menyusun Manual Indikator
Kinerja untuk Pemantauan dan Pengukuran
Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi dan Pimpinan
Unit Kerja Mandiri

Indikator kinerja individu pejabat pimpinan tinggi


a. dan pimpinan unit kerja mandiri harus
didefinisikan dengan jelas dan dapat diukur;

Deskripsi dan formula untuk mengukur indikator


Kinerja individu pejabat pimpinan tinggi utama
b.
dan pimpinan unit kerja mandiri dituangkan
dalam manual indikator Kinerja;

Manual indikatorkinerja disusun untuk setiap


c.
indikator Kinerja individu;

Manual indikator kinerja dilampirkan pada


d.
Rencana SKP untuk direviu oleh Pengelola Kinerja

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 26


Tahap Keempat: Menyusun Manual Indikator
Kinerja untuk Pemantauan dan Pengukuran
Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi dan Pimpinan
Unit Kerja Mandiri

Manual indikator kinerja sedikitnya mencantumkan :

1. Deskripsi rencana Kinerja;

Deskripsi indikator Kinerja individu yang


2.
meliputi definisi operasional indikator,
formula mengukur, serta tujuan;
3. Satuan pengukuran indikator Kinerja
individu;

4. kualitas dan tingkat kendali indikator


Kinerja individu yang meliputi:

a. Outcome
b. Output dengan tingkat kendali rendah;
dan/atau
c. Output dengan tingkat kendali sedang;

5. Unit penyedia data untuk pengukuran


Kinerja; dan

6. Periode yang ditetapkan untuk


pendokumentasian Kinerja berdasarkan
jenis indikator Kinerja individu

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 27


Tahap Keempat: Menyusun Manual Indikator Kinerja
untuk Pemantauan dan Pengukuran Kinerja Pejabat
Pimpinan Tinggi dan Pimpinan Unit Kerja Mandiri

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 28


Tahap Keempat: Menyusun Manual Indikator Kinerja
untuk Pemantauan dan Pengukuran Kinerja Pejabat
Pimpinan Tinggi dan Pimpinan Unit Kerja Mandiri

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 29


PENYUSUNAN RENCANA
SKP MODEL
PENGEMBANGAN UNTUK
JABATAN
ADMINISTRASI DAN
JABATAN FUNGSIONAL

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 30


TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA
SKP MODEL PENGEMBANGAN
UNTUK JA DAN JF

Melihat Gambaran Keseluruhan Organisasi pada


a)
a Perjanjian Kinerja memperhatikan Rencana Strategis
dan Rencana Kerja Tahunan unit kerja, dan instansi;

Membagi Peran Koordinator/ Ketua dan Anggota Tim


b Kerja/ Kelompok Kerja sesuai Matriks Pembagian
Peran dan Hasil;

Menentukan Rencana Kinerja pada Format Rencana


c
SKP;

Menentukan Aspek Indikator dan Indikator Kinerja


d
Individu pada Format Rencana SKP;

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 31


TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA
SKP MODEL PENGEMBANGAN
UNTUK JA DAN JF

e Menetapkan Target pada Format Rencana SKP

Mengembangkan Kategori Penilaian Kinerja pada


f Format Rencana SKP. Tahap ini merupakan tahap
yang membedakan dengan model dasar/inisiasi;

Menentukan Cara Memantau Kinerja pada Format


g Rencana SKP. Tahap ini merupakan tahap yang
membedakan dengan model dasar/ inisiasi;

Menyusun Format Keterkaitan SKP dengan Angka


h
Kredit untuk Lampiran SKP Pejabat Fungsional.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 32


Tahap Pertama: Melihat Gambaran Keseluruhan
Organisasi pada Perjanjian Kinerja memperhatikan
Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja
Tahunan (RKT) unit kerja, dan instansi

Sasaran strategis instansi beserta indikator Kinerja


dan target yang tercantum dalam Rencana
Strategis

Sasaran Kinerja beserta indikator Kinerja dan


target pada Perjanjian Kinerja yang diturunkan dari
Rencana Strategis Instansi/Unit Kerja dan Rencana
Kerja Tahunan Instansi

Penyelarasan sasaran strategis instansi ke unit kerja


dibawahnya sebagaimana dapat dilihat pada
pohon Kinerja/piramida Kinerja/matriks
penyelarasan sasaran strategis/peta proses bisnis

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 33


Tahap Kedua: Membagi Peran Koordinator/ Ketua
dan Anggota Tim Kerja/ Kelompok Kerja sesuai
Matriks Pembagian Peran dan Hasil

Dalam membagi peran


seluruh individu pada
tim kerja, karena tidak
semua jenis, kondisi,
struktur, dan bidang
pekerjaan di unit kerja
sama, pedoman ini
menyediakan dua cara
yaitu dengan
menggunakan metode
direct cascading atau
non-direct
cascascading.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 34


MENENTUKAN PERAN INDIVIDU
BERDASARKAN PENYELARASAN

DIRECT CASCADING
Kinerja dicascading dengan
pendekatan :
pembagian aspek/tahapan
pembagian wilayah
pembagian beban target
kuantitatif

Akan direvieu oleh METODE


Pejabat Pengelola CASCADING
Kinerja melalui dialog kinerja

NO N-DIRECT
CASCADING
Kinerja dicascading dalam
bentuk:
layanan
produk

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 35


DIRECT CASCADING
(CASCADING LANGSUNG)
Pada saat melakukan dialog kinerja atasan harus melakukan cascading
melalui penentuan strategi yang tepat kepada bawahannya. Strategi
dibangun dengan pendekatan “direct atau non direct cascading”

ASPEK/
TAHAPAN

DIRECT
CASCAD
ING
BEBAN
WILAYAH TARGET
KUANTITATIF

Rencana Kinerja tim kerja yang diperoleh dari metode direct


cascading berkontribusi secara langsung terhadap keberhasilan
01 rencana Kinerja atasan langsungnya sehingga pencapaian
rencana Kinerja tim kerja akan merepresentasikan pencapaian
rencana Kinerja atasan langsungnya.

Rencana Kinerja atasan langsung yang dijabarkan kepada tim


kerja dibawahnya menggunakan metode direct cascading, nilai
02 capaiannya tidak ikut diperhitungkan dalam perhitungan
penilaian kinerja koordinator/ ketua tim kerja/ kelompok kerja
tersebut.

Pada saat penilaian kinerja, capaian kinerja bawahan


03 memiliki bobot 100%

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 36


NON – DIRECT CASCADING
(CASCADING TIDAK
LANGSUNG)
Pada saat melakukan dialog kinerja atasan harus melakukan cascading
melalui penentuan strategi yang tepat kepada bawahannya. Strategi
dibagun dengan pendekatan direct - non direct cascading

NON-DIRECT
LAYANAN OUTPUT
CASCADING

Rencana Kinerja tim kerja yang diperoleh dari metode non-direct


cascading belum berkontribusi secara langsung terhadap
keberhasilan rencana Kinerja atasan langsungnya sehingga
01 pencapaian rencana Kinerja tim kerja belum secara mutlak
merepresentasikan pencapaian rencana Kinerja atasan
langsungnya.

Rencana Kinerja atasan langsung yang dijabarkan kepada tim


kerja dibawahnya menggunakan metode Non- direct cascading,
02 nilai capaiannya ikut diperhitungkan dalam perhitungan
penilaian Kinerja koordinator/ketua tim kerja/kelompok kerja
tersebut.

Pada saat penilaian kinerja, capaian kinerja bawahan memiliki


03 bobot 80% dan 20% nya ditentukan oleh capaian kinerja
atasannya

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 37


CONTOH CASCADING DIRECT

KEPALA DINAS
KEBERSIHAN KOTA A

KETUA TIM I KETUA TIM II

INDEKS KEBERSIHAN INDEKS KEBERSIHAN


KECAMATAN I DAN II KECAMATAN IIIDAN
IV

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 38


CONTOH NON - DIRECT
CASCADING

KEPALA DINAS
KEBERSIHAN KOTA A

KETUA TIM I KETUA TIM II

PENGADAAN ALAT LAYANAN


KEBERSIHAN PENGANGKUTAN
SAMPAH RUTIN
KEPADA
BENCHMARK MASYARAKAT
LAYANAN
KEBERSIHAN KE RAPERDA
DAERAH LAIN KEBERSIHAN KOTA
A SIAP
DIHARMONISASI
BIMTEK PETUGAS
KEBERSIHAN
SOSIALISASI PERDA
KEBERSIHAN KOTA
A

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 39


MENUANGKAN PERAN INDIVIDU
DALAM TIM BERDASARKAN
PENYELARASAN KINERJA
Kinerja (peran) individu dituangkan dalam Matriks Peran-
Hasil. Matriks peran hasil hanyalah sebuah tabel yang
mengidentifikasi hasil yang harus dihasilkan oleh setiap
anggota unit kerja untuk mendukung pencapaian tim kerja
berdasarkan cascading kinerja.

Langkah 1
Tuliskan intermediate outcome/ produk/ layanan
tim kerja di baris paling atas tabel
Langkah 2
Daftar setiap anggota tim kerja atau setiap
pekerjaan posisikan ke bawah kolom kiri matriks.

Langkah 3
Untuk setiap sel tabel, ajukan pertanyaan ini: Apa
yang harus dihasilkan atau dilakukan oleh anggota
unit (misalkan: menyelesaikan…) untuk mendukung
suatu produk atau layanan?

Langkah 4
Setelah mengetahui peran individu tuliskan
pencapaian/hasil kerja yang menggambarkan
ekspektasi atas kinerja dimaksud

Langkah 5
Pencapaian dari peran individu akan menjadi
rencana kinerja di dalam SKP pegawai

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 40


CONTOH MATRIKS PERAN HASIL

FORMAT MATRIKS PEMBAGIAN PERAN DAN HASIL SESUAI


LAMPIRAN PERMENPANRB NO. 8/2021

CONTOH MATRIKS PERAN-HASIL JPT KE KETUA TIM KERJA


DAN/ATAU JF YANG BERADA LANGSUNG DIBAWAH JPT

CONTOH MATRIKS PERAN-HASIL KETUA TIM KERJA KE


ANGGOTA TIM KERJA

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 41


MATRIKS PERAN HASIL

FORM SKP

2 kolom pertama pada form SKP baik model inisiasi


maupun pengembangan diisi secara otomatis dari
pembagian peran dan hasil pada matriks yang telah
dibuat sebelumnya

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 42


Tahap Ketiga : Menentukan
Rencana Kinerja pada Format
Rencana SKP

KINERJA UTAMA
1
INDIVIDU

Kinerja berbasis hasil yang diperoleh melalui


cascading dan dialog kinerja pada matriks peran
hasil dan terkait tugas jabatan

KINERJA
2
TAMBAHAN

Kinerja yang tidak terkait TUSI namun masih


terkait dengan kompetensi dan kapasitas pegawai
dalam rangka pencapaian sasaran organisasi dan
dibuktikan dengan surat penugasan atau
dokumen lainnya. Dapat berupa (a) development
commitment (seminar, mengikuti diklat dll) dan
(b) community involvement (kegiatan sosial di
dalam maupun di luar instansi)

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 43


Tahap Keempat :Menentukan Aspek
Indikator dan Indikator Kinerja Individu
pada Format Rencana SKP
IKI (Indikator Kinerja Individu) adalah ukuran/tolak ukur yang
digunakan untuk menentukan seberapa baik pegawai
menghasilkan produk atau layanan. Ukuran terdiri atas Aspek
Indikator atau IKI

UKURAN SEIMBANG UNTUK


JPT DAN ADMINISTRATOR,
PENGAWAS, KOORDINATOR
TIM KERJA
OUTCOMES/
INTERMEDIATE
OUTCOMES/
OUPUTS
KENDALI JPT/PIMPINAN UNIT
RENDAH KERJA MANDIRI TARGET
KINERJA
UKURAN
ORGANISASI/ SEIMBANG
ADMINISTRA UNIT KERJA UNTUK
INTERMEDIATE
OTCOMES/ TOR PEGAWAI
OUTPUTS PENGAWAS KE
KENDALI PE PUA K
SEDANG KOORDINATOR/ N E SA O DU
KETUA TIM RI N P R N IT
LA AN M A U JA
KERJA YA R
NA KE
N
OUTPUT KETERLIBATAN
PELAKSANA/
KENDALI DAN INOVASI
JF KU
TINGGI AL PEGAWAI
IT A TU
S AK
W

KUANTITAS
EF
E
EK K TI I
S T F IT NS
ER AS IE N A L
NA I S
L EF TER
S
EK

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 44


Aspek indikator disusun berdasarkan kepentingannya dan tidak harus
seluruh aspek digunakan. Atasan langung dan pegawai yang bersangkutan
menetapkan aspek indikator yang paling sesuai dan tepat untuk mengukur
setiap rencana kinerja.

Aspek kualitas mencakup Mutu Aspek waktu mencakup


keluaran dan/atau mutu Standar waktu yang
manfaat dan tidak selalu harus digunakan untuk
ada dalam target kinerja, menyelesaikan kegiatan dan
disesuaikan jenis dan tidak selalu harus ada dalam
karakteristik kegiatan yang target kinerja, disesuaikan
dilaksanakan. jenis dan karakteristik
kegiatan yang dilaksanakan.

Kualitas Waktu

Kuantitas Biaya

Aspek Kuantitas mencakup Aspek biaya mencakup dana


jumlah/ banyaknya keluaran yang dibutuhkan untuk
(output) dan/atau manfaat menyelesaikan kegiatan dan
(outcome) yang harus ada tidak selalu harus ada dalam
dalam setiap target kinerja. target kinerja, disesuaikan
Aspek ini harus ada di setiap jenis dan karakteristik
rencana kinerja. kegiatan yang dilaksanakan.

PENYUSUNAN IKI

Tuliskan atau catat ukuran Jika ukurannya berupa Jika ukurannya deskriptif,
khusus yang bersifat angka, tuliskan satuan identifikasi penilai dan
spesifik, terukur realistis, buat daftar faktor-faktor
apa yang akan dipantau
memiliki batas waktu yang dikuantifisir dan
pencapaian; dan akan dicari penilai untuk
menyesuaikan kondisi mengamati dan
internal dan eksternal memverifikasi kinerja.
organisasi.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 45


Tahap Kelima: Menetapkan
Target pada Format Rencana SKP

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 46


Tahap Keenam : Mengembangkan
Kategori Penilaian Kinerja pada
Format Rencana SKP
Kategori level penilaian Terdapat 4 (empat) kategori level
penilaian, yaitu:

1. Dalam hal suatu rencana Kinerja yang hanya perlu dinilai


berdasarkan sukses atau tidaknya capaian Kinerja, maka
digunakan 2 (dua) level penilaian yaitu Baik dan Sangat
Kurang.

2. Dalam hal suatu rencana Kinerja yang memungkinkan adanya


capaian Kinerja luar biasa diatas target yang diharapkan,
maka digunakan 3 (tiga) level penilaian yaitu Sangat Baik,
Baik, dan Sangat Kurang.

3. Dalam hal suatu rencana Kinerja memungkinkan adanya


capaian Kinerja luar biasa diatas target yang diharapkan dan
juga memungkinkan adanya capaian Kinerja dibawah
ekspektasi maka digunakan 4 (empat) level penilaian yaitu
Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Sangat Kurang.

4. Dalam hal suatu rencana Kinerja memungkinkan adanya


capaian Kinerja luar biasa diatas target yang diharapkan dan
juga memungkinkan adanya Kinerja dibawah ekspektasi,
maka digunakan 5 (lima) level penilaian yaitu Sangat Baik,
Baik, Cukup, Kurang dan Sangat Kurang. Kelebihan dari 5
(lima) level penilaian adalah batas tolerasi kesalahan yang
lebih besar sebelum suatu rencana Kinerja pegawai
dinyatakan sangat kurang (tidak dapat diterima)
dibandingkan dengan kategori level penilaian lainnya.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 47


Tahap Ketujuh : Menentukan Cara
Memantau Kinerja pada Format
Rencana SKP

Langkah-langkah dalam menentukan cara memantau


setiap rencana Kinerja sebagai berikut :

1. 2.
Tentukan data apa
yang harus
Tentukan sumber
dikumpulkan untuk
data.
mengukur setiap
rencana Kinerja.

3.
Tentukan kapan data
akan dikumpulkan
dan siapa yang
mengumpulkan
data.

Namun???

Jika kemudian ditemukan bahwa cara memantau/


mengukur suatu rencana Kinerja tidak mungkin
dilakukan, terlalu mahal, atau terlalu memakan waktu
maka rencana Kinerja tersebut tidak dapat dimasukkan
sebagai rencana Kinerja dalam Format Rencana SKP.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 48


Form Rencana SKP Pejabat
Administrasi

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 49


Form Rencana SKP Pejabat
Fungsional

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 50


REVIU RENCANA SKP

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 51


REVIEW RENCANA SKP DILAKUKAN
TERHADAP 3 HAL

Keselarasan Kinerja pegawai dengan


Kinerja atasan langsung, tim kerja,
unit kerja, dan organisasi.

Kesetaraan kualitas dan tingkat


kendali Kinerja pada tingkat jabatan
yang setara.

Ketepatan penentuan aspek indikator


dan indikator Kinerja individu yang
digunakan untuk mengukur setiap
rencana Kinerja.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 52


FORM REVIEW RENCANA SKP
JABATAN PIMPINAN TINGGI

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 53


FORM REVIEW RENCANA KINERJA
JABATAN ADMINISTASI

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 54


FORM REVIEW RENCANA SKP JABATAN
FUNGSIONAL

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 55


Menyusun Format Keterkaitan SKP
dengan Angka Kredit untuk
Lampiran SKP Pejabat Fungsional

1. Khusus pejabat
fungsional, setelah SKP
direviu pengelola Kinerja,
langkah selanjutnya
adalah menyusun Format
Keterkaitan SKP dengan
Angka Kredit Jabatan
Fungsional sebagai
lampiran Format SKP.
2. kemudian diajukan
pejabat fungsional ke Tim
Penilai Angka Kredit

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 56


FORM REVIEW KETERKAITAN
SKP DENGAN ANGKA KREDIT
JAFUNG

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 57


TAHAPAN VERIFIKASI
FORMAT KETERKAITAN SKP
DENGAN ANGKA KREDIT
a.
Tim penilai angka kredit melakukan verifikasi
Format Keterkaitan SKP dengan Angka Kredit
Jabatan Fungsional.

b.
Verifikasi dilakukan dengan memeriksa
keterkaitan substansi (bukan keterkaitan kata
atau kalimat) rencana Kinerja utama dengan
tugas pokok jabatan fungsional yang dijabarkan
dalam butir kegiatan.

c.
Hasil verifikasi tim penilai angka kredit
disampaikan kembali kepada pegawai.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 58


FORM VERIFIKASI KETERKAITAN SKP
DENGAN ANGKA KREDIT JAFUNG

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 59


P E N E T A P A N

S K P

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 60


TAHAPAN PENETAPAN SKP

1. Rencana SKP yang telah direviu oleh pengelola


Kinerja/tim pengelola Kinerja ditandatangani
pegawai yang bersangkutan serta ditetapkan oleh
pejabat penilai Kinerja.

2.
Penetapan SKP setiap tahun paling lambat pada
akhir Bulan Januari tahun anggaran.

Kondisi Khusus

Rencana SKP yang disusun oleh pengelola Kinerja/


tim pengelola Kinerja dalam hal pegawai dan
pejabat penilai Kinerja tidak melakukan
penyusunan Rencana SKP hingga minggu kedua
Bulan Januari ditetapkan oleh pengelola Kinerja/
tim pengelola Kinerja dan disampaikan kepada :
A. pegawai yang bersangkutan,
B. pejabat penilai Kinerja
C. pimpinan unit kerja.

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 61


FORM PENETAPAN SKP JABATAN
PIMPINAN TINGGI

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 62


FORM PENETAPAN SKP
JABATAN ADMINISTRASI

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 63


FORM PENETAPAN SKP JAFUNG

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 64


PENUTUP
Tersajinya Manual Book Panduan Penyusunan
Sasaran Kinerja Pegawai Model Pengembangan
sebagaimana yang diatur di dalam PermenPANRB
No. 8 Tahun 2021 ini diharapkan dapat
dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh setiap Pegawai
Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta. Manual Book ini dapat menjadi panduan
dalam melaksanakan proses perencanaan kinerja
pegawai dimulai dari menyusun rencana SKP,
reviu rencana SKP hingga penetapan SKP.

Demikian Manual Book Penyusunan SKP Model


Pengembangan ini disajikan, semoga bermanfaat.

Terima Kasih.

BKD PROVINSI
DKI JAKARTA

Subbid Kinerja BKD Provinsi DKI Jakarta 65

Anda mungkin juga menyukai