MAKALAH
AUFKLARUNG
Disusun oleh kelompok : 2
1. Melda Annisa
2. M Iqbal Satria
3. Rice Parenra
Guru Pengajar : Joneta Kusendang
SMA Negeri 03 Kota Bengkulu
Tahun Ajaran 2021/2022
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………….
BAB 1 ………………………………………………………………
PENDAHULUAN …………………………………………………
1. Rumusan Masalah ……………………………………...
2. Tujuan Masalah ……………………………………….
BAB II………………………………………………………………
PEMBAHASAN……………………………………………………
1. Latar Belakang Aufklarung ……………………………
2. Karakteristik Zaman Aufklarung ……………………….
3. Tokoh-tokoh Zaman Aufklarung ……………………….
BAB III …………………………………………………………….
KESIMPULAN …………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan
rohani sehingga kita masih tetap bisa menikmati indahnya alam ciptaan-Nya. Sholawat dan
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada teladan kita Muhammad SAW yang telah
menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama yang sempurna dan menjadi
rahmat bagi seluruh alam.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang berjudul
AUFKLARUNG Di samping itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah ini.
Akhir kata, penulis memahami jika makalah ini tentu jauh dari kesempurnaan maka
kritik dan saran sangat kami butuhkan guna memperbaiki karya-karya kami di waktu-waktu
mendatang.
Bengkulu. Oktober 2021
BAB 1
PENDAHULUAN
Aufklarung berasal dari kata inggris enlightenment yang berarti pencerahan,
penerangan. ini menunjukan emansipasi manusia kungkungan wibawa, purbasangka, adat
dan tradisi semata-mata; disebabkan oleh desakan dari manusia sendiri untuk berpikir lebih
bebas tentang masalah kehidupannya sendiri.. Penggunaan kata pencerahan barat. didasarkan
pada kemiripan dengan Aufklarung, alasan penggunaannya sendiri untuk mendapatkan
wawasan tentang hakikat dunia kita.
Aufklarung atau zaman pencerahaan adalah sebuah gerakakan besar dieropa pada
abad ke-18 yang memberikan kedudukan luar biasa pada akal budi manusia. Zaman yang
sering disebut sebagai kelanjutan dari reinaisans ini melahirkan bebagai pemikiran seperti
rasionalisme, idealisme,positivisme,pragmatism,fenomenologi,eksistensialisme.
Secara garis besar pengaruh aufklarung terhadap dunia terbagi menjadi dua yaitu
pengaruh dibidang pemikiran dan teknologi. Dibidang pemikiran, munculnya zaman
aufklarung telah menyebabkan berkembangnya paham liberlarisme dan nasionalisme.
Aufklarung mengedepankan dan memaksimalkan kemampuan akal manusia, kemudian
mendorong munculnya berbagai ideologi baru. Sedangkan dibidang ilmu pengetahuan dan
teknologi mulai bermunculan penemuan-penemuan baru dalam bidang teknologi.
1. Rumusan Masalah
Permasalahan pokoknya adalah :
A. Apa yang dimaksud dengan zaman pencerahan?
B. Apa saja penyebab terjadinya zaman pencerahaan?
C. Negara mana saja yang mengalami zaman pencerahan?
D. Bagaimana dampak zaman pencerahan dapat terjadi?
II. Tujuan Masalah
A. Untuk mengetahui zaman pencerahan
B. Menegetahui penyebab terjadinya zaman pencerahan
C. Untuk mengetahui aliran-aliran yang berkembang pada zaman pencerahaan
D. Mengetahui dampak zaman pencerahaan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang Aufklarung
Kata Aufklarung berasal dari Bahasa jerman,baahsa inggris ini diartikan
sebagaian enlightenment (pencerahaan). Aufklarung adalah suatu masa disekitar
abad ke-18 dieropa yang diketahui memiliki semangat revisi atas kepercayaan-
kepercayaan tradisional, memisahkan pengaruh-pengaruh keagamaan dari
pemerintahaan. Pada masa pencerahaan, pendekatan berdasarkan rasio dan ilmu
pengetahuan terhadap agama, sosial, ekonomi, dan politik. Pengaruh perkembangan
dari penggunaan rasio sebagai pegangan hidup itu tidak hanya pada pegangan hidup
masyarakat saja tetapi pada semua bidang dalam hidup masyarakat eropa dan amerika
baik dari bidang agama, ekonomi, sosial dan politik. Salah satu contoh dibidang
politik kehidupan masyarakat Eropa yang terpengaruh filsafat rasio yakni dalam
bidang politi yang banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum, dimana bentuk
pemerintahan yang absolutisme sangat berlawanan dengan aliran rasionalisme
( rasio).
Periode aufklarung telah membawah banyak perubahan pada pola pikir
manusia. Manusia mulai menggunakan akal untuk memeriksa secara kritis segala hal
yang ada dalam kehidupannya termasuk kehidupan yang bernegara dengan segala
aspek yang ada didalamnya. Menurut pandangan aufklarung dengan penyebarluasan
ilmu pengetahuan maka harkat dan martabat manusia akan semakin meningkat.
Pengaruh aufklarung terbagi menjadi dua yaitu pengaruh aufklarung dunia dan
Indonesia. Pengaruh aufklarung bagi dunia yaitu pola pikir manusia berubah,
tersebarluasnya ilmu pengetahuan, tokoh pelopor yang menyuarakan pendapat
semakin banyak sedangkan pengaruh aufklarung bagi Indonesia adalah terjadinya
politik etis yang akan melahirkan generasi baru yang siap mengisi pos industry
dibelanda.
Penyebab terjadinya Gerakan aufklarung ini disebabkan oleh beberapa hal
yaitu perdebatan antara pihak gerakkan yang menggunakan iman dan negarawan yang
mementingkan akal, pemaksaan oleh pihak yang terkait pada masyarakat.
B. Karakteristik Zaman Aufklarung
Masa aufklarung memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Munculnya paham individualisme, sekulerlisme, dan humalisme
Gereja tidak lagi memiliki kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya kepada
masyarakat Eropa
Agama tidak lagi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aspek-aspek
kehidupan masyarakat Eropa
Berkembangnya ilmu filsafat
Munculnya aliran rasionalisme dan empirisme
C. Tokoh-tokoh Zaman Aufklarung
Berikut tokoh-tokoh penting masa aufklarung :
1. Immanuel Kant (1724-1804)
Menjadi tokoh yang paling berdampak dalam masa Aufklarung di Jerman
(Darini, 2014). Menurutnya, manusia melakukan kekeliruan karena mereka tidak
menggunakan akal dan rasio untuk melihat fenomena (Hermawan, 2017). Oleh
karenanya, pemikiran manusia tidak dewasa sama sekali, masih dalam keadaan
remaja.
2. JohnLocke(1632-1704)
John Locke dianggap sebagai “Bapak Liberalisme”. Pemikirannya tercermin
dalam karyanya Two Treatise on Government (1689), yang menjelaskan bahwa
hidup manusia diatur oleh hukum kodrat dan tiap individu memiliki hak-hak yang
tak boleh dirampas darinya (unalienable rights).
3. Jean-Jacques Rousseau (1712-1778)
Dalam pelajaran Sosiologi atau Kewarganegaraan nama J.J. Rousseau sering
disebut. Ia merupakan filsuf Perancis yang juga muncul pada masa Aufklärung.
Jean Jacques Rousesseau adalah seseorang tokoh filosofinya mempengrahui
revolusi prancis, perkembangan politika modern dan dasar pemikiran edukasi.
4. Rane Descartes (1596-1650)
Merupakan seorang matematikawan,fisikawan,filsuf,dan juga telog,beliau
memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan dibidang matematika
sehingga mendapat sebutan bapak matematika modern,beliua adalah salah satu
pemikir penting dan berpengaruh dalam sejarah modern.
5. Baruch De Spinoza (1632-1677)
Merupakan filsuf keturunan yahudi portugis berbahasa spanyol yang lahir dan
besar dibelanda. Piker spinoza berakar dalam tradisi yudaisme. Pemikiran spinoza
yang terkenal adalah ajaran mengenai subtansi tunggal alam.
BAB III
KESIMPULAN
Aufklarung berasal dari kata inggris enlightenment yang berarti pencerahan,
penerangan. ini menunjukan emansipasi manusia kungkungan wibawa, purbasangka, adat
dan tradisi semata-mata; disebabkan oleh desakan dari manusia sendiri untuk berpikir lebih
bebas tentang masalah kehidupannya sendiri.. Penggunaan kata pencerahan barat. didasarkan
pada kemiripan dengan Aufklarung, alasan penggunaannya sendiri untuk mendapatkan
wawasan tentang hakikat dunia kita.
Aufklarung atau zaman pencerahaan adalah sebuah gerakakan besar dieropa pada
abad ke-18 yang memberikan kedudukan luar biasa pada akal budi manusia. Zaman yang
sering disebut sebagai kelanjutan dari reinaisans ini melahirkan bebagai pemikiran seperti
rasionalisme, idealisme,positivisme,pragmatism,fenomenologi,eksistensialisme.
DAFTAR PUSTAKA
Hardiman,Budi.2011.( pemikiran-pemikiran yang membentuk dunia modern).Jakarta :
Erlamgga
From Rene’ Descartes. “ Meditations, “ in Descartes Philosophical Writing, translade by
Kemp Smith, The Modern Library, New York, 1958
Waluyo,Herman j. 2007. Pengantar Filsafat Ilmu. Saltiga:Widyasari prea