PEMERINTAH
PEMERINTAH
PROVINSI
PROVINSI
JAWAJAWABARATBARAT
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SUMEDANG
Jalan Arief Rakhman Hakim No. 59 Telp. 0261-201531, fax. 0261-210097
[Link] e-mail:smkn2sumedang@[Link]
KABUPATEN SUMEDANG 45323
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Kelas / Semester : X/ 1
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelayanan ( 2 X 45)
Topik / Materi : PROBLEM SOLVING (Pemecahan Masalah Kehidupan Sehari-hari)
Bidang Layanan : Pribadi
Strategi Layanan : Klasikal
Aspek Perkembangan/ SKKPD : Kematangan Intelektual
Profil Pelajar ancasila : Berfikir Kritis dan Kreatif
Metode : Ceramah, Curah Pendapat, Tanya jawab dan penugasan
Media dan Alat : LCD, Slide PPt, Video , LKPD
TUJUAN LAYANAN
Tahap Pengenalan Tahap Akomodasi Tahap Tindakan
(ketrampilan)
(pengetahuan) (sikap)
1. Peserta didik dapat memahami 3. Peserta didik dapat 4. Peserta didik dapat
pengertian problem solving mendalami cara-cara dalam menerapkan langkah-
2. peserta didik dapat memahami menyikapi masalah dalam langkah dalam
jensi-jenis masalah dan kehidupan sehari-hari penyelesaian masalah
beberapa metode problem kehidupan sehari-hari
solving
LANGKAH KEGIATAN
a. Mengucapkan salam dan mengajak berdoa
b. Menanyakan kegiatan sebelumnya,
c. Mengapresiasikan kehadiran .
d. Guru menyampaikan tujuan layanan
Kegiatan
e. Guru menyampaikan langkah-langkah kegiatan dan cakupan materi layanan
Awal f. Guru mengadakan ice Breaking untuk memotivasi dan mengkondisikan
dinamika kelas.
a. Guru pembimbing menayangkan media slide power point yang berhubungan
dengan materi layanan tersebut diatas.
b. Peserta didik memperhatikan penjelasan materi yang diberikan serta Guru BK
mengajak peserta didik berdialog interaktif tentang contoh penerapannya.
c. Pserta didik memperhatikan, mengamati tampilan video yang terkait dengan
“Problem Solving”
d. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab setelah peserta didik
melihat tayangan video tersebut.
e. Peserta didik diminta untuk mengerkan kuis “Gambaran Cara Menyelesaikan
Kegiatan Konflik” yang sudah disiapkan oleh guru bk (bisa lihat slide / lembaran soal kuis
Inti yang udah disiapkan).
f. Peserta didik menjawab pertanyaan secara jujur, kemudian memberikan skor
dan makna dari kuis “Gambaran Cara Menyelesaikan Konflik” tersebut.
a. Peserta didik menyimpulkan kegiatan bersama peserta didik
b. Peserta didik merefleksi kegiatan
Kegiatan c. Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan atau pertemuan berikutnya
Penutup d. Guru menutup layanan, mengajak peserta didik bersyukur dan mengucapkan
salam
PENILAIAN
1. Penilaian Guru BK memperhatikan proses layanan serta melakukan refleksi dari
Proses kegiatan layanan klasikal tersebut menggunakan lembar observasi
2. Penilaian Hasil Peserta didik mengisi angket evaluasi setelah mengikuti kegiatan layanan
klasikal, antara lain : suasana yang dirasakan, pentingnya topik yang
dibahas, cara penyampaiannya. (bisa melalui link google form)
3. Tindak lanjut Memberikan kasus-kasus kehidupan sehari-hari untuk diselesaikan
Sumedang, Juli 2022
Mengetahui
Kepala SMK Negeri 2 Sumedang Guru Bimbingan dan Konseling
Dini Karlina Siti Hodijah [Link].
Drs. H. Edi Supriadi, [Link].
NIP 196501211998021001
LAMPIRAN
PROBLEM SOLVING
PENGERTIAN PROBLEM SOLVING
Pengertian masalah atau problem yang dihadapi seseorang berbeda dengan orang lain.
Pengertian masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin berbeda dengan yang dihadapi
oleh seorang sarjana. Berbeda pula oleh seseorang sebagi pribadi dengan seseorang sebagai
pemimpin/anggota organisasi. Masalah dapat digambarkan sebagai suatu keadaan (terlihat
atau tidak terlihat) dimana antara yang diharapkan dengan kenyataan tidak sesuai. Antara
apa yang direncanakan dengan kenyataan tidak sesuai. Atau terdapat hambatan antara yang
diinginkan dengan keadaan sebenarnya. Masalah berbeda dengan keluhan. Keluhan
merupakan akibat dari masalah yang tidak jelas atau tidak teratasi/tidak terselesaikan.
Keluhan yang dirasakan seseorang dapat dijadikan pertanda seseorang sedang mengalami
masalah yang tidak dikenali atau sebuah masalah yang tidak dipecahkan.
Pengertian masalah atau problem yang dihadapi seseorang berbeda dengan orang lain.
Pengertian msalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin berbeda dengan yang dihadapi
oleh seorang sarjana. Berbeda pula oleh seseorang sebagai pribadi dengan seseorang
sebagai pemimpin/anggota organisasi. Masalah dapat digambarkan sebagai suatu keadaan
(terlihat atau tidak terlihat) dimana antara yang diharapkan dengan kenyataan tidak sesuai.
Antara apa yang direncanakan dengan kenyataan tidak sesuai. Atau terdapat hambatan
antara yang diinginkan dengan keadaan sebenarnya. Masalah berbeda dengan keluhan.
Keluhan biasanya merupakan akibat dari masalah yang tidak jelas atau tidak teratasi/tidak
terselesaikan. Keluhan yang dirasakan seseorang dapat dijadikan pertanda seseorang
sedang mengalami masalah yang tidak dikenali atau sebuah masalah yang tidak
dipecahkan. Masalah yang tidak dipecahkan akan dapat menimbulkan masalah baru. Oleh
sebab itu, setiap orang harus menyikapi setiap masalah yang dialaminya.
Mensikapi Masalah
Bagaimana cara Anda mensikapi terhadap masalah ?
Lari dari masalah?
Mengeluh?
Tidak tahu apa yang harus dilakukan?
Meminta bantuan kepada orang lain?
Menghadapi dan memecahkannya?
Setiap orang tidak mungkin dapat menyikapi masalahnya dengan tepat apabila ia
tidak atau belum mengenali masalah itu. Disamping itu ia harus mengenali sumber masalah
yang dialami. Pada umumnya masalah yang dialami setiap orang bersumber dari diri
sendiri (internal) dan dapat juga bersumber dari luar diri (eksternal).
Sebagai seorang siswa, masalah yang bersumber dari dalam diri sendiri meliputi
kondisi pribadi misalnya kecerdasan, bakat, fisik, nilai, kepribadian, keterampilan belajar
dan sebagainya. Sedangkan yang bersumber dari luar diri seperti kondisi pisik sosio
emosional di lingkungan keluarga dan sekolah (pencahayaan, kebersihan, sirkulasi udara
hubungan dengan teman, dengan guru dan lain sebagainya) sarana belajar pribadi dan
sekolah. Bagaimanakah sikap Anda selama ini menghadapi masalah?
Problem solving sama artinya dengan pemecahan masalah. Pengertian Pemecahan
Masalah dapat diartikan sebagai upaya untuk memahami masalah dan faktor- faktor
penyebabnya, serta menemukan alternative pemecahannya yang paling tepat, agar
terhindar dari kondisi yang merugikan. Problem solving juga merupakan suatu prosedur
yang di dalamnya terdapat langkah-langkah yang harus diikuti dalam memecahkan sebuah
masalah yang dihadapi seseorang sebagai perorangan atau seseorang sebagai pemimpin
organisasi atau anggota organisasi. Pernahkah anda menghadapi masalah ? Apakah
masalah yang anda hadapi masalah pribadi, social, belajar atau karier ? Bagaimana
langkah-langkah apa yang anda tempuh setiap masalah yang anda hadapi ? Bagaimana
hasilnya ? Siapa diantara anda yang bisa mengungkapkan pendapatnya ?
Jenis- jenis Masalah
1. Masalah pribadi (personal), seperti:
Frustasi karena tidak tercapainya cita-cita
Konflik psikis (berkurang sesuaian antara keinginan/minat dengan kemampuan), atau
konflik antar kebutuhan seksual dengan norma agama
Bersikap apatis (kurang bergairah) dalam menghadapi kehidupan.
Bersikap pesimis akan masa depan
Kurang dapat membagi waktu
Frustasi karena kurang mendapat kasih sayang atau perhatian orang tua
Merasa minder (rendah diri) bergaul dengan orang lain
Merasa kurang percaya diri (tidak PD) dalam mengekspresikan diri
2. Masalah keluarga, seperti:
Hubungan yang kurang harmonis antar ayah-ibu, atau orangtua-anak
Ketidak utuhan keluarga (meninggal atau bercerai)
Orang tua kurang memperhatikan kebutuhan anak
Orang tua tidak menampilkan pribadinya sebagai figur moral yang baik
3. Masalah dalam kelompok sebaya (peer group), seperti:
Norma kelompok yang kurang sesuai dengan norma pribadi
Berkembangnya sikap egois diantara anggota kelompok
Kurang berkembangnya sikap toleransi, loyalitas dan kebersamaan
Gaya hidup atau perilaku teman dalam kelompok tidak sesuai dengan
ajaran agama atau berakhlak buruk.
Terperangkap dalam gang yang perilakunya brutal/sadis, seperti gang
4. Masalah Belajar
Merasa sulit untuk berkonsentrasi dalam belajar
Kurang memiliki motivasi belajar
Kurang memiliki sikap dan kebiasaan yang belajar positif
Kurang memiliki keterampilan untuk belajar
5. Masalah karir, seperti:
Belum mengetahui sekolah lanjutan yang akan dimasuki
Belum memahami jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan sendiri
Merasa pesimis bahwa setelah sekolah, bisa melanjutkan studi atau mendapat
pekerjaan yang diharapkan
BEBERAPA METODE PROBLEM SOLVING
Dalam proses problem solving, ada beberapa metode yang dapat Anda gunakan, di
antaranya adalah :
1. Linear Thinking
Metode problem solving pertama yang dapat Anda terapkan adalah linear
thinking. Penggunaan metode ini sangat sederhana, yaitu dengan menekankan pada
pertanyaan “mengapa” agar bisa menemukan akar permasalahan. Setelah akarnya
ditemukan, Anda bisa menggunakan data-data lama dan solusi yang ada untuk
diterapkan. Linear thinking adalah salah satu metode problem solving paling tradisional
dan mudah dilaksanakan. Kelemahannya, linear thinking hanya cocok untuk
menghadapi masalah yang pernah dihadapi sebelumnya, tapi tidak sesuai jika
masalahnya sama sekali baru.
2. Creative Problem Solving
Ketika kita membahas apa itu problem solving, maka Anda perlu menciptakan
keseimbangan antara logika dan kreativitas. Anda bisa menggunakan kreativitas untuk
mencari tahu apa penyebab masalah yang terjadi dan kemudian mengembangkan solusi
yang inovatif.
Metode creative problem solving tidak hanya seputar brainstorming atau ide-ide
gila yang out of the box. Tetapi Anda juga perlu fokus untuk mendapatkan ide
sebanyak-banyaknya dari proses tersebut.
3. Solution-based Thinking
Metode problem solving keempat yang dapat Anda terapkan adalah solution-
based thinking, yaitu metode pemecahan masalah dengan berfokus pada solusi-solusi
yang dapat dipastikan keberhasilannya. Jika dibandingkan, solution-based thinking
tampak seperti pertengahan antara linear thinking dan creative problem solving. Dari
segi kecepatan, metode solution-based sama terfokusnya seperti linear thinking. Akan
tetapi, dari segi fleksibilitas ide, solution-based thinking menggunakan pendekatan
brainstorming seperti creative problem solving.
LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMECAHKAN MASALAH
Dalam memecahkan masalah yang dialami perlu memahami langkah-langkah berikut :
MERUMUSKAN MASALAH YANG AKAN DIPECAHKAN
MENGANALISA SEBAB-AKIBAT DARI MASALAH
MENGHIMPUN BERBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN
MEMILIH ALTERNATIF YANG PALING TEPAT
MELAKSANAKAN PILIHAN DALAM BENTUK KEGIATAN TERENCANA
Merumuskan Masalah
Untuk mengetahui hakekat daripada sesuatu masalah tidaklah mudah, karena
masalah yang sebenarnya dihadapi sering terselubung dalam berbagai bentuk berupa
gejala-gejala yang tampak dan tidak tampak. Oleh sebab itu diperlukan keahlian,
pendidikan dan penglaman untuk dapat mencari sebab akibat yang tepat guna mencari
pemecahannya.
Demikian juga halnya dengan masalah yang perlu dipecahkan melalui satu keputusan.
Apa yang tampak seperti masalah dalam satu organisasi belum tentu merupakan masalah
yang sebenarnya. Yang terlihat itu mungkin hanya gejalanya saja, sedangkan hakekat
yang sebenarnya dari masalah itu perlu dipahami lebih mendalam.
Orang Amerika (Industriawan Charles F. Kattering) mengatakan “Suatu masalah yang
sudah didefinisikan dengan baik berarti sudah separoh terpecahkan”. Sebuah masalah
dapat dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan atau kalimat pernyataan.
Analisa Sebab-Akibat
Setiap masalah yang akan dipecahkan perlu diketahui sebab masalah itu terjadi dan
akibat/konsekuensi yang akan muncul bila tidak diatasi. Dalam menganalisa sebab-
akibat dari suatu masalah memerlukan pengetahuan dan pengalaman, memerlukan data
dan fakta yang jelas/akurat. Tanpa hal itu akan sulit mencari solusi dari masalah yang
dihadapi. Hal ini bertujuan untuk memperkecil resiko yang muncul dari sebuah
keputusan yang akan diambil dari pemecahan masalah yang dialami.
Menghimpun Alternatif Pemecahan
Kegiatan berikutnya ialah menentukan alternatif pemecahan, yaitu berbagai
kemungkinan yang dapat dipilih untuk dilaksanakan sebagai jalan keluardari masalah
yang diahadapi.
Setiap alternatif harus dikaji faktor-faktor pendukung dan faktor penghambat yang
ada dalam setiap alternatif. Keuntungan apakah yang akan diperoleh apabila alternatif
tersebut menjadi pilihan atau sebaliknya kerugian/resiko apa yang akan muncul apabila
alternatif tersebut akan dipilih. Disamping itu juga harus diperhitungkan kekuatan
kemauan dan kemampuan untuk melaksanakannya untuk menghindari munculnya
masalah baru.
Memilih Alternatif yang Paling Tepat
Ukuran alternatif yang paling tepat dapat dilihat dari segi biaya, waktu, sarana,
kemampuan dalam melaksanakan. Dengan kata lain apakah alternatif yang dipilih dapat
mempermudah tercapainya tujuan, dapat mengurangi kerugian, dapat mengurangi
konflik dengan orang lain, dapat memberikan kepuasan, mampu dan mau
melaksanakannyadan sebagainya.
Melaksanakan Pilihan dalam Bentuk Kegiatan Terencana
Keputusan yang diambil akan dapat berfungsi memecahkan asalah apabila dapat
dilaksanakan. Oelh karena itu harus disusun rencana kegiatan pelaksanaannya.
Keputusan yang diambil oleh peroranganuntuk mengatasi masalah perorangan tetap
memerlukan rencana kegiatan pelaksanaannya, apalagi keputusan yang diambil oleh
organisasi untuk keprluanmemecahkan masalah organisasi yang pelaksanaannya
melibatkan banyak orang, memerlukan koordinasi, pengawasan, dan penggunaan biaya
sangat perlu adanya rencana kegiatan yang matang agar masalah dapat terpecahkan dan
tidak muncul/mengurangi munculnya masalah bau yang lebih rumit.
REFLEKSI
Kita sering mendengar kalimat ‘problem solving’, kalau dilihat dari artinya yaitu pemecahan
masalah. Disadari atau tidak, pemecahan masalah itu sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-
hari dan ternyata ini merupakan kemampuan yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang. Problem
solving digadang-gadang menjadi softskill yang sangat dibutuhkan di era seperti ini. Apakah diri kita
telah memiliki kemampuan pemecahan masalah ? Mungkin kamu pernah berpikir, Apakah kamu
sudah memiliki kemampuan problem solving atau belum ? Cara untuk mengatasinya adalah dengan
merefleksikan kepada diri kamu, apakah kamu selama ini sudah mampu mengatasi masalah-
masalah yang ada di keseharianmu ? Mari berbagi cerita ! Ataukah kamu masih membutuhkan
bantuan orang lain untuk mengatasi masalahmu ? Beri Penjalasan !