0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
534 tayangan16 halaman

Bab 4

Diunggah oleh

Zahrah Dini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
534 tayangan16 halaman

Bab 4

Diunggah oleh

Zahrah Dini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, Anda ciharapk Mende nisikan Subjek Pajak PPh Pasal 21. Soar ennp Mengidentifikasi Penerima Penchasilan Mengidentifikasi Pemotong mh asi a Tees Dips Pe 24 Mengidentifikasi Hak Pemotong PPh Pasal 21 Mengidentifikasi Kewajiban Periotong Pajak PPh Pasal 21 Menghitung Penghasilan yang Dikenakan Pemotongan PPh Pasal 21 Menghitung Penghasilan yang Tidak ¢ Menghitung Pengurangan yang dip Menghitung Tarif Pajak Berdasarkan UU Palak Penghasilan Menghitung Pajak Berdasarkan Tar Atas Dasar Penghasilan Kena Pajak Menghitung Pajak Berdasarkan Penghasilan Bruto. Menghitung Tarif Pajak r n Neto. Menghitung Tarif Pajak Mengidentifikasi Formulir Mengidentifikasi Pelaporan SPT Mengidentifikasi Ketentuan Atas Penghas Dasar Upah + Masa PPh Pasal 21 Masa PPh Pasal 21/26. arr toe or) Subjek Palak PPh Pasay, | | Penerima Penghasilan, r Dipoton te) [7 _Tidak Dipotons PPh Pas, Le! Pemotong PPh Pasai 2, ‘wajib Pajak | ™ >) Penghasilan | a Pasal 21 Le Hak Pemiotong PPh Pasaj 2, | || Kewaliban Pemotong Pajay | Le Pasal21 kh | es ~ Penghasilan yang dikenakan c * Pemotongan PPh Pasal 21 ~~ Penghasilan | ecw ang Dipotong Penghasilan yang Tidak Dip Le pajak —* PPh Pasal 21 Penghasilan —— | babepasetat Lsf7 ~~ Pengurangan yang | Diperbolehan ——— e ] : - Se Oreen 14 Tarif Pajak Berdasarkan Undang- Raed wa —» Undang Pajak Penghasilan als | Pajak Dihitung Berdasarkan Tarf oe ale [> Atas Dasar Penghasilan Kena Pat Tarif Pajak Niece | Berdasarkan Pajak Dihitung Berdasarkan Tart UU Pajak 1" Atas Dasar Penghasilan Bruto 9) 1 | Penghasilan es | - m | Tarif 15% Atas Dasar | | Penghasilan Neto | | Tarif 5% Atas Dasar Upah | | oom = (>) Formulir SPT Masa PPh Pasa! 21 || Dokumen dan apenas = | Formulir Pajak Penghasilan | Pasal 21 De 8151125! Paiak untuk Se Ih van rs TENORS PN jak PPh pasal 21 iap tambahan kemampuan eho, 4, Pai fi 0 Penghasilan oo Wajib Pajak, balk vang berasa © yang diterim oT dari luar Indonesia, ean We eps ty, indonesia MPA menambah kekayaen Wald Pan konsums! en nama dan dalam ee Fay Pun, bersangkutan, de! an Pasal 21 adalah pajak atas Penghas,, Pajak Penghasila m, tunjangan, dan pembayara, é ah, honorariul i tau diperoleh Wajib Pajak orang pribagj ala, berupa gall, UP: dengan pekerjaan atau jabatan jasq dan yang diterima 4 n negeri pehonenere pasal 21 Undang-Undang Pajak Penghasis kegiatan. Keten pajak dalam tahun berjalan me, mbayaran rae lj ep nae penghasian yang diterima atau dserg: pemoto oleh Wajib Pajak orang pict dalam negeri sehubungan dengs, iatan. SEE raion yang dipotong PPh Pasal 21 adalah orang pribadi dengan status sebagai Subjek Fale dalam ne yang menerima penghasilan dengan nama fc : lam bentuy apa pun, sepanjang tidak dikecualikan dalam Peraturan Direkty, Jenderal Pajak ini, dari pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau pph Pasal 26 sebagai imbalan sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan kegiatan yang dilakukan baik dalam hubungan sebagai pegawaj maupun bukan pegawai, termasuk penerima pensiun. Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21, antara n n lain: a. Pejabat Negara, yang terdiri dari 1) Presiden dan Wakil Presiden. 2) Ketua, Wakil Ketua, dan anggota DPR/MPR, DPRD Provinsi, dan DPRD KabupatervKota. 3) Ketua dan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. 4) Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda, dan Hakim Mahkamah Agung. 5) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung. 6) Menteri dan Menteri Negara. 7) Jaksa Agung. 8) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepala Daerah Provinsi. 9) Bupati dan Wakil Bupati Kepala Daerah Kabupaten. 10) Walikota dan Wakill Walikota Kepala Daerah Kota b. Pegawai Negeri Sipl PNS-Pusat, PNS-Daerah, dan PNS lainny2 yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8 tahun 1974, pegawai Tetap, Pegawaj i | egawalr pe an status Wajib Pajak Luar Neg Tidak Tetap fis + Pegawai ¢ den Mu, eri, Ten, rexima Pensiul PENTIMA Honorary aga Lepas n, upah Mmingguan, Upah boron gan, * fen 4b pariat ‘enerima Upah, atay penerim? Penghasilan yang Tidak tinciey Upah satuan, PPh Pasal 2 1 L a penghasilan yang tidak term, peneti™ an Pasal 21, antara lain: aghas! porta t perwakilan diplomat dan konsy) & jain dati negara asing, dan orang-orang cea atau pejabat 1 da mereka yang bekeria pada dan a dperbantukan persama mereka, dengan syarat tempat tinggal ) pukan warga negara Indonesia, dan 2 Di Indonesia tidak menerima atau mi penghasilan lain di luar jabatannya di ieee 3) Negara yang bersangkutan memberikan perlakt alk Perlakuan timbal jabat perwakilan organisasi int b. pejaba' fernasional sebagaima' gimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Renae sta xewx.04/2000 seoagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 601/KMK.Q3/2005 sepanjang bukan warga negara Indonesia, dan tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan atau pekerjaan in untuk memperoleh penghasilan di Indonesia asuk Wali Pajak lair 3, Pemotong PPh Pasal 21 Pemotong PPh Pasal 21 dar/atau PPh Pasal 26 adalah Waiib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan, termasuk bentuk usaha tetap, yand mempunyai kewajiban untuk melakukan pemotongan pajak atas Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jas, dan kegiatan orang pribadi. Pemotong PPh Pasal 21, antara lain: a. Pemberi kerja. . b. Bendaharawan Pemerintah yang membayarkan 9)! upah, honorarium tunjangan, dan pembayaran lain dengan has apa pun, sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaal atau jabatan, jas@, dan kegiatan. © Perusahaan, badan, dan bentuk usaha tetaP, xed Late honorarium atau pe™ " bag sehubungan dengan kegiatan dan jasa- embayet 4. Perusahaan, badan, dan bentuk usaha tetaP yang a honorarium atau pembayara? ain ss 2a an ae sehubungan dengan kegiatan dan 2! ial Negetl orang pribadi dengan status Wajib Pal a am iri formulir-f ambi sent ir-formulir nee menuhan Kewajiban verbal diperlukay bo ant jal an dal: a pajak atau Kantor annya alam nan J F Penyuluhan, Pag Pads Kantor a pele memotong, d a pitund- , dan men hak setempar re untuk setiap bulan tak yetor Ph Pasa tb ete enyetoran PI yang lal orkan P Y Ph Pasal 21 sekali a akan Surat Pemberitahuan (spr) PUN nihil dengar gan den ; me! n pajak atau Kantor Penyuluhan Masa ke Kantor Pajak setempat, an regparrombernis pada tanggal 10 bat perkutny? “ tilan takwim met erikan Bukti emotongan PPh Pasal 21 n tidak pada saat dilakukannya baik aliminta a orang pribadi bukan sebagai cate Pajak and epusan pensiun, penerima Jaminan fat eee west n, dan penerima dana pensiun. oe memperikan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 tahunan k egawai tetap, termasuk penerima pensiun bulanan, ea unakan formulir yang ditentukan oleh Direktur hana palak dalam waktu 2 bulan setelah tahun takwim ener mempuat catatan atau kertas kerja perhitungan PPh Pasal 21 yntuk masing-masing penerima penghasilan, yang menjadi dasat pelaporan dalam SPT Masa dan wajid menyimpan catatan atau kertas kerja tersebut selama sepuluh tahun pajak yang bersangkutan. ktu 2 bulan setelah tahun takwim berakhir, k wajib menghitung kembali jumlah PPh Pasal angkutan oleh pegawai tetap dan menerima pensiunan bulanan menurut tarif sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000. i. mengisi, menandatangan'. PPh Pasal 21 ke Kantor i pat Pemotond Pajak terdaftar atau Kan yawn PPh Pasal 21 ter __lambatnya tanggal 31 Maret tahun tal : melo Spr tahunan PP PSA! engan lernPrer lampiran yang ditentukan o@ njuk pengisia® Tahunan PPh pasal 21 untuk tahun P°? y 21 yang bers tor Penyuluhan y sebut harus disam| we tlaan, asosiasi a, _kepani Perky, lembag® nisasi sosial Politik, dan ob, ely F dalam segala bidang kegiay,." Sey e. 3, organisasi masse Or dalam bent upah, honorarium, atau imbala,, an n gall : ; at embayaran GAM ehubungan dengan Pekerjaan, jy, nama ee idilakukan oleh orang pribedt Sy kegiatan Ya" Pitan, dan bentuk Usaha tery tau imbalan lain kepagn’ 9 De f ium a f honorat membayatkar an, dan pemagangan. pelatih penatsikan fo egiatan yang membayar honorariuny, a. Penyelenayitigaan damm bentuk 2Pa PUN kepag, "a atau pen m negeri berkenaan deng, Yai at rang pibadi dalam Ned dengan Suan kegiatan motong PPh Pasal 21 4, Hak Pel Hak pemotong pPh Pasal 21, antara lain: a. mengajukan permohonan memperpanjang jangka vay jan SPT tahunan Pasal 21 fy ampal b, ooeehtungkan kelebihan setoran PPh Pasal 2; dala ctu bulan takwim dengan PPh Pasal 21 yang terutang pia. bulan berikutnya dalam tahun takwim yang bersangkutay Jebihan setoran pada SPT tahun, memperhitungkan ke dengan PPh Pasal 21 yang terutang untuk bulan pada wakty dilakukan penghitungan tahunan, dan jika masih ada isa kelebihan, maka diperhitungkan untuk bulan-bulan lainny; dalam tahun berikutnya. - d. membetulkan sendiri SPT atas kemauan sendiri dengan menyampaikan pernyataan tertulis dalam jangka wakty dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnys Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, dengen syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. e. mengajukan surat keberatan kepada Direktur Jenderd Pajak atas suatu Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat Ketetaper Pajak Lebih Bayar, Surat Ketetapan Pajak Nihil mengajukan permohonan banding secara tertulis dalar bahasa Indonesia dengan alasan yang jelas kepada Badan Peradilan Pajak terhadap keputusan mengenai keberatann!? yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. f. 5. Kewajiban Pemotong Pajak PPh Pasal 21 Kewajiban pemotong pajak PPh Pasal 21, antara lain a. mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak atau Kat" Penyuluhan Pajak setempat. ae a a Biaya pensiun untuk PeNENMS ensyn 2 dati penghasilan bruto dengan jum a 2,400.000,00 per tahun peNONASian yg Ro. i a dan, atau R200. 000,00 per Bulan (mula dena, nn pensiun ada! mi OFAN pnd 8 warisnya yard menerima atau MeMpergia, : untuk pekerjaan yang dilakukan di masa orang pribadi atau ahli warisnya ya tunjangan hari tua atau jaminan har siun sebesat 4,75% dan penghasiian : Pensa Neget Sipil). Adapun untuk pihak sv kebijakan perusahaan. hasilan Tidak Kena Pajak " rant Tidak Kena Pajak yaitu pen, penghasilan bruto orang pribadi atau perseoy, Wajib Pajak dalam negen dalam meng Kena Pajak yang menjadi objek pajak penghas dibayar Wajib Pajak di Indonesia. Peng! Pajak diatur dalam Pasal 7 UU No.? tahun Pajak Penghasilan, sebagaimana telah div No. 36 tahun 2008 tentang perubahan ke No. 7 tahun 1983. 3 Pajak (WP) 13.200.000,00| 15 840 000 Tambahan untuk WP ! Lyang sudah kawin | '440.000,00} 1.200.000,00 | 1.200.000,00 } 1.320.000 Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami ¥3.200.000,00 | 15.880.000,00 | 2. Tambahan untuk keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus paling banyak 3 orang Berlaku mulai 1.440.000,00 a + | | | 1-200.000,00} 1.200.000,00) 1.320 .009,00 ‘Januari 2001 1 Januar 2005 1 Januar 2006 perubahan remgnestian Tidak Kena Pajak jal nade oibel Peraturan TKP) 2046; 16 mel nyesuaian Bg, MOF: 194. oi pajak, Undang-Undang PrKP 9 nya Penghasi 010. gatanganioleh Menteri Keuan 016 Terbar, a” Tidak qian ; '9an Bam aru, yan nggal 27 Juni 201 amban 9 telah pat? ike i fe Brodjonegoro ie status pTKP (dalam Rupiah) rw Tidak Kawin Kode [PIKE 20 “yranggungan_| TK/O | 15.840, |__PIKP 2083) prop van 000,00 [24 300-pmeac | PRP 2015 se (7 Tanggungan TW | _17.160.000,00 | 26 36; 36. eee an _| TK | 18-480,000,00 | e000 _| 000,000.00 | 4 600,000,001 Ean TK 28,350.00 [[Link] [a angouna «/3 | 19.800.000,00 [30 375 S00 42000000 $3.00000600] “ 100.000,00 |67.500.00 wekawin [Kode | PrkP2012 Franggungan_|_K/0_| 17.160.000,00 PTKP 2013 PPE PIE] FTanggungan_| K/1_| 18.480. 000, 26.325.000,00 | 39,000.000,00 [58 500.00 ns pranggungan_| K/2_| 19.800 D900 ae aE ee 000,00 |[Link]] [stangaungan_| ke | 21.120000.00 [22 400.000,00 am ts z obi oa [7 We Kawin + ae i Kode| PTKP2012 | PTKP 2013 PTKP2015 | PTKP 2016 [oTanggungan_| K/1/0 | 33.000. 000,00 | 50.625,000,00 | 75.000.000,00 | 112.500.000 00] 1 Tanggungan K/1/1 | 34.320.000,00 52.650,000,00 | 78.000.000,00 | 117.000. 000,00 | 2 Tanggungan K/1/2 | 35.640.000,00 54.675,000,00 | 81.000.000,00 | 121 500. 000,00 | [3 Tanggungan K/13 | 36.960.000,00 | 56.700.000,00 | 84.000 (000,00. | 126.000.000,00 | dalam perundang-undangan pajak adalah seseorang yang belum dewasa, dukan anggota keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus dan menjadi tanggungan sepenuhnya dari Wajib Palak yang bersangkutan. Yang menjadi tanggungan sepenuhnya menurut undang-undang Pajak Penghasilan adalah anggota keluarga yang tinggal ene Wajb Pajak, tidak dibantu oleh orang '¥8 atau keluarge lainny’ dan tidak memiliki penghasilan: 4 Hubungan sedarah dan semende os Sedarah lurus satu derajat: ayah, ibu, anak jardin b. Sedarah ke samping satu derajat: saudara kan Semenda lurus satu derajat mertua, Semenda ‘enna satu derajat: Sauder? ipar Pengertian anak angkat iri formulir-f ambi sent ir-formulir nee menuhan Kewajiban verbal diperlukay bo ant jal an dal: a pajak atau Kantor annya alam nan J F Penyuluhan, Pag Pads Kantor a pele memotong, d a pitund- , dan men hak setempar re untuk setiap bulan tak yetor Ph Pasa tb ete enyetoran PI yang lal orkan P Y Ph Pasal 21 sekali a akan Surat Pemberitahuan (spr) PUN nihil dengar gan den ; me! n pajak atau Kantor Penyuluhan Masa ke Kantor Pajak setempat, an regparrombernis pada tanggal 10 bat perkutny? “ tilan takwim met erikan Bukti emotongan PPh Pasal 21 n tidak pada saat dilakukannya baik aliminta a orang pribadi bukan sebagai cate Pajak and epusan pensiun, penerima Jaminan fat eee west n, dan penerima dana pensiun. oe memperikan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 tahunan k egawai tetap, termasuk penerima pensiun bulanan, ea unakan formulir yang ditentukan oleh Direktur hana palak dalam waktu 2 bulan setelah tahun takwim ener mempuat catatan atau kertas kerja perhitungan PPh Pasal 21 yntuk masing-masing penerima penghasilan, yang menjadi dasat pelaporan dalam SPT Masa dan wajid menyimpan catatan atau kertas kerja tersebut selama sepuluh tahun pajak yang bersangkutan. ktu 2 bulan setelah tahun takwim berakhir, k wajib menghitung kembali jumlah PPh Pasal angkutan oleh pegawai tetap dan menerima pensiunan bulanan menurut tarif sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000. i. mengisi, menandatangan'. PPh Pasal 21 ke Kantor i pat Pemotond Pajak terdaftar atau Kan yawn PPh Pasal 21 ter __lambatnya tanggal 31 Maret tahun tal : melo Spr tahunan PP PSA! engan lernPrer lampiran yang ditentukan o@ njuk pengisia® Tahunan PPh pasal 21 untuk tahun P°? y 21 yang bers tor Penyuluhan y sebut harus disam| eo kc untuk Drs. AgUS supriyant 3.500. 200,00 Rp 350.000, ; nae » 140.000,00 ; ist 1Rp3.500.000, 01 Rp. wp 500.00000 fp_3.000.000,00 ie Rp 6.990.000,00 guage, ae og. 000 = p349 500,00 ‘ ra ‘000,00 per bulan) 025,00 ao x Rp6.990.000,00 Rp332 4, Penghasilan neto per bulan Rp75.701.700,00 wun (12 x Rp6.308.475,00) £Rp67,500.000,00 PTK? (SK/2) Rp 8.201.700,00 Penghasilan Kena Pajak Penghasilan setah Dibulatkan menjadi Rp8.202.000,00 a fiyanto: Pajak penghasilan atas gaji Drs. Agus SuPrivaM'O, | 4 14. 1, Pajak 5% x Rp8.202.000,00 Peo Palak satu bulan Rp410.100,00 : 12 5 Rp Dibulatkan ke atas menjadi Rp34.200,0 oy Ot Bruty liki NPWP_08.[Link] 099,» Drs. Sugeng Sutrisno seorang PNS Golongan IV/a. Memi tig bulan Maret 2016 meme gall pokok 8p3.500.000,00. Tunjangan istri 10%, tunjangan ay per anak, tunjangan fungsional Rp3.000.000,00, dan tunjangan struktural Rp2.000009¢0 2 ensiun 4,75%, Status kawin dengan 2 anak (asumsi Januari sampai Desember 2016 beker per Perhitungan pajak untuk Drs. Sugeng Sutrisno: Gaji pokok Rp 3.500.000,00 Tunjangan istri 10% x Rp3.500.000,00 Rp —350.000,00 Tunjangan anak 4% x Rp3.500.000,00 Rp 140.000,00 Tunjangan fungsional Rp 3.000.000,00 Tunjangan struktural Rp_2.000.000,00 Penerimaan Bruto Rp 8.990.000,00 Pengurangan Biaya jabatan 5% x Rp8.990.000,00 = Rp449.500,00 (maksimal Rp500.000,00 per bulan) Biaya pensiun 4,75% x Rp8.990.000,00 = Rp427.025,00 + Rp _ 876.525,00 Penghasilan neto per bulan Rp 8.113.475,00 _ Penghasilan setahun (12 x Rp8.113,475,09) r ee ) Rp$7.361.700,00 Penghasilan Kena Pajak 8967-500.000,00 asilan Kena Pajal £067.500,000,00 _ Dibulatkan menjadi Rp29.862.000,00 %029.861.700,00 Wi aeitsinistrasi Pat ccc Yv hasilan atas gaji Drs. Sugen, jok Pe 29.862, 000,00 19 Sutrisno; nek au pulan Rp1.493 Weed 12 1.493. 100,00 m I me ie atas menjadi Rp124,500,99 Rp aaaene d paramita, [Link]. seorang PNS Gok indah ‘olongan IV/ 0 2016 memiliki Gaji poke ‘a. Memiliki pan angan fungsional od 000000 3.900.000,00, Tinishy PWP 04.405 .[Link], Pada 02% Mager jumiah tanggungan 1 one ean Pensiun 4, a5 status ie tunjangan anak awa ; Imsi Jan 4 ‘awin, suar ela berapa Palak yang harus dibayar Dra. Indah faa ‘ie 2016 beter ena an pajak untuk Dra. Indah Paramita, [Link]. pester ‘agi poko! «al Poy suai 10% x Rp3.900.000,00 RP 3.300.000,00 intoan anak 2% x R03. 900 000,00 Re 390.000,00 w San nr sonia erimaan bruto Rp 7.368.000,00 * pengurengan or siya jabatan fe x Rp7-368.000,00 = Rp368.400,00 jraksimal RPS00.000,00 per bulan) siaya pensiun 475% Rp7-368.000,00 = Rp349.980,00 Rp _718.380,00 penghasilan neto per bulan Rp 6.649,620,00 Penghasilan setahun (12 x Rp6.649.620,00) Rp79.795.440,00 PIKP (SK/1) Rp63.000.000,00 penghasilan Kena Pajak Rp16.795.440,00 pibulatkan menjadi Rp16.796.000,00 fajak penghasilan atas gaji Dra. Indah Paramita, [Link].: Pajak 5% x Rp16.796. 000,00 Rp — 839.800,00 Pajak satu bulan Rp839.800,00 12 Rp —-69.983,00 Pajck dibulatkan menjadi Rp70.000,00 Or RC ie ety Ds Candra Hernawan, Mi. seorang PNS Golongan IV/a. Memilki NPWP [Link].705.000- 1, MSi. 9 jolongat Pada Maret 2016, memiliki gaji pokok Rp4.000,000,00. Turjangan istri 10%, tuniangh anak 2% Per anak, tunjangan fungsional Rp3.000.000,00, iuran pensiun 4,75%. Status kawin dengan 2 ana Si Januari sampai Desember 2016 bekerja penuh). Anda diminta menghitung PPh terutang ‘Mk Drs. Candra Hernawan, [Link]-! mst Hermawan 74,000,000,00 . candea Perhitungan pajak untuk Drs. 400.000,00 Gaji pokok Rp 2 Tunjangan istri 10% x Rp4.000. CO Ap 160, ees Tunjangan anak 4% x Rp4 900,000, Ap 3.00 00 Tunjangan fungsional fap 7-560.000,00 Penerimaan Bruto Pengurangan Biaya jabatan 00 5% x Rp7.560,000,00 = p378,000/ (maksimal p500.000,00 per bulan) Biaya pensiun 0 4,75% x Rp7.560.000,00 = £p359.100,00 5 737.100,00 Rp 6.822.900,00 Penghasilan neto per bulan p81 874.800,00 Penghasilan setahun (12 x Rp6.822,900,00) ip 67,500.000,00 PIKE: (K/2) iap14.374,800,00 Penghasilan Kena Pajak Dibulatkan menjadi Rp14.375.000,00 Pajak penghasilan atas gaji Drs. Candra Hernawan, ae uh-00 Pajak 5% x Rp14.375.000,00 Rp 296,00 Pajak satu bulan Rp718.750,00 : 12 Rp 59.896 Pajak dibulatkan menjadi Rp60.000,00 Qr=II=D Drs. Darmono seorang PNS Golongan livid, Memiliki NPWP [Link].605.000. Pada bulan 2017, memiliki gaji pokok Rp4.100.000,00. Tunjangan istri 10%, tunjangan anak 2% per tunjangan fungsional Rp6.000.000,00. luran pensiun 4,75%. Status kawin dengan 2 anak (a Januari sampai Desember 2017 bekerja penuh). Perhitungan pajak untuk Drs. Darmono: Gaji pokok Rp 4,100.000,00 Tunjangan istri 10% x Rp4. 100,000,00 Rp 410.000,00 Tunjangan anak 4% x Rp4.100.000,00 Rp 164,000,00 Tunjangan fungsional Rp _6.000,000,00 Penerimaan Bruto Rp 10.674,000,00 * Pengurangan: Biaya jabatan 5% x Rp10.674,000,00 = — Rp500.000,00 (maksimal Rp500.000,00 per bulan) Biaya pensiun 4,75% x Rp10.674.000,00 = Rp507,015,00 + Rp _1.007.015,00 Penghasilan neto per bulan Rp 9.666.985,00 Penghasilan setahun (12 x Rp9.666.985,00) Rp116.003.820,00 PTKP (SK/2) Rp_67.500.000,00 Penghasilan Kena Pajak Rp 48.503.820,00 _ Dibulatkan menjadi Rp48.504.000,00 ee BAminictrasi Paiak untuk CM Janay wv. Ey voxumen pan rormutie PAAR PENGHASILAN PASAL 21 1, Formulir SPT Masa PPh Pasal 21 Sarana bagi Wajib Pajak untuk Melaporkan kewaia Pemungutan PPh atas pembayaran penghasilan kepag, Pega, orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan adalah en ai menggunakan Formulir SPT Masa PPh Pasal 21/26, Selam - formulir SPT Masa PPh Pasal 21/26 ini diberi kode Formulir 7 ‘ Sejak mulai 1 Januari 2014, bentuk formutir ny mengalami perubahan. Perubahan Juga terjadi dalam I a cara pelaporannya. Perubahan ini dituangkan dalam Peratura, Menteri Keuangan Nomor PER-14/PJ/2013 tanggal 18 April 2013 Bentuk Formulir SPT Masa PPh Pasal 2 126 ditetapkan dengan Peraturan ini sebagaimana ditentukan dalam Lampiran 1 (Forma 1721 tahun 2014 dalam bentuk Ms. Excel, antara lain: @. Induk SPT Masa PPh Pasal 21 darvatau Pasal 26 1721). b. Daftar Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 bagi Pegawaj Tetap dan Penerima Pensiun atau Tunjangan Hari TualJaminan Hari Tua Berkala serta bagi Pegawai Negeri Sipil, Anaggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Polisi Republik Indonesia Pejabat Negara dan Pensiunannya (Formulir 1721-1). c. Daftar Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Tidak Final) dar/atau Pasal 26 - (Formulir 1721), d. Daftar Bukti Pemotongan Pajak Pehghasilan Pasal 21 ( > (Formulir 1721-111); €. Daftar Surat Setoran Pajak (SSP) darvatau Bukti Pemindahbukuan untuk Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 danvatau Pasal 26 - (Formulir 1721-IV) f. Daftar Biaya - (Formulir 1721-V), ~ (Formule Fina) Bentuk Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 yang merupaka? dokumen Pendukung dari spt Masa PPh Pasal 21/26 ditetapka? ghasilan Pasal 21 (Tidak Fina! atau Pasal 26 - (Formulir 1724 ~Vi). li b. Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Final - Forme 1721 -Vil). Nit een ih pemotongan Pajak Pengha, = sila tau Penerima Pen n oy it P, ali ensiun atau Tanja 2) qelal "rua Berkala - Formulir 4724-,!799" Ma bagi Pega ati pemotongan Pajak P Ai) on Han Tuan, uxt Peme en Jar é eget sipil atau Anggota maheslan Pasal rat Nota PO Republik Indonesn”, Nasional i Bagi pensionaritv2 * (Formulir Teg Pobat ae . le é si atau aporan SPT Masa PPh Pasay 2 93ra atay Vi : yan dengan formulir kertas = ® aiid pajak/Pemiotong Pajak Gn Wel pasal 21726 dalarn bentuk ia mengaurakan Ser a melakukan pemotongan PPh A rd copy aati tetap dan penerima pensiun at 21 tethadap pegawe jaminan hari tua berkala dan/: lau tunjangan ta te 7 negeri sipil, anggota Tentara wee terhadap manor gepublik Indonesia, pejabat coors ay Indonesia/Polisi yang jumlahnya tidak lebih dari 20 lan pensiunannya Malar 1 (satu) masa pajak; danvata (dua puluh) orang melakukan pemotongan PPh Pasal 1 i jtau Pasal 26 selain pemotongan Pi dak Final) dan/ maksud pada angka 1 dengan bik eraraa yang jumlahrya tidak lebih dai 20 (va SU) Werten velam 1 (satu) masa pajak; danfatau aS melakukan pernotongan PPh Pasal 21 (inal) dengan bi mmotongan yang jumiahnya tidak lebih dat 20 a puiuh) dokumen dalam 1 (stu) masa pajak davatau iy, melakukan penyetoran pal dengan SS davdatau bukti Pbk yang jumlahnya tidak lebih dari 20 (dua puluh) dokumen dalam 1 (satu) masa pajak. 1) Dd b. Pelaporan dengan e-SPT Wajib Pajak/Pemotong melaporkan SPT Masa PPh Pa: formulir dalam bentuk kertas melaporkan dengan mengguna Pemotong Pajak yand keempat ketentuan yang me spT Masa PPh Pasal 21/26 dengan mengg kertas wajib melaporkan SPT Masa PPh Pasal 2 menggunakan e-SPT pT Wai Pajak/Pematong Paiek Yan? telah melaporsan ie PPh Pasal 21/26 dend gunakan &-SPT tidal iperbolel nyampaikan darvatau a a aor eae formulir kertas (hard cop untuk masa-masa pajak berikutny4- n i oe | Pajak yang diperbolehkan untuk sal 21/26 dengan menggunakan diperolehkan jug2 untuk kan e-SPT. Wajid Palak! enuhi salah satu dari mntuk melaporkan yynakan formulir 1/26 dengan bp Pajak yang diwalibkan menya,, h Pasal 21/26 dengan e-SPT nam a as ber fF kanya dengan formulir kerta berlaky keten ign dlaporkanrva HL dionggyt in ida sementara itu, wail menyampa bahwa sPT yang fe pernah dilaporkan. in SPT masa PPh Pasal 21/26 an/atau Pasal 26 dapat dis yoral at pelap as Pasal 21 d spT Masa PPh t motong dengan cara oe nisin ke Kantor Pelayanan Pajak atau Kp2kp 2) Melalui pos dengan bukti pengiriman surat ke Pelayanan Pajak. bet 3) Melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir den, . bukti pengiriman surat ke Kantor Pelayanan Pajay 4) €-filing yano tata cara penyampaiannya diatur na ketentuan peraturan perundang-undangan petpajain ‘ANDi, AN, Formulir yang harus dilaporkan Dalam hal pelaporan menggunakan formulir kertas (hay copy), SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 dalam benty; formulir kertas (hard copy) tidak perlu dilampiri dengan, 1) Formulir 1721-1 dalam hal tidak ada pemotongan PPh Pasal 21 bagi Pegawai Tetap, Penerirna Pensiun, Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua Berkala serta bagi Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Polisi Republik Indonesia, Pejebat Negara dan Pensiunannya, 2). Formulir 1721-11 dalam hal tidak ada pemotongan PPh Pasal 21 (Tidak Final) dan Pasal 26 dengan menggunakan Formulir 1721-Vi; 3) Formulir 1721-111 dalam hal tidak ada pemotongan PPh Pasal 21 (Final) dengan menggunakan Formuli | 721 Vil; 4) Formulir 1721 -IV dalam hal tidak ada penyetoran de0 pemindahbukuan PPh Pasal 21 dan Pasal 26 denga? menggunakan SSP dan Bukti Pbk; 5) Formulir 1721-V dalam hal Pemotong wajib menyampake" SPT Tahunan; 6) Formulir 1721-Vi; 7) Formulir 1721 -Vil; 8) Formulir 1721-A1; 9) Formulir 1721-A2; hal pelaporan meng pal gunakan es; + ge are avai Paes ah 4 yt harus alkan dengan qj lalam bent e pasal 21 danvatau Pasal 26 dala isertai Induk spr ies jm (nad copy) bentuk formutir kertas xetentuan Waktu Pelaporan 3 yentuan perubahan saat penggu ; enn 3014) sesuai PER-1 anus oma baru (Formulir { aggunaken formulir sesuai PER-32/P1/2009 ‘masih harus a 7009) adalah: (Formulir 1721 ar enyarnpaian SPT Masa PPh Pasal 21 sampai ber 2013 (baik SPT Normal rare Masa Dalam hal Pemotong melakukan penyam, senibetila) pPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 dan/atau paian SPT Masa yvasa PPh Pasal 21 danlatau Pasal 26 Ce eee campai dengan Masa Pajak November 2013 vena pajak sejak berlakunya Peraturan Direktur Jenderal oe peryampaian dan/atau pembetulan tersebut dilekukan ‘en ini, menggunakan formulir SPT Masa PPh Pasal 21 dasa pasal 26 sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. bp. Penyampaian SPT Masa PPh Pasal 21 Masa Desember 2013 (PT Normal dan SPT Pembetulan). Dalam hal Pemotong melakukan penyampaian SPT Masa PPh Pasal 21 darvatau pasal 26 darvatau pembetulan SPT Masa PPh Pasal 21 dan’ atau Pasal 26 untuk masa pajak Desember 2013, berlaku aturan sebagai berikut 1) apabila dilakukan sampal dengan tanggal 20 Januari 2014, penyampaian dan/atau pembetulan tersebut dilakukan dengan menggunakan formulir SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/ 4/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan pasal 21 dan/atau Pasal 26 dan Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26; 2) apabila dilakukan setelah tanggal 20 Janual 2014, penyampaian dan/atau pembetulan tersebut dilakukan dengan menggunakan formulir SPT Masa PPh Pasal 21 darvatau Pasal 26 sebageimand ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.

Anda mungkin juga menyukai