100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
501 tayangan3 halaman

Tugas 1 Hukum Media Massa

Diunggah oleh

Jaehyung Park
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
501 tayangan3 halaman

Tugas 1 Hukum Media Massa

Diunggah oleh

Jaehyung Park
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 1 HUKUM MEDIA MASSA

Name : Gustiar Maulida Zulaikha


NIM : 043509452
Fakultas : Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi: Ilmu Komunikasi
Mata Kuliah : Hukum Media Massa

Hukum Media Massa

Selayaknya sistem hukum pada umumnya, terdapat keterkaitan komponen-komponen sistem

penegakan hukum dalam sistem hukum media massa.

1. Uraikan komponen-komponen sistem penegakan hukum tersebut!

2. Identifikasilah bagaimana sistem hukum bekerja melalui komponen-komponen tersebut!

Berikan contoh sederhana yang menggambarkan bagaimana sistem hukum media massa bekerja

melalui komponen-komponen sistem penegakan hukum!

Jawaban:

1. Sistem hukum terdiri dari 3 komponen yang cukup penting. Yaitu struktur hukum, substansi

hukum dan budaya hukum. 3 hal ini sangat berkaitan dengan satu sama lain.

a. Struktur hukum menurut Lawrence M. Friendman “To begin with, the legal system

has the structure of a legal system consist of elements of this kind: the number and

size courts; their jurisdiction …Strukture also means how the legislature is organized,

what procedures the police department follow, and so on Strukture, in way, is a kind

of cross section of the legal system…a kind of still photograph, with freezes the

action.”
Struktur hukum sendiri terdiri atas jumlah dan ukuran pengadilan, yurisdiksinya

(termasuk jenis kasus yang berwenang mereka periksa), dan tata cara naik banding

dari pengadilan ke pengadilan lainnya. Struktur juga berarti bagaimana bada legislatif

ditata, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh presiden, prosedur ada yang

diikuti oleh kepolisian dan sebagainya.

Dengan kata lain, struktur hukum sangat berpengaruh pada sistem hukum

dikarenakan apabila struktur ini tidak dapat berjalan dengan baik, maka sistem hukum

yang lain tidak akan bekerja dengan maksimal. Struktur hukum sendiri penuh dengan

institusi-institusi penegak hukum, sehingga akan mempengaruhi sistem hukum

dibawahnya.

b. Substansi hukum menurut Friedman “Another aspect of the legal syste is its

substance. By this is meant the actual rules, norm and behavioral patterns of people

inside the system, the stress here is on living law, not just rules in law book.”

Substansi sendiri memiliki artian sebuah aturan, norma atau perilaku manusia yang

berada dalam sistem. Susbtasi menyangkut tentang peraturan perundang-undangan

yang dibuat oleh institusi atau struktur hukum sehingga tentunya berkaitan dengan

sistem hukum. Substansi dibuat secara demokratis dan menghargai nilai-nilai yang

hidup di dalam masyarakat (living law) sehingga peraturan dapat dengan mudah

terlaksana dan dapat diterima oleh masyarakat.

c. Budaya hukum menurut Friedman “The third component of legal system, of legal

culture. By this we mean people’s attitudes toward law and legal system thei belief, in

other word, is the climinate of social thought and social force which determines how

law is used, avoided, or abused.”

Budaya hukum merupakan perilaku, keyakinan dan sikap dari masyarakat termasuk

para penegak hukum di dalam kehidupan sehari-hari. Budaya hukum sangat

mempengaruhi substansi hukum dikarenakan seperti yang sudah dijelaskan

sebelumnya, substansi hukum dibuat secara demokratis dan menghargai nilai-nilai


hidup di masyarakat. Peraturan perundang-undangan dapat ditegakkan secara efektif

apabila masyarakat paham dan taat pada aturan tersebut.

2. Komponen - komponen tersebut bekerja dan saling berkaitan dengan satu sama lain,

dikarenakan jalannya media massa perlu diatur sedemikian rupa agar tetap pada norma yang

berlaku pada masyarakat. Apabila hal ini tidak sesuai dengan norma, maka moralitas akan

turun dan masyarakat tidak lagi mengacu pada aturan atau substansi yang sudah dibuat.

Contoh pada masyarakat apabila sistem hukum media massa tidak dilakukan adalah

banyaknya fitnah atau pencemaran nama baik yang dilakukan secara terang-terangan oleh

media massa, serta rumor yang dapat memecah belah masyarakat.

Riwanto, Agus. 2022. Hukum Media Massa. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka

Anda mungkin juga menyukai