0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan26 halaman

(Mindfulness) : Tentang Garis Edar Beserta Artinya

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Kimia di kelas X semester 1. Pembelajaran akan difokuskan pada materi konfigurasi elektron, tabel periodik, dan nomor atom berdasarkan 6 pertemuan dengan menggunakan pendekatan saintifik dan metode discovery learning. Tujuannya agar siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut serta mengembangkan karakter seperti kritis, kreatif, kerjasama, dan ju

Diunggah oleh

Fitri Yani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan26 halaman

(Mindfulness) : Tentang Garis Edar Beserta Artinya

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Kimia di kelas X semester 1. Pembelajaran akan difokuskan pada materi konfigurasi elektron, tabel periodik, dan nomor atom berdasarkan 6 pertemuan dengan menggunakan pendekatan saintifik dan metode discovery learning. Tujuannya agar siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut serta mengembangkan karakter seperti kritis, kreatif, kerjasama, dan ju

Diunggah oleh

Fitri Yani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA PERTIWI 1 PADANG


Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas / Semester :X/1
Materi Pokok : K.D 3.2 Menjelaskan konfigurasi elektron dan pola konfigurasi elektron terluar untuk setiap
golongan dalam tabel periodik
4.2 Menentukan letak suatu unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron
IPK 3.2.1 Menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dikaitkan dengan letak unsur dalam tabel
periodik berdasarkan konfigurasi elektron
4.2.1 Menentukan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron (mindfulness)
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (2 x Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2022 / 2023

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning metode dikusi,
tanya jawab, dan penugasan, peserta didik diharapkan mampu: Menganalisis perkembangan model atom dari model
atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika Gelombang dengan penuh rasa ingin tahu, tanggung jawab,
displin selama proses pembelajaran, bersikap jujur, percaya diri dan pantang menyerah, serta memiliki sikap
responsif (berpikir kritis) dan proaktif (kreatif), serta mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik, dengan
mengembangkan nilai karakter berpikir kritis, kreatif (kemandirian), kerjasama (gotong royong) dan kejujuran
(integritas).

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
1. Kegiatan Pendahuluan Ket
 Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran, berdoa, absensi, (Budaya Religious)
 Memeriksa kebersihan lingkungan kelas,Peserta didik diminta memperhatikan lingkungan sekitar 10 Menit
tempat duduk mereka, jika ada sampah peserta didik diminta untuk memungut sampah dan
memasukkan ke dalam tong sampah sesuai jenis nya.kebersihan lingkungan kelas
 Menyiapkan sumber-sumber belajar, menyiapkan penampilan media
 Guru mengaitkan materi dengan membaca Surat Yunus ayat 61 tentang atom dan Surat Yasin ayat 40
tentang garis edar beserta artinya. Serta sesuai dengan pepatah “Dimaa bumi dipijak disinan langik
dijunjuang maksudnya letakkan segala sesuatu pada tempatnya”
 Guru mengaitkan materi dengan kehidupan
 Menjelaskan tujuan pembelajaran, kompetensi, literasi, dan karakater yang harus dicapai
 Menyampaikan cakupan materi dan lingkup penilaian serta penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
 Ice brecking
 Asesmen diagnostik non kognitif dan kognitif
2. Kegiatan Inti
 Stimulasi
- Peserta didik Audio Visual : Mengamati video yang menayangkan vidio tentang perkembangan 60 Menit
teori atom mulai dari teori Dalton sampai mekanika kauntum
- Peserta Didik Audio : Mendengarkan vidio tentang perkembangan teori atom mulai dari teori
Dalton sampai mekanika kauntum
- Peserta Didik Kinestik : Peserta didik memperhatikan beberapa produk kimia yang sering dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari
 Problem Statement
Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya setelah memperhatikan tayangan gambar dengan
pertanyaan diantaranya sebagai berikut:
- Apakah bunyi teori perkembangan atom menurut Jhon Dalton?
- Bersarkan gambar di berikan teormasuk teori atom siapa dan pada tahun berapa? (Cirtical
thinking, kolaborasi, komunikasi, literasi, HOTS)
 Mengumpulkan informasi
Secara berkelompok, peserta didik bekerja sama mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
tentang:
- Menganalisi model dari model atom Dalton, Thomson, Ruthorford, Bohr dan Mekanika kuantum
- Menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model atom
- Menjelaskan pratikel dasar penyusun atom
- Mennetukan partikel dasar penyusun atom
- Mendeskripsikan perkembangan teori atom/model atom
- Membedakan model atom dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika
Gelombang (Cirtical thinking, kolaborasi, komunikasi, literasi, kreatif, HOTS)
 Pengolahan Data
- Secara berkelompok peserta didik menganalisis model dari model atom Dalton, Thomson,
Ruthorford, Bohr dan Mekanika kuantum
- Secara berkelompok peserta didik menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan
model atom
- Secara berkelompok peserta didik menjelaskan pratikel dasar penyusun atom
- Secara berkelompok peserta didik menentukan partikel dasar penyusun atom
- Secara berkelompok peserta didik mendeskripsikan perkembangan teori atom/model atom
- Secara berkelompok peserta didik membedakan model atom dari model atom Dalton, Thomson,
Rutherford, Bohr, dan Mekanika Gelombang (Critical thinking, kolaborasi, komunikasi, literasi,
kreatif, HOTS)
 Verifikation/ Pembuktian
- Peserta didik membandingkan hasil diskusikelompoknya dengan kelompok lain melalui diskusi
panel
- Peserta didik mengomentari hasil kerja kelompok lain (Critical thinking, kolaborasi,
komunikasi)
 Generalisasi
- Peserta didik dengan bimbingan guru membuat kesimpulan dan guru mempertegas kesimpulan
yang sudah disampaikan peserta didik
3. Kegiatan Penutup
 Memfasilitasi peserta didik untuk mereview pembelajaran yang telah dilaksanakan, dan guru
menghubungkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mendapatkan pembelajaran 20 Menit
 Melaksanakan penilaian untuk mengetahui ketercapaian indikator
 Memberikan tugas kepada peserta didik dan mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
yang akan dibahas dipertemuan berikutnya tentang Nomor atom dan nomor massa serta menentukan
hubungan nomor atom dan nomor massa suatu massa suatu atom dengan jumlah partikel dasar
penyusun atom Membedakan isotop dan isobar dan isoton
 Sebelum mengakhiri pembelajaran guru mengigatkan kembali agar selalu menjaga kebersihan kelas.
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan 2
1. Kegiatan Pendahuluan Ket
 Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran, berdoa, absensi,
 Memeriksa kebersihan lingkungan kelas,Peserta didik diminta memperhatikan lingkungan sekitar 10 Menit
tempat duduk mereka, jika ada sampah peserta didik diminta untuk memungut sampah dan
memasukkan ke dalam tong sampah sesuai jenis nya.kebersihan lingkungan kelas
 Menyiapkan sumber-sumber belajar, menyiapkan penampilan media
 Guru mengaitkan materi dengan membaca Surat Yunus ayat 61 tentang atom dan Surat Yasin ayat
40 tentang garis edar beserta artinya. Serta sesuai dengan pepatah Dimaa bumi dipijak disinan langik
dijunjuang maksudnya letakkan segala sesuatu pada tempatnya
 Guru mengaitkan materi dengan kehidupan
 Menjelaskan tujuan pembelajaran, kompetensi, literasi, dan karakater yang harus dicapai
 Menyampaikan cakupan materi dan lingkup penilaian serta penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
 Ice brecking
 Asesmen diagnostik non kognitif dan kognitif
2. Kegiatan Inti
 Stimulasi
- Peserta didik Audio Visual : mengamati video yang menayangkan vidio tentang perkembangan 60 Menit
teori atom mulai dari teori Dalton sampai mekanika kauntum
- Peserta Didik Audio : Mendengarkan vidio tentang perkembangan teori atom mulai dari teori
Dalton sampai mekanika kauntum
- Peserta Didik Kinestik : Peserta didik memperhatikan beberapa produk kimia yang sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
 Problem Statement
Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya setelah memperhatikan tayangan gambar dengan
pertanyaan diantaranya sebagai berikut:
- Apakah bunyi teori perkembangan atom menurut Jhon Dalton?
- Bersarkan gambar di berikan teormasuk teori atom siapa dan pada tahun berapa ? (Cirtical
thinking, kolaborasi, komunikasi, literasi, HOTS)
 Mengumpulkan informasi
Secara berkelompok, peserta didik bekerja sama mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
tentang:
- Menjelaskan nomor atom dan nomor massa
- Menganalisis hubungan nomor atom dan nomor massa suatu atom dengan jumlah partikel dasar
penyusun atom
- Membedakan isotop, isoton dan isobar (Cirtical thinking, kolaborasi, komunikasi, literasi,
kreatif, HOTS)
 Pengolahan Data
- Secara berkelompok peserta didik menjelaskan nomor atom dan nomor massa
- Secara berkelompok peserta didik menganalisis hubungan nomor atom dan nomor massa suatu
atom dengan jumlah partikel dasar penyusun atom
- Secara berkelompok peserta didik embedakan isotop, isoton dan isobar (Cirtical thinking,
kolaborasi, komunikasi, literasi, kreatif, HOTS)
 Verifikation/ Pembuktian
- Peserta didik membandingkan hasil diskusikelompoknya dengan kelompok lain melalui diskusi
panel
- Peserta didik mengomentari hasil kerja kelompok lain (Critical thinking, kolaborasi,
komunikasi)
 Generalisasi
- Peserta didik dengan bimbingan guru membuat kesimpulan dan guru mempertegas kesimpulan
yang sudah disampaikan peserta didik
3. Kegiatan Penutup
 Memfasilitasi peserta didik untuk mereview pembelajaran yang telah dilaksanakan, dan guru
menghubungkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mendapatkan pembelajaran 20 Menit
 Melaksanakan penilaian untuk mengetahui ketercapaian indikator
 Memberikan tugas kepada peserta didik dan mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi
yang akan dibahas dipertemuan berikutnya tentang Konfigurasi elektron
 Sebelum mengakhiri pembelajaran guru mengingatkan kembali agar selalu menjaga kebersihan kelas.
 Berdoa dan memberi salam

C. ASSESMEN/PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik
 Non Kognitif
 Kognitif
2. Penilaian formatif
 Kinestetik
 Audio
 Audi visual
3. Penilaian Sumatif

D. MEDIA/ SUMBER BELAJAR


Media : Foto, video pembelajaran, LKPD
Sumber Belajar : Purba, Michael. 2008. KIMIA SMA X. Jakarta. Erlangga
E. PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN
1. Remedial : Peserta didik yang belum mencapai KBM diberi pembelajaran remedial dan diakhiri dengan
pemberian tes ulang sesuai dengan indikator pembelajaran yang belum tuntas.
2. Pengayaan : Peserta didik yang telah tuntas diberi tugas mandiri dan menjadi tutor teman sebaya.

Mengetahui, Padang, Juli 2022


Kepala SMA Pertiwi 1 Padang Wakil Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia

Firdaus, S. Pd, M. M Farisa Engrini, S. Si Fitri Yani, S. Pd


NIY. 47119671214199607 NIY. 57719790404200608 NIP. ---
Lampiran 1: Bahan Ajar
Pertemuan 1. Perkembangan Teori Atom
Dalil Al-Quran
QS. Yunus ayat 61
Artinya : Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Quran dan kamu tidak
mengerjakan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atas mu diwaktu kamu melakukanya. Tidak luput
dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil
dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(QS. Yunus:61)

NILAI BUDAYA
Nagari bapaga undang kampuang bapaga buek
tiok lasuang baayam gadang salah tampuah buliah diambok.

Peta Konsep

Atom
Dibedakan menjadi

Tebagi atas Model Atom Partikel

Tebagi atas
Model Atom
Dalton
Inti Kulit
Atom Atom

Model Atom Terdiri Terdiri


Thompson dari dari
Elektron
Neutron

Model Atom
Rutherford

Proton

Model Atom
Bohr

Model Atom
Mekanika
Gelombang

A. Perkembangan Teori Atom

Ahli-ahli filsafat Yunani pada tahun 500 sebelum masehi telah mengemukakan kemungkinan bahwa zat terdiri
dari partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Kenyataannya , kata atom berasal dari bahasa Yunani atomos
yang berarti “tidak dapat dibagi”. Namun orang Yunani kuno tidak mempunyai data untuk menjelaskannya sehingga
usulan mereka hanyalah berupa sedikit latihan pemikiran.
1. Model Atom Dalton

Meskipun Domecritus mengemukakan istilah atom, namun


konsep atom sebagai partikel terkecil, baru dikenalkan oleh
John Dalton pada tahun 1803.
Dalton berpendapat sebagai berikut :

a. Atom adalah partikel-partikel yang tidak bisa dibagi lagi


yang menyusun materi.
b. Atom berbentuk bola sederhana yang sangat kecil, tidak
dapat dibelah, diciptakan, maupun dimusnahkan.
c. Unsur yang sama mengandung atom-atom yang sama.
d. Unsur yang berbeda mengandung atom-atom yang
mempunyai massa dan sifat yang berbeda.
e. Atom-atom dari unsur yang berbeda dapat bergabung
menyusun senyawa dengan perbandingan tetap.
Dengan dikemukakannya model atom oleh Dalton, banyak para peneliti yang berminat melakukan penelitian
tentang model atom.

2. Model Atom Thomson

Pandangan Dalton mengenai atom sebagai bagian paling kecil tumbang setelah penemuan elektron oleh
Thomson. Pada tahun 1897, J.J Thomson melakukan eksperimen menggunakan tabung katoda seperti pada gambar
dibawah ini.

Thomson menemukan bahwa dengan menggunakan medan magnet sinar dibelokkan. Adapun dengan
menggunakan medan listrik, sinar katode tertarik oleh lempengan logam positif, tetapi ditolak oleh lempengan negatif.
Sinar katode yang ditemukan Thomson disebut elektron.
Setelah penemuan elektron, maka model atom Dalton tidak dapat diterima lagi. Ternyata atom dapat dibagi lagi
menjadi partikel penyusun atom yang salah satu partikel tersebut adalah elektron yang ditemukan oleh Thomson. Menurut
J.J. Thomson, atom merupakan partikel yang bersifat netral. Karena elektron bermuatan negatif maka harus ada partikel
lain yang dapat menetralkan muatan negatif tersebut yaitu partikel yang bermuatan positif. Dari penemuannya tersebut,
J.J. Thomson mengemukakan teori atomnya yang dikenal dengan teori atom Thomson, yaitu:

Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar
elektron yang bermuatan negatif. Karena tersebarnya elektron-elektron di dalam
atom bagaikan kismis, sehingga disebut model atom roti kismis.

3. Model Atom Rutherford

Pada tahun 1910, Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden,
melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel di dalam atom. Percobaan mereka
dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Sebelumnya, telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu
partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus serta daya tembusnya besar sehingga dapat menembus lembaran tipis
kertas.

Secara mikroskopis hamburan sinar alfa digambarkan sebagai berikut:


1. Hamburan Partikel Alfa I

Gambar. Partikel alfa menembus lempengan logam tanpa pembelokkan


Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar partikel alfa menembus lempengan logam
emas tanpa mengalami pembelokkan. Hal ini terjadi karena sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang
hampa,sehingga sebagian besar partikel alfa dapat diteruskan. Ruang hampa adalah ruang dalam atom yang
terletak antara inti atom dan kulit atom yang tidak memiliki partikel atau benda penyusun atom apapun.
2. Hamburan Partikel Alfa II

Gambar. Partikel alfa tidak menembus lempeng logam tetapi dipantulkan


Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa sebagian partikel alfa tidak dapat menembus lempengan
logam emas tetapi dipantulkan ke arah datangnya sinar alfa. Hal ini terjadi karena terdapat suatu bagian yang
sangat kecil tetapi padat dalam atom yang bermuatan positif yang disebut dengan inti atom.
3. Hamburan Partikel Alfa III

Gambar. Partikel alfa mengalami pembelokkan setelah menembus lempengan logam


Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa sebagian partikel alfa (α) mengalami pembelokkan
setelah menembus lempengan logam emas. Pembelokkan ini terjadi akibat gaya tolak-menolak antara muata
listrik yang sejenis. Dimana muatan inti atom sejenis dengan muatan partikel alfa (α) yaitu bermuatan positif.
Hasil eksperimen tersebut menggugurkan model atom Thomson. Sebagai gantinya, Rutherford mengajukan
model atom, yaitu :

“atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil yang


bermuatan positif yang secara terus menerus dikelilingi oleh
elektron yang bermuatan negatif. Elektron mengelilingi inti
disebabkan oleh adanya gaya elektrostatik dari inti dengan
elektron yang memiliki gaya sentripental. Gaya elektrostatik
ini disebabkan oleh adanya perbedaan muatan antara elektron
dengan inti atom. Massa atom berpusat pada inti dan sebagian
besar volum merupakan ruang hampa. Karena atom bersifat
netral, maka jumlah muatan positif dalam inti (jumlah proton)
harus sama dengan jumlah elektron”

Inti atom

Lintasan elektron
elektron
Gambar. Atom menurut Rutherford

4. Model Atom Bohr

Pada tahun 1913, Niels Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat atom melalui spektrum atom
Hidrogen.

Gambar. Spektrum Hidrogen


Warna spektrum garis menunjukkan panjang gelombang tertentu. Hal ini menunjukkan adanya tingkat energi tertentu di
c
dalam suatu atom, sesuai dengan persamaan E=ℎ , dimana E adalah energi (joule), c adalah kecepatan cahaya dalam
λ
ruang hampa (3x108 ms-1), dan λ adalah panjang gelombang (m).
Dengan demikian, model atom Bohr dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Atom terdiri dari inti atom yang dikelilingi oleh elektron yang beredar pada
lintasan stasioner yang disebut kulit atom dan elektron tidak melepaskan dan
menyerap energi pada saat mengelilingi inti atom sehingga energi elektron konstan
dan elektron tidak jatuh ke inti atom.
2. Elektron dapat melepaskan dan menyerap energi jika elektron akan berpindah
lintasan. Elektron dapat berpindah dari tingkat energi (lintasan) yang rendah (dekat
dengan inti atom) ke tingkat energi (lintasan) yang lebih tinggi (lebih jauh dari inti)
jika menyerap energi. Dan sebaliknya elektron dapat melepaskan energi jika
pindah dari tingkat energi yang tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah.

menyerap energi
elektron beredar

melepaskan energi

Menurut model atom Bohr, elektron mengelilingi inti pada lintasan stasioner yang disebut
kulit atom atau tingkat energi. Kulit atom yang paling dekat ke inti diberi lambang K,
kulit kedua diberi lambang L, kulit ketiga M dan seterusnya. Tiap tiap kulit atom hanya
dapat ditempati jumlah elektron maksimum 2n2 elektron, dimana n adalah nomor kulit.

Kelemahan model atom Bohr adalah hanya dapat menerangkan spektrum dari
atom hidrogen secara akurat tetapi gagal menjelaskan spektrum atom yang lebih
kompleks.

Teori Mekanika Kuantum


Dalam fisika klasik, partikel memiliki posisi dan momentum yang jelas dan mengikuti lintasan yang pasti. Akan
tetapi, pada skala atomik, posisi dan momentum atom tidak dapat ditentukan secara pasti. Hal ini dikemukakan oleh
Werner Heisenberg pada tahun 1927 dengan Prinsip Ketidakpastian (uncertainty principle).
Menurut Heisenberg, metode eksperimen apa saja yang digunakan untuk menentukan posisi atau momentum
suatu partikel kecil dapat menyebabkan perubahan, baik pada posisi, momentum, atau keduanya. Jika suatu percobaan
dirancang untuk memastikan posisi elektron, maka momentumnya menjadi tidak pasti, sebaliknya jika percobaan
dirancang untuk memastikan momentum atau kecepatan elektron, maka posisinya menjadi tidak pasti.
Untuk mengetahui posisi dan momentum suatu elektron yang memiliki sifat gelombang, maka pada tahun 1927,
Erwin Schrodinger, mendeskripsikan pada sisi elektron tersebut dengan fungsi gelombang (wave function) yang
memiliki satu nilai pada setiap posisi
di dalam ruang. Fungsi gelombang ini dikembangkan dengan notasi ϕ (psi), yang menunjukkan bentuk dan energi
gelombang elektron (James E. Brady, 1990). Model atom mekanika kuantum menerangkan bahwa elektron-elektron
dalam atom menempati suatu ruang atau “awan” yang disebut orbital, yaitu ruang tempat elektron paling mungkin
ditemukan.

orbital

Beberapa orbital bergabung membentuk kelompok yang disebut subkulit. Jika orbital kita analogikan sebagai
“kamar elektron”, maka subkulit dapat dipandang sebagai “rumah elektron”. Beberapa subkulit yang bergabung akan
membentuk kulit atau “desa elektron”.

B. Nomor Atom dan Nomor Massa


Nomor Atom (Z)
Jumlah proton dalam suatu atom disebut nomor atom yang diberikan lambang Z. Nomor atom ini merupakan ciri
khas suatu unsur, karena atom bersifat netral maka jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya. Sehingga nomor atom
juga menunjukan jumlah elektron.
Nomor Massa (A)
Seperti diuraikan sebelumnya massa elektron sangat kecil, dianggap nol. Sehingga massa atom ditentukan oleh inti
atom yaitu proton dan neutron. Nomor massa ditulis agak ke atas sebelum lambang unsure
Penulisan lambang atom unsur menyertakan nomor atom dan nomor massa.

Nomor atom adalah jumlah proton yang terdapat didalam inti atom
Nomor massa adalah jumlah massa proton dan massa neutron dalam inti.
Jumlah proton sama dengan jumlah electron.
Keterangan :
X = Dimisalkan Lambang unsur
A = nomor massa = Jumlah proton (p) + jumlah neutron (n)
Z = Nomor atom = Jumlah proton (p) dalam inti atom
Ketentuan menentukan elektron, proton dan neutron untuk :

1. Atom netral
Proton = Elektron = Nomor atom
Neutron = Nomor massa - Nomor atom

2. Atom bermuatan
Proton = Nomor atom
Electron = Nomor atom - muatan
Neutron = Nomor massa - nomor atom

C. Isotop, Isoton, dan Isobar

1) Isotop
Isotop adalah unsur-unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki massa atom berbeda atau
unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah proton sama, tetapi jumlah neutron berbeda.

2) Isobar

Isobar adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi mempunyai nomor massa
yang sama.

3) Isoton

Isoton adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi mempunyai jumlah neutron
sama.
Lampiran 2
a. Penilaian Sikap
INSTRUMEN PENILAIAN DISKUSI

Hasil penilaian diskusi


Sub Materi : Perkembangan Teori Atom dan Struktur Atom
Tanggal :
Jumlah siswa : Orang

Kisaran
No Aspek yang dinilai Perolehan Skor Nilai
Skor
1. Kepercayaan diri saat tampil menyajikan hasil 1–4
diskusi
2. Penyampaian materi 1–4
3. Kejelasan bahasa dan suara ketika diskusi 1–4
4. Bertanya 1–4
5. Menjawab pertanyaan 1–4

jumlaℎ peroleℎan skor


Nilai = x 100
20

RUBRIK PENILAIAN DISKUSI

Skala
No. Aspek Penilaian
1 2 3 4
1. Kepercayaan diri Tidak percaya Kurang percaya Sering percaya Selalu percaya
diri diri diri diri
2. Penyampaian materi Tidak Kurang Menguasai materi Selalu menguasai
menguasai menguasai yang disampaikan materi yang
materi yang materi yang disampaikan dan
disampaikan disampaikan mudah dimengerti
oleh peserta didik
3. Kejelasan bahasa dan Suara tidak Suara terdengar Suara terdengar Suara terdengar
suara terdengar oleh tapi tidak jelas jelas tapi terlalu jelas dan
peserta lainnya cepat/lambat dimengerti
4. Bertanya Tidak pernah Sangat jarang Kadang-kadang Sering bertanya
bertanya bertanya selama bertanya selama proses belajar-
proses belajar- proses belajar- mengajar
mengajar mengajar

5. Menjawab Tidak pernah Jawaban Jawaban sudah Jawaban sudah


Pertanyaan menjawab pertanyaannya benar, tapi kurang benar dan lengkap
pertanyaan asal-asalan lengkap
LEMBAR OBSERVASI DISKUSI

Aspek yang dinilai


Nama peserta
No Kepercayaan Penyampaian Kejelasan Bertanya Menjawab
didik
diri materi bahasa pertanyaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

Mengetahui, Padang, Juli 2022


Kepala SMA Pertiwi 1 Padang Wakil Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia

Firdaus, S. Pd, M. M Farisa Engrini, S. Si Fitri Yani, S. Pd


NIY. 47119671214199607 NIY. 57719790404200608 NIP. ---
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL

Mata Pelajaran : Kimia


Kelas / Semester : X/ Ganjil
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : Perkembangan Teori Atom dan Struktur Atom

Kriteria *)
Nama Peserta
No Tanggung Kerja Skor Nilai
Didik Ingin tahu Jujur
jawab sama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
Kriteria *): 1/2/3/4 (pilih salah satu bedasarkan rubrik kriteria penilaian sikap sosial)
FORMAT PENILAIAN

Nilai:
Jumlah Skor x 100
16
Predikat Nilai
A 85 – 100
B 70 – 84
C 60 – 69
D < 60

Mengetahui, Padang, Juli 2022


Kepala SMA Pertiwi 1 Padang Wakil Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia

Firdaus, S. Pd, M. M Farisa Engrini, S. Si Fitri Yani, S. Pd


NIY. 47119671214199607 NIY. 57719790404200608 NIP. ---
RUBRIK PENILAIAN SIKAP SOSIAL

Aspek Yang Skala


No
Dinilai 1 2 3 4
1 Ingin tahu Tidak menanyakan Jarang menanyakan Kadang-kadang Selalu aktif
hal-hal yang tidak hal-hal yang tidak menanyakan hal- menanyakan hal-
dimengerti dan dimengerti dan hal yang tidak hal yang tidak
tidak berani tidak berani dimengerti dan dimengerti dan
beragumen melemparkan ragu-ragu berani berargumen
menambahkan argumen ke teman berargumen menambahkan
jawaban yang yang lain dalam menambahkan jawaban yang
kurang jelas menambahkan jawaban yang kurang jelas
jawaban yang kurang jelas
kurang jelas
2 Jujur Tidak Jarang Kadang-kadang Selalu
mengemukakan mengemukakan mengemukakan mengemukakan
jawaban jawaban jawaban jawaban
berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
pendapatnya sendiri pendapatnya sendiri pendapatnya sendiri pendapatnya sendiri
3 Tanggung Tidak pernah Membuat tugas Membuat tugas Selalu membuat
jawab membuat tugas kelompok dan kelompok dan tugas kelompok
kelompok terlambat dikumpulkan pada dan tepat waktu
mengumpulkannya jangka waktu mengumpulkannya
perpanjangan yang
ditentukan
4 Kerjasama Tidak aktif dalam Lebih sering Bekerjasama dalam Selalu aktif
bekerjasama / bekerja sendirian kelompok diskusi bekerjasama baik
bekerja sendiri dari pada dan diskusi kelas dalam kelompok
bekerjasama maupun diskusi
dengan teman kelas
kelompok dan kelas
b. Penilaian Pengetahuan
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda

IPK Materi Indikator Soal Level Bentuk No Soal Kunci


Kogn Soal Soal
itif

3.2.1 Partike Disajikan suatu C3 PG 1 Jika diketahui nukelutida 11Na 23 , C


Menganali l atom lengkap maka jumlah electron, proton, dan
sis dasar dengan nomor neutron adalah …
partikel peny massa dan nomor A. 23 p,12 e, dan 11 n
dasar usun atom peserta B. 11 p,12 e, dan 23 n
penyusun atom didik mampu C. 11 p,11 e, dan 12 n
atom menentukan D. 12 p,11 e, dan 12 n
electron, proton, E. 11 p,11 e, dan 11 n
dan neutrom
dari atom tsb

Peserta didik C1 PG 2 Nomor atom adalah bilangan yang B


mampu menunjukkan jumlah …
mengidentifika A. Electron dalam inti
si tentang B. Proton dalam inti
nomor C. Nukleon dalam inti
atom D. Neutron dalam proton
E. Neutron dalam inti

Peserta didik dapat C1 PG 3 Inti atom bermuatan positif hal ini B


mengidentifikasi disebabkan oleh …
muatan dari inti A. Hanya neutron
atom B. Proton dan neutron
C. Electron lebih sedikit dari
neutron
D. Proton lebih banyak dari
electron
E. Proton dan electron yang
sama banyak

Peserta didik dapat C1 PG 4 Besarnya muatan electron pertama A


mengidentifikasi kali diselidiki oleh milikan melalui
penemu besarnya percobaan …
muatan elektron A. Tetes minyak
B. Hamburan sinar alfa
C. Hamburan sinar beta
D. Tabung gas berkatode
E. Pembelokan sinar katode
3.2.2 Perk Disajikan C2 PG 5 Gagasan tentang atom pertama kali C
Menganali emba pernyataan peserta dikemukakan oleh democritus pada
sis ngan didik mampu 400 tahun sebelum masehi namun
perkemba Model memperkirakan bukan merupakan teori karena
ngan Atom atom mana tidak ditarik berdasarkan hasil
model yang pertama eksperimen. Oleh karena itu Atom
atom kali yang pertama kali dikemukakan
ditemukan berdasarkan hasil percobaan
berdasarkan ditemukan oleh …
hasil percobaan A. Schrodinger
B. Lois de Broglie
C. Dalton
D. Rutherford
E. Chadwick

Peserta didik dapat C1 PG 6 Dari modifikasi model atom A


menunjukkan dibawah ini yang merupakan model
model atom atom Thompson?
yang sesuai
dengan
penemu nya A.

B. .

C.

D.

E.

Peserta didik dapat C3 PG 7 Kegagalan teori atom Rutherford B


menentukan adalah tidak dapat menjelaskan …
kegagalan dari A. Mengapa inti atom yang
teori atom sangat kecil dibandingkan
Rutherford ukuran atom secara keseluruhan
B. Mengapa electron yang
ukurannya kecil tidak tertarik
kedalam inti atom yang
bermuatan positif
C. Seberapa jauh jarak inti atom
dengan electron sehingga tidak
tertarik ke inti atom
D. Bagaimana electron selama
mengelilingi inti atom tidak
bertabrakan
E. Mengapa atom hydrogen
mempunyai spectrum berupa
garis
3.2.3 Model Disajikan C3 PG 8 Elektron-elektron dalam atom D
Menganali Atom pernyataan salah beredar mengelilingi inti dan
sis Bohr satu model atom berada pada lintasan (tingkat
toeri dari perkembangan energi) tertentu. Elektron dapat
model model atom yang berpindah dari satu tingkat energi
atom ada, peserta didik ke tingkat energi lainnya di serial
bohr dapat menentukan penyerapan atau pelepasan energi.
penemu yang Pernyataan ini
cocok dengan dikemukakan oleh …
pernyataan A.Dalton
yang B.Thomson
dijabarkan C.Rutherford
D.Niels Bohr
E.Maxwell

Peserta didik dapat C1 PG 9 Kelemahan teori atom Niels Bohr B


mengidentifikasi ialah Bohr tidak mampu
kelemahan teori menjelaskan tentang …
atom bohr A. Kestabilan atom
B. Terbentuk garis spectrum
C. Keberadaan electron pada
lintasan
D. Terjadinya perpindahan electron
E. Kedudukan electron dalam
atom

3.2.4 Meka Peserta didik PG 10 Perhatikan pernyataan tentang D


Menganali nika menentukan mekanika gelombang dibawah ini
sis Gelo dari pernyataan 1) Sifat seperti gelombang untuk
teori mban yang diberikan elektron-elektron didalam atom
model g mana 2) Electron mengelilingi inti
atom yang tidak dalam lintasan tertentu
mekanik termasuk 3) Lintasan elektron secara
a kedalam teori terperinci tidak dapat ditentukan
gelomban mekanika 4) Elektron (atau partikel lain)
g kuan yang memiliki sifat seperti
gelombang harus dideskripsikan
dengan fungsi gelombang.
Dari pernyataan diatas tentukan
mana yang tidak termasuk pada
hipotesa untuk teori atom
mekanika kuantum …
A. 1 dan 4
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 2 saja
E. 4 saja
Diberikan C3 PG 11 Perhatikan pernyataan C
pernyataan tentang dibawah ini. “Electron
hipotesa suatu bergerak mengelilingi inti,
teori atom gerakan itu bukanlah dalam
peserta didik lintasan tertentu, melainkan
mampu dalam bentuk gelombang”.
menentukan Pernyataan diatas merupakan
pencetus hasil dari hipotesa …
hipotesa tersebut A. Werner Heisenberg
B. Dalton
C. Luois De Broglie
D. Erwin Schrodinger
E. Rutherford

Peserta didik C1 PG 12 Prinsip ketidakpastian A


mampu diperkenalkan oleh …
mengidentifika A. Werner Heisenberg
si penemu B. Dalton
prinsip C. Luois De Broglie
ketidakpastian D. Erwin Schrodinger
E. Rutherford

Peserta didik C3 PG 13 Tingkat energy orbital ditemukan A


menentukan pada ?
dimana letak A. Bilangan Kuantum Utama
tingkat energy B. Bilangan Kuantum Spin
orbital pada C. Bilangan Kuantum Magnetic
bilangan kuantum D. Bilangan Kuantum Azimut
E. Bilangan Kuantum Bohr

Peserta didik dapat C3 PG 14 Dalam menyatakan struktur atom, B


menentukan aturan untuk menyatakan kedudukan
yang digunakan electron dalam atom digunakan
dalam menentukan aturan …
kedudukan A. Model atom
electron dalam B. Bilangan kuantum
atom C. Orbital
D. Gerakan electron
E. Rotasi electron

Peserta didik C3 PG 15 Bentuk dan ukuran orbital atom B


menentukan ditentukan oleh bilangan kuantum?
bagaimana bentuk A. Utama
dan ukuran B. Azimut
orbital terletak C. Magnetik
pada D. Azimut dan Magnetik
bilangan kuantum E. Spin

Nilai = Jumlah skor yang diperoleh x 100 = 100


15

c. Penilaian Keterampilan
Teknik Penilaian : Pengamatan
Bentuk Instrumen : Rubrik
INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI

Nama Sekolah : SMA Pertiwi 1 Padang


Tahun pelajaran : 2022/ 2023
Kelas / Semester : X / Ganjil
Mata Pelajaran : Kimia

Kelengkapan Penulisan Kemampuan


Total Nilai
No Nama Siswa Materi Materi Presentasi
Skor Akhir
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Skor Perolehan
Nilai Perolehan= ×100
Skor maksimal

Mengetahui, Padang, Juli 2022


Kepala SMA Pertiwi 1 Padang Wakil Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia

Firdaus, S. Pd, M. M Farisa Engrini, S. Si Fitri Yani, S. Pd


NIY. 47119671214199607 NIY. 57719790404200608 NIP. ---

RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI


NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR MAKS

 Presentasi terdiri atas, Judul, Isi Materi dan Daftar


Pustaka
 Presentasi sistematis sesuai materi
4
 Menuliskan rumusan masalah
1 Kelengkapan Materi  Dilengkapi gambar / hal yang menarik yang sesuai
dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Materi dibuat dalam bentuk charta / Power Point
 Tulisan terbaca dengan jelas
4
 Isi materi ringkas dan berbobot
2 Penulisan Materi  Bahasa yang digunakan sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Percaya diri, antusias dan bahasa yang lugas
 Seluruh anggota berperan serta aktif
 Dapat mengemukanan ide dan berargumentasi dengan 4
baik
3 Kemampuan presentasi
 Manajemen waktu yang baik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
SKOR MAKSIMAL 12

Mengetahui, Padang, Juli 2022


Kepala SMA Pertiwi 1 Padang Wakil Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia

Firdaus, S. Pd, M. M Farisa Engrini, S. Si Fitri Yani, S. Pd


NIY. 47119671214199607 NIY. 57719790404200608 NIP. ---

LEMBARAN KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


Pertemuan 1
Partikel dasar penyusun atom dan Perkembangan Model Atom
Sekolah : SMA Pertiwi 1 Padang
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/ 1

KD 3.2 : Menganalisis perkembangan model atom dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika
Gelombang
4.2 : Menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model atom
Indikator Pencapaian Kompetensi :
3.2.1 Menjelaskan proses penemuan partikel penyusun atom
3.2.2 Menentukan partikel dasar penyusun atom
3.2.3 Mendeskripsikan perkembangan teori atom/model atom
3.2.4 Membedakan model atom dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika Gelombang

PETUNJUK :
1. Tuliskanlah nama kelompok pada tempat yang tersedia
2. Jawablah pertanyaan – pertanyaan dalam LKPD

Nama kelompok :
Anggota kelompok : 1 .............................................. 3 ...........................................
2 .............................................. 4 ...........................................
3 .............................................. 5 ...........................................

A. Kegiatan 1
Setelah anda membaca/mempelajari tentang sejarah penemuan partikel dasar penyusun atom,
lengkapilah tabel berikut ini !
No Partikel dasar simbol Massa (sma) Muatan Penemu
1. Elektron 0
−1 e
0 -1 ........................

2. ........................... ............... ....................... ................... James Chadwick

3. ............................ 1
1 p ...................... .................... ...........................

B. Kegiatan 2
Setelah anda membaca tentang perkembangan teori atom,
lengkapilah tabel berikut ini !
No Teori atom Bunyi teorinya Model atom
1. Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif
dan di dalamnya tersebar muatan negatif elektron

2. Thomson

3 Rutherford
Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan
positif yang dikelilingi oleh elektron pada
4 lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit”

5 Mekanika
kuantum

Tugas
1. Tuliskan kelemahan teori atom Bohr
2. Bagaimana bunyi hipotesis De Broglie?
3. Apa yang dimaksud dengan orbital ?

LEMBARAN KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


Pertemuan 2

Sekolah : SMA Pertiwi 1 Padang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester :X/1

KD 3.2 : Menganalisis perkembangan model atom dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika
Gelombang

4.2 : Menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan menggunakan model atom dan Menggunakan model atom
untuk menjelaskan fenomena alam atau hasil percobaan
Indikator :
3.2.5. Menjelaskan nomor atom dan nomor massa
3.2.6. Menganalisis hubungan nomor atom dan nomor massa suatu atom dengan jumlah partikel dasar penyusun atom
3.2.7. Membedakan isotop, isoton dan isobar

PETUNJUK :
1. Tuliskanlah nama kelompok pada tempat yang tersedia
2. Jawablah pertanyaan – pertanyaan dalam LKPD

Nama kelompok :
Anggota
kelompok : 1 .............................................. 3 ...........................................
2 .............................................. 4 ...........................................
3 .............................................. 5 ...........................................

A. Hubungan Nomor atom dan nomor massa dengan jumlah partikel


1. Amati tabel di bawah ini dan lengkapi!
No Notasi Nomor Nomor Jumlah Jumlah Jumlah
atom atom massa proton elektron neutron
1 56
26 Fe 26 56 26 26 30
2 23
11 Na 11 23 11 11 12
3 65
30 Zn 30 65 30 30 .....
4 A
Z ❑X ..... ..... ...... ...... ..... - .....

5 40
19 ❑X ..... ...... ...... ..... .....

Setelah mengamati tabel di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini :


a. Perhatikan data nomor 1 dan 2. Mengapa nomor massa lebih besar dari nomor atom ?
Kesimpulan : ...............................................................................................................................................................
................................................................................................................................
b. Apa hubungan jumlah neutron dengan nomor atom dan nomor massa ?
Kesimpulan : ...................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................
Nomor atom menyatakan
.................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................
2. Latihan
Lengkapilah tabel di bawah ini !
Nomor Nomor Jumlah Jumlah Jumlah
Atom Massa Proton elektron neutron
19 ....... ....... ....... 20
....... 32 ....... 16 .......
....... ....... 24 ........ 28
35 ....... ........ ........ 45

B. Jumlah proton, elektron dan neutron pada ion


NO Notasi Atom Jumlah Jumlah Jumlah
Proton elektron neutron
16
1 8 O ...... ...... .......

16
2 8 O2- 8 10 ......

39
3 19 K+ ........ ...... ......

C. Isotop, Isobar, dan Isoton


3. Lengkapi tabel di bawah ini
Contoh Isotop
NO Notasi Atom Jumlah Jumlah Jumlah
Proton elektron neutron
16
1 8 O ...... ...... .......
17
2 8 O ....... ...... ......
16 17
a. Jumlah ......................... pada 8O = jumlah ........................ pada 8O
17 17
b. Nomor ......................... pada 8O = nomor ....................... pada 8O

Kesimpulan :
Isotop adalah .........................................................................................................
Contoh Isobar
NO Notasi Atom Jumlah Jumlah Jumlah
Proton elektron neutron
15
1 8 O ...... ...... .......
15
2 7 N ....... ...... ......
a. Lengkapi tabel di atas!
15 15
b. Nomor ..................... pada 8 O = nomor ....................... pada 7 N

Kesimpulan :
Isobar adalah ........................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
Contoh Isoton
NO Notasi Atom Jumlah Jumlah Jumlah
Proton elektron neutron
1 23
11 Na ...... ...... .......
24
2 12 Mg ....... ...... ......

a. Lengkapi tabel di atas!


23 24
b. Jumlah ......................... pada 11 Na = jumlah ........................ pada 12 Mg
Kesimpulan :
Isoton adalah .........................................................................................................
................................................................................................................................
4. Latihan :
Kelompokkanlah unsur berikut ke dalam isotop, isoton dan isobar;
24 24 12 36 13 17 28 37 30
12 Mg 11Na 6C 17Cl 6C 8O 13 Al 17Cl 15 P

Unsur yang berisitop adalah unsur ...... dengan .....


Unsur yang berisoton adalah unsur ..... dengan .....
Unsur yang berisobar adalah unsur ..... dengan ….

Anda mungkin juga menyukai