Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas
Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas
Yth.
Kepala OPD-KB se Jawa Timur
di-
Tempat
Dengan Hormat,
Keluarga Berkualitas, yang merupakan wadah pembinaan dan dilakukan secara serentak
sebagai upaya peningkatan klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas melalui mekanisme
penilaian yang dilakukan secara berjenjang dimulai dari seleksi administrasi di tingkat
kabupaten/kota, Provinsi dan Pusat.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami mohon berkenan Saudara dapat berperan
serta untuk mengikuti pemilihan Kampung KB Terbaik Tingkat Pusat dan pemilihan Kampung
KB Percontohan Tingkat Provinsi Tahun 2023. Selanjutnya agar menginmkan daftar
Kampung KB terbaik paling lambat tanggal 28 Februari 2023 ke Perwakilan BKKBN Provinsi
Jawa Timur cq Bidang Pengendalian Penduduk. Untuk penilaian pemilihan Kampung KB
Terbaik dilakukan mulai dari seleksi administrasi profil Kampung KB melalui website
Kampung Keluarga Berkualitas. Adapun indicator dan jadwal pelaksanaan kegiatan
sebagaimana dalam KAK terlampir.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya di haturkan terima kasih.
Perwallan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur
. Airlangga No. 31-33, Surabaya 60017, Telp. (031) 5022331, 5O3s089, So12583 (hunting)
Fax. (031) 5017767, S037766, Website: [Link] [Link]
Emal: bkkbnjatim@[Link]: bkkbnjatim@[Link]
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
KEGIATAN LOMBA KAMPUNG KB
TAHUN 2023
.LATAR BELAKANGG
Kampung KB merupakan program percepatan peningkatan kualitas manusia melalu
pembangunan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana yang
terintergrasi dengan program pembangunan lainnya di daerah yang memiliki
kerentanan kualitas penduduk sebagai akibat dari kompleksitas permasalahan
situasional masing-masing daerah. Sasaran Kampung KB utamanya adalah
penduduk yang tinggal di wilayah miskin, padat penduduk, kurang memiliki akses
kesehatan, terpencil, pesisir, kumuh, dan kesertaan ber-KB-nya masih rendah.
Sejak tahun 2016 hingga 2019 BKKBN telah menetapkan target pencanangan KB
Kampung sebagai upaya pemerintah untuk percepatan Pembangunan di perdesaan
dan perkotaan melalui penguatan Program Bangga Kencana. Target pencanangan
Kampung KB ada tahun 2016 adalah di setiap Kabupaten-Kota sejumlah 514
Kampung KB. Target 2017 adalah di setiap Kecamatan sebanyak 7.160 Kampung
KB. Tahun 2018 adalah terbentuknya 6.727 Kampung KB di 50% desa sangat
tertinggal sesuai dengan indeks Desa Membangun (IDM) yang dikeluarkan oleh
Kementeran Desa Tertinggal dan di 1600 desa stunting. Hingga akhir 2018
ditargetkan terbentuk sebanyak 14.401 Kampung KB. Mengingat pada tahun 2019
terjadi pengurangan anggaran program KKBPK, maka untuk pencanangan dengan
pembiayaan APBN juga tidak bisa dialokasikan. Namun, bukan berarti target 6.726
Kampung KB pada tahun 2019 ditiadakan, mengingat masih bisa mengoptimalkan
dukungan anggaran yang ada di Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota
atau dukungan anggaran lainnya. Data menunjukan bahwa sampai dengan Januari
2023 jumlah Kampung KB yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 19.930 dan
di Jawa Timur sejumlah 1.697 dengan berbagai tahap perkembangan dan masalah
yang bersifat lokalistik.
I. TUJUAN
II. SASARAN
Sasraan kegiatan lomba, sebagai berikut:
1. Sasaran langsung kegiatan adalah Pokja Kampung KB, kelompok-kelompok
kegiatan, kader, penyuluh dan keluarga di Kampung KB;
Sasaran tidak langsung dari kegiatan adalah para pemangku kepentingan
terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemerintah
daerah kabupaten/kota serta pemerintah desa/kelurahan.
v. BENTUK KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pertemuan dan kunjungan monitoring dan
evaluasi kepada Kampung KB yang masuk 6 (enam) besar hasil seleksi administrasi
(profil Kampung KB) dan pemberian penghargaan dengan tetap memperhatikan
prosedur pencegahan covid-19.
V. PELAKSANA
Pelaksana kegiatan Lomba Kampung KB dilakukan oleh Bidang Pengendalian
Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.
VI. PESERTA
Kegiatan ini diikuti oleh 38 Kabupaten/Kota seluruh Jawa Timur.
BAB I ....................................................................................... 3
PENDAHULUAN ..................................................................... 3
BAB II ...................................................................................... 5
PROGRAM PENGUATAN DAN PEMBINAAN ....................... 5
KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS .............................. 5
A. Tujuan............................................................................ 5
B. Tahapan Seleksi ............................................................ 5
C. Jadwal Pelaksanaan...................................................... 6
D. Kriteria Penilaian ........................................................... 7
E. Bentuk Apresiasi .......................................................... 11
BAB III ................................................................................... 12
MEKANISME PENILAIAN ..................................................... 12
A. Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota .................................. 12
B. Seleksi Tingkat Provinsi............................................... 13
C. Seleksi Tingkat Nasional ............................................. 14
Kampung Keluarga
Berkualitas memiliki empat
(4) sasaran program, yaitu
penyediaan data dan
dokumen kependudukan,
peningkatan perubahan
perilaku, peningkatan
cakupan, layanan dan
rujukan pada keluarga, serta
penataan lingkungan
hidup keluarga dan masyarakat.
A. Tujuan
Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas diselenggarakan
bertujuan untuk:
1. Melakukan pemetaan kualitas Kampung Keluarga
Berkualitas.
2. Melakukan pembinaan secara menyeluruh dan
serentak, sehingga dapat meningkatkan klasifikasi
Kampung Keluarga Berkualitas menjadi mandiri dan
berkelanjutan.
3. Meningkatkan komitmen para pemerintah daerah dan
pemangku kepentingan terhadap Kampung Keluarga
Berkualitas.
4. Mengapresiasi pelaksanaan sistem pengelolaan
Kampung Keluarga Berkualitas.
B. Tahapan Seleksi
Tahapan seleksi Kampung Keluarga Berkualitas tingkat
nasional terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu:
1. Tahap 1: Seleksi Berkas
Tahap seleksi berkas merupakan penilaian terhadap
profil Kampung Keluarga Berkualitas pada website
Kampung Keluarga Berkualitas dengan menggunakan
instrumen penilaian. Untuk itu, bagi provinsi dan
kabupaten/kota yang akan mengajukan nominasi
Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan dapat
C. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan pengembangan dan penguatan
Kampung Keluarga Berkualitas 2023 dapat dilihat pada
Tabel sebagai berikut :
Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Pengelolaan
Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB
Percontohan Tingkat Provinsi)
Jadwal
No Keterangan
Pelaksanaan
Seleksi Kampung Keluarga
1 - 28 Februari
1. Berkualitas tingkat kabupaten/
2023
Kota
1 - 31 Maret Seleksi Kampung Keluarga
2. 2023 Berkualitas tingkat provinsi
Verifikasi Lapangan pada 6
3. 1 - 30 April 2023 (enam) besar Kampung Keluarga
Berkualitas Kategori
Kabupaten/Kota tingkat Provinsi
D. Kriteria Peserta
a. Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Kampung
KB Kategori Kabupaten dan Kota
E. Kriteria Penilaian
1. Seleksi Berkas
Kriteria penilaian pada tahap seleksi berkas terdiri dari
3 variabel (input, proses, dan output) dengan 20
indikator penilaian. Adapun variabel dan indikator
penilaian untuk tahap seleksi berkas terlampir pada
tabel berikut.
Tabel 2. Kriteria Penilaian Tahap Seleksi Berkas
NO INDIKATOR BOBOT
INPUT
1. Kepemilikan sekretariat 1
Kelompok Kerja (Pokja) Kampung
2. 1
Keluarga Berkualitas
Kepemilikan Kelompok Kegiatan
3. 1
(Poktan)
4. Sumber dana 1
5. Regulasi 1
PROSES
1. Pelaksanaan Mekanisme Operasional 2
2. Pelaksanaan Program 2
Penyediaan Data dan
Administrasi Kependudukan
Pelaksanaan Program Penguatan
3. Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup 2
Sehat (GERMAS) dan Komunikasi
Perubahan Perilaku Masyarakat
Pelaksanaan Program Peningkatan
4. Akses dan Pelayanan Kesehatan, 2
termasuk KB dan Kespro Bersumber
Dana Masyarakat
2. Wawancara
Kriteria penilaian pada tahap wawancara terdiri dari 3
variabel penilaian yang dapat dilihat pada Tabel 3
berkut.
Tabel 3. Kriteria Penilaian Tahap Wawancara
NO INDIKATOR
1. Komitmen Kepala Desa/Lurah
Penguasaan terkait pengelolaan Kampung
2.
Keluarga Berkualitas
3. Dampak yang dirasakan masyarakat
PROSES
Pelaksanaan Mekanisme Operasional
1. 2
Pelaksanaan Program Penyediaan
2. 2
Data dan Administrasi Kependudukan
Pelaksanaan Program Penguatan
Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup
3. Sehat (GERMAS) dan Komunikasi 2
Perubahan Perilaku Masyarakat
Pelaksanaan Program Peningkatan
Akses dan Pelayanan Kesehatan,
4. termasuk KB dan Kespro Bersumber 2
Dana Masyarakat
E. Bentuk Apresiasi
Hasil seleksi Kampung Keluarga Berkualitas akan
diputuskan menjadi Kampung Keluarga Berkualitas terbaik
tingkat nasional. Pengumuman Kampung Keluarga
Berkualitas terbaik tingkat nasional akan dilakukan pada
Acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional Tahun
2023. Kampung Keluarga Berkualitas terbaik tingkat
nasional akan menjadi rujukan pembelajaran atau menjadi
rekomendasi praktik terbaik (best practice) di seluruh
Indonesia.
SKOR
NO VARIABEL TINGKAT PENILAIAN BOBOT NILAI
(0-100)
INPUT
1) Tidak memiliki sekretariat (0)
1 Kepemilikan Sekretariat 2) Memiliki sekretariat (100) 1
Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Keluarga
Berkualitas 1) Memenuhi 1 komponen (50)
2 1. Memiliki Pokja Kampung KB 2) Memenuhi 2 komponen (75) 1
2. Kepemilikan SK Pokja 3) Memenuhi 3 komponen (100)
3. Kepemilikan Pokja terlatih
Kepemilikan Kelompok Kegiatan (Poktan)
1) Memiliki 1 Poktan (20)
1. BKB
2) Memiliki 2 Poktan (40)
2. BKR
3 3) Memiliki 3 Poktan (60) 1
3. BKL
4) Memiliki 4 Poktan (80)
4. UPPKA
5) Memiliki 5 Poktan (100)
5. PIK-R
Sumber Dana
1. APBN
2. APBD
1) Memiliki 1-2 Sumber Dana (25)
3. Dana Desa
4 2) Memiliki 3-4 Sumber Dana (50) 1
4. Swadaya Masyarakat
3) Memiliki 5-6 Sumber Dana (100)
5. CSR
6. Dana Hibah
Regulasi
1) Memiliki 1 regulasi (25)
1. SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
2) Memiliki 2 regulasi (50)
5 2. SK Camat tentang Kampung KB 1
3) Memiliki 3 regulasi (75)
3. SK/Instruksi/SE dari Bupati/Walikota
4) Memiliki 4 regulasi (100)
4. SK/Instruksi/SE dari Gubernur
TOTAL 5
PROSES
Pelaksanaan Mekanisme Operasional
1) Melaksanakan 1 tahap mekop (20)
1. Pembuatan Rencana Kerja Masyarakat
2) Melaksanakan 2 tahap mekop (40)
2. Rapat koordinasi dengan lintas sektor
1 3) Melaksanakan 3 tahap mekop (60) 2
3. Sosialisasi kegiatan
4) Melaksanakan 4 tahap mekop (80)
4. Monitoring dan Evaluasi
5. Penyusunan Laporan 5) Melaksanakan 5 tahap mekop (100)
Pelaksanaan Program Penyediaan Data dan
Administrasi Kependudukan 1) Tidak melaksanakan (0)
2 1. Rumah data kependudukan dan informasi 2) Melaksanakan 1 kegiatan (50) 2
keluarga (Rumah Dataku) 3) Melaksanakan 2 kegiatan (100)
2. Pelayanan administrasi kependudukan
Pelaksanaan Program Penguatan Advokasi
Gerakan Masyarkat Hidup Sehat (GERMAS) dan
Komunikasi Perubahan Perilaku Masyarakat
1. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(GERMAS)
2. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga (PISPK)
3. Bina Keluarga Balita (BKB) 1) Tidak melaksanakan (0)
4. Bina Keluarga Remaja (BKR) 2) Melaksanakan 1-2 kegiatan (25)
3 5. Bina Keluarga Lansia (BKL) 3) Melaksanakan 3-4 kegiatan (50) 2
6. Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja 4) Melaksanakan 5-6 kegiatan (75)
7. Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) 5) Melaksanakan > 6 kegiatan (100)
Kesehatan Reproduksi dan KB
8. Bimbingan Calon Pengantin (Catin)
9. Bimbingan, penyuluhan dan konsultasi
keagamaan
10. KIE Pencegahan, Perlindungan Perempuan dan
Anak dari Kekerasan
11. Advokasi dan KIE Pemberian makan bayi dan
anak ASI Eksklusif
12. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan implementasi
Rumah Tanpa Asap Rokok
Pelaksanaan Program Peningkatan Akses dan
Pelayanan Kesehatan termasuk KB dan Kespro
Bersumber Dana Masyarakat
1. Penggerakan pelayanan KB dan Kespro
2. Edukasi kesehatan ibu hamil, balita, remaja, dan 1) Tidak melaksanakan (0)
lansia 2) Melaksanakan 1-2 kegiatan (25)
4 2
3. Melakukan pembinaan posyandu 3) Melaksanakan 3-4 kegiatan (50)
4. Melaksanakan posyandu aktif 4) Melaksanakan 5-6 kegiatan (100)
5. Pelayanan KB dan Kespro
6. Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga
(P2K2) dan Kader Pembangunan Manusia
(KPM)
Pelaksanaan Program Pendampingan dan
Pelayanan pada Keluarga dengan Risiko Kejadian
Stunting
1. Screening kesehatan bagi Calon Pengantin
(Catin)
2. Pemberian pendampingan dan edukasi
penatalaksanaan keluarga calon Pasangan Usia
Subur (PUS)
3. Pendampingan ibu hamil
1) Tidak melaksanakan (0)
4. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) bagi ibu
2) Melaksanakan 1-3 kegiatan (25)
hamil
5 3) Melaksanakan 4-6 kegiatan (50) 2
5. Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri
4) Melaksanakan 7-9 kegiatan (75)
dan ibu hamil
5) Melaksanakan > 9 kegiatan (100)
6. Pemberian tambahan asupan gizi bagi ibu hamil
Kurang Energi Kronis (KEK)
7. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan
anak balita
8. Pemberian makanan tambahan bagi anak usia
6-23 bulan
9. Pendampingan Baduta 24-59 bulan dengan gizi
kurang
10. Penanganan tata laksana gizi buruk pada balita
11. Pemberian tambahan asupan gizi bagi balita
dengan status gizi kurang
12. Pelayanan KB pasca persalinan
13. Pemberian bantuan pangan selain beras dan
telur
14. Pendampingan ibu/keluarga balita meliputi
pemenuhan gizi
15. Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)
Pelaksanaan Program Peningkatan Cakupan dan
Akses Pendidikan
1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
2. Pemberian Pendidikan Dasar dan Menengah
3. Pendidikan Agama bagi masyarakat 1) Tidak melaksanakan (0)
4. Pemberian informasi dan fasilitasi akses 2) Melaksanakan 1-2 kegiatan (25)
6 2
pelayanan pendidikan 3) Melaksanakan 3-5 kegiatan (50)
5. Pemberian bantuan pendidikan keluarga dengan 4) Melaksanakan 6-7 kegiatan (100)
status miskin
6. Penyelenggaraan pendidikan literasi non formal
7. Penyelenggaraan wahana kreatifitas dan
olahraga
Pelaksanaan Program Peningkatan Cakupan
Layanan Jaminan dan Perlindungan Sosial pada
Keluarga dan Masyarakat Miskin serta Rentan
1. Pemberian bantuan tunai bersyarakat kepada 1) Tidak melaksanakan (0)
7 2
PUS 2) Melaksanakan salah 1 kegiatan (100)
2. Pemberian bantuan pangan non-tunai kepada
PUS
3. Pemberian jaminan kesehatan kepada keluarga
Pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga
1. Pemberian Program Keluarga Harapan kepada 1) Tidak melaksanakan (0)
PUS 2) Melaksanakan 1-2 kegiatan (25)
8 2. Peningkatan kemampuan akses dan aset 3) Melaksanakan 3-4 kegiatan (50) 2
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 4) Melaksanakan 5-6 kegiatan (75)
3. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan 5) Melaksanakan > 6 kegiatan (100)
KPM
4. Penyelenggaraan bantuan permodalan
5. Promosi dan pemasaran koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah (UMKM)
6. Pelatihan produksi dan pemasaran bagi usaha
rumah tangga
7. Pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas
8. Meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga
9. Fasilitasi dan pembinaan pengembangan usaha
nelayan
10. Terkelolanya sistem pembenihan ikan yang
berkelanjutan
Pelaksanaan Program Penataan Lingkungan
Keluarga, Peningkatan Akses Air Minum serta
Sanitasi Dasar
1) Tidak melaksanakan (0)
1. Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
2) Melaksanakan 1 kegiatan (25)
9 (STBM) 2
3) Melaksanakan 2 kegiatan (50)
2. Penyediaan akses perumahan dan infrastruktur
4) Melaksanakan 3 kegiatan (100)
permukiman yang layak, aman dan terjangkau
3. Pengendalian vektor dan binatang pembawa
penyakit
TOTAL 18
OUTPUT
1) Tidak Ada (0)
1 Terbentuknya Rumah Dataku 3
2) Ada (100)
1) Tidak Ada (0)
2 Terbentuknya DASHAT 3
2) Ada (100)
1) < 30% (25)
2) 30-40% (50)
3 Kesertaan KB/Capaian mCPR 3
3) 41-50% (75)
4) > 50% (100)
1) Partisipasi < 10% (25)
Partisipasi Keluarga dalam kegiatan Kelompok 2) Partisipasi 10-20% (50)
4 3
Kegiatan (Poktan) 3) Partisipasi 21-30% (75)
4) Partisipasi > 30% (100)
1) < 20% (25)
Persentase Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
5 2) 20-22% (50) 3
(MKJP) Kontrasepsi Mix 3) 23-24% (75)
4) > 24% (100)
1) > 12,1% (25)
2) 9,1 - 12% (50)
6 Unmet Need 3
3) 6,1 - 9% (75)
4) < 7% (100)
TOTAL 18
TOTAL AKHIR 41
NILAI AKHIR
KETERANGAN:
Nilai : Skor x Bobot
Total Nilai : Jumlah nilai dari setiap indikator penilaian dalam variabel input/proses/output
Total Bobot : Jumlah bobot dari setiap indikator penilaian dalam variabel input/proses/output
Total Akhir Bobot : Penjumlahan total bobot dari seluruh indikator dalam instrumen penilaian
Total Akhir Nilai : Penjumlahan total nilai dari variabel input, proses, dan output
Nilai Akhir : (Total Nilai Input + Total Nilai Variabel Proses + Total Nilai Variabel Output)
Total Akhir Bobot
Lampiran 3:
Instrumen penilaian tahap verifikasi lapangan
SKOR
NO VARIABEL TINGKAT PENILAIAN BOBOT NILAI
(0-100)
INPUT
Kepemilikan Sekretariat
1. Memiliki ruang untuk penyimpanan arsip dan
1) Memenuhi 1 komponen (25)
administrasi
2) Memenuhi 2 komponen (50)
1 2. Memiliki kelengkapan sarana dan prasarana 1
3) Memenuhi 3 komponen (75)
3. Memiliki buku catatan kegiatan
4) Memenuhi 4 komponen (100)
4. Memiliki papan informasi Kampung KB (peta
kampung, gambar struktur pokja)
Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Keluarga
Berkualitas 1) Memenuhi 1 komponen (50)
2 1. Memiliki Pokja Kampung KB 2) Memenuhi 2 komponen (75) 1
2. Kepemilikan SK Pokja 3) Memenuhi 3 komponen (100)
3. Kepemilikan Pokja terlatih
1) Memiliki 1 Poktan dan
pelaksanaannya baik (20)
Kepemilikan Kelompok Kegiatan (Poktan) 2) Memiliki 2 Poktan dan
1. BKB pelaksanaannya baik (40)
2. BKR 3) Memiliki 3 Poktan dan
3 1
3. BKL pelaksanaannya baik (60)
4. UPPKA 4) Memiliki 4 Poktan dan
5. PIK-R pelaksanaannya baik (80)
5) Memiliki 5 Poktan dan
pelaksanaannya baik (100)
Sumber Dana
1. APBN
2. APBD 1) Memiliki 1-2 Sumber Dana (25)
4 3. Dana Desa 2) Memiliki 3-4 Sumber Dana (50) 1
4. Swadaya Masyarakat 3) Memiliki 5-6 Sumber Dana (100)
5. CSR
6. Dana Hibah
Regulasi
1) Memiliki 1 regulasi (25)
1. SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
2) Memiliki 2 regulasi (50)
5 2. SK Camat tentang Kampung KB 1
3) Memiliki 3 regulasi (75)
3. SK/Instruksi/SE dari Bupati/Walikota
4) Memiliki 4 regulasi (100)
4. SK/Instruksi/SE dari Gubernur
Kepemilikan Usaha Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) dan Sistem Layanan dan
1) Tidak memiliki UKBM (0)
Rujukan Terpadu (SLRT)
2) Memiliki 1 jenis UKBM (25)
1. Posyandu Anak
6 3) Memiliki 2 jenis UKBM (50) 1
2. Posyandu Remaja
4) Memiliki 3 jenis UKBM (75)
3. Posyandu Lansia
5) Memiliki UKBM dan SLRT (100)
4. UKBM lainnya
5. SLRT
1) Tidak Memiliki PAUD (0)
7 Kepemilikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2) Memiliki PAUD (100) 1
TOTAL 7
PROSES
Pelaksanaan Mekanisme Operasional
1) Melaksanakan 1 tahap mekop (20)
1. Pembuatan Rencana Kerja Masyarakat
2) Melaksanakan 2 tahap mekop (40)
2. Rapat koordinasi dengan lintas sektor
1 3) Melaksanakan 3 tahap mekop (60) 2
3. Sosialisasi kegiatan
4) Melaksanakan 4 tahap mekop (80)
4. Monitoring dan Evaluasi
5) Melaksanakan 5 tahap mekop (100)
5. Penyusunan Laporan
Pelaksanaan Program Penyediaan Data dan
Administrasi Kependudukan 1) Tidak melaksanakan (0)
2 1. Rumah data kependudukan dan informasi keluarga 2) Melaksanakan 1 kegiatan (50) 2
(Rumah Dataku) 3) Melaksanakan 2 kegiatan (100)
2. Pelayanan administrasi kependudukan
Pelaksanaan Program Penguatan Advokasi Gerakan
Masyarkat Hidup Sehat (GERMAS) dan Komunikasi
Perubahan Perilaku Masyarakat
1. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(GERMAS)
2. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga (PISPK)
3. Bina Keluarga Balita (BKB)
4. Bina Keluarga Remaja (BKR) 1) Tidak melaksanakan (0)
5. Bina Keluarga Lansia (BKL) 2) Melaksanakan 1-2 kegiatan (25)
3 6. Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja 3) Melaksanakan 3-4 kegiatan (50) 2
7. Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) 4) Melaksanakan 5-6 kegiatan (75)
Kesehatan Reproduksi dan KB 5) Melaksanakan > 6 kegiatan (100)
8. Bimbingan Calon Pengantin (Catin)
9. Bimbingan, penyuluhan dan konsultasi keagamaan
10. KIE Pencegahan, Perlindungan Perempuan dan
Anak dari Kekerasan
11. Advokasi dan KIE Pemberian makan bayi dan anak
ASI Eksklusif
12. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan implementasi
Rumah Tanpa Asap Rokok
Pelaksanaan Program Peningkatan Akses dan
Pelayanan Kesehatan termasuk KB dan Kespro
Bersumber Dana Masyarakat
1. Penggerakan pelayanan KB dan Kespro
1) Tidak melaksanakan (0)
2. Edukasi kesehatan ibu hamil, balita, remaja, dan
2) Melaksanakan 1-2 kegiatan (25)
4 lansia 2
3) Melaksanakan 3-4 kegiatan (50)
3. Melakukan pembinaan posyandu
4) Melaksanakan 5-6 kegiatan (100)
4. Melaksanakan posyandu aktif
5. Pelayanan KB dan Kespro
6. Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga
(P2K2) dan Kader Pembangunan Manusia (KPM)
Pelaksanaan Program Pendampingan dan Pelayanan
pada Keluarga dengan Risiko Kejadian Stunting
1. Screening kesehatan bagi Calon Pengantin (Catin)
2. Pemberian pendampingan dan edukasi
penatalaksanaan keluarga calon Pasangan Usia
Subur (PUS)
3. Pendampingan ibu hamil
4. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil
5. Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri
dan ibu hamil
6. Pemberian tambahan asupan gizi bagi ibu hamil
1) Tidak melaksanakan (0)
Kurang Energi Kronis (KEK)
2) Melaksanakan 1-3 kegiatan (25)
7. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak
5 3) Melaksanakan 4-6 kegiatan (50) 2
balita
4) Melaksanakan 7-9 kegiatan (75)
8. Pemberian makanan tambahan bagi anak usia 6-23
5) Melaksanakan > 9 kegiatan (100)
bulan
9. Pendampingan Baduta 24-59 bulan dengan gizi
kurang
10. Penanganan tata laksana gizi buruk pada balita
11. Pemberian tambahan asupan gizi bagi balita
dengan status gizi kurang
12. Pelayanan KB pasca persalinan
13. Pemberian bantuan pangan selain beras dan telur
14. Pendampingan ibu/keluarga balita meliputi
pemenuhan gizi
15. Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)
Pelaksanaan Program Peningkatan Cakupan dan
Akses Pendidikan
1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
2. Pemberian Pendidikan Dasar dan Menengah
1) Tidak melaksanakan (0)
3. Pendidikan Agama bagi masyarakat
2) Melaksanakan 1-2 kegiatan (25)
6 4. Pemberian informasi dan fasilitasi akses pelayanan 2
3) Melaksanakan 3-5 kegiatan (50)
pendidikan
4) Melaksanakan 6-7 kegiatan (100)
5. Pemberian bantuan pendidikan keluarga dengan
status miskin
6. Penyelenggaraan pendidikan literasi non formal
7. Penyelenggaraan wahana kreatifitas dan olahraga
Pelaksanaan Program Peningkatan Cakupan
Layanan Jaminan dan Perlindungan Sosial pada
Keluarga dan Masyarakat Miskin serta Rentan 1) Tidak melaksanakan (0)
7 2
1. Pemberian bantuan tunai bersyarakat kepada PUS 2) Melaksanakan salah 1 kegiatan (100)
2. Pemberian bantuan pangan non-tunai kepada PUS
3. Pemberian jaminan kesehatan kepada keluarga
7. Kepemilikan PAUD Upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir Foto, laporan,
sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian wawancara
rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan
dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. PAUD
dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,
NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL KETERANGAN
nonformal, dan/atau informal.
8. Pelaksanaan Mekanisme operasional adalah tahapan kegiatan yang Dokumen RKM, foto
Mekanisme dilakukan untuk mencapai tujuan yang terdiri dari 5 tahapan, kegiatan, buku catatan
Operasional yaitu: kegiatan, laporan
1. Perencanaan dengan Pembuatan Rencana Kerja kegiatan melalui
Masyarakat website kampung kb
2. Rapat koordinasi dengan lintas sektor
3. Sosialisasi kegiatan
4. Monitoring dan Evaluasi
5. Penyusunan laporan
9. Pelaksanaan Program Terlaksananya program penyediaan data dan administrasi Foto, buku catatan,
Penyediaan Data dan kependudukan melalui kegiatan: laporan pelaksanaan
Administrasi 1. Rumah data kependudukan dan informasi keluarga (Rumah kegiatan, wawancara
Kependudukan Dataku): kelompok kegiatan masyarakat yang kepada Pokja Kampung
melaksanakan kegiatan pengumpulan, verifikasi, analisis, KB
penyajian serta pemanfaatan data kependudukan dan
keluarga serta pembangunan di tingkat desa/kelurahan.
2. Pelayanan administrasi kependudukan (KK/Akte
Kelahiran/Akte Kematian)
10. Pelaksanaan Program Terlaksananya program advokasi dan komunikasi perubahan Foto, buku catatan,
Penguatan Advokasi perilaku masyarakat melalui kegiatan: laporan pelaksanaan
Gerakan Masyarakat 1. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) (jika kegiatan, Wawancara
Hidup Sehat sudah melakukan salah satu kegiatan berikut dianggap kepada petugas
(GERMAS) dan sudah terlaksana) puskesmas/Dinas
Komunikasi ⚫ Melakukan aktifitas fisik Kesehatan
Perubahan Perilaku ⚫ Budayakan makan buah dan sayur tiap hari
NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL KETERANGAN
Masyarakat ⚫ Tidak merokok
⚫ Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol
⚫ Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
⚫ Menjaga kebersihan lingkungan
⚫ Menggunakan jamban sehat
2. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
(PISPK) (12 Indikator) (jika sudah melakukan salah satu
kegiatan berikut dianggap sudah terlaksana)
⚫ Keluarga mengikuti program KB
⚫ Ibu bersalin pada fasilitas pelayanan kesehatan
⚫ Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
⚫ Bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan
⚫ Balita dipantau pertumbuhannya setiap bulan
⚫ Penderita TB Paru berobat sesuai standar*
⚫ Penderita hipertensi berobat secara teratur*
⚫ Penderita gangguan jiwa berat mendapat pengobatan
dan tidak ditelantarkan*
⚫ Tidak ada anggota keluarga yang merokok*
⚫ Keluarga mempunyai akses terhadap air bersih*
⚫ Keluarga mempunyai akses dan menggunakan jamban
sehat*
⚫ Sekeluarga menjadi anggota JKN*
*perlu konfirmasi
3. Bina Keluarga Balita (BKB): kelompok kegiatan yang
mengupayakan memberi pengetahuan dan keterampilan
kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang
bagaimana mengasuh dan mendidik anak balitanya.
NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL KETERANGAN
4. Bina Keluarga Remaja (BKR): kelompok kegiatan yang
mengupayakan memberi pengetahuan, sikap dan
keterampilan orang tua dan anggota keluarga lain dalam
membina tumbuh kembang anak dan remaja secara
seimbang melalui komunikasi efektif antara orang tua dan
anak remaja, baik secara fisik, intelektual, kesehatan
reproduksi, mental emosional, sosial dan moral spiritual.
5. Bina Keluarga Lansia (BKL): Kelompok kegiatan yang
melibatkan keluarga yang mempunyai lansia, dan lansia itu
sendiri yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap, perilaku dan keterampilan keluarga dalam upaya
meningkatkan kualitas hidup lansia menwujudkan lansia
tangguh.
6. PIK Remaja: Wadah kegiatan program Perencanaan
Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) yang dikelola
dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan layanan
informasi dan konseling PKBR serta kegiatan-kegiatan
penunjang lainnya.
7. KIE Kespro dan KB
8. Bimbingan Calon Pengantin (Catin)
9. Bimbingan, penyuluhan dan konsultasi keagamaan
10. KIE Pencegahan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari
Kekerasan
11. Advokasi dan KIE Pemberian makan bayi dan anak ASI
Eksklusif
12. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan implementasi Rumah
Tanpa Asap Rokok
NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL KETERANGAN
11. Pelaksanaan Program Terlaksananya program peningkatan akses dan pelayanan Foto, buku catatan,
Peningkatan Akses kesehatan termasuk KB dan Kespro bersumber dana laporan pelaksanaan
dan Pelayanan masyarakat melalui kegiatan: kegiatan, wawancara
Kesehatan termasuk 1. Penggerakan pelayanan KB dan Kespro -> penyuluhan kepada petugas
KB dan Kespro yang dilakukan oleh PKB/PPKBD/SubPPKBD puskesmas/Dinas
bersumber dana 2. Edukasi kesehatan ibu hamil, balita, remaja, dan lansia -> Kesehatan, Pokja
masyarakat dilakukan melalui posyandu balita, remaja, dan lansia kampung KB, Kader,
3. Melakukan pembinaan posyandu -> pembinaan yang TPK, PSM, PKH
dilakukan oleh TP PKK Kecamatan, Kabupaten/Kota,
Provinsi, dan Pusat
4. Melaksanakan posyandu aktif -> ada kegiatan rutin minimal
setiap bulan
5. Pelayanan KB dan Kespro -> terdiri dari penyuluhan, KIE,
merujuk ke pusat layanan kesehatan
6. Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)
dengan modul kesehatan dan gizi pada Program Keluarga
Harapan (PKH) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
yang dilakukan/dikoordinasikan oleh Pekerja Sosial
Masyarakat (PSM)
Paripurna:
1. Memiliki SK
2. Pengurus mengikuti orientasi lengkap
3. Memiliki lebih dari 2 jenis sarana-prasarana
4. Data yang dimiliki oleh rumah data lebih dari 3 jenis data
5. Penyajian data lengkap
6. Data untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
7. Pencatatan dan pelaporan data melalui website Rumah
Dataku
29. Indeks Pembangunan iBangga merupakan suatu pengukuran kualitas keluarga yang Data status kawin
Keluarga (iBangga) ditunjukkan melalui ketentraman, kemandirian, dan dengan data status
kebahagiaan keluarga dan menggambarkan peran dan fungsi pekerjaan kepala
keluarga untuk semua wilayah di Indonesia. keluarga (sumber data
PK BKKBN)
Menghitung proporsi kepala keluarga dengan status menikah
dan kepala keluarga dengan status bekerja.
Rumus penghitungan proporsi: keluarga dengan status menikah
dijumlah dengan kepala keluarga dengan status bekerja
dibandingkan dengan jumlah KK di desa/kelurahan, dikali 100%.
Lampiran 6:
Berita Acara
BERITA ACARA
PENETAPAN PEMENANG KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS
TINGKAT PROVINSI ……
TAHUN 2023
Pada hari ini, …… (dinarasikan) tanggal …… (dinarasikan), bulan ……, tahun Dua Ribu Dua
Puluh Tiga bertempat di ……, Dewan Juri Pemilihan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat
Provinsi …… Tahun 2023 telah menyelenggarakan Rapat Penetapan Pemenang Kampung
Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi …… Tahun 2023.
Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Keputusan Dewan Juri Pemilihan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi ……
Tahun 2023 ini merupakan hasil keputusan/kesepakatan rapat yang bersifat mengikat dan
tidak dapat diganggu gugat.
Dewan Juri Pemilihan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Tahun 2022
1. 1.
2. 2.
3. 3.
Dst.
Terbaik I
Nilai :
Kampung KB :
Desa/Kelurahan :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Keunggulan :
Terbaik II
Nilai :
Kampung KB :
Desa/Kelurahan :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Keunggulan :
Terbaik III
Nilai :
Kampung KB :
Desa/Kelurahan :
Kecamatan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Keunggulan :