PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING
UNTUK MEREDUKSI STRES AKADEMIK SISWA DALAM
PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SMK
CENDEKIA MADIUN
SKRIPSI
Disusun Oleh:
DAVID MUHAMMAD FANDIKA
NIM. 1702103004
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
JULI 2021
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING
UNTUK MEREDUKSI STRES AKADEMIK SISWA DALAM
PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SMK
CENDEKIA MADIUN
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas PGRI Madiun untuk Memenuhi Salah Satu
Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata 1 Pendidikan
Bimbingan Dan Konseling
OLEH:
DAVID MUHAMMAD FANDIKA
NIM. 1702103004
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
JULI 2021
i
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PENDAMPING
Skripsi oleh David Muhammad Fandika telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.
Madiun, 1 Juli 2021
Pembimbing I,
Drs. H. Ibnu Mahmudi, MM.
NIDN.
Madiun, 12 Juli 2021
Pembimbing II,
Beny Dwi Pratama, [Link]., [Link].
NIDN. 0716128603
ii
LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi oleh David Muhammad Fandika telah pertahankan di depan panitia
penguji pada hari ......Juli 2021.
Panitia Penguji
Panitia Penguji
Nama Ketua
NIDN.
Nama Seketaris
NIDN.
Nama Anggota
NIDN.
Mengesahkan:
Mengetahui: Kaprodi Bimbingan dan Konseling
Dekan FKIP,
Nama Dr. Dahlia Novarianing Asri, [Link]
NIDN. NIDN. 0729117801
iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : David Muhammad Fandika
NIM : 1702103004
Program Studi : Bimbingan dan Konseling
Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar
merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan
atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya
sendiri.
Apabila dkemudia hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini plagiat, maka
saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Madiun, 12 Juli 2021
Yang membuat pernyataan,
David Muhammad Fandika
NPM. 1702103004
iv
MOTTO :
Harus dengan kemauan, kerja keras dan kekuatan doa untuk meraih kesuksesan
masa depan serta menjalankan semua perintah tuhan.
SKRIPSI INI KUPERSSEMBAHKAN KEPADA :
Bapak, Ibu, Adikku, Guruku, keluarga besarku dan sahabat-sahabatku yang telah
membantu aku sehingga aku mampu menjadi seorang
DAVID
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang dengan rahmat,
taufik, dan hidayah dari-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan proposal
dengan judul Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving untuk
Mereduksi Stres Akademik Siswa dalam Pembelajaran Daring pada Masa
Pandemi Covid 19 di SMK Cendekia Madiun.
Dalam penyelesaian proposal ini penulis tidak terlepas dari adanya bantuan,
dukungan serta doa dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak
langsung. Oleh sebab itu, peneliti mengucapkan terimakasih sebanyak –
banyaknya kepada:
1. Prof. Dr. H. Parji, [Link]. Selaku Rektor Universitas PGRI Madiun
2. Dr. drh. C. Novi Primiani, [Link]. Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pedidikan
3. Dr. Dahlia Novarianing Asri, [Link]. Selaku Ketua Program Studi Bimbingan
dan Konseling.
4. Drs. H. Ibnu Mahmudi M.M., Selaku Dosen Pembimbing 1 dalam
penyusunan skripsi yang dengan sabar telah memberikan bimbingan,
motivasi dan arahan dalam penyelesaian skripsi.
5. Beny Dwi Pratama [Link]., [Link]., Selaku Dosen Pembimbing II dalam
penyusunan Skripsi yang telah dengan sabar memberikan arahan, bimbingan
dan motivasi dalam penyusunan skripsi.
vi
6. Setyanti Nugraheni, SE., [Link]., selaku kepala sekolah SMK Cendekia
Madiun yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis.
7. Joko Susilo [Link]., Selaku Guru BK SMK Cendekia Madiun yang membantu
penyusunan jadwal praktek bimbingan di sekolah.
8. Orangtua beserta keluargaku yang telah mendoakan dan mendukung.
9. Teman-teman bimbingan dan konseling Universitas PGRI Madiun khususnya
kelas A, yang telah mendukung dan membantuku.
10. Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan pengesahan proposal
yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu diharapkan kritik dan saran guna kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya
penulis mengucapkan terimakasih dan berharap skripsi ini bermanfaat bagi
pembaca khusunya dan bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Madiun, 1 Juli 2021
Penyusun
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ......................... ii
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI ................. iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ............................................... iv
MOTTO DAN KATA PERSEMBAHAN .............................................. v
KATA PENGANTAR .............................................................................. vi
DAFTAR ISI ............................................................................................. viii
DAFTAR TABEL .................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xii
ABSTRAK ............................................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1
B. Batasan Masalah ....................................................................... 3
C. Rumusan Masalah ................................................................... 3
D. Tujuan Penelitian ..................................................................... 3
E. Kegunaan Penelitian ................................................................ 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN .......... 6
A. Kajian Pustaka ......................................................................... 6
1. Stres Akademik .................................................................. 6
2. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ................ 9
3. Bimbingan Kelompok ........................................................ 9
viii
4. Teknik Problem Solving ..................................................... 14
5. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ................ 20
B. Kerangka Berpikir ................................................................... 21
C. Hipotesis Penelitian ................................................................. 22
BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 23
A. Tempat dan waktu penelitian .................................................. 23
B. Desain penelitian ..................................................................... 24
C. Populasi , sampel, dan teknik pengambilan sampel ................ 25
D. Variabel penelitian dan Definisi Operasional ........................ 27
E. Teknik pengumpulan data ...................................................... 28
F. Instrumen penelitian ............................................................... 29
G. Teknik analisis data ................................................................. 35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................ 37
A. Deskripsi Data ......................................................................... 37
B. Hasil Pengujian Hipotesis ....................................................... 39
C. Pembahasan ............................................................................. 40
BAB V PENUTUP .................................................................................... 43
A. Kesimpulan .............................................................................. 43
B. Saran ........................................................................................ 43
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 44
LAMPIRAN .............................................................................................. 45
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................ 73
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Rincian Jadwal Penelitian ...................................................... 24
Tabel 3.2 Distribusi Skor Untuk Jawaban Angket ................................. 30
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Stres Akademik ...................................................... 31
Tabel 3.4 Kriteria Validitas Instrument ................................................ 33
Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Stres Akademik ....................................... 34
Tabel 3.6 Hasil Uji Reabilitas Stres Akademik ..................................... 35
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Data Stres Akademik Sebelum Diberikan
Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ................... 37
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Data Stres Akademik Sesudah Diberikan
Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving .................... 38
x
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 3.1 Desain one Group Pretest Postest .............................................. 24
Gambar 4.1 Diagram data statistik deskriptif pre-test atau sebelum diberikan
bimbingan kelompok teknik problem solving ........................... 38
Gambar 4.2 Diagram data statistik deskriptif post-test atau sesudah diberikan
bimbingan kelompok teknik problem solving ........................... 39
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Daftar Peserta Bimbingan Kelompok .............................................47
Lampiran 2. Daftar Nama Uji Validitas dan Realibilitas ...................................48
Lampiran 3. Jadwal Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik
Problem Solving ...........................................................................50
Lampiran 4. RPL BK ........................................................................................51
Lampiran 5. Angket Penelitian Stress Akademik ..............................................54
Lampiran 6. Tabulasi Hasil Perhitungan Uji Coba Kuesioner Tentang Stress
Akademik dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi .......57
Lampiran 7. Tabulasi Hasil Uji C Perhitungan Kuesioner Tentang Stress
Akademik dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi ......58
Lampiran 8. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving
(uji coba) ........................................................................................59
Lampiran 9. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ............61
Lampiran 10. Hasil Hitung Uji Reabilitas Angket Stres Akademik ..................62
Lampiran 11. Tabulasi Skor Angket Pre-test ......................................................64
Lampiran 12. Tabulasi Skor Angket Post-Test ...................................................64
Lampiran 13. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Pre-test).....................65
Lampiran 14. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Post-Test) ..................67
Lampiran 15. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test .........................................69
xii
Lampiran 16. Surat Balasan Ijin Penelitian ........................................................70
Lampiran 17. Tabel Nilai rtabel Product Momen ..............................................71
Lampiran 18 Dokumentasi Penelitian ................................................................72
xiii
ABSTRAK
David Muhammad Fandika. 2021. Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik
Problem Solving untuk Mereduksi Stres Akademik Dalam Pembelajaran
Daring pada Masa Pandemi Covid 19 di SMK Cendekia Madiun. Skripsi.
Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas PGRI
Madiun. Pembimbing (I) drs. H. Mahmudi, MM., (II) Beny Dwi Pratama
[Link]., [Link].
Stres akademik boleh didefinisikan sebagai kondisi seseorang yang
mengalami tuntutan dari sekolah sehingga mengakibatkan gangguan psikologis
dan perilaku. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
penggunaan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dapat
mereduksi stres akademik pada siswa kelas X PKM SMK Cendekia Madiun.
Desain penelitian ini menggunakan one-group prestest-postest design.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan menggunakan
teknik purposive sampling, dimana sampel yang dipilih berdasarkan
pertimbangan dari penelitian ini. Pengambilan sampel ini dengan tujuan agar tidak
adanya pemilihan sampel pada subyek berdasarkan hal-hal di luar kebutuhan data
dari penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu dengan menggunakan angket, yang merupakan instrument pengumpulan
data yang berisikan pernyataan atau pertanyaan yang diberikan oleh peneliti, yang
selanjutnya diisi langsung oleh responden. Dan teknik analisis data dengan
menggunakan uji Wilcoxon melalui aplikasi SPSS 21.
Penelitian ini dilakukan dengan 7 sampel yang telah memenuhi kriteria
yang telah melalui tahap pre-test dengan nilai rata-rata 89.43. peneliti melakukan
layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dengan waktu 4 hari,dan
setelah melalui tahap post-test menghasilkan nilai rata-rata 46.86. sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada penurunan dalam stres akademik.
Kata kunci: Bimbingan Kelompok, Teknik problem solving, Stres akademik.
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Stres akademik merupakan keadaan individu yang sedang mengalami
tuntutan-tuntutan dari sekolah yang menyebabkan individu terkena gangguan
psikolgis. Alsulami (2018) lewat penelitiannya mengatakan bahwa sekitar 10
sampai 30% siswa SMA mengalami tingkat stres akademik yang bermacam-
macam. Suseno (2013) mengatakan jika 15% siswa SMA mengalami stres
akademik tinggi, dan 35,1% sedang.
Hal tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan yang diamati di SMK
Cendekia Madiun. Dari data keseluruhan siswa SMK Cendekia Madiun yang
diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa banyak siswa yang mengalami stres
akademik, diantaranya adanya penurunan nilai belajar, sulit bekonsentrasi,
kurangnya kepercayaan diri, khawatir akan masa depan, munculnya sikap-
sikap mengeluh , tidak semangat ikut dalam pembelajaran, cemas, dan
lainnya. Selain itu menurut wawancara yang pernah peneliti lakukan saat
kegiatan Magang 3 berlangsung bersama dengan Guru BK di sekolah, hasil
menunjukkan banyak siswa yang mengalami stres akademik dari dampak
pembelajaran daring di masa pandemi ini.
Upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasi stres akademik di
sekolah tersebut yaitu melalui bimbingan klasikal, yang bertujuan
memberikan informasi dan pemahaman kepada siswa SMK Cendekia
Madiun. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang tepat dalam
1
2
mereduksi stres akademik siswa SMK Cendekia Madiun. Dari hasil tersebut
menunjukkan perlu adanya solusi atau upaya-upaya baru untuk mereduksi
stres akademik siswa. Maka dari itu peneliti memberikan upaya-upaya dalam
pemberian layanan bimbingan dan konseling dalam rangka memperbaiki
permasalahan yang dialami siswa, salah satunya melalui pemberian layanan
bimbingan kelompok.
Bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan yang
diberikan pada individu dalam situasi kelompok, serta salah satu teknik
bimbingan yang berusaha membantu individu agar dapat mencapai
perkembangannya secara optimal sesuai dengan kemampuannya, bakat,
minat, serta nilai-nilai yang dianutnya dan dilaksanakan dalam situasi
kelompok. Di dalam bimbingan kelompok terdapat beberapa teknik salah
satunya teknik problem solving, teknik problem solving merupakan suatu
proses yang relatif dimana individu-individu melalui perubahan-perubahan
yang ada pada dirinya dan lingkungannya, dan membuat pilihan-ilihan baru,
keputusan-keputusan baru, atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan-
tujuan dan nilai-nilai hidupnya.
Keunggulan teknik problem solving antaranya melatih siswa untuk
mendesain suatu penemuan, berpikir kreatif, memecahkan masalah secara
realitis, melakukan penyelidikan dan menafsirkan dan mengevaluasi hasil
pengamatan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas peneliti tertarik
mengkaji permasalahan ini dengan menggunakan judul penelitian sebagai
berikut “Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving untuk
2
3
Mereduksi Stres Akademik Siswa dalam Pembelajaran Daring Pada Masa
Pandemi Covid 19 Di SMK Cendekia Madiun”.
B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dan untuk menghindari
kesalahpahaman dan meluasnya permasalahan peneliti membatasi masalah
agar lebih spesifik dan mengarah pada tujuan yang diharapkan:
1. Masalah penelitian terbatas pada:
Penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving untuk mereduksi
stres akademik siswa dalam pembelajaran daring pada masa pandemi
covid 19.
2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X PKM SMK Cendekia Madiun.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dapat
mereduksi stres akademik dalam pembelajaran daring pada masa pandemi
covid 19 di SMK Cendekia Madiun?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving
3
4
untuk mereduksi stres akademik dalam pembelajaran daring pada masa
pandemi covid 19 di SMK Cendekia Madiun.
E. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Teoritik
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumbangan informasi atau
teori untuk pengembangan keilmuan khususnya dalam bidang bimbingan
dan konseling
2. Praktik
a. Sekolah
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah referensi dan
sebagai sarana untuk mengevaluasi siswa yang mengalami stres
akademik.
b. Guru BK
Konselor sekolah dapat memanfaatkan penelitian ini untuk
menjalankan program bimbingan dan konseling dengan memberikan
layanan untuk membantu siswa dalam mereduksi stres akademik.
c. Orang Tua
Hasil penelitian ini, orang tua dapat membantu siswa dalam
mendapingi dan memberikan dukungan pada siswa agar tidak
mengalami stres akademik.
4
5
d. Siswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan siswa sebagai bahan
informasi bagi dirinya dalam menghindari stres akademik.
e. Mahasiswa
Hasil penelitian ini dapat digunakan mahasiswa untuk sebagai
pengetahuan dan wawasan mengenai permasalahan stres akademik.
5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A. Kajian Pustaka
1. Stres Akademik
a. Pengertian Stres Akademik
Stres akademik merupakan keadaan perasaan seseorang yang
tidak menyenangkan diakibatkan oleh desakan-desakan dari sekolah,
sehingga menimbulkan ketegangan fisik, psikologis dan perilaku serta
berdampak menurunya prestasi belajar (Desmita, 2017).
Menurut Crveth (dalam Safira, L., dan Hartati, M.T.S., 2021)
Stres akademik merupakan Suatu Pemahaman seseorang terhadap
wawasan ilmu pengetahuan yang harus dipelajari, namun terkendala
adanya waktu yang kurang cukup dalam mempelajarinya.
Menurut Yusuf N. M. (2020) mengatakan stres akademik
merupakan Suatu kondisi yang terbebani oleh tekanan-tekanan
akademik yang melebihi batas kemampuannya.
Menurut Barseli, M., dkk (2020) stres akademik merupakan
Perilaku nampak disebabkan banyaknya tuntutan tugas yang wajib
dikerjakan siswa.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan,
stres akademik merupakan kondisi dimana individu sedang
mengalami gangguan psikologis dan perubahan tingkah laku yang
kurang baik.
6
7
b. Faktor Stres Akademik
Menurut Aza (2019) menyebutkan faktor-faktor yang
mempengaruhi stres akademik yakni dukungan sosial, resiliensi, dan
self esteem.
Menurut Lai Oon (dalam Barseli, 2017) mengemukakan faktor-
faktor yang mempengaruhi stres akademik terdiri atas, (1) faktor
internal berupa, pola pikir, kepribadian, dan keyakinan, sementara (2)
faktor eksternal, berupa pelajaran lebih padat, tekanan berprestasi
tinggi, dorongan status sosial, dan orang tua yang saling berlomba.
Menurut Yusuf N. M. (2020) menyatakan bahwa faktor yang
mempengaruhi stres akademik antara lain, self efficacy, Hardiness,
Optimisme, Motivasi berprestasi, Prokrastinasti, dukungan sosial
orang tua.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka disimpulkan faktor
yang mempengaruhi stres akademik dibagi menjadi dua yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal stres akademik adalah
Resiliensi, Self esteem, Pola Pikir, Kepribadian, Keyakinan, Self
efficacy, Hardiness, Optimisme, Motivasi berprestasi, Prokrastinasti.
Sedangkan faktor eksternal stres akademik adalah Belajar lebih padat,
Tekanan berprestasi tinggi, Dorongan status sosial, orang tua,
Dukungan sosial.
8
c. Bentuk-bentuk Stres Akademik
Menurut Barseli, Ifdil dan Nikmarijal (2017) mengemukakan
bentuk-bentuk gejala stres akademik antara lain adalah gejala fisik
(pusing, sulit tidur, telapak tangan berkeringat, gejala perilaku (
agresif, menyendiri, menyalahkan orang lain), gejala kognitif (sulit
berkonsentrasi, berpikir negatif, prestasi menurun), dan gejala
emosional (mudah marah, murung, cemas).
Menurut Olejnik dan Holschuh (2016) mengemukakan 4 gejala
stres akademik yakni (1) gelaja pikiran, berupa kurangnya
kepercayaan diri, takut gagal, sulit konsentrasi, khawatir akan masa
depan, dan melupakan banyak hal, (2) gejala perilaku, yakni perilaku
implusif pada individu, menyendiri, banyak/kurang tidur, sering
menangis, dan nafsu makan meningkat/berkurang, (3) gejala fisik,
berupa mulut kering, telapak tangan berkeringat, kesulitan tidur,
mudah lelah, mudah sakit, trmor, mual dan gangguan pencernaan, dan
(4) gejala perasaan, berupa individu mengalami kegelisahan, tidak
merasa puas,cemas mudah marah, murung, dan takut.
Menurut Agolla dan Ongori (2009) mengemukakan gejala dari
stres akademik meliputi berkurangnya energi, mengonsumsi
narkoba/alkhohol, tekanan darah tinggi, perasaan tertekan, nafsu
makan meningkat, dan kecemasan.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan
Bentuk-bentuk stres akademik terbagi menjadi 4 sebagai berikut 1)
9
gejala fisik (pusing, sulit tidur, telapak tangan berkeringat, wajah
tampak pucat, mudah lelah, mudah sakit mual atau gangguan
pencernaan), 2) gejala perasaan (mudah marah, cemas atau khawatir
berlebihan, murung), 3) gejala pikiran (kurangnya rasa percaya diri,
grogi, takut gagal, sulit berkonsentrasi, khawatir masa depan, prestasi
menurun, berpikir negatif), dan 4) gejala perilaku (agresif, sering
melamun, menyendiri, membolos, berbohong untuk menutupi
kesalahan mudah menyalahkan orang lain, sering menangis, nafsu
makan menurun, malas-malasan).
2. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving
a. Bimbingan Kelompok
1) Pengertian Bimbingan Kelompok
Menurut Winkel (dalam Naqiyah dan Wicaksono, 2013)
Bimbingan kelompok merupakan suatu kegiatan kelompok yang
dilakukan oleh sekolompok orang dalam waktu bersamaan dalam
rangka membahas beberapa hal yang berguna untuk menunjang
kehidupannya sehari-hari baik individu, anggota keluarga dan
masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan
keputusan sebagai bentuk mencegah timbulannya masalah pada
siswa dan mengembangkan potensi siswa.
Menurut Romlah (2006) menyatakan bimbingan kelompok
merupakan proses bantu kepada kelompok-kelompok yang terdiri
2-10 peserta didik/konseli agarmereka mampu melakukan
10
pencegahan masalah pemeliharaan nilai-nilai, dan pengembangan
keterampilan-keterampilan hidup yang dibutuhkan.
Menurut Nurihsan (2003) bimbingan kelompok merupaakan
bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi
kelompok.
Menurut Gibson dan Mitchell (2011) menyatakan bimbingan
kelompok mengarah pada aktivitas-aktivitas kelompok yang
berfokus kepada penyediaan informasi atau pengalaman lewat
aktivitas kelompok yang terencana dan terorganisir.
Menurut pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan
bimbingan kelompok merupakan kegiatan yang bersifat
membantu kepada konseli/klien dengan format kelompok 2-10
orang yang mempunyai tujuan memberikan wawasan informasi,
serta memecahkan masalah melalui pemikiran bersama.
2) Tujuan Bimbingan Kelompok
Menurut Bennet (dalam Romlah, 2006) mengemukakan
bimbingan kelompok sebagai berikut:
a) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar hal-hal
penting yang berguna bagi pengarahan yang berkaitan dengan
masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial.
b) Mempelajari secara kelompok masalah-masalah pertumbuhan
dan perkembangan, belajar menyesuaikan diri dalam
11
kehidupan orang dewasa, dan menerapkan pola hidup yang
sehat.
c) Mempelajari secara kelompok dan menerapkan metode-
metode pemahaman diri mengenai sikap, minat, kemampuan,
kepribadian dan kecenderungan sifat dan penyesuaian pribadi
serta sosial.
d) Memberikan layanan-layanan penyembuhan melalui kegiatan
kelompok dengan:
1) Mempelajari masalah –masalah manusia pada umumnya
2) Mempelajari emosi, dinamika kepribadian, dan
emmecahkan masalah-masalah dalam suasana permisif.
e) Untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan secara lebih
ekonomis dan efektif daripada emlalui kegiatan bimbingan
individual.
f) Untuk melaksanakan layanan konselingsecara lebih efektif.
Dengan mempelajari masalah-masalah yang umum dialami
oleh individu dan dengan meredakan ataumenghilangkan
hambatan-hambatan emosional melalui kegiatan kelompok,
maka pemahaman terhadap masalah individu menjadi lebih
mudah.
Menurut Hartinah (2009) tujuan bimbingan kelompok
adalah sebagai berikut:
12
a) Melalui bimbingan kelompok, murid dilatih menghadapi tugas
bersama atau memecahkan suatu masalah bersama. Dengan
demikian sedikit banyak peserta didik untuk hidup bersama.
Hal tersebut akan dperlukan selama hidupnya.
b) Dalam mendiskusikan sesuatu bersama, murid didorong untuk
berani mengemukakan pendapatnya dan menghargai pendapat
orang lain. Selain itu, beberapa murid akan lebih berani
membicarakan kesukarannya dengan pembimbing setelah
mereka mengerti bahwa teman-temannya juga mengalami
kesukaran tersebut.
Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat
disimpulkan tujuan bimbingan kelompok adalah membantu
peserta didik untuk mempelajari masalah-masalah pada
kehidupannya, dan mempelajari ilmu-ilmu tentang pemahaman
diri.
3) Tahapan – Tahapan Bimbingan Kelompok
Menurut Prayitno (2001) bimbingan kelompok
diselenggarakan melalui empat tahap kegiatan, yaitu:
1) Tahap Pembentukan, Yaitu tahap untuk membentuk sejumlah
individu menjadi satu kelompok yang siap mengembangkan
dinamika kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
13
2) Tahap Peralihan, yaitu tahapan untuk mengalihkan kegiatan
awal kelompok ke kegiatan berikutnya yang lebih terarah pada
pencapaian tujuan kelompok.
3) Tahap kegiatan, yaitu kegiatan inti untuk membahas topik-
topik tertentu atau mengentaskan masalah pribadi anggota
kelompok.
4) Tahap pengakhiran, yaitu tahapan akhir kegiatan untuk melihat
kembali apa yang sudah dilakukan dan dicapai oleh kelompk,
serta merencanakan kegiatan.
Menurut Tohirin (2013) mengemukakan beberapa tahapan
bimbingan kelompok, yaitu
1) Tahap pertama, perencanaan awal mencakup kegiatan:
identifikasi topik yang dibahas, membentuk kelompok.
2) Tahap kedua, pelaksanaan mencakup kegiatan:
mengkomunikasikan rencana bimbingan, mengorganisasikan
kegiatan bimbingan, menyelenggarakan layanan bimbingan
melalui tahapan pembentukan, peralihan, kegiatan, dan
pengakiran.
3) Tahap ketiga, evaluasi mencakup kegiatan: menetapkan materi
evaluasi, menetapkan prosedur dan standar evaluasi, menyusun
instrumen evaluasi, mengolah hasil instrumen.
14
4) Tahap keempat, analisis hasil evaluasi yang mencakup
kegiatan: menetapkan norma atau standar analisis, melakukan
analisis, dan menfasirkan hasil analisis.
5) Tahap kelima, tindak lanjut mencakup kegiatan: menetapkan
jenis dan arah tindak lanjut, mengkomunikasikan rencana
tindak lanjut, melaksanakan rencana tindak lanjut.
6) Tahap keenam, laporan yang mencakup kegiatan: menyusun
laporan, menyampaikan laporan kepada kepala seklah atau
madrasah, dan pihak-pihak terkait, mendokumentasikan hasil
laporan layanan.
Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan
Tahapan bimbingan kelompok yang diselenggarakan ada empat
tahapan adalah tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap
kegiatan, dan tahap pengakhiran.
b. Teknik Problem Solving
1) Pengertian Teknik Problem Solving
Menurut Romlah (2006) Teknik problem solving merupakan
suatu proses kreatif dimana individu-individu menilai perubahan-
perubahan yang ada pada dirinya dan lingkungannya dan membuat
pilihan-pilihan baru, keputusan-keputusan atau penyesuaian yang
selaras dengan tujuan-tujuan dan nilai-nilai hidupnya.
Problem solving atau pemecahan masalah merupakan suatu
proses pencarian dan penemuan jalan keluar terhadap suatu masalah
15
yang sedang dihadapi dalam kehidupan dirinya (Suharman dalam
Rosidah, 2016).
Menurut Pranomo, A. (2020) Teknik pemecahan masalah
merupakan metode penerapan untuk mengajarkan pada invidu
bagaimana memecahkan masalah secara sistematis.
Menurut Bahri dan Zain (dalam Agustina, N., dkk, 2017)
menjelskan bahwa teknik problem solving bukan hanya sekedar
metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir,
sebaba dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode
lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai menarik
kesimpulan.
Pendapat di atas selaras dengan pendapat Hamdani (2011) metode
pemecahan masalah merupakan metode dalam kegiatan
pemebelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai
masalah, baik masalah pribadi dipecahkan sendiri atau secara
bersama-sama.
Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa teknik
problem solving merupakan suatu cara penyelesaian masalah dengan
sistematis melalui penerapan pola, aturan, metode-metode dan
langkah-langkah yang tepat untuk memecahkan masalah
individu/klien.
16
2) Tujuan Teknik Problem Solving
Menurut Romlah (2006) mengemukakan tujuan utama dari
teknik problem solving adalah sebagai berikut:
a) Mengembangkan kemampuan berpikir, terutama dalam mencari
sebab-akibat dan tujuan masalah. Teknik ini melatih siswa dalam
cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil langkah-langkah
apabila akan memecahkan suatu masalah.
b) Memberikan kepada siswa pengetahuan dan kecakapan praktis
yang bernilai/bermanfaat bagi keperluan hidup sehari-hari. Teknik
ini memberikan dasar-dasar pengalaman yang prkatis mengenai
bagaimana cara-cara memecahkan masalah dan kecakapan ini
dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi masalah-masalah
lainnya didalam masyarakat.
Hal-hal yang menghambat metode pemecahan masalah adalah:
a) Masalahnya belum dipahami benar
b) Individu yang bersangkutan tidak dapat menarik hubungan
antara situasiyang satu dengan yang lain, antara data yang satu
dengan data lainnya dan tidak dapat menghubungkan
pengalaman dan apa yang sudah dipelajari dengan masalah
yang dihadapinya.
c) Tidak mengikuti angkah pemecahan masalah tahap demi
tahap, tetapi lebih mengikuti intuisi dan emosionalnya.
17
d) Kurang percaya diri, tidak mempertimbangkan keputusan
secara mendalam dan mempunyai prasangka pribadi.
Menurut Mujiono dkk (2009) mengemukakan beberapa tujuan
teknik problem solving, sebagai berikut:
a) Melatih kemampuan berpikir individu dalam menghadapi
suatu masalah
b) Melatih individu menemkan langkah-langkah yang ditempuh
bila menemukan masalah yang ada kemiripannya dan mencari
solusinya
c) Melatih individu bagaimana cara bertindak dan berbuat dalam
situasi yang baru ditemukannya
d) Melatih individu bagaimana bekerja yang sistematis sehingga
masalah yang dihadapi lebih mudah dipecahkan dan mnecari
solusi
e) Belajar meneliti suatu masalah dari berbagai segi pandang
pada situasi yang sulit.
Berdasarkan pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan
mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam memahami lebih
dalam tentang masalah yang dialaminya serta mengupayakan
memecahkan masalah dengan mengambil langkah-langkah yang tepat
dan benar.
18
3) Tahapan – tahapan Pelaksanaan Teknik Problem Solving
Menurut Romlah (2006) mengemukakan langkah-langkah atau
tahapan pelaksanaan teknik pemecahan masalah sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
a) Individu yang bersangkutan harus memiliki kesadaran
mempunyai masalah dan mempunyai kebutuhan untuk
memecahkannya.
b) Setelah masalah diketahui kemudian dirumuskan. Rumusan
masalah harus emuat kesulitan yang dihadapi sekarang, dan
perubahan atau pemecahan yang diinginkan.
2) Mencari sumber dan mempekirakan sebab-sebab masalah
a) Setelah merumuskan rumusan masalah selanjutnya adalah
mengidentifikasi sebab-sebab masalah.
b) Untuk menentukan luasnya masalah, pertanyaan-pertanyaan
berikut dapat membantu.
c) Berapa orang yang terlibat dalam masalah itu?
d) Sejauh mana masalah itu mempengaruhi orang tersebut?
e) Data yang sudah terkumpul kemudian dipilah-pilah, mana
yang merupakan pendorong dan yang mana menghambat
pemecahan masalah.
3) Mencari alternatif pemecahan masalah
4) Menguji kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelelmahan masing-
masing alternatif
19
a) Masing – masing alternatif pemecahan masalah diuji
keuntungan dan keelmahannya.
b) Alternatif yang dipandang tepat adalah yang paling sedikit
mempunyai kelemahannya.
5) Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntukan
dan
6) Mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai
a) Penilaian dilakukan dengan melihat apakah ada kesenjangan
dan antara masalah yang dirumuskan dengan pemecahan atau
tidak.
Menurut Hamdani (2011) menyebutkan tahapan-tahapan
pelaksanaan problem solving sebagai berikut:
1) Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan, masalah ini haus
tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya.
2) Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah
3) Menetapkan jawaban sementara dari masalah
4) Menguji kebenaran jawaban kesimpulan
Berdasarkan pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan tahapan-
tahapan teknik problem solving adalah merumuskan masalah, mencari
sumber sebab-sebab masalah, mencari alternatif pemecahan masalah,
menguji kekuatan dan kelemahan masing-masing alternatif, memilih
20
alternatif yang paling menguntungkan, mengadakan penilaian terhadap
hasil yang dicapai.
c. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving
Bimbingan Kelompok merupakan suatu proses pemberian layanan
bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan dengan format
kelompok yang dilakukan oleh seorang ahli (profesional) bertujuan agar
invidu dapat memhami dirinya dan lingkungannya, dpaat mengarahkan
diri, menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta dapat
mengembangkan dirinya secara optimal.
Tujuan bimbingan kelompok membantu siswa untuk mempelajari
masalah-masalah pada kehidupannya dan mempelajari ilmu-ilmu tentang
pemahaman diri.
Tahapan bimbingan kelompok yang diselenggarakan ada empat
tahapan adalah tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan
tahap pengakhiran.
Teknik problem solving merupakan suatu cara penyelesaian masalah
dengan sistematis melalui penerapan pola, aturan, metode-metode dan
langkah-langkah yang tepat untuk mmecahkan masalah individu/klien.
Tujuan teknik problem solving adalah mengembangkan kemampuan
berpikir siswa dalam memahami lebih dalam tentang masalah yang
dialaminya serta mengupayakan memecahkan masalah dengan
mengambil langkah-langkah yang tepat dan benar.
21
Tahapan teknik problem solving yang digunakan adalah
merumuskan masalah, mencari sumber sebab-sebab masalah, mencari
alternatif pemecahan masalah, menguji kekuatan dan kelemahan masing-
masing alternatif, memilih alternatif yang paling menguntungkan,
mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai.
Bimbingan kelompok teknik problem solving merupakan layanan
bimbingan melalui format kelompok dengan menggunakan teknik
problem solving yang bersifat membantu individu untuk berpikir ilmiah,
membuat keputusan, pilihan atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan
dan nilai hhidupnya serta mampu memecahkan dan menyelesaikan
masalah secara mandiri.
B. Kerangka Berpikir
Stres akademik merupakan kondisi dimana individu sedang mengalami
stres yang bersumber dari proses belajar mengajar yakni pembelajaran daring,
banyaknya tuntutan-tuntutan atau tekanan-tekanan yang berlebihan, sehingga
individu kurang mampu dalam mengahadapinya. Stres akademik akhir-akhir
ini banyak terjadi dikalangan pelajar khsususnya pelajar yang ikut andil
belajar daring pada masa pandemi covid 19. Dampak yang ditimbulkan dari
stres akademik bisa dilihat dari perubahan-perubahan perilaku yang nampak.
Bimbingan kelompok teknik problem solving merupakan bantuan yang
diberikan oleh konselor kepada konseli dalam format kelompok dengan
menggunakan teknik problem solving yaitu konselor dan konseli akan
22
membuat sebuah kontrak atau perjanjian dalam penyelesaian tentang
permasalahan yang dialami dan dibahas dalam bimbingan kelompok. Teknik
problem solving dapat membantu individu agar konsisten dan bertanggung
jawab dengan apa yang telah disepakati dalam kontrak atau perjanjian yang
ditetapkan.
Selanjutnya, dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok teknik
problem solving nantinya mampu mereduksi stres akakdemik yang dinilai
merugikan individu itu diri sendiri. Teknik problem solving memiliki
komponen untuk mencegah suatu permasalahan dan membantu individu
menanggapi tujuan yang diinginkan, peserta didik secara bersama-sama
memberi gagasan atau pendapat, serta mengembangkan nilai-nilai berupa
tindakan realita yang ada agar tersampaikan dengan baik.
Tujuan pemanfatan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving
maka siswa diharapkan secara optimal dapat mengalami perubahan perilaku
yaitu dapat mereduksi stres akademik dan mencapai peningkatan perilaku
yang positif setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok. Dengan
demikian pemanfaatan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving
akan peneliti pilih sebagai altefatif dalam usaha mereduksi stres akademik.
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan pada kajian teori di atas maka hipotesis dalam penelitian ini
yaitu Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving dapat
mereduksi Stres Akademik pada Siswa SMK Cendekia Madiun.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Cendekia Madiun. Tempat
penelitian ini terdapat di Jl. Letkol Samsudin No. 22-24, Kanigoro, Kec.
Kartoharjo, Kota Madiun. Peneliti memilih lokasi penelitian tersebut di
karenakan adanya beberapa pertimbangan atau observasi di sekolah
tersebut, terdapat beberapa data yang mendukung mengenai adanya stres
akademik, sehingga peneliti berasumsi bahwa tempat tersebut layak
digunakan untuk peneltian.
Ditinjau dari segi geografis SMK Cendekia Madiun terletak sangat
strategis yaitu terletak di jalan raya yang mudah dijangkau dengan sarana
transportasi, sekitar 5 menit dari kampus utama Universitas PGRI
Madiun. Lokasi yang strategis membuat SMK Cendekia Madiun mudah
dijangkau oleh masyarakat sekitar.
Dilihat dari segi sosial budaya, kondisi sekolah ini cukup kondusif.
Pihak sekolah yang mudah diajak untuk berkoordinasi dalam
melaksanakan penelitian, siswa cukup antusias terhadap segala hal yang
berkaitan dengan kemajuan-kemajuan pendidikan, walaupun tidak jarang
ada beberapa siswa yang tidak terlalu antusia.
23
24
2. Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini direncanakan akan dilakukan selama 4 bulan
dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3.1 Jadwal Rencana Penelitian
No Kegiatan Bulan
April Mei Juni Juli
1 Pengajuan judul
2 Penyusunan proposal
3 Penyusunan instrument
4 Uji validitas reliabilitas
5 Pengambilan data
6 Analisis data
7 Pelaksanaan pemberian layanan atau
treatment
8 Penyusunan laporan hasil penelitian
B. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design. Desain
ini digunakan oleh peneliti dikarenakan penelitian ini bertujuan
membandingkan hasil yang didapat sebelum dan sesudah mendapatkan
treatment. Treatment yang akan dilakukan peneliti berupa bimbingan
kelompok teknik problem solving dengan materi pembahasan yaitu mengenai
stres akademik.
O1 X O2
Gambar 3.1 Desain One Group Pretest Posttest
25
Keterangan:
O1 : Observasi sebelum diberi perlakuan (Pretest)
X : Perlakuan (treatment) dengan bimbingan kelompok teknik
problem solving
O2 : Observasi sesudah diberi perlakuan (Pottest)
Prosedur penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Tahap persiapan, meliputi:
a. Perancangan penelitian
b. Studi literature
c. Pembuatan instrumen penelitian
d. Validasi instrumen penelitian
2. Tahap pelaksanaan sampel pada satu kelas penelitian:
a. Pengelompokkan sampel pada satu kelas penelitian
b. Melaksanakan pre-test untuk mengetahui kondisi di lapangan stres
akademik siswa
c. Pemberian treatment layanan bimbingan kelompok teknik problem
solving
C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2017) populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan lalu kemudian
26
ditarik kesimpulannya. Hal ini berarti populasi dalam penelitian tidak
hanya orang saja, melainkan obyek dan benda lainnya juga termasuk
populasi. Selain itu, populasi juga bukan hanya sekedar jumlah yang ada,
namun setiap sifat yang ada pada subyek atau pun obyek penelitian.
Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMK Cendekia Madiun
Kelas X PKM yang terdiri 100 siswa.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2016) sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan
peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,
misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, waktu, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari
dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi.
Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul
representative (mewakili). Maka, berdasarkan populasi diatas peneliti
mengambil sampel dengan jumlah 7 siswa kelas X PKM dari 100 siswa.
3. Teknik pengambilan sampel
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive
sampling. Penempatan sampel dengan teknik purposive sampling ini
disesuaikan dengan pendapat Darmawan (2013) yaitu responden yang
terpilih menjadi anggota dari sampel atas dasar pertimbangan penelitian
itu sendiri. Sampel ini bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek
bukan didasarkan dari strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas
27
tujuan tertentu. Sampel tersebut didapatkan dari wawancara mengenai
stres akademik siswa dari konselor di sekolah.
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1. Variabel Penelitian
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan bimbingan
kelompok teknik problem solving, Dan dengan variabel terikat yaitu Stres
Akademik dalam pembelajaran daring pada masa pandemi covid 19.
2. Definisi Operasional
a. Stress Akademik
Stres akademik merupakan kondisi dimana individu sedang
mengalami stres yang bersumber dari proses belajar mengajar yakni
pembelajaran daring, banyaknya tuntutan-tuntutan atau tekanan-
tekanan yang berlebihan, sehingga individu kurang mampu dalam
menghadapinya.
Ciri-ciri atau indikator stres akademik sebagai berikut:
1) Gelaja pikiran, berupa kurangnya kepercayaan diri, takut gagal,
sulit konsentrasi, khawatir akan masa depan, dan melupakan
banyak hal.
2) Gejala perilaku, yakni perilaku implusif pada individu, menyendiri,
banyak/kurang tidur, sering menangis, dan nafsu makan
meningkat/berkurang.
28
3) Gejala fisik, berupa mulut kering, telapak tangan berkeringat,
mudah lelah, mudah sakit, trmor, mual dan gangguan pencernaan.
4) Gejala perasaan, berupa individu mengalami kegelisahan, mudah
marah, murung, dan takut.
b. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving
Layanan bimbingan melalui format kelompok dengan
menggunakan teknik problem solving yang bersifat membantu
individu untuk berpikir ilmiah, membuat keputusan, pemilihan, atau
penyesuaian yang selaras dengan tujuan hidupnya serta mampu
memecahkan masalah secara mandiri. Berikut tahapan bimbingan
kelompok teknik problem solving:
1) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
2) Mencari sumber dan mempekirakan sebab-sebab masalah
3) Mencari alternatif pemecahan masalah
4) Menguji kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelelmahan masing-
masing alternatif
5) Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntukan
dan
6) Mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data untuk menggungkapkan data tentang stres
akademik siswa adalah dengan teknik angket. Sugiyono (2016) menjelaskan
29
bahwa angket atau bisa disebut sebagai kuesioner merupakan merupakan
teknik pengumpulan data yang memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis responden untuk dijawab. Kuesioner akan menjadi efisien
apabila peneliti mengetahui dengan pasti apa yang diukur dan tahu apa yang
bisa diharapkan dari responden.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan sebagai pengumpul
data dalam sebuah penelitian bisa berupa kuesioner. Jadi dalam instrumen
penelitian terdapat berbagai macam metode dalam pengambilan datanya
(Siregar, 2012). Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan yaitu
kuesioner.
Sugiyono (2017) menyatakan bahwa angket atau bisa disebut sebagai
kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Kuesioner akan menjadi efisien apabila peneliti mengetahui dengan pasti apa
yang diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
Kuesioner disusun oleh peneliti sendiri dalam bentuk pernyataan. Jenis
kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Pernyataan yang
diberikan kepada responden sudah dalam bentuk pilihan, hal ini mudahkan
resppnden dalam mengisi kuesioner tidak emmerlukan pendapat. Kuesioner
itu juga memudahkan peneliti untuk menganalisis data yang terkumpul
dengan mudah. Jumlah item untuk satu angket yaitu 2 x 20 butir. Setiap satu
30
variabelnya sehingga dalam penelitian ini jumlah item yang akan digunakan
yaitu 40 butir item pernyataan.
Skala pengukuran angket dalam penelitian dini disusun menggunakan
skala likert sebagai alat ukur yang diberikan kepada responden.
Siregar (2012) berpendapat bahwa skala likert adalah skala yang dapat
digunakan untuk mengukur sikap pendapat, persepsi seseorang tentang suatu
obyek. Jadi juga dapat mengukur sekelompok orang yang tenatng fenomena
sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik
oleh peniliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dalam
skala likert memiliki dua bentuk pernyataan yaitu positif dan negatif atau
favorable dan unfavorable cara yang digunakan dalam pengambilan skor
pernyataan angket adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 skor favorable dan unfavorable
Pernyataan Sangat Sering Jarang Tidak
Sering pernah
Favorable 4 3 2 1
Unfavorable 1 2 3 4
Ketentuan dalam pemeberian skor angket adalah sebagai berikut:
1. Jawaban sangat sering mendapatkan skor 4 pada favorable dan
memperoleh skor 1 pada unfavorable
2. Jawaban sering mendapatkan skor 3 pada favorable dan memperoleh
skor 2 pada unfavorable
3. Jawaban jarang mendpatkan skor 2 pada favorable dan memperoleh skor
3 pada unfavorable
31
4. Jawaban tidak pernah mendapatkan skor 1 pada favorable dan
memperoleh skor 4 pada unfavorable
Dengan menggunakan cara perhitungan diatas maka akan memberikan
banyak pilihan yang ada, baik dari sudut pandang yang bersifat positif
maupun yang bersifat negative sehingga responden akan membaca
keseluruhan item dan menimbang tentang kesesuaian dengan dirinya, apakah
ia sangat sering, sering, jarang, dan tidak pernah.
Angket pada penelitian ini berupa angket pre test dan post test.
Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti ini meliputi:
1. Menyusun kisi-kisi yang berdasarkan teori-teori yang menjadi dasar
tentang stres akademik.
Tabel 3.3 Kisi-kisi Angket Stres Akademik
No Indikator item Distribusi item Jumlah
pernyataan
Favorable Unfavorable
1 Gejala Fisik
1. Mudah lelah 1 6 2
2. Sulit tidur 2 7 2
3. Sakit mudal / gangguan 3 8 2
pencernaan
4. Telapak tangan berkeringat 4 9 2
5. Wajah tampak pucat 5 10 2
2 Gejala Perilaku
1. Sering melamun 11 16 2
2. Mudah menyalahkan orang 12 17 2
lain
3. Suka berbohong 13 18 2
4. Membolos sekolah 14 19 2
5. Menyendiri 15 20 2
3 Gejala Perasaan
1. Cemas 21 26 2
2. Merasa terancam 22 27 2
3. Sedih berlebihan 23 28 2
32
4. Mudah marah 24 29 2
5. Trauma 25 30 2
4 Gejala Pikiran
1. Grogi 31 36 2
2. Sulit berkonsentrasi 32 37 2
3. Takut gagal 33 38 2
4. Prestasi menurun 34 39 2
5. Sering melupakan banyak 35 40 2
hal
Jumlah 40
Dalam kegiatan pengambilan data, instruen terlebih dahulu harus
melewati uji validitas dan uji realiabilitas. Jika sudah memenuhi kedua uji
tersebut akan digunakan dalam mengambil data dan akan memberikan hasil
yang maksimal.
1. Uji validitas
Sugiyono (2017) berpendapat bahwa instrumen yang valid berrati alat
ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid
berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang
hendak diukur. Hasil penelitian bisa dikatakan valid apabila terdapat
persamaan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti sesuai
dengan data yang sudah terkumpul.
Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan berdasarkan item
pernyataan pada kuesioner dengan menggunakan korelasi pada setiap item
pernyataan dengan skor keseluruhan yang telah diperoleh dengan korelasi
product moment dengan rumus sebagai berikut:
√ } }
33
(Sugiyono, 2017)
Keterangan:
Rxy : Koefisien antara skor item dengan skor total
N : Jumlah responden atau sampel
X : Skor butir soal
Y : Skor total soal
Kriteria validitas menggunakan r dari product moment yaitu dengan
taraf signifikan sebesar 0,05. Jika nilai r hitung ≥ r tabel maka item
tersebut dinyatakan valid.
Kriteria validitas menggunakan r dari product moment dengan taraf
spesifikasi 5% r hitung > r table maka item dinyatakan valid. Untuk mnghitung
uji validitas dalam penelitian ini peneliti menggunakan SPSS. Berdasarkan
perhitungan uji coba validasi diketahui bahawa nilai terendah r hitung 0,004
dan nilai tertinggi 0,899, sedangkan nilai r table adalah 0.361. ada 8 item
yang berada di bawah 0.361 yaitu item no 33, 34, 35, 36, 37, 39, 40
karena nilai rhitung<rtable. dengan demikian, item angket no 33, 34, 35, 36,
37, 39, 40 dinyatakan tidak valid sedangkan yang lainnya dinyatakan valid
karena nilai rhitung>rtable. (Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat
pada lampiran 7).
Tabel 3.4 Kriteria Validitas Instrumen
Nilai r Interpretasi
0,80-1.00 Sangat tinggi
0,60-0,799 Tinggi
0,40-0,599 Cukup
0,20-0,399 Rendah
0,00-0,199 Sangat rendah
34
Adapun hasil uji validitas pada angket stres akademik adalah sebagai
berikut:
Tabel 3.5 Hasil Uji Stres Akademik
Nilai r Interpretasi Jumlah Item
0,80-1,00 Sangat tinggi 4
0,60-0,799 Tinggi 17
0,40-0,599 Cukup 10
0,20-0,399 Rendah 4
0,00-0,199 Sangat rendah 5
Jumlah item soal valid 30
Jumlah item soal tidak valid 10
2. Uji realiabilitas
Sugiyono (2017) menyatakan bahwa instrumen yang reliabe berarti
instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang
sama akan menghasilkan data yang sama. Instrumen yang reliabel belum
tentu valid. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian
validitas instrumen. Oleh karena itu, instrumen yang valid umumnya
reliabel tetapi pengujian reliabilitas juga perlu dilakukan. Pengujian
dengan teknik ini dilakukan untuk jenis data interval atau esay. Berikut
adalah rumus koefisien reliabilitas Alfa Cronbach:
(Sugiyono, 2017)
Keterangan:
K : Mean Kuadrat antara subyek
∑Si² : Mean Kuadrat Kesalahan
35
St² : Varian Total
Sedangkan untuk rumus varian total dan varian item adalah:
St² = (∑Xt²) – (∑Xt²)
n n
Si²= Jki – JKs
n n
Keterangan:
Jki : Jumlah Kuadrat seluruh item
JKs : Jumlah Kuadrat Subyek
Untuk mengetahui tingkat kestabilan suatu alat ukur dilakukan uji
reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha. Maka peneliti menggunakan
SPSS Versi 16 untuk mempermudah analisis data.
Kriteria penyajian jika r hitung (0,959) > r table (0,361) maka item dinyatakan
reliabel. Setelah perhitungan hasil uji angket stres akademik ini adalah
reliabel yakni apabila dibandingkan r hitung lebih besar dari r table, maka angket
uji validasi dan uji reliabel dapat digunakan untuk penelitian. (Hasil
perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran )
Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Stes Akademik
rHitung rtabel (o) Keterangan
0,959
0,361 Reliabel
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan metode statistis non parametris dengan rumus korelasi product
36
moment dan melalui pengujian Wilcoxon dengan berbantu aplikasi SPSS.
21.0. Teknik Wilcoxon merupakan teknik yang digunakan sebagai
penyempurna dari tahap pengujian sebelumnya, Uji wilcoxon test digunakan
untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel berpasangan atau
dua sampel yang berkorelasi bila datanya ordinal (Sugiyono, 2016).
Jika dari perhitungan sebelumnya untuk selisih dari angka antara positif
dan negatif tidak di perhitungkan maka uji dengan Wilcoxon ini
diperhitungkan. Tes ini merupakan tes untuk menguji komparatif. Adapun
rumus uji wilcoxon-test sebagai berikut:
Keterangan :
T: Jumlah pasang yang tidak sama nilainya
N : banyaknya pasang yang tidak sama nilainya
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Berdasarkan hasil analisis pada lampiran, denga menggunakan aplikasi SPSS
(Statistical Product and Service Solutions) versil 21, dapat dideskripsikan
sebagai berikut :
1. Deskripsi data stres akademik sebelum diberikan treatment layanan
bimbingan kelompok teknik problem solving / (pre-test)
Data diambil dari angket stres akademik dengan N= 7, dengan
rentang skor angket:84-97, maka diperoleh data sebagai berikut:
mean=90,57, median = 92, modus=92, standard deviasi= 4,392, variasi=
19,288, Range= 13, Xt nilai tertinggi= 97, dan Xr nilai terendah= 84.
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi data stres akademik sebelum
diberikan bimbingan kelompok teknik problem solving.
interval frekuensi Xi
84 85 1 84.5
86 87 1 86.5
88 89 0 88.5
90 91 1 90.5
92 93 3 92.5
94 95 0 94.5
96 97 1 96.5
jumlah 7
37
38
Berdasarkan hasil distribusi nilai di atas dibuat gambar 4.1
Gambar 4.1 stres akademik sebelum diberikan treatment bimbingan
kelompok teknik problem solving.
100
80
60 frekuensi
Xi
40
20
0
84 85 86 87 88 89 90 91
2. Deskripsi data stres akademik sesudah diberikan treatment
bimbingan kelompok teknik problem solving / (pos-test)
Data diambil dari angket stres akademik dengan N=7, dengan
rentang skor angket: 46-48, maka diperoleh data sebagai berikut: mean=
46,86, modus= 47, median=47, stadard deviasi= 0,690, variasi= 0,476,
Range= 2, Xt nilai tertinggi= 48, Xr nilai terendah= 46.
Tabel 4.2. Distrbusi frekuensi data stres akademik sesudah diberikan
bimbingan kelompok teknik problem solving.
interval frekuensi Xi
46 46.5 2 28.6
46.6 47.1 4 57.1
47.2 48 1 14.3
jumlah 7
39
60
50
40
frekuensi
30
xi
20
10
0
46 46.5 46.6 47.1 47.2 48
Berdasarkan hasil distribusi nilai di atas dapat dibuat gambar 4.2.
Gambar 4.2. Diagram Stres akademik sesudah diberikan treatment
bimbingan kelompok teknik problem solving
B. Hasil Pengujian Hipotesis
Setelah melakukan penelitian didapat datanya perbedaan antara hasil
pretest dan post-test yaitu hasil skor total pre-test sebesar 634. Sedangkan
hasil skor total post-test sebesar 328 serta berdasarkan hasil uji wilcoxon
melalui SPSS (statistik product and Service Solution) dari variabel stres
akademik dengan total 7 sampel menunjukkan hasil signifikan (Asym. Sig. 2-
tailed) sebesar 0.18 yang artinya kurang dari batasan kritis 0.05, penelitian
dengan uji wilcoxon. Hal ini berarti memiliki keputusan hipotesis diterima
dan terdapat perbedaan hasil antara sebelum diberikannya treatment dan
sesudah diberikannya treatment.
Merujuk dari hasil siginifikan 0.018 < 0.05 maka perbedaan tersebut
menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yang artinya bimbingan kelompok
teknik probelm solving dapat mereduksi stres akademik dalam pembelajaran
40
daring masa pandemi pada siswa kelas X PKM SMK Cendekia Madiun tahun
ajaran 2020/2021.
C. Pembahasan
Dari analisis dalam penelitian ini menyajikan hasil bahwa terdapat
perbedaan yang signifikan terhadap stres akademik pada siswa kelas X PKM
SMK Cendekia Madiun, sebelum dan sesudah diberikan layanan (treatment)
bimbingan kelompok teknik problem solving. Hal ini dapat dilihat pada nilai
rata-rata skor dalam stres akademik yang mengalami perubahan setelah
mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving
mengalami penurunan, skor tersebut menurun jika dibandingkan sebelum
dilakukan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving.
Bimbingan kelompok teknik problem solving merupakan layanan
bimbingan melalui format kelompok dengan menggunakan teknik problem
solving yang bersifat membantu individu untuk berpikir ilmiah, membuat
keputusan, pilihan atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan dan nilai
hidupnya serta mampu memecahkan masalah secara mandiri.
Berdasarkan dengan hasil penurunan tersebut menunjukkan bahwa
bimbingan kelompok teknik problem solving dapat sebagai solusi untuk
mereduksi stres akademik pada siswa kelas X SMK Cendekia Madiun.
Penelitian ini dilakukan dengan 7 sampel yang telah memenuhi kriteria yang
telah melalui tahap pre-test dengan nilai rata-rata 90,57, peneliti melakukan
layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dengan rentan waktu 4
41
hari, dan setelah melalui tahap post-test menghasilkan nilai rata-rata 46.86,
sehingga dapat disimpulkan bahwa ada penurunan dalam stres akademik.
Hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa bimbingan kelompok
teknik problem solving dapat untuk mereduksi stres akademik pada siswa
kelas X SMK Cendekia Madiun. Hal tersebut dapat dilihat melalui perbedaan
dan sesudah diberikan layanan. Oleh sebab itu, dapat diartikan bahwa
hipotesis peneliti bisa dibuktikan kebenarannya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian relevan dibawah ini,
Pertama, Penelitian yang dilakukan oleh Nurfaizal (2017) Bimbingan
kelompok dengan teknik Problem Solving untuk mereduksi perilaku agresif
siswa. Tujuan penelitian ini menjelaskan efektivitas layanan bimbingan
kelompok dengan teknik problem solving untuk mereduksi perilaku agresif
siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku agresif menurun dengan
perolehan nilai rata-rata 69.4 lebih rendah dibandingkan pada saat sebelum
diberi layanana bimbingan kelompok dengan teknik problem solving
memperoleh nilai rata-rata 77.8.
Kedua , Penelitian yang dilakukan oleh Ilmiati, E. (2020)
Penggunaan Teknik Problem Solving dalam Bimbingan Kelompok untuk
Menurunkan Kesulitan Belajar Siswa SMP. Tujuan penelitian ini menjelaskan
teknik problem solving dalam bimbingan kelompok dapat menurunkan
kesulitan belajar siswa SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan
teknik problem solving dalam bimbingan kelompok secara signifikan dapat
42
menurunkan intesitas kesulitan belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 21
Surabaya.
Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Tayibu, R. (2019)
Implementasi teknik problem solving dalam bimbingan kelompok untuk
mengurangi ketergantungan media sosial pada siswa di SMA Negeri
Pangkep. Tujuan penelitian ini menjelaskan penerapan teknik problem
solving dalam bimbingan kelompok untuk mengurangi ketergantungan media
sosial siswa di SMA Negeri Pangkep. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa penggunaan problem solving efektif digunakan khususnya dalam
mengurangi ketergantungan media sosial pada siswa di SMA Negeri
Pangkep.
43
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Sesuai dengan hasil analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti
dengan melakukan pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan
kelompok dengan teknik problem solving dapat mereduksi stres akademik
dalam pemebelajaran daring masa pandemi pada siswa kelas X PKM SMK
Cendekia Madiun.
B. Saran
1. Sekolah
Pihak sekolah hendaknya memberikan rekomendasi kepada guru
bimbingan dan konseling untuk menerapkan layanan bimbingan
kelompok dengan teknik problem solving secara menyeluruh untuk
mereduksi stres akademik dalam pembelajaran daring masa pandemi.
2. Guru BK
Guru hendaknya memberikan dukungan pada program layanan bimbingan
dan konseling yang diberikan di sekolah dengan mengembangkan
kemampuan para siswa melalui mata pelajaran yang menjadi tugasnya,
serta melaporkan kepada guru bimbingan dan konseling jika diketahui
terdapat siswa yang mengalami stres akademik.
44
3. Orang Tua
Orang tua harus mengawasi segala tingkah laku siswa di di rumah,
sehingga jika diketahui menyimpang, orang tua dapat memberikan
pengarahan. Selain itu orang tua siswa hendaknya juga harus
menyakinkan dan memberikan kepercayaan pada anaknya bahwa
konselor di sekolah merupakan tempat yang tepat dalam memecahkan
masalah.
4. Siswa
Siswa hendaknya memahami akan dirinya sendiri bagaimana tingkah
lakunya sehari-hari. Ketika siswa memahami tingkah lakunya
menyimpang dan menyebabkan masalah, siswa seharusnya dapat
menyelesaikan dengan pikiran yang rsional.
45
DAFTAR PUSTAKA
Agolla dan Ongori. (2009). An Assessment Of Academic Stress Among
Undergraduate Students: The Case of University of Botswana.
Educational Research and Review Vo. 4 No. 2. Pp 63-70.
Agustina, N., Nurmaisara, O., dan Anggriana, T. M. (2017). Upaya Meningkatkan
Kematangan Pemilihan Karir melalui Bimbingan Kelompok dengan
Teknik Problem Solving. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan
dan Konseling) Vol. 1 No. 1. Universitas PGRI Madiun
Ahmad Juntuika, Nurihsan. (2003). Bimbingan dan konseling Dalam Berbagai
Latar Kehidupan. Jakarta: Refilka Aditama
Asulami, S., dkk (2018) Perception Of Academic Stress Among Health Science
Praparatory Program Student Ini Two Saudi Univeritas. Dovepress:
Advances In Medical Education And Practice Volume 9 PP. 159-164
Aza, I. N., Atmoko, A., dan Hitipeuw, I. (2019). Kontribuasi Dukungan Sosial,
Self Esteem, dan Resiliensi terhadap Stres Akademik Siswa SMA. Jurnal
Pendidikan Vol. 4 No. 4 pp. 491-498.
Barseli, M., Ifdil, I., dan Nikmarijal, N. (2017). Konsep Stres Akademik Siswa.
Barseli, M., Ifdil, I., dan Nikmarijal, N. (2020). Pengembangan Modul Bimbingan
dan Konseling Untuk Pengolahan Stres Akademik Siswa. Jurnal
Konseling dan Pendidikan Volume 8 Nomor 2 Hal 72-78.
Darmawan, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: pt. Remaja
Rosdakarya
Desmita. (2017). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Dimyati dan Mujiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Djamarah, B. S dan Zain, A. (2013). Strategi Belajar Menggajar. Jakarta: PT
Rineka Cipta
Gibson, Robert, L. dan Mariane H. Mitchell. (2011). Bimbingan dan Konseling
Yogyakarta: Putaka Pelajar
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia
Hartinah, S. (2009). Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: PT Refika
Aditama
46
Naqiyah dan Wicaksono. (2013). Penerapan Teknik Bermain Peran dalam
Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Interpersonal Siswa Kelas X Multimedia SMK IKIP Surabaya. Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya
Olejnik & Holschuh. (2016). College Rules! How To Study, Srvive, and Succeed
in College (Ebook). United States: Ten Speed Press.
Pranomo, A. (2020). Menignkatkan Kecerdasan Emosional Mellaui Layanan
Bimbinan Kelompok Teknik Problem Solving. Jurnal Prakasa
Paedagogia Vol. 3 No. 1 pp. 65-72.
Romlah, Tatiek. (2006). Teori dan Praktik Bimbingan Kelompok. Malang: UNM
Rosidah, A. (2016). Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Problem Solving Untuk
Menignkatkan Penyesuaian Diri Siswa Terisolir. Jurnal Fokus Konseling
Vol. 2 No. 2 pp. 136-143. STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung
Sadikin, A. dan Hamidah, A. (2020). Pembelajaran Daring di Tengah Wabah
Covid 19. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol. 6 No. 2. Universitas
Jambi
Safira L., Dan Hartati M.T.S. (2021). Gambaran Stres Akademik Siswa SMA
Negeri Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jurusan Bimbingan dan
Konseling, vol 8 No. 1. UNNES
Siregar, S. (2012). Statistik Parametik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi
Aksara
Sugiyono. (2016) Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2017) Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta
Suharman. (2005). Personal Adjusment And Mental Helath. New York: Mc.
Grave-Hill, Inc.
Suseno, A., Hartati, S., & Astuti, T.P. (2013). Keenderungan Perilaku Agresif
ditinjau dari Stres Akademik pada Siswa SMA Negeri 1 Pemalang.
Empati volume 2 nomor 3 pp. 222-231
Tohirin. (2013). Bimbingan dan Konseling di sekolah dan Madrasah (Berbasis
Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada
Yusuf, N.W. dan Yusuf, J.W. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi Stres
Akademik Vol. 13 No. 2. LPPM UPI Padang
47
LAMPIRAN
Lampiran 1. Daftar Peserta Bimbingan Kelompok
No Nama Kelas
1 Aliyah Nurheni X PKM
2 Egik Pranowo X PKM
3 Hendrik Andrawan X PKM
4 Anggun X PKM
5 Melia Safitri X PKM
6 Fitri Arasi X PKM
7 Tegar Purnama X PKM
48
Lampiran 2. Daftar Nama Uji Validitas dan Realibilitas
No Nama Responden Jenis Kelamin (L/P) Kelas
1 L X PKM
Andre Safri
2 P X PKM
Aliyah Nurheni
3 L X PKM
Ahmad Darussalam
4 P X PKM
Hasna Pandawa
5 L X PKM
Dedy Satrio
6 L X PKM
Deva Sandiaga
7 P X PKM
Rania Putri
8 L X PKM
Angga Setiawan
9 P X PKM
Revina Putri
10 P X PKM
Yusnita Agustin
11 L X PKM
Hendrik Andrawan
12 P X PKM
Dewi Septiva
13 P X PKM
Selvi Anggun
14 P X PKM
Anggun
15 P X PKM
Vita Adistia
16 P X PKM
Desi Olivia
17 P X PKM
Melia Safitri
18 P X PKM
Anggi Berliana
19 P X PKM
Fitri Arasi
20 L X PKM
Rendi Setiawan
21 L X PKM
Fajar Dirgantara
22 L X PKM
Tegar Purnama
23 L X PKM
Rio Dumatubun
24 P X PKM
Oliv Nur Sari
25 L X PKM
Enggar Budiawan
26 L X PKM
Galih Saputro
27 P X PKM
Puput Hanafi
49
28 P X PKM
Riska Lestari
29 P X PKM
Nabila Adellia
30 L X PKM
Egik Pranowo
50
Lampiran 3. Jadwal Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik
Problem Solving
Nama Sekolah : SMK Cendekia Madiun
Kelas/Semester : X / Genap
Tahun Ajaran : 2020/2021
No Hari/ Tanggal Uraian Kegiatan Waktu Pelaksanaan
1 24 Juni 2020 Penyebaran angket 08.00 – 09.00 Peneliti
(uji coba) WIB
2 25 Juni 2020 Pemberian angket 09.40-10.30 Peneliti
pretest (setelah uji WIB
coba)
3 26 Juni 2020 Layanan Bimbingan 08.00 – 09.00 Peneliti
Kelompok I WIB
4 27 Juni 2020 Layanan Bimbingan 10.00 – 11.00 Peneliti
Kelompok II WIB
5 28 Juni 2020 Pemberian angket 07.45 – 08.15 Peneliti
posttest WIB
Mengetahui, Madiun, 28 Juni 2021
Guru Pamong Praktikan
Joko Susilo [Link] David Muhammad Fandika
NIK. 110679 NPM. 1702103004
51
Lampiran 4. Skenario Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KELOMPOK
SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
A Komponen layanan Layanan Dasar
B Bidang layanan Sosial
C Topik layanan Stres akademik dalam pembelajaran daring masa
pandemi covid 19
D Fungsi layanan Pemahaman
E Tujuan umum Agar siswa memahami stres akademik dalam
pembelajaran daring masa pandemi covid 19
F Tujuan khusus 1. Peserta didik dapat memahami pengertian stres
akademik
2. Peserta didik dapat memahami faktor stres
aademik
3. Peserta didik dapat memahami bentuk-bentuk
stres akademik
G Sasaran layanan Kelas X PKM semester Genap
H Materi layanan 1. Pengertian stres akademik
2. Faktor stres akademik
3. Bentuk-bentuk stres akademik
I Waktu 2 x 45 menit
J Sumber Agolla dan Ongori. (2009). An Assessment Of
Academic Stress Among Undergraduate
Students: The Case of University of Botswana.
Educational Research and Review Vo. 4 No. 2.
Pp 63-70
K Metode/Teknik Teknik Problem solving
L Media/Alat Laptop, lembar materi, kartu
M Pelaksanaan
Tahap awal / Pendahuluan (10)
a. Pernyataan Tujuan 1. Praktikan memasuki ruang kelas dan menyapa
peserta didik dengan mengucapkan salam
2. Praktikan memeriksa situasi dan kondisi kelas
3. Praktikan memeriksa kehadiran kelas
4. Praktikan memulai layanan dengan ice breaking
yaitu kuis cak lontong
5. Praktikan memberikan bimbingan kelompok
berupa penjelasan materi stres akademik
b. Penjelasan tentang Praktikan menjelaskan prosedur kegiatan, tujuan
langkah-langkah kegiatan dan penyampaian materi bimbingan
konseling setelah itu praktikan membawakan
materi stres akademik dalam pembelajaran daring.
52
Praktikan memberikan langkah-langkah kegiatan,
tugas dan tanggung jawab peserta didik.
c. Mengarahkan Praktikan memberikan penjelasan tentang
kegiatan memhami materi tentang stres akademik dalam
pembelajaran daring masa pandemi covid 19
d. Tahap peralihan Praktika menanyakan kesiapan peserta didik dalam
pelaksanaan tanggung jawabnya dan memulai ke
tahap inti
Tahap Inti (25 menit)
a. Kegiatan peserta 1. Peserta didik mulai bersiap dan duduk sesuai
didik dengan bangku masing-masing
2. Peserta didik menyimak materi yang dilembar
kertas dan penjelasan dari praktikan
3. Peserta didik mencatat hal-hal yang dirasa
penting
4. Peserta didikmenanyakan kembali hal-hal yang
belum jelas
b. Kegiatan praktikan 1. Praktikan mengamati serta memberikan arahan
kepada peserta didik
2. Praktikan memberikan materi, lembar kerja
siswa, lembar evlauasi, dan menjelaskan materi
terkait stres akademik dalam pembelajaran
daring masa pandemi covid 19
3. Praktikan memberikan kuis bertujuan agar siswa
lebih memahami materi
4. Praktikan memberikan refleksi berupa game
agar peserta didik tetap fokus
5. Praktikan membantu menjawab pertanyaan
siswa yang belum paham
Tahap penutup (10)
a. Praktikan 1. Penguatan yang berkaitan dengan materi yang
memberikan berikan
penguatan 2. Mengevaluasi di lembar kerja
3. Menutup kegiatan dengan doa
b. Merencanakan Bila terdapat ketidaksesuaian maka program akan
tindak lanjut diperbaiki atau direvisi agar tepat sasaran
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Praktikan melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi:
1. Mengadakan refleksi
2. Sikap peserta didik dalam mengkuti kegiatan
(contoh: semangat/kurang semangat/tidak
semangat)
3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya: sesuai dengan topik/kurang sesuai
dengan topik/tidak sesuai dengan topik.
53
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan
terhadap pertanyaan praktikan: mudah
dipahami/tidak mudah dipahami/sulit dipahami.
2. Evaluasi Hasil Bila terdapat ketidaksesuaian maka program akan
diperbaiki atau revisi agar tepat sasaran.
1. Merasakan suasana pertemuan:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak
menyenangkan
2. Topik yang dibahas: sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3. Cara praktikan menyampaikan materi: ,udah
dipahami/tidak mudah dipahami/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/kurang
menarik/tidak menarik
Lampiran :
1. Materi yang diberikan secara lengkap (ada)
2. Lembar kerja peserta didik (ada)
3. Lembar evaluasi proses dan hasil (ada)
Mengetahui, Madiun, 24 Juni 2021
Guru Pamong Praktikan
Joko Susilo [Link] David Muhammad Fandika
NIK. 110679 NPM. 1702103004
54
Lampiran 5. Angket Penelitian Stress Akademik
ANGKET PENELITIAN
STRES AKADEMIK SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING
PADA MASA PANDEMI COVID 19
A. PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1. Sebelum Anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan terlebih
dahulu isi daftar identitas yang telah disediakan,
2. Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian jawab yang dianggap
paling tepat.
3. Isilah angket ini dengan jujur serta penuh ketelitian dengan memberika
tanda (v) pada kolom jawaban yang telah tersedia, dengan keterangan
sebagai berikut:
SS = Sangat Sering
S = Sering
J = Jarang
TP = Tidak Pernah
4. Sebelum angket dikembalikan, periksalah kembali kolom yang tersdia
untuk memastikan bahwa kolom sudah Anda isi.
B. IDENTITAS SISWA
1. Nama Lengkap :
2. Jenis Kelamin :
3. Kelas :
C. TUJUAN
Tujuan pengisian angket ini adalah untuk mengetahui stres akademik di
kelas yang dialami oleh siswa. Oleh karena itu diharapkan kerjasama Anda
untuk mengisi angket ini dengan jujur.
55
D. INSTRUMEN ANGKET
No Pernyataan SS S J TP
1 Saya berusaha bersemangat belajar setiap hari
2 Wajah saya tampak pucat ketika melihat hasil nilai
ujian yang tidak bagus
3 Saya jarang Sakit mual / gangguan pencernaan
4 Pola tidur saya tidak teratur ketika mengerjakan
banyak tugas
5 Saya selalu sigap bertanya saat pelajaran
berlangsung
6 Saya mudah terserang diare ketika memikirkan
banyak tugas
7 Saya sangat senang berpartisipasi dalam
mengungkapkan pendapat di kelas
8 Telapak tangan berkeringat ketika hendak bertanya
saat pelajaran berlangsung
9 Saya selalu tidur dengan waktu yang cukup
10 Ketika belajar badan saya terasa tidak enak
11 Saya menghabiskan waktu untuk melamun
12 Saya selalu bertanya terlebih dahulu sebelum
menyalahkan orang lain
13 Saya sering berbohong untuk menutupi kesalahanku
14 Saya berusaha masuk sekolah sesuai jadwal yang
ditentukan
15 Saya menghabiskan waktu untuk melakukan hal
yang positif
16 Saya selalu berkumpul atau berinterkasi dengan
orang lain
17 Saya berusaha jujur dengan siapapun walaupun saya
melakukan kesalahan
18 Saya sering menyendiri ketika banyak orang
19 Saya sering membolos sekolah
20 Saya mudah menyalahkan orang lain jika pendapat
orang itu tidak sesuai dengan pandangan saya
21 Saya merasa nyaman berinterkasi dengan semua
orang
22 Saya merasa mudah sedih ketika banyak tuntutan
dari orang tua
56
23 Saya berani bertanggungjawab atas perbuatan dan
tindakan
24 Saya merasa terancam dengan banyaknya tes ujicoba
25 Saya kesal dengan kebijakan pembelajaran daring
selama pandemi ini
26 Saya senang dalam menjalani hidup ini
27 Saya masih merasa trauma ketika memperoleh nilai
ulangan yang jelek
28 Saya berusaha sabar dalam menjalani pembelajaran
daring selama pandemi ini
29 Saya saat ini merasa cemas menghadapi UN/
Ulangan
30 Saya merasa bebas dari gangguan maupun cobaan
selama pembelajaran daring masa pandemi
Lampiran 6. Tabulasi Hasil Perhitungan Uji Coba Kuesioner Tentang Stress Akademik dalam Pembelajaran Daring Pada Masa
Pandemi
TABULASI HASIL PERHITUNGAN HASIL UJI COBA TENTANG STRES AKADEMIK
ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Jumlah
1 ANDRE SAFRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 1 3 2 2 1 3 4 3 2 1 1 80
2 ALIYAH NURHENI 1 3 3 2 3 3 2 4 2 4 3 2 3 3 2 4 3 2 3 4 2 1 3 4 3 3 3 4 3 4 1 2 1 1 3 2 2 3 1 2 104
3 AHMAD DARUSSALAM 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 3 4 3 2 1 1 1 2 2 62
4 HASNA PANDAWA 3 1 3 2 1 2 2 3 2 3 3 1 1 3 2 1 1 2 1 3 1 3 1 3 1 3 1 3 1 3 1 1 1 1 4 3 2 1 1 3 78
5 DEDY SATRIO 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 1 2 1 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 68
6 DEVA SANDIAGA 3 4 3 2 3 2 2 3 2 4 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 1 4 2 4 3 3 2 1 3 4 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 103
7 RANIA PUTRI 3 1 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 3 1 3 2 4 2 4 3 4 2 2 4 4 2 4 4 2 4 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 102
8 ANGGA SETIAWAN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 3 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 82
9 REVINA PUTRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 1 3 2 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 67
10 YUSNITA AGUSTIN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 2 1 3 2 2 1 3 4 3 2 1 1 83
11 HENDRIK ANDRAWAN 3 3 2 4 2 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 4 2 3 3 2 3 4 2 4 1 2 1 1 3 2 2 3 1 2 107
12 DEWI SEPRTIVA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 2 3 4 3 2 1 1 1 2 2 83
13 SELVI ANGGUN 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 4 3 2 1 1 3 57
14 ANGGUN 1 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 4 1 2 3 4 3 4 3 4 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 112
15 VITA ADISTIA 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 74
16 DESI OLIVIA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 77
17 MELIA SAFITRI 1 3 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 105
18 ANGGI BERLIANA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 2 3 1 3 2 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 80
19 FITRI ARASI 2 4 2 4 2 4 2 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 2 3 2 2 4 3 3 2 3 4 3 4 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 109
20 RENDI SETIAWAN 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 61
21 FAJAR DIRGANTARA 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 55
22 TEGAR PURNAMA 3 3 3 2 3 2 4 4 2 2 3 4 3 3 2 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 4 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 111
23 RIO DUMATUBUN 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 74
24 OLIV NUR SARI 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 3 3 2 1 1 2 3 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 60
25 ENGGAR BUDIAWAN 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 56
26 GALIH SAPUTRO 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 77
27 PUPUT HANAFI 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 4 2 3 4 3 4 3 4 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 103
28 RISKA LESTARI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 1 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 76
29 NABILA ADELLIA 1 1 3 2 1 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 59
30 EGIK PRANOWO 3 3 3 3 2 4 2 2 3 4 3 4 2 4 2 2 2 2 2 3 2 4 2 4 3 4 3 3 2 4 2 2 2 1 3 1 1 2 3 1 104
57
Lampiran 7. Tabulasi Hasil Perhitungan Setelah Uji Coba Kuesioner Tentang Stress Akademik dalam Pembelajaran Daring
Pada Masa Pandemi
TABULASI HASIL PERHITUNGAN HASIL UJI COBA TENTANG STRES AKADEMIK
ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jumlah
1 ANDRE SAFRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 57
2 ALIYAH NURHENI 1 3 3 2 3 3 2 4 2 4 3 2 4 3 2 4 3 2 4 4 2 1 3 4 4 3 3 4 4 4 90
3 AHMAD DARUSSALAM 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 40
4 HASNA PANDAWA 3 1 3 2 1 2 2 3 2 3 3 1 3 3 2 1 1 2 3 3 1 3 1 3 3 3 1 3 3 3 68
5 DEDY SATRIO 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 1 2 1 49
6 DEVA SANDIAGA 3 4 3 2 3 2 4 3 2 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 4 100
7 RANIA PUTRI 3 1 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 4 1 3 2 4 2 4 3 4 2 2 4 4 2 4 4 4 4 90
8 ANGGA SETIAWAN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 3 60
9 REVINA PUTRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 46
10 YUSNITA AGUSTIN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
11 HENDRIK ANDRAWAN 3 3 2 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 2 3 3 2 3 4 3 4 92
12 DEWI SEPRTIVA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
13 SELVI ANGGUN 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 38
14 ANGGUN 1 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 4 2 4 2 4 3 4 2 4 3 4 1 2 2 4 3 4 2 4 90
15 VITA ADISTIA 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 58
16 DESI OLIVIA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
17 MELIA SAFITRI 1 3 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 93
18 ANGGI BERLIANA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 2 3 1 2 2 60
19 FITRI ARASI 2 4 2 4 2 4 2 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 4 3 3 2 3 4 3 4 92
20 RENDI SETIAWAN 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 46
21 FAJAR DIRGANTARA 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 43
22 TEGAR PURNAMA 3 3 3 2 3 2 4 4 2 2 3 4 2 3 2 4 3 4 2 4 3 3 3 2 2 4 3 4 2 4 89
23 RIO DUMATUBUN 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 57
24 OLIV NUR SARI 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 42
25 ENGGAR BUDIAWAN 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 36
26 GALIH SAPUTRO 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
27 PUPUT HANAFI 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 4 4 3 4 2 2 4 3 4 2 4 84
28 RISKA LESTARI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 57
29 NABILA ADELLIA 1 1 3 2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 45
30 EGIK PRANOWO 3 3 3 3 2 4 2 4 3 4 3 4 4 4 2 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 97
58
59
Lampiran 8. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving (uji
coba)
HASIL UJI VALIDITAS ANGKET STRES AKADEMIK SEBELUM
DIBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK
PROBLEM SOLVING
No aitem r-hitung r-tabel keterangan
1 0,558 0,361 Valid
2 0,817 0,361 Valid
3 0,578 0,361 Valid
4 0,744 0,361 Valid
5 0,712 0,361 Valid
6 0,712 0,361 Valid
7 0,486 0,361 Valid
8 0,735 0,361 Valid
9 0,738 0,361 Valid
10 0,663 0,361 Valid
11 0,689 0,361 Valid
12 0,717 0,361 Valid
13 0,689 0,361 Valid
14 0,717 0,361 Valid
15 0,535 0,361 Valid
16 0,686 0,361 Valid
17 0,500 0,361 Valid
18 0,714 0,361 Valid
19 0,720 0,361 Valid
20 0,715 0,361 Valid
21 0,546 0,361 Valid
22 0,847 0,361 Valid
23 0,602 0,361 Valid
24 0,,651 0,361 Valid
25 0,539 0,361 Valid
26 0,690 0,361 Valid
27 0,593 0,361 Valid
28 0,710 0,361 Valid
29 0,670 0,361 Valid
30 0,809 0,361 Valid
60
31 0,347 0,361 Tidak Valid
32 0,357 0,361 Tidak Valid
33 0,004 0,361 Tidak Valid
34 0,225 0,361 Tidak Valid
35 0,050 0,361 Tidak Valid
36 0,121 0,361 Tidak Valid
37 0,112 0,361 Tidak Valid
38 0,355 0,361 Tidak Valid
39 0,273 0,361 Tidak Valid
40 0,302 0,361 Tidak Valid
61
Lampiran 9. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving
HASIL UJI VALIDITAS ANGKET STRES AKADEMIK SEBELUM
DIBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK
PROBLEM SOLVING
No aitem r-hitung r-tabel keterangan
1 0,687 0,361 Valid
2 0,811 0,361 Valid
3 0,655 0,361 Valid
4 0,734 0,361 Valid
5 0,693 0,361 Valid
6 0,721 0,361 Valid
7 0,655 0,361 Valid
8 0,819 0,361 Valid
9 0,731 0,361 Valid
10 0,648 0,361 Valid
11 0,605 0,361 Valid
12 0,638 0,361 Valid
13 0,732 0,361 Valid
14 0,626 0,361 Valid
15 0,636 0,361 Valid
16 0,711 0,361 Valid
17 0,644 0,361 Valid
18 0,640 0,361 Valid
19 0,732 0,361 Valid
20 0,676 0,361 Valid
21 0,679 0,361 Valid
22 0,691 0,361 Valid
23 0,603 0,361 Valid
24 0,732 0,361 Valid
25 0,734 0,361 Valid
26 0,752 0,361 Valid
27 0,664 0,361 Valid
28 0,808 0,361 Valid
29 0,732 0,361 Valid
30 0,798 0,361 Valid
62
Lampiran 10. Hasil Hitung Uji Reabilitas Angket Stres Akademik
PERHITUNGAN UJI RELIABILITAS ANGKET STRES AKADEMIK
(PRE-TEST)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.959 30
Item-Total Statistics
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted
VAR00001 63.43 361.220 .425 .960
VAR00002 63.70 343.803 .815 .957
VAR00003 63.03 361.413 .557 .959
VAR00004 63.33 349.540 .710 .958
VAR00005 63.23 355.082 .685 .958
VAR00006 63.43 354.668 .691 .958
VAR00007 63.10 364.093 .554 .959
VAR00008 63.27 345.030 .759 .957
VAR00009 63.57 357.771 .731 .958
VAR00010 63.13 355.085 .655 .958
VAR00011 62.83 356.902 .661 .958
VAR00012 63.27 344.823 .704 .958
VAR00013 63.03 363.826 .505 .959
VAR00014 63.07 348.202 .665 .958
VAR00015 63.27 373.513 .375 .960
VAR00016 63.33 350.023 .697 .958
VAR00017 63.07 353.306 .694 .958
VAR00018 63.10 357.197 .682 .958
VAR00019 63.10 360.921 .522 .959
63
VAR00020 62.70 343.666 .818 .957
VAR00021 63.50 352.121 .684 .958
VAR00022 63.33 350.506 .640 .958
VAR00023 63.50 357.293 .538 .959
VAR00024 63.07 353.030 .703 .958
VAR00025 62.67 359.195 .572 .959
VAR00026 63.27 349.720 .685 .958
VAR00027 62.93 359.720 .569 .959
VAR00028 63.07 337.444 .803 .957
VAR00029 63.13 362.947 .525 .959
VAR00030 63.17 330.282 .900 .956
Berdasarkan hasil uji angket stres akademik (pretest) diperoleh rtabel
dengan subjek taraf signifikan 5% diperoleh 0.361. sehingga diperoleh rhitung >
rtabel (0.959>0.361), maka dapat dikatakan angket stres akademik tersebut
reliabel.
Lampiran 11. Tabulasi Skor Angket Pre-test
TABULASI SKOR ANGKET STRES AKADEMIK (PRE-TEST)
ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 JUMLAH
1 ANGGUN 1 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 4 2 4 2 4 3 4 2 4 3 4 1 2 2 4 3 4 2 4 90
2 ALIYAH NURHENI 1 3 3 2 3 3 2 4 2 4 3 2 3 3 2 4 3 2 3 4 2 1 3 4 3 3 3 4 3 4 86
3 HENDRIK ANDRAWAN 3 3 2 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 2 3 3 2 3 4 3 4 92
4 MELIA SAFITRI 1 3 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 93
5 FITRI ARASI 2 4 2 4 2 4 2 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 4 3 3 2 3 4 3 4 92
6 TEGAR PURNAMA 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 4 4 3 4 2 2 4 3 4 2 4 84
7 EGIK PRANOWO 3 3 3 3 2 4 2 4 3 4 3 4 4 4 2 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 97
TOTAL 14 22 18 23 18 21 17 25 18 22 21 22 21 24 16 22 20 21 21 25 18 22 21 22 21 23 21 26 21 28 634
Lampiran 12. Tabulasi Skor Angket Post-Test
TABULASI SKOR ANGKET STRES AKADEMIK (POST-TEST)
ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 JUMLAH
1 ANGGUN 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 47
2 ALIYAH NURHENI 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 47
3 HENDRIK ANDRAWAN 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 46
4 MELIA SAFITRI 1 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 47
5 FITRI ARASI 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 46
6 TEGAR PURNAMA 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 48
7 EGIK PRANOWO 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 1 2 2 1 47
TOTAL 10 10 11 10 13 11 14 9 12 12 11 11 12 10 12 9 9 10 10 9 13 11 11 9 11 11 10 13 13 11 328
64
65
Lampiran 13. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Pre-test)
ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF SKOR ANGKET STRES
AKADEMIK (PRE-TEST)
Statistics
pretest posttest
N Valid 7 7
Missing 0 0
Mean 90.57 46.86
Median 92.00 47.00
Mode 92 47
Std. Deviation 4.392 .690
Variance 19.286 .476
Range 13 2
Minimum 84 46
Maximum 97 48
pretest
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 84 1 14.3 14.3 14.3
86 1 14.3 14.3 28.6
90 1 14.3 14.3 42.9
92 2 28.6 28.6 71.4
93 1 14.3 14.3 85.7
97 1 14.3 14.3 100.0
Total 7 100.0 100.0
66
67
Lampiran 14. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Post-Test)
ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF SKOR ANGKET STRES
AKADEMIK (POST-TEST)
Statistics
pretest posttest
N Valid 7 7
Missing 0 0
Mean 90.57 46.86
Median 92.00 47.00
Mode 92 47
Std. Deviation 4.392 .690
Variance 19.286 .476
Range 13 2
Minimum 84 46
Maximum 97 48
posttest
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 46 2 28.6 28.6 28.6
47 4 57.1 57.1 85.7
48 1 14.3 14.3 100.0
Total 7 100.0 100.0
68
69
Lampiran 15. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test
Wilcoxon Signed Ranks Test
Ranks
N Mean Rank Sum of Ranks
posttest – pretest Negative Ranks 7
a
4.00 28.00
b
Positive Ranks 0 .00 .00
c
Ties 0
Total 7
a. posttest < pretest
b. posttest > pretest
c. posttest = pretest
b
Test Statistics
posttest – pretest
Z
a
-2.384
Asymp. Sig. (2-tailed)
.017
a. Based on positive ranks.
b. Wilcoxon Signed Ranks Test
70
Lampiran 16. Surat Balasan ijin penelitian dari SMK Cendekia Madiun
71
Lampiran 17. Tabel Nilai rtabel product moment
TABEL
NILAI r PRODUCT MOMENT
72
Lampiran 18. Dokumentasi Penelitian di SMK Cendekia Madiun
73
RIWAYAT HIDUP
David Muhammad Fandika dilahirkan di jalan Pacar Sari Keluarahan
Manisrejo Kecamatan Taman Kota Madiun pada tanggal 06 Oktober 1998, anak
pertama dari dua bersaudara, pasangan dari bapak Kholik Afandi dan Ibu Sukiani.
Pendidikan dasar di Madiun dan menengah ditempuh di Madiun. Tamatan SDN
02 Madiun tahun 2011, SMPN 11 Madiun tahun 2014, SMKN 1 Madiun tahun
2017.
Lulus dari SMK langsung melanjutkan kuliah, pendidikan berikutnya di
program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun. Semasa
kuliah aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan diantaranya HIMABIKO
(himpunan mahasiswa Bimbingan dan Konseling), IMABKIN (Ikatan Mahasiswa
Bimbingan dan Konseling Indonesia) selain itu penulis juga aktif dalam lomba
karya tulis ilmiah nasional, prestasi yang diraih juara dtahun 2019 dan 2020.
74
BUKTI PEMBAYARAN UJIAN SKRIPSI
Nama : David Muhammad Fandika
NIM : 1702103004
Jurusan : Bimbingan dan Konseling
Judul : Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem
Solving untuk Mereduksi Stres Akademik Siswa
dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi
Covid-19 di SMK Cendekia Madiun.
Dosen Pembimbing 1 : Drs. H. Ibnu Mahmudi M.M
Dosen Pembimbing 2 : Beny Dwi Pratama [Link]., [Link]