0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan89 halaman

Reduksi Stres Akademik Siswa

Skripsi ini membahas penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving untuk mengurangi stres akademik siswa selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 di SMK Cendekia Madiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bimbingan kelompok teknik problem solving dapat mengurangi stres akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan89 halaman

Reduksi Stres Akademik Siswa

Skripsi ini membahas penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving untuk mengurangi stres akademik siswa selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 di SMK Cendekia Madiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bimbingan kelompok teknik problem solving dapat mengurangi stres akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING

UNTUK MEREDUKSI STRES AKADEMIK SISWA DALAM


PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SMK
CENDEKIA MADIUN

SKRIPSI

Disusun Oleh:

DAVID MUHAMMAD FANDIKA

NIM. 1702103004

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI MADIUN

JULI 2021
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING

UNTUK MEREDUKSI STRES AKADEMIK SISWA DALAM

PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SMK

CENDEKIA MADIUN

SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas PGRI Madiun untuk Memenuhi Salah Satu
Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata 1 Pendidikan
Bimbingan Dan Konseling

OLEH:

DAVID MUHAMMAD FANDIKA

NIM. 1702103004

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI MADIUN

JULI 2021

i
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PENDAMPING

Skripsi oleh David Muhammad Fandika telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.

Madiun, 1 Juli 2021

Pembimbing I,

Drs. H. Ibnu Mahmudi, MM.


NIDN.

Madiun, 12 Juli 2021

Pembimbing II,

Beny Dwi Pratama, [Link]., [Link].


NIDN. 0716128603

ii
LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi oleh David Muhammad Fandika telah pertahankan di depan panitia


penguji pada hari ......Juli 2021.
Panitia Penguji

Panitia Penguji

Nama Ketua
NIDN.

Nama Seketaris
NIDN.

Nama Anggota
NIDN.

Mengesahkan:
Mengetahui: Kaprodi Bimbingan dan Konseling
Dekan FKIP,

Nama Dr. Dahlia Novarianing Asri, [Link]


NIDN. NIDN. 0729117801

iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : David Muhammad Fandika

NIM : 1702103004

Program Studi : Bimbingan dan Konseling

Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar

merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan

atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya

sendiri.

Apabila dkemudia hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini plagiat, maka

saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Madiun, 12 Juli 2021


Yang membuat pernyataan,

David Muhammad Fandika


NPM. 1702103004

iv
MOTTO :
Harus dengan kemauan, kerja keras dan kekuatan doa untuk meraih kesuksesan
masa depan serta menjalankan semua perintah tuhan.

SKRIPSI INI KUPERSSEMBAHKAN KEPADA :


Bapak, Ibu, Adikku, Guruku, keluarga besarku dan sahabat-sahabatku yang telah
membantu aku sehingga aku mampu menjadi seorang
DAVID

v
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang dengan rahmat,

taufik, dan hidayah dari-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan proposal

dengan judul Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving untuk

Mereduksi Stres Akademik Siswa dalam Pembelajaran Daring pada Masa

Pandemi Covid 19 di SMK Cendekia Madiun.

Dalam penyelesaian proposal ini penulis tidak terlepas dari adanya bantuan,

dukungan serta doa dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak

langsung. Oleh sebab itu, peneliti mengucapkan terimakasih sebanyak –

banyaknya kepada:

1. Prof. Dr. H. Parji, [Link]. Selaku Rektor Universitas PGRI Madiun

2. Dr. drh. C. Novi Primiani, [Link]. Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pedidikan

3. Dr. Dahlia Novarianing Asri, [Link]. Selaku Ketua Program Studi Bimbingan

dan Konseling.

4. Drs. H. Ibnu Mahmudi M.M., Selaku Dosen Pembimbing 1 dalam

penyusunan skripsi yang dengan sabar telah memberikan bimbingan,

motivasi dan arahan dalam penyelesaian skripsi.

5. Beny Dwi Pratama [Link]., [Link]., Selaku Dosen Pembimbing II dalam

penyusunan Skripsi yang telah dengan sabar memberikan arahan, bimbingan

dan motivasi dalam penyusunan skripsi.

vi
6. Setyanti Nugraheni, SE., [Link]., selaku kepala sekolah SMK Cendekia

Madiun yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis.

7. Joko Susilo [Link]., Selaku Guru BK SMK Cendekia Madiun yang membantu

penyusunan jadwal praktek bimbingan di sekolah.

8. Orangtua beserta keluargaku yang telah mendoakan dan mendukung.

9. Teman-teman bimbingan dan konseling Universitas PGRI Madiun khususnya

kelas A, yang telah mendukung dan membantuku.

10. Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan pengesahan proposal

yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh

karena itu diharapkan kritik dan saran guna kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya

penulis mengucapkan terimakasih dan berharap skripsi ini bermanfaat bagi

pembaca khusunya dan bagi pengembangan ilmu pendidikan.

Madiun, 1 Juli 2021

Penyusun

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................... i

LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ......................... ii

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI ................. iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ............................................... iv

MOTTO DAN KATA PERSEMBAHAN .............................................. v

KATA PENGANTAR .............................................................................. vi

DAFTAR ISI ............................................................................................. viii

DAFTAR TABEL .................................................................................... x

DAFTAR GAMBAR ............................................................................... xi

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xii

ABSTRAK ............................................................................................... xiv

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1

B. Batasan Masalah ....................................................................... 3

C. Rumusan Masalah ................................................................... 3

D. Tujuan Penelitian ..................................................................... 3

E. Kegunaan Penelitian ................................................................ 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN .......... 6

A. Kajian Pustaka ......................................................................... 6

1. Stres Akademik .................................................................. 6

2. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ................ 9

3. Bimbingan Kelompok ........................................................ 9

viii
4. Teknik Problem Solving ..................................................... 14

5. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ................ 20

B. Kerangka Berpikir ................................................................... 21

C. Hipotesis Penelitian ................................................................. 22

BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 23

A. Tempat dan waktu penelitian .................................................. 23

B. Desain penelitian ..................................................................... 24

C. Populasi , sampel, dan teknik pengambilan sampel ................ 25

D. Variabel penelitian dan Definisi Operasional ........................ 27

E. Teknik pengumpulan data ...................................................... 28

F. Instrumen penelitian ............................................................... 29

G. Teknik analisis data ................................................................. 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................ 37

A. Deskripsi Data ......................................................................... 37

B. Hasil Pengujian Hipotesis ....................................................... 39

C. Pembahasan ............................................................................. 40

BAB V PENUTUP .................................................................................... 43

A. Kesimpulan .............................................................................. 43

B. Saran ........................................................................................ 43

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 44

LAMPIRAN .............................................................................................. 45

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................ 73

ix
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Rincian Jadwal Penelitian ...................................................... 24

Tabel 3.2 Distribusi Skor Untuk Jawaban Angket ................................. 30

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Stres Akademik ...................................................... 31

Tabel 3.4 Kriteria Validitas Instrument ................................................ 33

Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Stres Akademik ....................................... 34

Tabel 3.6 Hasil Uji Reabilitas Stres Akademik ..................................... 35

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Data Stres Akademik Sebelum Diberikan

Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ................... 37

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Data Stres Akademik Sesudah Diberikan

Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving .................... 38

x
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1 Desain one Group Pretest Postest .............................................. 24

Gambar 4.1 Diagram data statistik deskriptif pre-test atau sebelum diberikan

bimbingan kelompok teknik problem solving ........................... 38

Gambar 4.2 Diagram data statistik deskriptif post-test atau sesudah diberikan

bimbingan kelompok teknik problem solving ........................... 39

xi
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Daftar Peserta Bimbingan Kelompok .............................................47

Lampiran 2. Daftar Nama Uji Validitas dan Realibilitas ...................................48

Lampiran 3. Jadwal Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik

Problem Solving ...........................................................................50

Lampiran 4. RPL BK ........................................................................................51

Lampiran 5. Angket Penelitian Stress Akademik ..............................................54

Lampiran 6. Tabulasi Hasil Perhitungan Uji Coba Kuesioner Tentang Stress

Akademik dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi .......57

Lampiran 7. Tabulasi Hasil Uji C Perhitungan Kuesioner Tentang Stress

Akademik dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi ......58

Lampiran 8. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan

Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving

(uji coba) ........................................................................................59

Lampiran 9. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan

Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving ............61

Lampiran 10. Hasil Hitung Uji Reabilitas Angket Stres Akademik ..................62

Lampiran 11. Tabulasi Skor Angket Pre-test ......................................................64

Lampiran 12. Tabulasi Skor Angket Post-Test ...................................................64

Lampiran 13. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Pre-test).....................65

Lampiran 14. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Post-Test) ..................67

Lampiran 15. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test .........................................69

xii
Lampiran 16. Surat Balasan Ijin Penelitian ........................................................70

Lampiran 17. Tabel Nilai rtabel Product Momen ..............................................71

Lampiran 18 Dokumentasi Penelitian ................................................................72

xiii
ABSTRAK

David Muhammad Fandika. 2021. Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik


Problem Solving untuk Mereduksi Stres Akademik Dalam Pembelajaran
Daring pada Masa Pandemi Covid 19 di SMK Cendekia Madiun. Skripsi.
Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas PGRI
Madiun. Pembimbing (I) drs. H. Mahmudi, MM., (II) Beny Dwi Pratama
[Link]., [Link].

Stres akademik boleh didefinisikan sebagai kondisi seseorang yang


mengalami tuntutan dari sekolah sehingga mengakibatkan gangguan psikologis
dan perilaku. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
penggunaan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dapat
mereduksi stres akademik pada siswa kelas X PKM SMK Cendekia Madiun.
Desain penelitian ini menggunakan one-group prestest-postest design.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan menggunakan
teknik purposive sampling, dimana sampel yang dipilih berdasarkan
pertimbangan dari penelitian ini. Pengambilan sampel ini dengan tujuan agar tidak
adanya pemilihan sampel pada subyek berdasarkan hal-hal di luar kebutuhan data
dari penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu dengan menggunakan angket, yang merupakan instrument pengumpulan
data yang berisikan pernyataan atau pertanyaan yang diberikan oleh peneliti, yang
selanjutnya diisi langsung oleh responden. Dan teknik analisis data dengan
menggunakan uji Wilcoxon melalui aplikasi SPSS 21.
Penelitian ini dilakukan dengan 7 sampel yang telah memenuhi kriteria
yang telah melalui tahap pre-test dengan nilai rata-rata 89.43. peneliti melakukan
layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dengan waktu 4 hari,dan
setelah melalui tahap post-test menghasilkan nilai rata-rata 46.86. sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada penurunan dalam stres akademik.

Kata kunci: Bimbingan Kelompok, Teknik problem solving, Stres akademik.

xiv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Stres akademik merupakan keadaan individu yang sedang mengalami

tuntutan-tuntutan dari sekolah yang menyebabkan individu terkena gangguan

psikolgis. Alsulami (2018) lewat penelitiannya mengatakan bahwa sekitar 10

sampai 30% siswa SMA mengalami tingkat stres akademik yang bermacam-

macam. Suseno (2013) mengatakan jika 15% siswa SMA mengalami stres

akademik tinggi, dan 35,1% sedang.

Hal tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan yang diamati di SMK

Cendekia Madiun. Dari data keseluruhan siswa SMK Cendekia Madiun yang

diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa banyak siswa yang mengalami stres

akademik, diantaranya adanya penurunan nilai belajar, sulit bekonsentrasi,

kurangnya kepercayaan diri, khawatir akan masa depan, munculnya sikap-

sikap mengeluh , tidak semangat ikut dalam pembelajaran, cemas, dan

lainnya. Selain itu menurut wawancara yang pernah peneliti lakukan saat

kegiatan Magang 3 berlangsung bersama dengan Guru BK di sekolah, hasil

menunjukkan banyak siswa yang mengalami stres akademik dari dampak

pembelajaran daring di masa pandemi ini.

Upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasi stres akademik di

sekolah tersebut yaitu melalui bimbingan klasikal, yang bertujuan

memberikan informasi dan pemahaman kepada siswa SMK Cendekia

Madiun. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang tepat dalam

1
2

mereduksi stres akademik siswa SMK Cendekia Madiun. Dari hasil tersebut

menunjukkan perlu adanya solusi atau upaya-upaya baru untuk mereduksi

stres akademik siswa. Maka dari itu peneliti memberikan upaya-upaya dalam

pemberian layanan bimbingan dan konseling dalam rangka memperbaiki

permasalahan yang dialami siswa, salah satunya melalui pemberian layanan

bimbingan kelompok.

Bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan yang

diberikan pada individu dalam situasi kelompok, serta salah satu teknik

bimbingan yang berusaha membantu individu agar dapat mencapai

perkembangannya secara optimal sesuai dengan kemampuannya, bakat,

minat, serta nilai-nilai yang dianutnya dan dilaksanakan dalam situasi

kelompok. Di dalam bimbingan kelompok terdapat beberapa teknik salah

satunya teknik problem solving, teknik problem solving merupakan suatu

proses yang relatif dimana individu-individu melalui perubahan-perubahan

yang ada pada dirinya dan lingkungannya, dan membuat pilihan-ilihan baru,

keputusan-keputusan baru, atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan-

tujuan dan nilai-nilai hidupnya.

Keunggulan teknik problem solving antaranya melatih siswa untuk

mendesain suatu penemuan, berpikir kreatif, memecahkan masalah secara

realitis, melakukan penyelidikan dan menafsirkan dan mengevaluasi hasil

pengamatan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas peneliti tertarik

mengkaji permasalahan ini dengan menggunakan judul penelitian sebagai

berikut “Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving untuk

2
3

Mereduksi Stres Akademik Siswa dalam Pembelajaran Daring Pada Masa

Pandemi Covid 19 Di SMK Cendekia Madiun”.

B. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dan untuk menghindari

kesalahpahaman dan meluasnya permasalahan peneliti membatasi masalah

agar lebih spesifik dan mengarah pada tujuan yang diharapkan:

1. Masalah penelitian terbatas pada:

Penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving untuk mereduksi

stres akademik siswa dalam pembelajaran daring pada masa pandemi

covid 19.

2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X PKM SMK Cendekia Madiun.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai

berikut:

1. Apakah layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dapat

mereduksi stres akademik dalam pembelajaran daring pada masa pandemi

covid 19 di SMK Cendekia Madiun?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving

3
4

untuk mereduksi stres akademik dalam pembelajaran daring pada masa

pandemi covid 19 di SMK Cendekia Madiun.

E. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Teoritik

Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumbangan informasi atau

teori untuk pengembangan keilmuan khususnya dalam bidang bimbingan

dan konseling

2. Praktik

a. Sekolah

Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah referensi dan

sebagai sarana untuk mengevaluasi siswa yang mengalami stres

akademik.

b. Guru BK

Konselor sekolah dapat memanfaatkan penelitian ini untuk

menjalankan program bimbingan dan konseling dengan memberikan

layanan untuk membantu siswa dalam mereduksi stres akademik.

c. Orang Tua

Hasil penelitian ini, orang tua dapat membantu siswa dalam

mendapingi dan memberikan dukungan pada siswa agar tidak

mengalami stres akademik.

4
5

d. Siswa

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan siswa sebagai bahan

informasi bagi dirinya dalam menghindari stres akademik.

e. Mahasiswa

Hasil penelitian ini dapat digunakan mahasiswa untuk sebagai

pengetahuan dan wawasan mengenai permasalahan stres akademik.

5
BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kajian Pustaka

1. Stres Akademik

a. Pengertian Stres Akademik

Stres akademik merupakan keadaan perasaan seseorang yang

tidak menyenangkan diakibatkan oleh desakan-desakan dari sekolah,

sehingga menimbulkan ketegangan fisik, psikologis dan perilaku serta

berdampak menurunya prestasi belajar (Desmita, 2017).

Menurut Crveth (dalam Safira, L., dan Hartati, M.T.S., 2021)

Stres akademik merupakan Suatu Pemahaman seseorang terhadap

wawasan ilmu pengetahuan yang harus dipelajari, namun terkendala

adanya waktu yang kurang cukup dalam mempelajarinya.

Menurut Yusuf N. M. (2020) mengatakan stres akademik

merupakan Suatu kondisi yang terbebani oleh tekanan-tekanan

akademik yang melebihi batas kemampuannya.

Menurut Barseli, M., dkk (2020) stres akademik merupakan

Perilaku nampak disebabkan banyaknya tuntutan tugas yang wajib

dikerjakan siswa.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan,

stres akademik merupakan kondisi dimana individu sedang

mengalami gangguan psikologis dan perubahan tingkah laku yang

kurang baik.

6
7

b. Faktor Stres Akademik

Menurut Aza (2019) menyebutkan faktor-faktor yang

mempengaruhi stres akademik yakni dukungan sosial, resiliensi, dan

self esteem.

Menurut Lai Oon (dalam Barseli, 2017) mengemukakan faktor-

faktor yang mempengaruhi stres akademik terdiri atas, (1) faktor

internal berupa, pola pikir, kepribadian, dan keyakinan, sementara (2)

faktor eksternal, berupa pelajaran lebih padat, tekanan berprestasi

tinggi, dorongan status sosial, dan orang tua yang saling berlomba.

Menurut Yusuf N. M. (2020) menyatakan bahwa faktor yang

mempengaruhi stres akademik antara lain, self efficacy, Hardiness,

Optimisme, Motivasi berprestasi, Prokrastinasti, dukungan sosial

orang tua.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka disimpulkan faktor

yang mempengaruhi stres akademik dibagi menjadi dua yaitu faktor

internal dan faktor eksternal. Faktor internal stres akademik adalah

Resiliensi, Self esteem, Pola Pikir, Kepribadian, Keyakinan, Self

efficacy, Hardiness, Optimisme, Motivasi berprestasi, Prokrastinasti.

Sedangkan faktor eksternal stres akademik adalah Belajar lebih padat,

Tekanan berprestasi tinggi, Dorongan status sosial, orang tua,

Dukungan sosial.
8

c. Bentuk-bentuk Stres Akademik

Menurut Barseli, Ifdil dan Nikmarijal (2017) mengemukakan

bentuk-bentuk gejala stres akademik antara lain adalah gejala fisik

(pusing, sulit tidur, telapak tangan berkeringat, gejala perilaku (

agresif, menyendiri, menyalahkan orang lain), gejala kognitif (sulit

berkonsentrasi, berpikir negatif, prestasi menurun), dan gejala

emosional (mudah marah, murung, cemas).

Menurut Olejnik dan Holschuh (2016) mengemukakan 4 gejala

stres akademik yakni (1) gelaja pikiran, berupa kurangnya

kepercayaan diri, takut gagal, sulit konsentrasi, khawatir akan masa

depan, dan melupakan banyak hal, (2) gejala perilaku, yakni perilaku

implusif pada individu, menyendiri, banyak/kurang tidur, sering

menangis, dan nafsu makan meningkat/berkurang, (3) gejala fisik,

berupa mulut kering, telapak tangan berkeringat, kesulitan tidur,

mudah lelah, mudah sakit, trmor, mual dan gangguan pencernaan, dan

(4) gejala perasaan, berupa individu mengalami kegelisahan, tidak

merasa puas,cemas mudah marah, murung, dan takut.

Menurut Agolla dan Ongori (2009) mengemukakan gejala dari

stres akademik meliputi berkurangnya energi, mengonsumsi

narkoba/alkhohol, tekanan darah tinggi, perasaan tertekan, nafsu

makan meningkat, dan kecemasan.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan

Bentuk-bentuk stres akademik terbagi menjadi 4 sebagai berikut 1)


9

gejala fisik (pusing, sulit tidur, telapak tangan berkeringat, wajah

tampak pucat, mudah lelah, mudah sakit mual atau gangguan

pencernaan), 2) gejala perasaan (mudah marah, cemas atau khawatir

berlebihan, murung), 3) gejala pikiran (kurangnya rasa percaya diri,

grogi, takut gagal, sulit berkonsentrasi, khawatir masa depan, prestasi

menurun, berpikir negatif), dan 4) gejala perilaku (agresif, sering

melamun, menyendiri, membolos, berbohong untuk menutupi

kesalahan mudah menyalahkan orang lain, sering menangis, nafsu

makan menurun, malas-malasan).

2. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving

a. Bimbingan Kelompok

1) Pengertian Bimbingan Kelompok

Menurut Winkel (dalam Naqiyah dan Wicaksono, 2013)

Bimbingan kelompok merupakan suatu kegiatan kelompok yang

dilakukan oleh sekolompok orang dalam waktu bersamaan dalam

rangka membahas beberapa hal yang berguna untuk menunjang

kehidupannya sehari-hari baik individu, anggota keluarga dan

masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan

keputusan sebagai bentuk mencegah timbulannya masalah pada

siswa dan mengembangkan potensi siswa.

Menurut Romlah (2006) menyatakan bimbingan kelompok

merupakan proses bantu kepada kelompok-kelompok yang terdiri

2-10 peserta didik/konseli agarmereka mampu melakukan


10

pencegahan masalah pemeliharaan nilai-nilai, dan pengembangan

keterampilan-keterampilan hidup yang dibutuhkan.

Menurut Nurihsan (2003) bimbingan kelompok merupaakan

bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi

kelompok.

Menurut Gibson dan Mitchell (2011) menyatakan bimbingan

kelompok mengarah pada aktivitas-aktivitas kelompok yang

berfokus kepada penyediaan informasi atau pengalaman lewat

aktivitas kelompok yang terencana dan terorganisir.

Menurut pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan

bimbingan kelompok merupakan kegiatan yang bersifat

membantu kepada konseli/klien dengan format kelompok 2-10

orang yang mempunyai tujuan memberikan wawasan informasi,

serta memecahkan masalah melalui pemikiran bersama.

2) Tujuan Bimbingan Kelompok

Menurut Bennet (dalam Romlah, 2006) mengemukakan

bimbingan kelompok sebagai berikut:

a) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar hal-hal

penting yang berguna bagi pengarahan yang berkaitan dengan

masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial.

b) Mempelajari secara kelompok masalah-masalah pertumbuhan

dan perkembangan, belajar menyesuaikan diri dalam


11

kehidupan orang dewasa, dan menerapkan pola hidup yang

sehat.

c) Mempelajari secara kelompok dan menerapkan metode-

metode pemahaman diri mengenai sikap, minat, kemampuan,

kepribadian dan kecenderungan sifat dan penyesuaian pribadi

serta sosial.

d) Memberikan layanan-layanan penyembuhan melalui kegiatan

kelompok dengan:

1) Mempelajari masalah –masalah manusia pada umumnya

2) Mempelajari emosi, dinamika kepribadian, dan

emmecahkan masalah-masalah dalam suasana permisif.

e) Untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan secara lebih

ekonomis dan efektif daripada emlalui kegiatan bimbingan

individual.

f) Untuk melaksanakan layanan konselingsecara lebih efektif.

Dengan mempelajari masalah-masalah yang umum dialami

oleh individu dan dengan meredakan ataumenghilangkan

hambatan-hambatan emosional melalui kegiatan kelompok,

maka pemahaman terhadap masalah individu menjadi lebih

mudah.

Menurut Hartinah (2009) tujuan bimbingan kelompok

adalah sebagai berikut:


12

a) Melalui bimbingan kelompok, murid dilatih menghadapi tugas

bersama atau memecahkan suatu masalah bersama. Dengan

demikian sedikit banyak peserta didik untuk hidup bersama.

Hal tersebut akan dperlukan selama hidupnya.

b) Dalam mendiskusikan sesuatu bersama, murid didorong untuk

berani mengemukakan pendapatnya dan menghargai pendapat

orang lain. Selain itu, beberapa murid akan lebih berani

membicarakan kesukarannya dengan pembimbing setelah

mereka mengerti bahwa teman-temannya juga mengalami

kesukaran tersebut.

Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat

disimpulkan tujuan bimbingan kelompok adalah membantu

peserta didik untuk mempelajari masalah-masalah pada

kehidupannya, dan mempelajari ilmu-ilmu tentang pemahaman

diri.

3) Tahapan – Tahapan Bimbingan Kelompok

Menurut Prayitno (2001) bimbingan kelompok

diselenggarakan melalui empat tahap kegiatan, yaitu:

1) Tahap Pembentukan, Yaitu tahap untuk membentuk sejumlah

individu menjadi satu kelompok yang siap mengembangkan

dinamika kelompok untuk mencapai tujuan bersama.


13

2) Tahap Peralihan, yaitu tahapan untuk mengalihkan kegiatan

awal kelompok ke kegiatan berikutnya yang lebih terarah pada

pencapaian tujuan kelompok.

3) Tahap kegiatan, yaitu kegiatan inti untuk membahas topik-

topik tertentu atau mengentaskan masalah pribadi anggota

kelompok.

4) Tahap pengakhiran, yaitu tahapan akhir kegiatan untuk melihat

kembali apa yang sudah dilakukan dan dicapai oleh kelompk,

serta merencanakan kegiatan.

Menurut Tohirin (2013) mengemukakan beberapa tahapan

bimbingan kelompok, yaitu

1) Tahap pertama, perencanaan awal mencakup kegiatan:

identifikasi topik yang dibahas, membentuk kelompok.

2) Tahap kedua, pelaksanaan mencakup kegiatan:

mengkomunikasikan rencana bimbingan, mengorganisasikan

kegiatan bimbingan, menyelenggarakan layanan bimbingan

melalui tahapan pembentukan, peralihan, kegiatan, dan

pengakiran.

3) Tahap ketiga, evaluasi mencakup kegiatan: menetapkan materi

evaluasi, menetapkan prosedur dan standar evaluasi, menyusun

instrumen evaluasi, mengolah hasil instrumen.


14

4) Tahap keempat, analisis hasil evaluasi yang mencakup

kegiatan: menetapkan norma atau standar analisis, melakukan

analisis, dan menfasirkan hasil analisis.

5) Tahap kelima, tindak lanjut mencakup kegiatan: menetapkan

jenis dan arah tindak lanjut, mengkomunikasikan rencana

tindak lanjut, melaksanakan rencana tindak lanjut.

6) Tahap keenam, laporan yang mencakup kegiatan: menyusun

laporan, menyampaikan laporan kepada kepala seklah atau

madrasah, dan pihak-pihak terkait, mendokumentasikan hasil

laporan layanan.

Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan

Tahapan bimbingan kelompok yang diselenggarakan ada empat

tahapan adalah tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap

kegiatan, dan tahap pengakhiran.

b. Teknik Problem Solving

1) Pengertian Teknik Problem Solving

Menurut Romlah (2006) Teknik problem solving merupakan

suatu proses kreatif dimana individu-individu menilai perubahan-

perubahan yang ada pada dirinya dan lingkungannya dan membuat

pilihan-pilihan baru, keputusan-keputusan atau penyesuaian yang

selaras dengan tujuan-tujuan dan nilai-nilai hidupnya.

Problem solving atau pemecahan masalah merupakan suatu

proses pencarian dan penemuan jalan keluar terhadap suatu masalah


15

yang sedang dihadapi dalam kehidupan dirinya (Suharman dalam

Rosidah, 2016).

Menurut Pranomo, A. (2020) Teknik pemecahan masalah

merupakan metode penerapan untuk mengajarkan pada invidu

bagaimana memecahkan masalah secara sistematis.

Menurut Bahri dan Zain (dalam Agustina, N., dkk, 2017)

menjelskan bahwa teknik problem solving bukan hanya sekedar

metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir,

sebaba dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode

lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai menarik

kesimpulan.

Pendapat di atas selaras dengan pendapat Hamdani (2011) metode

pemecahan masalah merupakan metode dalam kegiatan

pemebelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai

masalah, baik masalah pribadi dipecahkan sendiri atau secara

bersama-sama.

Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa teknik

problem solving merupakan suatu cara penyelesaian masalah dengan

sistematis melalui penerapan pola, aturan, metode-metode dan

langkah-langkah yang tepat untuk memecahkan masalah

individu/klien.
16

2) Tujuan Teknik Problem Solving

Menurut Romlah (2006) mengemukakan tujuan utama dari

teknik problem solving adalah sebagai berikut:

a) Mengembangkan kemampuan berpikir, terutama dalam mencari

sebab-akibat dan tujuan masalah. Teknik ini melatih siswa dalam

cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil langkah-langkah

apabila akan memecahkan suatu masalah.

b) Memberikan kepada siswa pengetahuan dan kecakapan praktis

yang bernilai/bermanfaat bagi keperluan hidup sehari-hari. Teknik

ini memberikan dasar-dasar pengalaman yang prkatis mengenai

bagaimana cara-cara memecahkan masalah dan kecakapan ini

dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi masalah-masalah

lainnya didalam masyarakat.

Hal-hal yang menghambat metode pemecahan masalah adalah:

a) Masalahnya belum dipahami benar

b) Individu yang bersangkutan tidak dapat menarik hubungan

antara situasiyang satu dengan yang lain, antara data yang satu

dengan data lainnya dan tidak dapat menghubungkan

pengalaman dan apa yang sudah dipelajari dengan masalah

yang dihadapinya.

c) Tidak mengikuti angkah pemecahan masalah tahap demi

tahap, tetapi lebih mengikuti intuisi dan emosionalnya.


17

d) Kurang percaya diri, tidak mempertimbangkan keputusan

secara mendalam dan mempunyai prasangka pribadi.

Menurut Mujiono dkk (2009) mengemukakan beberapa tujuan

teknik problem solving, sebagai berikut:

a) Melatih kemampuan berpikir individu dalam menghadapi

suatu masalah

b) Melatih individu menemkan langkah-langkah yang ditempuh

bila menemukan masalah yang ada kemiripannya dan mencari

solusinya

c) Melatih individu bagaimana cara bertindak dan berbuat dalam

situasi yang baru ditemukannya

d) Melatih individu bagaimana bekerja yang sistematis sehingga

masalah yang dihadapi lebih mudah dipecahkan dan mnecari

solusi

e) Belajar meneliti suatu masalah dari berbagai segi pandang

pada situasi yang sulit.

Berdasarkan pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan

mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam memahami lebih

dalam tentang masalah yang dialaminya serta mengupayakan

memecahkan masalah dengan mengambil langkah-langkah yang tepat

dan benar.
18

3) Tahapan – tahapan Pelaksanaan Teknik Problem Solving

Menurut Romlah (2006) mengemukakan langkah-langkah atau

tahapan pelaksanaan teknik pemecahan masalah sebagai berikut:

1) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah

a) Individu yang bersangkutan harus memiliki kesadaran

mempunyai masalah dan mempunyai kebutuhan untuk

memecahkannya.

b) Setelah masalah diketahui kemudian dirumuskan. Rumusan

masalah harus emuat kesulitan yang dihadapi sekarang, dan

perubahan atau pemecahan yang diinginkan.

2) Mencari sumber dan mempekirakan sebab-sebab masalah

a) Setelah merumuskan rumusan masalah selanjutnya adalah

mengidentifikasi sebab-sebab masalah.

b) Untuk menentukan luasnya masalah, pertanyaan-pertanyaan

berikut dapat membantu.

c) Berapa orang yang terlibat dalam masalah itu?

d) Sejauh mana masalah itu mempengaruhi orang tersebut?

e) Data yang sudah terkumpul kemudian dipilah-pilah, mana

yang merupakan pendorong dan yang mana menghambat

pemecahan masalah.

3) Mencari alternatif pemecahan masalah

4) Menguji kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelelmahan masing-

masing alternatif
19

a) Masing – masing alternatif pemecahan masalah diuji

keuntungan dan keelmahannya.

b) Alternatif yang dipandang tepat adalah yang paling sedikit

mempunyai kelemahannya.

5) Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntukan

dan

6) Mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai

a) Penilaian dilakukan dengan melihat apakah ada kesenjangan

dan antara masalah yang dirumuskan dengan pemecahan atau

tidak.

Menurut Hamdani (2011) menyebutkan tahapan-tahapan

pelaksanaan problem solving sebagai berikut:

1) Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan, masalah ini haus

tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya.

2) Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk

memecahkan masalah

3) Menetapkan jawaban sementara dari masalah

4) Menguji kebenaran jawaban kesimpulan

Berdasarkan pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan tahapan-

tahapan teknik problem solving adalah merumuskan masalah, mencari

sumber sebab-sebab masalah, mencari alternatif pemecahan masalah,

menguji kekuatan dan kelemahan masing-masing alternatif, memilih


20

alternatif yang paling menguntungkan, mengadakan penilaian terhadap

hasil yang dicapai.

c. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving

Bimbingan Kelompok merupakan suatu proses pemberian layanan

bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan dengan format

kelompok yang dilakukan oleh seorang ahli (profesional) bertujuan agar

invidu dapat memhami dirinya dan lingkungannya, dpaat mengarahkan

diri, menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta dapat

mengembangkan dirinya secara optimal.

Tujuan bimbingan kelompok membantu siswa untuk mempelajari

masalah-masalah pada kehidupannya dan mempelajari ilmu-ilmu tentang

pemahaman diri.

Tahapan bimbingan kelompok yang diselenggarakan ada empat

tahapan adalah tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan

tahap pengakhiran.

Teknik problem solving merupakan suatu cara penyelesaian masalah

dengan sistematis melalui penerapan pola, aturan, metode-metode dan

langkah-langkah yang tepat untuk mmecahkan masalah individu/klien.

Tujuan teknik problem solving adalah mengembangkan kemampuan

berpikir siswa dalam memahami lebih dalam tentang masalah yang

dialaminya serta mengupayakan memecahkan masalah dengan

mengambil langkah-langkah yang tepat dan benar.


21

Tahapan teknik problem solving yang digunakan adalah

merumuskan masalah, mencari sumber sebab-sebab masalah, mencari

alternatif pemecahan masalah, menguji kekuatan dan kelemahan masing-

masing alternatif, memilih alternatif yang paling menguntungkan,

mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai.

Bimbingan kelompok teknik problem solving merupakan layanan

bimbingan melalui format kelompok dengan menggunakan teknik

problem solving yang bersifat membantu individu untuk berpikir ilmiah,

membuat keputusan, pilihan atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan

dan nilai hhidupnya serta mampu memecahkan dan menyelesaikan

masalah secara mandiri.

B. Kerangka Berpikir

Stres akademik merupakan kondisi dimana individu sedang mengalami

stres yang bersumber dari proses belajar mengajar yakni pembelajaran daring,

banyaknya tuntutan-tuntutan atau tekanan-tekanan yang berlebihan, sehingga

individu kurang mampu dalam mengahadapinya. Stres akademik akhir-akhir

ini banyak terjadi dikalangan pelajar khsususnya pelajar yang ikut andil

belajar daring pada masa pandemi covid 19. Dampak yang ditimbulkan dari

stres akademik bisa dilihat dari perubahan-perubahan perilaku yang nampak.

Bimbingan kelompok teknik problem solving merupakan bantuan yang

diberikan oleh konselor kepada konseli dalam format kelompok dengan

menggunakan teknik problem solving yaitu konselor dan konseli akan


22

membuat sebuah kontrak atau perjanjian dalam penyelesaian tentang

permasalahan yang dialami dan dibahas dalam bimbingan kelompok. Teknik

problem solving dapat membantu individu agar konsisten dan bertanggung

jawab dengan apa yang telah disepakati dalam kontrak atau perjanjian yang

ditetapkan.

Selanjutnya, dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok teknik

problem solving nantinya mampu mereduksi stres akakdemik yang dinilai

merugikan individu itu diri sendiri. Teknik problem solving memiliki

komponen untuk mencegah suatu permasalahan dan membantu individu

menanggapi tujuan yang diinginkan, peserta didik secara bersama-sama

memberi gagasan atau pendapat, serta mengembangkan nilai-nilai berupa

tindakan realita yang ada agar tersampaikan dengan baik.

Tujuan pemanfatan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving

maka siswa diharapkan secara optimal dapat mengalami perubahan perilaku

yaitu dapat mereduksi stres akademik dan mencapai peningkatan perilaku

yang positif setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok. Dengan

demikian pemanfaatan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving

akan peneliti pilih sebagai altefatif dalam usaha mereduksi stres akademik.

C. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan pada kajian teori di atas maka hipotesis dalam penelitian ini

yaitu Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving dapat

mereduksi Stres Akademik pada Siswa SMK Cendekia Madiun.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat Dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Cendekia Madiun. Tempat

penelitian ini terdapat di Jl. Letkol Samsudin No. 22-24, Kanigoro, Kec.

Kartoharjo, Kota Madiun. Peneliti memilih lokasi penelitian tersebut di

karenakan adanya beberapa pertimbangan atau observasi di sekolah

tersebut, terdapat beberapa data yang mendukung mengenai adanya stres

akademik, sehingga peneliti berasumsi bahwa tempat tersebut layak

digunakan untuk peneltian.

Ditinjau dari segi geografis SMK Cendekia Madiun terletak sangat

strategis yaitu terletak di jalan raya yang mudah dijangkau dengan sarana

transportasi, sekitar 5 menit dari kampus utama Universitas PGRI

Madiun. Lokasi yang strategis membuat SMK Cendekia Madiun mudah

dijangkau oleh masyarakat sekitar.

Dilihat dari segi sosial budaya, kondisi sekolah ini cukup kondusif.

Pihak sekolah yang mudah diajak untuk berkoordinasi dalam

melaksanakan penelitian, siswa cukup antusias terhadap segala hal yang

berkaitan dengan kemajuan-kemajuan pendidikan, walaupun tidak jarang

ada beberapa siswa yang tidak terlalu antusia.

23
24

2. Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini direncanakan akan dilakukan selama 4 bulan

dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.1 Jadwal Rencana Penelitian

No Kegiatan Bulan
April Mei Juni Juli
1 Pengajuan judul
2 Penyusunan proposal
3 Penyusunan instrument
4 Uji validitas reliabilitas
5 Pengambilan data
6 Analisis data
7 Pelaksanaan pemberian layanan atau
treatment
8 Penyusunan laporan hasil penelitian

B. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design. Desain

ini digunakan oleh peneliti dikarenakan penelitian ini bertujuan

membandingkan hasil yang didapat sebelum dan sesudah mendapatkan

treatment. Treatment yang akan dilakukan peneliti berupa bimbingan

kelompok teknik problem solving dengan materi pembahasan yaitu mengenai

stres akademik.

O1 X O2

Gambar 3.1 Desain One Group Pretest Posttest


25

Keterangan:

O1 : Observasi sebelum diberi perlakuan (Pretest)

X : Perlakuan (treatment) dengan bimbingan kelompok teknik

problem solving

O2 : Observasi sesudah diberi perlakuan (Pottest)

Prosedur penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Tahap persiapan, meliputi:

a. Perancangan penelitian

b. Studi literature

c. Pembuatan instrumen penelitian

d. Validasi instrumen penelitian

2. Tahap pelaksanaan sampel pada satu kelas penelitian:

a. Pengelompokkan sampel pada satu kelas penelitian

b. Melaksanakan pre-test untuk mengetahui kondisi di lapangan stres

akademik siswa

c. Pemberian treatment layanan bimbingan kelompok teknik problem

solving

C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2017) populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan lalu kemudian
26

ditarik kesimpulannya. Hal ini berarti populasi dalam penelitian tidak

hanya orang saja, melainkan obyek dan benda lainnya juga termasuk

populasi. Selain itu, populasi juga bukan hanya sekedar jumlah yang ada,

namun setiap sifat yang ada pada subyek atau pun obyek penelitian.

Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMK Cendekia Madiun

Kelas X PKM yang terdiri 100 siswa.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2016) sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan

peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,

misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, waktu, maka peneliti dapat

menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari

dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi.

Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul

representative (mewakili). Maka, berdasarkan populasi diatas peneliti

mengambil sampel dengan jumlah 7 siswa kelas X PKM dari 100 siswa.

3. Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive

sampling. Penempatan sampel dengan teknik purposive sampling ini

disesuaikan dengan pendapat Darmawan (2013) yaitu responden yang

terpilih menjadi anggota dari sampel atas dasar pertimbangan penelitian

itu sendiri. Sampel ini bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek

bukan didasarkan dari strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas
27

tujuan tertentu. Sampel tersebut didapatkan dari wawancara mengenai

stres akademik siswa dari konselor di sekolah.

D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

1. Variabel Penelitian

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan bimbingan

kelompok teknik problem solving, Dan dengan variabel terikat yaitu Stres

Akademik dalam pembelajaran daring pada masa pandemi covid 19.

2. Definisi Operasional

a. Stress Akademik

Stres akademik merupakan kondisi dimana individu sedang

mengalami stres yang bersumber dari proses belajar mengajar yakni

pembelajaran daring, banyaknya tuntutan-tuntutan atau tekanan-

tekanan yang berlebihan, sehingga individu kurang mampu dalam

menghadapinya.

Ciri-ciri atau indikator stres akademik sebagai berikut:

1) Gelaja pikiran, berupa kurangnya kepercayaan diri, takut gagal,

sulit konsentrasi, khawatir akan masa depan, dan melupakan

banyak hal.

2) Gejala perilaku, yakni perilaku implusif pada individu, menyendiri,

banyak/kurang tidur, sering menangis, dan nafsu makan

meningkat/berkurang.
28

3) Gejala fisik, berupa mulut kering, telapak tangan berkeringat,

mudah lelah, mudah sakit, trmor, mual dan gangguan pencernaan.

4) Gejala perasaan, berupa individu mengalami kegelisahan, mudah

marah, murung, dan takut.

b. Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving

Layanan bimbingan melalui format kelompok dengan

menggunakan teknik problem solving yang bersifat membantu

individu untuk berpikir ilmiah, membuat keputusan, pemilihan, atau

penyesuaian yang selaras dengan tujuan hidupnya serta mampu

memecahkan masalah secara mandiri. Berikut tahapan bimbingan

kelompok teknik problem solving:

1) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah

2) Mencari sumber dan mempekirakan sebab-sebab masalah

3) Mencari alternatif pemecahan masalah

4) Menguji kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelelmahan masing-

masing alternatif

5) Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntukan

dan

6) Mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data untuk menggungkapkan data tentang stres

akademik siswa adalah dengan teknik angket. Sugiyono (2016) menjelaskan


29

bahwa angket atau bisa disebut sebagai kuesioner merupakan merupakan

teknik pengumpulan data yang memberi seperangkat pertanyaan atau

pernyataan tertulis responden untuk dijawab. Kuesioner akan menjadi efisien

apabila peneliti mengetahui dengan pasti apa yang diukur dan tahu apa yang

bisa diharapkan dari responden.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan sebagai pengumpul

data dalam sebuah penelitian bisa berupa kuesioner. Jadi dalam instrumen

penelitian terdapat berbagai macam metode dalam pengambilan datanya

(Siregar, 2012). Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan yaitu

kuesioner.

Sugiyono (2017) menyatakan bahwa angket atau bisa disebut sebagai

kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang memberi seperangkat

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

Kuesioner akan menjadi efisien apabila peneliti mengetahui dengan pasti apa

yang diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

Kuesioner disusun oleh peneliti sendiri dalam bentuk pernyataan. Jenis

kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Pernyataan yang

diberikan kepada responden sudah dalam bentuk pilihan, hal ini mudahkan

resppnden dalam mengisi kuesioner tidak emmerlukan pendapat. Kuesioner

itu juga memudahkan peneliti untuk menganalisis data yang terkumpul

dengan mudah. Jumlah item untuk satu angket yaitu 2 x 20 butir. Setiap satu
30

variabelnya sehingga dalam penelitian ini jumlah item yang akan digunakan

yaitu 40 butir item pernyataan.

Skala pengukuran angket dalam penelitian dini disusun menggunakan

skala likert sebagai alat ukur yang diberikan kepada responden.

Siregar (2012) berpendapat bahwa skala likert adalah skala yang dapat

digunakan untuk mengukur sikap pendapat, persepsi seseorang tentang suatu

obyek. Jadi juga dapat mengukur sekelompok orang yang tenatng fenomena

sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik

oleh peniliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dalam

skala likert memiliki dua bentuk pernyataan yaitu positif dan negatif atau

favorable dan unfavorable cara yang digunakan dalam pengambilan skor

pernyataan angket adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 skor favorable dan unfavorable

Pernyataan Sangat Sering Jarang Tidak


Sering pernah
Favorable 4 3 2 1
Unfavorable 1 2 3 4
Ketentuan dalam pemeberian skor angket adalah sebagai berikut:

1. Jawaban sangat sering mendapatkan skor 4 pada favorable dan

memperoleh skor 1 pada unfavorable

2. Jawaban sering mendapatkan skor 3 pada favorable dan memperoleh

skor 2 pada unfavorable

3. Jawaban jarang mendpatkan skor 2 pada favorable dan memperoleh skor

3 pada unfavorable
31

4. Jawaban tidak pernah mendapatkan skor 1 pada favorable dan

memperoleh skor 4 pada unfavorable

Dengan menggunakan cara perhitungan diatas maka akan memberikan

banyak pilihan yang ada, baik dari sudut pandang yang bersifat positif

maupun yang bersifat negative sehingga responden akan membaca

keseluruhan item dan menimbang tentang kesesuaian dengan dirinya, apakah

ia sangat sering, sering, jarang, dan tidak pernah.

Angket pada penelitian ini berupa angket pre test dan post test.

Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti ini meliputi:

1. Menyusun kisi-kisi yang berdasarkan teori-teori yang menjadi dasar

tentang stres akademik.

Tabel 3.3 Kisi-kisi Angket Stres Akademik

No Indikator item Distribusi item Jumlah


pernyataan
Favorable Unfavorable
1 Gejala Fisik
1. Mudah lelah 1 6 2
2. Sulit tidur 2 7 2
3. Sakit mudal / gangguan 3 8 2
pencernaan
4. Telapak tangan berkeringat 4 9 2
5. Wajah tampak pucat 5 10 2
2 Gejala Perilaku
1. Sering melamun 11 16 2
2. Mudah menyalahkan orang 12 17 2
lain
3. Suka berbohong 13 18 2
4. Membolos sekolah 14 19 2
5. Menyendiri 15 20 2
3 Gejala Perasaan
1. Cemas 21 26 2
2. Merasa terancam 22 27 2
3. Sedih berlebihan 23 28 2
32

4. Mudah marah 24 29 2
5. Trauma 25 30 2
4 Gejala Pikiran
1. Grogi 31 36 2
2. Sulit berkonsentrasi 32 37 2
3. Takut gagal 33 38 2
4. Prestasi menurun 34 39 2
5. Sering melupakan banyak 35 40 2
hal

Jumlah 40

Dalam kegiatan pengambilan data, instruen terlebih dahulu harus

melewati uji validitas dan uji realiabilitas. Jika sudah memenuhi kedua uji

tersebut akan digunakan dalam mengambil data dan akan memberikan hasil

yang maksimal.

1. Uji validitas

Sugiyono (2017) berpendapat bahwa instrumen yang valid berrati alat

ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid

berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang

hendak diukur. Hasil penelitian bisa dikatakan valid apabila terdapat

persamaan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti sesuai

dengan data yang sudah terkumpul.

Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan berdasarkan item

pernyataan pada kuesioner dengan menggunakan korelasi pada setiap item

pernyataan dengan skor keseluruhan yang telah diperoleh dengan korelasi

product moment dengan rumus sebagai berikut:

√ } }
33

(Sugiyono, 2017)

Keterangan:

Rxy : Koefisien antara skor item dengan skor total

N : Jumlah responden atau sampel

X : Skor butir soal

Y : Skor total soal

Kriteria validitas menggunakan r dari product moment yaitu dengan

taraf signifikan sebesar 0,05. Jika nilai r hitung ≥ r tabel maka item

tersebut dinyatakan valid.

Kriteria validitas menggunakan r dari product moment dengan taraf

spesifikasi 5% r hitung > r table maka item dinyatakan valid. Untuk mnghitung

uji validitas dalam penelitian ini peneliti menggunakan SPSS. Berdasarkan

perhitungan uji coba validasi diketahui bahawa nilai terendah r hitung 0,004

dan nilai tertinggi 0,899, sedangkan nilai r table adalah 0.361. ada 8 item

yang berada di bawah 0.361 yaitu item no 33, 34, 35, 36, 37, 39, 40

karena nilai rhitung<rtable. dengan demikian, item angket no 33, 34, 35, 36,

37, 39, 40 dinyatakan tidak valid sedangkan yang lainnya dinyatakan valid

karena nilai rhitung>rtable. (Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat

pada lampiran 7).

Tabel 3.4 Kriteria Validitas Instrumen

Nilai r Interpretasi
0,80-1.00 Sangat tinggi
0,60-0,799 Tinggi
0,40-0,599 Cukup
0,20-0,399 Rendah
0,00-0,199 Sangat rendah
34

Adapun hasil uji validitas pada angket stres akademik adalah sebagai

berikut:

Tabel 3.5 Hasil Uji Stres Akademik

Nilai r Interpretasi Jumlah Item


0,80-1,00 Sangat tinggi 4
0,60-0,799 Tinggi 17
0,40-0,599 Cukup 10
0,20-0,399 Rendah 4
0,00-0,199 Sangat rendah 5
Jumlah item soal valid 30
Jumlah item soal tidak valid 10

2. Uji realiabilitas

Sugiyono (2017) menyatakan bahwa instrumen yang reliabe berarti

instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang

sama akan menghasilkan data yang sama. Instrumen yang reliabel belum

tentu valid. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian

validitas instrumen. Oleh karena itu, instrumen yang valid umumnya

reliabel tetapi pengujian reliabilitas juga perlu dilakukan. Pengujian

dengan teknik ini dilakukan untuk jenis data interval atau esay. Berikut

adalah rumus koefisien reliabilitas Alfa Cronbach:

(Sugiyono, 2017)

Keterangan:

K : Mean Kuadrat antara subyek

∑Si² : Mean Kuadrat Kesalahan


35

St² : Varian Total

Sedangkan untuk rumus varian total dan varian item adalah:

St² = (∑Xt²) – (∑Xt²)

n n

Si²= Jki – JKs

n n

Keterangan:

Jki : Jumlah Kuadrat seluruh item

JKs : Jumlah Kuadrat Subyek

Untuk mengetahui tingkat kestabilan suatu alat ukur dilakukan uji

reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha. Maka peneliti menggunakan

SPSS Versi 16 untuk mempermudah analisis data.

Kriteria penyajian jika r hitung (0,959) > r table (0,361) maka item dinyatakan

reliabel. Setelah perhitungan hasil uji angket stres akademik ini adalah

reliabel yakni apabila dibandingkan r hitung lebih besar dari r table, maka angket

uji validasi dan uji reliabel dapat digunakan untuk penelitian. (Hasil

perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran )

Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Stes Akademik

rHitung rtabel (o) Keterangan


0,959
0,361 Reliabel

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

menggunakan metode statistis non parametris dengan rumus korelasi product


36

moment dan melalui pengujian Wilcoxon dengan berbantu aplikasi SPSS.

21.0. Teknik Wilcoxon merupakan teknik yang digunakan sebagai

penyempurna dari tahap pengujian sebelumnya, Uji wilcoxon test digunakan

untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel berpasangan atau

dua sampel yang berkorelasi bila datanya ordinal (Sugiyono, 2016).

Jika dari perhitungan sebelumnya untuk selisih dari angka antara positif

dan negatif tidak di perhitungkan maka uji dengan Wilcoxon ini

diperhitungkan. Tes ini merupakan tes untuk menguji komparatif. Adapun

rumus uji wilcoxon-test sebagai berikut:

Keterangan :

T: Jumlah pasang yang tidak sama nilainya

N : banyaknya pasang yang tidak sama nilainya


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Berdasarkan hasil analisis pada lampiran, denga menggunakan aplikasi SPSS

(Statistical Product and Service Solutions) versil 21, dapat dideskripsikan

sebagai berikut :

1. Deskripsi data stres akademik sebelum diberikan treatment layanan

bimbingan kelompok teknik problem solving / (pre-test)

Data diambil dari angket stres akademik dengan N= 7, dengan

rentang skor angket:84-97, maka diperoleh data sebagai berikut:

mean=90,57, median = 92, modus=92, standard deviasi= 4,392, variasi=

19,288, Range= 13, Xt nilai tertinggi= 97, dan Xr nilai terendah= 84.

Tabel 4.1 Distribusi frekuensi data stres akademik sebelum

diberikan bimbingan kelompok teknik problem solving.

interval frekuensi Xi
84 85 1 84.5
86 87 1 86.5
88 89 0 88.5
90 91 1 90.5
92 93 3 92.5
94 95 0 94.5
96 97 1 96.5
jumlah 7

37
38

Berdasarkan hasil distribusi nilai di atas dibuat gambar 4.1

Gambar 4.1 stres akademik sebelum diberikan treatment bimbingan

kelompok teknik problem solving.

100

80

60 frekuensi
Xi
40

20

0
84 85 86 87 88 89 90 91

2. Deskripsi data stres akademik sesudah diberikan treatment

bimbingan kelompok teknik problem solving / (pos-test)

Data diambil dari angket stres akademik dengan N=7, dengan

rentang skor angket: 46-48, maka diperoleh data sebagai berikut: mean=

46,86, modus= 47, median=47, stadard deviasi= 0,690, variasi= 0,476,

Range= 2, Xt nilai tertinggi= 48, Xr nilai terendah= 46.

Tabel 4.2. Distrbusi frekuensi data stres akademik sesudah diberikan

bimbingan kelompok teknik problem solving.

interval frekuensi Xi
46 46.5 2 28.6
46.6 47.1 4 57.1
47.2 48 1 14.3
jumlah 7
39

60

50

40
frekuensi
30
xi
20

10

0
46 46.5 46.6 47.1 47.2 48

Berdasarkan hasil distribusi nilai di atas dapat dibuat gambar 4.2.

Gambar 4.2. Diagram Stres akademik sesudah diberikan treatment

bimbingan kelompok teknik problem solving

B. Hasil Pengujian Hipotesis

Setelah melakukan penelitian didapat datanya perbedaan antara hasil

pretest dan post-test yaitu hasil skor total pre-test sebesar 634. Sedangkan

hasil skor total post-test sebesar 328 serta berdasarkan hasil uji wilcoxon

melalui SPSS (statistik product and Service Solution) dari variabel stres

akademik dengan total 7 sampel menunjukkan hasil signifikan (Asym. Sig. 2-

tailed) sebesar 0.18 yang artinya kurang dari batasan kritis 0.05, penelitian

dengan uji wilcoxon. Hal ini berarti memiliki keputusan hipotesis diterima

dan terdapat perbedaan hasil antara sebelum diberikannya treatment dan

sesudah diberikannya treatment.

Merujuk dari hasil siginifikan 0.018 < 0.05 maka perbedaan tersebut

menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yang artinya bimbingan kelompok

teknik probelm solving dapat mereduksi stres akademik dalam pembelajaran


40

daring masa pandemi pada siswa kelas X PKM SMK Cendekia Madiun tahun

ajaran 2020/2021.

C. Pembahasan

Dari analisis dalam penelitian ini menyajikan hasil bahwa terdapat

perbedaan yang signifikan terhadap stres akademik pada siswa kelas X PKM

SMK Cendekia Madiun, sebelum dan sesudah diberikan layanan (treatment)

bimbingan kelompok teknik problem solving. Hal ini dapat dilihat pada nilai

rata-rata skor dalam stres akademik yang mengalami perubahan setelah

mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving

mengalami penurunan, skor tersebut menurun jika dibandingkan sebelum

dilakukan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving.

Bimbingan kelompok teknik problem solving merupakan layanan

bimbingan melalui format kelompok dengan menggunakan teknik problem

solving yang bersifat membantu individu untuk berpikir ilmiah, membuat

keputusan, pilihan atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan dan nilai

hidupnya serta mampu memecahkan masalah secara mandiri.

Berdasarkan dengan hasil penurunan tersebut menunjukkan bahwa

bimbingan kelompok teknik problem solving dapat sebagai solusi untuk

mereduksi stres akademik pada siswa kelas X SMK Cendekia Madiun.

Penelitian ini dilakukan dengan 7 sampel yang telah memenuhi kriteria yang

telah melalui tahap pre-test dengan nilai rata-rata 90,57, peneliti melakukan

layanan bimbingan kelompok teknik problem solving dengan rentan waktu 4


41

hari, dan setelah melalui tahap post-test menghasilkan nilai rata-rata 46.86,

sehingga dapat disimpulkan bahwa ada penurunan dalam stres akademik.

Hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa bimbingan kelompok

teknik problem solving dapat untuk mereduksi stres akademik pada siswa

kelas X SMK Cendekia Madiun. Hal tersebut dapat dilihat melalui perbedaan

dan sesudah diberikan layanan. Oleh sebab itu, dapat diartikan bahwa

hipotesis peneliti bisa dibuktikan kebenarannya.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian relevan dibawah ini,

Pertama, Penelitian yang dilakukan oleh Nurfaizal (2017) Bimbingan

kelompok dengan teknik Problem Solving untuk mereduksi perilaku agresif

siswa. Tujuan penelitian ini menjelaskan efektivitas layanan bimbingan

kelompok dengan teknik problem solving untuk mereduksi perilaku agresif

siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku agresif menurun dengan

perolehan nilai rata-rata 69.4 lebih rendah dibandingkan pada saat sebelum

diberi layanana bimbingan kelompok dengan teknik problem solving

memperoleh nilai rata-rata 77.8.

Kedua , Penelitian yang dilakukan oleh Ilmiati, E. (2020)

Penggunaan Teknik Problem Solving dalam Bimbingan Kelompok untuk

Menurunkan Kesulitan Belajar Siswa SMP. Tujuan penelitian ini menjelaskan

teknik problem solving dalam bimbingan kelompok dapat menurunkan

kesulitan belajar siswa SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan

teknik problem solving dalam bimbingan kelompok secara signifikan dapat


42

menurunkan intesitas kesulitan belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 21

Surabaya.

Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Tayibu, R. (2019)

Implementasi teknik problem solving dalam bimbingan kelompok untuk

mengurangi ketergantungan media sosial pada siswa di SMA Negeri

Pangkep. Tujuan penelitian ini menjelaskan penerapan teknik problem

solving dalam bimbingan kelompok untuk mengurangi ketergantungan media

sosial siswa di SMA Negeri Pangkep. Hasil penelitian ini menunjukkan

bahwa penggunaan problem solving efektif digunakan khususnya dalam

mengurangi ketergantungan media sosial pada siswa di SMA Negeri

Pangkep.
43

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Sesuai dengan hasil analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti

dengan melakukan pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan

kelompok dengan teknik problem solving dapat mereduksi stres akademik

dalam pemebelajaran daring masa pandemi pada siswa kelas X PKM SMK

Cendekia Madiun.

B. Saran

1. Sekolah

Pihak sekolah hendaknya memberikan rekomendasi kepada guru

bimbingan dan konseling untuk menerapkan layanan bimbingan

kelompok dengan teknik problem solving secara menyeluruh untuk

mereduksi stres akademik dalam pembelajaran daring masa pandemi.

2. Guru BK

Guru hendaknya memberikan dukungan pada program layanan bimbingan

dan konseling yang diberikan di sekolah dengan mengembangkan

kemampuan para siswa melalui mata pelajaran yang menjadi tugasnya,

serta melaporkan kepada guru bimbingan dan konseling jika diketahui

terdapat siswa yang mengalami stres akademik.


44

3. Orang Tua

Orang tua harus mengawasi segala tingkah laku siswa di di rumah,

sehingga jika diketahui menyimpang, orang tua dapat memberikan

pengarahan. Selain itu orang tua siswa hendaknya juga harus

menyakinkan dan memberikan kepercayaan pada anaknya bahwa

konselor di sekolah merupakan tempat yang tepat dalam memecahkan

masalah.

4. Siswa

Siswa hendaknya memahami akan dirinya sendiri bagaimana tingkah

lakunya sehari-hari. Ketika siswa memahami tingkah lakunya

menyimpang dan menyebabkan masalah, siswa seharusnya dapat

menyelesaikan dengan pikiran yang rsional.


45

DAFTAR PUSTAKA

Agolla dan Ongori. (2009). An Assessment Of Academic Stress Among


Undergraduate Students: The Case of University of Botswana.
Educational Research and Review Vo. 4 No. 2. Pp 63-70.

Agustina, N., Nurmaisara, O., dan Anggriana, T. M. (2017). Upaya Meningkatkan


Kematangan Pemilihan Karir melalui Bimbingan Kelompok dengan
Teknik Problem Solving. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan
dan Konseling) Vol. 1 No. 1. Universitas PGRI Madiun

Ahmad Juntuika, Nurihsan. (2003). Bimbingan dan konseling Dalam Berbagai


Latar Kehidupan. Jakarta: Refilka Aditama

Asulami, S., dkk (2018) Perception Of Academic Stress Among Health Science
Praparatory Program Student Ini Two Saudi Univeritas. Dovepress:
Advances In Medical Education And Practice Volume 9 PP. 159-164

Aza, I. N., Atmoko, A., dan Hitipeuw, I. (2019). Kontribuasi Dukungan Sosial,
Self Esteem, dan Resiliensi terhadap Stres Akademik Siswa SMA. Jurnal
Pendidikan Vol. 4 No. 4 pp. 491-498.

Barseli, M., Ifdil, I., dan Nikmarijal, N. (2017). Konsep Stres Akademik Siswa.

Barseli, M., Ifdil, I., dan Nikmarijal, N. (2020). Pengembangan Modul Bimbingan
dan Konseling Untuk Pengolahan Stres Akademik Siswa. Jurnal
Konseling dan Pendidikan Volume 8 Nomor 2 Hal 72-78.

Darmawan, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: pt. Remaja


Rosdakarya

Desmita. (2017). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja


Rosdakarya.

Dimyati dan Mujiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Djamarah, B. S dan Zain, A. (2013). Strategi Belajar Menggajar. Jakarta: PT


Rineka Cipta

Gibson, Robert, L. dan Mariane H. Mitchell. (2011). Bimbingan dan Konseling


Yogyakarta: Putaka Pelajar

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia

Hartinah, S. (2009). Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: PT Refika


Aditama
46

Naqiyah dan Wicaksono. (2013). Penerapan Teknik Bermain Peran dalam


Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Interpersonal Siswa Kelas X Multimedia SMK IKIP Surabaya. Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya

Olejnik & Holschuh. (2016). College Rules! How To Study, Srvive, and Succeed
in College (Ebook). United States: Ten Speed Press.

Pranomo, A. (2020). Menignkatkan Kecerdasan Emosional Mellaui Layanan


Bimbinan Kelompok Teknik Problem Solving. Jurnal Prakasa
Paedagogia Vol. 3 No. 1 pp. 65-72.

Romlah, Tatiek. (2006). Teori dan Praktik Bimbingan Kelompok. Malang: UNM

Rosidah, A. (2016). Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Problem Solving Untuk


Menignkatkan Penyesuaian Diri Siswa Terisolir. Jurnal Fokus Konseling
Vol. 2 No. 2 pp. 136-143. STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung

Sadikin, A. dan Hamidah, A. (2020). Pembelajaran Daring di Tengah Wabah


Covid 19. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol. 6 No. 2. Universitas
Jambi

Safira L., Dan Hartati M.T.S. (2021). Gambaran Stres Akademik Siswa SMA
Negeri Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jurusan Bimbingan dan
Konseling, vol 8 No. 1. UNNES

Siregar, S. (2012). Statistik Parametik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi


Aksara

Sugiyono. (2016) Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. (2017) Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta

Suharman. (2005). Personal Adjusment And Mental Helath. New York: Mc.
Grave-Hill, Inc.

Suseno, A., Hartati, S., & Astuti, T.P. (2013). Keenderungan Perilaku Agresif
ditinjau dari Stres Akademik pada Siswa SMA Negeri 1 Pemalang.
Empati volume 2 nomor 3 pp. 222-231

Tohirin. (2013). Bimbingan dan Konseling di sekolah dan Madrasah (Berbasis


Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada

Yusuf, N.W. dan Yusuf, J.W. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi Stres
Akademik Vol. 13 No. 2. LPPM UPI Padang
47

LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Peserta Bimbingan Kelompok

No Nama Kelas
1 Aliyah Nurheni X PKM
2 Egik Pranowo X PKM
3 Hendrik Andrawan X PKM
4 Anggun X PKM
5 Melia Safitri X PKM
6 Fitri Arasi X PKM
7 Tegar Purnama X PKM
48

Lampiran 2. Daftar Nama Uji Validitas dan Realibilitas

No Nama Responden Jenis Kelamin (L/P) Kelas

1 L X PKM
Andre Safri
2 P X PKM
Aliyah Nurheni
3 L X PKM
Ahmad Darussalam
4 P X PKM
Hasna Pandawa
5 L X PKM
Dedy Satrio
6 L X PKM
Deva Sandiaga
7 P X PKM
Rania Putri
8 L X PKM
Angga Setiawan
9 P X PKM
Revina Putri
10 P X PKM
Yusnita Agustin
11 L X PKM
Hendrik Andrawan
12 P X PKM
Dewi Septiva
13 P X PKM
Selvi Anggun
14 P X PKM
Anggun
15 P X PKM
Vita Adistia
16 P X PKM
Desi Olivia
17 P X PKM
Melia Safitri
18 P X PKM
Anggi Berliana
19 P X PKM
Fitri Arasi
20 L X PKM
Rendi Setiawan
21 L X PKM
Fajar Dirgantara
22 L X PKM
Tegar Purnama
23 L X PKM
Rio Dumatubun
24 P X PKM
Oliv Nur Sari
25 L X PKM
Enggar Budiawan
26 L X PKM
Galih Saputro
27 P X PKM
Puput Hanafi
49

28 P X PKM
Riska Lestari
29 P X PKM
Nabila Adellia
30 L X PKM
Egik Pranowo
50

Lampiran 3. Jadwal Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik


Problem Solving

Nama Sekolah : SMK Cendekia Madiun


Kelas/Semester : X / Genap
Tahun Ajaran : 2020/2021

No Hari/ Tanggal Uraian Kegiatan Waktu Pelaksanaan


1 24 Juni 2020 Penyebaran angket 08.00 – 09.00 Peneliti
(uji coba) WIB
2 25 Juni 2020 Pemberian angket 09.40-10.30 Peneliti
pretest (setelah uji WIB
coba)
3 26 Juni 2020 Layanan Bimbingan 08.00 – 09.00 Peneliti
Kelompok I WIB
4 27 Juni 2020 Layanan Bimbingan 10.00 – 11.00 Peneliti
Kelompok II WIB
5 28 Juni 2020 Pemberian angket 07.45 – 08.15 Peneliti
posttest WIB

Mengetahui, Madiun, 28 Juni 2021


Guru Pamong Praktikan

Joko Susilo [Link] David Muhammad Fandika


NIK. 110679 NPM. 1702103004
51

Lampiran 4. Skenario Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KELOMPOK
SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
A Komponen layanan Layanan Dasar
B Bidang layanan Sosial
C Topik layanan Stres akademik dalam pembelajaran daring masa
pandemi covid 19
D Fungsi layanan Pemahaman
E Tujuan umum Agar siswa memahami stres akademik dalam
pembelajaran daring masa pandemi covid 19
F Tujuan khusus 1. Peserta didik dapat memahami pengertian stres
akademik
2. Peserta didik dapat memahami faktor stres
aademik
3. Peserta didik dapat memahami bentuk-bentuk
stres akademik
G Sasaran layanan Kelas X PKM semester Genap
H Materi layanan 1. Pengertian stres akademik
2. Faktor stres akademik
3. Bentuk-bentuk stres akademik
I Waktu 2 x 45 menit
J Sumber Agolla dan Ongori. (2009). An Assessment Of
Academic Stress Among Undergraduate
Students: The Case of University of Botswana.
Educational Research and Review Vo. 4 No. 2.
Pp 63-70
K Metode/Teknik Teknik Problem solving
L Media/Alat Laptop, lembar materi, kartu
M Pelaksanaan
Tahap awal / Pendahuluan (10)
a. Pernyataan Tujuan 1. Praktikan memasuki ruang kelas dan menyapa
peserta didik dengan mengucapkan salam
2. Praktikan memeriksa situasi dan kondisi kelas
3. Praktikan memeriksa kehadiran kelas
4. Praktikan memulai layanan dengan ice breaking
yaitu kuis cak lontong
5. Praktikan memberikan bimbingan kelompok
berupa penjelasan materi stres akademik
b. Penjelasan tentang Praktikan menjelaskan prosedur kegiatan, tujuan
langkah-langkah kegiatan dan penyampaian materi bimbingan
konseling setelah itu praktikan membawakan
materi stres akademik dalam pembelajaran daring.
52

Praktikan memberikan langkah-langkah kegiatan,


tugas dan tanggung jawab peserta didik.
c. Mengarahkan Praktikan memberikan penjelasan tentang
kegiatan memhami materi tentang stres akademik dalam
pembelajaran daring masa pandemi covid 19
d. Tahap peralihan Praktika menanyakan kesiapan peserta didik dalam
pelaksanaan tanggung jawabnya dan memulai ke
tahap inti
Tahap Inti (25 menit)
a. Kegiatan peserta 1. Peserta didik mulai bersiap dan duduk sesuai
didik dengan bangku masing-masing
2. Peserta didik menyimak materi yang dilembar
kertas dan penjelasan dari praktikan
3. Peserta didik mencatat hal-hal yang dirasa
penting
4. Peserta didikmenanyakan kembali hal-hal yang
belum jelas
b. Kegiatan praktikan 1. Praktikan mengamati serta memberikan arahan
kepada peserta didik
2. Praktikan memberikan materi, lembar kerja
siswa, lembar evlauasi, dan menjelaskan materi
terkait stres akademik dalam pembelajaran
daring masa pandemi covid 19
3. Praktikan memberikan kuis bertujuan agar siswa
lebih memahami materi
4. Praktikan memberikan refleksi berupa game
agar peserta didik tetap fokus
5. Praktikan membantu menjawab pertanyaan
siswa yang belum paham
Tahap penutup (10)
a. Praktikan 1. Penguatan yang berkaitan dengan materi yang
memberikan berikan
penguatan 2. Mengevaluasi di lembar kerja
3. Menutup kegiatan dengan doa
b. Merencanakan Bila terdapat ketidaksesuaian maka program akan
tindak lanjut diperbaiki atau direvisi agar tepat sasaran
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Praktikan melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi:
1. Mengadakan refleksi
2. Sikap peserta didik dalam mengkuti kegiatan
(contoh: semangat/kurang semangat/tidak
semangat)
3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya: sesuai dengan topik/kurang sesuai
dengan topik/tidak sesuai dengan topik.
53

4. Cara peserta didik memberikan penjelasan


terhadap pertanyaan praktikan: mudah
dipahami/tidak mudah dipahami/sulit dipahami.
2. Evaluasi Hasil Bila terdapat ketidaksesuaian maka program akan
diperbaiki atau revisi agar tepat sasaran.
1. Merasakan suasana pertemuan:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak
menyenangkan
2. Topik yang dibahas: sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3. Cara praktikan menyampaikan materi: ,udah
dipahami/tidak mudah dipahami/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/kurang
menarik/tidak menarik

Lampiran :
1. Materi yang diberikan secara lengkap (ada)
2. Lembar kerja peserta didik (ada)
3. Lembar evaluasi proses dan hasil (ada)

Mengetahui, Madiun, 24 Juni 2021


Guru Pamong Praktikan

Joko Susilo [Link] David Muhammad Fandika


NIK. 110679 NPM. 1702103004
54

Lampiran 5. Angket Penelitian Stress Akademik

ANGKET PENELITIAN
STRES AKADEMIK SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING
PADA MASA PANDEMI COVID 19

A. PETUNJUK PENGISIAN ANGKET


1. Sebelum Anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan terlebih
dahulu isi daftar identitas yang telah disediakan,
2. Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian jawab yang dianggap
paling tepat.
3. Isilah angket ini dengan jujur serta penuh ketelitian dengan memberika
tanda (v) pada kolom jawaban yang telah tersedia, dengan keterangan
sebagai berikut:
SS = Sangat Sering
S = Sering
J = Jarang
TP = Tidak Pernah
4. Sebelum angket dikembalikan, periksalah kembali kolom yang tersdia
untuk memastikan bahwa kolom sudah Anda isi.

B. IDENTITAS SISWA
1. Nama Lengkap :
2. Jenis Kelamin :
3. Kelas :

C. TUJUAN
Tujuan pengisian angket ini adalah untuk mengetahui stres akademik di
kelas yang dialami oleh siswa. Oleh karena itu diharapkan kerjasama Anda
untuk mengisi angket ini dengan jujur.
55

D. INSTRUMEN ANGKET
No Pernyataan SS S J TP
1 Saya berusaha bersemangat belajar setiap hari
2 Wajah saya tampak pucat ketika melihat hasil nilai
ujian yang tidak bagus
3 Saya jarang Sakit mual / gangguan pencernaan
4 Pola tidur saya tidak teratur ketika mengerjakan
banyak tugas
5 Saya selalu sigap bertanya saat pelajaran
berlangsung
6 Saya mudah terserang diare ketika memikirkan
banyak tugas
7 Saya sangat senang berpartisipasi dalam
mengungkapkan pendapat di kelas
8 Telapak tangan berkeringat ketika hendak bertanya
saat pelajaran berlangsung
9 Saya selalu tidur dengan waktu yang cukup

10 Ketika belajar badan saya terasa tidak enak


11 Saya menghabiskan waktu untuk melamun
12 Saya selalu bertanya terlebih dahulu sebelum
menyalahkan orang lain
13 Saya sering berbohong untuk menutupi kesalahanku
14 Saya berusaha masuk sekolah sesuai jadwal yang
ditentukan
15 Saya menghabiskan waktu untuk melakukan hal
yang positif
16 Saya selalu berkumpul atau berinterkasi dengan
orang lain
17 Saya berusaha jujur dengan siapapun walaupun saya
melakukan kesalahan
18 Saya sering menyendiri ketika banyak orang
19 Saya sering membolos sekolah
20 Saya mudah menyalahkan orang lain jika pendapat
orang itu tidak sesuai dengan pandangan saya
21 Saya merasa nyaman berinterkasi dengan semua
orang
22 Saya merasa mudah sedih ketika banyak tuntutan
dari orang tua
56

23 Saya berani bertanggungjawab atas perbuatan dan


tindakan
24 Saya merasa terancam dengan banyaknya tes ujicoba
25 Saya kesal dengan kebijakan pembelajaran daring
selama pandemi ini
26 Saya senang dalam menjalani hidup ini
27 Saya masih merasa trauma ketika memperoleh nilai
ulangan yang jelek
28 Saya berusaha sabar dalam menjalani pembelajaran
daring selama pandemi ini
29 Saya saat ini merasa cemas menghadapi UN/
Ulangan
30 Saya merasa bebas dari gangguan maupun cobaan
selama pembelajaran daring masa pandemi
Lampiran 6. Tabulasi Hasil Perhitungan Uji Coba Kuesioner Tentang Stress Akademik dalam Pembelajaran Daring Pada Masa
Pandemi
TABULASI HASIL PERHITUNGAN HASIL UJI COBA TENTANG STRES AKADEMIK

ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Jumlah
1 ANDRE SAFRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 1 3 2 2 1 3 4 3 2 1 1 80
2 ALIYAH NURHENI 1 3 3 2 3 3 2 4 2 4 3 2 3 3 2 4 3 2 3 4 2 1 3 4 3 3 3 4 3 4 1 2 1 1 3 2 2 3 1 2 104
3 AHMAD DARUSSALAM 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 3 4 3 2 1 1 1 2 2 62
4 HASNA PANDAWA 3 1 3 2 1 2 2 3 2 3 3 1 1 3 2 1 1 2 1 3 1 3 1 3 1 3 1 3 1 3 1 1 1 1 4 3 2 1 1 3 78
5 DEDY SATRIO 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 1 2 1 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 68
6 DEVA SANDIAGA 3 4 3 2 3 2 2 3 2 4 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 1 4 2 4 3 3 2 1 3 4 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 103
7 RANIA PUTRI 3 1 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 3 1 3 2 4 2 4 3 4 2 2 4 4 2 4 4 2 4 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 102
8 ANGGA SETIAWAN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 3 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 82
9 REVINA PUTRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 1 3 2 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 67
10 YUSNITA AGUSTIN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 2 1 3 2 2 1 3 4 3 2 1 1 83
11 HENDRIK ANDRAWAN 3 3 2 4 2 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 4 2 3 3 2 3 4 2 4 1 2 1 1 3 2 2 3 1 2 107
12 DEWI SEPRTIVA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 2 3 4 3 2 1 1 1 2 2 83
13 SELVI ANGGUN 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 4 3 2 1 1 3 57
14 ANGGUN 1 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 4 1 2 3 4 3 4 3 4 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 112
15 VITA ADISTIA 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 74
16 DESI OLIVIA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 77
17 MELIA SAFITRI 1 3 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 105
18 ANGGI BERLIANA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 2 3 1 3 2 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 80
19 FITRI ARASI 2 4 2 4 2 4 2 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 2 3 2 2 4 3 3 2 3 4 3 4 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 109
20 RENDI SETIAWAN 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 61
21 FAJAR DIRGANTARA 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 55
22 TEGAR PURNAMA 3 3 3 2 3 2 4 4 2 2 3 4 3 3 2 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 4 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 111
23 RIO DUMATUBUN 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 74
24 OLIV NUR SARI 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 3 3 2 1 1 2 3 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 60
25 ENGGAR BUDIAWAN 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 56
26 GALIH SAPUTRO 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 1 1 2 1 1 2 1 3 2 1 1 77
27 PUPUT HANAFI 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 4 2 3 4 3 4 3 4 1 1 1 2 2 2 3 1 1 1 103
28 RISKA LESTARI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 1 1 2 1 1 1 4 3 2 2 1 76
29 NABILA ADELLIA 1 1 3 2 1 2 2 1 2 2 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 59
30 EGIK PRANOWO 3 3 3 3 2 4 2 2 3 4 3 4 2 4 2 2 2 2 2 3 2 4 2 4 3 4 3 3 2 4 2 2 2 1 3 1 1 2 3 1 104

57
Lampiran 7. Tabulasi Hasil Perhitungan Setelah Uji Coba Kuesioner Tentang Stress Akademik dalam Pembelajaran Daring
Pada Masa Pandemi

TABULASI HASIL PERHITUNGAN HASIL UJI COBA TENTANG STRES AKADEMIK

ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jumlah
1 ANDRE SAFRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 57
2 ALIYAH NURHENI 1 3 3 2 3 3 2 4 2 4 3 2 4 3 2 4 3 2 4 4 2 1 3 4 4 3 3 4 4 4 90
3 AHMAD DARUSSALAM 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 1 40
4 HASNA PANDAWA 3 1 3 2 1 2 2 3 2 3 3 1 3 3 2 1 1 2 3 3 1 3 1 3 3 3 1 3 3 3 68
5 DEDY SATRIO 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 1 2 1 49
6 DEVA SANDIAGA 3 4 3 2 3 2 4 3 2 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 4 100
7 RANIA PUTRI 3 1 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 4 1 3 2 4 2 4 3 4 2 2 4 4 2 4 4 4 4 90
8 ANGGA SETIAWAN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 3 60
9 REVINA PUTRI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 46
10 YUSNITA AGUSTIN 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
11 HENDRIK ANDRAWAN 3 3 2 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 2 3 3 2 3 4 3 4 92
12 DEWI SEPRTIVA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
13 SELVI ANGGUN 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 38
14 ANGGUN 1 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 4 2 4 2 4 3 4 2 4 3 4 1 2 2 4 3 4 2 4 90
15 VITA ADISTIA 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 58
16 DESI OLIVIA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
17 MELIA SAFITRI 1 3 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 93
18 ANGGI BERLIANA 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 2 3 1 2 2 60
19 FITRI ARASI 2 4 2 4 2 4 2 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 4 3 3 2 3 4 3 4 92
20 RENDI SETIAWAN 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 46
21 FAJAR DIRGANTARA 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 43
22 TEGAR PURNAMA 3 3 3 2 3 2 4 4 2 2 3 4 2 3 2 4 3 4 2 4 3 3 3 2 2 4 3 4 2 4 89
23 RIO DUMATUBUN 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 57
24 OLIV NUR SARI 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 42
25 ENGGAR BUDIAWAN 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 36
26 GALIH SAPUTRO 3 1 3 2 3 2 2 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 3 1 2 1 58
27 PUPUT HANAFI 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 4 4 3 4 2 2 4 3 4 2 4 84
28 RISKA LESTARI 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 57
29 NABILA ADELLIA 1 1 3 2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 45
30 EGIK PRANOWO 3 3 3 3 2 4 2 4 3 4 3 4 4 4 2 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 97

58
59

Lampiran 8. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan


Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving (uji
coba)

HASIL UJI VALIDITAS ANGKET STRES AKADEMIK SEBELUM


DIBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK
PROBLEM SOLVING

No aitem r-hitung r-tabel keterangan


1 0,558 0,361 Valid
2 0,817 0,361 Valid
3 0,578 0,361 Valid
4 0,744 0,361 Valid
5 0,712 0,361 Valid
6 0,712 0,361 Valid
7 0,486 0,361 Valid
8 0,735 0,361 Valid
9 0,738 0,361 Valid
10 0,663 0,361 Valid
11 0,689 0,361 Valid
12 0,717 0,361 Valid
13 0,689 0,361 Valid
14 0,717 0,361 Valid
15 0,535 0,361 Valid
16 0,686 0,361 Valid
17 0,500 0,361 Valid
18 0,714 0,361 Valid
19 0,720 0,361 Valid
20 0,715 0,361 Valid
21 0,546 0,361 Valid
22 0,847 0,361 Valid
23 0,602 0,361 Valid
24 0,,651 0,361 Valid
25 0,539 0,361 Valid
26 0,690 0,361 Valid
27 0,593 0,361 Valid
28 0,710 0,361 Valid
29 0,670 0,361 Valid
30 0,809 0,361 Valid
60

31 0,347 0,361 Tidak Valid


32 0,357 0,361 Tidak Valid
33 0,004 0,361 Tidak Valid
34 0,225 0,361 Tidak Valid
35 0,050 0,361 Tidak Valid
36 0,121 0,361 Tidak Valid
37 0,112 0,361 Tidak Valid
38 0,355 0,361 Tidak Valid
39 0,273 0,361 Tidak Valid
40 0,302 0,361 Tidak Valid
61

Lampiran 9. Hasil Uji Validitas Angket Stres Akademik sebelum diberikan


Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving

HASIL UJI VALIDITAS ANGKET STRES AKADEMIK SEBELUM


DIBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK
PROBLEM SOLVING
No aitem r-hitung r-tabel keterangan
1 0,687 0,361 Valid
2 0,811 0,361 Valid
3 0,655 0,361 Valid
4 0,734 0,361 Valid
5 0,693 0,361 Valid
6 0,721 0,361 Valid
7 0,655 0,361 Valid
8 0,819 0,361 Valid
9 0,731 0,361 Valid
10 0,648 0,361 Valid
11 0,605 0,361 Valid
12 0,638 0,361 Valid
13 0,732 0,361 Valid
14 0,626 0,361 Valid
15 0,636 0,361 Valid
16 0,711 0,361 Valid
17 0,644 0,361 Valid
18 0,640 0,361 Valid
19 0,732 0,361 Valid
20 0,676 0,361 Valid
21 0,679 0,361 Valid
22 0,691 0,361 Valid
23 0,603 0,361 Valid
24 0,732 0,361 Valid
25 0,734 0,361 Valid
26 0,752 0,361 Valid
27 0,664 0,361 Valid
28 0,808 0,361 Valid
29 0,732 0,361 Valid
30 0,798 0,361 Valid
62

Lampiran 10. Hasil Hitung Uji Reabilitas Angket Stres Akademik

PERHITUNGAN UJI RELIABILITAS ANGKET STRES AKADEMIK


(PRE-TEST)

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.959 30

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

VAR00001 63.43 361.220 .425 .960

VAR00002 63.70 343.803 .815 .957

VAR00003 63.03 361.413 .557 .959

VAR00004 63.33 349.540 .710 .958

VAR00005 63.23 355.082 .685 .958

VAR00006 63.43 354.668 .691 .958

VAR00007 63.10 364.093 .554 .959

VAR00008 63.27 345.030 .759 .957

VAR00009 63.57 357.771 .731 .958

VAR00010 63.13 355.085 .655 .958

VAR00011 62.83 356.902 .661 .958

VAR00012 63.27 344.823 .704 .958

VAR00013 63.03 363.826 .505 .959

VAR00014 63.07 348.202 .665 .958

VAR00015 63.27 373.513 .375 .960

VAR00016 63.33 350.023 .697 .958

VAR00017 63.07 353.306 .694 .958

VAR00018 63.10 357.197 .682 .958

VAR00019 63.10 360.921 .522 .959


63

VAR00020 62.70 343.666 .818 .957

VAR00021 63.50 352.121 .684 .958

VAR00022 63.33 350.506 .640 .958

VAR00023 63.50 357.293 .538 .959

VAR00024 63.07 353.030 .703 .958

VAR00025 62.67 359.195 .572 .959

VAR00026 63.27 349.720 .685 .958

VAR00027 62.93 359.720 .569 .959

VAR00028 63.07 337.444 .803 .957

VAR00029 63.13 362.947 .525 .959

VAR00030 63.17 330.282 .900 .956

Berdasarkan hasil uji angket stres akademik (pretest) diperoleh rtabel

dengan subjek taraf signifikan 5% diperoleh 0.361. sehingga diperoleh rhitung >

rtabel (0.959>0.361), maka dapat dikatakan angket stres akademik tersebut

reliabel.
Lampiran 11. Tabulasi Skor Angket Pre-test
TABULASI SKOR ANGKET STRES AKADEMIK (PRE-TEST)

ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 JUMLAH
1 ANGGUN 1 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 4 2 4 2 4 3 4 2 4 3 4 1 2 2 4 3 4 2 4 90
2 ALIYAH NURHENI 1 3 3 2 3 3 2 4 2 4 3 2 3 3 2 4 3 2 3 4 2 1 3 4 3 3 3 4 3 4 86
3 HENDRIK ANDRAWAN 3 3 2 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 2 3 3 2 3 4 3 4 92
4 MELIA SAFITRI 1 3 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 93
5 FITRI ARASI 2 4 2 4 2 4 2 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 4 3 3 2 3 4 3 4 92
6 TEGAR PURNAMA 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 4 4 3 4 2 2 4 3 4 2 4 84
7 EGIK PRANOWO 3 3 3 3 2 4 2 4 3 4 3 4 4 4 2 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 97
TOTAL 14 22 18 23 18 21 17 25 18 22 21 22 21 24 16 22 20 21 21 25 18 22 21 22 21 23 21 26 21 28 634

Lampiran 12. Tabulasi Skor Angket Post-Test

TABULASI SKOR ANGKET STRES AKADEMIK (POST-TEST)

ITEM
NO NAMA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 JUMLAH
1 ANGGUN 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 47
2 ALIYAH NURHENI 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 47
3 HENDRIK ANDRAWAN 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 46
4 MELIA SAFITRI 1 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 47
5 FITRI ARASI 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 46
6 TEGAR PURNAMA 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 48
7 EGIK PRANOWO 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 1 2 2 1 47
TOTAL 10 10 11 10 13 11 14 9 12 12 11 11 12 10 12 9 9 10 10 9 13 11 11 9 11 11 10 13 13 11 328

64
65

Lampiran 13. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Pre-test)

ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF SKOR ANGKET STRES


AKADEMIK (PRE-TEST)

Statistics

pretest posttest

N Valid 7 7

Missing 0 0

Mean 90.57 46.86

Median 92.00 47.00

Mode 92 47

Std. Deviation 4.392 .690

Variance 19.286 .476

Range 13 2

Minimum 84 46

Maximum 97 48

pretest

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 84 1 14.3 14.3 14.3

86 1 14.3 14.3 28.6

90 1 14.3 14.3 42.9

92 2 28.6 28.6 71.4

93 1 14.3 14.3 85.7

97 1 14.3 14.3 100.0

Total 7 100.0 100.0


66
67

Lampiran 14. Analisis Statistik Deskriptif Skor Angket (Post-Test)

ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF SKOR ANGKET STRES


AKADEMIK (POST-TEST)
Statistics

pretest posttest

N Valid 7 7

Missing 0 0

Mean 90.57 46.86

Median 92.00 47.00

Mode 92 47

Std. Deviation 4.392 .690

Variance 19.286 .476

Range 13 2

Minimum 84 46

Maximum 97 48

posttest

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 46 2 28.6 28.6 28.6

47 4 57.1 57.1 85.7

48 1 14.3 14.3 100.0

Total 7 100.0 100.0


68
69

Lampiran 15. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test

Wilcoxon Signed Ranks Test


Ranks

N Mean Rank Sum of Ranks

posttest – pretest Negative Ranks 7


a
4.00 28.00

b
Positive Ranks 0 .00 .00
c
Ties 0

Total 7

a. posttest < pretest

b. posttest > pretest

c. posttest = pretest

b
Test Statistics

posttest – pretest

Z
a
-2.384

Asymp. Sig. (2-tailed)


.017

a. Based on positive ranks.

b. Wilcoxon Signed Ranks Test


70

Lampiran 16. Surat Balasan ijin penelitian dari SMK Cendekia Madiun
71

Lampiran 17. Tabel Nilai rtabel product moment


TABEL
NILAI r PRODUCT MOMENT
72

Lampiran 18. Dokumentasi Penelitian di SMK Cendekia Madiun


73

RIWAYAT HIDUP

David Muhammad Fandika dilahirkan di jalan Pacar Sari Keluarahan

Manisrejo Kecamatan Taman Kota Madiun pada tanggal 06 Oktober 1998, anak

pertama dari dua bersaudara, pasangan dari bapak Kholik Afandi dan Ibu Sukiani.

Pendidikan dasar di Madiun dan menengah ditempuh di Madiun. Tamatan SDN

02 Madiun tahun 2011, SMPN 11 Madiun tahun 2014, SMKN 1 Madiun tahun

2017.

Lulus dari SMK langsung melanjutkan kuliah, pendidikan berikutnya di

program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun. Semasa

kuliah aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan diantaranya HIMABIKO

(himpunan mahasiswa Bimbingan dan Konseling), IMABKIN (Ikatan Mahasiswa

Bimbingan dan Konseling Indonesia) selain itu penulis juga aktif dalam lomba

karya tulis ilmiah nasional, prestasi yang diraih juara dtahun 2019 dan 2020.
74

BUKTI PEMBAYARAN UJIAN SKRIPSI

Nama : David Muhammad Fandika

NIM : 1702103004

Jurusan : Bimbingan dan Konseling

Judul : Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem

Solving untuk Mereduksi Stres Akademik Siswa

dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi

Covid-19 di SMK Cendekia Madiun.

Dosen Pembimbing 1 : Drs. H. Ibnu Mahmudi M.M

Dosen Pembimbing 2 : Beny Dwi Pratama [Link]., [Link]

Anda mungkin juga menyukai