INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
(Diajukan untuk memenuhi mata kuliah Konsep Dasar IPS)
Dosen pengampu: Ayu Reza Ningrum, [Link]
Semester/ Kelas : 2B
Disusun oleh Kelompok 3 :
Anggita Prameswari (2211100019)
Diana Putri (2211100268)
Miranti Pasha (2211100140)
Salma Azzahra (2211100370)
Wicani Saputri (2211100214)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN 2023
i
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kami rahmat,
hidayah dan inayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa
pertolongannya mungkin kami tidak dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW.
Kami mengharapkan makalah ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam
mempelajari mata kuliah Konsep Dasar IPS dengan Judul INDIVIDU, KELUARGA,
DAN MASYARAKAT.
Selaku penulis kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang ada
pada makalah kami ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca khususnya pada dosen bidang studi ini, demi kesempurnaan dalam
membuat makalah pada waktu mendatang. Untuk itu kami selaku penulis meminta
maaf apabila masih terdapat kekurangan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah
SWT. Terima kasih.
Bandar Lampung, 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 2
C. Tujuan Masalah ....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3
A. Individu ................................................................................................... 3
B. Keluarga.................................................................................................. 6
C. Masyarakat .............................................................................................. 9
BAB III PENUTUP ............................................................................................ 13
A. Kesimpulan ........................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 14
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk individu, keluarga, dan masyarakat
olehkarenanya manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial yang
selaluhidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan orang
[Link] merupakan wadah berkumpulnya individu-individu
yanghidup secara sosial, masyarakat terdiri dari ‘Saya’, ‘Anda’ dan
‘Mereka’yang memiliki kehendak dan keinginan hidup Bersama.
Hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain
sangatdiperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dikarenakan manusia
merupakanmakhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau masih
membutuhkanbantuan dari pihak lain. Bersosialisasi pun sangat penting dalam
menjalinhubungan yang baik antara manusia yang satu dengan yang lainnya.
Jikatidak adanya individu, maka keluarga dan masyarakat pun tidak
akantercipta. Begitu pula dengan individu, tidak akan bisa berjalan sendiri
jikatidak adanya keluarga dan masyarakat, karena dengan adanya keluarga
danmasyarakat, masing-masing individu dapat mengekspresikan segala
halyang berhubungan dengan sosial. Aspek individu, keluarga,
masyarakatdan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa
dipisahkan.
1
B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan beberapa masalah, Adapun rumusan
masalah dalam pembahasan ini adalah:
1. Apa Pengertian individu,keluarga,dan masyarakat?
2. Apa hubungan antara individu,keluarga dan masyarakat ?
3. Apa problematika individu,keluarga,dan masyarakat?
C. Tujuan Masalah
Dari rumusan masalah di atas dapat dirumuskan beberapa tujuan pembahasan.
Adapun tujuannya yakni sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian individu,keluarga,dan masyarakat?
2. Untuk mengetahui hubungan individu,keluarga,dan masyarakat?
3. Untuk mengetahui Problematika individu,keluarga,dan masyarakat?
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Individu
Kata individu berasal dari bahasa latin yakni kata individuum, yang
memiliki arti “yang tak terbagi”, jadi individu adalah suatu sebutan yang dapat
dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata
individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dibagi,
melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perorangan,
demikian pendapat Dr. A. Lysen. Sehingga manusia yang seperti itu sering disebut
“orang seorang” atau “manusia perorangan” ,individu dalam hal ini adalah seorang
manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam
lingkungan sosialnya melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah
laku spesifik tentang dirinya, akan tetapi dalam banyak hal ada pula persamaan
disamping hal-hal yang spesifik tentang dirinya dan orang lain.
Pada saat seorang anak lahir ke dunia ini, sampai usia kanak-kanak awal
(sampai umur 5 tahan) ia mulai mengenal siapa dirinya. Melalui proses sosialisasi
yang dimulai dari lingkungan keluarganya ia mulai mengenal “aku” (self.) proses
ini terus tumbuh dan berkembang sampai seseorang terbentuk kepribadiannya
secara utuh. “kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan
hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fisik yang terbawa sejak lahir
dengan rangkaian situasi yang terungkap pada Tindakan dan perbuatan serta reaksi
mental dan psikologis, jika mendapat rangsangan dari lingkungan” 1
Menurut Allport kepribadian adalah organisasi dinamis dari pada
psikofisik seseorang manusia yang turut menentukan cara-cara berprilaku dan
bersikap yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
1
Idad Suhada, Konsep Dasar IPS, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2019), hal.86
3
Dari kedua pengertian diatas terdapat beberapa unsur yang sama mengenai
kepribadian, yaitu :
1. Kepribadian merupakan kesatuan fisik dan psikis
2. Melahirkan pola prilaku yang unik bagi setiap manusia
3. Dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
1. Tugas Individu
Manusia sebagai individu memiliki tugas pada dirinya sendiri yaitu;
a. Menuntut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya
untuk kemakmuran dan kesejahteraan. Kesadaran tersebut mendorongnya
untuk terus belajar. Proses belajar berarti proses perubahan sikap dan perilaku
dengan mendapatkan pengalaman dan pelatihan.
b. Menghiasi diri dan budi pekerti dengan baik serta akhlak yang terpuji, setiap
tindakan dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat selalu bercermin pada
keindahan dan keelokan budi pekerti maka akan tercipata kesejukan dalam
kehidupan bermasyarakat.
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yng
menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan
memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan
dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. 2
Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu
yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya
memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak
semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada
kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
2
Jhonson Fuad Hasan, An Analisis of the basic modes of togetherness, Brata, Jakarta,
2012, hal.63
4
2. Pertumbuhan Individu
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
a. Aliran asosiasi: pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi yaitu
terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik
dari pengalaman luar melalui panca indra yang menimbulkan
sensasi maupun pengalaman dalam mengenal batin sendiri yang
menimbulkan refleksi.
b. Aliran psikologi Gestalt: pertumbuhan adalah proses diferensiasi yaitu
proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal
sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal
bagian demi bagian dari lingkungan yang ada.
c. Aliran sosiologi: pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat
mula-mula yang asosial dan sosial kemudian tahap demi tahap
disosialisasikan.
3. Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Individu
a. Pendirian Nativistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata
ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
b. Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik yaitu Pertumbuhan
individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar
tidak berperanan sama sekali.
c. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme yaitu Interaksi antara dasar
dan linkunagan dapat menentukan pertumbuhan individu.
d. Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi
5
Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi, Fase-fasenya, antara ain :
a. masa vital c. masa intelektual
b. masa estetik d. masa social
B. Keluarga
Keluarga berasal dari Bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang
berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarga inti (nuclear family) terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Keluarga merupakan unit satuan masyarakat terkecil sekaligus merupakan suatu
kelompok kecil dalam masyarakat.
Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat.
Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan
wanita, perhubungan itu sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan
membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu
kesatuan sosial yang terdiri dari suami-istri dan anak-anak yang belum dewasa.
Di Indonesia sendiri, keluarga telah diatur dalam berbagai peraturan atau
undang-undang RI nomor 10 tahun 1992 yang mendefinisikan keluarga sebagai
berikut : ”Keluarga merupakan wahana pertama seorang anak mendapatkan
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kelangsungan hidupnya”. 3
karakteristik keluarga adalah :
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah,
perkawinan atau adopsi.
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka
tetap memperhatikan satu sama lain.
3
Dermawan Andila, Individu Keluarga Dan Masyarakat, Vol 3, Universitas Tadulako, 2021,
hal. 14.
6
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing
mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik.
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya,
meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.
1. Fungsi- fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologis
Fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan-
menyelenggarakan persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena
dengan perkawinan akan terjadinya proses kelangsungan keturunan dan
setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntunan biologis bagi
kelangsungan hidup keturunannya.
b. Fungsi pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat
berlindung dari gangguan-gangguan luar, seperti :
1) Gangguan rumah dengan berusaha menyediakan rumah
2) Gangguan penyakit dengan usaha meyediakan obat-obatan
3) Gangguan keamanan dengan berusaha menyediakan pengaman,
seperti kunci, pagar, tembok dan lain-lain.
c. Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia pokok yaitu :
1) Kebutuhan makan dan minum
2) Kebutuhan pakaian
3) Kebutuhan tempat tinggal
Berhubungan dengan fungsi penyelenggaraam kebutuhan pokok, maka
orang tuan diwajibkan untuk berusaha keras agar setiap anggota keluarga
dapat cukup makanan dan minum, cukup pakaian dan tempat tinggal.
7
d. Fungsi Keagamaan
Keluarga adalah tempat pertama dalam menanamkan moral dan agama
kepada anak dan anggota keluarga. Aktivitas keagamaan lebih efektif
dijalankan dalam linhkungan keluarga dibandingkan dengan di luar.
e. Fungsi Sosial
Di fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal
selenhkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap yang dianut
oleh masyarakat serta mempelajari peran yang diharapkan akan mereka
jalani kelak bila sudah memasuki fase dewasa. 4
Adapun fungsi keluarga menurut Fredman adalah sebagai berikut :
a. Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal keluarga sebagai dasar kekuatan
keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan
saling menghargai antar anggota kelurga.
b. Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi
dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat
individu untuk belajar bersosialisasi
c. Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan
keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d. Fungsi Ekomomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh
anggota keluarganya yaitu: sandang, pangan dan papan.
e. Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah
4
Ibid, 93.
8
terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami
masalah kesehatan.
C. Masyarakat
Masyarakat merupakan wadah untuk membentuk kepribadian diri setiap
kelompok manusia atau suku yang berbeda satu dengan yang lainnya. Selain itu
masyarakat adalah kelompok manusia yang tinggal menetap dalam suatu wilayah
yang tidak terlalu jelas batas-batasnya, berinteraksi menurut kesamaan pola tertentu,
diikat oleh suatu harapan dan kepentingan yang sama, keberadaannya berlangsung
terus-menerus, dengan suatu rasa identitas yang sama. 5
Dalam bahasa ingris masyarakat disebut society, yang berasal dari kata Latin
“socius” yang berarti: teman atau kawan. Kata masyarakat berasal dari bahasa Arab
“syirk” sama-sama menunjuk pada apa yang kita maksud dengan kata masyarakat,
yakni sekelompok orang yang saling mempengaruhi satu sama lain dalam suatu
proses pergaulan, yang berlangsung secara berkesinambungan. Pergaulan ini terjadi
karena adanya nilai-nilai, norma-norma, cara-cara dan prosedur serta harapan dan
keinginan yang merupakan kebutuhan bersama.
Menurut Emile Durkheim dalam Soleman B. Taneko, bahwa masyarakat
merupakan suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-
individu yang merupakan anggota-anggotanya. Hari beberapa pendapat para ahli di
atas penulis mengambil suatu kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat
adalah sekelompok manusia yang hidup bersama-sama untuk mendiami wilayah
tertentu dan saling bergaul serta mempunyai kebudayaan dan memiliki pembagian
kerja, dalam waktu relatif lama, saling tergantung (interdependent), memiliki
sistem sosial budaya yang mengatur kegiatan para anggota serta memiliki kesadaran
5
Dermawan Andila, Individu Keluarga Dan Masyarakat, Vol 3, Universitas Tadulako, 2021,
hal. 17
9
akan kesatuan dan perasaan memiliki, mampu untuk bertindak dengan cara yang
teratur dan bekerja sama dalam melakukan aktivitas yang cukup lama pada
kelompok tersebut.
Masyarakat sebagai sekumpulan manusia didalamnya ada beberapa unsur
yang mencakup. Adapun unsur-unsur tersebut adalah:
a. Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama;
b. Bercampur untuk waktu yang cukup lama;
c. Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan;
d. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama.
1. Masyarakat Desa
Pada umumnya pengertian desa dikaitkan dengan pertanian, yang
sebenarnya masih bisa didefinisikan lagi berdasarkan pada jenis dan
tingkatannya. Masyarakat desa yaitu masyarakat yang ruang lingkupnya berada
di desa dan cenderung hidup secara tradisional serta memegang adat istiadat.
Menurut P.H Landis terdapat tiga definisi tentang desa yaitu pertama desa itu
lingkungan yang penduduknya kurang dari 2.500 orang, kedua desa adalah suatu
lingkungan yang penduduknya mempunyai hubungan yang saling akrab serba
informal satu sama lain, dan yang ketiga desa adalah suatu lingkungan yang
penduduknya hidup dari pertanian. 6
Sedangkan menurut Koentjaraningrat desa adalah suatu komunitas kecil
yang menetap secara tetap di suatu tempat (Rahadjo, 2010 : 29), masyarakat desa
itu sendiri mempunyai karakteristik seperti yang dikemukakan oleh Roucek dan
Warren mereka menggambarkan karakteristik masyarakat desa sebagai berikut
6
Idad Suhada, Konsep Dasar IPS, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2019), hal 94.
10
a. Besarnya peranan kelompok primer
b. Faktor geografis menentukan dasar pembentukan kelompok atau asosiasi
c. Hubungan lebih bersifat akrab dan langgeng
d. Homogen
e. Keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi
2. Masyarakat Kota
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community yaitu
masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya. Pengertian kota sendiri
adalah suatu himpunan penduduk masalah yang tidak agraris, bertempat
tinggal di dalam dan di sekitar suatu kegiatan ekonomi, pemerintah, kesenian,
ilmu pengetahuan dan sebagainya. Kota merupakan suatu daerah yang
memiliki ciri-ciri khusus yang dapat membedakannya dengan daerah desa,
seperti pemusatan jumlah penduduk, pusat pemerintahan dan sarana prasarana
penunjang aktivitas manusia yang relatif lebih lengkap di bandingkan dengan
daerah desa, menurut Bintarto.
Ciri-ciri sosial kehidupan masyarakat kota, antara lain:
a. Pelapisan Sosial Ekonomi
Perbedaan tingkat pendidikan dan status sosial dapat menimbulkan suatu
keadaan yang heterogen.
b. Individualisme
Perbedaan status sosial-ekonomi maupun kultural dapat menimbulkan sifat
“individualisme”.
c. Toleransi Sosial
Kesibukan masing-masing warga kota dalam tempo yang cukup tinggi dapat
mengurangi perhatiannya kepada sesamanya. Apabila ini berlebihan maka
mereka mampu akan mempunyai sifat acuh tak acuh atau kurang mempunyai
11
toleransi sosial. Di kota masalah ini dapat diatasi dengan adanya lembaga atau
yayasan yang berkecimpung dalam bidang kemasyarakatan.
d. Jarak Sosial
Kepadatan penduduk di kota-kota memang pada umumnya dapat dikatakan
cukup tinggi. Biasanya sudah melebihi 10.000 orang/km2 Jadi, secara fisik di
jalan, di pasar, di toko, di bioskop dan di tempat yang lain warga kota
berdekatan tetapi dari segi sosial berjauhan, karena perbedaan kebutuhan dan
kepentingan.
e. Pelapisan Sosial
Perbedaan status, kepentingan dan situasi kondisi kehidupan kota mempunyai
pengaruh terhadap sistem penilaian yang berbeda mengenai gejala-gejala yang
timbul di kota. Penilaian dapat didasarkan pada latar belakang ekonomi,
pendidikan dan filsafat. Perubahan dan variasi dapat terjadi, karena tidak ada
kota yang sama persis struktur dan keadaannya. Bertambahnya penghuni kota
baik berasal dari dari penghuni kota maupun dari arus penduduk yang masuk
dari luar kota mengakibatkan bertambahnya perumahan-perumahan yang
berarti berkurangnya daerahdaerah kosong di dalam kota. Semakin banyaknya
anak-anak kota yang menjadi semakin banyak pula diperlukan gedung-gedung
sekolah. Bertambah pelajar dan mahasiswa berarti bertambah juga jumlah
sepeda dan kendaraan bermotor roda dua.
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Individu adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu
kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia
sebagai suatu keseluruhan yang tak dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang
terbatas yaitu sebagai manusia perorangan.
Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat.
Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan
wanita, perhubungan itu sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan
membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu
kesatuan sosial yang terdiri dari suami-istri dan anak-anak yang belum dewasa.
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama-sama untuk
mendiami wilayah tertentu dan saling bergaul serta mempunyai kebudayaan dan
memiliki pembagian kerja, dalam waktu relatif lama, saling tergantung
(interdependent), memiliki sistem sosial budaya yang mengatur kegiatan para
anggota serta memiliki kesadaran akan kesatuan dan perasaan memiliki, mampu
untuk bertindak dengan cara yang teratur dan bekerja sama dalam melakukan
aktivitas yang cukup lama pada kelompok tersebut.
13
DAFTAR PUSTAKA
Andila, D. (2021). Individu, Keluarga, dan Masyarakat. Universitas Tadulako, 17.
Hasan, J. F. (2012). An Analisis Of The Basic Modes Of Togetherness. Branta, 63.
Idad, S. (2019). Konsep Dasar IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
14