MAKALAH
ADMINISTRASI KEUANGAN PUBLIK
PENGERTIAN BUDGET SIKLUS
Dosen Pengampu : Yaqub Cikusin Prof.,Dr.,[Link].,[Link]
Disusun Oleh :
Kelompok 7
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2022
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................3
BAB 1.....................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.....................................................................................................................................4
1.1 LATAR BELAKANG........................................................................................................................4
1.2 RUMUSAN MASALAH.............................................................................................................5
1.3 TUJUAN........................................................................................................................................5
BAB II.....................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.......................................................................................................................................6
2.1 Pengertian Budget Siklus ( Siklus Anggaran )...............................................................................6
2.2 Tahapan-tahapan Budget Siklus..................................................................................................8
BAB III..................................................................................................................................................11
KESIMPULAN.......................................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................12
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 TUJUAN
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Budget Siklus ( Siklus Anggaran )
Anggaran merupakan alat akuntansi yang dapat membantu pimpinan perusahaan dalam
merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Anggaran memperlihatkan bagaimana
sumber daya yang diharapkan akan diperoleh dan dipakai selama periode waktu tertentu.
Anggaran juga digunakan untuk mengarahkan suatu kegiatan dan juga sebagai alat
perbandingan dalam mengukur hasil pelaksanaan kegiatan, sehingga proses pelaksanaan
terkendali. Ada beberapa pengertian yang diberikan mengenai anggaran oleh para ahli
sebagai berikut: M. Nafarin (2007:11) meyatakan, “Anggaran adalah rencana tertulis
mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif untuk jangka waktu
tertentu dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang.” Menurut Garrison, Norren and
Brewer (2007:4), “Anggaran adalah rencana terperinci tentang perolehan dan penggunaan
sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya selama suatu periode waktu tertentu.”
Sedangkan menurut Rudianto (2009:2) dalam bukunya yang berjudul Penganggaran,
“Anggaran adalah rencana kerja organisasi di masa mendatang yang diwujudkan dalam
bentuk kuantitatif, formal, dan sistematis.”
Dari beberapa definisi yang dikemukakan di atas penulis menyimpulkan bahwa Anggaran
merupakan rencana yang dilaksanakan oleh suatu organisasi untuk masa yang akan datang
dalam jangka waktu tertentu dan dinyatakan dalam satuan uang.
Siklus anggaran merupakan Siklus Anggaran (Budget Cycle) adalah masa atau jangka waktu
mulai saat anggaran (APBN)disusun sampai dengan saat perhitungan anggaran disahkan
dengan undang-undang.
Karakteristik Anggaran
Menurut Indra Bastian (2010:191) dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Sektor Publik,
karakteristik anggaran publik terdiri dari:
1. Anggaran yang dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan nonkeuangan;
2. Anggaran yang umumnya mencakup jangka waktu tertentu, yaitu satu atau beberapa
tahun;
3. Anggaran yang berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk mencapai
sasaran yang ditetapkan;
4. Usulan anggaran yang ditelaah dan disetujui oleh pihak berwenang yang lebih tinggi
dari penyusun anggaran;
5. Anggaran yang telah disusun hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.
Jenis-jenis Anggaran
Menurut Rudianto (2009:7) dalam bukunya yang berjudul Penganggaran, anggaran
perusahaan terdiri dari berbagai jenis anggaran sebagai berikut:
1. Anggaran Operasional Anggaran operasional adalah rencana kerja perusahaan yang
mencakup semua kegiatan utama perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu
periode tertentu. Karena itu, anggaran operasional mencakup:
a. Anggaran Pendapatan Anggaran pendapatan merupakan rencana yang dibuat
perusahaan untuk memperoleh pendapatan pada kurun waktu tertentu.
b. Anggaran Biaya Anggaran biaya merupakan rencana biaya yang akan dikeluarkan
perusahaan untuk memperoleh pendapatan yang direncanakan. Anggaran biaya dapat
dikelompokkan menjadi:
Anggaran biaya tenaga kerja langsung adalah rencana besarnya biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk membayar biaya tenaga kerja yang terlibat secara
langsung di dalam proses produksi dalam suatu periode tertentu di masa mendatang.
Anggaran biaya overhead adalah rencana besarnya biaya produksi di luar biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Anggaran biaya pemasaran adalah rencana tentang besarnya biaya distribusi yang
akan dikeluarkan perusahaan untuk mendistribusikan produknya.
Anggaran biaya administrasi dan umum adalah biaya yang direncanakan untuk
operasi kantor administratif di dalam suatu periode tertentu di masa mendatang
c. Anggaran Laba Anggaran laba adalah besarnya laba yang ingin diperoleh perusahaan
di dalam suatu periode tertentu di masa mendatang. Anggaran laba sebenarnya
merupakan gabungan dari anggaran pendapatan dan anggaran biaya.
2. Anggaran Keuangan Anggaran keuangan adalah anggaran yang berkaitan dengan rencana
pendukung aktivitas operasi perusahaan. Anggaran ini tidak berkaitan langsung dengan
aktivitas perusahaan untuk menghasilkan dan menjual produk perusahaan. Anggaran ini
merupakan pendukung upaya perusahaan untuk menghasilkan dan menjual produk
perusahaan. Anggaran keuangan mencakup beberapa jenis anggaran, yaitu:
a. Anggaran Investasi adalah rencana perusahaan untuk membeli barangbarang modal
atau barang-barang yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk perusahaan di
masa mendatang dalam jangka panjang, seperti pembelian dan pembangunan gedung
kantor, bangunan pabrik, pembelian mesin, pembelian tanah, dan sebagainya.
b. Anggaran Kas adalah rencana aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan
di dalam suatu periode tertentu, beserta penjelasan tentang sumber-sumber
penerimaan dan pengeluaran kas tersebut.
c. Proyeksi Neraca adalah kondisi keuangan yang diinginkan perusahaan di dalam suatu
periode tertentu di masa mendatang. Berarti, dalam proyeksi neraca tersebut
mencakup jumlah harta ingin dimiliki perusahaan beserta kewajiban-kewajiban yang
harus diselesaikan perusahaan di masa mendatang.
2.2 Tahapan-tahapan Budget Siklus
Sebagaimana diketahui bahwa pengelolaan keuangan Negara setiap tahun anggaran
dituangkan dalam APBN. Dengan demikian seluruh program/kegiatan pemerintah harus
dituangkan dalam APBN dan tidak diperkenankan adanya program/kegiatan yang
pengelolaannya diluar APBN (off budget). Sehingga dapat diketahui siklus APBN sebagai
berikut :
Perencanaan dan Penganggaran
Penetapan Anggaran
Pelaksanaan Anggaran
Pemeriksaan Anggaran
Pertanggungjawaban
1. Perencanaan dan Penganggaran
Perencanaan dan Penganggaran merupakan satu rangkaian kegiatan yang terintegrasi.
Program yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah wajib dituangkan dalam suatu rencana
kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentng Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, Berdasarkan Undang-Undang nomor 17 Tahun 2003,
anggaran disusun berdasarkan rencana kerja. Dengan demikian yang memperoleh alokasi
anggaran adalah program/kegiatan prioritas yang tertuang dalam rencana kerja (RKAKL)
dengan mekanisme semua program/kegiatan yang telah direncanakan itulah yang akan
dilaksanakan. Selanjutnya RKAKL disampaikan ke Menteri Keuangan untuk dihimpun
menjadi RAPBN, sekitar bulan agustus setiap tahunnya program/kegiatan yang telah selesai
disusun disampaikan ke DPR beserta Nota Keuangan.
2. Penetapan Anggaran
Selanjutnya Penetapan Anggaran dengan agenda Pembahasan RAPBN dilaksanakan kira-
kira mulai bulan agustus sampai Oktober, terkait ini DPR mempunyai hak budget yaitu
hak menyetujui anggaran usulan pemerintah. Dalam hal DPR tidak menyetujui usulan
pemerintah DPR dapat mengajukan usulan perubahan atau menolaknya, namun DPR tidak
berwenang untuk mengubah dan mengajukan usulan RAPBN Apabila DPR tidak
menyetujuinya maka yang berlaku adalah APBN tahun sebelumnya, APBN yang disetujui
oleh DPR terinci sampai dengan organisasi, fungsi,program/kegiatan dan jenis belanja.
Dengan demikian berarti DPR telah memberikan otoritas kepada kementerian/lembaga
untuk melaksanakan program/kegiatan dengan pagu yang dimilikinya. APBN yang telah
disetujui DPR dan syahkan Presiden menjadi Undang-Undang RAPBN dilengkapi dengan
rincian APBN yang dituangkan dalam Peraturan Presiden tentang rincian APBN.
3. Pelaksanaan Anggaran
APBN dilaksanakan oleh pemerintah untuk periode satu tahun anggaran. Tahun anggaran
adalah 1 januari sampai 31 Desember. Dengan demikian setelah berakhirnya tahun anggaran
31 desember anggaran ditutup dan tidak berlaku lagi untuk tahun anggaran berikutnya.
Berdasarkan Undang-Undang APBN dan Perpres Rincian APBN disiapkan dokumen
pelaksanaan anggaran untuk setiap kementerian. Oleh karena itu azas anggaran yang
dikenal dengan azas flexibilitas tetap berlaku. Dalam rangka pelaksanaan azas ini untuk
mengakomodasi kondisi riil yang dapat saja berbeda dengan yang diasumsikan pada saat
penyusunan anggaran. Setiap tengah tahun anggaran berjalan dilakukan revisi APBN yang
dikenal dengan APBN Perubahan (APBNP) Untuk keperluan penyusunan APBNP,
pemerintah menyampaikan laporan realisasi anggaran semester beserta progress penerimaan
dan pengeluaran semester II. Untuk keperluan internal seluruh kementerian/lembaga
diwajibkan menyusun laporan Keuangan semisteran. Dalam keadaan darurat/keadaan kahar
seperti sekarang ini yaitu wabah virus covid-19, pemerintah dapat melakukan pengeluaran
yang tidak tersedia anggarannya, apabila pengeluaran tersebut terjadi sebelum APBN-P
maka pengeluaran tersebut dimasukkan dalam APBN-P dan dilaporkan di laporan realisasi
anggaran disertai penjelasan. Apabila pengeluaran terjadi setelah APBN-P di Undangkan,
maka pengeluaran ini dilaporkan dalam laporan realiasasi anggaran disertai dengan
penjelasan yang diungkap dengan jelas pada catatan atas laporan keuangan (CALK).
Apabila pada akhir tahun anggaran terdapat program/kegiatan yang belum selesai
dilaksanakan atau anggaran tidak terserap, tidak dapat dilanjutkan pada tahun anggaran
berikutnya kecuali ada ketentuan lain dari pemerintah.
Laporan pertanggung jawaban yang berupa laporan keuangan setidak-tidaknya memuat dan
terdiri Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas
Laporan Keuangan ( CALK) adalah hal-hal yang tidak bias diungkap pada LRA maka di
catat sebagai CALK. Untuk laporan keuangan yang disampaikan ke DPR adalah Laporan
Keuangan yang telah dilakukan audit oleh BPK, laporan tersebut dilampiri dengan laporan
keuangan perusahaan Negara dan badan lainnya. Keseluruhan komponen tersebut
dipertanggungjawabkan sebagai wujud akuntabilitas pengeloaan keuangan Negara.
4. Pemeriksaan Anggaran
Pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dilaksanakan oleh BPK,
pemeriksaan ini dilaksanakan selama 2 bulan setelah laporan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan anggaran yang berupa laporan keuangan, disamping itu terdapat pemeriksaan
dan pengelolaan keuangan yang dapat dilaksanakan sepanjang tahun, pemeriksaan ini dapat
dilaksanakan oleh BPK ataupun APIP, untuk lingkungan Mahkamah Agung dan badan
peradilan dibawahnya pemeriksaan dapat dilakukan oleh Bawas MARI.
5. Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran disampaikan ke DPR paling lambat akhir
bulan juni tahun berikutnya. Jadi penyusunan pertanggungjawaban pemerintah ats
pengelolaan anggaran cukup panjang kurang lebih satu semister. Longgarnya waktu
diharapkan mampu mendorong kualitas isi laporan semakin baik dan terus meningkat serta
dapat dipertanggungjawabkan.
BAB III
KESIMPULAN
Budget siklus atau siklus anggaran merupakan suatu tahap didalam anggaran negara atau
APBN. Dimana yang setiap tahunnya selalu ada penyusunan APBN yang mana siklus
anggaran atau budget siklus ada didalamnya. Seperti kita tahu budget siklus sendiri memiliki
arti yaitu masa atau jangka waktu mulai saat anggaran (APBN)disusun sampai dengan saat
perhitungan anggaran disahkan dengan undang-undang. Oleh karena itu budget siklus juga
memiliki peran penting dalam APBN. Kita ketahui bahwa pengelolaan keuangan Negara
setiap tahun anggaran dituangkan dalam APBN. Dengan demikian seluruh program/kegiatan
pemerintah harus dituangkan dalam APBN dan tidak diperkenankan adanya
program/kegiatan yang pengelolaannya diluar APBN (off budget). Dimana didalam APBN
terdapat tahapan pengelolaan anggaran atau siklus anggaran (budget siklus). Jadi budget
siklus yang terdapat didalam APBN yaitu meliputi Perencanaan dan Penganggaran,
Penetapan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, Pemeriksaan Anggaran dan
pertanggungjawaban.
DAFTAR PUSTAKA
Wikiapbn. 2015. Siklus Anggaran.
[Link]
%20(Budget%20Cycle)%20adalah,anggaran%20disahkan%20dengan%20undang-
undang. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2022
A Nurhafid. 2017. Bab II Tinjauan Pustaka Pengertian Anggaran.
[Link]
sequence=7&isAllowed=y. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2022