LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
FISIKA
“MEMEBUAT ELEKTROMAGNET”
Nama : Dicky Tegar Christanto
Kelas : 9C
No : 04
1
I. JUDUL
“Pembuatan Elektromagnet”
II. TUJUAN PRAKTIKUM
Mahasiswa mengetahui proses pembuatan magnet dengan menggunakan listrik
dan mendemonstrasikan proses pembuatan elektromagnet.
III. LANDASAN TEORI
Pengertian Magnet adalah jenis batuan yang memiliki kemampuan
bisa menarik benda-benda tertentu. Kalau menurut pengertian dari Kamus
Besar Bahasa Indonesia, magnet diartikansebagai setiap bahan yang bisa
menarik logam besi. Kata magnet sendiri berasal dari bahasa Yunani,
yaitu magnitis lithos. Kata itu memiliki arti batu Magnesian. Magnesian atau
Magnesia adalah sebuah kota di wilayah Yunani. Sekarang kota ini berubah
namanyamenjadi Manisia yang terletak di wilayah Turki. Pada zaman
prasejarah, di Magnesiaditemukan banyak sekali kandungan magnet.Sifat-
Sifat Magnet:
1.Magnet Bisa Menarik Benda Tertentu
2.Magnet Punya Dua Kutub
3.Kutub yang Berbeda Saling Menarik, Kutub yang Sama Saling Menolak
Adapun teori mengenai kemagnetan tersebut antara lain:
1) Magnet tersebut akan selalu tersusun dari magnet-magnet kecil yang disebut
dengan sebutan magnet elementer.
2) Benda Magnetik tersebut juga tersusun denga secara teratur. Akan tetapi,
benda non-magnetik, magnet elementer itu tersusun dengan secara acak.
3) Selain dari itu, magnet tersebut dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip
yakni membuat magnet elementer yang dapat menjadi teratur.
4) Pada saat terdapat sebuah magnet yang dipotong, maka tiap-tiap potongan
tersebut tetap mempunyai kutub utara serta juga kutub selatan.
5) Bahan magnetik lunak tersebut akan lebih mudah untuk dijadikan magnet, hal
tersebut terjadi lantaran magnet lunak lebih mudah menyusun magnet lementer
menjadi teratur.
2
Jenis-Jenis Magnet
Dibawah ini merupakan jenis-jenis Magnet antara lain:
Magnet Alam
Magnet Alam merupakan suatu magnet yang telah atau sudah mempunyai sifat
kemagnetan itu dengan secara alami. artinya Hal itu tersebut terjadi tanpa adanya
campur tangan dari manusia. Salah satu dari contoh dari bentuk magnet alam
ialah gunung ida di magnesia yang memiliki atau mempunyai daya yang mampu
untuk menarik benda-benda yang terdapat di sekitarnya.
Magnet Buatan
Magnet Buatan merupakan suatu magnet yang dibuat oleh tangan manusia.
Magnet tersebut dipergunakan agar mempunyai daya tarik yang kuat. Magnet
buatan tersebut dibuat dari bahan-bahan magnetik kuat. Bahan magnet buatan
manusia itu contohnya seperti baja dan besi. Magnet buatan tersebut terbagi
dalam dua jenis diantaranya:
Magnet Sementara (Remanen)
Pengertian Magnet tetap merupakan suatu magnet yang mempunyai sifat
kemagnetannya dengan sifat permanen, meskipun begitu proses pembuatannya
itu sudah dihentikan.
Magnet Tetap (Pemnanen)
Selain dari itu, untuk Magnet Tetap adalah suatu magnet yang mempunyai sifat
kemagnetannya yang hanya sementara misalnya hanya terdapat selama didalam
proses pembuatannya.
Sifat-Sifat Magnet
Adapun sifat-sifat magnet antara lain:
Sifat pertama dari Magnet itu hanya mampu untuk menarik benda-benda tertentu
yang terdapat dalam jangkauan kekuatannya, artinya tidak semua benda dapat
ditarik.
Magnet tersebut juga memiliki sifat yang diketahui terbagi dua jenis kutub antara
lain kutub utara serta juga kutub selatan.
Pada saat kutub yang sama dipertemukan atau juga didekatkan maka akan terjadi
adalah sifat saling tolak menolak. namun tetapi, apabila kutub itu berbeda, maka
yang terjadi adalah sifat saling tarik menarik.
Gaya Magnet tersebut dapat menembus benda, pada saat akan semakin kuat maka
gaya magnet tersebut juga akan semakin kuat sehingga akan dapat menarik suatu
benda.
Sifat kemagnetan tersebut dapat hilang atau juga melemah disebabkan karena
adanya beberapa penyebab. contoh apabila terus menerus jatuh, terbakar, dll.
Medan Magnet tersebut juga akan membentuk Gaya Magnet. Selain dari itu juga
akan semakin dekat dengan benda Magnet, medan magnetnya itu akan semakin
rapat, selain dari itu juga magnetnya pun akan semakin besar.
Benda-Benda Berdasarkan Sifat Kemagnetannya
Berdasarkan dari kemagenetannya benda, maka dalam magnet dapat dibedakan
menjadi dua jenis antara lain: .
3
Benda Non Magnetik
Benda-benda tersebut terbagi dalam dua kelompok diantaranya:
Diamagnetik,merupakan benda yang menolak magnet. Maksud dari hal tersebut
ialah bahwa Diamagnetik ini benda ini tidak mampu untuk ditarik oleh magnet.
contohya seperti emas, merkuri, seng, dll.
Paramagnetik, merupakan suatu benda yang dapat ditarik oleh magnet kuat,
contohnya seperti alumunium, tembaga, platina, dll.
Benda Magnetik (Feromagnetik)
Feromagnetik merupakan suatu benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh
magnet. Sehingga benda magnetik yang bukan magnet itu mampu utnuk diolah
kedalam bentuk magnet. namun tetapi, perlu digaris bawahi bahwa benda
tersebut memiliki tingkat kesulitan tersendiri. contohnya magnet dalam hal ini
misalnya besi, nikel, baja dll.
Macam-Macam Bentuk Magnet
Dibawah ini merupakan bentuk-bentuk dari magnet untuk saat ini, terdapat
banyak sekali macam-macam dari bentuk magnet. Bahkan juga bentuk-bentuk
dari magnet tersebut tidak lain dibuat untuk tujuan serta juga kegunaan yang
berbeda-beda. Tapi, terdapat bentuk-bentuk Magnet yang sering sekali dapat
ditemui dalam kehidupan sehari-hari serta juga yang sering dipergunakan. Secara
umum, terdapat 5 bentuk tetap magnet yakni
Magnet Jarum,
Magnet Batang,
Magnet U (Magnet Ladam),
Magnet Cincing dan
Magnet Silinder.
4
IV. ALAT DAN BAHAN
1. Kawat tembaga 30cm
2. Baterai 1.5 volt
3. Paku
4. Peniti
5. Klip
5
V. CARA KERJA
1. Lilitkan kawat tembaga ke paku hingga 25 lilitan.
2. Sambungkan kedua ujung tembaga ke sudut masing-masing baterai.
3. Tunggu beberap menit agar paku dapat menjadi magnet sementara
4. Pastikan ujung ujung kawat tembaga menempel pada kutub positif dan negatif
baterai.
6
VI. HASIL PENGAMATAN
Pada saat listrik mengalir ke baterai, ujung tembaga dan baterai akan
terasa panas. Hal ini dikarenakan adanya aliran listrik yang mengalir dari baterai
ke paku melalui tembaga. Sesuda itu Paku sudah menjadi magnet dan dapat
menrik benda-benda dari logam. Magnet yang dibuat bersifat sementara dan
semuanya tergantung dari jumlah lilitan yang ada dan lama paku tersebut dialiri
listrik.
VII. FOTO PENGAMATAN
Proses melilir paku dengan tembaga Tembaga terpasang dengan 25 lilitan
Paku dialiri listrik dari baterai 1.5 V Paku menjadi magnet dan dapat menarik
benda seperti klip dan peniti
VII. KESIMPULAN
1. Hubungan antara jumlah lilitan, paku, dan baterai akan menghasilkan kekuatan magnet yang
baik apabila kedua hal tersebut dilakukan dengan benar dan tepat sasaran
2. Semakin lama oaku dialiri listrik semakin lama pula kemagnetan yang menetap di dalam
paku tersebut
3. Baterai akan menimbulkan efek panas ketika arus listrik terus dialirkan.
7
8
9
10
11