SMP NEGERI 2 BANDA ACEH
Jl. Ayah Gani, Bandar Baru, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh
E-mail : smpn2@[Link] website : http ://[Link] kodepos :23126
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Komponen layanan Layanan Dasar
Bidang layanan Pribadi
Topik layanan Membangun Rasa Percaya Diri
Fungsi layanan Pemahaman
Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta
dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi
Tujuan umum pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat
1. Mengenal Kemampuan dan Keiinginan diri
2. Menerima keadaan diri secara positif
Tujuan khusus
3. Menampilkan perilaku yang merefleksikan
keragaman diri dan lingkungannya
Sasaran layanan Siswa kelas VIII-6
1. Pentingnya rasa percaya diri
2. Ciri dan manfaat orang yang memiliki kepercayaan
Materi layanan
diri
3. Membangun rasa percaya diri
Waktu 1x 30 Menit
[Link]
[Link]
diri
Sumber
Jurnal Edueksos Vol. VIII No. 2, Desember 2019 74 The
journal of social and economics education
Ceramah,Curah Pendapat dan Diskusi
Metode/teknik
Proyektor, Laptop, PPT, Vidio Edukasi
Media/alat
Pelaksanaan
1. Tahap awal/pendahuluan
1. mengucapkan salam dan membaca doa.
2. mengecek kehadiran siswa (absensi)
3. membuat kesepakatan pembelajaran
4. Membinan hubungan baik dengan peserta didik serta
membuat suasana kegiatan menjadi lebih
semangat/bergairah dengan diawali Ice
Breaking/games sederhana, (Mencairkan kebekuan
a. Pernyataan tujuan
dikelas)
5. Guru BK memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk menyampaikan pengalaman mengenai rasa
percaya diri.
1. Guru Bk menanyangkan media slid power
point yang berhubungan dengan materi
b. Penjelasan tentang layanan tersebut.
langkah-langkah 2. Peserta didik memperhatikann penjelasan
kegiatan materi yang diberikan serta guru BK
mengajak peserta didik berdialog intraktif
tentang materi yang disampaikan.
Peserta didik memperhatikan , vidio atau gambaran
c. Mengarahkan kegiatan kejadian berkaitan dengan kepercayaan diri.
(konsolidasi)
Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
setelah pesertad didik melihat tayangan vidio atau
d. Tahap peralihan
gambaran kejadian tersebut dan mengaitkannya dengan
kepercayaan diri remaja zaman sekarang.
menanyakan kesiapan peserta didik melaksanakan
(Transisi)
kegiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap inti
1. Guru BK mengajak peserta didik untuk
brainstorming/curah pendapat dan mengajak
peserta didik untuk memahami poin-poin
penjabaran materi yang berkaitan dengan
Pentingnya rasa percaya diri
a. Kegiatan peserta didik Ciri dan Manfaat orang yang memiliki
kepercayaan diri
Membangun rasa kepercayaan diri
2. Guru BK memberi penguatan kepada siswa yang
memberi tanggapan.
1. membagi kelas menjadi beberapa kelompok (4
kelompok) dan memberi tugas (untuk diskusi
kelompok) lalu menjelaskan cara mengerjakan tugas
yaitu membahas poin-poin materi
2. Guru Bk menunjuk kelompok untuk menampilkan
hasil diskusi kelompok
b. Kegiatan guru
3. guru memberi penguatan dan apresiasi bagi
bimbingan
kelompok yang tampil
dan konseling
4. guru BK meminta Peserta didik yang lain boleh
atau konselor
untuk menganngapi
5. Peserta didik memperoleh konseptualisasi dari
pengalaman dan pendapat mengenai membangun
rasa percaya diri
6. Guru BK menyimpulkan jawaban siswa dan
menambahkannya
3. Tahap penutup
1. guru meminta siswa menyimpulkan materi yang
sudah dipelajari
2. Guru BK memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk menuliskan rencana perilaku yang
dapat dilakukan oleh peserta didik mengenai
membangun rasa percaya diri.
3. guru memberi tahu tentang materi pembelajaran
di pertemuan berikutnya
4.
Evaluasi
Guru bimbingan dan konseling atau konselor
melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses
yang terjadi.
1. Evaluasi proses 1. Mengadakan refleksi.
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan
(contoh: semangat/kurang semangat/tidak semangat).
3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat
atau
bertanya: sesuai dengan topik/ kurang sesuai dengan
topik/ tidak sesuai dengan topik.
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan
terhadap pertanyaan guru bimbingan dan konseling
atau konselor: mudah dipahami/ tidak mudah/
sulit dipahami.
Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain:
2. Evaluasi hasil 1. Merasakan suasana pertemuan:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak
menyenangkan.
2. Topik yang dibahas: sangat penting/kurang
penting/tidak penting.
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan: mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami.
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti.
Mengetahui : Banda Aceh, Februari 2023
Guru Pamong BK Mahasiswa PPL PPG Prajabatan
IDRIS ISMAIL,[Link] RIA WANIRA,[Link]
NIP.19910801 201903 1001
MATERI LAYANAN
1. Pentingnya Rasa Percaya Diri
Menurut Thantaway (Fani:74) , percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri
seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu
tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada
kemampuannya, karena itu sering menutup diri. Percaya diri merupakan salah satu aspek
kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas
kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan
mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya.
2. Ciri dan Manfaat orang yang memiliki kepercayaan diri
a. Ciri orang yang memiliki kepercayaan diri
Orang yang mempunyai kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif
terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat
terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah
orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang
yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.
Ciri-ciri anak yang memiliki kepercayaan tinggi :
1) Mempu memotivasi diri
Setiap anak yang percaya diri akan tumbuh dengan pemikiran lebih dewasa dan
mandiri dibanding sebayanya. Ketika ia tengah berada di titik lemah atau merasa
malas melakukan sesuatu, ia bisa mendorong dan memotivasi dirinya sendiri tanpa
perintah orang lain.
2) Optimis
Anak yang percaya diri tumbuh lebih optimis. Mereka cukup jarang mengeluh,
malah menyukai hal-hal yang dianggap sulit oleh teman sebayanya. Bagi mereka,
asalkan terus berusaha tidak ada persoalan yang tak dapat terselesaikan. Tak heran
apabila anak dengan kepercayaan diri tinggi memiliki peluang lebih besar untuk
meraih kesuksesan di masa depan.
3) Berani Mencoba
Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Tak jarang, hal ini menyebabkan
anak merasa takut untuk mencoba kembali. Namun, bagi anak dengan tingkat
kepercayaan diri tinggi, kegagalan bukanlah masalah. Justru kegagalan mendorong
mereka untuk terus mencoba hingga berhasil.
4) Membuat keputusan Sendiri
Sikap optimis dan berani mencoba yang dimiliki anak dengan kepercayaan diri
tinggi membuat mereka sering mengambil keputusan sendiri. Dari hal ini, mereka
belajar untuk bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas keputusan yang
diambil.
5) Memiliki Tanggung Jawab Tinggi
Sangat menyadari pentingnya usaha dan tanggung jawab merupakan salah satu ciri
anak percaya diri. Mereka tak segan melewatkan waktu bermain dan menggantinya
untuk belajar. Bagi anak-anak dengan kepercayaan diri tinggi, belajar merupakan
salah satu tanggung jawab yang harus dilaksanakan dan nilai bagus adalah bonus
atas kerja kerasnya.
b. Manfaat Percayaan Diri
Seperti yang kita ketahui bahwa percaya diri sangatlah penting untuk dimiliki
karena dengan bisa mengurangi rasa minder dan takut ketika melakukan suatu hal atau
ketika berinteraksi dengan orang lain. Adapun manfaat-manfaat lain yang bisa diperoleh
dari rasa percaya diri sebagai berikut :
1) Percaya Diri mengendalikan beberapa hal
Seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang semakin meningkat maka
orang tersebut bisa menyelesaikan berbagai macam hal dengan kemampuan
membaca atau melihat sesuatu dengan jernih sehingga masalah akan terselesaikan
dan mencapai sebuah keberhasilan. Setiap kemampuan yang dimiliki oleh
seseorang pasti bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Namun, jika
ada seseorang yang belum bisa melihat kemampuan yang ada di dalam dirinya
maka suatu masalah tidak bisa diselesaikan sehingga tujuan dari orang tersebut
belum tercapai.
2) Percaya diri bisa membuat hidup lebih menyenangkan
Hidup yang dijalani akan terasa menyenangkan dan nyaman jika kita
mempunyai rasa percaya diri. Hal ini dikarenakan rasa percaya diri mengajarkan
diri sendiri untuk tidak perlu membandingkan apa yang kita miliki dengan orang
lain dan lebih mengutamakan untuk berlatih bersyukur dengan apa yang kita punya.
Rasa bersyukur juga bisa membuat diri sendiri atau lingkungan disekitarnya
lebih bisa dinikmati dengan rasa bahagia. Dengan kata lain, percaya diri bisa
bermanfaat untuk membuat hidup lebih hidup.
3) Percaya diri membuat diri sendiri menjadi lebih yakin
Manfaat berikutnya ialah rasa percaya diri bisa membuat diri sendiri lebih
yakin, baik itu yakin terhadap kemampuan yang ada di dalam diri atau yakin
mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Rasa yakin yang digunakan
dengan maksimal bisa memudahkan seseorang yang memiliki rasa percaya diri
mencapai tujuan dan keberhasilannya.
4) Percaya diri bisa meningkatkan kemampuan belajar
Semua pengalaman hidup yang dimiliki oleh seseorang yang percaya diri
diibaratkan seperti sekolah. Maksudnya, seseorang yang percaya diri akan terus
belajar seputar menjalani hidup melalui proses pembentukan dan teladan. Dengan
kata lain, ia bisa berkembang ke arah yang lebih baik dan dapat mengevaluasi
semua pengalamannya sehingga mendapatkan pelajaran yang bisa berguna di
kemudian hari.
5) Percaya diri bisa membuat diri sendiri memiliki mental yang kuat
Mental yang kuat akan dimiliki oleh seseorang yang percaya diri sehingga
ia akan lebih tahan terhadap berbagai tekanan atau hambatan yang sedang dialami.
Seorang yang percaya diri juga akan mampu menghadapi berbagai macam situasi,
baik itu situasi yang menyangkut masalah pribadi, sosial, bisnis dan lain-lain. Hal
ini dikarenakan ia mempunyai cara berpikir dan mental yang kuat.
3. Membangun rasa kepercayaan diri
Rasa percaya diri, yang merupakan kombinasi antara keyakinan pada kemampuan dan
penghargaan kepada diri sendiri, adalah aspek yang sangat penting dalam kehidupan seorang
manusia (Mind Tools, 2019 : 1). Keyakinan pada kemampuan adalah perasaan atau percaya
bahwa kita dapat melaksanakan berbagai tugas atau mencapai tujuan dalam hidup. Penghargaan
kepada diri sendiri juga sama, tetapi lebih kepada percaya bahwa pada umumnya kita kompeten
dalam hal apa pun yang kita lakukan dan kita layak berbahagia dalam hidup.
Orang yang percaya diri biasanya menyukai dirinya sendiri, mau mengambil risiko untuk
mencapai tujuan pribadi dan profesional, dan selalu berpikir positif akan masa depan. Akan
tetapi, orang yang yang tidak memiliki kepercayaan diri merasa kurang mampu mencapai
tujuannya, dan cenderung memiliki pandangan negatif kepada dirinya sendiri dan apa yang
ingin dia capai dalam hidup.
a. Menanamkan sikap yang baik
Sikap kita adalah sebagian besar dari diri kita sesuai persepsi kita tentang realitas.
Intinya adalah bagaimana kita memilih untuk menghadapi setiap situasi atau cara dan
konsekuensi dari setiap pilihan yang kita buat. Apakah kita sudah berperilaku dengan cara
yang positif atau negatif, kita sendiri yang dapat menentukan apa yang akan kita lakukan.
Kesempurnaan dalam sikap dan perilaku memang tidak mudah, akan tetapi kita
dapat memaksimalkan sikap positif tersebut sesuai dengan kemampuan kita. Berikut adalah
beberapa sikap yang mengandung penanaman sikap yang baik dalam diri kita yang dapat
membangun rasa kepercayaan diri, antara lain :
1) Mengenali pikiran negatif (Burton, 2012 : 1). Pikiran negatif biasanya berwujud
dalam kalimat "aku tidak bisa", "aku pasti gagal", "tidak ada yang mau mendengarkan
apa yang ingin kukatakan". Suara-suara ini pesimis, tidak membantu, dan akan
menghalangi kita untuk memiliki harga diri yang tinggi dan rasa percaya diri yang
besar.
2) Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif. Jika kita sadar bahwa kita berpikir
negatif, alihkan ke pikiran yang positif. seperti "akan kucoba", "aku bisa berhasil jika
mau berusaha", atau "orang-orang pasti mau mendengarkan aku".
3) Jangan biarkan pikiran negatif muncul lebih sering daripada pikiran positif. Pikiran
positif harus mengisi lebih banyak ruang otak, lalu dibandingkan pikiran negatif.
Semakin sering kita melawan pikiran negatif dengan pikiran positif, kita akan
semakin terbiasa melakukannya.
4) Miliki jaringan pendukung yang positif dan dekatkan diri kepada orang- orang
tercinta agar kita tetap gembira, seperti keluarga atau teman-teman. Selain itu,
jauhilah orang-orang atau hal-hal yang membuat perasaan kita tidak baik.
5) Hilangkan apa pun yang dapat memunculkan pikiran negatif. Jangan biarkan diri kita
berada dalam situasi yang membuat kita merasa negatif kepada diri sendiri.
6) Kenali bakat kita. Setiap orang mempunyai keahlian, jadi carilah apa yang mampu
kita lakukan dengan baik, lalu berfokuslah pada bakat kita. Temukan apa yang kita
sukai lalu kembangkan bakat yang sesuai dengan minat kita tersebut.
7) Banggalah kepada diri sendiri. kita tidak cuma harus bangga dengan bakat atau
keahlian, tetapi juga harus memperhatikan semua hal yang membuat kepribadian kita
istimewa.
8) Terimalah pujian dengan anggun. Orang-orang yang rendah diri biasanya sulit
menerima pujian. Mereka menganggap bahwa pujian itu keliru atau bohong, kita
harus mengubah cara kita menanggapi pujian.
9) Tatap diri kita di cermin dan tersenyumlah. ekspresi wajah sebenarnya dapat
memengaruhi otak untuk membentuk atau memperkuat emosi tertentu. Jadi, dengan
bercermin dan tersenyum setiap hari, lama-kelamaan kita bisa merasa lebih bahagia
dengan diri sendiri dan lebih percaya diri.
b. Menangani emosi
Tidak jarang emosi-emosi negatif seperti kecewa dan marah menguasai, sehingga
kita menjadi tidak dapat berkonsentrasi. Bahkan, kita melakukan hal-hal yang merugikan
diri sendiri dan orang lain. Ini mengapa penting untuk tahu cara mengendalikan emosi.
Penelitian menemukan bahwa respons emosional manusia berasal dari cara mereka menilai
pengalaman tertentu. Emosi adalah ekspresi normal atas berbagai hal yang terjadi dalam
keseharian, seperti tertawa karena kejadian lucu hingga merasa kesal setelah terjebak
macet. Mengekspresikan emosi secara tepat dan mengetahui cara mengendalikan emosi
akan membuat diri kita merasa lebih baik.
Tidak jarang emosi-emosi negatif membuat kita menjadi berperilaku negatif juga.
Marah, sedih, kecewa memang tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola. Ekspresi emosi
negatif bahkan dapat membahayakan hubungan pertemanan, pekerjaan, dan bahkan
kesehatan kita sendiri. Hal inilah yang membuat kita perlu belajar cara mengendalikan
emosi. Dalam menangani emosi, di bawah ini ada beberapa hal yang dapat membantu kita,
yakni :
a) Hadapi rasa takut dengan nyaman.
b) Bersabarlah dengan diri sendiri.
c) Usahakan menemukan keseimbangan.
d) Berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
e) Akui apa yang membuat kita minder.
f) Bangkitlah dari kesalahan.
g) Hindari perfeksionisme.
h) Belajarlah untuk bersyukur.