0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan35 halaman

Asuhan Kebidanan Kehamilan 30-31 Minggu

Laporan ini membahas asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. R usia 30-31 minggu kehamilan di Puskesmas Tigo Baleh. Laporan terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, laporan kasus, analisis dan penutupan.

Diunggah oleh

anggia paramita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan35 halaman

Asuhan Kebidanan Kehamilan 30-31 Minggu

Laporan ini membahas asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. R usia 30-31 minggu kehamilan di Puskesmas Tigo Baleh. Laporan terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, laporan kasus, analisis dan penutupan.

Diunggah oleh

anggia paramita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA NY.

R
G1P0A0H0 USIA KEHAMILAN 30-31 MINGGU
DI PUSKESMAS TIGO BALEH
KOTA BUKITTINGGI

LAPORAN

OLEH :

ANGGIA PARAMITA
2215901106

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


UNIVERSITAS FORT DE KOCK
BUKITTINGGI
2022/2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapakan kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia serta hidayah-nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan laporan kasus kelolaan individu praktik klinik kebidanan siklus

remaja dan pra nikah yang berjudul “Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Ny.

R G1P0A0H0 Usia Kehamilan 30-31 Minggu Di Puskesmas Tigo Baleh Kota

Bukittinggi”.

Laporan kasus kelolaan ini penulis susun dalam rangka pencapaian

kompetensi, dan merupakan salah satu tugas yang harus dipenuhi oleh setiap

mahasiswa profesi kebidanan.

Dalam proses penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapat bantuan

dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis

mengucapkan terimakasih kepada :

1. Ibu Dr. Hj. Evi Hasnita, [Link], Ns, [Link] selaku Rektor Universitas

Fort De Kock Bukittinggi.

2. Ibu Oktavianis, [Link], [Link] selaku Dekan Fakultas Kesehatan

Universitas Fort De Kock Bukittinggi.

3. Ibu Febriniwati Rifdi, [Link], [Link] selaku Ka. Prodi Kebidanan

Fakultas Kesehatan Universitas Fort De Kock Bukittinggi.

4. Ibu Nurul Amalina, [Link], [Link] selaku CI Akademik di Universitas

Fort De Kock Bukittinggi.

5. Ibu Windi Herfita Ayu [Link] selaku CI Lapangan di Puskesmas

Tigo Baleh Bukittinggi.


Penulis menyadari bahwa penulisan laporan kasus kelolaan ini masih

belum sempurna, baik dari segi materi maupun tata cara penulisannya. Oleh

karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran

yang membangun demi kesempurnaan laporan kasus ini. Semoga laporan kasus

kelolaan ini dapat memenuhi tugas akhir seminar kasus kelolaan individu dan

dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Bukittinggi, Desember 2022

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...........................................................................................
B. Rumusan Masalah.....................................................................................
C. Tujuan........................................................................................................
D. Manfaat......................................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Kehamilan..................................................................................................
B. Trimester III...............................................................................................
C. Teori ANC.................................................................................................

BAB III LAPORAN KASUS


A. SOAP.........................................................................................................

BAB IV ANALISIS KASUS

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................
B. Saran..........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kehamilan adalah hasil dari proses konsepsi hingga persalinan.

Masa kehamilan normal adalah 280 (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) yang

dihitung dari hari pertama haid terakhir hingga janin lahir. Kehamilan

dibagi menjadi 3 triwulan, yakni triwulan pertama dimulai dari bulan

pertama sampai bulan ke-3, triwulan kedua dari bulan ke-4 sampai bulan

ke-6 dan triwulan ketiga dimulai dari bulan ke-7 sampai 9 bulan (Sekar

Arum, Erlinawati, Fauzia, Fitri Apriyanti et al., 2019).

Kehamilan merupakan suatu keadaan dimana seorang wanita yang

didalam rahimnya terdapat embrio atau fetus. Kehamilan merupakan

penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi. Bila

dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan

berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 9 bulan menurut kalender

internasional. Maka, dapat disimpulkan bahwa kehamilan merupakan

bertemunya sel telur dan sperma didalam atau diluar rahim dan berakhir

dengan keluarnya bayi dan plasenta melalui jalan lahir (Sekar Arum,

Erlinawati, Fauzia, Fitri Apriyanti et al., 2019).

Ibu hamil adalah seorang wanita yang sedang mengandung yang

dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan adala waktu

transisi yaitu masa antara kehidupan sebelum memiliki anak yang

sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan nanti setelah anak itu

lahir (Sitanggang & Nasution, 2013).


Kondisi kesehatan calon ibu pada masa awal kehamilan akan

mempengaruhi tingkat keberhasilan kehamilan serta kondisi status

kesehatan calon bayi yang masih didalam rahim maupun yang sudah lahir,

sehingga disarankan agar calon ibu dapat menjaga perilaku hidup sehat

dan menghindari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kondisi calon

ibu pada masa kehamilan (Marwiyah & Sufi, 2018).

Kehamilan merupakan suatu kondisi fisiologis, namun kehamilan

normal juga dapat berubah menjadi kehamilan patologis. Patologi pada

kehamilan merupakan suatu gangguan komplikasi atau penyulit yang

menyertai ibu saat kondisi hamil.

Kehamilan trimester ketiga adalah trimester terakhir pada

kehamilan, dimulai dari minggu ke-28 sampai minggu ke-40. Periode ini

adalah fase yang penting untuk pertambahan berat bayi, juga periode

dimana masalah obstetrik dan medis dapat berkembang. Beberapa masalah

obstetrik yang dapat terjadi antara lain pendarahan antepartum yang

disebabkan oleh plaseta previa, solusio plasenta, prematuritas,

pertumbuhan janin terhambat dan kehamilan serotinus. Masalah medis

lainnya dapat terjadi seperti hipertensi dan anemia dalam kehamilan.

Risiko tinggi pada kehamilan dapat ditemukan saat menjelang

waktu kehamilan, waktu hamil muda, waktu hamil pertengahan, saat in

partu bahkan setelah persalinan. Ibu hamil yang mengalami gangguan

medis atau masalah kesehatan akan dimasukan kedalam kategori risiko

tinggi, sehingga kebutuhan akan pelaksanaan asuhan pada kehamilan

menjadi lebih besar (Sandra, 2015).


Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator

kesehatan suatu bangsa. Kematian ibu merupakan kematian seorang

wanita yang dapat disebabkan pada saat kondisi hamil atau menjelang 42

hari setelah persalinan. Hal ini dapat terjadi akibat suatu kondisi yang

berhubungan atau diperberat oleh kehamilannya maupun dalam

penatalaksanaan, tetapi bukan termasuk kematian ibu hamil yang

diakibatkan karena kecelakaan (Marwiyah & Sufi, 2018).

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization

(WHO) mencatat sekitar 830 wanita diseluruh dunia meninggal setiap

harinya akibat komplikasi yang terkait dengan kehamilan maupun

persalinan dan sebanyak 99% diantaranya terdapat pada negara

berkembang. Di negara berkembang, pada tahun 2015 Angka Kematian

Ibu mencapai 239 per 100.000 kelahiran hidup, dibandingkan dengan

negara maju yang hanya mencapai 12 per 100.000 kelahiran hidup.

AKI di Indonesia dalam data Kemenkes pada tahun 2016 terdapat

sekitar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Di Jawa Tengah, Angka

Kematian Ibu pada tahun 2016 mencapai 602 kasus atau 109,65 per

100.000 kelahiran hidup, yang mana angka kematian tertinggi ada di

Brebes dengan 52 kasus serta angka kematian terendah ada di

Temanggung dan Magelang dengan jumlah masing-masing 3 kasus

(Marwiyah & Sufi, 2018).

AKI diakibatkan karena risiko yang dihadapi oleh ibu selama masa

kehamilan hingga persalinan. Beberapa faktor risiko yang dapat

mempengaruhi kesehatan ibu hamil meliputi kondisi sosial ekonomi yang


menjadi salah satu indikator terhadap status gizi ibu hamil, kesehatan yang

kurang baik pada saat sebelum maupun dalam masa kehamilan, adanya

komplikasi pada kehamilan dan saat melahirkan, adanya ketersediaan

fasilitas kesehatan khususnya pelayanan terhadap prenatal dan obstetri.

Selain itu, terdapat 4 kriteria “terlalu” yang juga menjadi penyebab

kematian dalam maternal, yaitu terlalu muda usia ibu untuk melahirkan

(usia < 20 tahun), terlalu tua usia ibu saat melahirkan (usia > 35 tahun),

terlalu banyak jumlah anak (anak > 4 orang), dan terlalu rapat jarak antar

setiap kelahiran (jarak < 2 tahun) (Wu & Ke, 2016).

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda global

dalam Pembangunan Berkelanjutan dengan pelaksanaan dari tahun 2016

hingga tahun 2030 yang merupakan pembaharuan Millenium Development

Goals (MDGs) atau agenda Pembangunan Milenium yang telah resmi

berakhir pada tahun 2015. Salah satu tujuan SDGs adalah terciptanya

suatu kondisi kehamilan dan persalinan yang aman, serta ibu dan bayi

yang dilahirkan dapat hidup dengan sehat, yang dilakukan dengan

pencapaian target dalam mengurangi rasio kematian ibu secara global

hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah pada kasus ini

adalah Bagaimana Asuhan Kebidanan Secara Komprehensif Pada Ny. R

G1P0A0HO Usia Kehamilan 30-31 Minggu di Puskesmas Tigo Baleh.


C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Memberikan asuhan kebidanan secara langsung kepada ibu

hamil trimester III dengan pendekatan manajemen kebidanan.

2. Tujuan Khusus

a. Mampu melaksanakan pengkajian data yang meliputi data subjektif

secara lengkap pada Ny. R di Puskesmas Tigo Baleh.

b. Mampu melaksanakan pengkajian data yang meliputi data objektif

secara lengkap pada Ny. R di Puskesmas Tigo Baleh.

c. Mampu menginterpretasikan data yang meliputi diagnosa

kebidanan dan masalah pada Ny. R di Puskesmas Tigo Baleh.

d. Mampu merencanakan tindakan asuhan kebidanan secara

komprehensif pada Ny. R di Puskesmas Tigo Baleh.

e. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan kehamilan sesuai standar

14T.

D. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

Menambah wawasan dan kajian mengenai asuhan kebidanan

secara langsung dan komprehensif pada ibu hamil trimester III.

2. Manfaat Parktis

Menambah pengalaman serta dapat memberikan asuhan pada

Ny. R trimester III yang sesuai dengan standar asuhan kebidanan

dengan pendekatan manajemen kebidanan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kehamilan

1. Definisi Kehamilan

Menurut Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan

merupakan sebagai fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum

dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat

fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung

dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender

internasional (Sekar Arum, Erlinawati, Fauzia, Fitri Apriyanti et al.,

2019).

Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi

sampailahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40

mingguatau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

2. Klasifikasi Kehamilan

Menurut Marmi (2011), klasifikasi kehamilan menjadi :

a. Trimester 1 : Kehamilan <12 minggu

b. Trimester 2 : Kehamilan 13-28 minggu

c. Trimester 3 : Kehamilan 29-40 minggu

3. Perubahan Fisiologi Kehamilan

Menurut (Marwiyah & Sufi, 2018), dengan terjadinya

kehamilan makaseluruh system genetalia wanita mengalami perubahan

yang mendasarsehingga dapat menunjang perkembangan dan


pertumbuhan janin dalam rahim. Perubahan fisiologi kehamilan antara

lain :

a. Uterus

Uterus yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan

mengalami hipertrofi dan hyperplasia, sehingga menjadi

seberat1000 gram saat akhir kehamilan (Evriarti, 2019).

b. Serviks

Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan

kebiruan akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya odema

pada seluruh serviks, bersamaan dengan terjadinya hipertrofi dan

hyperplasia pada kelenjar-kelenjar serviks (Dewi et al., 2021).

c. Vagina

Selama kehamilan peningkatan pembuluh darah karena pengaruh

estrogen sehingga tampak makin berwarna merah dan kebiru-

biruan (tanda chadwick) (Erniawati et al., 2020).

d. Perubahan Kulit

Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi.

Hiperpigmentasi ini terjadi pada perut, pipi, dan payudara, seperti

striae gravidarum livide atau alba, line nigra, cloasma gravidarum,

areola mamae. Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan

menghilang.

e. Payudara

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai

persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Payudara menjadi


lebih besar, areola payudara makin hiperpigmentasi, puting susu

makin menonjol, glandula mantgomery makin tampak (Agustini et

al., 2021).

f. Perubahan Metabolisme

Pada kehamilan metabolism tubuh mengalami perubahan yang

mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin makin tinggi untuk

pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI. Diperkirakan

selama kehamilan berat badan akan bertambah 6,5 kg sampai 16,5

kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat badan sekitar 0,5

kg/minggu.

g. Sistem Respirasi

Pada kehamilan, terjadi perubahan sistem respirasi untuk dapat

memenuhi kebutuhan O2. Kebutuhan O2 akan meningkat 20

sampai 25%, dikarenakan ibu hamil akan bernafas lebih dalam dari

pada biasanya.

h. Traktus Urinarus

Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi

pada hamil tua, terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering

berkemih. Desakan tersebut menyebabkan kandung kemih cepat

terasa penuh.

4. Tanda-tanda Kehamilan

a. Amenorea (terlambat datang bulan)

Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir dengan perhitungan

rumus neagle, dapat ditentukan perkiraan persalinan.


b. Mual dan muntah (emesis)

Pengaruh hormon estrogen dan progesteron menyebabkan

pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Mual dan muntah

terutama pada pagi hari disebut morning sickness. Akibat mual dan

muntah nafsu makan berkurang.

c. Ngidam

Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan

yang demikian disebut ngidam. Keadaan ini biasanya terjadi pada

bulan-bulan pertama.

d. Payudara tegang

Pengaruh hormon estrogen dan progesteron menimbulkan

penimbunan lemak, air dan garam pada payudara. Payudara

membesar dan tegang, nyeri serta kencang, ujung saraf tertekan

menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.

e. Sering miksi

Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa

penuh dan sering miksi.

f. Konstipasi atau obstipasi

Pengaruh hormon progesteron dapat menghambat peristaltik usus,

menyebabkan kesulitan buang air besar.

g. Pigmentasi kulit

Terjadi pigmentasi kulit di sekitar pipi, dinding perut dan

disekitar payudara.
5. Tanda Tidak Pasti Kehamilan

a. Rahim membesar, sesuai dengan tuanya kehamilan

b. Pada pemeriksaan dalam, dijumpai tanda hegar, tanda chadwicks,

tanda piscaseck, kontraksi braxton hicks, teraba ballottement, dan

tanda goodel.

c. Pemeriksaan tes kehamilan positif (reaksi kehamilan positif).

Tetapi sebagian kemungkinan positif palsu.

6. Tanda Pasti Kehamilan

a. Gerakan janin dalam rahim

Terlihat atau teraba gerakan janin dan teraba bagian–bagian janin.

b. Denyut jantung janin

Didengar dengan stetoskop laenac, alat kardiotokografi, alat

Doppler, dilihat dengan ultrasonografi dan pemeriksaan dengan

alat canggih, yaitu rontgen untuk melihat kerangka janin,

ultrasonografi.

7. Tanda Bahaya Kehamilan

Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah tanda–tanda yang terjadi

pada seorang ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah

terjadinya suatu masalah yang serius pada ibu atau janin yang

dikandung, jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan sesuatu

yang lebih parah. Macam–macam tanda bahaya kehamilan meliputi :


a. Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat. Ibu

akan menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau

berbayang.

b. Penglihatan kabur

Perubahan visual yang mengidentifikasi keadaan yang

mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak. Perubahan

visual misalnya pandangan kabur atau berbayang dan ibu akan

sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan suatu tanda pre-

eklampsia.

c. Bengkak pada muka dan tangan

Bengkak bisa menunjukan adanya masalah serius. Masalah serius

jika pada muncul pada wajah dan tangan, tidak hilang setelah

istirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Merupakan

pertanda anemia, gagal jantung, atau pre eklampsia.

d. Nyeri abdomen yang hebat

Nyeri abdomen yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah

beristirahat merupakan salah satu masalah yang mengancam

keselamatan jiwa ibu dan janin yang dikandungnya.

e. Gerakan janin tidak terasa

Normalnya ibu mulai merasakan gerakan janinnya selama bulan

kelima atau ke enam. Gerakan bayi akan mudah terasa jika ibu

berbaring atau istirahat. Apabila bayi bergerak kurang dari 3 kali

dalam periode 3 jam, merupakan salah satu tanda dan gejala


kondisi berkurangnya gerakan janin dan harus mendapatkan

perhatian dari bidan dan ibu hamil itu sendiri.

f. Perdarahan pervaginam

Pada kehamilan lanjut perdarahan yang tidak normal adalah

merah, banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu disertai

nyeri. Perdarahan semacam ini bisa berarti plasenta previa, solusio

plasenta dan ruptur uteri.

g. Solusio plasenta

Merupakan suatu keadaan dimana terlepasnya plasenta yang

letaknya normal sebelum janin lahir.

h. Plasenta previa

Keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal,

yaitu pada sekmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau

seluruh jalan lahir.

8. Komplikasi dan Penyulit Dalam Kehamilan

a. Hiperemesis gravidarum

Kondisi mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sehingga

mengganggu pekerjaan sehari-hari dan keadaan umumnya menjadi

buruk.

b. Pre eklampsia dan eklampsia

Pre eklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, dan

oedema, dan proteinuria pada kehamilan. Biasanya timbul pada

trimester III. Sedangkan eklampsia adalah kelainan akut pada

wanita
hamil, yang ditandai dengan timbulnya kejang, dimana sebelumnya

sudah menunjukan gejala-gejala pre eklampsia.

c. Kelainan letak (letak lintang atau letak sungsang)

Letek lintang merupakan suatu keadaan dimana janin melintang

didalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu dan bokong pada

sisi yang lain. Sedangkan letak sungsang merupakan suatu letak

janin dalam rahim dimana kepala di atas dan bokong atau kaki

dibawah.

d. Anemia

Anemia merupakan suatu keadaan dimana menurunnya kadar

hemoglobin, hematokrit dan eritrosit dibawah nilai yang normal.

e. Polihidramnion

Suatu keadaan dimana jumlah air ketuban lebih banyak dari

normal,

biasanya lebih dari 2 liter. Pada kehamilan normal jumlah air

ketuban 0,5 – 1 liter.

9. Indeks Masa Tubuh (IMT)

Indeks Masa Tubuh (IMT) memberikan panduan kisaran berat

badan yang paling tepat bagi kesehatan sebelum hamil, tanpa

memperhatikan usia dan jenis tubuh. Berat badan biasanya mulai naik

setelah kehamilan 12 minggu. Jadi, bidan akan mencatat Indeks Masa

Tubuh (IMT) calon ibu pada buku catatan kunjungan untuk membantu

mengkaji segala resiko Penilaian Indeks Masa Tubuh (IMT) diperoleh

dengan memperhitungkan berat badan sebelum hamil dalam kilogram


dibagi tinggi badan pangkat 2 atau dalam meter kuadrat. Contoh,

wanita hamil dengan berat badan sebelum hamil 51 kg dan tinggi

badan 1,47 meter. Maka IMT nya adalah 51/(1,47)2 = 23,60 dibulatkan

menjadi24. Jika proporsi berat dan tinggi badan ada di kisaran normal,

hamper tidak mungkin ada masalah seperti tekanan darah tinggi atau

diabetes selama kehamilan. IMT 20-25 ideal untuk kesehatan optimal.

Indikator penilaian IMT adalah sebagai berikut:

a. Kurang dari 20 : Dibawah normal

b. 20-24,9 : Normal

c. 25-29,9 : Gemuk

d. Over 30 : Sangat gemuk

Pertambahan berat badan ibu hamil menggambarkan status

gizis elama hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan. Jika

terdapat kelambatan dalam penambahan berat badan ibu, ini dapat

mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyebabkan

gangguan pertumbuhan janin intra-uteri.

B. Trimester III

1. Pengertian

Trimester tiga sering disebut periode penelitian penantian

dengan penuh kewaspadaan. Pada periode ini wanita mulai menyadari

kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia menjadi

tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan was-was

mengingat bayi dapa lahir kapanpun. Hal ini membuatnya terjaga-jaga

sementara ia memperhatikan dan menunggu tanda dan gejala


persalinan muncul. Trimester ketiga merupakan waktu, persiapan yang

akhir terlihat dalam menanti kelahiran bayi dan menjadi orang tua

sementara perhatian utama wanita terfokus pada bayi yang akan segera

dilahirkan. Pergerakan janin dan pembesaran uterus, keduanya menjadi

hal yang terus-menerus mengingatkan tentang untuk bayi yang

dinantikan.

2. Ketidaknyamanan Trimester III

a. Sakit punggung

Hal ini karena meningatkanya beban berat yaitu bayi dalam

kandungan. Cara mengatasinya yaitu pakailah sepatu tumit rendah,

hindari mengangkat beban yang berat, berdiri dan berjalan dengan

punggung dan bahu yang tegak mintalah pertolongan untuk

melakukan pekerjaan rumah sehingga tidak perlu membungkuk

terlalu sering pakailah kasur yang nyaman.

b. Konstipasi

Pada trimester III ini konstipasi juga karena tekanan rahim yang

membesar di daerah usus selain meningkatkan hormon progesteron

atasi denan makan serat buah-buahan dan sayuran dan minum air

yang banyak serta olahraga.

c. Gangguan pernafasan

Pada kehamilan 33-36 banyak ibu hamil akan merasakan susah

bernafas hal ini dikarenakan tekanan bayi yang berada dibawah

diafragma menekan paru ibu tapi setelah kepala bayi sudah turun

ke rongga panggul ini biasanya pada 2-3 minggu sebelum


persalinan pada ibu yang pertama kali hamil akan merasakan lega

dan bernafas lebih mudah.

d. Sering buang air kecil

Pembesaran rahim dan ketika kepala bayi turun ke rongga panggul

akan makin menekan kandung kemih. Mengatasinya tetap minum

sekitar 2 liter air sehari.

e. Masalah tidur

Setelah perut semakin besar, bayi sering menendang di malam hari.

Maka akan menimbulkan kesulitan untuk dapat tidur nyenyak. Pola

istirahat pada saat hamil harus diperhatikan hingga pekerjaan harus

diselingi dengan istirahat. Istirahat yang diperlukan ialah 8 jam

pada malam hari dan 1 jam siang hari.

f. Varises

Peningkatan volume darah dan aliran selama kehamilan akan

menekan darah panggul dan vena di kaki yang menyebabkan vena

menonjol dan pada akhir kehamilan kepala bayi akan menekan

vena darah panggul varises juga di pengaruhi oleh faktor

keturunan.

g. Kontraksi palsu

Kontraksi palsu berupa rasa sakit yang ringan, tidak teratur, dan

hilang bila duduk atau istirahat.


h. Bengkak

Pertumbuhan bayi akan meningkatkan tekanan pada darah kaki dan

pergelangan kaki. Itu disebut oedema disebabkan oleh perubahan

hormonal yang menyebabkan retensi cairan.

i. Kram kaki

Ini sering terjadi pada kehamilan trimester II dan ke III, dan

biasanya berhubungan dengan perubahan sirkulasi, tekanan pada

syaraf di kaki atau karena rendahnya kadar kalsium. Konsumsi

makanan sumber kalsium dan magnesium seperti : susu, sayuran

berdaun, hindari minuman bersoda sesering mungkin.

3. Tanda Bahaya Trimester III

Menurut Kemenkas RI (2016 ; 8) tanda bahaya kehamilan trimester III

adalah sebagai berikut :

a. Perdarahan pervaginam

Perdarahan baik berupa bercak maupun mengalir yang bisa

disebabkan solusio plasenta (perdarahan disertai nyeri perut) atau

plasenta previa (perdarahan tidak disertai nyeri perut).

b. Preeklamsia

Hipertensi dengan tekanan darah sama dengan atau lebih dari

140/90 mmHg. Ditandai dengan bagian ektremitas dan wajah

bengkak, sakit kepala, penglihatan mata menjadi kabur dan adanya

protein dalam urin positif.

c. Bayi kurang bergerak seperti biasa

Gerakan janin yang kurang dari 10 kali per 12 jam.


d. Keluar air ketuban dari jalan lahir

Keluarnya cairan tanpa disadari oleh klien melalui jalan lahir dan

berbau khas.

4. Kebutuhan Ibu Hamil Trimester III

a. Kebutuhan nutrisi

Peningkatan konsumsi makanan pada ibu hamil mencapai 300

kalori per hari. Kalori dan protein sangat dibutuhkan oleh ibu agar

tidak terjadi defisiensi protein yang dapat berakibat pada berat bayi

yang dikandung.

b. Kebutuhan istirahat

Ibu hamil dianjurkan untuk tidur malam sedikitnya 6-7 jam dan

siang hari sedikitnya 1-2 jam. Bersama dengan suami lakukan

rangsangan atau stimulasi pada janin dengan sering mengelus-elus

perut ibu dan ajak janin berbicara sejak usia kandungan empat

bulan.

c. Kebutuhan personal hygine

Wanita hamil trimester akhir cenderung mengalami banyak

perubahan hormonal yang mempengaruhi sistem tubuh ibu hamil.

Perubahan PH vagina yang menjadi lebih basa yaitu 5 sampai 6,5

menyebabkan mudah terkena infeksi. Mandi teratur menggunakan

air bersih dan sabun serta teknik pembasuhan vagina dari depan ke

belakang dapat mencegah iritasi.


d. Kebutuhan seksual

Hubungan seksual pada kehamilan cukup bulan tidak

membahayakan janin dalam kandungan, tetapi hubungan seksual

pada usia kehamilan belum cukup bulan dianjurkan untuk

menggunakan kondom. Prostaglandin pada sperma dapat

menyebabkan kontraksi yang memicu terjadinya persalinan.

C. Teori ANC

1. ANC

Antenatal care adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan

secara fisik, psikologis, termasuk pertumbuhan dan perkembangan

janin serta untuk mempersiapkan proses persalinan dan kelahiran

supaya ibu siap menghadapi peran baru sebagai orang tua. Selama

kehamilan, keadaan ibu dan janin harus selalu dipantau untuk

antisipasi jika terjadi penyimpangan dari keadaan normal sehingga

dapat dideteksi secara dini dan diberikan penangganan yang tepat.

Oleh karena itu, ibu hamil diharuskan memeriksakan diri secara

berkala selama kehamilannya minimal 4 kali, yaitu satu kali pada

trimester pertama (0-12 minggu), satu kalipada trimester kedua (13-24

minggu), dan dua kali pada trimesterketiga (25-38 minggu) (Yani &

Munawaroh, 2020).

2. ANC Terpadu

Pelayanan antenatal care terpadu adalah keterpaduan pelayananan

antenatal dengan beberapa program lain yang memperlukan intervensi

selama kehamilan. Tujuan dari ANC terpadu ini adalah menyediakan


pelayanan yang komprehensif dan berkualitas, menghilangkan missed

opportunity, deteksi dini kelainan atau penyakit gangguan pada ibu

hamil.

3. Bentuk pelayanan sesuai kebijakan program

Kebijakan program pelayanan asuhan antenatal harus sesuai

standart 14 T meliputi :

1. Timbang berat badan

2. Ukur tekanan darah

3. Ukur tinggi fundus uteri

4. Pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan

5. Pemberian imunisasi

6. Pemeriksaan Hb

7. Pemeriksaan VDRL

8. Perawatan payudara, senam payudara, dan pijat tekan payudara.

9. Pemeliharaan tingkat kebugaran atau senam ibu hamil

10. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan

11. Pemeriksaan protein urine atas indikasi

12. Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi

13. Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok

14. Pemberian terapi anti-malaria untuk daerah endemis malaria.


BAB III
LAPORAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA NY. R G1P0A0H0


USIA KEHAMILAN 30-31 MINGGU DI PUSKESMAS TIGO
BALEH KOTA BUKITTINGGI

Masuk ke Puskesmas : Rabu, 30 November 2022

A. Biodata Istri Suami

Nama : Ny. R Tn. N

Umur : 24 tahun 24 tahun

Agama : Islam Islam

Suku/Bangsa : Minang/Indonesia Minang/Indonesia

Pendidikan :

Pekerjaan :

Alamat : Kutu Tanjung

B. Subjektif

1. Kunjungan saat ini : Kunjungan ulang

Keluhan utama : Tidak ada keluhan

HPHT : 05-05-2022

TP : 12-02-2023

2. Riwayat perkawinan

Kawin satu kali, umur 19 tahun

3. Riwayat menstruasi

Menarche umur 13 tahun, siklus 28 hari, teratur, tidak ada

dismenorhea, banyaknya 3-4 kali ganti pembalut sehari.


4. Riwayat persalinan

a. Riwayat ANC

ANC sejak umur 2 minggu, ANC di Puskesmas Tigo Baleh.

Frekuensi : Trimester I : 4 kali

Trimester II : 2 kali

Trimester III :

b. Pergerakan janin yang pertama pada umur kehamilan 16 minggu,

pergerakan dalam 24 jam terakhir 10-20 kali.

c. Pola nutrisi Makan Minum

Frekuensi : 3 kali/hari 8 gelas/hari

Makan : Nasi, sayur, lauk

Jumlah : 1 porsi

Keluhan : Tidak ada

Pola eliminasi BAB BAK

Frekuensi : 1 kali/hari 9 kali/hari

Warna : Kuning kecoklatan Kuning jernih

Bau : Khas Khas

Konsistensi : Lunak

Jumlah : Normal

Pola aktivitas : Mencuci, memasak, istirahat

Kegiatan sehari-hari : Mencuci, memasak, menyapu

Istirahat/tidur : Tidur siang 2 jam, tidur malam 8 jam

Seksualitas : Frekuensi : 2 kali seminggu

Keluhan : Tidak ada


d. Personal hygine

Kebiasaan mandi : 2 kali/hari

Kebiasaan membersihkan alat kelamin : Ya

Kebiasaan mengganti pakaian dalam : Ya

Jenis pakaian dalam yang digunakan : Katun

5. Riwahat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu (G1P0A0H0)

Hamil Persalinan Nifas

ke- Tanggl Umur Jenis Penolo Jenis Komplikasi BB Lakt Kelainan

Lahir Kehamilan Perslin ng kehamil lahir asi

an an

Ibu Bayi

1. Ini

6. Riwayat kontrasepsi : Tidak ada

7. Riwayat kesehatan

a. Riwayat sistemik yang pernah/sedang diderita : Tidak ada

b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga : Tidak ada

c. Riwayat keturunan kembar : Tidak ada

d. Kebiasaan-kebiasaan

1) Merokok : Tidak ada

2) Minum jamu-jamuan : Tidak ada

3) Minum-minuman keras : Tidak ada

4) Makanan minuman pantang : Tidak ada


5) Perubahan pola makan : Tidak ada

8. Keadaan psikososial spiritual

a. Kelahiran ini : Diinginkan

b. Pengetahuan ibu tentang kehamilan ini : Baik

c. Penerimaan terhadap kehamilan saat ini : Diterima

d. Tanggapan keluarga terhadap kehamilan : Diinginkan

e. Ketaatan ibu dalam beribadah : Baik

C. Objektif

1. Pemeriksaan fisik

a. Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Composmentis

b. Tanda-tanda vital

Tekanan darah : 123/82 mmHg

Nadi : 80 x/i

Pernapasan : 22 x/i

Suhu : 36°C

c. Tinggi badan : 149 cm

Berat badan : 54,6 kg

Berat badan sebelum hamil : 45 kg

LILA : 27 cm

d. Edema wajah : Tidak ada

Closma grav : Tidak ada

Mata : Konjungtiva merah muda, sklera

tidak kuning
Payudara : Tidak ada benjolan

Bentuk : Simetris

Aerola mammae : Hiperpigmentasi

Puting susu : Menonjol

Kolostrum : Ada

e. Abdomen

Bekas luka : Tidak ada

Linea gravidarum : Linea nigra

Palpasi leopold

Leopold I : 2 jari diatas pusat

Leopold II : teraba bagian panjang keras

memapan disebelah kiri perut ibu

dan bagian terkecil janin di sebelah

kanan perut ibu.

Leopold III : Belum dilakukan

Leopold IV : Belum dilakukan

Auskultasi DJJ : 140 x/i

f. Ekstermitas

Edema : Tidak ada

Varises : Tidak ada


Refleks patela : Kanan (+), kiri (+)

Kuku : Tidak pucat

g. Genetalia luar

Tanda chadwich : Tidak ada

Varises : Tidak ada

Bekas luka : Tidak ada

Pengeluaran : Tidak ada

2. Pemeriksaan penunjang

HB :

Protein urine :

D. Analisa

Ny. R 24 tahun G1P0A0H0, usia kehamilan 30-31 minggu, intrauteri,

puki, janin hidup tunggal, letkep, keadaan ibu dan janin baik.

E. Penatalaksaan

1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik,

usia kehamilan 30-31 minggu dan DJJ 140 x/i.

Evaluasi : ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan.

2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang asupan nutrisi untuk TM III

Makan 3x sehari dengan nasi 1 piring, sayur 1 mangkok, lauk (ikan,

daging, ayam), tahu/tempe, buah-buahan. Minum air putih mineral 8

gelas/hari, konsumsi vitamin A, D, E, K, dan zat besi.

Evalusias : ibu mengerti penkes yang diberikan.


3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang personal hygine

Mandi 2 kali sehari, dan sikat gigi secara teratur minimal 2 kali sehari,

membersihkan alat genetalia selesai BAB/BAK dengan cara membilas

dari depan ke belakang dan mengganti celana dalam bila lembab.

Evaluasi : ibu mengerti tentang penkes yang diberikan.


BAB IV
ANALISA KASUS

Asuhan yang berkelanjutan yang diberikan Ny. R 24 tahun pada trimester

III tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di Indonesia

dengan menggunakan pendekatan, yaitu continuity of care . Asuhan ini secara

tidak langsung akan sangat memengaruhi penekanan AKI di Indonesia yang

diharapkan turun sesuai dengan apa yang diharapkan.

Pada saat melakukan kunjungan I Ny. R pada tanggal 30 November 2022.

Telah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif. Dari hasil anamnesa

HPHT tanggal 05-05-2022 usia kehamilan 30-31 minggu TP 12-02-2023. Ny. R

usia 24 tahun melakukan kunjungan ANC selama hamil trimester I sebanyak 4

kali dan trimester II sebanyak 2 kali. Menurut Permenkes nomor 43 tahun 2016

minimal 4 kali melakukan kunjungan antenatal, sedangkan menurut Buku KIA

Terbaru Revisi tahun 2020 Pemeriksaan Antenatal Care terbaru sesuai dengan

standar pelayanan yaitu minimal 6 kali pemeriksaan selama kehamilan,dan

minimal 2 kali pemeriksaan oleh dokter pada trimester I dan III.


BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Asuhan kebidanan pada kehamilan yang diberikan pada Ny.R

umur 24 tahun G1 P0 A0 H0 sudah dilakukan sesuai dengan kebijakan

program pelayanan Asuhan Standar Minimal 14T, diantaranya timbang

berat badan dan ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, ukur LILA, ukur

Tinggi Fundus Uteri (TFU). Imunisasi Tetanus Toxoid (TT), pemberian

tablet besi, penentuan presentasi janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ),

temu wicara dalam rangka persiapan rujukan, tes laboratorium, dan tata

laksana kasus.

B. Saran

Agar mendapat pengalaman dan mempelajari kasus-kasus pada

saat praktik dalam bentuk SOAP serta menerapkan asuhan sesuai standar

pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan sesuai dengan kewenangan

bidan yang telah diberikan profesi bidan. Serta diharapkan dapat

meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan asuhan

kebidanan.
DAFTAR PUSTAKA

Adriyani Puspitasari SG. (2017). PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI


DASAR DI PUSKESMAS KOTAGEDE YOGYAKARTA TAHUN 2017. 1–14.

Agustini, D., Winanda, A., & Prananto, L. (2021). Penatalaksanaan Radioterapi


pada Kanker Payudara dengan Teknik IMRT Di Instalasi Radioterapi Rumah
Sakit Gading Pluit. Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan, 8(1), 36–
39.

Annisa Baharuddin, Henni Kumaladewi Hengky, & Ayu Dwi Putri Rusman.
(2019). Pengaruh Penggunaan Pembalut Saat Menstruasi Terhadap Risiko
Kanker Serviks Pada Siswi Sma Negeri 2 Pangkajene Sidenreng Rappang.
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 2(1), 115–127.

Batubara, N., & Siregar, R. (2021). Penyuluhan Tentang Imunisasi TT Pada Ibu
Hamil DI Desa Joring Natobang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu
Tahun 2020. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa, 3(1), 76–83.

Dewi, P. I. S., Purnami, L. A., & Heri, M. (2021). Sikap Remaja Putri tentang
Kanker Serviks dengan Motivasi Remaja Melakukan Vaksinasi HPV. Jurnal
Keperawatan Silampari, 5(1), 51–58.

Erniawati, Purnamasari, D., Risnayanti, Jusni, & Kamaruddin, M. (2020). Tingkat


Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kanker Serviks Di Desa Bialo
Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Tahun 2020. Medika
Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 2(3), 131–135.

Evriarti, A. Y. (2019). Paulina Rosa Evriarti , Andi Yasmo. 2019. Patogenesis


Human Papillomavirus (HPV) pada Kanker [Link] Biotek
Medisiana Indonesia. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 8.1, 23–32.

Fabiana Meijon Fadul. (2019). KOMUNIKASI DAN ISU PUBLIK.

Marwiyah, N., & Sufi, F. (2018). Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kualitas
Tidur Ibu Hamil Trimester II dan III di Kelurahan Margaluyu Wilayah Kerja
Puskesmas Kasemen. Faletehan Health Journal, 5(3), 123–128.

Sandra, D. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil


Tentang Kehamilan Risiko Tinggi. Jurnal Ilmiah Bidan, 3(2), 51–55.

Sekar Arum, Erlinawati, Fauzia, Fitri Apriyanti, I., Afrianty, Milda Hastuty,
Martini, Suci Fitri Rahayu, N., Mariati, Esme Anggeriyane, Mirawati, S. W.,
& Syahda., S. (2019). Generasi Berkualitas.

Sitanggang, B., & Nasution, S. S. (2013). Faktor-Faktor Status Kesehatan pada


Ibu Hamil. Jurnal Keperawatan Klinis, 4(1), Susilaningsih, Syamsudin,
Kartika, S. (2017). Du.

Wu, Y., & Ke, Y. (2016). Landslide susceptibility zonation using GIS and
evidential belief function model. Arabian Journal of Geosciences, 9(17), 18–
24.

Yani, W. F., & Munawaroh, M. (2020). Sikap Ibu, Dukungan Suami dan Peran
Tenaga Kesehatan Berhubungan dengan Pelaksanaan Imunisasi TT Ibu
Hamil. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 10(02), 34–41.

Anda mungkin juga menyukai