NAMA : KIKIS SUKMA MULYANAGARA
NIM : 042928509
MATKUL : Hukum Perlindungan Konsumen
A. Permasalahan dan penyelesaiannya
1) Hal-hal apa saja yang menyebabkan seseorang kehilangan kewarganegaraannya
(WNI) sehingga kehilangan hak-hak kewarganegaraannya termasuk hak untuk
menjabat menjadi bupati?
Jawaban: Kehilangan status kewarganegaraan seseorang (WNI) termaktub di
dalam Undang-Undang No. 12 tahun 2006 mengenai Kewarganegaraan Republik
Indonesia dan hal-hal yang menyebabkan kehilangan atas status WNI tersebut
diantaranya ialah;
a.) memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;
b.) tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain,
sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk
itu;
c.) dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas
permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18
(delapan belas) tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar
negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan RI tidak
menjadi tanpa kewarganegaraan;
d.) masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari
Presiden, dan hal ini tidak berlaku bagi mereka yang mengikuti
program pendidikan di negara lain yang mengharuskan mengikuti
wajib militer;
e.) secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan
dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang undangan hanya dapat dijabat oleh WNI;
f.) secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia
kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut;
g.) tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang
bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;
h.) mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing
atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan
yang masih berlaku dari negara lain atas namanya;
i.) bertempat tinggal di luar wilayah negara RI selama 5 (lima) tahun
terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang
sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap
menjadi WNI sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir,
dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak
mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada
Perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang
bersangkutan padahal Perwakilan RI tersebut telah
memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan,
sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa
kewarganegaraan.
Demikian pula dalam jabatan publik, syarat warga negara merupakan hal yang
mutlak. Apabila syarat kewarganegaraan tidak terpenuhi, maka demi hukum semua
hal yang terkandung di dalam pengajuan syarat dan lainnya tersebut pun dapat
dinyatakan tidak sah. Sehingga yang bersangkutan tidak punya hak apapun dalam
pemilihan dan pengajuan dalam jabatan publik, dalam hal ini misalnya jabatan
bupati. Lebih lanjut, hanya warga negara yang bisa mengikuti pemilihan umum, baik
sebagai pemilih maupun sebagai yang dipilih. Syarat WNI sebagai pemilih diatur
dalam Pasal 1 angka 34 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan
Umum.
2) Apakah dimungkinkan memperoleh kembali kewarganegaraan RI setelah berpindah
kewarganegaraan? Jika bisa berikan penjelasan?
Jawaban: Secara umum, ditinjau dari prosesnya, memperoleh kewarganegaraan
dapat ditempuh dengan 3 cara yakni: a) kewarganegaraan karena kelahiran
(citizenship by birth); b) melalui pewarganegaraan (citizenship by naturalization) dan;
c) kewarganegaraan melalui registrasi biasa (citizenship by registration).
Kewarganegaraan melalui pewarganegaraan (citizenship by naturalization) adalah
kewarganegaraan yang diperoleh orang asing setelah mengajukan permohonan dan
memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh sebuah negara. Kewarganegaraan melalui
pewarganegaraan (citizenship by naturalization) merupakan proses pewarganegaraan
yang dilakukan dengan sistem/stelsel aktif dan merupakan hak opsi bagi seseorang
untuk memilih kewarganegaraan dari negara lain. Sedangkan Kewarganegaraan
melalui registrasi biasa (citizenship by registration) adalah kewarganegaraan yang
diperoleh melalui registrasi. Cara ini dipraktikkan di Prancis. Negara Prancis
menggunakan asas ius soli, akan tetapi sebagai negara yang memiliki banyak daerah
jajahan (koloni koloni) maka warga negara Prancis yang anaknya dilahirkan di koloni
koloni tersebut bukan merupakan warga negara Prancis, tapi tentunya tidak sesuai jika
keturunan warga negara Prancis tersebut menjadi warga negara Prancis melalui
naturalisasi, sehingga proses kewarganegaraannya melalui cara registrasi.
Kewarganegaraan melalui registrasi biasa (citizenship by registration) merupakan
proses pewarganegaraan yang dilakukan dengan sistem/stelsel aktif.
Di Indonesia, prosedur permohonan pewarganegaraan diatur dalam Pasal 10 hingga
Pasal 18 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 juga diatur lebih lanjut dalam
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh,
Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan RI. Pasal 3
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI mengatur
bahwa Kewarganegaraan RI hanya dapat diperoleh berdasarkan persyaratan yang
ditentukan dalam undang-undang ini. Kewarganegaraan RI dapat diperoleh melalui
turut ayah dan/atau ibu, perkawinan, pengangkatan, dan pewarganegaraan.
Pewarganegaraan Pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk
memperoleh Kewarganegaraan RI melalui permohonan. Pewarganegaraan dibagi atas
pewarganegaraan umum dan pewarganegaraan khusus. Pewarganegaraan umum
adalah permohonan yang dilakukan oleh WNA untuk menjadi WNI berdasarkan hak
opsi. Syarat-syarat untuk melakukan permohonan pewarganegaraan diatur dalam
Pasal 9 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, yaitu:
1) telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin;
2) pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di
wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun
berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut
3) sehat jasmani dan rohani;
4) dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
5) tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang
diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih; 6) jika dengan
memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi
berkewarganegaraan ganda;
6) mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan
7) membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.
Sedangkan pewarganegaraan khusus ialah pemberian kewarganegaraan bagi orang
asing yang telah berjasa kepada negara RI atau dengan alasan kepentingan negara
oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR. Dalam hal ini, isu pertanyaan
di atas mengenai kemungkinan memperoleh kembali kewarganegaraan RI setelah
berpindah kewarganegaraan sehingga cara yang dapat ditempuh yakni dengan
pewarganegaraan umum.
B. Sumber dan referensi:
BMP Hukum Tata Negara Universitas Terbuka.