Dokumentasi Kasus Kehamilan dan Persalinan
Dokumentasi Kasus Kehamilan dan Persalinan
BAB IV
A. Tinjauan Kasus
Kunjungan I
S :
1. Ibu mengatakan hamil keempat, sudah pernah melahirkan 3 kali dan tidak
pernah keguguran.
O :
setinggi px (29 cm), leopold II punggung janin berada disebelah kiri perut
ibu (PUKI), leopold III presentasi kepala (belum masuk PAP) masih bisa
digoyangkan , DJJ 140 x/m, TBJ (29-12) x 155 = 2790 gram, TTP 27 Maret
A : Ibu GIV PIII A0 dengan usia kehamilan 34 minggu > 3 hari dengan anemia
86
ringan
P :
1. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan sudah terbina dengan
baik.
2. Menjelaskan pada ibu mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan ibu
3. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, keadaan ibu dan janin baik, tapi ibu
mengandung zat besi seperti sayuran hijau dan buah bit agar HB ibu kembali
normal
mengandung protein, zat besi dan minum cukup cairan (menu seimbang) dan
kehamilan trimester III, seperti sering buang air kecil, varises, keputihan,
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, siangnya tidur/berbaring 1-2 jam, malam
6-8 jam posisi tidur sebaiknya miring kekiri. Ibu mengerti dan mau mengikuti
terhindar dari berbagai macam infeksi.Ibu bersedia mengikuti anjuran bidan untuk
kompres puting payudara sebagai persiapan memberikan ASI untuk bayinya. Ibu
bersedia mengikuti apa yang dianjurkan oleh bidan mengenai perwatan payudara.
10. Menganjurkan ibu untuk beraktifitas fisik seperti banyak berjalan di pagi hari
untuk membantu posisi bayi agar masuk ke jalan lahir atau melakukan aktifitas
bidan.
11. Membantu ibu dalam pemilihan kontrasepsi yang akan digunakan sesudah
melahirkan yang aman untuk ibu menyusui. Ibu memilih pil KB andalan laktasi
12. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya dalam kehamilan seperti : perdarahan
pervaginam, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, bengkak pada wajah dan
eksremitas, nyeri perut dan janin tidak bergera jika salah satu tanda tersebut
terjadi anjurkan ibu segera ke BPM untuk melakukan pemeriksaan. Ibu sudah
mengerti dengan tanda-tanda bahaya kehamilan dan ibu segera ke BPM apabila
13. Menjelaskan pada ibu tentang tanda tanda persalinan berupa his yang sering,
semakin kuat dan berlangsung lama, keluar air ketuban, adanya lendir bercampur
darah. Ibu sudah faham dengan tanda-tanda persalinan,dan apabila salah satu
mempersiapkan perlengkapan ibu seperti baju dan handuk yang bersih bagi ibu
15. Membantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kemungkinan darurat yang
saat bersalin, biaya dan transportasi. Ibu memilih keluarga yang mendampingi
saat melahirkan dan ibu memilih BPM Syamsiah untuk tempat bersalin.
Kunjungan II
S :
1. Ibu mengatakan hamil keempat, sudah pernah melahirkan 3 kali dan tidak
pernah keguguran.
O :
89
setinggi px (32 cm), leopold II punggung janin berada disebelah kiri perut
ibu (PUKI), leopold III presentasi kepala sudah masuk PAP, leopold IV
Divergent, DJJ 140 x/m, TBJ (32-11) x 155 = 3255 gram, TTP 27 Maret
2017. Hasil laboratorium, HB 9,8 gram%, protein urine (-) negatif, glukosa
A : Ibu GIV PIII A0 dengan usia kehamilan 36 minggu > 4 hari dengan anemia
ringan
P :
1. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan sudah terbina dengan
baik.
3. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, keadaan ibu dan janin baik, tapi ibu
yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau dan buah bit agar HB ibu
kembali normal
90
mengandung protein, zat besi dan minum cukup cairan (menu seimbang) dan juga
tambahan tablet FE, diminum saat malam hari sebelum tidur dengan jus dan tidak
boleh dengan teh/kopi dan efek sampingnya seperti feses berwarna kehitaman dan
kehamilan trimester III, seperti sering buang air kecil, varises, keputihan, nyeri
dibagian pinggang, insomnia dan sembelit. Ibu sudah mengerti mengenai ketidak
nyamanan padanya.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, siangnya tidur/berbaring 1-2 jam, malam
6-8 jam posisi tidur sebaiknya miring kekiri. Ibu mengerti dan mau mengikuti apa
terhindar dari berbagai macam infeksi. Ibu bersedia mengikuti anjuran bidan untuk
9. Menganjurkan ibu untuk beraktifitas fisik seperti banyak berjalan di pagi hari
untuk membantu posisi bayi agar masuk ke jalan lahir atau melakukan aktifitas
bidan.
91
10. Membantu ibu dalam pemilihan kontrasepsi yang akan digunakan sesudah
melahirkan yang aman untuk ibu menyusui. Ibu memilih pil KB andalan laktasi
11. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya dalam kehamilan seperti : perdarahan
pervaginam, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, bengkak pada wajah dan
eksremitas, nyeri perut dan janin tidak bergera jika salah satu tanda tersebut
terjadi anjurkan ibu segera ke BPM untuk melakukan pemeriksaan. Ibu sudah
mengerti dengan tanda-tanda bahaya kehamilan dan ibu segera ke BPM apabila
12. Menjelaskan pada ibu tentang tanda tanda persalinan berupa his yang sering,
semakin kuat dan berlangsung lama, keluar air ketuban, adanya lendir bercampur
darah. Ibu sudah faham dengan tanda-tanda persalinan,dan apabila salah satu
mempersiapkan perlengkapan ibu seperti baju dan handuk yang bersih bagi ibu
14. Membantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kemungkinan darurat yang
saat bersalin, biaya dan transportasi. Ibu memilih keluarga yang mendampingi
saat melahirkan dan ibu memilih BPM Syamsiah untuk tempat bersalin.
92
a. Kala I Pembukaan
S :
x/menit,
P :
dengan mengajarkan ibu teknik menarik nafas dengan benar. Ibu bersedia
tentang kondisinya.
S : Ibu mengatakan adanya rasa ingin meneran, merasa nyeri yang hebat di
bagian pinggang, adanya dorongan meneran dan merasa seperti mau BAB
P :
mendampingi ibu agar ibu lebih nyaman. Ibu sudah merasa nyaman
b. Mengajarkan ibu cara mengedan dan cara mengatur nafas yang baik yaitu
d. Meletakkan kain untuk mnegringkan bayi diatas perut ibu ketika kepala
bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm. kain sudah
e. Melindungi perenium saat kepala janin terlihat pada vulva 5-6 cm dan
tangan satu lagi menahan puncak kepala bayi agar tidak terjadi defleksi
kanan dengan kain 1/3 pada perenium dan meletakkan tangan kiri pada
f. Memeriksa tali pusat untuk memastikan ada atau tidak adanya lilitan tali
diperiksa
95
g. Menyelipkan satu tangan di leher dan lengan bagian belakang bayi setelah kedua
bahu lahir sambil menyanggah kepala dan selipkan tangan lainnya kepunggung
h. Melakukan penilaiaan bayi selintas yaitu: warna kulit bayi merah, bayi menangis
spontan, tonus otot aktif, kemudian meletakkan bayi diatas perut ibu, dilakukan
penghisapan lendir dengan bola karet. Bayi lahir dengan keadaan normal
i. Mengeringkan tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi. Bayi sudah dikeringkan
j. Memeriksa kembali uterus ibu memastikan tidak ada bayi ke dua. Uterus sudah
k. Memberi tahu ibu bahwa ibu akan disuntikkan oksitosin agar merangsang uterus
untuk berkontraksi.
m. Memegang tali pusat dengan satu tangan pada sekitar 5 cm dari pusat bayi,
kemudian jari telunjuk dan jari tengah tangan lain menjepit tali pusat dan geser
hingga 3 cm proksimal dari pusat bayi. Klem tali pusat pada titik tersebut
kemudian tahan klem pada posisinya, gunakan jari telunjuk dan tengah tangan
lain untuk mendorong isi tali pusat kearah ibu ( sekitar 5 cm) dan klem tali pusat
o. Meletakkan bayi tengkurap di dada ibu untuk kontak kulit ibu dan bayi.
Mengusahakan kepala bayi berada diantara payudara ibu dengan posisi lebih
rendah dari putting susu atau areola mamae ibu. Kontak kulit ibu dan bayi telah
dilakukan.
p. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain kering dan hangat, pasang topi di kepala
q. Membiarkan bayi melakukan kontak kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam
r. Membiarkan bayi berada di dada ibunya selama 1 jam walaupun bayi sudah
O : Tidak ada bayi kedua, kontraksi baik, uterus menjadi bundar, adanya
P :
tali pusat sejajar lantai ke bawah dengan satu tangan. Tangan yang lain
97
uterus
terlepas,
d. Menarik tali pusat sejajar lantai kemudian kearah mengikuti jalan lahir, saat
tangan, pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin, kemudian
dilakukan
d. Kala IV Pengawasan
S : Ibu mengatakan sudah bisa menyusu dan ibu mengatakan nyeri dibagian
perut
x/menit, Suhu: 37 °C, TFU: 2 jari dibawah pusat, Pendarahan: 100 cc,
98
derajat I
P :
a. Mengajarkan ibu dan keluarga cara masase yang baik. Ibu dan keluarga
b. Membersihkan ibu dengan air DTT dan mengganti pakaian yang bersih
dan kering. Ibu sudah dibersihkan dan pakaian ibu sudah diganti
saat ini
e. Merendam semua alat dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Alat
telah direndam
f. Menganjurkan pemenuhan nutrisi untuk ibu dan bayi. Dan ibu bersedia
mengikuti anjuran
pendarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada jam ke
dua
99
i. Mencatat semua hasil tindakan pemantaun tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksi uterus, kandung kemih, perdarahan tiap 15 menit pada jam pertama
ja
m Wakt kotraks kandun
ke u T N S TFU i uterus g kemih pendarahan
2 jari
di
120/80 80 36, bawah
06.05 mmHg x/i 5 ˚c pusat baik Kosong normal
2 jari
di
110/80 80 bawah
1 06.20 mmHg x/i pusat baik Kosong normal
2 jari
di
110/70 78 bawah
06.35 mmHg x/i pusat baik Kosong normal
2 jari
di
110/70 78 bawah
06.50 mmHg x/i pusat baik Kosong normal
2 jari
di
110/70 78 36, bawah
07.20 mmHg x/i 8 ˚c pusat baik Kosong normal
2 jari
di
110/70 80 bawah
2 07.50 mmHg x/i pusat baik Kosong normal
100
a. Kunjungan 1 jam
S : Ibu mengatakan bayinya begerak sangat aktif, menangis kuat dan mulai
menyusu
Pols: 140x/menit, RR: 50 x/menit, suhu: 36,5 °C, Berat badan: 3300 gram,
Panjang badan 51 cm, Lingkar Kepala 35 cm, lingkar dada 36 cm, reflek
moro, reflek rooting, reflek graph dan reflek sucking positif, tidak ada
kelainan congenital
P :
a. Mempertahankan suhu tubuh bayi tetap kering dan hangat dengan cara
Memastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dan
congenital.
101
ibu bisa menghangatkan bayi sehingga terjadi kontak antara kulit bayi
diberikan.
anjuran
kering, tidak membubuhi apapun dan menjaga agar tidak lembab. Dan
g. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti: Suhu bayi terlalu
panas atau dingin, menggigil, warna kulit bayi biru atau pucat,tali pusat
b. Kunjungan 6 hari
S : Ibu mengatakan bayinya bergerak aktif dan bayinya diberikan ASI Eksklusif
102
suhu 37 ̊c, BB 3400 gram lingkar kepala 32 cm, mata simetris, tidak ada
infeksi, hidung simetris, mulut reflek hisap yang kuat, leher normal, dada
normal, puting simetris, reflek normal, kelamin normal, gerakan kaki normal
P :
b. Menjaga bayi agar tetap hangat dan bersih dengan cara membungkus bayi
dengan kain yang halus dan kering, pastikan kepala bayi terlindungi dengan
dipertahankan.
c. Memberitahu ibu untuk personal hygine pada bayinya, seperti kain bedong
mengikuti anjuran.
yaitu dengan cara menjaga agar tali pusat bersih dan kering dan tanpa
e. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti, jika suhu bayi terlalu
panas atau dingin, jika warna kulit bayi biru atau sangat kuning, muntah
c. Kunjungan 2 minggu
suhu 36,8 ̊c, BB 3500 gram lingkar kepala 34 cm, mata simetris, tidak ada
infeksi, hidung simetris, mulut reflek hisap yang kuat, leher normal, lingkar
P :
dilakukan
104
c. Menganjurkan ibu untuk tidak menidurkan bayi di dekat kipas angin agar
sekali
f. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti, jika suhu bayi
terlalu panas atau dingin, jika warna kulit bayi biru atau sangat kuning,
d. Kunjungan 6 minggu
suhu 36,8 ̊c, BB 3700 gram, lingkar kepala 35 cm, mata simetris, tidak ada
105
infeksi, hidung simetris, mulut reflek hisap yang kuat, leher normal, lingkar
P :
a. Melakukan pemeriksaan fisik bayi yaitu warna kulit, tonus ototnya, reflek
Eksklusif)
c. Memberitahu ibu untuk personal hygine pada bayinya, seperti kain bedong
mengikuti anjuran.
d. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti, jika suhu bayi
terlalu panas atau dingin, jika warna kulit bayi biru atau sangat kuning,
e. Menjaga bayi agar tetap hangat dan bersih. Ibu bersedia mengikuti
anjuran.
mengikuti anjuran.
106
S : Ibu mengatakan sudah merasa baikan dan merasa bahagia atas kelahiran
bayinya. Sehingga bayinya sudah mulai menyusu dan hisapannya sudah
mulai kuat.
O :
x/menit, Suhu 37 °C, TFU: 2 jari di bawah pusat, kontraksi uterus baik,
utuh
P :
dilakukan pemeriksaan.
uterus, kandung kemih dan pendarahan dalam keadaan normal dan ibu
c. Melakukan pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina dan
d. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan istirahat, gizi
dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh
dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan kelamin dan payudara. Ibu
e. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8 jam
buah-buahan.
g. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar, yaitu: kepala dan badan
bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi
menempel pada payudara ibu. Ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
h. Memberikan konseling kepada ibu untuk pemberian ASI selama 6 bulan tanpa
memberikan makanan apapun karena ASI merupakan makanan pokok bagi bayi
i. Menganjurkan ibu untuk membersihkan dan merawat luka jahitan perenium agar
selalu kering dan bersih. Ibu bersedia mengikuti anjuran tentang perawatan luka
perenium.
l. Melakukan rooming-in (dalam satu ruangan) ibu dan bayi agar terjalin hubungan
yang baik
S : Ibu mengatakan sudah bisa beraktifitas secara perlahan dan bayinya aktif
menyusu
O :
x/menit, Suhu: 36,5 °C, muka: tidak adanya tanda enemis, payudara tidak
P :
a. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan telah terbina dengan
baik
dilakukan pemeriksaan.
109
mulai TD, pols, RR, Suhu, muka, payudara, abdomen, genitalia eksterna, dan
d. Memastikan involusio uterus berjalan dengan baik dan normal dengan cara
berkontraksi baik, pendarahan yang normal dan tidak berbau dan sudah
e. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup 8 jam sehari jika ibu kurang
makan-makanan yang kaya protein dan zat besi dengan teratur dan minum
berprotein.
g. Memberitahu ibu untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dan
bengkak, demam dan sakit kepala yang hebat. Ibu mengerti tentang
tanda-tanda bahaya.
110
lebih peka, menyusui sebagai alat kontrasepsi yang alami, sumber nutrisi
yang aman bagi bayi, menyusi membuat biaya kesehatan bayi lebih
rendah, kesehatan mental dan fisik ibu dan perlindungan terbaik bagi ibu.
S :
O :
x/menit, Suhu: 36,5 °C, muka: tidak adanya tanda enemis, payudara tidak
P :
dengan baik
ibu mulai TD, pols, RR, Suhu, muka, payudara, abdomen, genitalia
eksterna, dan anus dalam keadaan normal dan ibu sudah tau
kondisinya
baik, pendarahan yang normal dan tidak berbau dan sudah dilakukan
makan-makanan yang kaya protein dan zat besi dengan teratur dan
dan berprotein.
112
dan perenium setelah BAB/BAK dan mengganti pembalut secara teratur. Ibu
bengkak, demam dan sakit kepala yang hebat. Ibu mengerti tentang
tanda-tanda bahaya.
peka, menyusui sebagai alat kontrasepsi yang alami, sumber nutrisi yang
S :
O :
x/menit, Suhu: 36,5 °C, muka: tidak adanya tanda enemis, payudara tidak
adanya komplikasi, TFU tidak teraba, pendarahan tidak ada, lochea tidak
P :
dengan baik
ibu mulai TD, pols, RR, Suhu, muka, payudara, abdomen, genitalia
eksterna, dan anus dalam keadaan normal dan ibu sudah tau
kondisinya
cara meraba tinggi fundus uteri tidak teraba, dan sudah dilakukan
makan-makanan yang kaya protein dan zat besi dengan teratur dan minum cairan
g. Memberitahu ibu untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dan
perenium setelah BAB/BAK. Ibu bersedia mengikuti apa yag sudah dianjurkan
h. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada ibu seperti pendarahan yang banyak,
perdarahan dari vagina dan berbau busuk, payudara memerah bengkak, demam
dan sakit kepala yang hebat. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya.
i. Menjelaskan keuntungan dari menyusui yaitu naluri keibuan menjadi lebih peka,
menyusui sebagai alat kontrasepsi yang alami, sumber nutrisi yang aman bagi
A. PEMBAHASAN
16 Februari 2018 usia kehamilan ibu 34 minggu 3 hari, dari pengkajian data
subjektif ibu mengeluh sering buang air kecil. Dari pengkajian data objektif
Asuhan yang diberikan pada ibu selama melakukan kunjungan ANC pertama
antara lain yaitu timbang berat badan dan ukur tinggi badan , ukur tekanan darah,
tambet selama kehamilan, pemeriksaan HB, temu wicara dalam rangka persiapan
rujukan, pemeriksaan protein urine atas indikasi, pemeriksa reduksi urine atas
indikasi, Pada kunjungan ulang tanggal 3 Maret 2018 usia kehamilan 36 minggu 4
hari. Dari pengkajian data objektif secara keseluruhan hasil pemeriksaan ditemukan
Menurut rukiah 2014 standar minimal ANC adalah dengan melakukan metode
14 T yaitu, timbang berat badan dan ukur tinggi badan , ukur tekanan darah, ukur
tambet selama kehamilan, Test penyakit menular seksual (PMS), pemeriksaan HB,
rangka persiapan rujukan, pemeriksaan protein urine atas indikasi, pemeriksa reduksi
urine atas indikasi, pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok.
Sehingga terdapat kesenjangan antara teori dan praktek, karena ada 5 standar
dari 14 standar Ante Natal Care yang tidak dilakukan di BPM Syamsiah
116
penyulit, lama Kala I yang dihitung dari mulai ibu merasakan mules sampai
selama 20 menit. Pasien datang ke BPM Syamsiah pada tanggal 19 Maret 2018
pukul 04.00 wib, dan saat dilakukan vagina touche pembukaan 6 cm his 4 x
dalam 10 menit dengan durasi 40 detik, ketuban utuh. Dalam hal ini dianjurkan
berjalan, menganjurkan ibu makan dan minum air putih. Pada pukul 05.30 WIB
durasi 45 detik, ketuban pecah spontan, menganjarkan kepada ibu posisi dan cara
meneran yang baik. Kala III berlangsung secara normal dengan manajemen aktif
Kala III, plasenta lahir 6 menit setelah bayi lahir. Plasenta lahir lengkap .Kala IV
Menurut Manuaba, 2010 tahapan atau kala dalam persalinan, kala I dimulai
dari pembukaan nol sampai pembukaan lengkap. Lama kala I untuk primigravida
pembukaan lengkap (10) sampai lahir bayi proses ini biasanya berlangsung
selama 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida dan kala III dimulai
segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta lamanya tidak lebih dari 30
menit sedangkan kala IV dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam
117
pertama post partum. Sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori dan
praktik
Proses persalinan berlangsung normal dan bayi Ny. S lahir dalam keadaan
sehat dengan jenis kelamin perempuan, berat badan 3300 gram, panjang badan
pemeriksaan fisik semua dalam batas normal. Bayi Ny. S telah diberikan vitamin
dosis 1 mg, dan imunisasi hepatitis B dengan menyuntikkan pada paha sebelah
kanan dengan IM dengan dosis 0,5 cc. Asuhan yang diberikan adalah
mengajarkan ibu tehnik menyusui yang benar dan menganjurkan kepada ibu
Ini sesuai dengan teori Dewi, 2013 mempertahankan suhu tubuh BBL dan
lahir dengan tubuh basah karena air ketuban atau aliran udara melalui jendela /
terjadinya hipotermia, bayi yang baru lahir harus segera di keringkan dan
dibungkus dengan kain kering kemudian diletakkan telungkup di atas dada ibu
Pada BBL cukup bulan dengan berat badan lebih dari 2.500 gram dan
menggunakan air hangat. Pada BBL berisiko yang berat badannya kurang dari
sampai suhu tubuh nya stabil dan mampu mengisap ASI dengan baik.,
menghindari kehilangan panas pada bayi baru lahir. Ada empat cara yang
membuat bayi kehilangan panas, yaitu melalui radiasi, evaporasi, konduksi, dan
konveksi.
Pada masa nifas dilakukan pemeriksaan sebanyak 4x, yaitu pada 6 jam post
kebersihan asi, mengawasi jumlah darah yang keluar. Pada 6 hari post partum,
infeksi. 2 minggu post partum asuhan yang diberikan berupa menganjurkan ibu
makan makanan yang bergizi, memberikan ASI eklusif pada bayi, memberikan
konseling mengenai KB, dan 6 minggu post partum asuhan yang diberikan
Ini sesuai dengan teori Saleha dan Roito 2013, menurut saleha , 2013 ada
beberapa jenis lochea yang terdapat pada wanita pada masa nifas: Lochea rubra
berwarna merah karena berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel
desidua, verniks caseosa, lanugo dan mekonium dan berlangsung selama setelah
119
kuning berisi darah dan lendir yang keluar pada hari ke-3 sampai ke-7 pasca
persalinan, Lochea serosa berbentuk serum dan berwarna merah jambu dan
kemudian menjadi kuning. Cairah tidak berdarah lagi pada hari ke-7 sampai haari
Lochea alba adalah lochea yang terakhir dimulai dari ke-14 kemudian
makin lama makin sedikit hingga sama, Lochea parulenta adalah terjadi infeksi,
keluar cairan seperti nanah dan berbau busuk, Lochiostasis adalah lochea tidak
lancar keluarnya.
dilakukan paling sedikit 4 kali kunjungan untuk menilai keadaan Ibu dan bayi
yang terjadi yaitu kunjungan 1 (6-8 jam Asuhan yang diberikan) Mencegah
pendarahan masa nifas karena Atonia uteri, Mendeteksi dan merawat penyebab
berkontraksi dengan baik, tinggi fundus uteri dibawah umbilikus, tidak ada
perdarahan
pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan pada kunjungan
6 hari post partum dan kunjungan IV (6 minggu post partum), asuhan yang
120
kontrasepsi dengan MAL. Alasan ibu memilih ini praktis tidak perlu mengingat
setiap hari nya karna ibu sedang menyusui serta akan menyusui secara eksusif.
Data objektif didapatkan keadaan umum baik. Asuhan KB yang diberikan berupa
elektifitas MAL
Ini tidak sesuai dengan teori manuaba 2010, alasan ibu memilih ini
praktis tidak perlu mengingat setiap hari nya karna ibu sedang menyusui serta
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
(komprehensif) pada masa kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB pada Ny. S
1. Telah mampu melakukan asuhan kebidanan pada Ny. S sesuai dengan standar
asuhan ANC.
2. Telah mampu melakukan asuhan pada Ny. S dalam proses persalinan dengan
kehamilan aterm dalam usia kehamilan 38 minggu > 6 hari dengan standar
APN.
3. Telah mampu melakukan asuhan kebidanan Nifas pada Ny. S dalam masa nifas
4. Telah mampu melakukan kebidanan pada bayi Ny. S sesuai dengan standar
BBL
B. Saran
untuk menyusun studi kasus, mendidik dan membimbing mahasiswa agar lebih
3. Bagi Klien
a. Diharapkan ibu hamil melakukan ANC yang teratur agar dapat membantu
4. Bagi peneliti