0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
232 tayangan38 halaman

Dokumentasi Kasus Kehamilan dan Persalinan

Ibu mengalami kontraksi yang sering dan kuat pada tanggal 19 Maret 2018 pukul 04.00. Pada pukul 05.30 dilakukan pemeriksaan dan ditemukan pembukaan sudah 8 cm dengan presentasi kepala 0. Ibu melahirkan secara spontan pada pukul 07.30 dengan persalinan normal dan melahirkan bayi laki-laki berat 3,1 kg.

Diunggah oleh

Fara Fajrina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
232 tayangan38 halaman

Dokumentasi Kasus Kehamilan dan Persalinan

Ibu mengalami kontraksi yang sering dan kuat pada tanggal 19 Maret 2018 pukul 04.00. Pada pukul 05.30 dilakukan pemeriksaan dan ditemukan pembukaan sudah 8 cm dengan presentasi kepala 0. Ibu melahirkan secara spontan pada pukul 07.30 dengan persalinan normal dan melahirkan bayi laki-laki berat 3,1 kg.

Diunggah oleh

Fara Fajrina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

85

BAB IV

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Kasus

1. CATATAN PENDOKUMENTASIAN ANTE NATAL CARE

Kunjungan I

Hari / Tanggal : Jumat, 16 Februari 2018

Pukul : 16.40 WIB

S :

1. Ibu mengatakan hamil keempat, sudah pernah melahirkan 3 kali dan tidak

pernah keguguran.

2. Ibu mengatakan HPHT 20-6-2017

O :

Tanda-tanda vital, TD 120/70 mmHg, temperatur 36,0°C, Pols 80 x/m,

respirasi 20 x/m, BB 57 kg, LILA 26 cm, pemeriksaan kebidanan leopold I

setinggi px (29 cm), leopold II punggung janin berada disebelah kiri perut

ibu (PUKI), leopold III presentasi kepala (belum masuk PAP) masih bisa

digoyangkan , DJJ 140 x/m, TBJ (29-12) x 155 = 2790 gram, TTP 27 Maret

2017. Hasil laboratorium, HB 10 gram%, protein urine (-) negatif, glukosa

urine (-) negatif.

A : Ibu GIV PIII A0 dengan usia kehamilan 34 minggu > 3 hari dengan anemia
86

ringan

P :

1. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan sudah terbina dengan

baik.

2. Menjelaskan pada ibu mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan ibu

mengizinkan untuk dilakukannya pemeriksaan.

3. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, keadaan ibu dan janin baik, tapi ibu

mengalami anemia ringan dan ibu sudah tau kondisinya

4. Memberitahu ibu cara mengatasi anemia ringan dengan makan-makanan yang

mengandung zat besi seperti sayuran hijau dan buah bit agar HB ibu kembali

normal

5. Memberi konseling : tentang gizi untuk mengkonsumsi makanan yang

mengandung protein, zat besi dan minum cukup cairan (menu seimbang) dan

ibu sudah mengerti.

6. Menjelaskan mengenai ketidak nyamanan pada ibu hamil terutama pada

kehamilan trimester III, seperti sering buang air kecil, varises, keputihan,

nyeri dibagian pinggang, insomnia dan sembelit. Ibu sudah mengerti

mengenai ketidak nyamanan padanya.

7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, siangnya tidur/berbaring 1-2 jam, malam

6-8 jam posisi tidur sebaiknya miring kekiri. Ibu mengerti dan mau mengikuti

apa yang sudah dianjurkan


87

8. Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene ( kebersihan dirinya) agar

terhindar dari berbagai macam infeksi.Ibu bersedia mengikuti anjuran bidan untuk

selalu menjaga personal hygiene nya.

9. Menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara seperti memakai Bra

yang dapat menyangga payudara dengan baik, lakukan pemijatan payudara,

kompres puting payudara sebagai persiapan memberikan ASI untuk bayinya. Ibu

bersedia mengikuti apa yang dianjurkan oleh bidan mengenai perwatan payudara.

10. Menganjurkan ibu untuk beraktifitas fisik seperti banyak berjalan di pagi hari

untuk membantu posisi bayi agar masuk ke jalan lahir atau melakukan aktifitas

yang melakukan banyak gerakan seperti berjongkok untuk memudahkan proses

persalinan.Ibu bersedia untuk melakukan aktifitas fisik sesuai yang di anjurkan

bidan.

11. Membantu ibu dalam pemilihan kontrasepsi yang akan digunakan sesudah

melahirkan yang aman untuk ibu menyusui. Ibu memilih pil KB andalan laktasi

untuk alat kontrasepsi sementara selama menyusui.

12. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya dalam kehamilan seperti : perdarahan

pervaginam, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, bengkak pada wajah dan

eksremitas, nyeri perut dan janin tidak bergera jika salah satu tanda tersebut

terjadi anjurkan ibu segera ke BPM untuk melakukan pemeriksaan. Ibu sudah

mengerti dengan tanda-tanda bahaya kehamilan dan ibu segera ke BPM apabila

salah satu tanda tersebut terjadi.


88

13. Menjelaskan pada ibu tentang tanda tanda persalinan berupa his yang sering,

semakin kuat dan berlangsung lama, keluar air ketuban, adanya lendir bercampur

darah. Ibu sudah faham dengan tanda-tanda persalinan,dan apabila salah satu

tanda terjadi ibu segera ke BPM.

14. Membantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kelahiran yaitu

mempersiapkan perlengkapan ibu seperti baju dan handuk yang bersih bagi ibu

dan mempersiapkan perlengkapan bayi seperti kain bedung, selimut, baju,

handuk, penutup kepala dan lain-lain. Persiapan kelahiran sudah disiapkan.

15. Membantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kemungkinan darurat yang

akan terjadi mengidentifikasikan penolong dan tempat bersalin, pendamping ibu

saat bersalin, biaya dan transportasi. Ibu memilih keluarga yang mendampingi

saat melahirkan dan ibu memilih BPM Syamsiah untuk tempat bersalin.

Kunjungan II

Hari / Tanggal : Jumat, 3 Maret 2018

Pukul : 16.40 WIB

S :

1. Ibu mengatakan hamil keempat, sudah pernah melahirkan 3 kali dan tidak

pernah keguguran.

2. Ibu mengatakan HPHT 20-6-2017

O :
89

Tanda-tanda vital, TD 120/70 mmHg, temperatur 36,0°C, Pols 80 x/m,

respirasi 20 x/m, BB 58 kg, LILA 26 cm, pemeriksaan kebidanan leopold I

setinggi px (32 cm), leopold II punggung janin berada disebelah kiri perut

ibu (PUKI), leopold III presentasi kepala sudah masuk PAP, leopold IV

Divergent, DJJ 140 x/m, TBJ (32-11) x 155 = 3255 gram, TTP 27 Maret

2017. Hasil laboratorium, HB 9,8 gram%, protein urine (-) negatif, glukosa

urine (-) negatif.

A : Ibu GIV PIII A0 dengan usia kehamilan 36 minggu > 4 hari dengan anemia

ringan

P :

1. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan sudah terbina dengan

baik.

2. Menjelaskan pada ibu mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan

ibu  mengizinkan untuk dilakukannya pemeriksaan.

3. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, keadaan ibu dan janin baik, tapi ibu

mengalami anemia ringan dan ibu sudah tau kondisinya

4. Memberitahu ibu cara mengatasi anemia ringan dengan makan-makanan

yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau dan buah bit agar HB ibu

kembali normal
90

5. Memberi konseling : tentang gizi untuk mengkonsumsi makanan yang

mengandung protein, zat besi dan minum cukup cairan (menu seimbang) dan juga

tambahan tablet FE, diminum saat malam hari sebelum tidur dengan jus dan tidak

boleh dengan teh/kopi dan efek sampingnya seperti feses berwarna kehitaman dan

ibu sudah mengerti.

6. Menjelaskan mengenai ketidak nyamanan pada ibu hamil terutama pada

kehamilan trimester III, seperti sering buang air kecil, varises, keputihan, nyeri

dibagian pinggang, insomnia dan sembelit. Ibu sudah mengerti mengenai ketidak

nyamanan padanya.

7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, siangnya tidur/berbaring 1-2 jam, malam

6-8 jam posisi tidur sebaiknya miring kekiri. Ibu mengerti dan mau mengikuti apa

yang sudah dianjurkan

8. Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene ( kebersihan dirinya) agar

terhindar dari berbagai macam infeksi. Ibu bersedia mengikuti anjuran bidan untuk

selalu menjaga personal hygiene nya.

9. Menganjurkan ibu untuk beraktifitas fisik seperti banyak berjalan di pagi hari

untuk membantu posisi bayi agar masuk ke jalan lahir atau melakukan aktifitas

yang melakukan banyak gerakan seperti berjongkok untuk memudahkan proses

persalinan.Ibu bersedia untuk melakukan aktifitas fisik sesuai yang di anjurkan

bidan.
91

10. Membantu ibu dalam pemilihan kontrasepsi yang akan digunakan sesudah

melahirkan yang aman untuk ibu menyusui. Ibu memilih pil KB andalan laktasi

untuk alat kontrasepsi sementara selama menyusui.

11. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya dalam kehamilan seperti : perdarahan

pervaginam, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, bengkak pada wajah dan

eksremitas, nyeri perut dan janin tidak bergera jika salah satu tanda tersebut

terjadi anjurkan ibu segera ke BPM untuk melakukan pemeriksaan. Ibu sudah

mengerti dengan tanda-tanda bahaya kehamilan dan ibu segera ke BPM apabila

salah satu tanda tersebut terjadi.

12. Menjelaskan pada ibu tentang tanda tanda persalinan berupa his yang sering,

semakin kuat dan berlangsung lama, keluar air ketuban, adanya lendir bercampur

darah. Ibu sudah faham dengan tanda-tanda persalinan,dan apabila salah satu

tanda terjadi ibu segera ke BPM.

13. Membantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kelahiran yaitu

mempersiapkan perlengkapan ibu seperti baju dan handuk yang bersih bagi ibu

dan mempersiapkan perlengkapan bayi seperti kain bedung, selimut, baju,

handuk, penutup kepala dan lain-lain. Persiapan kelahiran sudah disiapkan.

14. Membantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kemungkinan darurat yang

akan terjadi mengidentifikasikan penolong dan tempat bersalin, pendamping ibu

saat bersalin, biaya dan transportasi. Ibu memilih keluarga yang mendampingi

saat melahirkan dan ibu memilih BPM Syamsiah untuk tempat bersalin.
92

2. CATATAN PENDOKUMENTASIAN INTRA NATAL CARE (INC)

Tanggal Masuk : 19 Maret 2018

Pukul : 04.00 Wib

a. Kala I Pembukaan

Hari / tanggal : Senin, 19 Maret 2018

Pukul : 05.30 wib

S :

1. Ibu mengatakan merasa nyeri di bagian perut menjalar ke sympisis

2. Ibu mengatakan merasa mules

O : Keadaan umum baik, TD: 120/80 mmHg, RR: 24 x/menit, Pols: 84

x/menit, Temp: 36,5 0C, Pembukaan Servik 10 cm, Ketuban Pecah,

Porsio lunak, Perenium tipis, Penurunan kepala 0/5  Hodge   IV,

Kontraksi /his: 4x dalam 10 menit, Lamanya his 45 detik, Djj: 150

x/menit,

A : Ibu Inpartu kala I fase aktif

P :

a. Menjaga hak dan privasi pasien dalam persalinan yaitu menggunakan

penutup/tirai. Ibu sudah nyaman dengan posisinya saat ini.


93

b. Memberikan dukungan asuhan: mengatur ibu untuk mengubah kenyamanan

dengan mengajarkan ibu teknik menarik nafas dengan benar. Ibu bersedia

untuk melakukan apa yang diajarkan.

c. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital: TD: 120/80 mmHg, Pols:

84x/menit, Respirasi: 24x/menit, Suhu: 36,5 °C. Ibu sudah mengetahui

tentang kondisinya.

d. Menjelaskan kemajuan persalinan, Kontraksi 4x dalam 10 menit durasi 40

detik, ketuban pecah, DJJ: 153x/menit, ibu sudah mengerti kemajuan

persalinan yang dialaminya.

e. Memenuhi kebutuhan ibu dan mencegah dehidrasi dengan cara memberikan

ibu cukup minum dan makan.

b. Kala II Pengeluaran bayi

c. Hari / tanggal : Senin, 19 Maret 2018

d. Pukul : 05.50 wib

S : Ibu mengatakan adanya rasa ingin meneran, merasa nyeri yang hebat di

bagian pinggang, adanya dorongan meneran dan merasa seperti mau BAB

O : Pembukaan lengkap, kepala tampak didepan vulva, perenium menonjol,

Vulva membuka, pembukaan 10 cm, ketuban jernih, penurunan kepala 0/5,

DJJ : 140x/menit, kontraksi 5 dalam 10 menit durasi 45 detik

A : Ibu Inpartu Kala II persalinan normal


94

P :

a. Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu, dengan cara

mendampingi ibu agar ibu lebih nyaman. Ibu sudah merasa nyaman

b. Mengajarkan ibu cara mengedan dan cara mengatur nafas yang baik yaitu

dengan cara menarik nafas panjang. Ibu sudah dapat melakukannya

c. Memimpin mengedan saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk

meneran. Ibu sudah mengedan dengan baik

d. Meletakkan kain untuk mnegringkan bayi diatas perut ibu ketika kepala

bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm. kain sudah

diletakkan diatas perut ibu

e. Melindungi perenium saat kepala janin terlihat pada vulva 5-6 cm dan

tangan satu lagi menahan puncak kepala bayi agar tidak terjadi defleksi

yang terlalu cepat. Perenium sudah terlindungi dengan meletakan tangan

kanan dengan kain 1/3 pada perenium dan meletakkan tangan kiri pada

puncak kepala bayi supaya tidak terjadi defleksi

f. Memeriksa tali pusat untuk memastikan ada atau tidak adanya lilitan tali

pusat, kemudian membiarkan kepala bayi berputar dengan sendirinya,

kemudia memegang dengan kedua tangan pada kepala bayi, selanjutnya

melakukan tarikan lembut ke bawah untuk melahirkan bahu depan dan

tarikan keatas untuk melahirkan bahu belakang. Tali pusat bsudah

diperiksa
95

g. Menyelipkan satu tangan di leher dan lengan bagian belakang bayi setelah kedua

bahu lahir sambil menyanggah kepala dan selipkan tangan lainnya kepunggung

tubuh seluruhnya. Tubuh bayi sudah lahir

h. Melakukan penilaiaan bayi selintas yaitu: warna kulit bayi merah, bayi menangis

spontan, tonus otot aktif, kemudian meletakkan bayi diatas perut ibu, dilakukan

penghisapan lendir dengan bola karet. Bayi lahir dengan keadaan normal

i. Mengeringkan tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi. Bayi sudah dikeringkan

j. Memeriksa kembali uterus ibu memastikan tidak ada bayi ke dua. Uterus sudah

diperiksa dan tidak adanya bayi kedua

k. Memberi tahu ibu bahwa ibu akan disuntikkan oksitosin agar merangsang uterus

untuk berkontraksi.

l. Menyuntikkan oksitosin 10 unit (intramuscular) di 1/3 distal lateral paha (lakukan

aspirasi sebelum menyuntikkan oksitosin). Suntikan oksitosin sudah dilakukan

m. Memegang tali pusat dengan satu tangan pada sekitar 5 cm dari pusat bayi,

kemudian jari telunjuk dan jari tengah tangan lain menjepit tali pusat dan geser

hingga 3 cm proksimal dari pusat bayi. Klem tali pusat pada titik tersebut

kemudian tahan klem pada posisinya, gunakan jari telunjuk dan tengah tangan

lain untuk mendorong isi tali pusat kearah ibu ( sekitar 5 cm) dan klem tali pusat

pada sekitar 2cm distal dari klem pertama

n. Melakukan pemotongan dan mengikat tali pusat dan sudah dilakukan

o. Meletakkan bayi tengkurap di dada ibu untuk kontak kulit ibu dan bayi.

Meluruskan bahu bayi sehingga badan bayi menempel di dada ibunya.


96

Mengusahakan kepala bayi berada diantara payudara ibu dengan posisi lebih

rendah dari putting susu atau areola mamae ibu. Kontak kulit ibu dan bayi telah

dilakukan.

p. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain kering dan hangat, pasang topi di kepala

bayi. Bayi sudah terjaga kehangatannya

q. Membiarkan bayi melakukan kontak kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam

r. Membiarkan bayi berada di dada ibunya selama 1 jam walaupun bayi sudah

berhasil menyusu. Bayi sudah di dada ibu selama 1 jam

c. Kala III Pengeluaran Plasenta

Hari / tanggal : Senin, 19 Maret 2018

Pukul : 05.56 wib

S : Ibu mengatakan perutya terasa nyeri dan mules

O : Tidak ada bayi kedua, kontraksi baik, uterus menjadi bundar, adanya

semburan darah dan tali pusat memanjang

A : Ibu inpartu Kala III persalinan normal

P :

a. Memindahkan klem tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva

b. Melakukan penegangan tali pusa terkendali dengan cara: menegangkan

tali pusat sejajar lantai ke bawah dengan satu tangan. Tangan yang lain
97

mendorong uterus kearah belakang secara hati-hati untuk mencegah inversion

uterus

c. Melakukan penegangan dan mendorong kearah belakang hingga plasenta

terlepas,

d. Menarik tali pusat sejajar lantai kemudian kearah mengikuti jalan lahir, saat

plasenta muncul di introitus vagina, melahirkan plasenta dengan kedua

tangan, pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin, kemudian

menempatkan plasenta pada tempatnya, plasenta lahir lengkap dengan

kotiledon 20 cm dan tidak ada sisa plasenta yang tertinggal

e. Melakukan masase uterus agar menimbulkan kontraksi. Masase telah

dilakukan

f. Memeriksa pendarahan, perdarahan dalam keadaan normal

g. Memeriksa adanya laserasi jalan lahir dan perenium utuh

d. Kala IV Pengawasan

Hari / tanggal : Senin, 19 Maret 2018

Pukul : 06.00 wib

S : Ibu mengatakan sudah bisa menyusu dan ibu mengatakan nyeri dibagian

perut

O : Keadaan umum baik, TD: 120/80 x/menit, Pols: 80 x/menit, RR: 21

x/menit, Suhu: 37 °C, TFU: 2 jari dibawah pusat, Pendarahan: 100 cc,
98

kontraksi uterus: Baik, kandung kemih: kosong, Perenium: Robekan

derajat I

A : Ibu kala IV pengawasan

P :

a. Mengajarkan ibu dan keluarga cara masase yang baik. Ibu dan keluarga

sudah mengerti cara masase yang baik

b. Membersihkan ibu dengan air DTT dan mengganti pakaian yang bersih

dan kering. Ibu sudah dibersihkan dan pakaian ibu sudah diganti

c. Memastikan ibu merasa nyaman. Ibu sudah nyaman dengan kondisinya

saat ini

d. Melakukan dekontaminasi tempat bersalin dengan laurat klorin 0,5%.

Dekontaminasi telah dilakukan

e. Merendam semua alat dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Alat

telah direndam

f. Menganjurkan pemenuhan nutrisi untuk ibu dan bayi. Dan ibu bersedia

mengikuti anjuran

g. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan di daerah genetalianya.

Dan ibu bersedia mengikuti anjuran

h. Memeriksa tanda-tanda vital, kontraksi, TFU, kandung kemih dan

pendarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada jam ke

dua
99

i. Mencatat semua hasil tindakan pemantaun tanda vital, tinggi fundus uteri,

kontraksi uterus, kandung kemih, perdarahan tiap 15 menit pada jam pertama

dan 30 menit pada jam ke 2 dipatograf

HASIL PEMERIKSAAN 1 JAM PERTAMA DAN 1 JAM KEDUA

ja
m Wakt kotraks kandun
ke u T N S TFU i uterus g kemih pendarahan

2 jari
di
120/80 80 36, bawah
06.05 mmHg x/i 5 ˚c pusat baik Kosong normal

2 jari
di
110/80 80 bawah
1 06.20 mmHg x/i pusat baik Kosong normal

2 jari
di
110/70 78 bawah
06.35 mmHg x/i pusat baik Kosong normal

2 jari
di
110/70 78 bawah
06.50 mmHg x/i pusat baik Kosong normal

2 jari
di
110/70 78 36, bawah
07.20 mmHg x/i 8 ˚c pusat baik Kosong normal

2 jari
di
110/70 80 bawah
2 07.50 mmHg x/i pusat baik Kosong normal
100

3. CATATAN PENDOKUMENTASIAN BAYI BARU LAHIR

a. Kunjungan 1 jam

Hari / tanggal : Senin, 19 Maret 2018

Pukul : 07.00 wib

S : Ibu mengatakan bayinya begerak sangat aktif, menangis kuat dan mulai  

menyusu

O : Keadaan umum bayi Baik, Jenis kelamin Perempuan, APGAR: 8/9/10

Pols: 140x/menit, RR: 50 x/menit, suhu: 36,5 °C, Berat badan: 3300 gram,

Panjang badan 51 cm, Lingkar Kepala 35 cm, lingkar dada 36 cm, reflek

moro, reflek rooting, reflek graph dan reflek sucking positif, tidak ada

kelainan congenital

A : Bayi Baru Lahir normal 1 jam

P :

a. Mempertahankan suhu tubuh bayi tetap kering dan hangat dengan cara

Memastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dan

kulit ibu, mengganti handuk/kain yang basah dan membungkus bayi

dengan selimut. Bayi sudah terselimuti.

b. Melakukan pemeriksaan fisik bayi, bayi normal tidak ada cacat

congenital.
101

c. Melakukan IMD selama 1 jam untuk mencegah hipotermi karena dada

ibu bisa menghangatkan bayi sehingga terjadi kontak antara kulit bayi

dan kulit ibu. IMD sudah dilakukan

d. Melakukan penyuntikan vitamin K intramuscular di 1/3 paha kiri

anterolateral dan penyuntikan sudah dilakukan dan salap mata telah

diberikan.

e. Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan ibu mengikuti

anjuran

f. Memberikan konseling cara perawatan tali pusat dengan dibiarkan tetap

kering, tidak membubuhi apapun dan menjaga agar tidak lembab. Dan

ibu mengikuti anjuran bidan.

g. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti: Suhu bayi terlalu

panas atau dingin, menggigil, warna kulit bayi biru atau pucat,tali pusat

merah dan berbau busuk, hisapan bayi lemah, mengantuk berlebihan,

dan banyak muntah. Ibu mengerti tanda bahaya pada bayi

h. Memandikan bayi setelah 6 jam dan ibu mengerti

b. Kunjungan 6 hari

Hari / Tanggal : Minggu, 25 Maret 2018

Pukul : 08.30 WIB

S : Ibu mengatakan bayinya bergerak aktif dan bayinya diberikan ASI Eksklusif
102

O : Denyut jantung 140x / menit, pernafasan 40 x/ menit, paru - paru bersih,

suhu 37 ̊c, BB 3400 gram lingkar kepala 32 cm, mata simetris, tidak ada

infeksi, hidung simetris, mulut reflek hisap yang kuat, leher normal, dada

normal, puting simetris, reflek normal, kelamin normal, gerakan kaki normal

10 jari, punggung normal, reflek menghisap dan menelan ada.

A : Bayi baru lahir cukup bulan usia 6 hari

P :

a. Memastikan bayi menyusu dan mendapatkan ASI secara benar (ASI

Eksklusif) selama 6 bulan tanpa memberikan makanan apapun

b. Menjaga bayi agar tetap hangat dan bersih dengan cara membungkus bayi

dengan kain yang halus dan kering, pastikan kepala bayi terlindungi dengan

baik untuk menghindari hilangnya panas tubuh dan suhu telah

dipertahankan.

c. Memberitahu ibu untuk personal hygine pada bayinya, seperti kain bedong

diganti setiap BAB/BAK dan memandikan bayinya 1x sehari. Ibu bersedia

mengikuti anjuran.

d. Menganjurkan kepada ibu melakukan perawatan tali pusat dengan benar

yaitu dengan cara menjaga agar tali pusat bersih dan kering dan tanpa

dibubuhi apapun. Ibu bersedia mengikuti anjuran


103

e. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti, jika suhu bayi terlalu

panas atau dingin, jika warna kulit bayi biru atau sangat kuning, muntah

terus-menerus. Ibu sudah tau tanda bahaya pada bayi

f. Memberitahu ibu kunjungan ulang 2 minggu dan ibu sudah tau.

c. Kunjungan 2 minggu

Hari / Tanggal : Minggu, 1 April 2018

Pukul : 08.30 WIB

S : Ibu mengatakan bayinya bergerak aktif dan menangis spontan

O : Denyut jantung 136x / menit, pernafasan 40 x/ menit, paru - paru bersih,

suhu 36,8 ̊c, BB 3500 gram lingkar kepala 34 cm, mata simetris, tidak ada

infeksi, hidung simetris, mulut reflek hisap yang kuat, leher normal, lingkar

dada 33 cm warna normal, puting simetris, gerakan tangan normal 10 jari,

reflek normal, kelamin normal, gerakan kaki normal 10 jari, punggung

normal, reflek menghisap dan menelan ada.

A : Bayi baru lahir cukup bulan usia 2 minggu

P :

a. Melakukan pemeriksaan fisik bayi yaitu warna kulit, tonus ototnya,

reflek menghisap, usaha nafas dan denyut jantung. Pemeriksaan sudah

dilakukan
104

b. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan dengan cara menganjurkan ibu

untuk memberikan ASI eksklusif dan kebutuhan cairan terpenuhi

c. Menganjurkan ibu untuk tidak menidurkan bayi di dekat kipas angin agar

terhindar dari hipotermi

d. Menganjurkan ibu untuk menyusu bayi sesering mungkin minimal 2 jam

sekali

e. Memberitahu ibu untuk personal hygine pada bayinya, seperti kain

bedong diganti setiap BAB/BAK dan memandikan bayinya 1x sehari. Ibu

bersedia mengikuti anjuran.

f. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti, jika suhu bayi

terlalu panas atau dingin, jika warna kulit bayi biru atau sangat kuning,

muntah terus-menerus. Ibu sudah tau tanda bahaya pada bayi

g. Memberitahu ibu kunjungan ulang 6 minggu dan ibu sudah tau.

d. Kunjungan 6 minggu

Hari / Tanggal : Minggu, 29 April 2018

Pukul : 08.30 WIB

S : Ibu mengatakan bayinya bergerak sangat aktif

O : Denyut jantung 136x / menit, pernafasan 39 x/ menit, paru - paru bersih,

suhu 36,8 ̊c, BB 3700 gram, lingkar kepala 35 cm, mata simetris, tidak ada
105

infeksi, hidung simetris, mulut reflek hisap yang kuat, leher normal, lingkar

dada 34 cm warna normal, puting simetris, gerakan tangan normal 10 jari,

reflek normal, kelamin normal, gerakan kaki normal 10 jari, punggung

normal, reflek menghisap dan menelan positif.

A : Bayi baru lahir cukup bulan usia 6 minggu

P :

a. Melakukan pemeriksaan fisik bayi yaitu warna kulit, tonus ototnya, reflek

b. Memastikan bayi menyusu dan mendapatkan ASI secara benar (ASI

Eksklusif)

c. Memberitahu ibu untuk personal hygine pada bayinya, seperti kain bedong

diganti setiap BAB/BAK dan memandikan bayinya 1x sehari. Ibu bersedia

mengikuti anjuran.

d. Mengajarkan pada ibu tanda bahaya pada bayi seperti, jika suhu bayi

terlalu panas atau dingin, jika warna kulit bayi biru atau sangat kuning,

muntah terus-menerus. Ibu sudah tau tanda bahaya pada bayi

e. Menjaga bayi agar tetap hangat dan bersih. Ibu bersedia mengikuti

anjuran.

f. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayi sesering mungkin. Ibu bersedia

mengikuti anjuran.
106

4. CATATAN PENDOKUMENTASIAN POST NATAL CARE (PNC)

a. SOAP 6 Jam Post Partum

Tanggal : 19 Maret 2018 Pukul : 12.00 Wib

S : Ibu mengatakan sudah merasa baikan dan merasa bahagia atas kelahiran
bayinya. Sehingga bayinya sudah mulai menyusu dan hisapannya sudah
mulai kuat.
O :

Keadaan umum: baik, TD: 120 mmHg, Pols: 83 x/menit, RR: 22

x/menit, Suhu 37 °C, TFU: 2 jari di bawah pusat, kontraksi uterus baik,

pendarahan normal, lokhea rubra, kandung kemih kosong, perenium

utuh

A : Ibu 6 jam post partum normal.

P :

a. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk

dilakukan pemeriksaan.

b. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, kontraksi

uterus, kandung kemih dan pendarahan dalam keadaan normal dan ibu

sudah tau kondisinya


107

c. Melakukan pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina dan

pemeriksaan sudah dilakukan

d. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan istirahat, gizi

dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh

dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan kelamin dan payudara. Ibu

bersedia mengikuti anjuran.

e. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8 jam

malam hari. Ibu bersedia mengikuti anjuran.

f. Menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan berprotein

tinggi, seperti: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan

buah-buahan.

g. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar, yaitu: kepala dan badan

bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi

menempel pada payudara ibu. Ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.

h. Memberikan konseling kepada ibu untuk pemberian ASI selama 6 bulan tanpa

memberikan makanan apapun karena ASI merupakan makanan pokok bagi bayi

i. Menganjurkan ibu untuk membersihkan dan merawat luka jahitan perenium agar

selalu kering dan bersih. Ibu bersedia mengikuti anjuran tentang perawatan luka

perenium.

j. Menganjurkan ibu untuk membersihkan payudara terlebih dahulu sebelum

menyusui bayinya. Ibu bersedia melakukannya.


108

k. Mengawasi perdarahan dengan cara melihat jumlah perdarahannya yaitu 60 cc

dengan lochea rubra

l. Melakukan rooming-in (dalam satu ruangan) ibu dan bayi agar terjalin hubungan

yang baik

b. SOAP 6 Hari Post Partum

Hari / Tanggal : Minggu, 25 Maret 2018

Pukul : 08.30 Wib

S : Ibu mengatakan sudah bisa beraktifitas secara perlahan dan bayinya aktif

menyusu

O :

Keadaan umum baik, TD: 110/80 mmHg, Pols: 75 x/menit, RR: 20

x/menit, Suhu: 36,5 °C, muka: tidak adanya tanda enemis, payudara tidak

adanya komplikasi, TFU pertengahan pusat dan sympisis, pendarahan

normal, lochea sanguilenta, kontraksi uterus baik, ASI lancar

A : Ibu post partum hari ke 6

P :

a. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan telah terbina dengan

baik

b. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk

dilakukan pemeriksaan.
109

c. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik pada ibu

mulai TD, pols, RR, Suhu, muka, payudara, abdomen, genitalia eksterna, dan

anus dalam keadaan normal dan ibu sudah tau kondisinya

d. Memastikan involusio uterus berjalan dengan baik dan normal dengan cara

meraba tinggi fundus uteri pertengahan pusat dan sympisis, uterus

berkontraksi baik, pendarahan yang normal dan tidak berbau dan sudah

dilakukan dengan baik dan normal

e. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup 8 jam sehari jika ibu kurang

istirahat akan mempengaruhi ibu seperti mengganggu produksi ASI. Ibu

bersedia mengikuti apa yag sudah dianjurkan.

f. Memberitahu kepada ibu tentang gizi untuk ibu yaitu mengonsumsi

makan-makanan yang kaya protein dan zat besi dengan teratur dan minum

cairan yang banyak. Ibu bersedia makan-makanan yang bergizi dan

berprotein.

g. Memberitahu ibu untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dan

perenium setelah BAB/BAK dan mengganti pembalut secara teratur. Ibu

bersedia mengikuti apa yag sudah dianjurkan

h. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada ibu seperti pendarahan yang

banyak, perdarahan dari vagina dan berbau busuk, payudara memerah

bengkak, demam dan sakit kepala yang hebat. Ibu mengerti tentang

tanda-tanda bahaya.
110

i. Menjelaskan keuntungan dari menyusui yaitu naluri keibuan menjadi

lebih peka, menyusui sebagai alat kontrasepsi yang alami, sumber nutrisi

yang aman bagi bayi, menyusi membuat biaya kesehatan bayi lebih

rendah, kesehatan mental dan fisik ibu dan perlindungan terbaik bagi ibu.

Ibu mengerti keuntungan dari menyusui.

j. Memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang pada minggu ke dua.

b. SOAP 2 Minggu Post Partum

Hari / Tanggal : Minggu, 1 April 2018

Pukul : 08.30 Wib

S :

Ibu mengatakan keadaannya sudah membaik dan sudah melakukan

perawatan bayinya, ibu mengatakan bayinya menyusu dengan baik dan

bayinya sehat, ibu mengatakan asinya banyak dan lancar

O :

Keadaan umum baik, TD: 110/80 mmHg, Pols: 75 x/menit, RR: 20

x/menit, Suhu: 36,5 °C, muka: tidak adanya tanda enemis, payudara tidak

adanya komplikasi, TFU sejajar sympisis, pendarahan tidak ada, lochea

serosa, ASI lancar

A : Ibu post partum ke 2 minggu


111

P :

a. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan telah terbina

dengan baik

b. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan

untuk dilakukan pemeriksaan.

c. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik pada

ibu mulai TD, pols, RR, Suhu, muka, payudara, abdomen, genitalia

eksterna, dan anus dalam keadaan normal dan ibu sudah tau

kondisinya

d. Memastikan involusio uterus berjalan dengan baik dan normal dengan

cara meraba tinggi fundus uteri sejajar sympisis, uterus berkontraksi

baik, pendarahan yang normal dan tidak berbau dan sudah dilakukan

dengan baik dan normal

e. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup 8 jam sehari jika ibu

kurang istirahat akan mempengaruhi ibu seperti mengganggu produksi

ASI. Ibu bersedia mengikuti apa yag sudah dianjurkan.

f. Memberitahu kepada ibu tentang gizi untuk ibu yaitu mengonsumsi

makan-makanan yang kaya protein dan zat besi dengan teratur dan

minum cairan yang banyak. Ibu bersedia makan-makanan yang bergizi

dan berprotein.
112

g. Memberitahu ibu untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan

dan perenium setelah BAB/BAK dan mengganti pembalut secara teratur. Ibu

bersedia mengikuti apa yag sudah dianjurkan

h. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada ibu seperti pendarahan yang

banyak, perdarahan dari vagina dan berbau busuk, payudara memerah

bengkak, demam dan sakit kepala yang hebat. Ibu mengerti tentang

tanda-tanda bahaya.

i. Menjelaskan keuntungan dari menyusui yaitu naluri keibuan menjadi lebih

peka, menyusui sebagai alat kontrasepsi yang alami, sumber nutrisi yang

aman bagi bayi. Ibu mengerti keuntungan dari menyusui.

j. Memberikan konseling KB pada ibu tentang keuntungannya dan

kerugiannya dan ibu sudah mengerti.

k. Memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang pada minggu ke enam.

4) SOAP 6 Minggu Post Partum

Hari / Tanggal : Minggu, 1 April 2018

Pukul : 08.30 Wib

S :

Ibu mengatakan keadaannya sudah membaik dan sudah melakukan

perawatan bayinya, ibu mengatakan bayinya menyusu dengan baik dan

bayinya sehat, ibu mengatakan asinya banyak dan lancar


113

O :

Keadaan umum baik, TD: 110/80 mmHg, Pols: 75 x/menit, RR: 18

x/menit, Suhu: 36,5 °C, muka: tidak adanya tanda enemis, payudara tidak

adanya komplikasi, TFU tidak teraba, pendarahan tidak ada, lochea tidak

ada lagi, ASI lancar

A : Ibu post partum ke 6 minggu

P :

a. Membina hubungan baik dengan ibu dan hubungan telah terbina

dengan baik

b. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan

untuk dilakukan pemeriksaan.

c. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik pada

ibu mulai TD, pols, RR, Suhu, muka, payudara, abdomen, genitalia

eksterna, dan anus dalam keadaan normal dan ibu sudah tau

kondisinya

d. Memastikan involusio uterus berjalan dengan baik dan normal dengan

cara meraba tinggi fundus uteri tidak teraba, dan sudah dilakukan

dengan baik dan normal

e. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup 8 jam sehari jika ibu

kurang istirahat akan mempengaruhi ibu seperti mengganggu produksi

ASI. Ibu bersedia mengikuti apa yag sudah dianjurkan.


114

f. Memberitahu kepada ibu tentang gizi untuk ibu yaitu mengonsumsi

makan-makanan yang kaya protein dan zat besi dengan teratur dan minum cairan

yang banyak. Ibu bersedia makan-makanan yang bergizi dan berprotein.

g. Memberitahu ibu untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dan

perenium setelah BAB/BAK. Ibu bersedia mengikuti apa yag sudah dianjurkan

h. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada ibu seperti pendarahan yang banyak,

perdarahan dari vagina dan berbau busuk, payudara memerah bengkak, demam

dan sakit kepala yang hebat. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya.

i. Menjelaskan keuntungan dari menyusui yaitu naluri keibuan menjadi lebih peka,

menyusui sebagai alat kontrasepsi yang alami, sumber nutrisi yang aman bagi

bayi. Ibu mengerti keuntungan dari menyusui.

j. Memberikan konseling KB pada ibu tentang keuntungannya dan kerugiannya dan

ibu memilih MAL

A. PEMBAHASAN

1. Ante Natal Care (ANC)

Telah melakukan pemeriksaan kehamilan pada Ny. S secara normal di

BPM Syamsiah Kecamatan Dewantara, pada pemeriksaan kehamilan tanggal

16 Februari 2018 usia kehamilan ibu 34 minggu 3 hari, dari pengkajian data

subjektif ibu mengeluh sering buang air kecil. Dari pengkajian data objektif

secara keseluruhan ditemukan ibu mengalami anemia ringan. Kemudian hasil

pemeriksaan diberitahukan pada ibu dan keluarga.


115

Asuhan yang diberikan pada ibu selama melakukan kunjungan ANC pertama

antara lain yaitu timbang berat badan dan ukur tinggi badan , ukur tekanan darah,

ukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi TT pemberian, Pemberian tablet Fe 90

tambet selama kehamilan, pemeriksaan HB, temu wicara dalam rangka persiapan

rujukan, pemeriksaan protein urine atas indikasi, pemeriksa reduksi urine atas

indikasi, Pada kunjungan ulang tanggal 3 Maret 2018 usia kehamilan 36 minggu 4

hari. Dari pengkajian data objektif secara keseluruhan hasil pemeriksaan ditemukan

kepala janin sudah masuk PAP.

Menurut rukiah 2014 standar minimal ANC adalah dengan melakukan metode

14 T yaitu, timbang berat badan dan ukur tinggi badan , ukur tekanan darah, ukur

tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi TT pemberian, Pemberian tablet Fe 90

tambet selama kehamilan, Test penyakit menular seksual (PMS), pemeriksaan HB,

Pemberian obat malaria, perawatan

payudara, pemeliharaan tingkat kebugaran / senam hamil, temu wicara dalam

rangka persiapan rujukan, pemeriksaan protein urine atas indikasi, pemeriksa reduksi

urine atas indikasi, pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok.

Sehingga terdapat kesenjangan antara teori dan praktek, karena ada 5 standar

dari 14 standar Ante Natal Care yang tidak dilakukan di BPM Syamsiah
116

2. Intra Natal Care

Proses persalinan Ny. S berjalan normal dan baik tidak mengalami

penyulit, lama Kala I yang dihitung dari mulai ibu merasakan mules sampai

pembukaan lengkap berlangsung selama 1 jam 30 menit. Kala II berlangsung

selama 20 menit. Pasien datang ke BPM Syamsiah pada tanggal 19 Maret 2018

pukul 04.00 wib, dan saat dilakukan vagina touche pembukaan 6 cm his 4 x

dalam 10 menit dengan durasi 40 detik, ketuban utuh. Dalam hal ini dianjurkan

kepada ibu untuk mengatur posisi senyaman mungkin, menganjurkan ibu

berjalan, menganjurkan ibu makan dan minum air putih. Pada pukul 05.30 WIB

dilakukan vagina touche pembukaan lengkap his 5x dalam 10 menit dengan

durasi 45 detik, ketuban pecah spontan, menganjarkan kepada ibu posisi dan cara

meneran yang baik. Kala III berlangsung secara normal dengan manajemen aktif

Kala III, plasenta lahir 6 menit setelah bayi lahir. Plasenta lahir lengkap .Kala IV

tidak ditemukan komplikasi, pendarahan normal.

Menurut Manuaba, 2010 tahapan atau kala dalam persalinan, kala I dimulai

dari pembukaan nol sampai pembukaan lengkap. Lama kala I untuk primigravida

berlangsung 12 jam sedangkan multigravida 8 jam sedangkan kala II dimulai dari

pembukaan lengkap (10) sampai lahir bayi proses ini biasanya berlangsung

selama 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida dan kala III dimulai

segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta lamanya tidak lebih dari 30

menit sedangkan kala IV dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam
117

pertama post partum. Sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori dan

praktik

3. Bayi Baru Lahir

Proses persalinan berlangsung normal dan bayi Ny. S lahir dalam keadaan

sehat dengan jenis kelamin perempuan, berat badan 3300 gram, panjang badan

51 cm. Bayi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kelainan apapun, hasil

pemeriksaan fisik semua dalam batas normal. Bayi Ny. S telah diberikan vitamin

K dengan menyuntikkan pada paha sebelah kiri secara intramuskular dengan

dosis 1 mg, dan imunisasi hepatitis B dengan menyuntikkan pada paha sebelah

kanan dengan IM dengan dosis 0,5 cc. Asuhan yang diberikan adalah

mengajarkan ibu tehnik menyusui yang benar dan menganjurkan kepada ibu

untuk tetap menjaga kehangatan dan kebersihan

Ini sesuai dengan teori Dewi, 2013 mempertahankan suhu tubuh BBL dan

mencegah hipotermi : Mengeringkan tubuh bayi segera setelah lahir.Kondisi bayi

lahir dengan tubuh basah karena air ketuban atau aliran udara melalui jendela /

pintu yang terbuka akan mempercepat terjadinya penguapan yang akan

mengakibatkan bayi lebih cepat menghilangkan suhu tubuh, Untuk mencegah

terjadinya hipotermia, bayi yang baru lahir harus segera di keringkan dan

dibungkus dengan kain kering kemudian diletakkan telungkup di atas dada ibu

untuk mendapatkan kehangatan dari dekapan ibu, Menunda memandikan BBL

sampai tubuh bayi stabil.


118

Pada BBL cukup bulan dengan berat badan lebih dari 2.500 gram dan

menangis kuat bila dimandikan ± 24 jam setelah kelahiran dengan tetap

menggunakan air hangat. Pada BBL berisiko yang berat badannya kurang dari

2.500 garam atau keadaannya sangat lemah sebaiknya jangan di mandikan

sampai suhu tubuh nya stabil dan mampu mengisap ASI dengan baik.,

menghindari kehilangan panas pada bayi baru lahir. Ada empat cara yang

membuat bayi kehilangan panas, yaitu melalui radiasi, evaporasi, konduksi, dan

konveksi.

4. Asuhan Masa Nifas

Pada masa nifas dilakukan pemeriksaan sebanyak 4x, yaitu pada 6 jam post

partum, asuhan yang diberikan berupa konseling tentang kebersihan diri,

kebersihan asi, mengawasi jumlah darah yang keluar. Pada 6 hari post partum,

asuhan yang diberikan berupa memastikan involusi berjalan dengan baik,

memastikan uterus berkontraksi, pengukuran tinggi fundus, menilai tanda-tanda

infeksi. 2 minggu post partum asuhan yang diberikan berupa menganjurkan ibu

makan makanan yang bergizi, memberikan ASI eklusif pada bayi, memberikan

konseling mengenai KB, dan 6 minggu post partum asuhan yang diberikan

berupa mengukur tinggi fundus dan konseling KB pada ibu.

Ini sesuai dengan teori Saleha dan Roito 2013, menurut saleha , 2013 ada

beberapa jenis lochea yang terdapat pada wanita pada masa nifas: Lochea rubra

berwarna merah karena berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel

desidua, verniks caseosa, lanugo dan mekonium dan berlangsung selama setelah
119

lahirnya plasenta sampai 2 hari postpartum , Lochea sanguilenta berwarna merah

kuning berisi darah dan lendir yang keluar pada hari ke-3 sampai ke-7 pasca

persalinan, Lochea serosa berbentuk serum dan berwarna merah jambu dan

kemudian menjadi kuning. Cairah tidak berdarah lagi pada hari ke-7 sampai haari

ke-14 pasca persalinan.

Lochea alba adalah lochea yang terakhir dimulai dari ke-14 kemudian

makin lama makin sedikit hingga sama, Lochea parulenta adalah terjadi infeksi,

keluar cairan seperti nanah dan berbau busuk, Lochiostasis adalah lochea tidak

lancar keluarnya.

Menurut Roito et al. (2013) mengemukakan bahwa kunjungan nifas

dilakukan paling sedikit 4 kali kunjungan untuk menilai keadaan Ibu dan bayi

baru lahir, dan untu mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah

yang terjadi yaitu kunjungan 1 (6-8 jam Asuhan yang diberikan) Mencegah

pendarahan masa nifas karena Atonia uteri, Mendeteksi dan merawat penyebab

lain pendarahan, kunjungan II (6 hari post partum) asuhan yang

diberikan :memastikan infolusi uterus berjalan dengan normal, uterus

berkontraksi dengan baik, tinggi fundus uteri dibawah umbilikus, tidak ada

pendarahan abnormal, menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau

perdarahan

Kunjungan III (2 minggu post partum), asuhan yang diberikan :Asuhan

pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan pada kunjungan

6 hari post partum dan kunjungan IV (6 minggu post partum), asuhan yang
120

diberikan adalah :menanyakan kesulitan-kesulitan yang dialami ibu selama masa

nifas, memberikan konseling KB secara dini.

5. Keluarga Berencana (KB)

Pada saat kunjungan KB data subjektif yang didapat ibu ingin

menggunakan KB Yang tidak mengganggu produksi ASI. Ibu memilih

kontrasepsi dengan MAL. Alasan ibu memilih ini praktis tidak perlu mengingat

setiap hari nya karna ibu sedang menyusui serta akan menyusui secara eksusif.

Data objektif didapatkan keadaan umum baik. Asuhan KB yang diberikan berupa

elektifitas MAL

Ini tidak sesuai dengan teori manuaba 2010, alasan ibu memilih ini

praktis tidak perlu mengingat setiap hari nya karna ibu sedang menyusui serta

akan menyusui secara eksklusif


121

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah melakukan asuhan manajemen kebidanan yang berkesinambungan

(komprehensif) pada masa kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB pada Ny. S

dengan GIV PIII A0 di BPM Syamsyiah Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh

Utara, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

1. Telah mampu melakukan asuhan kebidanan pada Ny. S sesuai dengan standar

asuhan ANC.

2. Telah mampu melakukan asuhan pada Ny. S dalam proses persalinan dengan

kehamilan aterm dalam usia kehamilan 38 minggu > 6 hari dengan standar

APN.

3. Telah mampu melakukan asuhan kebidanan Nifas pada Ny. S dalam masa nifas

4 kali kunjungan dengan standar asuhan nifas.

4. Telah mampu melakukan kebidanan pada bayi Ny. S sesuai dengan standar

BBL

5. Telah mampu melakukan asuhan kebidanan pada Ny. S dengan KB MAL


122

B. Saran

Adapun saran-saran yang dapat diharapkan adalah sebagai berikut :

1. Bagi instutusi pendidikan

Sebagai metode penilaian pada mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya

untuk menyusun studi kasus, mendidik dan membimbing mahasiswa agar lebih

terampil dalam memberikan asuhan kebidanan.

2. Bagi Lahan praktik

Diharapkan kepada seluruh BPM melakukan asuhan kebidanan sesuai dengan

standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan meningkatkan fasilitas

seperti pemeriksaan PMS dan senam hamil di PKM Dewantara

3. Bagi Klien

a. Diharapkan ibu hamil melakukan ANC yang teratur agar dapat membantu

mendeteksi setiap sehingga memudahkan proses persalinan.

b. Diharapkan segera periksa ketenaga kesehatan apabila mengalami

gangguan dalam kehamilan, persalinan, BBL, nifas, KB.

c. Diharapkan ibu mau bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk

kesehatan ibu dan bayi .

4. Bagi peneliti

Sebagai bahan masukan agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kebidanan

melalui pendekatan manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin,

nifas, bayi baru lahir, dan KB secara komprehensif

Anda mungkin juga menyukai