0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan15 halaman

Laporan Kimia

Es puter dibuat untuk menerapkan sifat penurunan titik beku larutan. Proses pembuatannya melibatkan pemanasan bahan dan pembekuan dalam kaleng yang diputar di atas campuran es batu dan garam. Garam menurunkan titik beku es batu agar dapat melelehkan adonan es krim di dalam kaleng.

Diunggah oleh

Aidan Andardani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan15 halaman

Laporan Kimia

Es puter dibuat untuk menerapkan sifat penurunan titik beku larutan. Proses pembuatannya melibatkan pemanasan bahan dan pembekuan dalam kaleng yang diputar di atas campuran es batu dan garam. Garam menurunkan titik beku es batu agar dapat melelehkan adonan es krim di dalam kaleng.

Diunggah oleh

Aidan Andardani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

ES PUTER PILLOW
“Sebagai Penerapan Sifat Penurunan Titik Beku Larutan”

Kelompok VI
Ketua : (29) Shafira Hani wardhana
Anggota : (04) Aprilia Putri Yulianti
(13) Hikmah Rahmadhani H.
(17) M. Aidan Andardani
(32) Tanalus Sholihati

Guru Pembimbing:
Devi Arindah, S.Si

KELAS XII MIPA 3


SMA NEGERI 2 PASURUAN
Jl. Panglima Sudirman No. 163, Kebonagung – Purworejo.
PASURUAN
2022
ES PUTER PILLOW SEBAGAI PENERAPAN SIFAT PENURUNAN
TITIK BEKU LARUTAN

I. Tujuan Percobaan
Menerapkan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari
dengan pembuatan es puter.

II. Landasan Teori


Sifat koligatif larutan adalah suatu sifat larutan yang hanya
dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut dan tidak bergantung pada
jenis dan ukuran partikel zat terlarutmya. Zat terlarut tertentu jika
ditambahkan ke dalam suatu pelarut akan menimbulkan perubahan fisik
yang berbeda, sifat fisik tersebut bisa berupa penurunan tekanan uap,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis.
(sitanggang, 2019)
Menurut Lustiyati, et all. (2009), penurunan titik beku merupakan
salah satu contoh sifat koligatif yang bergantung pada jumlah partikel zat
terlarut dan tidak bergantung pada jenis partikelnya. Jadi, pada larutan
yang berbeda jenisnya tetapi memiliki jumlah partikel sama, akan
memiliki sifat koligatif yang sama pula.

Gambar 1 Diagram fase air dan larutan


Grafik dengan garis utuh (—) menunjukkan fase pada air murni
dengan perubahan P dan T, sedangkan garis terputus (---) menunjukkan
perubahan fase pada larutan dalam air. Berdasarkan perubahan P dan T
sumbu tegak menunjukkan tekanan uap pada sistem, sedangkan sumbu
mendatar menunjukkan suhu. Keseimbangan fase pada H₂O terletak pada
T, sehingga T disebut titik triple yang menyatakan keseimbangan pada
fase padat, fase cair, dan fase gas. Garis UTS menunjukkan keseimbangan
antara fase cair dan gas. Garis UTR menunjukkan keseimbangan fase cair
dan padat. P° adalah tekanan uap H₂O murni, T°boil (T°b) adalah titik
didih pelarut murni (H₂O), dan T°freeze (T°f) adalah titik beku air murni.
Penambahan zat terlarut menyebabkan penurunan titik beku dari T°f
ke Tf, kenaikan titik didih dari T°b ke Tb, dan penurunan tekanan uap dari
P° ke P (Δ P). Berdasarkan penjelasan grafik, pada larutan yang
menggunakan pelarut air diperoleh:
1. Tekanan uap larutan lebih rendah daripada pelarumurni.
2. Titik beku larutan lebih rendah daripada pelarut murni.
3. Titik didih larutan lebih tinggi daripada pelarut murni.
Seperti halnya pada kenaikan titik didih, adanya zat terlarut dalam
larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku
pelarutnya. (Rahayu, 2009)
Menurut Sitanggang (2019), peristiwa perubahan bentuk suatu zat
dari cair ke padat disebut membeku, jadi titik beku adalah titik dimana air
mulai membeku. Titik beku normal suatu zat adalah suhu pada saat zat
meleleh atau membeku pada tekanan 1 atm (keadaan normal). Jika suatu
zat terlarut ditambahkan pada suatu pelarut murni hingga membentuk
larutan maka titik beku pelarut murni akan mengalami penurunan, dengan
rumus:
Penurunan Titik beku yang disebabkan oleh 1 mol zat terlarut
dalam 1000 gram zat pelarut dinamakan penurunan titik beku molal (Kf).
Menurut hukum Raoult penurunan titik beku larutan dirumuskan seperti
berikut :
Misalnya, titik beku normal air adalah 0°C. Namun dengan adanya
zat terlarut pada suhu 0°C air belum membeku. Jadi selisih titik beku
pelarut (Tf °) dengan titik beku larutan (Tf) disebut penurunan titik beku
(ΔTf).

III. Prosedur Percobaan


III.1 Alat dan Bahan
a. Alat
- Kaleng alumunium atau tango 1 buah
- Baskom 1 buah
- Ulek-ulek 1 buah
- Cup es krim 8 buah
- Stik es krim 8 buah
- Sendok 1 buah
- Termometer 1 buah
- Panci 1 buah
- Botol plastik 1 buah
b. Bahan
- Air 750ml
- Gula ½ kg
- Garam kasar 3 bungkus
- Garam halus 1 sdt
- Es batu 6 bongkahan
- Perasa 2 sdm
- Susu kental manis vanila 3 bungkus
- Susu kental manis cokelat 1 bungkus (toping)
- pillow 2 bungkus (toping)
- Sprinkle 1 botol kecil (toping)

3.2 Langkah Kerja


1. Gula, garam, perasa, air, susu kental manis di rebus selama 10
menit, aduk terus. Tunggu hingga dingin.
2. Masukkan semua bahan yang telah direbus ke dalam kaleng
3. Bongkahan es yang sudah hancur, di masukkan ke dalam baskom
lalu tabur garam.
4. Masukkan kaleng berisi adonan, putar secara berlawanan arah.
5. Selama proses pemutaran garam terus di tambahkan agar es tidak
cepat cair.
6. Jika sudah ada air dalam baskom, lebih baik dibuang terlebih
dahulu.
7. Putar wadah kaleng selama 60 menit
8. Maka akan terbentuk es puter
9. Kemudian berikan toping.
10. Es puter siap di hidangkan
IV. Hasil dan Pembahasan
no Pelakuan Hasil pngamatan
1. merebus bahan semua bahan larut menjadi satu dan
adonan es selama 10 berubah warna menjadi ungu.
menit
2. Memasukkan Suhu awal es menjadi 0℃
bongkahan es batu
kedalam baskom
3. Es batu tesebut Diberi garam secarah bertahap, suhu es
ditaburi garam batu ketika ditambah garam menjadi -
1℃
4. Meletakkan kaleng Permukaan kaleng terasa dingin karena
yang berisi adonan es es batu
puter ke dalam
baskom berisi
bongkahan es batu
5. memutar kaleng ke Adonan es mulai dingin dan sedikit
arah berlawanan mebeku dan permukaan luar baskom
dengan terus diberi mulai terasa dingin dan bersalju
garam
.6. Setelah dirasa Membutuhankan waktu selama 60 menit
pemutaraan kaleng pada proses pemutaran untuk mengubah
sudah berlangsung adonan es puter menjadi beku,
lama, cek apakah menghabiskan 6 bongahan es batu dan 3
adonan es krim sudah bungkus garam. Suhu akhir es batu
membeku adalah -5℃

Adonan es krim yang terdapat di dalam kaleng dan diletakkan di


tengah baskom/bongkahan es batu dan taburan garam nantinya dapat
membeku dalam proses pemutaran. Hal itu dikarenakan terjadinya
perpindahan kalor dari adonan es krim ke campuran es batu dan garam.
Garam tersebut berfungsi untuk mengurangi proses mencairnya es batu
secara cepat dan menjaga agar es batu tetap dingin walaupun sudah
mencair.Garam memiliki sifat hidrofilik yang dapat mengikat molekul-
molekul air sehingga es batu nantinya akan menyerap kalor dari
adonan es krim yang ada dalam kaleng.
Jika suatu zat terlarut ditambahkan pada suatu pelarut murni
hingga membentuk larutan maka titik beku pelarut murni akan
mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena molekul-molekul pelarut
susah berubah menjadi fase cair karena partikel terlarut menghalangi
pergerakan partikel pelarut. (Vinsiah, 2020)
Titik beku air pada umumnya 0°C , namun setelah ditambahkan
berbagai macam zat yang lain seperti susu, gula, dan juga perisa
membuat titik beku air tersebut mengalami penurunan. Hal tersebut
dapat terjadi karena partikel air yang seharusnya akan membeku
terhalang oleh partikel zat terlarut lain. Oleh karena itu,terjadi
penurunan titik beku pada larutan garam dan es krim. Suhu normal
untuk campuran es dan air adalah 0°C, sedangkan untuk membekukan
adonan es krim dibutuhkan suhu -5°C. Untuk mencapai suhu tersebut,
maka diperlukan garam sebagai zat terlarutnya. Selama proses tersebut
diperlukan adanya panas/kalor. Larutan es dan garam nantinya akan
mendapat kalor dari adonan es krim sehingga adonan es krim dapat
membeku. Proses pemutaran pada pembuatan es krim akan
menimbulkan guncangan. Pengguncangan pada proses pembekuan
tersebut bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk
sehingga es krim semakin halus. Maka nanti hasilnya akan terbukti
dengan tekstur lembut pada es krim yang beku.
V. Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
1. sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada
jumlah partikel zat terlarut dalam larutan.
2. sifat koligatif larutan meliputi penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan
titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis.
3. Berdasarkan percobaan pembuatan es puter yang telah dilakukan dapat
kita ketahui bahwa pembuatan es puter merupakan penerapan dari salah
satu sifat koligatif yaitu penurunan titik beku. Hal tersebut dibuktikan
melalui pemberian garam
pada es batu. Penambahan garam pada es batu tujuan nya agar terjadi
penurunan titik beku terhadap air karena sifat hidrofilik yang dimiliki
garam.sehingga terjadi proses perpindahan kalor dari adonan es krim ke
campuran es batu dan garam. Semakin banyak garam yang ditambahkan
ke dalam es, maka es tidak akan cepat mencair karena penurunan titik
beku pada es menjadi lebih drastis.
5.2 Saran
Di harapkan untuk praktikum selanjutnya, praktikan lebih terampil dalam
penggunaan alat, terutama dalam pembacaan dan cara memegang atau
cara pakai termometer. Pada saat praktikum sifat koligatif selanjutnya
dapat digunakan statif sebagai alat yang dikontrol untuk perlakuan
termometer, agar nilai yang diperoleh lebih valid
DAFTAR PUSTAKA
Sitanggah, sarmain. 2019. E-Modul kimia XII. Direktorat Pembinaan SMA
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Lustiyati, ED. Jauharotul farida., dan Sugiyanto. 2009. Aktif Belajar Kimia Untuk
SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional
Rahayu, Iman. 2009. Praktis Belajar Kimia 1: Untuk Kelas XII Sekolah
Menengah/Madarsah Aliyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional
Vinisiah, Rananda. 2020. Modul Pembelajaran Kimia XII. Derektorat Sekolah
Menengah Atas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Lampiran
A. Menjawab pertanyaan
a. Mengapa pada pembuatan es krim ditambahkan garam?
= karena garam berfungsi untuk menurunkan titik beku atau suhu
es agar tetap dingin walaupun sudah mencair.
b. Mengapa pada pembuatan es krim secara tradisional diperlukan es
batu?
= karena es batu digunakan untuk menyerap kalor dari es krim dan
membantu pembekuan.
c. Pada label sebuah es krim, tertulis bahwa es krim harus di simpan
pada suhu -15...c atau kurang agar tetap membeku. Es krim
tersebut diketahui mengandung 34,2 gram sirop sukrosa (Mr = 342
gram/mol) dan sejulah air. Hitung volume air yang digunakan
dalam pembuatan es krim tersebut. (Kf air = 1,86c/m)!
D1= Tf = -15℃
Massa larutan (g) = 34,2 g
Mr = 342 g/mol
Kf air = 1,86c/m
D2= V?
D3= ∆ Tf =Tf ° +¿

d. Hitunglah molalitas Nacl dari penurunan titik beku eskrim dan ......
D1= Massa Nacl= 1500 g
Mr Nacl= 58,5
P pelarut= 5000 g
Kb= 1,86...c/m
D2=..................
D3= ................
e. Buatlah grafik penurunan titik beku dari data yang didapatkan!
............................
B. Dokumentasi
LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM KIMIA
JUDUL PERCOBAAN

Hari / Tanggal : Kamis/25 Agustus 2022


Kelompok : VI (Es Puter pillow)
No. Perlakuan Hasil Pengamatan

Data pengamatan

Ketua Kelompok Guru Pembimbing


Shafira hani wardhana Devi Arindah, S.Si

DAFTAR PENGGUNAAN ALAT PRAKTIKUM KIMIA


JUDUL PERCOBAAN

Hari / Tanggal : Kamis / 25 Agustus 2022


Kelompok : VI
No. Nama Alat Keadaan
Sebelum Praktikum Sesudah Praktikum
1. Kaleng baik baik

2. Baskom baik baik

3. UlegUleg baik baik

4. Cup es krim baik baik

5. Stik es krim baik baik

6. Sendok baik baik

7. Termometer baik baik

8. Panci baik baik


9. Botol plastik baik baik

Ketua Kelompok Guru Pembimbing

Shafira hani wardhana Devi Arindah, S.Si

Anda mungkin juga menyukai