KEJAKSAAN NEGERI P-29
BANDA ACEH
“UNTUK KEADILAN”
SURAT DAKWAAN
NO.REG PDM-01/Pid.B /2021/PN.BNA
A. TERDAKWA
Nama Lengkap : Finoza Bin solihin
( untuk selanjutnya dianggap sudah dibacakan)
B. PENAHANAN
( dianggap sudah dibacakan )
C. DAKWAAN
PRIMAIR
-------- Bahwa ia terdakwa FINOZA BIN SOLEHIN baik sendiri-sendiri maupun
bersama-sama dengan DOPI PRANATA pada hari rabu tanggal 11 Juni 2021
sekira pukul 09.10 wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Juni
2021 bertempat di Jl. Sukaki, Lr. Damai, KP, Miruek, Kota Banda Aceh atau pada
suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri
Banda Aceh yang berwenang memeriksa dan mengadili, secara tanpa hak atau
melawan hukum pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan
kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan
menyiapkan atau memudahkan pencurian itu atau jika tertangkap tangan supaya
ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau bagi kawannya yang turut melakukan
kejahatan itu akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap, ada
ditangannya. perbuatan tersebut di lakukan dengan cara-cara sebagai
berikut :--------------------------------
Bahwa Terdakwa selaku teman dari Dopi Pranata yang merupakan satpam yang
bekerja di rumah saudara AUFAR ARAKHA .---------------------------------------------
Bahwa pada tanggal 18 mei 2021 sekira pukul 20.32 WIB DOPI PRANATA
menghubungi TERDAKWA untuk merencanakan pencurian dirumah korban
AUFAR, DOPI mengajak TERDAKWA karena TERDAKWA pernah bercerita bahwa
ia sedang membutuhkan dana untuk pengobatan ibunya yang sedang sakit
leukimia.-------------------------------------------------------------------------------
Bahwa Pada tanggal 01 juni 2021 pukul 21.00 WIB di warkop abuchik, DOPI
mengatakan kepada TERDAKWA bahwa korban NAMIRA akan pergi ke Medan
pada tanggal 09 juni 2021, dan mereka mengubah semua planning yang dari
awal sudah direncanakan. Dopi bertugas untuk menjaga korban FARAH dan
DIAH dan terdakwa yang membobol brangkas
.---------------------------------------------
Bahwa Pada tanggal 11 Juni 2021 pkul 08.00 WIB DOPI, DIAH dan FARAH pergi
keacara tetangga kemudian pada saat DOPI pergi dia menghubungi TERDAKWA
untuk datang kerumah AUFAR dan melakukan aksinya dan juga DOPI
mematikan seluruh CCTV dan menaruh kunci di dalam sepatu yang sengaja di
taruh oleh DOPI di depan pintuk masuk rumah tersebut.----------------
Bahwa Pada tanggal 11 Juni 2021 TERDAKWA tiba dirumah Aufar pukul 09.10
WIB dengan menggunakan mobil Avanza dengan plat polisi BL 6601 HD dan
langsung membuka pintu rumah dengan kunci yang telah di simpan DOPI dan
langsung menuju ruang kerja AUFAR untuk membobol brangkas dengan
menggunakan linggis yang telah dibawa oleh TERDAKWA, 35 menit berkutat
akhirnya TERDAKWA berhasil membobol brangkas tersebut. Pada saat
TERDAKWA sedang membawa barang curiannya yaitu emas batangan 30kg dan
senilai uang 100jt rupiah kedalam mobilnya, kemudian TERDAKWA kembali
masuk kedalam rumah untuk mengambil barang yang ada dirumah korban, saat
ingin membawa barang tersebut terdakwa bertemu dengan FARAH dan DIAH
yang baru saja pulang, kemudian mereka berteriak karena menemukan orang
dengan topeng dan pakaian serba hitam. Karena merasa terancam TERDAKWA
kemudian memukul DIAH dan FARAH di tengkuk dan bahu dengan
menggunakan tongkat baseball milik korban sampai pingsan kemudian mengikat
dan membekap mereka di kamar milik FARAH. Setelah mereka pingsan
TERDAKWA langsung membawa semua harta curian ke dalam
mobil.-------------------------------------------------------
Bahwa Pada tanggal 11 juni 2021 Pukul 10.11 DOPI sampai kerumah AUFAR
dan melihat TERDAKWA sudah mengumpulkan barang curian di dalam
mobil,Kemudian DOPI mengecek keadaan DIAH dan FARAH, ketika di lihat
ternyata DIAH sudah tidak bernyawa. Karena panik DOPI memberi tahu
TERDAKWA bahwa DIAH sudah mati dan memarahi TERDAKWA
.---------------------------------------------------------------------------------------
Bahwa Pada tanggal 11 juni 2021 pukul 10.45 TERDAKWA dan DOPI langsung
melarikan diri ke Medan dengan menggunakan mobil Avanza dengan plat polisi
BL 6601 HD dan membawa semua harta curian. Mereka langsung menjual 11 kg
emas dan berencana untuk kabur ke Bandung agar susah untuk di lacak----------
Bahwa pada tanggal 12 Juni 2021, AUFAR sampai kerumah dan melihat rumah
berantakan, barang-barang sudah tidak tertata seperti bisanya dan langsung
menuju kamarnya dan melihat brangkasnya sudah dibobol. Dan menemukan
FARAH yang tidak sadarkan diri dan DIAH yang sudah terbujur kaku tidak
bernyawa. Dan langsung menelpon ambulans agar FARAH mendapatkan
perawatan khusus dirumah sakit---------------------------------------------------------
Bahwa Pada tanggal 13 juni 2021 FARAH yang sudah sadar mengatakan kepada
AUFAR bahwa yang mencuri dirumahnya adalah DOPI bersama temannya.
Kemudian AUFAR langsung membuat laporan untuk kasus pencurian ini---------
Bahwa Pada tanggal 14 Juni 2021, polisi berhasil melacak keberadaan
TERDAKWA dan DOPI yang berada di Medan,kemudian pihak polda aceh
melakukan kerjasama dengan pihak polresta Medan untuk penagkapan
TERDAKWA dan DOPI . Pada pukul 21.00 WIB DOPi dan TERDAKWA sedang
membeli rokok di Indomaret gatot subroto medan dan langsung ditangkap saat
itu dan ditahan di Polresta
Medan--------------------------------------------------------------------------------
--------Perbuatan TERDAKWA sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
pasal 365 ayat (3) KUHP----------------
SUBSIDAIR
( dianggap sudah dibacakan )
--------Perbuatan TERDAKWA sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
pasal 365 ayat (2) angka 4 KUHP------
LEBIH SUBIDAIR
( dianggap sudah dibacakan)
--------Perbuatan TERDAKWA sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
pasal 362 Jo Pasal 51 ayat (1) angka 1
KUHP-------------------------------------------------------------------------------
Banda Aceh, 06 September 2021
Jaksa Penuntut Umum
1.
Nurul Therensia, S.H., M.H.
Jaksa Muda NIP. 230025360
2.
Hanisah Salsabila, S.H., M.H.
Jaksa Muda NIP. 230027461
3.
Raira Nafisah, S.H., M.H.
Jaksa Madya NIP. 230025362