Program Bimbingan dan Konseling SMK
Program Bimbingan dan Konseling SMK
PENDAHULUAN
A. RASIONAL
Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari proses pendidikan memiliki
tanggung jawab yang cukup besar dalam pengembangan kualitas manusia Indonesia yang
telah diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional di dalam :
Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 yaitu : (1) beriman dan bertaqwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, (2) berakhlak mulia, (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan,
(4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani, (5) memiliki kepribadian yang mantap dan
mandiri, serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan
tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan
pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah
pencapaian tujuan pendidikan tersebut.
Dengan demikian, pendidikan yang bermutu adalah suatu proses yang
menghantarkan peserta didik kearah pencapaian perkembangan diri yang optimal. Hal ini
karena peserta didik sedang berkembang ke arah kematangan atau kemandirian.
Perlu diketahui juga pada hakekatnya peserta didik mempunyai pribadi yang unik,
yang bebas merdeka , yang mampu mengarahkan pribadinya. Namun dalam perjalanan
untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tugas-tugas perkembangannya yang
memandirikan mengalami berbagai masalah, sehingga dalam mencapai tujuannya itu
diperlukan uluran tangan bantuan dari orang yang berkompeten di dalamnya yaitu konselor.
Hal ini sesuai Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Konselor di Pasal 1 Ayat 1 menyatakan bahwa untuk dapat diangkat sebagai
konselor, seseorang wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor
yang berlaku secara nasional
1
Di dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi yang didalamnya
memuat struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan dilaksanakannya
program pengembangan diri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan
minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri
difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga pendidikan yang dapat
dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan
melalui kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling yang berkenaan dengan masalah diri
pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri merupakan bantuan untuk
peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang
secara optimal, dalam bimbingan dan konseling pribadi, sosial, belajar dan karir, melalui
berbagai jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Layanan bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan layanan yang dilaksanakan
oleh guru BK atau konselor sesuai yang tercantum di dalam Permendikbud Nomor 81 A
Tahun 2013 Lampiran IV bag. VIII dijelaskan bahwa Guru Bimbingan dan Konseling atau
Konselor adalah guru yag mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara
penuh dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didik.
Layanan bimbingan dan konseling adalah kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling atau
Konselor dalam menyusun rencana pelayanan bimbingan dan konseling, melaksanakan
pelayanan bimbingan dan konseling, mengevaluasi proses dan hasil pelayanan bimbingan
dan konseling serta melakukan perbaikan tindak lanjut memanfaatkan hasil evaluasi.
. Pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling SMK YPGU SUMEDANG
disusun sebagai upaya memperjelas dan mempermudah dalam pencapaian tujuan yang telah
menjadi keputusan atau kesepakatan bersama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
pada umumnya.
Adapun yang melatar belakangi penyusunan program kerja Layanan Bimbingan dan
konseling SMK YPGU Sumedang antara lain :
1. Program Sekolah
2. Analisa kebutuhan nyata Peserta Didik
3. Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan konseling
4. Kebijakan Pemerintah yang Berhubungan dengan Pendidikan
a. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
c. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
d. Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
kompetensi Konselor.
e. Permendikbud No. 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum
2
f. Permendikbud No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada
Pendidikan Dasar dan Menengah
Menunjang perkembangan diri dan kemandirian peserta didik untuk dapat menjalan
kehidupannya sehari-hari sebagai peserta didik secara efektif, kreatif dan dinamis serta
Berdasarkan hasil analis Umum, Observasi, Informasi, maupun pengalaman konselor maka
permasalahan yang ada di SMK YPGU SUMEDANG dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Rendahnya keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME
2. Banyaknya peserta didik yang berseragam tidak rapih ( baju dikeluarkan )
3. Berbicara tidak sopan dengan teman atau dengan orang yang lebih tua di lingkungan
sekolah
4. Keluar kelas pada jam-jam mata pelajaran tertentu
5. Sering tidak masuk tanpa keterangan
6. Merokok di lingkungan sekolah
7. Pergaulan dengan lawan jenis yang kurang sehat
8. Bermain game di HP saat KBM berlangsung
9. Malas dan tidak semangat mengikuti pelajaran
10. Kurangnya pemahaman tentang masa depan.
11. Terjadinya tawuran antar pelajar
12. Terlambat dating ke sekolah
Berdasarkan assesmen yang telah dilakukan dan berdasarkan Standar Kompetensi
Kemandirian Peserta Didik, dapat dideskripsikan kebutuhan peserta didik dalam layanan
Bimbingan dan konseling , mencakup :
1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa
3
2. Memantapkan nilai-nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan
yang lebih luas
3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam perannya sebagai pria /
wanita
4. Mengenal alasan perlunya mentaati aturan / norma berperilaku
5. Memahami keseragaman aturan / patokan berperilaku dalam konteks budaya
6. Bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku
7. Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk mengikuti dan melanjutkan
pelajaran dan mempersiapkan karier serta berperan dalam kehidupan bermasyarakat.
D. TUJUAN
1. Agar peserta didik dapat mengembangkan dirinya sebagai remaja yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Agar peserta didik memperoleh nilai-nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima
dalam kehidupan yang lebih luas
3. Agar peserta didik mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam
perannya sebagai pria / wanita
4. Agar peserta didik dapat mengenal alasan perlunya mentaati peraturan / norma
berperilaku
5. Agar peserta didik dapat memahami keragaman aturan / norma berperilaku dalam
konteks budaya
6. Agar peserta didik bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku
7. Agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan, bakat, minat serta dapat
merencanakan karier dan masa depannya.
BAB II
KONDISI OBYEKTIF SEKOLAH
4
A. PERSONAL BIMBINGAN DAN KONSELING
(Wali Kelas)
5
B. TINGKATAN PESERTA DIDIK
Kelas X = 7 kelas,
Kelas XI = 8 kelas
memungkinkan.
2. Wali kelas mendukung dalam memberikan informasi tentang situasi dan kondisi
peserta didik.
perlengkapan administrasi.
Namun masih diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak untuk
1. Sebagian kecil peserta didik yang bersedia datang sendiri ke ruang BK untuk
2. Masih banyak peserta didik yang masih malu, kurang terbuka dan takut dalam
mengutarakan masalahnya.
BAB III
ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING
6
A. STRUKTUR ORGANISASI BK
Kepala Sekolah
Komite Wakil Kepala Sekolah Tenaga Ahli
Sekolah Instansi
Tata Usaha
SISWA
Keterangan :
Garis Komando
Garis Koordinasi
Garis Konsultasi
Personil pelaksana layanan Bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang
berikut :
1. Kepala sekolah
Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh di sekolah
yang bersangkutan, tugas-tugasnya adalah :
a. Mengkoordinasikan segenap kegiatan yang diprogramkan di sekolah
sehingga pelayanan pengajaran, pelatihan dan pembibingan merupakan
suatu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis.
b. Menyediakan prasarana, sarana, tenaga dan berbagai kemudahan bagi
terlaksananya layanan Bimbingan dan konseling yang aktif dan efisien.
7
c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan
pelaksanaan program, penilaian dan upaya tindak lanjut layanan bimbingan
dan konseling.
d. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan layanan BK di sekolah kepada
Dinas Pendidikan Kab/Kota yang menjadi atasannya.
4. Guru BK / Konselor
a. Memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling Membuat program
bimbingan dan konseling.
b. Melaksanakan program bimbingan dan konseling.
c. Melaksanakan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
d. Menilai proses dan hasil layanan bimbingan dan konseling dan kegiatan
pendukungnya.
e. Melaksanakan tindak lanjut.
f. Mengadministrasikan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan
konseling.
g. Mempertanggung jawabkan tugas dan kegiatannya dalam layanan bimbingan
dan konseling kepada koordinator BK dan Kepala sekolah.
8
d. Menerima alih tangan peserta didik dari pembimbing sepertinya pengajaran
perbaikan dan pengayaan.
e. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan peserta
didik, peserta didik dengan peserta didik yang menunjang pelaksanaan
layanan bimbingan dan konseling.
f. Memberikan kesempatan dan kemudahan pada peserta didik yang
memerlukan layanan bimbingan dan konseling untuk mengikuti kegiatan yang
dimaksudkan itu.
g. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik,
sepertinya konferensi kasus.
h. Mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian layanan
bimbingan dan konseling dan upaya tindak lanjutnya.
6. Wali Kelas
tanggungannya.
tanggungannya.
9
Guru Mapel Wali Kelas Guru BK Kepala Sekolah
Angket Peserta
didik
Catatan
Observasi CatKonseling.
Konseling
Angket Ortu Buku
Map
Diketahui
Kartu Pribadi
Catatan Anekdot Lap. Observasi
Diketahui
Catatan Notula
Diketahui
Wawancara Rapat
10
Disamping sebagai orang tua ke dua, di sekolah membantu mengkoordinasikan
informasi dan kelengkapan data yang meliputi :
- Daftar nilai
- Angket peserta didik
- Angket orang tua
- Laporan observasi peserta didik
- Catatan anekdot
- Catatan home visit
- Catatan wawancara
3. Guru BK
Di samping bertugas memberikan layanan informasi kepada peserta didik, juga
menangani data yang meliputi :
- Kartu akademis
- Catatan konseling
- Data psikotes
- Catatan konferensi kasus
Guru BK juga perlu melengkapi data yang diperoleh dari guru mata pelajaran, wali
kelas dan sumber-sumber lain yang terkait yang akan dilakukan dalam buku pribadi
peserta didik.
4. Kepala Sekolah
Sebagai penanggung jawab pelaksanaan BK di sekolah perlu mengetahui dan
memeriksa kegiatan yang dilakukan guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK.
Adapun kegiatan guru BK yang perlu diketahui antara lain:
- Rapat periodik yang dilakukan guru BK setiap bulan
- Laporan kegiatan BK sebulan sekali
- Laporan kelengkapan data
11
KEPALA SEKOLAH/
KOMI
KOORDINATOR WAKASEK TE
BP/BK
BP 3
GURU BK
GURU MP / PIKET WALI KELAS
PEMBIMBIN
WALI KELAS G
PESERTA DIDIK
Keterangan :
Layanan BK
BAB IV
12
PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
a. Konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka
upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan yang
dimaksud agar peserta didik mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta
menerima secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut.
a. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
b. Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan
fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.
c. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria
atau wanita.
d. Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang
lebih luas.
e. Mengenal kemampuan, bakat, dan minat serta arah kecenderungan karir dan apresiasi
seni.
13
g. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara
emosional, sosial, dan ekonomi.
h. Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota
masyarakat, dan warga negara.
b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik
dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang
sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial
yang lebih luas.
d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
a. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan
lingkungannya.
b. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau
menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan
dirinya.
c. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang
dialaminya.
14
(7) kedinamisan, (8) keterpaduan, (9) kenormatifan, (10) keahlian,
(11) alih tangan dan (12) tut wuri handayani.
a. Layanan Orientasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik
memahami lingkungan baru, seperti lingkungan satuan pendidikan bagi peserta didik
baru, dan obyek-obyek yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta
mempermudah dan memperlancar peran di lingkungan baru yang efektif dan berkarakter.
b. Layanan Informasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik
menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/ jabatan, dan
pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan bijak.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam
kelas, kelompok belajar, peminatan/lintas minat/pendalaman minat, program latihan,
magang, dan kegiatan ekstrakurikuler secara terarah, objektif dan bijak.
d. Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan dalam
melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu yang berguna dalam kehidupan di
sekolah/madrasah, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan tuntutan kemajuan dan
berkarakter-cerdas yang terpuji, sesuai dengan potensi dan peminatan dirinya.
e. Layanan Konseling Perorangan, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya melalui prosedur perseorangan.
f. Layanan Bimbingan Kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan
belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu
sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok.
g. Layanan Konseling Kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami sesuai dengan
tuntutan karakter-cerdas yang terpuji melalui dinamika kelompok.
h. Layanan Konsultasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta
didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara dan
atau perlakuan yang perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan
karakter-cerdas yang terpuji.
i. Layanan Mediasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik
dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan pihak lain sesuai
dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
15
j. Layanan Advokasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik
untuk memperoleh kembali hak-hak dirinya yang tidak diperhatikan dan/atau mendapat
perlakuan yang salah sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
a. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan
lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
b. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan
peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif,
terpadu, dan bersifat rahasia.
c. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan
khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan
komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
d. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi
terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau
keluarganya.
e. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat
digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan
belajar, dan karir / jabatan.
f. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta
didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
a. Individual, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani peserta didik
secara perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah
peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah peserta
didik dalam satu kelas rombongan belajar.
d. Lapangan, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani seorang atau
sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
e. Pendekatan Khusus / Kolaboratif yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang
melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat
memberikan kemudahan.
16
f. Jarak jauh yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan
peserta didik melalui media dan/atau saluran jarak jauh, seperti surat adan sarana
elektronik.
I. JADWAL KEGIATAN
Jadwal Kegiatan Pelaksanaan program Layanan Bimbingan dan Konseling di SMK
YPGU Sumedang dilaksanakan melalui :
1. Kontak langsung/Tatap muka dengan peserta didik
a. Secara secara klasikal untuk menyelenggarakan layanan orientasi layanan informasi,
layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, dan instrumentasi.
b. Di luar jam pembelajaran
1. Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konseling
perorangan,, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok,dan mediasi,
serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas
Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran
ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
2. Tidak kontak langsung/non tatap muka malalui Himpunan data, kunjungan
rumah,konferensi kasus, Kolaborasi, Konsultasi.
K. PENILAIAN KEGIATAN
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling dilakukan melalui:
Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan
kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengetahui perolehan peserta
didik yang dilayani.
Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu
minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan
pendukung bimbingan dan konseling diselenggarakan untuk mengetahuidampak
layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
Penilaian jangka panjang (LAIJAPAN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu(satu
bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan kegiatan
pendukung Bimbingan dan konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh
dampak layanan dan atau kegiatan pendukung bimbingan dan konseling terhadap
peserta didik.
2. Penilaian proses kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling dilakukan melalui analisis
terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam RPL ( Rencana
Pelaksanaan Layanan ) dan Pendukung Layanan, untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi
pelaksanaan kegiatan.
17
BAB V
SARANA PRASARANA DAN ANGGARAN
Jumlah
No Jenis Barang Kebutuhan
Barang Uang
1. Kertas HVS - Analisa 2 Plano Rp. 500.000,-
- Angket Siswa
- Program BK
- Undangan orang tua
- Format-format BK
2. Spidol - Spidol besar (permanen ) 2 Rp.b 15.000,-
18
- Spidol kecil 3
3. Buku Folio - Buku Tamu 1 Rp. 90.000,-
- Buku Ijin 1
- Buku Agenda surat 1
- Buku Agenda Kerja 3
4. Tampilan - Biblio konseling 4 Rp. 320.000,-
Kepustakaan
5. Gunting - Administrasi 1 Rp. 15.000,-
6. Snel heckter - Jurnal Kegiatan Klasikal 3 Rp. 30.000,-
- Program umum 3
- Bukti Fisik 3
7. Staples - Kecil 1 Rp. 10.000,-
- Tanggung 1 Rp. 20.000.-
Jumlah Rp. 1.040.000,-
19
BAB VI
LAPORAN
Dalam kegiatan pelaksanaan layanan Bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam jangka
waktu tertentu yaitu :
C. Laporan Insidental
Melaporkan kegiatan layanan BK sewaktu-waktu karena suatu hal yang mendesak.
20
BAB VII
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ditinjau dari uraian dan permasalahan yang ada, dapat ditarik suatu kesimpulan :
2. Guru BK harus memiliki tanggung jawab terhadap individu yang dilayani, maupun
3. Guru BK perlu membuat program secara sistematis sebagai pedoman dan acuan dalam
melaksanakan tugas.
4. Perlu adanya kerjasama yang baik antara guru BK dengan guru mata pelajaran, wali kelas,
orang tua peserta didik maupun dengan semua personil sekolah yang ada.
belajar peserta didik serta sikap, sehingga perlu adanya perhatian yang sungguh-sungguh
B. SARAN – SARAN
Dengan terselesaikannya program kerja ini kami mengharapkan berbagai masukan dari semua
pihak yang terkait, agar nantinya dapat lebih sempurna lagi dan benar-benar dapat terlaksana
dengan baik.
21
LAMPIRAN-LAMPIRAN :
3211221010830006
21-3010-111-0274909
22